- Beranda
- The Lounge
Kenapa Indonesia Harus Berhutang Terus?
...
TS
c4punk1950...
Kenapa Indonesia Harus Berhutang Terus?

Ngobrolin hutang pasti bingung balikinnya, maklum kalau gak kepepet ngapain juga kita berhutang. Belum lagi kalau terlilit hutang pinjol, duh serem deh cara nagihnya bikin bulu ketek merinding.
Tapi kalau yang hutang sebuah negara bagaimana? Apa alasannya mereka berhutang? Memgingat Indonesia kaya dengan alamnya, kenapa harus berhutang! Bukankah menjual hasil bumi keuntungannya sangat luar biasa?

Tapi bayangkan Indonesia saat ini hutangnya tembus hingga Rp 6000 triliun, itu kalau dibuat beli bakso semana ya? Dan menurut info Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, kemungkinan besar diperkirakan akan mengalami defisit sampai Rp 868 triliun atau 4,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Lalu perkiraan berapa utang setiap bayi yang lahir di Indonesia? Menurut hutang di tahun 2021,
Quote:
Melihat data ini, maka banyak masyarakat Indonesia yang skeptis bagaimana mereka melihat data-data hutang yang semakin membengkak.

Padahal kalau mau jujur mayoritas bangsa ini ekonomi masyarakatnya bisa dikatakan baik-baik saja, bisa terlihat dari penggunaan smartphone atau otomotif yang semakin marak.
Namun terkadang, masyarakat kita masih suka mengeluh walau sebenarnya baik-baik saja. Nah dari keluhan ini ada beberapa orang yang ingin pemerintah mencetak uang, atau Teori Moneter Modern (MMT).
Tentu hal ini ditolak oleh Pemerintah karena cetak uang itu biayanya mahal, lalu birokrasinya ribet, dan memunculkan inflasi.
Maka jalan yang lebih mudah adalah dengan cara berhutang, karena selama ini itulah cara yang paling jitu untuk menjalankan prinsip ekonomi. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari pengorbanan sekecil-kecilnya.

Ketika berhutang maka yang terjadi kita tidak mengeluarkan barang apapun, namun akan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
Prinsip ini sama dengan mereka yang berbisnis dan sukses, dimana kalau mau bisnis jangan pakai uang sendiri tapi pakai uang orang lain.
Jadi apa yang mereka lakukan "Berhutang" jadi kalau ada pebisnis besar, belum tentu hutangnya kecil biasanya ikutan besar juga hehehe...
Bahkan negara-negara majupun berhutang, tujuannya untuk apa membangun infrastruktur yang menguntungkan.

Bayangkan negara ingin bangun infrastruktur, lalu mengandalkan kas negara! Kapan dibangunnya?
Lebih mudah dengan berhutang, lalu dibangunlah sarana transportasi dari uang hutang, selanjutnya akan ada keuntungan dan profit itu digunakan untuk uang kas negara, untuk mengembangkan infrastruktur yang profit lainnya, lalu untuk bayar hutang. Bayangkan kalau infrastruktur itu jadi pemiliknya adalah negara sendiri bukan negara yang memberi pinjaman hutang.
Kalau ternyata infrastrukturnya bangkrut, atau gagal bayar bagaimana? Ya disita oleh yang meminjamkan hutang, apakah negara rugi? Rugi waktu, karena ketika disita yang mengelola tentu negara peminjam hutang, toh bangunnya juga dari uang mereka, bisa dibilang membangun bisnis infrastruktur tanpa modal hehehe...

Ini contoh pendapat saja, apakah kenyataannya seperti itu atau tidak, TS minim info karena hingga saat ini tidak ada infrastruktur Indonesia yang disita.
Tapi hal ini dialami oleh negara Uganda,
Quote:
Tapi tujuan negara perlu dana, memang banyak ragamnya. Jadi tak sesimple contoh diatas, karena nominal hutang yang besar itu logikanya digunakan untuk apa? Kalau untuk mencari keuntungan dengan proyek pemerintah yang memberikan banyak investasi, sah-sah saja. Tapi kalau digunakan untuk yang kurang menguntungkan, ini yang menjadi masalah.

Biasanya pemerintah negara berkembang berhutang untuk mensubsidi rakyatnya, membangun infrastruktur, atau membuat bisnis yang dikelola BUMN. Nah, terlihat berhutang untuk subsidi ini yang menjadi masalah.
Sedangkan kalau pemerintah mencabut subsidi, ini bisa menjadi kesempatan buat oposisi untuk membakar amarah rakyat untuk demo berjilid-jilid. Bayangkan bensin murah itu subsidi, klinik kesehatan murah itu subsidi, gas murah itu subsidi, biaya pendidikan murah itu subsidi. Berapa biaya yang harus dikeluarkan negara untuk subsidi, karena tidak mengikuti harga pasar dunia.

Maunya pemerintah itu, subsidi dicabut, membangun infrastruktur, dan membuat bisnis seperti pabrik, perkebunan dan lainnya untuk menyerap SDM dengan memanfaatkan SDA tapi, pertanyaannya mau ga, masyarakatnya?
Ga mau, maunya subsidi dan masa bodoh dengan proyek lainnya. Karena tipikal orang Indonesia manja dan sikapnya apatis.

