- Beranda
- Milanisti Kaskus
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui - Part 1
...
TS
bedulok
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui - Part 1

Quote:


B - Log
[url=http://www.kaskus.co.id/thread/51aab46e601243774400000d/17691769176 9-brigate-rossonere-176917691769---part-4]BRIGATE ROSSONERO KASKUS[/url]
Futsal
Futsal Milanisti Kaskus

SOCCER ROOM GENERAL RULES
Read This Before Posting
Spoiler for Rules:
Spoiler for Rules:
*Peraturan dapat direvisi/dirubah sewaktu waktu

Diubah oleh bedulok 24-05-2022 18:19
g4zza dan 36 lainnya memberi reputasi
35
793.8K
30.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Milanisti Kaskus
253Thread•2KAnggota
Tampilkan semua post
mumilanista
#1583
Gw cuman mau mengomentari secara taktik dan implementasi di lapangan soal pertandingan antara Iler vs Lazio semalam soalnya beririsan dengan komen gw kemarin setelah pertandingan Iler vs Milan. Bahkan masih ada yang berfikir di sebelah Inzaghi salah pergantian pemain.
Secara permainan memang Iler sangat bagus dari babak pertama sudah menerapkan pressure yang tinggi. Transisis permainan antara bertahan dan menyerang cukup bagus, ada beberapa peluang yang mungkin bisa menjadi gol walaupun tidak sebanyak waktu lawan Milan tapi tetep berbahaya. Keliatan komentator juga bilang kalau gap antara Iler ama Liverpool gak terlalu jauh. Liverpool lebih banyak main long ball. Iler cukup bagus menghadang taktik kaya gini karena punya bek yang cukup tinggi dan sigap nahan serangan bola jauh. Transisi dari bertahan ke menyerang Liverpool kurang mulus, Salah dan Mane sering langsung berhadapan dengan 2 atau 3 pemain Iler, bantuan sering telat naik jadinya agak mandek.
Babak kedua, sama seperti pas lawan Milan, Iler melempem setelah menit ke 60. Dah gak seperti 15 menit pertama babak kedua dan sepanjang babak pertama, 30 menit terakhir sudah habis. Lebih parah lagi setelah Henderson ama Naby Keita masuk, lini tengah dikuasai ama Liverpool, pemain seperti Brozovic pun sering salah passing. Perisic seperti halnya pas lawan Milan dah gak bisa ngasih ancaman, Bastoni mulai ambil alih inisiatif menyisir serangan di sayap kiri. Justru mestinya pada kondisi kaya gini pemain kaya Perisic sudah mulai diganti. Yang di note, walaupun tidak ada Barrella, Liverpool juga gka mainin Henderson ama Keita di babak pertama, Harvey Elliott dan Thiago Alcantara yang main.
Sama halnya waktu kena golnya Giroud yang keliatan simple. Golnya LIverpool pun sebenernya karena konsentrasi buyarr. Ya karena stamina yang sudah tidak mendukung. Intinya dalam hal strategi sebagus apapun ada kelemahannya. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Milan lawan Liverpool kalah dua kali yang satu 3-2, yang satu lagi 1-2. Keliatan pas leg 1 setelah unggul 1-2 dari Liverpool Milan kehabisan bensin di babak kedua. Leg 2 sedikit mengimbangi main tidak terlalu ngotot kaya Leg 1, sempet draw 1-1 tapi akhirnya kena juga karena Tomori blunder sehingga Sadio Mane bisa nyuri bola.
Akhir kata, perlunya menjaga ritme dan konsentrasi yang konsisten sepangan pertandingan. Kemenangan tidak ditentukan sebanyak apa bola yang kita curi dari lawan, sebanyak apa umpan tik tak yang kita lakukan, sebanyak apa possession yang kita punya. Tapi, banyak gol dan sedikit kebobolan. Tapi ya masih aja berfikir kurang beruntung dan salah pergantian pemain. Pertandingan tadi liat noh Perisic ama Hakan gak diganti, terus bisa apa?
Secara permainan memang Iler sangat bagus dari babak pertama sudah menerapkan pressure yang tinggi. Transisis permainan antara bertahan dan menyerang cukup bagus, ada beberapa peluang yang mungkin bisa menjadi gol walaupun tidak sebanyak waktu lawan Milan tapi tetep berbahaya. Keliatan komentator juga bilang kalau gap antara Iler ama Liverpool gak terlalu jauh. Liverpool lebih banyak main long ball. Iler cukup bagus menghadang taktik kaya gini karena punya bek yang cukup tinggi dan sigap nahan serangan bola jauh. Transisi dari bertahan ke menyerang Liverpool kurang mulus, Salah dan Mane sering langsung berhadapan dengan 2 atau 3 pemain Iler, bantuan sering telat naik jadinya agak mandek.
Babak kedua, sama seperti pas lawan Milan, Iler melempem setelah menit ke 60. Dah gak seperti 15 menit pertama babak kedua dan sepanjang babak pertama, 30 menit terakhir sudah habis. Lebih parah lagi setelah Henderson ama Naby Keita masuk, lini tengah dikuasai ama Liverpool, pemain seperti Brozovic pun sering salah passing. Perisic seperti halnya pas lawan Milan dah gak bisa ngasih ancaman, Bastoni mulai ambil alih inisiatif menyisir serangan di sayap kiri. Justru mestinya pada kondisi kaya gini pemain kaya Perisic sudah mulai diganti. Yang di note, walaupun tidak ada Barrella, Liverpool juga gka mainin Henderson ama Keita di babak pertama, Harvey Elliott dan Thiago Alcantara yang main.
Sama halnya waktu kena golnya Giroud yang keliatan simple. Golnya LIverpool pun sebenernya karena konsentrasi buyarr. Ya karena stamina yang sudah tidak mendukung. Intinya dalam hal strategi sebagus apapun ada kelemahannya. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Milan lawan Liverpool kalah dua kali yang satu 3-2, yang satu lagi 1-2. Keliatan pas leg 1 setelah unggul 1-2 dari Liverpool Milan kehabisan bensin di babak kedua. Leg 2 sedikit mengimbangi main tidak terlalu ngotot kaya Leg 1, sempet draw 1-1 tapi akhirnya kena juga karena Tomori blunder sehingga Sadio Mane bisa nyuri bola.
Akhir kata, perlunya menjaga ritme dan konsentrasi yang konsisten sepangan pertandingan. Kemenangan tidak ditentukan sebanyak apa bola yang kita curi dari lawan, sebanyak apa umpan tik tak yang kita lakukan, sebanyak apa possession yang kita punya. Tapi, banyak gol dan sedikit kebobolan. Tapi ya masih aja berfikir kurang beruntung dan salah pergantian pemain. Pertandingan tadi liat noh Perisic ama Hakan gak diganti, terus bisa apa?

Diubah oleh mumilanista 17-02-2022 13:54
faded.007.69 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tutup