Kaskus

Story

IztaLorieAvatar border
TS
IztaLorie
Kapan Nikah?
Kapan Nikah?
Kapan Nikah?


Kapan nikah? Pertama kali aku dapat pertanyaan itu, saat umurku 18 th. Bukan oleh ibu-ibu tetangga, tapi teman-teman yang bertanya. Sekadar iseng, untuk membunuh waktu saat jam istirahat.

"Aku akan menikah umur 20 th," kataku dengan penuh percaya diri.

Mulut teman-temanku membuka, bahkan Paula menaruh jari di dahi. Untuk menyatakan aku benar-benar sudah gila.

"Kenapa?" protesku dengan nada meninggi, tentu saja disertai dengan mata melotot.

"Kita tidak hidup di desa. Buat apa kamu mau nikah umur segitu?" tanya Tia yang membuatku memutar bola mata.

"Aku hanya ingin jadi teman dekat anakku. Kalau umur kami dekat, aku pasti bisa lebih ngertiin dia," jawabku untuk mengalahkan Tia-si nona logika.

Kedua temanku memprotes secara bersamaan, hingga aku tak bisa mendengarkan dengan jelas ucapan mereka. Waktu itu, aku hanya menertawakan mereka saja.

Sekarang, setelah enam tahun berlalu, aku malah masih sendiri. Sementara Paula sudah punya pacar, yang serius ingin menikah dengannya. Rasanya aku jadi iri melihat kemesraan mereka saat ini.

"Selamat ulang tahun, Raya." Sebuah kado dengan bungkus warna baby pink diserahkan oleh Tia, yang baru saja datang.

Belum juga aku membalas ucapan itu, tubuh Tia sudah didorong ke samping sama cowok. Apa mungkin itu pacarnya Tia?

"Selamat ulang tahun, Sayang."
Mataku membulat saat cowok itu mengulurkan sebuket bunga cantik ke hadapan. Ini bukan buat aku 'kan? Cowok itu pasti salah orang.

"Kamu nggak keberatan kalau teman-temanku ikut gabung, tanpa undangan sebelumnya?" Cowok itu menggeser kursi yang ada di sebelahku, kemudian duduk di sana. Di kursi yang harusnya milik Tia.

Namun, bukannya marah, cewek itu dengan santainya mengitari meja kemudian duduk di depanku. Jangan-jangan ini adalah kejutan yang dibuat sahabatku agar aku tidak dipermalukan di depan teman-teman yang lain?

Tiga teman cowok itu, mengambil kursi dan mengangkat meja sebelah agar bisa bergabung dengan kami. Sebenarnya aku tidak masalah kalau harus mentraktir beberapa orang, tapi siapa mereka ini?

"Kenalkan, namaku Sakha, pacar Raya. Ini teman-temanku, Frans, Mia, dan Abi."
Aku hanya memperhatikan saat kedua kubu ini saling berkenalan. Entah permainan apa yang sedang dibuat oleh Tia.

Aku cukup beruntung karena saat ini Wildan sedang cuti. Aku tidak mau cowok itu tahu kalau ada orang yang berpura-pura jadi pacarku. Walaupun, hubunganku dengan Wildan hanya sebatas cinta bertepuk sebelah tangan, tapi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendekatinya.

"Apa kalian sudah lama pacaran? Kok Raya nggak pernah cerita?" tanya Palupi yang membuat tanganku berkeringat.

Diubah oleh IztaLorie 22-03-2022 20:30
bukhoriganAvatar border
pulaukapokAvatar border
ace.fileAvatar border
ace.file dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.5K
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
IztaLorieAvatar border
TS
IztaLorie
#5
Kapan Nikah?
Sesuatu yang Aneh


Part Sebelumnya


“Apa kamu yang terima bayarannya, Ti?” Aku menoleh pada sahabatku yang dari tadi hanya memandangi Sakha.

Jangan-jangan Tia terpikat dengan wajah tampan Sakha. Pasti gara-gara hidung Sakha yang begitu mancung. Apalagi postur tubuhnya yang tinggi dan tegap, membuatnya terlihat seperti model saja.

“Nggak lah. Aku nggak ada sangkut pautnya dengan ini,” sanggahnya dengan kalem.

“Di! Jelasin!” Kali ini gantian Sakha yang menuntut jawaban.

“Jadi, aku bayar cewek ini buat jadi pacar pura-puramu, tapi tadi dia malah menolak menemuimu. Padahal pas lihat fotomu, dia langsung bilang setuju. Entah kenapa setelah sampai dekat sini malah menolak.” Pria itu melirik sinis gadis yang ada di sampingnya.

"Apa kamu tahu? Dia minta aku menepikan mobil. Waktu sudah berhenti, malah lari keluar. Aku jadi ikut keluar dan ngejar dia. Capek banget tahu!" keluh pria yang napasnya masih belum teratur.

Gadis itu mencebik. “Setelah dipikir-pikir, ternyata dia nggak secakep itu. Jadi, lebih baik aku membatalkan saja kesepakatan ini.”

Mataku membulat dan bahkan hampir tersedak ludahku sendiri. Bagaimana mungkin Sakha dibilang biasa saja? Pria itu pasti dengan mudahnya membuat para wanita terpesona.

Namun, aku jadi curiga dengan sikap Tia. Kenapa dari tadi lirik Sakha, tapi aneh gitu pandangannya. Jangan-jangan ada sesuatu?

"Saya pergi saja ya, Mas." Gadis itu pergi setelah meletakkan amplop coklat, yang pasti berisi uang bayarannya.

"Terus aku gimana ini? Teman-teman terlanjur aku kenalin ke dia." Jari Sakha diarahkan padaku.

"Mbaknya kenapa diam saja waktu aku bilang kenalkan sebagai pacar?" tambah Sakha dengan alis yang hampir tertaut.

"Kirain ini ulah Tia, yang nggak mau aku kelihatan jomlo waktu ulang tahun," jawabku sambil menunjuk Tia.

"Lho, kok aku dibawa-bawa? Memangnya aku ini tipe orang yang suka ngurusin urusan orang lain?" protes Tia yang mendorong tanganku agar menjauhi wajahnya.

"Banget, Tia! Kamu tuh orangnya suka banget ikut campur urusan orang," jawabku yang menekankan tiap kata, dengan bibir yang maju 3 cm.

"Berhubung sudah tidak ada urusan lagi, kami juga mau pergi. Terima kasih kado bunganya, ini indah sekali. Btw, nggak bakal diminta lagi, kan?" Aku melambaikan buket bunga itu di depan Sakha, yang dijawab dengan kibasan tangan.

Setelah membayar tagihan makan, aku dan Tia menuju ke kos. Ini adalah saat yang tepat untuk mengintrogasi Tia.

"Tia, aku masih heran deh sama kamu. Kok kamu dari tadi diam saja waktu Sakha memperkenalkan diri sebagai pacarku?" Aku sengaja menarik tangan Tia yang sudah rebahan di atas ranjang.

"Nggak ada alasan khusus," jawab Tia dengan mata terpejam.

"Terus,kenapa kamu lihatin Sakha aneh gitu? Kamu lihat sesuatu, kan? Hayo ngaku!"

Mata Tia terbuka, kemudian menyipit saat berkata. "Memangnya aku ini paranormal yang bisa tahu penglihatan kapan pun aku mau?"

...

Part Selanjutnya
Diubah oleh IztaLorie 25-03-2022 20:54
ace.file
ace.file memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.