- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#196
Chapter 127
Quote:
Kejadian mengerikan itu dilaporkan di berbagai tempat, asal usulnya masih menjadi misteri, begitu pun dengan para korban yang mendadak hilang. Kepolisian setempat bahkan sempat menulusuri, hanya ada jejak darah yang masih membekas. Kejadian yang berlangsung tidak lebih dari beberapa jam itu menimbulkan kepanikan yang luar biasa, apalagi dari testimoni orang yang entah kebetulan sempat menyaksikan namun masih bisa selamat.
Orang-orang berperilaku layaknya hewan buas, mereka bergerombol datang dan langsung menerkam siapa saja yang dilihatnya, sedikit informasi yang dapat diberikannya bisa menjadi gambaran bagi daerah lain yang tuk saat ini masih aman sentosa. Informasi ini pun akhirnya sampai juga ke pusat komando, mereka yang beberapa waktu lalu sempat tidak percaya adanya informasi serupa yang diberikan oleh wakil komandannya, sekarang malah meminta pasukannya untuk mencari keberadaan sang wakil.
“Wakil komandan Ferdinand, ternyata memang betul, tetapi kita sudah kroscek beberapa kali ke markas rahasia itu, tidak ada hal yang mencurigakan terjadi…,” mukanya geram karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang komandan Gert. “GERT! Sial! apa yang telah kau perbuat!” sambil memukul meja dengan kuat, orang-orang berpangkat tinggi disekitarnya hanya bisa diam.
Kediaman Dr. Geere yang damai dan tentram, penuh kehangatan dan keharmonisan sekarang hanya tinggal kenangan. Darah yang masih belum kering menjadi pertanda bagaimana kejadian mengerikan itu terjadi. Sosok ayah yang dibanggakan keluarga dan kelak akan dipuja-puja oleh anaknya, kini sirna membawa serta kedua orang yang disayanginya menuju lembah kematian.
Yang tidak diketahui oleh orang banyak, mereka yang menjadi korban malam itu berkumpul di halaman markas rahasia milik negara yang dikelola oleh komandan Gert. Dengan pakaian yang lusuh serta masih banyak bekas darah, mereka berdiri tegap memandang sosok komandan yang berdiri tegap sendirian. Matanya melihat dan seakan-seakan sedang menghitung berapa banyak ‘pasukan’ yang berhasil dibuatnya pada malam itu.
“Hm, dari beberapa daerah hanya terkumpul segini?” ucapnya sedikit kecewa. “harusnya aku kirim beberapa prajurit ke kamp militer, namun hasrat mereka berkumpul ke keluarga lebih besar dan bisa menahan virusnya….,” berbalik badan dan mulai meninggalkan pasukan barunya itu.
Di dalam markas semuanya masih berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ini semua berkat serum hasil eksperimen yang dilakukan orang-orang padanya beberapa waktu silam. Serum yang diawalnya digunakan untuk membuat sesuatu monster yang dapat membantu peperangan akhirnya malah membuat sesuatu yang lebih mengerikan. Tubuh komandan Gert malah merubah serum itu menjadi sebuah virus yang dapat menguasai pikiran seseorang yang sudah terinfeksi dari gigitan.
Komandan Gert melihat ke arah ruangan yang berisi ilmuwan-ilmuwan terbaiknya menetap, belum ada tanda-tanda dari Dr. Geere keluar dari sana. Kejadian itu sangat mengoyak bathinnya, meskipun mereka masih bisa bersama, namun keadaannya sudah sangat berbeda sekali. “Aku harus cepat, komando pusat pasti telah mengetahuinya….,” jalannya cepat menuju ruangan pribadinya.
Komando pusat mulai bersiap untuk melakukan serangan, mereka menginformasikannya secara sembunyi-sembunyi agar tidak terendus oleh media, terutama jangan sampai bocor ke markas rahasia. Rencana mereka adalah dengan menyerbu langsung menggunakan pasukan penuh, perjalanan dilakukan sekarang melalui medan-medan yang jarang dilalui oleh orang. Perkiraan pertempuran akan terjadi malam ini, kabar mengenai wakil komandan Ferdinand juga belum diketahui.
Beberapa orang duduk dengan rapih dan sikap sempurna, dihadapan sang komandan. Terdiri dari Dr. Geere sang ilmuwan utama, lalu dua orang lainnya yang duduk diseberangnya, salah satu memiliki muka yang familiar. Tatapan kosong masih menyelimuti Dr. Geere, penyesalan masih mengerumuni pikirannya. Aneh sekali bahkan komandan Gert tidak bisa mempengaruhi pikirannya sekarang.
“Ada apa?” tanya komandan Gert, “kau tampak sangat lesu dan tidak bergairah,” lanjutnya namun tidak ada jawaban dari Dr. Geere.
“Prof, apa yang terjadi padamu?” kali ini adalah salah satu rekan ilmuwannya yang waktu itu ikut bersamanya masuk ke dalam ruangan medis.
“Dr. George?” jawabnya lirih. “kau benar-benar tidak paham dengan situasi sekarang ini?” pertanyaan yang malah membuat rekan ilmuwannya itu bingung.
Suara ketukan dari luar terdengar keras, lalu komandan Gert memerintahkannya masuk. Yang hadir melalui pintu adalah sang wakil komandan, yaitu Ferdinand dengan serta membawa anak muda yang keadaannya tragis penuh luka sana-sini.
“Berlututlah!” wakil komandan melempar anak muda itu dengan keras.
Dr. Geere memperhatikannya, gerak-geriknya sungguh berbeda dengan apa yang dilihatnya kemarin. Bahkan Ferdinand sempat memukulnya dengan botol minuman keras dan sangat ketakutan saat melihat dirinya. Kini sosoknya lebih dingin dengan tatapan tanpa cahaya sedikit pun muncul. Setelah melempar anak muda yang dibawanya, Ferdinand kembali keluar dari ruangan komandan.
“Kau, dan anak muda itu, yang dapat melawan kendali pikiranku. Bagaimana bisa?” ucapan komandan Gert membuat Dr. Geere tersadar, meskipun ia sendiri sudah memikirkan kemungkinan ini.
Komandan Gert melangkah pelan menuju anak muda yang babak belur, “Bajingan tengik ini adalah mata-mata yang dikirimkan oleh negara lain, payah sekali sampai orang di sini tidak ada yang menyadarinya!” sambil mengangkat kepala anak muda.
Pintu kembali dibuka, yang datang lagi-lagi sang wakil komandan Ferdinand, sambil membawa sesuatu ditangannya.
“Oh iya satu lagi,” sang komandan menggerakan kepalanya, lalu Ferdinand melemparkan sesuatu ke atas meja, yang dilemparnya adalah kepala sang wakil komandan Ferdinand.
“kuakui, orang ini pintar….,” komandan berjalan ke arah wakil komandannya. “bukan, maksudku cerdik. Setelah melihat ada yang tidak beres dan memanfaatkan kekacauan yang terjadi, ia melarikan diri. Dan pastinya melapor ke komando pusat, itulah mengapa saya mengumpulkan kalian semua di sini,” ucap komandan sambal menepuk bahu wakilnya.
Sudah jelas sekarang, kepala yang matanya terbuka dan menatap ke arah Dr. Geere adalah kepala wakil komandan Ferdinand. Dan sosok yang mirip wakil komandan tidak bukan dan tidak lain adalah kreasi dari sang komandan itu sendiri. Meskipun ia sendiri tidak begitu dekat, Dr.Geere menyayangkan semua ini terjadi padanya. Jika sang wakil hanya dibunuh, besar kemungkinan dirinya masih hidup walaupun bukan dalam status manusia. Komandan tidak bisa mengambil resiko yang besar lagi, apalagi dari perkataannya barusan. Dua orang dalam ruangan ini mampu melawan kendali pikiran sang komandan, jika bertambah satu kemungkinan terburuknya dirinya akan diserang dari belakang tanpa peringatan.
“Sudah cukup reuninya, sekarang kuminta kalian bertemu dengan pasukan kita, pasukan yang akan menguasai dunia!” Komandan, beserta tiga orang lainnya termasuk Dr. George dan wakil komandan Ferdinand palsu keluar terlebih dahulu. “kalian memang sulit dikendalikan, tetapi memaksa kalian keluar dengan kedua kaki merupakan hal yang mudah,” ucapnya sebelum benar-benar hilang dari pandangan.
Dr. Geere memandangi anak muda yang masih terkapar, lalu ia berucap, “Aku, akan membunuhnya! Ia salah telah memberikan sebagian kekuatannya pada kita!” ucapan yang optimis padahal kondisinya sendiri babak belur seperti itu.
Dr. Geere mencernanya baik-baik, jika ucapan anak muda itu benar. Maka ia mempunyai kekuatan yang cukup besar, tertanam dalam dirinya. Yang bisa digunakan untuk melawan, apalagi kondisinya yang dikatakan agak sulit untuk dikendalikan, merupakan nilai plus. Tiba-tiba tubuh Dr. Geere dan anak muda itu bergerak dengan sendirinya. Mereka berdua berjalan menuju ke tempat di mana semuanya telah berkumpul.
Banyak orang yang berbaris rapih, sedangkan komandan dan juga orang-orangnya berada di atas panggung. Lalu orasi komandan dimulai, Dr. Geere tidak ingin mendengarnya. Orang-orang yang berkumpul tidak sepenuhnya menggunakan seragam, banyak orang sipil yang menjadi korban. Salah satu yang terlihat dalam kerumunan adalah keluarganya, yaitu istri dan anak perempuannya. Di situ tangis Dr. Geere pecah, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun pikirannya tidak dikendalikan, namun tubuhnya telah sepenuhnya berada digenggaman sang komandan.
“MALAM INI, KITA TUNGGU KEDATANGAN MEREKA! LALU DENGAN TANGAN INI, KITA HANCURKAN MEREKA!” dalam kendali komandan, seluruh orang yang ada menaikan tangannya ke atas.
Orang-orang berperilaku layaknya hewan buas, mereka bergerombol datang dan langsung menerkam siapa saja yang dilihatnya, sedikit informasi yang dapat diberikannya bisa menjadi gambaran bagi daerah lain yang tuk saat ini masih aman sentosa. Informasi ini pun akhirnya sampai juga ke pusat komando, mereka yang beberapa waktu lalu sempat tidak percaya adanya informasi serupa yang diberikan oleh wakil komandannya, sekarang malah meminta pasukannya untuk mencari keberadaan sang wakil.
“Wakil komandan Ferdinand, ternyata memang betul, tetapi kita sudah kroscek beberapa kali ke markas rahasia itu, tidak ada hal yang mencurigakan terjadi…,” mukanya geram karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang komandan Gert. “GERT! Sial! apa yang telah kau perbuat!” sambil memukul meja dengan kuat, orang-orang berpangkat tinggi disekitarnya hanya bisa diam.
Kediaman Dr. Geere yang damai dan tentram, penuh kehangatan dan keharmonisan sekarang hanya tinggal kenangan. Darah yang masih belum kering menjadi pertanda bagaimana kejadian mengerikan itu terjadi. Sosok ayah yang dibanggakan keluarga dan kelak akan dipuja-puja oleh anaknya, kini sirna membawa serta kedua orang yang disayanginya menuju lembah kematian.
Yang tidak diketahui oleh orang banyak, mereka yang menjadi korban malam itu berkumpul di halaman markas rahasia milik negara yang dikelola oleh komandan Gert. Dengan pakaian yang lusuh serta masih banyak bekas darah, mereka berdiri tegap memandang sosok komandan yang berdiri tegap sendirian. Matanya melihat dan seakan-seakan sedang menghitung berapa banyak ‘pasukan’ yang berhasil dibuatnya pada malam itu.
“Hm, dari beberapa daerah hanya terkumpul segini?” ucapnya sedikit kecewa. “harusnya aku kirim beberapa prajurit ke kamp militer, namun hasrat mereka berkumpul ke keluarga lebih besar dan bisa menahan virusnya….,” berbalik badan dan mulai meninggalkan pasukan barunya itu.
Di dalam markas semuanya masih berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ini semua berkat serum hasil eksperimen yang dilakukan orang-orang padanya beberapa waktu silam. Serum yang diawalnya digunakan untuk membuat sesuatu monster yang dapat membantu peperangan akhirnya malah membuat sesuatu yang lebih mengerikan. Tubuh komandan Gert malah merubah serum itu menjadi sebuah virus yang dapat menguasai pikiran seseorang yang sudah terinfeksi dari gigitan.
Komandan Gert melihat ke arah ruangan yang berisi ilmuwan-ilmuwan terbaiknya menetap, belum ada tanda-tanda dari Dr. Geere keluar dari sana. Kejadian itu sangat mengoyak bathinnya, meskipun mereka masih bisa bersama, namun keadaannya sudah sangat berbeda sekali. “Aku harus cepat, komando pusat pasti telah mengetahuinya….,” jalannya cepat menuju ruangan pribadinya.
Komando pusat mulai bersiap untuk melakukan serangan, mereka menginformasikannya secara sembunyi-sembunyi agar tidak terendus oleh media, terutama jangan sampai bocor ke markas rahasia. Rencana mereka adalah dengan menyerbu langsung menggunakan pasukan penuh, perjalanan dilakukan sekarang melalui medan-medan yang jarang dilalui oleh orang. Perkiraan pertempuran akan terjadi malam ini, kabar mengenai wakil komandan Ferdinand juga belum diketahui.
Beberapa orang duduk dengan rapih dan sikap sempurna, dihadapan sang komandan. Terdiri dari Dr. Geere sang ilmuwan utama, lalu dua orang lainnya yang duduk diseberangnya, salah satu memiliki muka yang familiar. Tatapan kosong masih menyelimuti Dr. Geere, penyesalan masih mengerumuni pikirannya. Aneh sekali bahkan komandan Gert tidak bisa mempengaruhi pikirannya sekarang.
“Ada apa?” tanya komandan Gert, “kau tampak sangat lesu dan tidak bergairah,” lanjutnya namun tidak ada jawaban dari Dr. Geere.
“Prof, apa yang terjadi padamu?” kali ini adalah salah satu rekan ilmuwannya yang waktu itu ikut bersamanya masuk ke dalam ruangan medis.
“Dr. George?” jawabnya lirih. “kau benar-benar tidak paham dengan situasi sekarang ini?” pertanyaan yang malah membuat rekan ilmuwannya itu bingung.
Suara ketukan dari luar terdengar keras, lalu komandan Gert memerintahkannya masuk. Yang hadir melalui pintu adalah sang wakil komandan, yaitu Ferdinand dengan serta membawa anak muda yang keadaannya tragis penuh luka sana-sini.
“Berlututlah!” wakil komandan melempar anak muda itu dengan keras.
Dr. Geere memperhatikannya, gerak-geriknya sungguh berbeda dengan apa yang dilihatnya kemarin. Bahkan Ferdinand sempat memukulnya dengan botol minuman keras dan sangat ketakutan saat melihat dirinya. Kini sosoknya lebih dingin dengan tatapan tanpa cahaya sedikit pun muncul. Setelah melempar anak muda yang dibawanya, Ferdinand kembali keluar dari ruangan komandan.
“Kau, dan anak muda itu, yang dapat melawan kendali pikiranku. Bagaimana bisa?” ucapan komandan Gert membuat Dr. Geere tersadar, meskipun ia sendiri sudah memikirkan kemungkinan ini.
Komandan Gert melangkah pelan menuju anak muda yang babak belur, “Bajingan tengik ini adalah mata-mata yang dikirimkan oleh negara lain, payah sekali sampai orang di sini tidak ada yang menyadarinya!” sambil mengangkat kepala anak muda.
Pintu kembali dibuka, yang datang lagi-lagi sang wakil komandan Ferdinand, sambil membawa sesuatu ditangannya.
“Oh iya satu lagi,” sang komandan menggerakan kepalanya, lalu Ferdinand melemparkan sesuatu ke atas meja, yang dilemparnya adalah kepala sang wakil komandan Ferdinand.
“kuakui, orang ini pintar….,” komandan berjalan ke arah wakil komandannya. “bukan, maksudku cerdik. Setelah melihat ada yang tidak beres dan memanfaatkan kekacauan yang terjadi, ia melarikan diri. Dan pastinya melapor ke komando pusat, itulah mengapa saya mengumpulkan kalian semua di sini,” ucap komandan sambal menepuk bahu wakilnya.
Sudah jelas sekarang, kepala yang matanya terbuka dan menatap ke arah Dr. Geere adalah kepala wakil komandan Ferdinand. Dan sosok yang mirip wakil komandan tidak bukan dan tidak lain adalah kreasi dari sang komandan itu sendiri. Meskipun ia sendiri tidak begitu dekat, Dr.Geere menyayangkan semua ini terjadi padanya. Jika sang wakil hanya dibunuh, besar kemungkinan dirinya masih hidup walaupun bukan dalam status manusia. Komandan tidak bisa mengambil resiko yang besar lagi, apalagi dari perkataannya barusan. Dua orang dalam ruangan ini mampu melawan kendali pikiran sang komandan, jika bertambah satu kemungkinan terburuknya dirinya akan diserang dari belakang tanpa peringatan.
“Sudah cukup reuninya, sekarang kuminta kalian bertemu dengan pasukan kita, pasukan yang akan menguasai dunia!” Komandan, beserta tiga orang lainnya termasuk Dr. George dan wakil komandan Ferdinand palsu keluar terlebih dahulu. “kalian memang sulit dikendalikan, tetapi memaksa kalian keluar dengan kedua kaki merupakan hal yang mudah,” ucapnya sebelum benar-benar hilang dari pandangan.
Dr. Geere memandangi anak muda yang masih terkapar, lalu ia berucap, “Aku, akan membunuhnya! Ia salah telah memberikan sebagian kekuatannya pada kita!” ucapan yang optimis padahal kondisinya sendiri babak belur seperti itu.
Dr. Geere mencernanya baik-baik, jika ucapan anak muda itu benar. Maka ia mempunyai kekuatan yang cukup besar, tertanam dalam dirinya. Yang bisa digunakan untuk melawan, apalagi kondisinya yang dikatakan agak sulit untuk dikendalikan, merupakan nilai plus. Tiba-tiba tubuh Dr. Geere dan anak muda itu bergerak dengan sendirinya. Mereka berdua berjalan menuju ke tempat di mana semuanya telah berkumpul.
Banyak orang yang berbaris rapih, sedangkan komandan dan juga orang-orangnya berada di atas panggung. Lalu orasi komandan dimulai, Dr. Geere tidak ingin mendengarnya. Orang-orang yang berkumpul tidak sepenuhnya menggunakan seragam, banyak orang sipil yang menjadi korban. Salah satu yang terlihat dalam kerumunan adalah keluarganya, yaitu istri dan anak perempuannya. Di situ tangis Dr. Geere pecah, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun pikirannya tidak dikendalikan, namun tubuhnya telah sepenuhnya berada digenggaman sang komandan.
“MALAM INI, KITA TUNGGU KEDATANGAN MEREKA! LALU DENGAN TANGAN INI, KITA HANCURKAN MEREKA!” dalam kendali komandan, seluruh orang yang ada menaikan tangannya ke atas.
69banditos dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas