Kaskus

Story

fthhnfAvatar border
TS
fthhnf
Roda Kehidupan
Roda Kehidupan


"Roda itu bernama kehidupan. Saat kita berada diatas kadang berputar sangat cepat, namun ketika kita berada dibawah roda itu terlalu lambat berputar kembali. Kamu tau kenapa? Karena kehidupan tak semudah mengayuh sepeda untuk tetap berjalan diatas aspal yang halus.​"

Sebelumnya mohon maaf dan mohon izin untuk memberanikan diri menuliskan sebuah catatan sederhana seorang lelaki yang hidup di sebuah kota kecil namun sangat nyaman, Magelang.

Gue nulis ini sebagai catatan dan memory gue untuk melukiskan tentang kehidupan yang seperti roda. Silahkan berpendapat cerita ini true story atau fiktif belaka, disini gue hanya menulis sebuah roda kehidupan.

Gue sadar tulisan gue masih acak-acakan. Mohon maaf jika terdapat banyak umpatan kasar dalam bahasa jawa dan beberapa pikiran liar yang terkandung dalam cerita. Semoga bisa disikapi secara bijak. Cerita ini dimulai tahun 2003 anggap aja tahun segitu gw berada di bangku SMA. Nama tokoh dan tempat instansi juga sengaja disamarkan atau gue ganti demi kebaikan kita semua.

Ah... kurasa cukup. Dan kamu akan tetap menjadi ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan...


© Uhuk.. Wis keren? Sip mas! Oke.


Index Cerita:

Part 1 Aku dan Kalian

Part 2 Kaliurang Sore Itu

Part 3 Bella Namanya

Part 4 PHK Massal

Part 5 Warung Baru Ibu

Part 6 Bapak Semangatku

Ketahuan Bini

Part 7 Kak Siska Kenapa?

Part 8 Hape Baru

Part 9 Pelukan Hangat Kak Siska

Part 10 Pelangi Di Sekar Langit

Part 11 Cemburu, Bell?

Part 12 Kasihan Bapak

Part 13 Minuman Cinta

Part 14 Pekerjaan Pertama

Part 15 Pulau Dewata

Part 16 Tersenyum Kembali

Part 17 Mumi Sekolah

Part 18 Desember Terbaik

Part 19 Happy New Year

Part 20 Gosip Fara

Part 21 Konser Jikustik

Part 22 Maaf, Nov

Part 23 Si Gundul

Part 24 Sebuah Takdir

Part 25 Must On

Part 26 Kejutan

Part 27 Thanks, Nov!

Part 28 Ujian Nasional

Part 29 Janji Bella

Part 30 Babak Baru Kehidupan

Part 31 Vita!

Part 32 Pacar Cadangan

Part 33 Suroboyo Rek!

Part 34 Semalam Bersama Bella
Diubah oleh fthhnf 01-04-2023 20:40
custinayulia645Avatar border
fhy544Avatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 33 lainnya memberi reputasi
32
23K
434
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
fthhnfAvatar border
TS
fthhnf
#156
Part 33 Suroboyo Rek!
Pertandingan bola voli malam ini berakhir dengan kemenangan tim musuh. Kali ini kami harus pulang dengan kepala tertunduk, eh tapi gk juga ding. Anak-anak tetap bercanda ria usai pertandingan.

Sambil istirahat disamping lapangan, kami ngobrol membahas apa saja yang terjadi sepanjang pertandingan sambil cengegesan. Bukannya evaluasi, kami malah bahas kejadian-kejadian konyol selama pertandingan.

"Dit..." Ucap seorang cewek datang menghampiriku.

"Eh Far..." Sapaku.

"Wah wah wah..."

"Ehm..."

"Wah iki..."

"Boyo beraksi ni!"

Celetuk anak-anak yg mengetahui Fara nyamperin aku di tengah gerombolan anak-anak.

"Iri bilang bos!" Seruku lalu aku berdiri mengajak Fara agak menjauh dari anak-anak. "Iya Far, gmn?" Tanyaku kemudian.

"Hehehe... Gk kenapa-kenapa Dit, cuma mau ngasih ini," ucap Fara lalu memberikan dua buah botol minuman berenergi merk kratingdaeng kepadaku.

