Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
INI KISAH KAMI DEMI NKRI (True Story)
KUMPULAN KISAH KAMI
KOMPI PEMBURU RAJAWALI
DAN
KUMPULAN OPERASI TNI

INI KISAH KAMI DEMI NKRI (True Story)

INI KISAH KAMI DEMI NKRI (True Story)

Prolog :

Ini bukan kisah tentang dedemit, mba Kunti, Om Pocong, Mbah Genderowo dan sebangsanya, ini bukan kisah soal pengalaman 18+, kisah disini merupakan kumpulan kisah mereka yang sejak awal mendarma baktikan masa mudanya hingga ke tua, bahkan hingga akhir hayat, memenuhi panggilan tugas untuk bumi pertiwi.

Medio 1997 pasukan ini di resmikan dengan mengambil personel dari tiga satuan utama, Kopasus, Kostrad dan Marinir. Pasukan ini dibubarkan tahun 2004 seiring dengan diresmikannya satuan Raider di TNI AD.

Beberapa tahun lalu, sempat ada thread-threadnya di Kaskus, namun sudah tidak terupdate lagi dan terkubur dengan "kesunyian" Kaskus masa kini.

Terinspirasi dari kisah-kisah true story mereka di medan tugas. Inilah kisahnya :

"KOMPI PEMBURU RAJAWALI"

INI KISAH KAMI DEMI NKRI (True Story)



Semua apapun yg saya tulis di sini sebaiknya tetap berada di thread KASKUS Sub Forum SFTH dan FORSEX, TIDAK DI IJINKAN dishare dalam bentuk/media apapun!
Kisah lebih lengkapnya dan banyak lagi kisah-kisah heroik bisa di dapatkan dalam bentuk PDF dan Ebook berbayar. Untuk berlangganan PM aja gan.
Diubah oleh User telah dihapus 08-08-2022 11:19
echoeprazety046Avatar border
lovveAvatar border
MosaroAvatar border
Mosaro dan 116 lainnya memberi reputasi
113
109.2K
938
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#65
43. Ibu....Ya Allah Sakit Bu
Credit : AlexanderHagal (Old Kaskus)

Kisah ini berdasarkan penuturan dari ayahanda ane....Lokasi/nama/pangkat
para pelaku ane samarkan demi menjaga
perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Kisah ini di mulai ketika peleton dari bokap
ane mendapat seorang replacement untuk
mengganti posisi rekannya yang harus di
bawa ke Dili karena terjangkit malaria,
personel ini menurut bokap ane masih
sangat muda usianya sekitar 19 tahun (sebut saja Prada A ), dan dia baru saja lulus pendidikan Secata dan baru keluar Pusdik beberapa bulan lalu dan langsung di tugaskan ke Tim-Tim.

Prajurit muda ini terlihat sangat bersemangat karena memang ini impiannya, bisa bertugas di tim-
tim seperti unit tempur yang lain ...apalagi
kemudian dia di tempatkan di dalam unit
bokap ane (yang emang terkenal dengan
salah satu unit paling berpengalaman di Tim- tim)...semua anggota peleton
menyambutnya dengan sukacita, apalagi dia masih sangat muda, yah udah dianggap seperti adik sendiri aja....apalagi Prada A memang anaknya cukup bisa bergaul dengan tentara-tentara yang udah lumayan lapuk dimakan usia ini

Singkat cerita pada suatu hari peleton bokap di perintahkan untuk melaksanakan patroli rutin, misinya sederhana Search and destroy apabila kebetulan bertemu dengan kekuatan Fretilin di dalam patroli nanti, bokap ane kebetulan selalu kebagian membawa SMR 7,2 mm.

Sebelum berangkat semua personel mempersiapkan peralatan, mengecek amunisi, radio, mengisi water canteen (veples), setelah itu baru mendapat briefing singkat dari Danton secara singkat mengenai lokasi, situasi dan kekuatan Fretilin yang diperkirakan ada di wilayah tersebut.

Setelah briefing selesai dan dilanjutkan dengan Doa....peleton pun berangkat dengan perasaan bercampur aduk, saat itu hari masih pagi sekitar jam 07.00 WIT.....tapi si Prada A terlihat sangat
bersemangat, apalagi ini adalah Tour of Duty nya yang pertama, dengan menenteng M16A1 nya dia terlihat sangat percaya diri, terkadang beberapa kali anggota peleton mengingatkan dia agar “ojo wedi-wedi tapi yo ojo kekendelen, tetep waspodo ojo sembrono” (jangan takut-takut, tapi ya jangan terlalu berani, tetep waspada jangan ceroboh).

Ketika peleton sedang berjalan...tiba-tiba
Danton, memerintahkan si Prada A untuk
menjadi Voor Spiet (Peninjau Depan otomatis dia harus berjalan paling depan, tapi semua anggota peleton kayaknya kurang setuju, disamping dia masih baru bertugas, mereka juga merasa nggak
tega karena dia terlalu muda.

Bokap ane kemudian berkata kepada Danton :
”Dan apa nggak lebih baik yang lain aja?? jek anyar arek iku nDan, sing tuek-tuek ae”
(masih baru anak itu nDan, yang tua-tua aja)

Anggota yang lain : “iyo nDan...palingo
durung sunat arek iku nDan” (iya nDan...kayaknya belum sunat tuh anak)
dengan nada bercanda

Danton : “ wis ra popo, biar sekalian belajar
dia...A !! kamu di depan mau nggak?!”

Prada A : “SIAP MAU..!!”

Danton : “ya udah cepat sana, ati-ati ojo
ngelamun !!”

Dengan sigapnya Prada A langsung berlari-
lari kecil mengambil posisi di depan, disertai dengan pandangan mata was-was dari para anggota yang lain.

Peleton pun bergerak kembali, Bokap ane pun perasaannya saat itu nggak enak, masih bertanya-tanya apakah perintah Danton kali ini tepat??

Tak ayal, tiba-tiba terdengar suara letusan
senapan dari kejauhan

“Dukkkk !!”

DAN disertai dengan Prada A yang jatuh terjengkang ke belakang!.

Tanpa menunggu perintah semua anggota Peleton langsung tiarap dan mencari tempat perlindungan...sambil menunggu dan mencari dari mana asal tembakan tersebut..... Ketika Bokap mau menarik tubuh Prada A kebelakang,

"Retetettttttt..!

" Takkkk..Tak..Tak..!"

Rentetan tembakan menghujani posisi Bokap, Bokap ane pun kembali tertahan...begitu juga dengan anggota yang lain, ketika mereka mau menolong, juga di hujani dengan tembakan...akhirnya semuanya bertahan dan terjadilah kontak tembak yang dahsyat......

Letusan M16, SMR dan GLM saling bersahut-sahutan......di posisi musuh juga tak kalah ramainya, suara-suara senapan
campuran juga saling bersahut sahutan..

Menurut Bokap ane ada beberapa suara senapan yang terdengar familiar di
telinganya ada M16, ada HK-G3 (ini suara
yang paling di takuti ama personel ABRI saat itu) dsb.

Selama baku tembak tersebut beberapa kali Danton berteriak agar si Prada A di seret ke belakang, tapi apa daya tembakan Fretilin begitu gencarnya ke arah posisi peleton saat itu, bagaimanapun jangan sampai ada personel yang jadi korban lagi saat berusaha menolong personel yang tertembak tersebut.

Bokap terus-terusan menekan pelatuk SMR-nya dan menghujani posisi musuh dengan tembakan.......tapi tetap aja mereka bisa membalas dengan lebih gencar, Granat dan GLM beberapa kali di lontarkan tapi tetap tak mengurangi intensitas tembakan fretilin tersebut.

Diperkirakan kekuatan Fretilin saat itu beberapa kali lebih besar daripada kekuatan peleton Bokap. Bokap pun sempat berteriak kepada rekan- rekannya
Bokap :

“Cok, tulungen arek iku !! tak lindungi koen !!”

Anggota Personel : “ga iso Klek (nama
panggilan bokap, Dongklek) , gak iso obah
aku !!” (Dengan terus di hujani tembakan dari arah musuh)

Radioman pun masih sibuk meminta bantuan kepada satuan lain, tapi kondisinya memang sangat genting saat itu, tiba-tiba Bokap mendengar sayup-sayup rintihan dari Prada A yang masih terbaring di tengah killing zone
rintihannya ini yang membuat seluruh
anggota peleton trenyuh, bahkan ada
beberapa anggota yang sampai matanya
berkaca-kaca.

Mendengar rintihan Prada A,
dia memanggil-manggil Ibunya

“Buk,ibuuuk........buk, ibuuuuk......buuuuk sakitnya ya Allahhhh!” (sambil menggeliat dan memegangi perutnya yang berlumuran darah)

Bokap mencoba menolong kembali, tapi
tembakan gencar membuat bokap kembali merunduk , terdengar rintihan Prada A kembali

“Buuuk, ibuuuk.......ibuuuuk sakiiiiiit
buuuuuk”.

Kondisi seperti ini berlangsung kira-kira
selama 2 jam......yang kemudian akhirnya
Prada A gugur karena kehabisan darah

Ketika mengetahui Prada A sudah tak
bergerak dan merintih lagi.......otomatis
semua anggota Peleton seperti kesetanan,
seperti bensin yang tersulut api mereka
langsung keluar dari persembunyian dan
mulai menembak membabi buta, granat
dilempar, GLM di tembakkan, SMR
disemburkan ke arah musuh, M16 tak henti- hentinya menyalak...sambil mengeluarkan sumpah serapah

“Bajingan koen !!”, “** SENSOR ** !!”,

“Coook, Jancoook !!”

Loh anehnya tiba-tiba suara tembakan
fretilin pun mereda dan mereka seperti
menghilang gitu aja, tanpa buang-buang
waktu Prada A langsung diangkut ke tempat terbuka untuk menunggu penjemputan oleh helikopter.....

Tak henti-hentinya anggota peleton mengucapkan istighfar dan tahlil
(laaila ha Ilallah), tapi malaikat pencabut
nyawa telah datang lebih dulu mengambil
jiwa Prada A.

Dan inilah yang sampai sekarang membekas di ingatan Bokap ane, kayaknya bokap ane menyesal banget tidak bisa menolong Prada A hingga meregang nyawa dalam kesakitan, bokap hanya bisa berdoa semoga keluarga yang di tinggalkan, terutama ibunya bisa tabah menghadapi kenyataan kalau anaknya
gugur dalam darma baktinya kepada bangsa dan negara sebagai prajurit ABRI yang meskipun hanya seumur jagung...

Semoga Amiien


Ini salah satu kisah "tersedih" di trit ini.
Alfatehah.
lonelylontong
fazaaacakep
scorpiolama
scorpiolama dan 39 lainnya memberi reputasi
40
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.