- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#185
Chapter 121
Quote:
Berkat arahan dari Dr. Geere, ia bersama pasukan yang dipimpin oleh sang wakil komandan bergegas menuju kediamannya. Di perjalanan sebuah harapan muncul dan juga ketakutan, sebuah telepon yang diangkat sudah cukup membuat Dr. Geere khawatir terhadap kesalamatan keluarganya. Seekor kumbang mutant yang sangat berbahaya berada dirumahnya, satu gigitan saja dapat membawa bala bencana, tidak hanya untuk keluarganya, tetapi untuk lingkungan sekitarnya.
Mobil yang dibawa melaju sangat kencang, di tengah cuaca panas dengan matahari yang menyayat kulit. Medan peperangan yang panas membawa anginnya ke daerah netral, tempat orang-orang biasa hidup dengan damai dan aman. Dari kejauhan rumah sudah terlihat, Dr. Geere duduk di kursi depan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari sana, bahkan rumahnya saja gelap, membuat perasaannya semakin tidak karuan.
Mobil berhenti, tetapi Dr. Geere sudah tidak sabar, ia membanting pintu dengan keras dan segera berlari, sayangnya pagarnya terkunci. Sudah menjadi hal umum jika di lingkungan ini setiap rumah dipasangi pagar, agar para penjahat yang memanfaatkan keadaan perang tidak leluasa membobol rumah orang lain.
“Sial!” Dr. Geere menggoyangkan pagarnya dengan keras, ukurannya tidak terlalu tinggi namun tuk seukuran ilmuwan yang tidak atletis ini sangat kesulitan untuk melompatinya.
“Ada apa?” tanya sang wakil yang mobilnya baru tiba.
“Tidak ada jawaban dari dalam,” ucap Dr. Geere panik.
Seseorang wanita muda membawa anak kecil disampingnya terlihat dari kejauhan, mereka terlihat berlari karena melihat kerumunan tentara berada di depan rumah. Setelah dekat barulah Dr. Geere menyadari bahwa wanita muda itu adalah istrinya serta putrinya yang lucu. Melihat kedua orang yang paling dicintainya dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun.
“Sayang, apa yang---,” belum sempat menyelesaikannya, Dr. Geere menghampiri dengan pelukan yang sangat erat, tidak serta ia mengajak putrinya untuk bergabung.
“Syukurlah…aku benar-benar bersyukur,” tidak terasa air matanya mengalir, yang semakin membingungkan isri dan juga anaknya.
“Eh, apa yang terjadi?” prajurit lainnya hanya bisa melihat, kerinduan mereka akan keluarga seakan muncul kembali.
Dr. Geere menjelaskan ketika mereka berada di dalam rumah, kumbang yang ditemukan oleh putrinya adalah serangga yang berbahaya karena sudah bermutasi secara genetic. Ia menjelaskannya secara sederhana bahwa kumbang itu membawa penyakit yang berbahaya. Dan pihaknya ingin membawanya untuk diteliti, sebelum munculnya korban.
Sang wakil pun harus berpura-pura mengikuti skenario yang dibuat oleh ilmuwan andalannya itu. Bukan hanya keluarga Dr. Geere, keluarga ilmuwan lainnya pun memberikan skenario yang sama. Semua demi kebaikan dengan membuat obat-obatan bagi korban perang. Padahal tujuan utamanya adalah membuat senjata biologi untuk menguntungkan pihaknya saja.
Serangga kumbang yang membahayakan tersebut dikurung memakai jeruji besi berukuran kecil dengan dilapisi kaca bening disekelilingnya. Sejauh ini tidak ada tindakan yang membahayakan dari serangga tersebut, hingga akhirnya dapat dipindahkan secara aman ke dalam lab. Semua orang sudah menunggu tindakan Dr. Geere selanjutnya, namun dirinya hanya terdiam sambil memandangi kumbang besar itu.
“Ada apa?” tanya rekan ilmuwannya.
“Hm, tidak….,” ucapnya pelan.
Hingga beberapa waktu kemudian, datang sang wakil ke dalam lab. Tidak ada info lanjutan membuatnya datang sendiri menemui Dr. Geere. Ucapannya sambil mencengkram lehernya itu masih belum bisa dimaafkannya, apalagi sekarang ilmuwannya itu hanya diam tidak melakukan apa-apa.