Jadi mau tak mau negara akan berhutang terus, entah sampai kapan!
Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google




miawmow dan 19 lainnya memberi reputasi
20
5.5K
102
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.2KAnggota
Tampilkan semua post
golden.baik007
#31
negara banyak hutangya begini yaitu analisaku ada 2 kemungkinan antara lain :
1.Koruptor di Negara kita tdk ditindak tegas dengan benar.Kalau Di Korea Selatan Koruptor hukumannya yaitu disetrum sampai mati di Kursi Listrik mirip dengan Amerika Serikat / Jerman barangkali..berani Indonesia menghukum Koruptor dengan Kursi Listrik ???
2.Adanya tdk ada SDM2 Teknologi yang mumpuni yang mau tinggal di Negeri kita.DiKarenakan oknum2 orang negara yang korup dan ruwet hanya mikirin perut sendiri jadi yang tersisa di negara kita yaitu Bodoh vs Pintar ini bisa dipastikan yang pintar akan memangsa yang bodoh.sedangkan yang ngerti dan ilmuwan IPTEK sungguhan minggat dari negara kita misalnya yaitu Jim Geovedi yang minggat ke Inggris , alm BJ.Habibie yang dulu minggat lagi ke Jerman karena di Jerman lebih Profit daripada negara kita sini,Fathoni ahli Digital Desain grafis kartun yang minggat ke Malaysia karena karyanya Upin-Ipin lebih diterima masyarakat sana,Faisal ahli Kecerdasan AI / Artificial Intelejent minggat juga ujung2nya kembali ke Google Jerman karena disana kehidupannya lebih terjamin dllnya....sisanya di Negeri kita hanya tersisa orang pintar sok ngerti vs orang bodoh sok pintar dan rata2 orang ngertinya pada kabur semua keluar negeri juga....aku belajar Rantai makanan Dunia Manusia yaitu karangan putranya Albert Einstein yang menderita Skizoprenia-Autis urutan tertinggi (ingat orang ngerti / cerdas itu pasti pintar tp orang pintar belum tentu ngerti/cerdas) yaitu :
Orang Ngerti / Cerdas + beruntung/bejo memangsa orang yang cerdas biasa lalu orang cerdas biasa memangsa orang cerdas+pintar kemudian orang cerdas + pintar memangsa orang pintar lalu orang pintar memangsa orang bodoh.nah kamu masuk dalam rantai makanan dunia manusia mana kategorinya bro/sista ??
" SALAM WARAS DARI SAYA" akhir kata kelak yang sengsara mbayar hutang kita yaitu anak-cucu-cicit-cindil-gantung siwur kita
1.Koruptor di Negara kita tdk ditindak tegas dengan benar.Kalau Di Korea Selatan Koruptor hukumannya yaitu disetrum sampai mati di Kursi Listrik mirip dengan Amerika Serikat / Jerman barangkali..berani Indonesia menghukum Koruptor dengan Kursi Listrik ???
2.Adanya tdk ada SDM2 Teknologi yang mumpuni yang mau tinggal di Negeri kita.DiKarenakan oknum2 orang negara yang korup dan ruwet hanya mikirin perut sendiri jadi yang tersisa di negara kita yaitu Bodoh vs Pintar ini bisa dipastikan yang pintar akan memangsa yang bodoh.sedangkan yang ngerti dan ilmuwan IPTEK sungguhan minggat dari negara kita misalnya yaitu Jim Geovedi yang minggat ke Inggris , alm BJ.Habibie yang dulu minggat lagi ke Jerman karena di Jerman lebih Profit daripada negara kita sini,Fathoni ahli Digital Desain grafis kartun yang minggat ke Malaysia karena karyanya Upin-Ipin lebih diterima masyarakat sana,Faisal ahli Kecerdasan AI / Artificial Intelejent minggat juga ujung2nya kembali ke Google Jerman karena disana kehidupannya lebih terjamin dllnya....sisanya di Negeri kita hanya tersisa orang pintar sok ngerti vs orang bodoh sok pintar dan rata2 orang ngertinya pada kabur semua keluar negeri juga....aku belajar Rantai makanan Dunia Manusia yaitu karangan putranya Albert Einstein yang menderita Skizoprenia-Autis urutan tertinggi (ingat orang ngerti / cerdas itu pasti pintar tp orang pintar belum tentu ngerti/cerdas) yaitu :
Orang Ngerti / Cerdas + beruntung/bejo memangsa orang yang cerdas biasa lalu orang cerdas biasa memangsa orang cerdas+pintar kemudian orang cerdas + pintar memangsa orang pintar lalu orang pintar memangsa orang bodoh.nah kamu masuk dalam rantai makanan dunia manusia mana kategorinya bro/sista ??
" SALAM WARAS DARI SAYA" akhir kata kelak yang sengsara mbayar hutang kita yaitu anak-cucu-cicit-cindil-gantung siwur kita
Diubah oleh golden.baik007 04-02-2022 20:56
tiada.tara dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