"Wah makasih Far..."

"Hehe maaf cuma sisa dua dari sponsor..."

"Walah cukup Far, makasih ya..."

"Iya Dit, sama-sama. Eh kamu apa kabar?"

"Baik sih, kamu? Lama banget gk ketemu kita..."

"Hehe.. Baik juga. Emm... Kemarin-kemarin sibuk kuliah sama latian musik Dit..."

"Kirain udah lupa hahaha..."

"Mana mungkin, hehe..."

"...." Akupun hanya tersenyum gk tau mau balas ngomong apa. "Eh ini kamu panitianya? Kok kemarin gk keliatan?" Tanyaku mengalihkan obrolan.

"Iya, dimintai tolong buat jadi panitia, emm kemarin ngurusin yg lomba badminton Dit..."

"Owalah..."

"Yaudah ya Dit, aku ke sekretariat panitia dulu..." Ucap Fara.

"Iya Far, makasih ya kratingdaengnya..."

"Iya... Hati-hati pulangnya Dit!"

"Siap!"

Kamudian usai ngobrol bentar sama Fara, aku lantas kembali ke anak-anak buat pulang. "Ni cuk kratingdaeng!" Ucapku memberikan sebuah botol kratingdaeng kepada Gatot dan sebotol lagi aku minum sendiri.

"Oke cuk!"

"Wah buat campuran topi miring enak itu!" Seru Kipli yg otaknya udah gk waras aja.

"Wuasu percuma kita olahraha kalo lanjut minum!" Kata Angga yg otaknya tumben lagi waras.

Kamipun lantas pulang karena badan juga loyo semua rasanya. Aku diantar Gatot seperti biasa. Gatot juga nampak kelelahan karena dia juga jarang banget olahraga.

"Duluan yo cuk!" Kataku ke Gatot ketika sampai depan rumah.

"Eh cuk, Fara tadi nanyain aku gk?" Tanya Gatot penasaran.

"Iya, kan dia ngasih kratingdaeng juga ke kamu cuk!" Ucapku bohong. Gk enak aja rasanya sama Gatot, kayaknya setelah ketemu dan Gatot kenalan sama Fara di warung nasi goreng beberapa waktu yg lalu ni anak naksir sama Fara.

"Ah yg bener?" Tanya Gatot masih gk percaya.

"Ngeyel kowe ki cuk!"

"Wah bisa tak deketin nih berarti!" Ucapnya sumringah. Nah kan bener.

"Iya cuk tak bantu comblangin!"

"Hahaha oke! Yowis tak balik dulu cuk!" Ucapnya lalu nyelonong pergi gitu aja.

---

Waktu terus berputar, malam pun berganti malam. Beberapa hari ini badanku rasanya capek sekali. Aku semakin giat bekerja di pasar agar mendapatkan upah yg lebih banyak lagi biar bisa nengokin pacar tercinta di Surabaya. Namun sepertinya tetap masih kurang ongkosnya, ada-ada saja pengeluaranku akhir-akhir ini. Ntah itu pengen jajan makanan yg aneh-aneh, beli togel karena punya feeling bagus, ataupun hal-hal yg bermanfaat lain seperti patungan buat minum sama anak-anak, hahaha.

"Cuk, berapa ya ongkos ke Surabaya?" Tanyaku saat duduk santai di teras rumah Gatot.

"Berapa ya, kalo naik bis palingan 300rb cuk!" Jawab Gatot.

"Lumayan ya..."

"Ya lumayan sih, kowe mau ke pacarmu itu?"

"Iyo cuk! Kangen aku cuk!"

"Halah alay, mending buat pasang togel aja cuk duitmu daripada nyamperin pacarmu!"

"Matamu cuk!"

"Hahahaha..."

Malam ini aku main ketempat Gatot buat ngilangin kebosananku dirumah. Entah kenapa, walau Gatot minus otaknya gk ketulungan tapi dia adalah salah satu teman terdekatku.

"Cukup gk ya cuk 800rb buat sampe sana?" Tanyaku ke Gatot karena aku hanya pegang uang segitu.

"Sik-sik," ucap Gatot lalu kayak mikir. "Transport palingan 300rb pp, terus makan, rokok, belum kalo kalian mau kemana disana. Wah gk cukup cuk!" Jelasnya.

"Iya ya.."

"Kowe mau nginep dimana emang rencananya?"

"Nah itu juga cuk, aku juga bingung! Gk mungkin aku nginep di rumah Bella!" Terangku.

"Yowis bawa ke hotel aja cuk! Uhh mantep cuk pasti!" Saran Gatot sambil membayangkan sesuatu.

"Asu! Otakmu!"

Benar juga tapi kata Gatot, mau nginep dimana ya? Gk mungkin kalo dirumah Bella. Kalo nginep di hotel nambah biaya lagi. Njirr sialan kere banget aku.

"Cuk pinjem 700 atau 500 dong cuk, tak balikin bulan depannya... Yo cuk yo.." Ucapku ke Gatot. Siapa tau dia mau minjemi dengan duit hasil judinya.

"Wah asu kowe gk modal cuk jadi cowok!"

"Hehehe darurat cuk ini! Ayolah cuk tolongin, demi kelangsungan hidup anak muda ini..." Rengekku ke Gatot agar mau minjemi duitnya.

"Ah asu!!" Umpat Gatot tapi kayaknya dia mau minjemi, hahaha.

"Ayolah cuk..."

"Balikin bulan depan tapi! Pie?"

"Iya cuk! Hahaha..." Ucapku lalu tertawa penuh kemenangan.

"Satu lagi. Janji lho kowe comblangin aku sama Fara!" Kata Gatot kemudian.

"Walah beres cuk!"

"Nih!" Ucap Gatot lalu memberikan uang seratus ribuan tujuh lembar kepadaku.

"Wah makasih cuk, kowe memang temen paling pengertian, hahaha...."

"Asu!" Umpatnya karena kayak gk ikhlas minjemi aku duit, hahaha.

Usai menerima uang dari Gatot, akupun langsung pulang buat telpon Bella memastikan kalo jumat ini aku jadi menemuinya. Sementara itu Gatot ngoceh melulu karena setelah dapat duit aku langsung cabut dari rumahnya.

----

Jumat sore gerimis di Kota Magelang..

"Hati-hati Dit, jangan aneh-aneh disana!" Ucap Ibu ketika aku pamit mau berangkat ke terminal.

"Nggih Buk..."

Hari ini aku berangkat menuju Surabaya menggunakan Bus dari terminal Magelang. Dengan modal uang pinjaman Gatot dan uang yg aku punya, aku nekat pergi ke Surabaya karena rasa rindu ini sudah tak terbendung. Suasana terminal nampak ramai sore ini. Bus yg keluar masuk terminal juga turut membuat hiruk pikuk kondisi terminal. Aku pun berjalan menuju bus jurusan Surabaya yg berada di salah satu sudut terminal, kemudian aku langsung naik untuk memilih kursi yg nyaman mumpung belum banyak penumpang yg naik kedalam bus juga.

Beberapa saat menunggu, sang sopir akhirnya naik kedalam bus dan secara perlahan mulai menjalankan bus ini meninggalkan terminal.

"Bella aku dataaaaang..." Batinku ketika bus mulai melaju dengan kecepatan penuh dan sang kondektur pun mulai berjalan ke kursi penumpang satu-persatu.

Setelah berhenti cukup lama di termimal Jogja dan Solo, bus yg aku tumpangi ini berhenti di lagi Ngawi. Namun kali ini untuk makan malam sebelum melanjutkan kembali perjalanan. Akupun tak menyianyiakan kesempatan tersebut untuk merokok karena asem banget mulut dartidadi gk menghirup tembakau. Usai menyempatkan beberapa isapan, aku masuk ke dalam rastaurant untuk menikmati menu makan malam yg disediakan oleh PO bus tersebut.

"Mau ke Surabaya Pak..." Kataku menjawab pertanyaan salah satu penumpang di dalam restaurant yg aku jumpai. "Mari Pak makan..." Ucapku ramah lalu akupun menyantap habis masakan rawon khas Jawa Timur ini.

Usai makan, aku sms Bella sekedar kasih kabar kalo aku sampai Ngawi.

To: Bella Sayang
Bell.... Aku udah sampai ngawi.
Ini lagi makan malam.

