- Beranda
- Milanisti Kaskus
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui - Part 1
...
TS
bedulok
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui - Part 1

Quote:


B - Log
[url=http://www.kaskus.co.id/thread/51aab46e601243774400000d/17691769176 9-brigate-rossonere-176917691769---part-4]BRIGATE ROSSONERO KASKUS[/url]
Futsal
Futsal Milanisti Kaskus

SOCCER ROOM GENERAL RULES
Read This Before Posting
Spoiler for Rules:
Spoiler for Rules:
*Peraturan dapat direvisi/dirubah sewaktu waktu

Diubah oleh bedulok 24-05-2022 18:19
g4zza dan 36 lainnya memberi reputasi
35
797.5K
30.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Milanisti Kaskus
314Thread•2KAnggota
Tampilkan semua post
vierredee
#564
Transfer milan gk perlu lah dibanding2in ama adik tiri, apalagi ama rubentus.
Iler semenjak dipegang ama erick thohir dari november 2013, mereka mulai berbenah neraca keuangan. Iler mulai rutin masuk UCL semenjak musim 18-19, alias 3 musim lebih dulu daripada milan yg baru masuk UCL lagi musim ini (21-22). Mereka mulai bisa bergerak cukup leluasa di bursa transfer pun baru di musim 19-20, alias di musim ke 2 masuk UCL dengan kondisi sebelum pandemi. Keuangan iler hancur musim lalu, tp berhasil menjual pemain2 mahalnya dan mendapatkan selisih keuntungan yang cukup besar di musim ini (berhasil jualan pemain dengan total nilai sekitar 200jt an euro (data transfermarkt)).
Milan bisa dibilang baru berbenah keuangan semenjak dipegang elliot di musim 18-19, yg mana di musim tsb iler sudah masuk UCL. Dan milan kena hukuman dilarang bermain di liga eropa musim 19-20 akibat sanksi FFP, gr2 kebijakan transfer di era yonghongli yg jor2an gak jelas. Belum lagi di saat milan sibuk dengan perbaikan neraca keuangan, malah kena hantam pandemi. Otomatis pemasukan dari tiket stadion pun berkurang drastis. Tp dg kondisi tersebut pun milan masih bisa mengurangi kerugian hingga selisih sekitar 100jt euro dari musim sebelumnya, plus milan tidak punya hutang dengan sistem perbankan. Yes milan memang masih kurang dalam hal penjualan pemain, tp banyak faktor yg menyebabkan hal tsb.
Kalau dibandingkan sama rubentus ya lebih jauh lagi, karena rubentus sudah punya stadion sendiri dari tahun 2011, sudah lebih dulu settle dalam hal keuangan.
Ane yakin fans milan manapun ingin milan bangkit seperti dulu. Tetapi sepakbola jaman sekarang tidak bisa disamakan dengan era sepakbola di jaman keemasan milan terakhir. Ditambah lagi nilai jual liga italy yg sudah disalip jauh oleh liga2 lain.
Akhirul kalam, forza milan selawase.
Tambahan opini
Iler semenjak dipegang ama erick thohir dari november 2013, mereka mulai berbenah neraca keuangan. Iler mulai rutin masuk UCL semenjak musim 18-19, alias 3 musim lebih dulu daripada milan yg baru masuk UCL lagi musim ini (21-22). Mereka mulai bisa bergerak cukup leluasa di bursa transfer pun baru di musim 19-20, alias di musim ke 2 masuk UCL dengan kondisi sebelum pandemi. Keuangan iler hancur musim lalu, tp berhasil menjual pemain2 mahalnya dan mendapatkan selisih keuntungan yang cukup besar di musim ini (berhasil jualan pemain dengan total nilai sekitar 200jt an euro (data transfermarkt)).
Milan bisa dibilang baru berbenah keuangan semenjak dipegang elliot di musim 18-19, yg mana di musim tsb iler sudah masuk UCL. Dan milan kena hukuman dilarang bermain di liga eropa musim 19-20 akibat sanksi FFP, gr2 kebijakan transfer di era yonghongli yg jor2an gak jelas. Belum lagi di saat milan sibuk dengan perbaikan neraca keuangan, malah kena hantam pandemi. Otomatis pemasukan dari tiket stadion pun berkurang drastis. Tp dg kondisi tersebut pun milan masih bisa mengurangi kerugian hingga selisih sekitar 100jt euro dari musim sebelumnya, plus milan tidak punya hutang dengan sistem perbankan. Yes milan memang masih kurang dalam hal penjualan pemain, tp banyak faktor yg menyebabkan hal tsb.
Kalau dibandingkan sama rubentus ya lebih jauh lagi, karena rubentus sudah punya stadion sendiri dari tahun 2011, sudah lebih dulu settle dalam hal keuangan.
Ane yakin fans milan manapun ingin milan bangkit seperti dulu. Tetapi sepakbola jaman sekarang tidak bisa disamakan dengan era sepakbola di jaman keemasan milan terakhir. Ditambah lagi nilai jual liga italy yg sudah disalip jauh oleh liga2 lain.
Akhirul kalam, forza milan selawase.
Tambahan opini
Diubah oleh vierredee 01-02-2022 19:35
alepato1602 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tutup