Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Buka-bukaan Dubes Rusia Untuk RI: tidak ada persoalan antara Rusia dan Ukraina

bajer.dinar212Avatar border
TS
bajer.dinar212
Buka-bukaan Dubes Rusia Untuk RI: tidak ada persoalan antara Rusia dan Ukraina
Buka-bukaan Dubes Rusia Untuk RI: tidak ada persoalan antara Rusia dan Ukraina

Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva buka-bukaan terhadap isu ketegangan Rusia-Ukraina.

Lyudmila Vorobieva menyebutkan tidak ada persoalan antara Rusia dan Ukraina melainkan antara Rusia, AS, NATO dan aliansinya sehingga semua "ketegangan buatan" yang terjadi ditargetkan untuk mengalihkan kekhawatiran Federasi Rusia terhadap keamanan dalam negeri efek dari ekspansi NATO yang semakin mendekat ke Rusia.

Lyudmila Vorobieva, menjelaskan situasi yang terjadi di perbatasan Rusia dengan Ukraina. Dia memberi penjelasan soal keberadaan pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina.

"Mengenai tarik mundurnya pasukan Rusia serta pernyataan-pernyataan tentang 'invasi' Rusia ke Ukraina pertama-tama saya ingin menggarisbawahi bahwa Rusia mengerahkan pasukan hanya di wilayahnya sendiri, yang merupakan hak kedaulatan negara mana pun," ucap Dubes Vorobieva dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (16/2/2022).

Dia menyatakan langkah Rusia merupakan upaya untuk menjamin keamanan nasional Rusia. Menurutnya, Rusia berupaya menjamin keamanan nasional terkait kebijakan agresif NATO.

"Saya ingin mengingatkan bahwa sudah lama militerisasi Ukraina terus berlanjut, Barat terus melakukan pasokan berbagai jenis senjata dan peralatan militer ke Kiev, sementara pakar NATO juga sedang melatih personel," ujarnya.

Dia juga menyebut konflik bersenjata bukan pilihan Rusia. Berikut ini penjelasan lengkap Dubes Rusia di RI terkait situasi di perbatasan Ukraina:

Spoiler for Penjelasan Lengkap Dubes Rusia di RI terkait situasi di perbatasan Ukraina:



Dubes Rusia: Perang Ukraina Isu Buatan Amaerika Serikat,NATO dan Para Aliansinya

Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, blak-blakan soal isu negaranya hendak menyerang Ukraina. Ia mengatakan Rusia tidak pernah berniat menyerang tetangganya itu.

Ia menyebut isu ini muncul setelah dihembuskan Amerika Serikat (AS), NATO dan para aliansinya. Sebelumnya, Rusia diklaim intelijen Barat menyiagakan 100.000 lebih pasukan di perbatasan Ukraina dan disebut media AS akan menyerang bekas sesama Uni Soviet itu, Rabu (16/2/2022) ini.

"Semua histeria yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah ditargetkan untuk mengalihkan isu dari keamanan negara kami terkait Federasi Rusia. Kami melihat ekspansi NATO yang telah berjalan selama 30 tahun lebih dan kini infrastruktur NATO makin dekat ke perbatasan kami," jelasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

"Pada situasi ini, Ukraina hanya dijadikan alat untuk mengobarkan informasi perang terhadap Rusia. Sementara negara kami tengah mengupayakan diplomasi, pihak Barat terus mengobarkan informasi perang dan menciptakan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina."

Ia pun menyatakan pihaknya tidak ada niat untuk berperang melawan Ukraina. Ia mengakui ada ketegangan, tapi bukan Rusia yang menciptakannya.

"Sebenarnya tidak ada yang terjadi dan kami tidak berniat untuk menyatakan perang terhadap Ukraina. Tolong jangan salah paham kami justru menganggap Ukraina sebagai saudara kami," ujarnya.

"Memerangi Ukraina adalah gagasan yang tidak masuk akal bagi kami."

Ia mengatakan hal yang menjadi fokus Rusia sebenarnya adalah AS dan NATO. Di mana aliansi Barat dianggap tidak memenuhi janjinya tidak melakukan ekspansi, sebagaimana perjanjian yang sudah dibuat dengan Rusia sebelumnya saat Uni Soviet pecah.

Ia pun menuturkan bahwa NATO telah melakukan lima fase ekspansi. Dari tahun 1999 hingga 2020.

"Kami khawatir Ukraina akan menjadi bagian Nato. Karena jika itu terjadi infrastruktur NATO akan semakin dekat dengan perbatasan kami," katanya.

"Dari pandangan kami, jelas ini menjadi ancaman."

Rusia pun, kata Vorobieva, sudah mengajukan proposal kepada Barat soal jaminan keamanan yang harus ditanda-tangani AS dan dikonfirmasi NATO. Namun sayangnya respons yang ada tidak memuaskan.

"Tapi dalam keadaan apapun, kami siap untuk melanjutkan dialog dan konsultasi. Karena menurut kami aksi militer bukanlah hal bijak untuk menyelesaikan krisis," ujarnya.

Sementara soal latihan militer dengan Belarus, Vorobieva mengatakan tujuannya seperti latihan militer pada umumnya, membangun kemampuan melindungi dan mempertahankan diri. Vorobieva juga menjelaskan tidak ada satu pun tentara atau tank negeri itu yang melintasi perbatasan Ukraina.

"Latihan itu tidak berorientasi atau ditujukan terhadap negara lain. Intinya di sini adalah, bahwa semua pasukan dan peralatan pertahanan kami berada di wilayah Federasi Rusia, atau ... di wilayah Belarus," paparnya.

"Kami memiliki hak yang sempurna untuk memindahkan pasukan di dalam wilayah. Kata kuncinya ada di 'wilayah kami' dan untuk melakukan latihan apa pun yang kami anggap perlu."

Sebelumnya Presiden Vladimir Putin mengonfirmasi jika Kementerian Pertahanan Rusia telah menarik tentara, prasarana dan sarana pendukung dari perbatasan Ukraina. Hal itu disampaikan Putin dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz di Moskow, Selasa (15/2/2022) sore kemarin.

Putin mengatakan, Rusia tidak menginginkan perang. Menurut dia, Rusia siap mencari solusi dengan Barat.

"Kami siap untuk bekerja sama lebih jauh. Kami siap untuk masuk ke jalur negosiasi," ujar Putin seperti dilansir AFP.

Video Wawancara Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva dengan CNBC Indonesia tentang kondisi di perbatasan Rusia-Ukraina

Spoiler for Video Wawancara Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva dengan CNBC Indonesia tentang kondisi di perbatasan Rusia-Ukraina:



Sumber :

- https://www.cnbcindonesia.com/news/2...ukraina-perang

- https://news.detik.com/berita/d-5945...atasan-ukraina

- https://www.cnbcindonesia.com/news/2...u-buatan-as-cs
Diubah oleh bajer.dinar212 16-02-2022 17:40
darmawati040Avatar border
scorpiolamaAvatar border
tepsuzotAvatar border
tepsuzot dan 18 lainnya memberi reputasi
19
6.4K
101
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.9KAnggota
Tampilkan semua post
yosefulAvatar border
yoseful
#8
Errr...... Helo dubes rusia, warga binaan tsar putin, berupa para tentara bayaran nya yg kini mnyamar sbg milisi separatis, terus menduduki wilayah ukraina timur, dgn terus mengobarkan perang sipil di ukraina.... serta tsar putin masih mencaplok krimea, semua nya sdh trjadi sejak 2014 sampe skrg..... emoticon-Hammer2

Lagian, itu hak republik ukraina yg berdaulat penuh tuk bergabung ke NATO, kenapa rusia malah melarang kiev dan balik menuduh ke blok barat sih.....

NATO gak pernah maksa negara2 eropa timur tuk bergabung ke NATO, malah swiss, swedia, finlandia pun msh blum mau gabung ke NATO.....

Skarang tsar putin harus segera kembalikan wilayah ukraina timur dan krimea ke republik kiev, yg telah dikuasai nya scara ilegal.....!!

Ngibul bngt ini dubes rusianya, gan.....sengaja playing victim di muka publik RI........ emoticon-Najis

1.
"Separatists in Ukraine order ‘general mobilisation’ amid shelling | Ukraine-Russia crisis News | Al Jazeera" https://www.aljazeera.com/amp/news/2...l-mobilisation

2.
"Ukraine latest: Separatists tell civilians to flee to Russia" https://amp.dw.com/en/ukraine-latest...sia/a-60821818

--- > mulai playing victim para warga binaan tsar putin di ukraina timur..... emoticon-Hammer2

3.
"Why did Russia annex Crimea? What happened when Putin invaded in 2014 and how Nato reacted to annexation" https://inews.co.uk/news/world/russi...ed-1424682/amp

Spoiler for When did Russia annex Crimea?:


4.
"EXPLAINER: Russia-backed rebels a thorn in Ukraine's side | AP News" https://apnews.com/article/russia-uk...da01eb8b967da2

Spoiler for SEPARATIST REBELLION:


---- > tsar rusia lah yg jd biang kerok perang sipil di ukraina timur serta pencaplokan krimea secara ilegal sejak 2014....... emoticon-Marah
Diubah oleh yoseful 20-02-2022 11:53
broken.angels23
4l3x4ndr4
ShinJuuu
ShinJuuu dan 13 lainnya memberi reputasi
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.