- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#205
Chapter 133
Quote:
Hawa panas menjalar di sekujur tubuh komandan Gert, bahkan ketika melewati pepohonan, seketika makhluk hidup itu terbakar. Malam yang gelap pun seketika terang benderang, berwarna merah seperti warna lampu kematian. Yang menjadi target adalah Dr. Geere, orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas kekacauan ini. Bagaimana tidak, rencana selanjutnya sudah disusun dengan rapih dan sudah ada target yang akan dihancurkan, namun harus ditunda karena pemberontakan ini.
Sabetan tangannya mengenai dada Dr. Geere, membuatnya terpental jauh dan harus bertumbuk dengan batang-batang pohon yang keras. Meskipun sudah dalam wujud monsternya, tetap saja rasa sakit itu tetap ada walaupun sedikit. Setelah melayang jauh, komandan memerintahkan pasukannya untuk mengejar Dr. Geere.
“Agh!” Dr. Geere dengan cepat bangkit, luka didadanya terasa sangat panas karena sabetan tadi. “rasanya terbakar,” menggunakan pemulihan diri untuk menutup lukanya. Dari kejauhan terlihat para monster bermata merah menyala sedang bergerak kearahnya. “maafkan aku…”
Tidak ingin menjadi samsak hidup, Dr. Geere pun menyerang monster yang datang dengan langsung mengincar dada mereka, tempat di mana monster kumbang berdiam diri. Apa yang dilakukannya sudah jelas sama dengan membunuh orang-orang, yang kebetulan dalam berwujud monster. Satu persatu berhasil dikalahnya dengan mudah, perbedaan kekuatannya terlalu jauh.
Dalam pergumulan itu, tiba-tiba Dr. Geere melompat jauh, seperti menghindari sebuah serangan. “Cih!” monster-monster didepannya tersambar api, dan terbakar. Komandan menggunakan pasukannya itu untuk memecah fokus Dr. Geere.
“Di umur uzur sepertimu, ternyata refleksmu masih baik,” Komandan masih menggunakan cara yang sama, monster disekelilingnya menyulitkan Dr. Geere untuk melihat posisi komandan Gert.
Lidah api menjulur ke angkasa, mampu dilihat oleh rekan lainnya. Wayne yang paling mengkhawatirkan keadaan Dr. Geere. Ingin sekali dirinya melesat dan membantunya, tetapi jumlah pasukan yang menyerangnya sangat banyak. Meskipun sudah dimusnahkan, jumlah mereka seakan tidak pernah habis.
“Orang picik!” sambil menghindari serangan-serangan yang datang. “mengincar terlebih dahulu ‘otak’ dari kawanan musuhnya, tak bisa kubiarkan!”
Sama seperti Wayne, yang lainnya pun kesulitan untuk keluar dari lautan monster kumbang. Dr. George yang sama sekali tidak punya kemampuan bertarung pun kewalahan. Serangan demi serangan didapatnya, untung saja keahlian alaminya untuk menyembuhkan diri menjadi poin plus dibandingkan yang lain. Sehingga luka-luka yang bersarang ditubuhnya, lebih cepat hilang. Yang dilakukannya adalah berusaha untuk tidak terkena serangan lebih dalam lagi.
“Apa pikiranku harus dikuasai lagi agar bisa bertarung?” ucapnya gelisah sambil terus mencoba menghindar.
Posisi Ferdinand dan Marco juga tidak jauh berbeda, namun keduanya bertarung dengan sengit sambil terus mencoba mencari celah yang ada tuk segera menolong Dr. Geere yang sedang melawan komandan sendirian. Satu dua serangan dilancarkan, tiap jalan mereka lowong dengan seketika datang lagi pasukan monsternya.
“Sebanyak ini kah?” Marco terus bertarung dengan gesit.
