- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#198
Chapter 128
Quote:
Orasi yang sangat berapi-api yang diagungkan komandan Gert sama sekali tidak mempunyai arti, semuanya kosong tanpa adanya reaksi dari orang yang mendengarkannya. Persiapan yang dilakukan sangatlah minim, hampir tidak ada rencana yang dibuat. Sehingga ketika musuh datang, semuanya akan langsung bergerak menyerang.
Kendali tubuh atas Dr. Geere dihilangkan oleh sang komandan, ia sengaja melakukannya untuk memberikan kesempatan bagi sang ilmuwan melepas rindu pada keluarganya. Bagaimana pun eksperimen ini melangkah ke level atas semua berkat kegigihan ilmuwan terbaiknya, yaitu Dr. Geere. Orang-orang berdiri di halaman layaknya sebuah manekin yang dipajang di pusat perbelanjaan, berbentuk seperti manusia tanpa mempunyai jiwa.
Langkahnya pelan, sambil menahan tangisnya. Satu-dua orang dilaluinya, hingga akhirnya berjumpa kembali pada keluarga tercinta. Kondisi mereka jauh lebih baik dari sebelumnya. Kulit yang halus tanpa luka sedikitpun, rambut yang terurai namun utuh, hanya sayangnya pakaian yang dikenakan masih menyisakan jejak darah. Air mata sudah tidak bisa dibendung, Dr. Geere menangis sekencang-kencangnya sambil memeluk keduanya dengan erat.
Seribu kata maaf dilontarkan, mengharap mereka menjawabnya, namun kendali atas mereka ada di tangan komandan Gert. Seperti halnya manekin tadi, berbentuk manusia tetapi tidak mempunyai jiwa. Setelah berada di sana tuk beberapa saat, komandan Gert memaksanya untuk kembali keruangannya. Pertemuan dengan keluarganya itu benar-benar menjadi yang terakhir.
Komandan Gert melayang tepat di atas gunung yang menjadi markasnya, dari kejauhan lampu-lampu berkedip di angkasa menandakan bahwa jet-jet tempur sedang menuju kearahnya. Sang komandan hanya tersenyum, sangat yakin dengan kekuatan dan juga pasukan yang dimilikinya dapat membereskan pasukan dari komando pusat. Dari atas juga lampu-lampu mobil yang membawa pasukan dan juga beberapa tank besar menembus pepohonan lebat yang tertanam disekitarnya.
“Kalian yang membuat jalan menuju ke sini, kenapa harus merusak alam? Aku bisa menyaksikannya semua….,” sang komandan menutup matanya, menarik nafasnya panjang-panjang, memberikan sinyal kepada semua personil yang ada.
Dr. Geere duduk termenung diruangannya bersama dengan Dr. George, rekannya itu sama sekali tidak bisa diajak untuk berdiskusi. Seandainya saja Dr. George dapat melepaskan kendali pikirannya, kemungkinan besar sang ilmuwan akan mengajaknya untuk membuat serum untuk melemahkan kekuatan sang komandan, minimal untuk melepaskan orang-orang dari kendali pikirannya.
“Monster kumbang berukuran atom itu yang melakukan tugasnya, jumlahnya yang banyak dan sudah tercampur dengan darah memudahkannya untuk masuk ke dalam pikiran semua orang,” sambil menatap rekannya. “hanya anak muda itu saja harapanku, tetapi ia ditempatkan terpisah, aneh sekali tetapi luka dalam tubuhnya tidak hilang-hilang,” Dr. Geere merajuk pada kondisi dirinya setelah diserang oleh Ferdinand yang asli, ia merasa bahwa kulit kepalanya ada yang tersobek sedikit, namun dengan cepat lukanya dapat menutup.
“Apa jangan-jangan, komandan memerintahkan kumbang mikro itu untuk terus menyerang dari dalam? Sampai segitunya? Padahal ia seorang mata-mata, kenapa tidak dibunuh saja?”
Dr. Geere mencoba berpikir sejenak lalu ia merasakan guncangan yang hebat, seperti ada sesuatu yang besar menghantam markas ini. “sudah dimulai?” Dr. George yang ada dihadapannya bangkit, tubuhnya bergetar, dengan cepat kulitnya terkelupas, muncul sesosok monster dari tubuhnya. “Jadi ini sosok---,” Dr. Geere merasakan hal yang sama, terjadi guncangan hebat pada dirinya. “ARGHHHHH!!!!”
Tank-tank baja mulai melancar serangan, meriam-meriam melemparkan besi panas yang langsung menghantam bangunan hingga hancur. Penerangan di daerah ini sangat minim, lampu-lampu berukuran kecil hanya menyorot ke bagian pintu gerbang markas, sisanya dibiarkan gelap gulita. Api yang berkobar membantu pasukan dari komando pusat.
“Semua personil harap waspada, orang-orang ini bukanlah manusia, mereka sudah diubah menjadi objek eksperimen yang gagal,” ucap petinggi yang mengisi pos depan.
Selain tank baja, jet tempur yang sudah dipersiapkan juga menggempur markas rahasia ini dengan menembakan langsung ratusan peluru dari sayapnya. Beberapa jet berputar sambil terus menembak, hingga ada yang melihat sosok yang melayang saat mengitari markas.
“Hah? Ada seseorang di sana?” percikan api hasil tembakan jet lain memberikan visual pada pilot ini, walaupun kelihatan samar. “hei aku meli---,” seketika jet nya meledak. Langit berubah warna menjadi merah.
“Sudah kuduga, aku bertambah kuat!” komandan Gert mulai terbang mengincar jet yang terbang di atas.
Sementara itu pasukan yang terdiri dari warga sipil juga bergerak secara membabi buta, melawan pasukan dalam kegelapan. Karena kemampuannya yang terbilang standar dan tidak dibekali akal karena masih dalam kendali pikiran sang komandan, para warga sipil ini terkena tembakan di dada dan menghancurkan kumbang besar yang hinggap di jantung mereka, mereka pun mati.
Namun ada beberapa yang dapat memanfaatkan gelapnya hutan, meringkus pasukan yang lengah dan melahap mereka, meminum darah mereka hingga kering. Dan membuat perilakunya semakin buas tak terkendali. Pasukan komando pusat disulitkan dengan penggerakan yang sama sekali tidak terbaca, ledakan-ledakan besar mulai terdengar, tank dan jet mulai berguguran.
“Masih belum! Kita masih unggul!” ucap salah satu komandan yang berada di salah tank yang masih kokoh.
Perlahan para warga sipil sampai ke tank yang ditempatinya, mulai menggerogoti mencoba untuk masuk, satu tembakan darinya langsung menghancurkan para warga tanpa sisa. Dirinya bersorak seakan-akan sudah memenangkan pertarungan. Lalu dilhatnya ada sesuatu berjalan sangat cepat, ia memerintahkan pasukannya untuk menembakan lagi bola panasnya. Sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika tembakan meriam itu dipentalkan ke udara dan meledak.
“Apa?! apa yang terjadi?! Uagh!!” terjadi goncangan hebat, seperti ada benda besar menghujam mereka. “sial, akan kumusnahkan mereka!” sang komandan keluar dari dalam tank. “huh?” didepannya berdiri suatu sosok berwarna perak menyala, bentuknya seperti kumbang lengkap dengan tanduk dan juga sayapnya. “apa yang kau perbuat Gert!!!”
Terdengar suara yang tidak menyenangkan dari atas, pasukan yang bersamanya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Hanya bercak darah yang memenuhi tank bagian atas, dan sisa-sisa daging dan seragam yang dikenakan oleh komandan. Personil juga melihat sosok monster menyeramkan berwarna perak terang itu.
“ARGHHH!” sang monster berteriak dan memotong kepala personil pasukan itu dengan menebas menggunakan jari.
Selain yang berwarna perak, muncul juga rekannya yang lain seperti emas, perunggu, hitam dan juga putih. Kelima monster ini dengan cepat meratakan pasukan yang didatangkan dari komando pusat. Gerakan mereka sungguh cepat, belum lagi kuku-kuku yang tajam mampu menembus besi baja yang melapisi tank-tank yang ada. Kengerian yang terjadi disaksikan oleh pasukan yang hanya bisa termenung ketika warga sipil menyantapnya.
Peperangan atau yang bisa disebut pembantaian jilid dua berakhir dengan kekalahan telak dari kubu komando pusat, api menyala di mana-mana, mayat berserakan di sembarang tempat. Langit malam di daerah hutan yang tadinya berwarna biru kehitaman dengan hiasan gemerlapnya bintang berubah menjadi merah kelam, bau amis darah menyelimuti tempat itu.
“Jangan mendekat! Jangan!!!” komandan yang memimpin penyerangan ini tersudut di dalam tank bajanya. Tinggal menyisakan dirinya sendiri dan juga seorang pasukan yang menggerakan kendaraan tempur berat ini.
Dikerumuni oleh warga yang berlumuran darah segar, belum lagi sosok monster yang mirip kumbang juga berada didepannya. Tidak ada jalan keluar lagi bagi dirinya, lalu dari atas turun sosok komandan Gert yang masih dalam wujud manusia. Ia menepuk-nepuk seragamnya untuk membersihkan dari debu jet yang hancur. Lalu meminta komandan yang di dalam untuk keluar dengan jantan, ia berjanji tidak akan membunuhhnya.
“Ayolah, kita ini kan teman lama, ayo keluar…,” ajaknya dengan santai.
“Gert sialan!” ucap komandan di dalam, karena tidak ada jalan lain lagi. Ia memberanikan diri untuk keluar.
“Ah kau rupanya apa kabar?” tanyanya santai.
Komandan itu makin tidak percaya dengan apa yang dilhatnya, apalagi ada sosok monster tinggi besar di dalam kerumunan. “Gert…apa yang kau lakukan pada mereka?!”
“Aku? Bukan, ini kreasi para ilmuwan hebat yang bekerja di sana. Mereka berhasil melakukannya, bukannya ini yang kalian mau? membuat prajurit super untuk memenangkan perang. Ini hasilnya…,” membanggakan diri dan juga ilmuwan yang membantunya. “kau ingin bertemu dengannya? Sini kuperkenalkan secara langsung,” komandan Gert mencari Dr. Geere, namun sosoknya tidak ada. “ah maaf, dia sedang ada urusan,” tiba-tiba komandan Gert sudah berada di depan komandan itu, ia menusuk lehernya menggunakan telunjuknya. “katakan pada mereka, aku datang…,” suaranya kecil namun sangat mengintimidasi.
Sosok Dr. Geere yang dicari ternyata sedang berada di sisi yang lain, menatap kondisi istri dan anaknya yang mengenaskan. Kumbang-kumbang besar dalam tubuhnya juga ditemukan didekatnya. Dr. Geere mencoba untuk memeluknya, namun kedua tangan hangat yang selama ini digunakan untuk memeluk keluarganya itu berubah menjadi tangan yang mengerikan, duri-duri kecil menghiasi tangannya itu. kuku yang tajam bahkan menyala ketika terkena pantulan cahaya dari api yang berkobar disekitarnya.
“Komandan Gert! Aku bersumpah ,akan membalasmu karena ini!” tangannya mengepal erat, meskipun tubuhnya dapat dikendalikan olehnya sepenuhnya, tetapi ada aturan mutlak yang disematkan, yaitu dilarang untuk menyerang sang komandan.
Kendali tubuh atas Dr. Geere dihilangkan oleh sang komandan, ia sengaja melakukannya untuk memberikan kesempatan bagi sang ilmuwan melepas rindu pada keluarganya. Bagaimana pun eksperimen ini melangkah ke level atas semua berkat kegigihan ilmuwan terbaiknya, yaitu Dr. Geere. Orang-orang berdiri di halaman layaknya sebuah manekin yang dipajang di pusat perbelanjaan, berbentuk seperti manusia tanpa mempunyai jiwa.
Langkahnya pelan, sambil menahan tangisnya. Satu-dua orang dilaluinya, hingga akhirnya berjumpa kembali pada keluarga tercinta. Kondisi mereka jauh lebih baik dari sebelumnya. Kulit yang halus tanpa luka sedikitpun, rambut yang terurai namun utuh, hanya sayangnya pakaian yang dikenakan masih menyisakan jejak darah. Air mata sudah tidak bisa dibendung, Dr. Geere menangis sekencang-kencangnya sambil memeluk keduanya dengan erat.
Seribu kata maaf dilontarkan, mengharap mereka menjawabnya, namun kendali atas mereka ada di tangan komandan Gert. Seperti halnya manekin tadi, berbentuk manusia tetapi tidak mempunyai jiwa. Setelah berada di sana tuk beberapa saat, komandan Gert memaksanya untuk kembali keruangannya. Pertemuan dengan keluarganya itu benar-benar menjadi yang terakhir.
Komandan Gert melayang tepat di atas gunung yang menjadi markasnya, dari kejauhan lampu-lampu berkedip di angkasa menandakan bahwa jet-jet tempur sedang menuju kearahnya. Sang komandan hanya tersenyum, sangat yakin dengan kekuatan dan juga pasukan yang dimilikinya dapat membereskan pasukan dari komando pusat. Dari atas juga lampu-lampu mobil yang membawa pasukan dan juga beberapa tank besar menembus pepohonan lebat yang tertanam disekitarnya.
“Kalian yang membuat jalan menuju ke sini, kenapa harus merusak alam? Aku bisa menyaksikannya semua….,” sang komandan menutup matanya, menarik nafasnya panjang-panjang, memberikan sinyal kepada semua personil yang ada.
Dr. Geere duduk termenung diruangannya bersama dengan Dr. George, rekannya itu sama sekali tidak bisa diajak untuk berdiskusi. Seandainya saja Dr. George dapat melepaskan kendali pikirannya, kemungkinan besar sang ilmuwan akan mengajaknya untuk membuat serum untuk melemahkan kekuatan sang komandan, minimal untuk melepaskan orang-orang dari kendali pikirannya.
“Monster kumbang berukuran atom itu yang melakukan tugasnya, jumlahnya yang banyak dan sudah tercampur dengan darah memudahkannya untuk masuk ke dalam pikiran semua orang,” sambil menatap rekannya. “hanya anak muda itu saja harapanku, tetapi ia ditempatkan terpisah, aneh sekali tetapi luka dalam tubuhnya tidak hilang-hilang,” Dr. Geere merajuk pada kondisi dirinya setelah diserang oleh Ferdinand yang asli, ia merasa bahwa kulit kepalanya ada yang tersobek sedikit, namun dengan cepat lukanya dapat menutup.
“Apa jangan-jangan, komandan memerintahkan kumbang mikro itu untuk terus menyerang dari dalam? Sampai segitunya? Padahal ia seorang mata-mata, kenapa tidak dibunuh saja?”
Dr. Geere mencoba berpikir sejenak lalu ia merasakan guncangan yang hebat, seperti ada sesuatu yang besar menghantam markas ini. “sudah dimulai?” Dr. George yang ada dihadapannya bangkit, tubuhnya bergetar, dengan cepat kulitnya terkelupas, muncul sesosok monster dari tubuhnya. “Jadi ini sosok---,” Dr. Geere merasakan hal yang sama, terjadi guncangan hebat pada dirinya. “ARGHHHHH!!!!”
Tank-tank baja mulai melancar serangan, meriam-meriam melemparkan besi panas yang langsung menghantam bangunan hingga hancur. Penerangan di daerah ini sangat minim, lampu-lampu berukuran kecil hanya menyorot ke bagian pintu gerbang markas, sisanya dibiarkan gelap gulita. Api yang berkobar membantu pasukan dari komando pusat.
“Semua personil harap waspada, orang-orang ini bukanlah manusia, mereka sudah diubah menjadi objek eksperimen yang gagal,” ucap petinggi yang mengisi pos depan.
Selain tank baja, jet tempur yang sudah dipersiapkan juga menggempur markas rahasia ini dengan menembakan langsung ratusan peluru dari sayapnya. Beberapa jet berputar sambil terus menembak, hingga ada yang melihat sosok yang melayang saat mengitari markas.
“Hah? Ada seseorang di sana?” percikan api hasil tembakan jet lain memberikan visual pada pilot ini, walaupun kelihatan samar. “hei aku meli---,” seketika jet nya meledak. Langit berubah warna menjadi merah.
“Sudah kuduga, aku bertambah kuat!” komandan Gert mulai terbang mengincar jet yang terbang di atas.
Sementara itu pasukan yang terdiri dari warga sipil juga bergerak secara membabi buta, melawan pasukan dalam kegelapan. Karena kemampuannya yang terbilang standar dan tidak dibekali akal karena masih dalam kendali pikiran sang komandan, para warga sipil ini terkena tembakan di dada dan menghancurkan kumbang besar yang hinggap di jantung mereka, mereka pun mati.
Namun ada beberapa yang dapat memanfaatkan gelapnya hutan, meringkus pasukan yang lengah dan melahap mereka, meminum darah mereka hingga kering. Dan membuat perilakunya semakin buas tak terkendali. Pasukan komando pusat disulitkan dengan penggerakan yang sama sekali tidak terbaca, ledakan-ledakan besar mulai terdengar, tank dan jet mulai berguguran.
“Masih belum! Kita masih unggul!” ucap salah satu komandan yang berada di salah tank yang masih kokoh.
Perlahan para warga sipil sampai ke tank yang ditempatinya, mulai menggerogoti mencoba untuk masuk, satu tembakan darinya langsung menghancurkan para warga tanpa sisa. Dirinya bersorak seakan-akan sudah memenangkan pertarungan. Lalu dilhatnya ada sesuatu berjalan sangat cepat, ia memerintahkan pasukannya untuk menembakan lagi bola panasnya. Sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika tembakan meriam itu dipentalkan ke udara dan meledak.
“Apa?! apa yang terjadi?! Uagh!!” terjadi goncangan hebat, seperti ada benda besar menghujam mereka. “sial, akan kumusnahkan mereka!” sang komandan keluar dari dalam tank. “huh?” didepannya berdiri suatu sosok berwarna perak menyala, bentuknya seperti kumbang lengkap dengan tanduk dan juga sayapnya. “apa yang kau perbuat Gert!!!”
Terdengar suara yang tidak menyenangkan dari atas, pasukan yang bersamanya pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Hanya bercak darah yang memenuhi tank bagian atas, dan sisa-sisa daging dan seragam yang dikenakan oleh komandan. Personil juga melihat sosok monster menyeramkan berwarna perak terang itu.
“ARGHHH!” sang monster berteriak dan memotong kepala personil pasukan itu dengan menebas menggunakan jari.
Selain yang berwarna perak, muncul juga rekannya yang lain seperti emas, perunggu, hitam dan juga putih. Kelima monster ini dengan cepat meratakan pasukan yang didatangkan dari komando pusat. Gerakan mereka sungguh cepat, belum lagi kuku-kuku yang tajam mampu menembus besi baja yang melapisi tank-tank yang ada. Kengerian yang terjadi disaksikan oleh pasukan yang hanya bisa termenung ketika warga sipil menyantapnya.
Peperangan atau yang bisa disebut pembantaian jilid dua berakhir dengan kekalahan telak dari kubu komando pusat, api menyala di mana-mana, mayat berserakan di sembarang tempat. Langit malam di daerah hutan yang tadinya berwarna biru kehitaman dengan hiasan gemerlapnya bintang berubah menjadi merah kelam, bau amis darah menyelimuti tempat itu.
“Jangan mendekat! Jangan!!!” komandan yang memimpin penyerangan ini tersudut di dalam tank bajanya. Tinggal menyisakan dirinya sendiri dan juga seorang pasukan yang menggerakan kendaraan tempur berat ini.
Dikerumuni oleh warga yang berlumuran darah segar, belum lagi sosok monster yang mirip kumbang juga berada didepannya. Tidak ada jalan keluar lagi bagi dirinya, lalu dari atas turun sosok komandan Gert yang masih dalam wujud manusia. Ia menepuk-nepuk seragamnya untuk membersihkan dari debu jet yang hancur. Lalu meminta komandan yang di dalam untuk keluar dengan jantan, ia berjanji tidak akan membunuhhnya.
“Ayolah, kita ini kan teman lama, ayo keluar…,” ajaknya dengan santai.
“Gert sialan!” ucap komandan di dalam, karena tidak ada jalan lain lagi. Ia memberanikan diri untuk keluar.
“Ah kau rupanya apa kabar?” tanyanya santai.
Komandan itu makin tidak percaya dengan apa yang dilhatnya, apalagi ada sosok monster tinggi besar di dalam kerumunan. “Gert…apa yang kau lakukan pada mereka?!”
“Aku? Bukan, ini kreasi para ilmuwan hebat yang bekerja di sana. Mereka berhasil melakukannya, bukannya ini yang kalian mau? membuat prajurit super untuk memenangkan perang. Ini hasilnya…,” membanggakan diri dan juga ilmuwan yang membantunya. “kau ingin bertemu dengannya? Sini kuperkenalkan secara langsung,” komandan Gert mencari Dr. Geere, namun sosoknya tidak ada. “ah maaf, dia sedang ada urusan,” tiba-tiba komandan Gert sudah berada di depan komandan itu, ia menusuk lehernya menggunakan telunjuknya. “katakan pada mereka, aku datang…,” suaranya kecil namun sangat mengintimidasi.
Sosok Dr. Geere yang dicari ternyata sedang berada di sisi yang lain, menatap kondisi istri dan anaknya yang mengenaskan. Kumbang-kumbang besar dalam tubuhnya juga ditemukan didekatnya. Dr. Geere mencoba untuk memeluknya, namun kedua tangan hangat yang selama ini digunakan untuk memeluk keluarganya itu berubah menjadi tangan yang mengerikan, duri-duri kecil menghiasi tangannya itu. kuku yang tajam bahkan menyala ketika terkena pantulan cahaya dari api yang berkobar disekitarnya.
“Komandan Gert! Aku bersumpah ,akan membalasmu karena ini!” tangannya mengepal erat, meskipun tubuhnya dapat dikendalikan olehnya sepenuhnya, tetapi ada aturan mutlak yang disematkan, yaitu dilarang untuk menyerang sang komandan.
69banditos dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas