- Beranda
- Stories from the Heart
WAYAH DALU
...
TS
finahdy
WAYAH DALU

Assalamualikum GanSis semua, Salam sejahtera untuk kita.
Kayaknya sudah lama bangeettt saya hiatus dari dunia per-kaskus-an ini, terlihat dari banyaknya debu-debu yang berada di channel hihihi 🤭
Kalian semua apakabar? Masih setia kah menunggu cerita dari saya??
Bismillah atas izin Allah saya berncana untuk menghidupkan kembali akun ini dengan mengupgrade thread WAYAH SURUPagar para GanSis tetap bisa membaca santai sembari mengambil sedikit pengajaran dari kisah-kisah ini.
Tanpa perlu berlama-lama lagi, saya akan membuat daftar isinya..
Quote:
Quote:
HAPPY READING SEMUANYAAAAAA...
INDEX :
1. PETAKA ISTRI MUDA (I)
2. PETAKA ISTRI MUDA (II)
3. PETAKA ISTRI MUDA (III)
4. PETAKA ISTRI MUDA (IV)
5. PETAKA ISTRI MUDA (V)
Diubah oleh finahdy 25-01-2022 13:24
bebyzha dan 22 lainnya memberi reputasi
23
6.9K
82
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
finahdy
#22
PETAKA ISTRI MUDA (III)

Dua hari kemudian...
Pak Fuad benar-benar dibawa kembali ke desaku setelah hampir tiga tahun tinggal bersama istri mudanya.
Jadi sebenarnya Pak Fuad sudah menikah siri dengan Bu leli sejak tahun 2007, dan Pak Fuad dulu sistemnya seminggu disini lalu seminggu disana (yaa kalian paham lah..). Lalu sejak tahun 2010 akhir, beliau lebih banyak menghabiskan waktu dirumah Bu leli karena urusan pekerjaan juga, jadi beliau hanya beerapa kali dalam setahun itu pulang ke rumah Bu Endang. Intinya kayak gitu lah..
Kalau ditanya soal pak Fuad ini adil atau enggak, menurutku belaiu cukup adil dalam masalah finansial (terbukti anak-anaknya selalu dapat barang yang baru saja rilis / hits saat itu). Tetapi entah kenapa istri mudanya sangat-sangat matrealistis dan selalu merasa kurang dalam segi harta yang diberikan oleh Pak Fuad, Padahal kata orang-orang rumah yang ditinggalinya bersama Pak Fuad lebih bagus daripada rumah Bu Endang dan juga mobilnya sangat banyak bahkan rumahku saja tidak cukup jika dibuat garasi sama beliau.
Ok kembali ke cerita....
Karena waktu itu bapak sedang mengurus pernikahan salah satu warga, maka ia tidak bisa ikut Pak lurah untuk menjemput Pak Fuad.
"nanti bilang sama bapakmu kalau suah selesai ngurus dokumen pernikahannya mas fauzi, suruh datang ke rumah saya" Ucap Pak Lurah saat bertemu denganku di toko kelontong milik Mbak Ana.
"enggeh, pak Lurah" jawabku enteng.
"sudah datang tah emange nggi?"[I} sahut Mbak Ana
(BTW kalau di daerahku itu Lurah biasa disebut dengan [I]'INGGI" , kalau Sekdes sebutannya "CARIK", kalau Bendes itu sebutannya "BAHU, lah kalau orang yang biasanya disuruh Pak Lurah buat ngasih kabar ke warga atau biasanya buat pergi ngurus sesuatu itu namanya "BAYAN" )
"sSudah, tadi dipapak sama anaknya. wes yo tak berangkat dulu" pak Lurah pun pergi dan aku masih tetap berada di toko itu karena belum selessai berbelanja.
"Lhaiyo rin, padahal di angan-angan bakalan enak kalau ikut sama istri mudanya, malah sekarang ludes semua trus ditinggalin". Ucap Mbak ana.
"Trus nanti biaya pengobatannya siapa yang nanggung ya mbak?" tanyaku sekdar basa-basi (padahal aku sudah tau)
"Yo anaknya yang sini, untung aja anaknya pinter uang dari bapaknya ditabung semua.. wesalah liaten nanti lak istri keduanya gak bakalan hidup enak setelah setahun kejadian ini" Kata mbak ana yang ucapannya hampir sama persis seperti ibuku.
Karena waktu itu aku malas banget untuk menanggapi kejadian ini, makannya aku putuskan utnuk menyudahi kegiatan belanjaku dan pulang kerumah.

Sekitar jam 8 malam..
Aku melihat bapak baru saja pulang dari masjid bersama dengan ibu.
"lah kok sek pulang? kerja bakti atau gimana tadi?" Tanyaku meledek.
"ada penyuluhan buat tahun baru hijriyah, loh lak gak dengerin bapak ngomong tadi sore kalau habis isya' jangan pulang dulu malah pulang" Jawab bapak agak sewot.
"Loh lah wong tadi loh aku sholat ndek langgar, gak ke masjid sama sekali" Jawabku.
"Lah kenapa gak ke masjid?" Tanya Bapak.
"tadi itu rencananya mau ke masjid, tapi gak jadi soalnya paas mau berangkat ada mas fauzi nanyain sampeyan sudah ke masjid apa belum? lah tak jawab kalau sampeyan sudah ada di masjid sejak tadi" ucapanku tiba-tiba terpotong karena mas fauzi datang ke rumah utnuk menanyakan berkas pernikahannya.
Percakapanku dengan bapak pun terhenti karena bapak harus memberikan penyuluhan yang kali ini diberikan kepada mas fauzi.
Aku kini berada di depan tv, sembari menunggu mas fadil yang biilang kalau dia mau membelikanku martabak di pasar.
Beberapa menit kemudian datnglah Mas Petra (anak Pak Fuad dengan Bu Endang)
"Assalamualaikum Pak mudin"
"Waalaikumsalam, eh Petra monggo masuk" Kata Bapak menyuruh mas Petra masuk.
Mas Petra terlihat masuk kedalam rumah.
"Ada apa, Pet?" tanya bapak.
"mbote nopo-nopo pak, ini anu cuma disuruh ibuk ngasih ini ke sampeyan. Katanya matur suwon sudah ngurusin urusan yang kemarin" Ucap mas petra sembari memberikan bingkisan.
"waduh-waduh, gak usah sampai begini.. ini yo wes tugasku karena bapakmu juga masih warga sini" Jawab bapak yang terlihat menolak pemberian dari mas petra.
Mas Fauzi yang terlihat sudah menyelesaikan urusannya dengan bapak memilih untuk pulang dan berpamitan.
Bapak mengizinkan mas fauzi pulang, lalu beliau mulai mengobrol dengan mas petra.
[I]"Bapakmu ndak papa tah?' tanya bapak yang sebenarnya khawatir dengan keadaan Pak Fauzi.
"Nggeh,, ndak papa kok orangnya pak. Tadi wes habis makannya, padahal kemarin-kemarin makan cuma habis 2 sendok saja'[/I} Jawab mas petra.
[I]"yowes tah kalau gitu Alhamdulillah, mungkin orangnya kemarin kepikiran sama masalah itu" Ucap bapak lega.
tiba-tiba ibu memutuskan untuk bergabung dengan percakapan itu.
"sampeyan kasih tau yang positif-positif aja pet, kasihan orangnya nanti kalau kepikiran malah tambah parah" sahut ibu yang lanagsung nimbrung.
"enggeh bu mudin, ibuku sampun bilang kalau dia sudah ikhlas yang penting bapak ndak di telantarkan. Tapi sak temennya, jujur aku ini aslinya masih agak mangkel sama bapak . Tapi ya mau gimana lagi, wong sudah terlanjur" Kata Mas Petra.
"westalah ndak papa, Insyaa Allah nanti dapat ganti yang lebih baik dari Gusti Allah" kata bapak mencoba menghibur mas petra.
"enggeh ,, Amiinnn.. nyuwonn dungone pak, semoga bapak ku lekas membaik nggeh pak mudin" Pinta mas petra.
"sampeyan juga jangan lupa berdoa, sholatnya lebih sregep, kalau bisa yang sunnah juga dijalankan kayak tahajjud, dhuha, hanis sholat kala bisa usahakan baca
surah Ar-ra'dhu trus minta sama Allah untuk mengampuni dosa bapak sampeyan, agar diangkat penyakitnya dan lekas diberi kesehatan. kulo mboten nggurui, tapi sampeyan harus percaya kalau doa dari keluarga sendiri apalagi anak kepada orangtuanya itu sangat mustajabah. jadi kalau bisa usahkan doa yang baik-baik nggeh". Bapakpun akhirnya kembali bersabda.
[I]"enggeh pak,, terimakasih atas sarannya. kulo nyuwon pamit takut ibuk repot" Mas Petra kemudian berpamitan.
Bapak berusaha mengembalikan buah tangan mas petra, tapi malah ditolak kemudian dia pulang.
Karena namanya rezeki tidak bisa ditolak, kami pun harus menerima pemberian itu.
----------------------BERSAMBUNG--------------------------------------
Diubah oleh finahdy 11-01-2022 19:29
bebyzha dan 13 lainnya memberi reputasi
14