Kembali ke Dr. Geere yang diserang secara brutal menggunakan api yang keluar dari tubuh komandan Gert. Sekelilingnya dipenuhi api yang tak mau padam, belum ada gerakan dari dalam. Sang komandan meminta pasukannya untuk berhenti sejenak, menyergap Dr. Geere dalam kondisi dipenuhi oleh api darinya sama saja seperti bunuh diri.
“Selesai sudah? Begitu saja?” komandan yakin bahwa serangannya yang berkobar itu sudah menyelesaikan perlawanan dari Dr. Geere, lalu yang menjadi target selanjutnya adalah Wayne, monster kumbang berwarna emas menyala. “si mata-mata itu---,” ucapannya terhenti ketika merasakan bahwa ada pergerakan dari api yang berada dibelakangnya. Komandan Gert membalikan badannya, api yang mengelilingi Dr. Geere sudah hilang, senyum sinisnya berkibar.
“Untung saja, aku berhasil mengaktifkannya pada waktu yang tepat!” bentuk monster Dr. Geere sudah berubah, tidak lagi seperti monster dengan gigi-gigi tajam dan tubuh yang kasar berduri. Bentuknya lebih baik dengan bagian mulut tertutup, mata kecil seukuran manusia, tanduk yang lebih ramping dan juga tubuh seperti memakai baju jirah.
“Hm, aku belum pernah melihat yang seperti itu,” sang Komandan menatap dengan serius. “sesuai dengan dugaanku, bagai duri dalam daging! Mau perubahan apapun, tidak ada artinya dihadapanku!” komandan menerjangnya dengan kecepatan penuh, pukulannya dengan telak menghantam wajah Dr. Geere.
Berbeda dengan sebelumnya ketika diserang tubuhnya terpental jauh, kali ini dengan bentuk barunya Dr. Geere mampu menahannya. Bahkan api yang keluar pun seketika menghilang, tidak ikut menempel di bagian wajahnya. Dengan segala upaya agar konsentrasinya tidak pecah, untuk terus menahan serangan dari komandan. Kali ini Dr. Geere menghujam komandan dengan pukulan kerasnya. Komandan terpental jauh, karena menerima pukulan telak dari jarak yang sangat dekat.
“Padahal bentuknya masih seperti itu, tetapi tubuhnya memang keras!” Dr. Geere mendapati pergelangan tangannya kembali menjadi wujud manusia setelah melakukan serangan barusan. Dengan cepat ia melapisinya kembali dengan sel monster yang dikendalikannya.
“jadi kelemahan mode ini adalah ketika menyerang, ketika bertahan pikiran lebih stabil karena hanya berfokus agar serangan yang muncul tidak membuat sel-sel ini buyar…,” Dr. Geere memikirkan bagaimana caranya agar ketika menyerang juga dirinya dapat memaksimalkan mode ini. “bukan pukulanku yang terlalu kuat, tetapi aku tidak bisa mengontrol emosi saat melayangkan tinju barusan…,” Dr. Geere melesat melewati monster yang menghalanginya.
Badai hawa panas menerjang, rasanya seperti angin di daerah pantai bagi Dr. Geere dengan mode itu. Sedangkan lagi-lagi pepohonan harus merasakan hal pahit, terbakar dan kemungkinan besar mati menjadi arang. Warna tubuh komandan semakin merah, bahkan asap-asap halus mulai muncul dari seluruh tubuhnya. Seperti besi yang dipanaskan menggunakan api yang sangat panas.
“Menarik, bagaimana cara kau melakukannya?” tanya komandan Gert.
“Bukannya kau itu induk dari semua monster ini? harusnya kaulah yang paling tahu!” sindir Dr. Geere
“Sekarang kau sudah bisa berbicara seperti itu padaku, di mana sopan santunmu kepada pemimpinmu?”
