Kaskus

Hobby

untungsuropatiAvatar border
TS
untungsuropati
mengakses ilmu leluhur - Part 8
kenapa kita perlu menghormati leluhur?

secara sareat setiap manusia telah membawa gen dr leluhurnya, manusia tercipta dr manusia lain. yang merupakan proses berantai yang terus menerus. konon lineage ini digunakan juga dalam setiap aliran. bedanya mereka melineage guru guru mereka sampai pd awal ilmu itu turun. untuk lineage ini kita perlu menjadi murid dengan iajab qobul. nah kita sendiri punya linegae langsung, liwat darah daging dan tubuh kita kepada leluhur leluhur kita. mengapa kita tak menggunakan lineage ini untuk mencoba belajar dari sana mendalami segala macam hal untuk keperluan kita.

mohon dikoreksi

Quote:


Quote:


Quote:
wertosuarjo003Avatar border
kudalari88Avatar border
cleannest4643Avatar border
cleannest4643 dan 31 lainnya memberi reputasi
30
174.1K
11.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
Supranatural
KASKUS Official
15.9KThread14.5KAnggota
Tampilkan semua post
prabuanomAvatar border
prabuanom
#3693
Mengamalkan bacaan dari aliran lain

Mungkin salah satu barrier saya dalam memahami supra adalah, ketidak sreg an saya dalam menjalankan bacaan dr aliran relijiusitas sendiri. Alasannya sederhana, karena bagi saya jika sudah berani berwirid dengan nama tuhan atau ayat kitab suci, maka harus siap menjalankan hidup dalam sareat yg ketat.

Sareat ini jelas kudu menjalankan semua perintah dan larangan dengan ketat dalam agama. Itulah salah satu barrier saya. Bagi mereka yg pro aliran reliji akan mengatakan, apakah anda makan babi?, Minum anggur?, Atau berzina, maling, narkoba?. Semuanya tidak saya lakukan. Tp ada satu hal yg mengganjal. Karena salah satu yg harus saya hadapi adalah keluarga sendiri. Jd ya memang sangat absurd.

Hukum agama melarang hal ini, jd ya mau mengamalkan seketat apapun pasti terganjal hal itu. Dan saya yakin yg banyak seperti saya juga. Walo kasusnya beda2. Ada yg biasanya nongkrong di warkop ngegibah, lalu merasa tidak pantas jika masih melakukannya jika sambil berwirid mengamalkan sesuatu.

Ada yg memang hobinya minum2 kecil, menemani tamu2 dan teman2. Walo ga sampai mabok. Dia jg merasa ga pantas untuk mengamalkan bacaan2 itu. Ada yg hobinya ya emang nilep uang, walo ga korup milyardan, tp ya emang tugasnya mencatut. Gimana lg. Dan banyak lg lainnya.

Masing2 punya alasannya sendiri. Biasanya ada sipat perfeksionis dlm diri kita. Sehingga kita ga bisa menjalankan amalan amalan supra berbasis agama, tanpa menjalankan ajarannya. Paling tidak itu yg saya rasakan, dan banyak yg orang lain rasakan.

Padahal, ada banyak orang berkebalikan dr pola pikir ini. Misal, mereka ga sholat, ga pernah ke masjid, tp amalannya wirid zikir tertentu. Saya sendiri merasa aneh kadang melihat temen yg begini. Kok bisa mereka mantab sedangkan mereka tidak melakukan ajaran agama yg mendasari amalan itu berasal.

Buanyak preman yg kerjaanya malak orang, minum arak, tp amalannya dr kyai. Ada wiridannya. Aneh sekali tp nyata. Kok ga risih ya mereka. Ada yg tukang tidur ama perempuan sana sini, tp amalannya adalah ayat2 yg diwiridkan sebagai mahabah. Kok bisa ya khatam menjalankan amalannya. Entahlah, batin orang berbeda2.

Dan anehnya amalannya jalan tuh. Walo mereka tidak terikat dengan sareat agama secara ketat. Saya bilang "secara ketat" ya, kalo agama ya masih sama lah. Ga akan pindah agama. Cuma sangat longgar dlm pelaksanaanya.

Sebaliknya, orang2 seperti saya ini ga pede banget kalo pake amalan dr agama sendiri. Karena alasannya ya ga bisa menjalankan secara ketat mengenai aturan agama dengan baik. Maka solusi yg dicari oleh orang2 seperti saya adalah, amalan yg netral atau berasal dr aliran lain.

Karena itu saya pribadi suka ilmu2 western. Karena buat saya ya mereka netral. Bbrp menjelaskan teoriny dr sisi pengoptimalan berpikir dan rasa. Sebagian lainnya menjelaskan ritual dr kepercayaan mereka yg ga ada dalam lingkungan saya pribadi sehari2.

Jd kalo ada dua mantra. Satu dr arab, satu dr jepang. Maka saya akan lebih memilih yg dr jepang. Karena tidak ada beban moral dr agama. Maka jangan heran kalo mantra saya ada yg dr thailand, india, pernah dpt dr jepang, ada dr western. Tentu paling banyak ya dr jawa. Karena ketika keluar dr beban moral ketatnya amalan dlm reliji, maka pertama yg jd rujukan adalah budaya.

Nah disini uniknya, mantra jawa jg banyak memasukan unsur agama, misal menggunakan kalimat "saking kersane allah". Atau bahkan ada kalimat sahadatnya dibelakang. Beberapa ada kalimat bismillah diawal. Atau potongan ayat2 suci yg dilafalkan jawa.

Tp tidak ada rasa pakewuh dalam mengamalkannya. Entah kenapa, kalo sudah dijawakan maka tidak ada beban moral harus ketat dalam sareat. Seolah2 identik dengan netral tidak ada beban. Apa karena itu ya, orang2 jaman dahulu memasukan unsur reliji dalam mantra2 berbahasa lokal. Tidak langsung memaksa warga lokal mengamalkan amalan berbahasa arab atau india.

Well, itu cuma sekelumit cerita dr saya pribadi. Yg menghadapi permasalahan dlm bersupra. Yg kenal saya, pasti sudah paham sipat saya bagaimana..bahwa saya tahu bbrp jenis supranaruralisme berbasis agama saya sendiri. Bahkan saya tau bacaan2 apa yg fadilahnya untuk kepentingan saya. Karena saya sering baca2 buku seperti itu sejak kecil. Dan sering liat di yutube ceramah2 kyai top yg sering ngasih ijazah2.

Cuman ya, karena beban moral tersendiri, jd lebih condong mencari amalan yg lain. Amalan yg lepas dr reliji. Amalan bebahasa lokal daerah saya sendiri, yg tujuannya adalah memfokuskan rasa dan pikiran. Karena percuma beramal bacaan diulang2, tp batinnya tidak pernah fokus dan tenang.

Sapa tau ada yg memiliki permasalahan yg sama. Bisa untuk dicoba cara saya diatas. Carilah keluar dr aliran kita. Karena diluar, banyak aliran2 lain yg juga menawarkan hal yg sama dengan tata cara mereka. Tentu saja beberapa akan sangat berbeda dengan kebiasaan adat dan kepercayaan kita.

Selamat ngopi pagi emoticon-coffee
SunInTheDark
IGetMyPain
IGetMyPain dan SunInTheDark memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.