“Aku melihatnya, ketika bagian tubuh prajurit yang dijadikan uji coba melakukan penyembuhan dirinya sendiri. Bagian tubuhnya yang hancur dibuatnya kembali, jika aku tidak membunuh kumbang besar yang ada di dalam tubuhnya. Mungkin kita semua sudah mati,” ucapnya pada wakil komandan.
“Apa tujuanmu mengatakan semua ini padaku?”
“Aku berniat memakainya kepada komandan…,” sontak sang wakil pun terkejut.
Walaupun kelihatan seperti itu, tetapi sang wakil tidak keberatan dengan ide dari Dr. Geere. Ia bahkan menyatakan bahwa harusnya komandanlah yang dijadikan bahan uji coba, karena ia sudah ditetapkan menjadi penanggung jawab proyek ini dari paduka komandan tertinggi. Ucapan yang sedikit aneh dari seorang loyalis kepada atasannya tersebut.
“Baiklah, aku tidak akan mengganggumu.” wakil komandan izin pergi dari ruangan.
Berkaca dari uji coba sebelumnya yang dilakukan Dr. Geere pada sampel darah kumbang raksasa, serum, serta darah dari mayat prajurit. Serum yang berisi ratusan bahkan ribuan kumbang parasit akan bereaksi ketika bertemu dengan darah, yang anehnya darah dari mayat tidak ditemukan parasit itu yang artinya ketika indukan yang berarti kumbang raksasa yang menempel di jantung mati atau terlepas, maka parasit yang dihasilkannya pun ikut mati.
Sedangkan serum dihasilkan melalui kumbang yang telah terkena radiasi, tentu saja parasit yang ada didalamnya tidak akan musnah sebelum indukannya mati.
“Sudah sejauh ini, aku tidak bisa mundur lagi. kan kuselesaikan ini, pulang ke rumah, lalu pergi meninggalkan negara ini,” ucapnya penuh ambisi.
Dr. Geere lalu keluar dengan membawa kotak berisi kumbang hitam itu, langkahnya mantap menuju ruangan sang komandan. Ia meminta sang wakil menyiapkan pasukan beserta senjata lengkapnya. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka mereka semua dapat mengeksekusi komandan di tempat. Tidak ada keraguanpun dari sang wakil, ia meminta pasukannya bersiap.
Semuanya berkumpul, memegang senjata yang diarahkan kepada komandan. Sementara Dr. Geere menggunakan sarung tangan untuk menjaga dirinya dari gigitan.
“Baiklah…,” ia melihat sang wakil, anggukan darinya merupakan tanda persetujuan.
Secara perlahan, tangannya masuk ke dalam kotak. Diambilnya kumbang itu dengan sangat hati-hati. Tujuan utamanya adalah untuk memasukannya ke dalam tubuh sang komandan, tepatnya ke bagian jantung. Tubuh komandan dipenuhi oleh perban yang menutupi luka bakarnya akibat terkena ledakan dari senjatanya sendiri. Tangannya sudah berada di atas, lalu dengan cepat menusuk tepat di jantung komandan.
“Bersiap!” perintah wakil komandan.
Dr. Geere dengan cepat melepaskan tangannya, ia merasakan betul bahwa kumbang itu langsung bergerak secara gila. Ia mundur beberapa langkah, sambil melepaskan sarung tangannya yang berlumuran darah. Tidak menyangka bahwa tubuh komandan bisa serapuh itu, mungkin karena kulitnya yang hancur dan terkelupas parah sehingga hanya menyisakan daging saja yang mudah ditembus.
Tubuh komandan berontak dan bergerak hebat naik turun seperti orang kejang-kejang. Sementara alat yang menempel pun menunjukan reaksi yang aneh, semua statusnya naik.
“ARGH!!” mata komandan terbuka, dirinya berteriak, dan perban yang menutupi tubuhnya mulai longgar hingga lepas.
Semua orang takjub dengan apa yang terjadi, tubuh komandan perlahan mulai pulih. Lukanya menutup, kulitnya kembali tumbuh. Terjadi ledakan kecil saat alat kesehatan yang menempel tidak kuat lagi menahan beban kekuatan dari tubuh komandan, begitu pun dengan listrik yang ada di ruangan itu, semuanya mendadak korslet dan mati. Menjadikan ruangan menjadi gelap gulita, dan teriakan komandan terhenti.
Tidak ada yang berani mengeceknya, hingga Dr. Geere berjalan mendekati. Warna putih dari perban cukup menyilaukan di tempat gelap seperti ini. Lalu tangannya mulai merabah tubuh bagian atas sang komandan, semuanya sudah kembali normal layaknya seorang manusia biasa. Dan ketika dadanya disentuh, bentuknya sedikit menonjol karena kumbang tadi sudah membesar dan mendiami jantung komandan. Berdetak menandakan adanya kehidupan, eksperimen berhasil tuk sementara ini. Tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan komandan dalam keadaan baik meskipun belum sadarkan diri.
Mobil yang dibawa melaju sangat kencang, di tengah cuaca panas dengan matahari yang menyayat kulit. Medan peperangan yang panas membawa anginnya ke daerah netral, tempat orang-orang biasa hidup dengan damai dan aman. Dari kejauhan rumah sudah terlihat, Dr. Geere duduk di kursi depan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari sana, bahkan rumahnya saja gelap, membuat perasaannya semakin tidak karuan.
Mobil berhenti, tetapi Dr. Geere sudah tidak sabar, ia membanting pintu dengan keras dan segera berlari, sayangnya pagarnya terkunci. Sudah menjadi hal umum jika di lingkungan ini setiap rumah dipasangi pagar, agar para penjahat yang memanfaatkan keadaan perang tidak leluasa membobol rumah orang lain.
“Sial!” Dr. Geere menggoyangkan pagarnya dengan keras, ukurannya tidak terlalu tinggi namun tuk seukuran ilmuwan yang tidak atletis ini sangat kesulitan untuk melompatinya.
“Ada apa?” tanya sang wakil yang mobilnya baru tiba.
“Tidak ada jawaban dari dalam,” ucap Dr. Geere panik.
Seseorang wanita muda membawa anak kecil disampingnya terlihat dari kejauhan, mereka terlihat berlari karena melihat kerumunan tentara berada di depan rumah. Setelah dekat barulah Dr. Geere menyadari bahwa wanita muda itu adalah istrinya serta putrinya yang lucu. Melihat kedua orang yang paling dicintainya dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun.
“Sayang, apa yang---,” belum sempat menyelesaikannya, Dr. Geere menghampiri dengan pelukan yang sangat erat, tidak serta ia mengajak putrinya untuk bergabung.
“Syukurlah…aku benar-benar bersyukur,” tidak terasa air matanya mengalir, yang semakin membingungkan isri dan juga anaknya.
“Eh, apa yang terjadi?” prajurit lainnya hanya bisa melihat, kerinduan mereka akan keluarga seakan muncul kembali.
Dr. Geere menjelaskan ketika mereka berada di dalam rumah, kumbang yang ditemukan oleh putrinya adalah serangga yang berbahaya karena sudah bermutasi secara genetic. Ia menjelaskannya secara sederhana bahwa kumbang itu membawa penyakit yang berbahaya. Dan pihaknya ingin membawanya untuk diteliti, sebelum munculnya korban.
Sang wakil pun harus berpura-pura mengikuti skenario yang dibuat oleh ilmuwan andalannya itu. Bukan hanya keluarga Dr. Geere, keluarga ilmuwan lainnya pun memberikan skenario yang sama. Semua demi kebaikan dengan membuat obat-obatan bagi korban perang. Padahal tujuan utamanya adalah membuat senjata biologi untuk menguntungkan pihaknya saja.
Serangga kumbang yang membahayakan tersebut dikurung memakai jeruji besi berukuran kecil dengan dilapisi kaca bening disekelilingnya. Sejauh ini tidak ada tindakan yang membahayakan dari serangga tersebut, hingga akhirnya dapat dipindahkan secara aman ke dalam lab. Semua orang sudah menunggu tindakan Dr. Geere selanjutnya, namun dirinya hanya terdiam sambil memandangi kumbang besar itu.
“Ada apa?” tanya rekan ilmuwannya.
“Hm, tidak….,” ucapnya pelan.
Hingga beberapa waktu kemudian, datang sang wakil ke dalam lab. Tidak ada info lanjutan membuatnya datang sendiri menemui Dr. Geere. Ucapannya sambil mencengkram lehernya itu masih belum bisa dimaafkannya, apalagi sekarang ilmuwannya itu hanya diam tidak melakukan apa-apa.
“Aku melihatnya, ketika bagian tubuh prajurit yang dijadikan uji coba melakukan penyembuhan dirinya sendiri. Bagian tubuhnya yang hancur dibuatnya kembali, jika aku tidak membunuh kumbang besar yang ada di dalam tubuhnya. Mungkin kita semua sudah mati,” ucapnya pada wakil komandan.
“Apa tujuanmu mengatakan semua ini padaku?”
“Aku berniat memakainya kepada komandan…,” sontak sang wakil pun terkejut.
Walaupun kelihatan seperti itu, tetapi sang wakil tidak keberatan dengan ide dari Dr. Geere. Ia bahkan menyatakan bahwa harusnya komandanlah yang dijadikan bahan uji coba, karena ia sudah ditetapkan menjadi penanggung jawab proyek ini dari paduka komandan tertinggi. Ucapan yang sedikit aneh dari seorang loyalis kepada atasannya tersebut.
“Baiklah, aku tidak akan mengganggumu.” wakil komandan izin pergi dari ruangan.
Berkaca dari uji coba sebelumnya yang dilakukan Dr. Geere pada sampel darah kumbang raksasa, serum, serta darah dari mayat prajurit. Serum yang berisi ratusan bahkan ribuan kumbang parasit akan bereaksi ketika bertemu dengan darah, yang anehnya darah dari mayat tidak ditemukan parasit itu yang artinya ketika indukan yang berarti kumbang raksasa yang menempel di jantung mati atau terlepas, maka parasit yang dihasilkannya pun ikut mati.
Sedangkan serum dihasilkan melalui kumbang yang telah terkena radiasi, tentu saja parasit yang ada didalamnya tidak akan musnah sebelum indukannya mati.
“Sudah sejauh ini, aku tidak bisa mundur lagi. kan kuselesaikan ini, pulang ke rumah, lalu pergi meninggalkan negara ini,” ucapnya penuh ambisi.
Dr. Geere lalu keluar dengan membawa kotak berisi kumbang hitam itu, langkahnya mantap menuju ruangan sang komandan. Ia meminta sang wakil menyiapkan pasukan beserta senjata lengkapnya. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka mereka semua dapat mengeksekusi komandan di tempat. Tidak ada keraguanpun dari sang wakil, ia meminta pasukannya bersiap.
Semuanya berkumpul, memegang senjata yang diarahkan kepada komandan. Sementara Dr. Geere menggunakan sarung tangan untuk menjaga dirinya dari gigitan.
“Baiklah…,” ia melihat sang wakil, anggukan darinya merupakan tanda persetujuan.
Secara perlahan, tangannya masuk ke dalam kotak. Diambilnya kumbang itu dengan sangat hati-hati. Tujuan utamanya adalah untuk memasukannya ke dalam tubuh sang komandan, tepatnya ke bagian jantung. Tubuh komandan dipenuhi oleh perban yang menutupi luka bakarnya akibat terkena ledakan dari senjatanya sendiri. Tangannya sudah berada di atas, lalu dengan cepat menusuk tepat di jantung komandan.
“Bersiap!” perintah wakil komandan.
Dr. Geere dengan cepat melepaskan tangannya, ia merasakan betul bahwa kumbang itu langsung bergerak secara gila. Ia mundur beberapa langkah, sambil melepaskan sarung tangannya yang berlumuran darah. Tidak menyangka bahwa tubuh komandan bisa serapuh itu, mungkin karena kulitnya yang hancur dan terkelupas parah sehingga hanya menyisakan daging saja yang mudah ditembus.
Tubuh komandan berontak dan bergerak hebat naik turun seperti orang kejang-kejang. Sementara alat yang menempel pun menunjukan reaksi yang aneh, semua statusnya naik.
“ARGH!!” mata komandan terbuka, dirinya berteriak, dan perban yang menutupi tubuhnya mulai longgar hingga lepas.
Semua orang takjub dengan apa yang terjadi, tubuh komandan perlahan mulai pulih. Lukanya menutup, kulitnya kembali tumbuh. Terjadi ledakan kecil saat alat kesehatan yang menempel tidak kuat lagi menahan beban kekuatan dari tubuh komandan, begitu pun dengan listrik yang ada di ruangan itu, semuanya mendadak korslet dan mati. Menjadikan ruangan menjadi gelap gulita, dan teriakan komandan terhenti.
Tidak ada yang berani mengeceknya, hingga Dr. Geere berjalan mendekati. Warna putih dari perban cukup menyilaukan di tempat gelap seperti ini. Lalu tangannya mulai merabah tubuh bagian atas sang komandan, semuanya sudah kembali normal layaknya seorang manusia biasa. Dan ketika dadanya disentuh, bentuknya sedikit menonjol karena kumbang tadi sudah membesar dan mendiami jantung komandan. Berdetak menandakan adanya kehidupan, eksperimen berhasil tuk sementara ini. Tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan komandan dalam keadaan baik meskipun belum sadarkan diri.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas