- Beranda
- Berita dan Politik
Buruh: Mengurus Tahu Tempe Saja Negara Tak Mampu, Rasanya Malu
...
TS
alioski
Buruh: Mengurus Tahu Tempe Saja Negara Tak Mampu, Rasanya Malu

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Buruh mendukung aksi mogok produksi perajin tahu tempe di Pulau Jawa.
"Kami mendukung perajin tahu tempe. Ini sudah kesekian kali berulang, harga kedelai melambung untuk perajin tahu tempe," ungkap Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal saat konferensi pers, Selasa (22/2/2022).
Ia menyayangkan potensi yang dimiliki tanah di Indonesia. Sebagai negeri yang subur, menurutnya tidak masuk akal kalau Indonesia terus mengimpor kedelai.
Ia menambahkan, pemerintah seharusnya memberi subsidi dan penyuluhan agar pertanian kedelai dapat mencukupi kebutuhan. Sementara, untuk perajin kedelai diberikan subsidi harga kedelai.
Mengurus tahu tempe saja negara tak mampu, rasanya malu," tandas dia.
Seperti diketahui, aksi mogok perajin tahu tempe ini merupakan respons terhadap mahalnya harga kedelai di pasaran saat ini. Aksi ini rencananya akan dilaksanakan tiga hari mulai Senin (21/2/2022) sampai Rabu (23/2/2022).
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin menceritakan, harga kedelai yang biasanya Rp9.000 sekarang sudah menyentuh Rp11.000 di pasaran.
Awalnya aksi mogok ini hanya akan diikuti perajin di Jabodetabek dan Jawa Barat. Namun, secara sukarela perajin di Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur menyatakan ikut aksi mogok tersebut.
https://money.kompas.com/read/2022/0...u-rasanya-malu
screamo37 dan 26 lainnya memberi reputasi
27
8.7K
183
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.6KThread•58KAnggota
Tampilkan semua post
dvl666
#12
seandainya buruh mudah diurus dan nurut pada negara, untuk mencapai swasembada pangan itu pasti akan lebih mudah.
tapi buruh disetir sana sini utk kepentingan golongan tertentu.
Biaya produksi menjadi mahal karena buruh terus menurus menuntut kenaikan UMR, alhasil adalah barang import lebih murah dari pada di produksi sendiri di dalam negri.
udah paham drun?
tapi buruh disetir sana sini utk kepentingan golongan tertentu.
Biaya produksi menjadi mahal karena buruh terus menurus menuntut kenaikan UMR, alhasil adalah barang import lebih murah dari pada di produksi sendiri di dalam negri.
udah paham drun?
voorvendetta dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Tutup