From: Bella Sayang
Wah enak tuh!
Iya, hati2 ya sayang..


Setelah itu aku cepat-cepat kembali kedalam bus karena takut kalo ketinggalan.

Selama perjalanan menuju Surabaya, tak henti-hentinya aku membayangkan wajah cantik Bella. Beberapa bulan tak bertemu apa dia makin cantik ya.. Ah daripada penasaran mending tidur aja deh. Lalu akupun tertidur di dalam bus yg cukup nyaman ini. Beberapa saat tertidur, terdengar sebuah lagu yg sangat familiar ditelinga.

"Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan.."

"Rek ayo rek rame rame bebarengan.."

"Cak ayo cak sopo gelem melu aku.."

"Cak ayo cak golek kenalan cah ayu…"


Kulihat jam di tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 05.30. Kemudian kupandangi jalanan sekitar, terlihat beberapa gedung besar berjejer gagah menghiasi jalanan. Lalu kulihat sang pengamen yg menyanyikan lagu "Rek Ayo Rek"tersebut datang mendekatiku sambil menyodorkan plastik permen relaxa untuk meminta uang kepadaku. "Suwun Cak!" Ucap sang pengamen tersebut kedapaku setelah ku beri beberapa uang receh kedalam plastik tersebut.

Tak lama kemudian bus mulai masuk kawasan Terminal Bungur Surabaya. Terminal yg sangat besar dengan segala kesibukan orang-orang di dalamya. Akupun mulai turun dari bus dan mengamati keadaan sekitar.

"Ojek cak..." Kata seseorang yg menawarkan jasa tukang ojek kepadaku.

"Enggak maturnuwun..." Jawabku halus menolaknya.

Kemudian aku mencari sebuah warung kopi untuk istirahat sebentar dan ngabarin Bella kalo aku sudah sampai Terminal Bungur Surabaya. Dengan sedikit tanya-tanya letak warung kopi, akhirnya kutemukan juga warung kopi yg terlihat cukup ramai.

"Cak siji kopine.." Ucapku memesan kopi dengan logat jawa timur, hahaha.

Kemudian tak lama setelah itu segelas kopi panas pun terlihat menggoda untuk dinikmati. Sebelum menikmati kopi tersebut kurogoh hape yg ada di saku celana dan menelepon Bella.

"Tuuut... Tuutt... Tuuuutt..."

"Halo Dit.. udah sampe bungur?" Tanya Bella ketika mengangkat teleponku.

"Udah Bell.. ini baru aja turun dari bis!"

"Terus sekarang dimana?"

"Ini lagi ngopi Bell sama istirahat bentar..."

"Yaudah istirahat dulu Dit..."

"Iya.. Eh Bell ini aku terus naik apa? Aku kok bingung ya..." Tanyaku ke Bella karena kata Bella lokasi rumahnya cukup jauh dari terminal. Daripada kasihan Bella jemput segala, aku menyuruhnya nungguin di sekitar rumahnya. Bella nurut-nurut aja, dan sekarang aku yg bingung sendiri di terminal yg besar ini.

"Nah kan, kemarin mau aku jemput gk boleh, sekarang bingung sendiri..."

"Hehehe..."

"Hmm.. Naik taksi aja Dit, praktis!" Saran Bella.

"Okedeh Bell..."

"Jangan lupa bilang mau ke Taman Bungkul. Kalo udah sampe langsung telpon aku lagi!" Jelas Bella kepadaku.

"Siap Bell!"

Kemudian setelah menghabiskan segelas kopi dan sebatang rokok, aku mulai berjalan mencari taksi seperi saran Bella. Namun setelah dipikir-pikir, ongkos taksi pasti mahal. Akhirnya aku mencari pos ojek agar bisa lebih ngirit, hehe. Tak susah menemukan tukang ojek di terminal ini, baru aja berjalan berapa langkah udah banyak tukang ojek bersliweran menawarkan jasanya.

"Pak, ke Taman bungkul berapa?" Ucapku ke salah satu tukang ojek.

"30rb aja mas..."

"Walah, 20rb yo mas..." Tawarku.

"Yowis gak lapo-lapo cak, budal!" Ucap tukang ojek itu dengan logat Suroboyonan.

Akupun jalan menuju Taman Bungkul seperti petunjuk Bella tadi. Diperjalanan kulihat gedung-gedung besar berjejer gagah di sekitar jalanan kota ini. Tukang ojek itupun berjalan cukup santai yg membuat aku bisa menikmati suasana. Sekitar setengah jam perjalanan, sampailah aku di sebuah taman yg cukup asri dengan berbagai tanaman yg menghiasi. Usai membayar tukang ojek itu, langsung kutelepon Bella.

"Bell udah sampe nih.." Kataku dalam telepon.

"Eh kok cepet banget Dit? Gk macet ya?"

"Enggak tuh!"

"Yaudah oke bentar ya, aku kesitu..."

"Oke!"

Sambil menunggu Bella datang, aku duduk di sebuah kursi taman yg ada di tempat ini. Lalu kusulut rokok untuk menenani pagiku di Surabaya. Sekitar duapuluh menit menunggu, terlihat seorang cewek berjalan santai ke arah aku duduk. Rambutnya yg diikat dan senyuman manis yg ia beri dari kejauhan membuat hati ini berbunga-bunga.

"Welcome to Surabaya, sayang..." Ucap Bella masih dengan logat khas darinya.

"Kirain mau dipeluk Bell..." Ucapku membalas sambutan Bella.

"Hahaha... Sini mana oleh-olehnya!" Kata Bella tiba-tiba minta oleh-oleh.

"Hahaha... Hati nih oleh-olehnya," ucapku lalu Bella pun tersipu.

"Ah so sweet..." Ucapnya manja lalu Bella malah duduk dikursi taman ini.

"Lhah kok malah duduk Bell!"

"Bentar, capek aku jalan dari sana tuh!" Ucap Bella menunjuk motor yg ia parkirkan di pojok taman.

"Jauh amat Bell..."

"Makannya duduk bentar Dit..."

"Iya Bell..."

"Terus jadinya kamu mau nginep dimana ini?" Tanya Bella memastikan nginep dimana karena aku nolak kalo nginep dirumahnya. Gk enak aja rasanya sama orang tuanya.

"Di hotel deket-deket sini aja Bell..."

"Tuh disana ada hotel!" Ucap Bella sambil nunjuk hotel yg gede banget.

"Ya gk hotel yg kayak gitu juga Bella sayaaang..."

"Hahaha..."

"Ada kan Bell?"

"Iya-iya... Ada ntar gampang Dit..." Jawab Bella kemudian.

Kemudian usai duduk dan ngobrol bentar, kami jalan menuju motor Bella yg ternyata cuma diparkirin didekat kami duduk. Dasar Bella. Akupun langsung mengambil alih kemudi dan fokus berkendara karena belum menguasai medan jalanan yg padat, sementara Bella memelukku erat dari boncengan belakang.

"Nah parkir disitu Dit!" Ucap Bella ketika kami sampai di sebuah hotel yg lumayan bagus. Usai memarkir motor, aku pun jalan disamping Bella menuju resepsionis hotel ini.

"Selamat Pagi, Selamat datang di Hotel Penak Turu..." Ucap petugas hotel dengan ramah.

"Pagi juga Mbak..." Jawabku singkat.

"Ada yg bisa kami bantu?"

"Mau pesen kamar Mbak..."

"Silahkan, hotel kami menyediakan kamar dengan fasilitas ini..." Balas sang resepsionis dengan menunjukkan semacam brosur. Aku dan Bella pun dengan seksama memperhatikan mbak-mbak ini karena ngomongnya cepet banget.

Akhirnya setelah menimbang dan memperhitungkan baik buruk kamar yg mau ditempati, aku memilih kamar standar dengan kasur yg gede, siapa tau Bella khilaf pengen nginep juga disini, hehe. Tak lama setelah itu, kamipun diantar ke kamar yg aku pesan oleh bellboy hotel ini.

"Wah bagus ya kamarnya," ucap Bella yg langsung terjun bebas diatas kasur. "Wuih empuk lagi..." Sambung Bella kemudian.

"Dasar deso!" Ucapku ke Bella.

"Yeee desoan kamu lah, berani-beraninya ngatain orang Surabaya deso!" Sanggah Bella lalu malah semakin asik rebahan. Dasar Bella. Yg capek siapa, yg tidur siapa. "Mandi aja dulu sana Dit! Habis ini kita jalan-jalan..." Ajak Bella mulai semangat.

"Istirahat bentar lah, Bell... Capek tau!" Protesku.

"Iyadeh.. Agak sorean aja ya kalo gitu..."

Kemudian akupun mandi agar badan kembali segar. Kulihat Bella masih rebahan dan asyik menonton tv. Wajahnya tak ada perubahan, ia tetap cantik seperti sebelumnya. Hanya yg berbeda rambutnya nampak semakin halus dan lurus.

Badanpun terasa segar setelah aku mandi, lalu Bella mengajakku keluar untuk mencari makan di sekitaran hotel. Kami jalan kaki sambil sesekali bercanda mesra di trotoar.

"Nih ini enak Dit, namanya lontong balap!" Ucap Bella ketika kami sampai disebuah warung makan.

"Aneh banget namanya Bell?"

"Iya, jadi dulu itu orang-orang sini seneng balapan sambil makan lontong Dit..." Kata Bella menjelaskan sejarah lontong balap.

"Ada-ada aja kamu..."

"Yee dibilangin!" Seru Bella ngeyel dengan teori sejarah lontong balap versinya. Dasar Bella, masih aja konslet.

Lama antre menunggu hidangan datang, akupun menyalakan rokok andalanku.

"Malah ngerokok!" Protes Bella.

"Asem Bell, dari kemarin gk ngerokok aku!" Kataku berasalan.

"Hmm..."

"Hehe..."

"Sini mana pinjem hapemu!" Seru Bella tiba-tiba.

"Buat apa Bell?"

"Sidak hape!" Ucap Bella singkat.

"Ada-ada aja Bell, gk ada apa-apanya sayang..."

"Ya sini pinjem..."

"Iya Bell..." Kataku lalu menyerahkan hapeku ke Bella. Untung sms yg rada mencurigakan selalu aku hapus.

"Ini siapa Dit? Kok dinamain Linda ndeso?" Selidik Bella mulai ngecek isi buku telepon.

"Temen sekampung Bell.." Jawabku tenang karena tidak ada hal yg mencurigakan di hapeku, hehehe.

"Yayaya..."

"...."

"Vita-vita ini siapa?" Selidik Bella lagi sambil fokus mengamati hapeku.

"Oh itu temen sekolah Bell, itu lho yg kita ketemu pas konser jikustik dulu itu..."

"Kok sering teleponan kalian?" Cerca Bella.

"Oh, dia tanya-tanya harga sembako di pasar Bell, mau buka warung juga Ibunya." Jawabku beralasan. Sial lupa aku hapus riwayat panggilan.

"Yg bener?"

"Serius Bell..."

"Terus ini siapa? Siska?"

"Oh itu kakak kelasku Bell..." Duh kok ada Siska segala ya.

"Kamu sering telepon dia?" Tanya Bella. Sial, aku yakin Bella sedang ngecek panggilan keluar.

"Enggak Bella, nomornya aja gk aktiv gitu... Dulu sempet mau telpon buat tanya alamat, ada pesanan di toko kerjaku Bell, mau ngirim barang ke daerah rumahnya." Kataku berasalan selogis mungkin.

"Bener?"

"Bener sayaaaang..." Kataku meyakinkan Bella setenang mungkin, padahal rasanya deg-degan banget saat Bella terlihat serius mengecek isi hapeku.

"Kamu masih kontak-kontakan sama si Novi itu Dit?" Tanya Bella. Aku yakin ia sekarang ngecek inbox karena kemarin Novi sms tanya lagi dimana.

"Masih lah! Sohib itu Bell.."

"Yayaya... Salamin ya buat dia..." Kata Bella gk curiga apa-apa tentang Novi. "Nih, gk menarik isinya!" Ucap Bella lalu mengembalikan hape milikku.

"Aman kan Bell?"

"Hmm masih aman... Awas tapi kalo macem-macem!" Ancam Bella dengan tatapan sadisnya.

"Iya Bellaaaa..."

Tak lama kemudian datanglah dua porsi lontong balap lengkap dengan estehnya. Akupun menyantap habis makanan Khas dari Surbaya ini dengan lahap.

"Enak kan Dit?"

"Enak Bell..."

"Habis ini buat lari Dit, kenceng pasti!"

"Masa?"

"Coba aja!"

"Serah kamu lah Bell..."

Usai menyantap habis, Bella membayar makanan itu lalu kamipun kembali jalan menuju hotel.

"Dit aku pulang dulu bentar ya, buat mandi sama ganti baju. Nanti aku jemput kamu rada sorean, gk usah dikunci kalo kamu tidur. Susah nanti..."

"Iyadeh Bell..."

"Yaudah aku balik dulu ya..." Kata Bella lalu berjalan menuju tempat parkir.

---

"Woii bangun dasar kebo!" Seru Bella yg tiba-tiba udah berada di sampingku.

"Apaan sih Bell!" Seruku lalu kupeluk Bella di atas kasur.

"Ihh malah peluk-peluk!" Ucap Bella nolak tapi gk ada perlawanan buat nglepasin pelukanku. Duh moment itu.

"Bentar-bentar lima menit!"

"Buruan ih mandi sana!"

"Kan tadi udah mandi Bell..." Ucapku lemes dengan mata yg masih merem.

"Jorok! Buruan bangun!" Ucap Bella lalu mukaku ditimpa bantal olehnya. Dasar Bella.

Setelah itu aku pun bergegas mandi dan siap untuk pergi jalan-jalan. Kali ini Bella ngajakin nonton karena kami belum pernah nonton bioskop bareng selama di Magelang. "Yuk Bell.." Ajakku lalu kami berjalan menuju motor Bella di parkiran hotel dan jalan menuju bioskop yg lokasinya berada didalam Mall.

Beberapa saat kemudian sampailah kami disebuah Mall yg cukup besar. Kami pun berjalan menuju bioskop yg berada di dalam mall itu. Tapi yg namanya cewek kalo liat baju matanya pasti jelalatan. Kamipun mampir dulu ke salah satu outlet baju walaupun tujuannya udah jelas, gedung bioskop. Wah kayaknya bakal ngode-ngode minta dibeliin baju nih anak. Gk papa deh, itung-itung kado.

"Dit ini bagus ya? Tanya Bella ketika memilih baju yg dipajang.

"Bagus Bell..."

"Kalo ini?"

"Bagus.."

"Ini gimana?"

"Bagus kok.."

"Kok bagus semua sih!" Protes Bella.

"Ya orang bagus beneran!"

"Ya kasih alasan kenapa bagus gitu.." Ucap Bella.

"Iya Bell.. Kamu mau yg mana, ambil deh aku bellin!" Ucapku.

"Ah gk ah Dit, gk ada yg bagus!" Ucap Bella plin plan.

"Serius Bell, ambil aja..." Kataku mantap karena aku udah lihat harga-harganya masih masuk akal, hehe.

"Bener?" Tanya Bella memastikan.

"Iya Bellaaaa..."

"Asikk.. Yaudah aku ambil yg itu ya Dit..." Ucap Bella sumringah lalu mengambil baju yg ia pilih pertama tadi.

Usai membayar baju Bella, kamipun melanjutkan jalan ke gedung bioskop. Bella makin manja jalannya nyender-nyender dibadanku setelah aku beliin baju. Dasar Bella.

Sesampainya di gedung bioskop, Bella terlihat bingung mau nonton film apa karena cukup banyak pilihan. Disini Bella juga keluar lagi konsletnya. Ia ngotot pengen nonton film "Sumanto" yg lagi viral. Dasar aneh selera film Bella.

"Aduh Bell.. kenapa sumanto? Nonton Virgin aja Bell!" Ajakku karena mau liat Laudya Cintya Bella yg lagi viral juga selain film aneh Sumanto.

"Itu tu film porno Dit.." Kata Bella.

"Enggak Bell, bagus itu filmnya!"

Akhirnya setelah perdebatan yg cukup rumit kami akhirnya memutuskan nonton film Virgin.

"Nah yuk masuk!" Ajakku menggandeng tangan Bella setelah mendapatkan dua karcis ditanganku.
Diubah oleh fthhnf 23-12-2021 19:22
njek.leh
delia.adel
fhy544
fhy544 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.