Hawa yang lebih panas dikeluarkan oleh komandan sesaat Dr. Geere menghampirinya, tubuhnya terkikis, bukan masalah tidak fokusnya pikiran, namun hal ini terjadi karena hawa yang dikeluarkan memiliki suhu yang jauh di atas ukuran normal. Mengakibatkan sel monster secara alami melemah sendiri. Mengetahui hal tersebut Dr. Geere tidak ingin terburu-buru, sebelum semakin mendekat ia memutuskan untuk mundur sejenak untuk memikirkan langkah selanjutnya.
“Aku memang belum pernah mengetesnya pada suhu yang ekstrem, ternyata pada kondisi tertentu, sel monster ini goyah juga…,” ditatapnya monster merah menyala dihadapannya, bahkan kini pasukannya tidak berani mendekat karena suhu area yang panas. Jika orang biasa maka kulit mereka sudah melepuh bahkan terkelupas. “tidak mungkin hawa panas itu muncul dari dalam dirinya, pasti ada trik tersembunyi untuk mengeluarkan teknik seperti itu, tapi apa?” Dr. Geere mulai menyadari bahwa ada lagi kekuatan tersembunyi dari sel monster ditubuhnya.
Entah dari mana satu monster secara tiba-tiba menerjang komandan yang sedang panas-panasnya. Monster itu tiba-tiba berlutut lemas, komandan hanya menatapnya, lalu menyentuh badannya. Seketika monster itu terbakar dengan hebat, apinya menyala sangat besar. Komandan kemudian mengangkat tubuh monster yang terbakar ini dan langsung melemparnya ke arah monster ini datang sebelumnya.
Dr. Geere ikut melihat lemparan itu, satu sosok berhasil menghindarinya dengan sangat mudah. Lalu ikut bergabung dengan Dr. Geere setelah menyimpan kembali sayap-sayapnya yang tadi digunakan. Sosok ini adalah Wayne, yang sudah memiliki bentuk yang sama dengan Dr. Geere. Nampaknya urusan dengan para monster telah selesai dilakukannya, lebih cepat dari dugaan komandan sebelumnya.
“Kau sudah menguasainya?” tanya Dr. Geere.
“Niat dan tujuanku sudah jelas diawal, apalagi fokusku!” Wayne tampak bersemangat.
“rasanya mustahil untuk mendekatinya, tetapi aku mempunyai ide, kau ingin mendengarnya?” wajahnya menoleh ke arah Dr. Geere.
Sabetan tangannya mengenai dada Dr. Geere, membuatnya terpental jauh dan harus bertumbuk dengan batang-batang pohon yang keras. Meskipun sudah dalam wujud monsternya, tetap saja rasa sakit itu tetap ada walaupun sedikit. Setelah melayang jauh, komandan memerintahkan pasukannya untuk mengejar Dr. Geere.
“Agh!” Dr. Geere dengan cepat bangkit, luka didadanya terasa sangat panas karena sabetan tadi. “rasanya terbakar,” menggunakan pemulihan diri untuk menutup lukanya. Dari kejauhan terlihat para monster bermata merah menyala sedang bergerak kearahnya. “maafkan aku…”
Tidak ingin menjadi samsak hidup, Dr. Geere pun menyerang monster yang datang dengan langsung mengincar dada mereka, tempat di mana monster kumbang berdiam diri. Apa yang dilakukannya sudah jelas sama dengan membunuh orang-orang, yang kebetulan dalam berwujud monster. Satu persatu berhasil dikalahnya dengan mudah, perbedaan kekuatannya terlalu jauh.
Dalam pergumulan itu, tiba-tiba Dr. Geere melompat jauh, seperti menghindari sebuah serangan. “Cih!” monster-monster didepannya tersambar api, dan terbakar. Komandan menggunakan pasukannya itu untuk memecah fokus Dr. Geere.
“Di umur uzur sepertimu, ternyata refleksmu masih baik,” Komandan masih menggunakan cara yang sama, monster disekelilingnya menyulitkan Dr. Geere untuk melihat posisi komandan Gert.
Lidah api menjulur ke angkasa, mampu dilihat oleh rekan lainnya. Wayne yang paling mengkhawatirkan keadaan Dr. Geere. Ingin sekali dirinya melesat dan membantunya, tetapi jumlah pasukan yang menyerangnya sangat banyak. Meskipun sudah dimusnahkan, jumlah mereka seakan tidak pernah habis.
“Orang picik!” sambil menghindari serangan-serangan yang datang. “mengincar terlebih dahulu ‘otak’ dari kawanan musuhnya, tak bisa kubiarkan!”
Sama seperti Wayne, yang lainnya pun kesulitan untuk keluar dari lautan monster kumbang. Dr. George yang sama sekali tidak punya kemampuan bertarung pun kewalahan. Serangan demi serangan didapatnya, untung saja keahlian alaminya untuk menyembuhkan diri menjadi poin plus dibandingkan yang lain. Sehingga luka-luka yang bersarang ditubuhnya, lebih cepat hilang. Yang dilakukannya adalah berusaha untuk tidak terkena serangan lebih dalam lagi.
“Apa pikiranku harus dikuasai lagi agar bisa bertarung?” ucapnya gelisah sambil terus mencoba menghindar.
Posisi Ferdinand dan Marco juga tidak jauh berbeda, namun keduanya bertarung dengan sengit sambil terus mencoba mencari celah yang ada tuk segera menolong Dr. Geere yang sedang melawan komandan sendirian. Satu dua serangan dilancarkan, tiap jalan mereka lowong dengan seketika datang lagi pasukan monsternya.
“Sebanyak ini kah?” Marco terus bertarung dengan gesit.
Kembali ke Dr. Geere yang diserang secara brutal menggunakan api yang keluar dari tubuh komandan Gert. Sekelilingnya dipenuhi api yang tak mau padam, belum ada gerakan dari dalam. Sang komandan meminta pasukannya untuk berhenti sejenak, menyergap Dr. Geere dalam kondisi dipenuhi oleh api darinya sama saja seperti bunuh diri.
“Selesai sudah? Begitu saja?” komandan yakin bahwa serangannya yang berkobar itu sudah menyelesaikan perlawanan dari Dr. Geere, lalu yang menjadi target selanjutnya adalah Wayne, monster kumbang berwarna emas menyala. “si mata-mata itu---,” ucapannya terhenti ketika merasakan bahwa ada pergerakan dari api yang berada dibelakangnya. Komandan Gert membalikan badannya, api yang mengelilingi Dr. Geere sudah hilang, senyum sinisnya berkibar.
“Untung saja, aku berhasil mengaktifkannya pada waktu yang tepat!” bentuk monster Dr. Geere sudah berubah, tidak lagi seperti monster dengan gigi-gigi tajam dan tubuh yang kasar berduri. Bentuknya lebih baik dengan bagian mulut tertutup, mata kecil seukuran manusia, tanduk yang lebih ramping dan juga tubuh seperti memakai baju jirah.
“Hm, aku belum pernah melihat yang seperti itu,” sang Komandan menatap dengan serius. “sesuai dengan dugaanku, bagai duri dalam daging! Mau perubahan apapun, tidak ada artinya dihadapanku!” komandan menerjangnya dengan kecepatan penuh, pukulannya dengan telak menghantam wajah Dr. Geere.
Berbeda dengan sebelumnya ketika diserang tubuhnya terpental jauh, kali ini dengan bentuk barunya Dr. Geere mampu menahannya. Bahkan api yang keluar pun seketika menghilang, tidak ikut menempel di bagian wajahnya. Dengan segala upaya agar konsentrasinya tidak pecah, untuk terus menahan serangan dari komandan. Kali ini Dr. Geere menghujam komandan dengan pukulan kerasnya. Komandan terpental jauh, karena menerima pukulan telak dari jarak yang sangat dekat.
“Padahal bentuknya masih seperti itu, tetapi tubuhnya memang keras!” Dr. Geere mendapati pergelangan tangannya kembali menjadi wujud manusia setelah melakukan serangan barusan. Dengan cepat ia melapisinya kembali dengan sel monster yang dikendalikannya.
“jadi kelemahan mode ini adalah ketika menyerang, ketika bertahan pikiran lebih stabil karena hanya berfokus agar serangan yang muncul tidak membuat sel-sel ini buyar…,” Dr. Geere memikirkan bagaimana caranya agar ketika menyerang juga dirinya dapat memaksimalkan mode ini. “bukan pukulanku yang terlalu kuat, tetapi aku tidak bisa mengontrol emosi saat melayangkan tinju barusan…,” Dr. Geere melesat melewati monster yang menghalanginya.
Badai hawa panas menerjang, rasanya seperti angin di daerah pantai bagi Dr. Geere dengan mode itu. Sedangkan lagi-lagi pepohonan harus merasakan hal pahit, terbakar dan kemungkinan besar mati menjadi arang. Warna tubuh komandan semakin merah, bahkan asap-asap halus mulai muncul dari seluruh tubuhnya. Seperti besi yang dipanaskan menggunakan api yang sangat panas.
“Menarik, bagaimana cara kau melakukannya?” tanya komandan Gert.
“Bukannya kau itu induk dari semua monster ini? harusnya kaulah yang paling tahu!” sindir Dr. Geere
“Sekarang kau sudah bisa berbicara seperti itu padaku, di mana sopan santunmu kepada pemimpinmu?”
Hawa yang lebih panas dikeluarkan oleh komandan sesaat Dr. Geere menghampirinya, tubuhnya terkikis, bukan masalah tidak fokusnya pikiran, namun hal ini terjadi karena hawa yang dikeluarkan memiliki suhu yang jauh di atas ukuran normal. Mengakibatkan sel monster secara alami melemah sendiri. Mengetahui hal tersebut Dr. Geere tidak ingin terburu-buru, sebelum semakin mendekat ia memutuskan untuk mundur sejenak untuk memikirkan langkah selanjutnya.
“Aku memang belum pernah mengetesnya pada suhu yang ekstrem, ternyata pada kondisi tertentu, sel monster ini goyah juga…,” ditatapnya monster merah menyala dihadapannya, bahkan kini pasukannya tidak berani mendekat karena suhu area yang panas. Jika orang biasa maka kulit mereka sudah melepuh bahkan terkelupas. “tidak mungkin hawa panas itu muncul dari dalam dirinya, pasti ada trik tersembunyi untuk mengeluarkan teknik seperti itu, tapi apa?” Dr. Geere mulai menyadari bahwa ada lagi kekuatan tersembunyi dari sel monster ditubuhnya.
Entah dari mana satu monster secara tiba-tiba menerjang komandan yang sedang panas-panasnya. Monster itu tiba-tiba berlutut lemas, komandan hanya menatapnya, lalu menyentuh badannya. Seketika monster itu terbakar dengan hebat, apinya menyala sangat besar. Komandan kemudian mengangkat tubuh monster yang terbakar ini dan langsung melemparnya ke arah monster ini datang sebelumnya.
Dr. Geere ikut melihat lemparan itu, satu sosok berhasil menghindarinya dengan sangat mudah. Lalu ikut bergabung dengan Dr. Geere setelah menyimpan kembali sayap-sayapnya yang tadi digunakan. Sosok ini adalah Wayne, yang sudah memiliki bentuk yang sama dengan Dr. Geere. Nampaknya urusan dengan para monster telah selesai dilakukannya, lebih cepat dari dugaan komandan sebelumnya.
“Kau sudah menguasainya?” tanya Dr. Geere.
“Niat dan tujuanku sudah jelas diawal, apalagi fokusku!” Wayne tampak bersemangat.
“rasanya mustahil untuk mendekatinya, tetapi aku mempunyai ide, kau ingin mendengarnya?” wajahnya menoleh ke arah Dr. Geere.
ashrose dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas