- Beranda
- Stories from the Heart
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
...
TS
xandler
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru

Quote:
GIF
Sebelum membaca harap di perhatikan terlebih dahulu beberapa point di bawah ini ;
1.ini berkisah dari teman wanita saya, namun banyak bagian yang sengaja saya lebih-lebih kan, jadi anggap saja 90% story ini adalah fiksi.
2.ini adalah short story, yang mungkin hanya akan tamat 3-5 part.
3.Update untuk story ini maksimal 3 hari sekali.
4.Genre pembunuhan, horor dan survival.
5.Di larang mempublikasikan ke dalam media ap pun, dengan tujuan ke untungan sendiri, tanpa persetujuan penulis.
1.ini berkisah dari teman wanita saya, namun banyak bagian yang sengaja saya lebih-lebih kan, jadi anggap saja 90% story ini adalah fiksi.
2.ini adalah short story, yang mungkin hanya akan tamat 3-5 part.
3.Update untuk story ini maksimal 3 hari sekali.
4.Genre pembunuhan, horor dan survival.
5.Di larang mempublikasikan ke dalam media ap pun, dengan tujuan ke untungan sendiri, tanpa persetujuan penulis.
Quote:
Part 1 : Malam Pertama
"kakak.. baju nya udah di masukin semua?". tanya ibu dari lantai bawah.
"udah kok mah". saut ku.
"cepetan.. nanti malah ketinggalan bus nya". ujar nya.
"iya mah, ini udah selesai kok". saut ku.
Aku sekarang sedang merapihkan beberapa pakaian dan juga peralatan yang akan ku pakai untuk camping sekolah. Waktu keberangkatan adalah pukul 9, sedangkan sekarang sudah pukul 8, dan aku masih sibuk memilih-milih baju.
Bukan karna aku ingin di perhatikan, karna aku orang nya tidak tahan dingin, jadi aku berfikir lebih baik untuk menggunakan pakaian tebal, namun di satu sisi aku juga tidak tahan panas, aku kembali melepas pakaian tebal ku.
Inilah karakter ku, begitu repot dan suka overthinking, padahal aku hanya perlu memakai jaket, dan jika suhu di dalam bis tidak dingin, aku hanya perlu melepas nya.
Tidak hanya itu, rambut ku yang panjang pun juga menjadi sumber masalah untuk ku, jika ku ikat maka rambut ku akan kusut, dan jika tidak ku ikat, aku akan kepanasan. Namun jika aku potong pendek, aku malah tidak menyukai nya. Terkadang aku suka merasa kesal terhadap diri ku, yang suka berlebihan berfikir.
.
.
Perkenal kan, namaku adalah Riska, sekarang aku duduk di kelas 2 SMA, kini aku sedang berlari menuju sekolah, dengan tas yang cukup berat ku gemblok, dengan nafas begitu kembang kempis, aku paksakan kaki ku untuk tetap berlari.
"hadeh... kebiasaan banget kamu Ris". ujar Hendra, ia adalah ketua kelas ku.
"ehh ia maaf hen... bangku aku dimana?". tanya ku dengan nafas senin-kamis.
"itu sama Tian, di belakang". ujar hendra sembari menunjuk.
"ihhh.. kok sama tian sih? nanti kalo dia kesurupan lagi gimana". ujar ku.
"ya kamu doain biar sembuh... yaudah sana, udah telat masih aja bawel.. heran". celetuk hendra kesal.
Tian adalah seorang pria yang begitu pendiam di kelas ku, banyak murid di kelas yang menjauhi nya, karna banyak murid kelas ku yang takut kepada nya, bukan karna dia sok jagoan atau apa pun itu, selama hampir 2 tahun dia bersekolah di sini, dia sudah kesurupan hampir 5 kali.
Sedangkan aku, aku tidak membenci nya, terkadang aku juga merasa kasihan kepada nya, karna dia selalu sendirian di kelas, bahkan ketika ada tugas kelompok, dia selalu seperti di asing kan. Namun apa daya, aku yang juga takut terhadap nya, memilih untuk ikut menjauhi nya.
.
.
Aku dengan terpaksa menghampiri bangku dimana Tian berada, karna seluruh bangku sudah terisi penuh, aku pun menaruh tas ku di atas dan duduk di samping nya.
aku mendapat ledekan dari teman kelas ku yang lain, karna duduk di samping nya, aku hanya bisa menghela nafas, menahan rasa sebal atas ledekan mereka. Sedangkan Tian, dia seperti sudah terbiasa akan hal itu, ia hanya membaca buku tanpa menghiraukan yang lain.
"Anak-anak, Tolong perhatian nya ya.. Perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan segera di laksanakan, mohon Doa nya agar perjalanan kita bisa selamat sampai tujuan". ujar Bu Elis, Wali kelas kami menggunakan mic di samping supir.
Dengan 3 bus yang masing-masing berisi 28-30 orang, kami berangkat menuju Semeru dengan penuh semangat, tanpa tau apa yang akan terjadi kepada kami nanti, jika saja aku tau apa yang akan menimpa kami di sana, aku akan menghentikan perjalanan ini apa pun resiko nya.
.
.
*Sekitar 23 jam kemudian.....
Kami akhirnya sampai di sebuah restoran di dekat gunung Bromo, sekedar mengistirahatkan badan sejenak dari panjang nya perjalanan sebelum nya.
Kini aku sedang duduk di meja makan bersama Indri, dewi dan geri. Kami sedang menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah.
"eh tadi gimana rasa nya berduaan sama tian?". ledek Gerry.
"gpp sih, dia juga diem doang sepanjang perjalanan, malah enak.. jadi bisa tidur tenang". jawab ku.
"cieee yang tidur sama pangeran nya". ujar Dewi dengan nada meledek.
"bodo amat". saut ku.
Sekitar 1 jam lebih kami beristirahat di restorant, kami mulai mempersiapkan bawaan kami dan akan mulai mendaki gunung Semeru, karna kami semua akan mendirikan camp di pinggir danau Ranu Kumbolo. Dan akan menginap 3 malam di sana.
Setelah kurang lebih 30 menit berjalan, kami yang ingin segera menuju danau harus bersabar, di karnakan kabut yang hampir menutupi seluruh tempat di danau, jadi guru kami tidak berani mengambil resiko karna takut akan tersesat.
Dan para Guru akhir nha memutuskan untuk menginap di salah satu motel terdekat, yang tidak begitu jauh dari lokasi danau.
"satu kamar berlima ya, untuk kunci kamar nanti akan di bagikan pak Sutoyo.. dan satu lagi, wanita dan Pria tidak boleh satu kamar". ujar Bu Elis.
"iaaa buu". saut para murid.
Aku mendapatkan kamar di lantai 2, bersama Dewi,Anggi,Ana, dan juga Yani. Karna hanya ada 1 kasur di dalam nya, kami memutuskan untuk melakukan hompimpa, dan 2 orang yang kalah, akan tidur di lantai. Dan aku lah yang akhirnya harus tidur di lantai bersama dengan Anggi.
Aku dan Anggi tidur di depan kasur, dekat dengan TV, ada juga jendela besar di sebelah kasur. Aku mempersiapkan kantung tidur yang memang sengaja ku bawa untuk camping nanti.
Waktu menunjukan pukul 9 Malam, Bu Elis di temani Pak Danang, mengitari tiap kamar untuk mematikan lampu dan juga menyurug para murid untuk segera tidur.
"yaelah bu.. baru juga jam 9". ujar ku.
"ga ada alesan, besok kita bakal cape sama kegiatan, jadi sekarang istirahat". saut Bu Elis sembari mematikan lampu dan menutup pintu.
Akhir nya kami semua memutuskan untuk segera tidur, karna tidak ingin mencari masalah dengan Bu Elis wali kelas kami, karna dia di kenal sebagai guru yang begitu tegas dan tidak segan-segan menghukum murid atau parah nya akan menurunkan nilai kami.
*Pukul 11 malam.
*TOK TOK TOK*
Terdengar suara ketukan dari jendela di samping kami, aku pun jadi terbangun karna suara ketukan itu, aku memang cukup sensitif dengan bunyi ketika tidur.
*TOK TOK TOK*
Kembali terdengar suara ketukan di jendela, yang kali ini mulai membuat ku takut, aku pun memeriksa seluruh teman sekamar ku, dan mereka semua masih tertidur, jadi seharus nya bukan mereka yang mengetuk-ngetuk jendela tersebut.
*TOK.. BRAKK... TOK... BRAKKK....*
Kali ini tidak hanya suara ketukan, namun seperti seseorang yang sedang memaksa membuka jendela.
Aku yang semakin ketukan, dengan panik mencoba membangun kan Anggi yang tidur di samping ku, namun dia yang seperti nya sudah sangat kelelahan, tidak menggubris ku.
*BRAAAKK.... BRAAKKK... BRAAAKKK*
kali ini hanya ada suara seperti seseorang yang mencoba paksa untuk membuka jendela dari luar, semakin lama semakin kencang suara nya.
Aku pun langsung mengambil sapu tangan di samping ku, karna aku tidak punya selimut untuk menutupi wajah ku. Aku hanya ingin berpura-pura tidak mendengar nya.
Tiba-tiba saja suara tersebut berhenti begitu saja, suasana menjadi begitu hening di dalam kamar, aku pun memberanikan diri untuk menengok ke arah jendela.
Aku bangkit berdiri dan membuka tirai jendela secara perlahan.. dan....
Tidak ada apa-apa, aku pun bisa bernafas lega, aku kembali menutup Tirai jendela dan untuk melanjutkan tidur ku. Namun baru saja aku ingin memejam kan mata..
"BRAAKKKKK"
Terdengar suara bantingan pintu kamar mandi yang sangat kencang, aku pun begitu kaget sampai langsung berdiri karna nya.
Namun aneh nya tidak ada satu pun dari teman-teman ku yang bangun dengan suara itu, bahkan ketika aku mencoba untuk menggoyang-goyang kan tubuh mereka, mereka sama sekali tidak merespon.
"Anggi.... Dewi... bangun dong semua ya tuhannn". ucap ku sembari menangis.
Aku hanya bisa menangis sembari menggoyang-goyangkan tubuh teman ku yang masih tertidur.
ketika aku kembali menengok ke arah pintu masuk kamar, di tengah gelap nya kondisi saat ini, aku meliha sesosok pria berbadan kurus berwarna hitam berdiri di sana, aku tidak bisa memastikan siapa dia.
"nak.."
"nak.."
Aku hanya bisa melihat nya seperti sebuah Silurt hitam, yang aku dapat lihat hanyalah mulut nya ketika dia sedang berbicara.
"Ya tuhann....ya tuhannn... pergii tolong pergi".
Aku memutuskan untuk menutup mata sembari jongkok di tengah-tengah kasur bersama teman-teman ku yang masih tertidur.
"Ris".
Panggil Dewi yang tertidur di sebelah ku, tanpa menengok atau menggerakan badan nya.
"Dewi? bangun wi... ". ujar ku senang mendengar suara nya.
"Ris.. kamu di sini aja ya, temani mereka". ujar nya yang masih diam tak bergerak.
"eh.. kamu ngomong apaan sih wi". saut ku.
Aku yang kesal langsung menarik paksa tubuh Dewi dan memaksa memalingkan wajahnya ke arah ku... namun...
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA". teriak ku terkejut.
"Ris... mau ya temani mereka".
Yang sedang aku lihat bukanlah wajah Dewi, melainkan sesosok yang tidak memiliki wajah, dan juga botak. ia hanya memiliki dua lubang kecil di hidung, tanpa batang hidung. Dan Mulut.
"Risss... mau ya". ujar nya kembali dengan suara Dewi.
"TOLONGGGG ... TOLONGGGGGG..." Teriak ku sembari meninggalkan kasur.
Aku yang ingin segera meninggalkan ruangan, malah terjatuh dan kepala ku terbentur lantai cukup keras, sampai-sampai perlahan aku mulai kehilangan kesadaran ku.
.
.
.
.
.
"RISSS BANGUN RISSS KAMU KENAPA?". terdengar suara yang tidak asing.
"tolongg... tolonggin aku". ujar ku dengan mata yang mencoba untuk ku buka.
"istighfar Ris, bangun...". ujar nya kembali.
Aku pun membuka mata secara perlahan, dan melihat ada Bu Elis dan teman-teman sekamar ku sedang duduk mengitari ku.
"bu.. tolong bu". ujar ku kembali dengan tangis.
"udah gpp... itu cuma mimpi kamu aja". ujar Bu elis sembari memeluk kepala ku dan mengelus nya.
Tunggu.. Apa yang barusan yang aku alami tadi hanyalah sebuah mimpi, jika iya, kejadian itu terlihat begitu nyata. Namun aku bersyukut jika itu hanyalah sebuah mimpi.
Wajah Bu Elis terlihat begitu kahwatir, ia bahkan membiarkan ku menaruh kepala ku di pangkuan nya, sembaru terus mengelus-elus kepala ku.
"maaf bu.. kaya nya aku mimpi buruk". ujar ku yang mencoba untuk senyum.
"iya gpp, hari ini kamu istirahat aja ya, nyusul ke camp di danau nya nanti aja kalau kamu sudah baikan". ujar nya.
"ia bu.. makasih banyak". jawab ku.
Dengan perasaan yang mulai tenang, aku pindah dari lantai dan tidur di kasur, dengan Bu Elis yang enggan meinggalkan ku dan berjaga di samping ku.
Aku pun merasa begitu lega, setelah menyadari kalau yang aku alami barusan hanya lah mimpi, namun ...
"Hai Ris".
Tiba-tiba saja mahkluk tanpa wajah itu kembali muncul tepat di depan ku.
*AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA*
.
.
.
.
Spoiler for For Part:
Diubah oleh xandler 30-08-2022 01:46
bebyzha dan 64 lainnya memberi reputasi
65
25.4K
Kutip
146
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
xandler
#96
Quote:
Part 7-2 : Selamat Tinggal
*UNTUK SISA CHAPTER, SAYA AKAN KEMBALI MEMAKAI SUDUT PANDANG RISKA*
"Syukurlah semua nya baik-baik saja". guman ku pelan dengan senyum tipis.
Dengan bantuan Tuan, satu persatu dari kami di pulangkan kembali ke raga kami yang berada di alam manusia, di mulai dari Bu elis dan siswa-siswa lain nya.
Aku meminta Tian untuk memulangkan ku terakhir, karna aku akan merasa tidak enak jika harus meninggalkan Tian sendiri, ya walaupun aku tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membantu.
Lalu tiba-tiba saja Luno dengan wajah sedikit malu-malu menarik-narik baju ku dengan tangan nya.
"Ada apa Luno?". tanya ku.
"A...apa ka..kau akan pergi juga?". tanya Luno.
"Tentu Luno... aku akan pergi bersama mereka". jawab ku.
"Ka..kau yakin tidak ingin di sini bersama ku?". tanya nya kembali.
Aku malah menjadi merasa tidak enak dengan nya, aku tau dia adalah Jin dan bukanlah manusia, namun rasa cinta yang dia berikan kepada ku bukanlah sesuatu yang palsu, di tambah aku juga telah memanfaatkan nya dan menipu nya.
Lalu tiba-tiba saja terbesit ide aneh dalam fikiran ku..
"Lunoo". panggil ku.
"y...ya?". saut nya.
"Mau kah kau ikut bersama ku?". tanya ku.
"Ma..maksud mu? i..ikut ke dunia mu??". tanya nya kembali.
"tentu... karna aku tidak mungkin selama nya di sini, di sana ada banyak orang yang menghawatir kan ku dan menunggu kepulangan ku". jelas ku.
"Ta..tapi a...aku... aku..." ujar nya yang terlihat bimbang.
"Kau juga seperti nya tidak bisa meninggalkan tempat ini". saut ku.
"Ba..baiklah... A..aku akan se...sesekali mendatangi mu, ka..karna ba..bagaimana pun ini adalah Ru..rumah ku, Dan aku ti..tidak bisa meninggalkan nya ter..terlalu lama". jawab nya kembali.
Saat masih berbicara dengan Luno, Tian memanggil ku, karna sekarang adalah giliran ku untuk di pulangkan.
Aku pun menengok ke arah Luno untuk sesaat, meskipun dia hanya memiliki mata lada wajah nya, namun aku tau kesedihan yang sedang ia rasakan.
"gawat... aku malah mau menangis". gumam ku.
"kenapa Ris?". tanya Tian yang tepat berada di depan ku.
"Ah tidak.. tidak perlu di fikirkan". saut ku.
Lalu Tian meminta ku untuk menutup mata, dan aku merasakan sentuhan jari nya pada kening ku, aku mulai mendengar ayat-ayat sedang Tian rapalkan. Perlahan sedikit demi sedikit aku mulai merasakan pusing, dan samlai di titik dimana aku sudah tidak sadarkan diri.
...
"selamat tinggal Ris"
...
Dalam keadaan masih menutup mata, terdengar ucapan seorang pria yang suara nya tidak asing bagi ku, itu bukanlah suara luno, aku pun mencoba meng ingat-ingat suara siapa itu... dan ya.. aku ingat.. itu adalah suara....
"DODIIIII". Teriak yang langsung membuka mata.
"eh kamu kenapa Ris? syukurlah kamu sudah sadar". ujar Bu elis.
Aku pun menengok ke arah sekitar ku, terlihat banyak sekali murid yang seperti baru saja terbangun, banyak dari mereka yang terlihat memegangi kepala mereka, seperti sedang menahan pusing.
"RISSSSKAAAAAA".
Tiba-tiba seorang wanita meneriaki nama ku dan langsung memeluk ku.
"DE...DEWIIII".
Aku yang terkejut bercampur dengan perasaan lega, langsung membalas pelukan nya.
"alhamdulilah kamu gpp Wi". ujar ku sembari mengelus wajah Dewi.
"iya Ris... setelah kamu berdua ninggalin tenda waktu itu, ada mahkluk aneh yang tiba-tiba masuk ke tenda, dan setelah nya aku ga bisa inget apa yang terjadi". ujar Dewi dengan tangis.
"maaf ya wi.. udah ninggalin kamu waktu itu, yang penting sekarang udah gpp". saut ku.
Setelah itu, aku pun berdiri dan berjalan-jalan mengitari camp bersama dengan Dewi dan juga Anggi, hati ku begitu lega melihat murid-murid dan juga para guru yang awal nya ku kira mereka sudah tewas, dan ternyata sekarang mereka baik-baik saja.
Kami bertiga pun ikut membantu merawat murid yang masih terlihat lemas atau sakit kepala, dengan memberinya minuman atau menyuapi makanan.
Aku pun melihat salah satu kenalan ku, yaitu Hana, ia berbeda kelas dengan ku, namun saat di kantin kami cukuo sering ngobrol bareng.
Aku langsung menghampiri nya dan menanyakan keadaan nya, lalu tiba-tiba saja aku teringat bahwa Hana berada di kelas 3B yang sama dengan Dodi, karna sedari tadi aku tidak melihat Dodi dimana pun.
"Han.. Dodi dimana ya?". tanya ku.
"Siapa? Doni?". tanya Hana kembali.
"Bukan Doni.. tapi Dodi temen sekelas kamu". ucap ku menegaskan.
"eh? di kelas aku ga ada yang nama nya Dodi". saut nya.
"hah? Ta..tapi.. A...aku......"
*TAMAT*
Diubah oleh xandler 11-02-2022 10:56
doelviev dan 29 lainnya memberi reputasi
30
Kutip
Balas
Tutup