- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#203
Chapter 132
Quote:
Marco membawa seluruh rombongan ke sebuah tempat tersembunyi yang bisa disebut bunker pertahanan dari serangan musuh yang membabi buta di area pertempuran. Bunker ini masih sangat layak ditempati, penerangan masih menyala begitu pun dengan akses air dan juga beberapa makanan kaleng tersimpan rapat. Ferdinand yang terkena serangan dan sudah disuntikan serum sudah berubah bentuk menjadi wujud manusia, jika serumnya bekerja apakah ingatannya kembali pulih atau hanya menjadi sosok manusia tanpa ingatan.
Diruangan terpisah, Dr. Geere mulai menceritakan lagi kisahnya pada Marco yang ingin tahu kejadian yang sebenar-benarnya. Tidak ada kisah yang ditambah-tambahkan, semua yang keluar dari mulut Dr. Geere benar adanya. Sang komandan sudah bergerak terlalu jauh, mungkin belum semua warga negara terkena dampaknya, namun semua itu hanya tinggal menunggu waktu saja. Dr. Geere sudah terkena dampak dengan kehilangan seluruh anggota keluarganya, begitu juga Marco yang kemungkinan besar bernasib sama.
“Hehe,” Marco tertawa sambil menahan air matanya keluar. “kenapa semuanya menjadi seperti ini? bukan kah tujuan dari percobaan itu untuk membuat peperangan berakhir?” tanyanya pada Dr. Geere.
“Maafkan aku, jika saja---,” terhenti ketika seseorang memukul tembok ruangan, yang melakukannya adalah Wayne, yang sudah membuat tubuhnya bisa berdiri lagi.
“Tidak ada waktu untuk menyesali semuanya prof,” ucapnya. “yang kita harus khawatirkan adalah komandan gila itu, pasti dia mengetahui bunker ini kan?” Marco mengangguk. “kita harus bersiap melawannya,” langkahnya membawanya keluar, belum bisa berjalan dengan seutuhnya.
“Benar juga, masalah kita hanyalah sang komandan seorang,” ucap Dr. Geere yang kemudian bangkit dari tempat duduknya. “aku akan mengecek kondisi dari Ferdinand, meskipun memiliki tubuhnya, entah bagaimana bisa komandan menggantinya dengan jiwa yang lain,” sementara itu Marco masih tertinggal di dalam ruangan ditemani lampu bohlam berwarna kuning.
Hal sebenarnya yang diketahui oleh orang-orang yang membelot itu, selama sel monster dari komandan berada di jalur darah mereka. Maka dengan mudah sang komandan mengetahui di mana letak keberadaannya. Jadi tuk bersembunyi dari komandan adalah hal yang mustahil. Kini emosi dalam dirinya memuncak, bahkan wujud manusianya sudah ditanggalkan, yang ada dihadapan para prajurit boneka ini adalah sosok monster berwarna merah pekat berwujud serangga kumbang yang menyeramkan.
“Aku tidak bisa mentolerir lagi, orang-orang itu akan kumusnahkan!” hawa yang sangat panas keluar dari tubuhnya, bahkan tempat pijakannya hangus terbakar.
Komandan Gert membuat didih darah para prajurit bonekanya, memaksanya berubah juga menjadi sosok monster yang mengerikan. inilah tanda bahwa sang komandan sudah kehilangan kesabarannya. Dengan membawa banyak pasukan, mereka menggunakan sayapnya terbang untuk menuju lokasi tempat persembunyian para pengkhianat.
Perlahan namun pasti, kondisi Ferdinand berangsur membaik, tubuhnya sudah hampir kembali seperti semula. Hanya saja ia masih tertidur, dan perasaan khawatir berkecamuk dalam diri Dr. Geere. Ditakutkan setelah membuka mata Ferdinand malah berubah lagi menjadi sosok monster dan mulai menyerang mereka semua, ikatan sederhana dengan tali tambang tentu bukanlah penghalang yang bagus bagi sosok monster kuat hasil percobaannya.
Wayne bersiap ketika Ferdinand mulai bergerak, matanya perlahan terbuka, lalu melihat sekelilingnya, tidak ada satu pun yang ia kenali, bahkan sekelas Dr. Geere yang ia pukuli pada hari-hari sebelumnya.
“Aku…siapa?” ucapan pertama yang keluar dari mulutnya.
Sementara itu kedua ilmuwan dan mata-mata saling menatap, belum ada ide yang dipikirkan untuk mengganti jati diri dari Ferdinand.
“Kau, Ferdinand, seorang prajurit yang memiliki titel tinggi,” keluar dari mulut Dr. Geere.
Wayne tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dr. Geere, “Hei! Apa kau yakin?!”
“Aku hanya ingin memberinya memori yang indah, tidak seperti kita-kita ini,” perkataannya membuat Wayne termenung, begitu juga dengan Dr. George yang mendengarnya.
Dr. Geere terus menceritakan hal-hal yang menyenangkan dan juga prestasi-prestasi fiktif yang ditambahkan untuk membuat Ferdinand seakan-akan percaya bahwa ia merupakan orang militer yang berprestasi dan juga sosok yang disegani bukan karena kejam, tetapi disegani karena sosoknya kharismatik. Hal yang diinginkan Dr. Geere adalah Ferdinand pada akhirnya mau membantunya untuk memusnahkan komandan tuk selamanya dan mengakhiri penderitaan ini.
“Aku…orang yang hebat,” Ferdinand mulai percaya dengan perkataan Dr. Geere. “padahal komandan sosok yang kukagumi selama ini, tetapi caranya tidaklah benar, kita harus menghentikannya!” Wayne sontak terkejut, pencucian otak yang dilakukan oleh Dr. Geere terbukti berhasil.
Ikatan Ferdinand dilepaskan, dan Marco juga sudah keluar dari ruangannya. Kini semua anggota pembelot berkumpul, merencakan siasat yang akan dilakukan ketika berhadapan dengan komandan. Dari segi kekuatannya, kelimanya cukup imbang. Namun jika digempur secara terus-menerus bisa dipastikan mereka akan kalah. Apalagi pembagian kekuatannya berdasarkan warna dari bentuk monster masing-masing. Jika begitu maka Wayne yang memiliki kekuatan yang paling besar karena berwarna emas, disusul Dr. Geere berwarna perak, Marco berwarna perunggu, kemudian Dr. George dan Ferdinand menduduki dua posisi terbawah.
“Lihat…,” Dr. Geere mendemonstrasikan sesuatu, sel monster dalam dirinya keluar dari pergelangan tangannya, kemudian secara perlahan melapisi pergelangan tangannya itu seperti sarung tangan kesatria jaman abad pertengahan. “mereka bisa diperintahkan menjadi berbagai bentuk,” tiba-tiba Dr. Geere menyerang Wayne, dengan sigap ia merubah tangannya menjadi sosok monster untuk bertahan.
“Cih! Apa yang---,” Dr. Geere malah tersenyum melihat reaksi Wayne setelah terpental.
“Inilah hasil percobaan yang diam-diam aku lakukan, bahkan kekuatannya melebihi ekspetasiku, kemungkinan kita bisa memenangkan pertarungan jika bisa melakukannya…,” Dr. Geere menamai proses ini sebagai proses ‘Armored Mode’ di mana sel monster melapisi tubuh penggunanya yang memiliki sifat seperti baju jirah. “hanya satu persyaratannya, kuatkan pikiran kalian dan cobalah fokus setiap saat, maka mode ini tidak akan terkalahkan…”
Pembelot lainnya mulai mencoba melakukannya, tidak mudah memang jika langsung mencobanya tanpa melatihnya. Dr. Geere dapat melakukannya dengan mudah karena memang hampir setiap hari ia mencobanya, membuktikan teorinya bahwa sel monster tersebut dapat dikendalikan oleh pikiran layaknya anggota tubuhnya sendiri. Tidak banyak waktu bagi mereka tuk menguasainya, karena cepat atau lambat sang komandan akan menemukan mereka.
Tiba-tiba di saat semuanya sedang serius mencoba, suasana mendadak menjadi sangat kelam dan menakutkan. Tubuh mereka bergetar hebat, sepertinya menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat berbahaya ada di dekat mereka. Semuanya lantas bersiap, tuk menghadapi segala sesuatunya. Marco yang merupakan kuncen tempat ini pun secara sukarela bersedia untuk mengecek keluar. Apa yang dilihatnya kemudian sangatlah menakutkan. Keseluruhan tempat ini sudah dipenuhi oleh ratusan, bahkan ribuan monster berbentuk kumbang besar, dan salah satu diantaranya mengeluarkan cahaya merah dari matanya.
“Keluar kalian semua…,” ucap sang komandan, suaranya pelan namun membuat bulu kuduk berdiri seketika, auranya sudah sangat gelap dan menyeramkan.
“Keluar? Kami bahkan sudah melakukannya sedari tadi,” ucap Marco penuh percaya diri, kemudian datang dari segala arah secara serentak menyerang komandan yang sudah menjadi sosok monster mengerikan. Mereka membelah lautan monster-monster yang berada didekat sang komandan. Begitu juga Marco yang berubah wujud dan ikut menyerang sang komandan.
“Hm, enyah kalian…,” keluar hawa panas dari tubuhnya, membuat kelima pembelot ini mental ke segala penjuru, memisahkan mereka semua. Itu menjadi sinyal bahwa peperangan dimulai, ribuan monster mulai melakukan penyerangan.
Rencana awal tuk terus bersama pun buyar ketika monster dalam jumlah banyak ini memaksa mereka bertarung sendiri-sendiri.
Komandan Gert terbang dengan cepat ke arah Dr. Geere, sosok yang sudah diincarnya dari awal. “MATI KAU!” sosoknya berubah yang tadinya dingin dan berbicara pelan, sekarang menjadi buas ketika melihat Dr. Geere dihadapannya.
Diruangan terpisah, Dr. Geere mulai menceritakan lagi kisahnya pada Marco yang ingin tahu kejadian yang sebenar-benarnya. Tidak ada kisah yang ditambah-tambahkan, semua yang keluar dari mulut Dr. Geere benar adanya. Sang komandan sudah bergerak terlalu jauh, mungkin belum semua warga negara terkena dampaknya, namun semua itu hanya tinggal menunggu waktu saja. Dr. Geere sudah terkena dampak dengan kehilangan seluruh anggota keluarganya, begitu juga Marco yang kemungkinan besar bernasib sama.
“Hehe,” Marco tertawa sambil menahan air matanya keluar. “kenapa semuanya menjadi seperti ini? bukan kah tujuan dari percobaan itu untuk membuat peperangan berakhir?” tanyanya pada Dr. Geere.
“Maafkan aku, jika saja---,” terhenti ketika seseorang memukul tembok ruangan, yang melakukannya adalah Wayne, yang sudah membuat tubuhnya bisa berdiri lagi.
“Tidak ada waktu untuk menyesali semuanya prof,” ucapnya. “yang kita harus khawatirkan adalah komandan gila itu, pasti dia mengetahui bunker ini kan?” Marco mengangguk. “kita harus bersiap melawannya,” langkahnya membawanya keluar, belum bisa berjalan dengan seutuhnya.
“Benar juga, masalah kita hanyalah sang komandan seorang,” ucap Dr. Geere yang kemudian bangkit dari tempat duduknya. “aku akan mengecek kondisi dari Ferdinand, meskipun memiliki tubuhnya, entah bagaimana bisa komandan menggantinya dengan jiwa yang lain,” sementara itu Marco masih tertinggal di dalam ruangan ditemani lampu bohlam berwarna kuning.
Hal sebenarnya yang diketahui oleh orang-orang yang membelot itu, selama sel monster dari komandan berada di jalur darah mereka. Maka dengan mudah sang komandan mengetahui di mana letak keberadaannya. Jadi tuk bersembunyi dari komandan adalah hal yang mustahil. Kini emosi dalam dirinya memuncak, bahkan wujud manusianya sudah ditanggalkan, yang ada dihadapan para prajurit boneka ini adalah sosok monster berwarna merah pekat berwujud serangga kumbang yang menyeramkan.
“Aku tidak bisa mentolerir lagi, orang-orang itu akan kumusnahkan!” hawa yang sangat panas keluar dari tubuhnya, bahkan tempat pijakannya hangus terbakar.
Komandan Gert membuat didih darah para prajurit bonekanya, memaksanya berubah juga menjadi sosok monster yang mengerikan. inilah tanda bahwa sang komandan sudah kehilangan kesabarannya. Dengan membawa banyak pasukan, mereka menggunakan sayapnya terbang untuk menuju lokasi tempat persembunyian para pengkhianat.
Perlahan namun pasti, kondisi Ferdinand berangsur membaik, tubuhnya sudah hampir kembali seperti semula. Hanya saja ia masih tertidur, dan perasaan khawatir berkecamuk dalam diri Dr. Geere. Ditakutkan setelah membuka mata Ferdinand malah berubah lagi menjadi sosok monster dan mulai menyerang mereka semua, ikatan sederhana dengan tali tambang tentu bukanlah penghalang yang bagus bagi sosok monster kuat hasil percobaannya.
Wayne bersiap ketika Ferdinand mulai bergerak, matanya perlahan terbuka, lalu melihat sekelilingnya, tidak ada satu pun yang ia kenali, bahkan sekelas Dr. Geere yang ia pukuli pada hari-hari sebelumnya.
“Aku…siapa?” ucapan pertama yang keluar dari mulutnya.
Sementara itu kedua ilmuwan dan mata-mata saling menatap, belum ada ide yang dipikirkan untuk mengganti jati diri dari Ferdinand.
“Kau, Ferdinand, seorang prajurit yang memiliki titel tinggi,” keluar dari mulut Dr. Geere.
Wayne tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dr. Geere, “Hei! Apa kau yakin?!”
“Aku hanya ingin memberinya memori yang indah, tidak seperti kita-kita ini,” perkataannya membuat Wayne termenung, begitu juga dengan Dr. George yang mendengarnya.
Dr. Geere terus menceritakan hal-hal yang menyenangkan dan juga prestasi-prestasi fiktif yang ditambahkan untuk membuat Ferdinand seakan-akan percaya bahwa ia merupakan orang militer yang berprestasi dan juga sosok yang disegani bukan karena kejam, tetapi disegani karena sosoknya kharismatik. Hal yang diinginkan Dr. Geere adalah Ferdinand pada akhirnya mau membantunya untuk memusnahkan komandan tuk selamanya dan mengakhiri penderitaan ini.
“Aku…orang yang hebat,” Ferdinand mulai percaya dengan perkataan Dr. Geere. “padahal komandan sosok yang kukagumi selama ini, tetapi caranya tidaklah benar, kita harus menghentikannya!” Wayne sontak terkejut, pencucian otak yang dilakukan oleh Dr. Geere terbukti berhasil.
Ikatan Ferdinand dilepaskan, dan Marco juga sudah keluar dari ruangannya. Kini semua anggota pembelot berkumpul, merencakan siasat yang akan dilakukan ketika berhadapan dengan komandan. Dari segi kekuatannya, kelimanya cukup imbang. Namun jika digempur secara terus-menerus bisa dipastikan mereka akan kalah. Apalagi pembagian kekuatannya berdasarkan warna dari bentuk monster masing-masing. Jika begitu maka Wayne yang memiliki kekuatan yang paling besar karena berwarna emas, disusul Dr. Geere berwarna perak, Marco berwarna perunggu, kemudian Dr. George dan Ferdinand menduduki dua posisi terbawah.
“Lihat…,” Dr. Geere mendemonstrasikan sesuatu, sel monster dalam dirinya keluar dari pergelangan tangannya, kemudian secara perlahan melapisi pergelangan tangannya itu seperti sarung tangan kesatria jaman abad pertengahan. “mereka bisa diperintahkan menjadi berbagai bentuk,” tiba-tiba Dr. Geere menyerang Wayne, dengan sigap ia merubah tangannya menjadi sosok monster untuk bertahan.
“Cih! Apa yang---,” Dr. Geere malah tersenyum melihat reaksi Wayne setelah terpental.
“Inilah hasil percobaan yang diam-diam aku lakukan, bahkan kekuatannya melebihi ekspetasiku, kemungkinan kita bisa memenangkan pertarungan jika bisa melakukannya…,” Dr. Geere menamai proses ini sebagai proses ‘Armored Mode’ di mana sel monster melapisi tubuh penggunanya yang memiliki sifat seperti baju jirah. “hanya satu persyaratannya, kuatkan pikiran kalian dan cobalah fokus setiap saat, maka mode ini tidak akan terkalahkan…”
Pembelot lainnya mulai mencoba melakukannya, tidak mudah memang jika langsung mencobanya tanpa melatihnya. Dr. Geere dapat melakukannya dengan mudah karena memang hampir setiap hari ia mencobanya, membuktikan teorinya bahwa sel monster tersebut dapat dikendalikan oleh pikiran layaknya anggota tubuhnya sendiri. Tidak banyak waktu bagi mereka tuk menguasainya, karena cepat atau lambat sang komandan akan menemukan mereka.
Tiba-tiba di saat semuanya sedang serius mencoba, suasana mendadak menjadi sangat kelam dan menakutkan. Tubuh mereka bergetar hebat, sepertinya menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat berbahaya ada di dekat mereka. Semuanya lantas bersiap, tuk menghadapi segala sesuatunya. Marco yang merupakan kuncen tempat ini pun secara sukarela bersedia untuk mengecek keluar. Apa yang dilihatnya kemudian sangatlah menakutkan. Keseluruhan tempat ini sudah dipenuhi oleh ratusan, bahkan ribuan monster berbentuk kumbang besar, dan salah satu diantaranya mengeluarkan cahaya merah dari matanya.
“Keluar kalian semua…,” ucap sang komandan, suaranya pelan namun membuat bulu kuduk berdiri seketika, auranya sudah sangat gelap dan menyeramkan.
“Keluar? Kami bahkan sudah melakukannya sedari tadi,” ucap Marco penuh percaya diri, kemudian datang dari segala arah secara serentak menyerang komandan yang sudah menjadi sosok monster mengerikan. Mereka membelah lautan monster-monster yang berada didekat sang komandan. Begitu juga Marco yang berubah wujud dan ikut menyerang sang komandan.
“Hm, enyah kalian…,” keluar hawa panas dari tubuhnya, membuat kelima pembelot ini mental ke segala penjuru, memisahkan mereka semua. Itu menjadi sinyal bahwa peperangan dimulai, ribuan monster mulai melakukan penyerangan.
Rencana awal tuk terus bersama pun buyar ketika monster dalam jumlah banyak ini memaksa mereka bertarung sendiri-sendiri.
Komandan Gert terbang dengan cepat ke arah Dr. Geere, sosok yang sudah diincarnya dari awal. “MATI KAU!” sosoknya berubah yang tadinya dingin dan berbicara pelan, sekarang menjadi buas ketika melihat Dr. Geere dihadapannya.
ashrose dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas