- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#182
Chapter 119
Quote:
Pagi itu mereka bersiap, ilmuwan yang masih tersisa sangat berharap besar pada ide gila dari Dr. Geere dengan mencampur sel kumbang yang dibawanya dari rumah. Prajurit dan juga komandan mereka tidak terlalu perduli dengan setiap keputusan yang akan diambil oleh para ilmuwan. Yang terpenting bagi mereka adalah keberhasilan proyek ini, jika gagal maka kematian yang diperoleh. Dengan tangan-tangan cekatan dan juga fokus yang tinggi dimulailah percobaan pertama.
Sebuah serum yang sudah ada kembali diteliti dengan seksama, membutuhkan beberapa ahli yang turun, sedangkan yang lainnya menunggu di ruang uji coba. Seorang prajurit sudah siap kapan saja untuk diuji coba, tanpa pertanyaan dan juga tanpa keluhan, semua dilakukan sepenuh hati dengan kejayaan negaranya.
Tidak perlu waktu lama untuk membuatnya, karena sampel awal sudah ada, yang dilakukan hanyalah penyempurnaan serum. Satu orang bertugas menyuntik, sedangkan satu orangnya lagi mengawasi dari dekat. Jika ada reaksi instan, maka rekannya ini bisa membantunya untuk langsung keluar dari sebuah tabung yang ukuran muat untuk 4 orang.
“Tahan nafasmu, dan keluarkan pelan-pelan,” jarum suntik mulai masuk, begitu juga dengan cairannya.
“Selesai,” sesaat tetes cairan sudah masuk semuanya, dua ilmuwan ini segera pergi dari sana.
Detak jantung bergerak hebat, jika semuanya sunyi maka suaranya bisa terdengar. Percobaan ini harus berhasil setidaknya lebih baik dari yang sebelumnya. Komandan Gert berdiri di atas, di sebuah ruangan pemantau yang bisa melihat seluruh kejadian dari atas. Dua tangannya berada di balik badannya, sudah pasti bahwa ia menyimpan pistol yang sama dipakainya untuk membunuh ilmuwan akibat dari gagalnya percobaan sebelumnya.
“Ada-ada saja, menggunakan hewan buas saja tidak memberikan hasil, ini---,” bawahannya langsung diam ketika komandannya mulai berbicara.
“Tidak ada salahnya, semua cara harus dilakukan….,” tampak tenang mengungkapkannya.
Anehnya, tidak ada reaksi sama sekali yang dirasakan oleh tumbal prajurit ini. Begitu pun dengan alat yang memantau, tidak ada pergerakan sama sekali, semuanya berstatus normal. Dr. Geere sudah menundukan kepalanya, ternyata hasil yang diraih lebih buruk dari sebelumnya. Sel serangga kumbang yang ditambahkan merusak semua komponen yang ada, begitu yang ada dalam benaknya.
Di ruangan atas, komandan Gert juga mulai kehilangan kesabaran, lagi-lagi mereka menemui kegagalan. Pistol yang ada di tangan belakangnya sudah dielus-elus, saatnya untuk bekerja lagi. Sang komandan berbalik badan dan berjalan menuju ruangan para ilmuwan. Sudah jelas bahwa percobaan kali ini gagal total dan lebih buruk dari yang sebelumnya. Dengan ditemani bawahan setianya, komandan masuk ke ruangan ilmuwan.
“Padahal aku sangat menantikannya, percobaan kemarin menunjukan hasil yang positif. Ada apa dengan hari ini?” tanya komandan Gert, tidak ada yang berani menjawabnya satu orang pun.
Lalu Dr. Geere beranjak dari kursinya, ia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Aku yang salah, ideku terlalu terburu-buru, lagipula kita sudah membuat kemajuan dan aku penyebab kegagalan hari ini,” sebuah ucapan yang sangat berani, namun disayangkan jika rekannya harus kehilangan Dr. Geere yang jenius.
Sebelum ada yang interupsi lebih lanjut, komandan Gert mengangkat tangannya, sebuah pistol pun terlihat sangat jelas sekarang, mengagetkan seisi ruangan.
“Maaf, maaf, jika aku mengagetkan kalian,” ia menurunkan tangannya kemudian menodongkan pistol tepat ke wajah Dr. Geere. “kau orang yang bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan, aku salut dengan hal itu tapi…,” pemantiknya sudah ditekan, satu gerakan dari jemarinya akan membuat bolong kepala ilmuwan didepannya. “tapi bisa menghidupkan kembali nyawa prajurit yang mati dalam perang? Setiap kesalahan yang kalian buat berakibat nyawa bagi rekanku di medan perang. Untuk itu tidak ada kegagalan dalam proyek ini,” pelatuknya bergeser, namun terjadi sesuatu di belakang mereka.
Prajurit yang dijadikan kelinci percobaan meronta-ronta, seperti orang yang kepanasan. Ia menggaruk badannya dengan jemari yang tak berkuku itu. Anehnya, kulitnya terkelupas hingga memperlihatkan daging berwarna putih. Komandan membuka pistolnya, lalu menekan pelatuknya, tidak terjadi letusan karena bagian pemantik tidak mengenai peluru di dalam. Matanya kini fokus ke dalam tabung.
Proses selanjutnya sangat mengerikan, dosis yang paling tinggi diberikan, sama seperti serum sebelumnya. Daging yang terlihat tadi berwarna putih kemudian berubah warna menjadi hitam, begitu juga dengan bentuknya, jauh lebih kasar dengan duri-duri tipis menyelimutinya. Kejadian ini mirip seperti ular yang sedang mengganti kulitnya. Setelah itu terdengar teriakan yang sangat keras, seperti auman hewan buas.
Para ilmuwan pun sibuk melihat alat sederhana mereka, yang mengukur status prajurit tumbal itu. Jarum bergerak tidak karuan, vitalitas tubuh semakin naik dan hal yang membuat mereka tercengang adalah saat tubuh sang prajurit terkoyak. Kulit tubuhnya berserakan di mana-mana, kini tubuhnya bukanlah tubuh manusia lagi.
“INI!...INI YANG KUTUNGGU!” melihat prajuritnya seperti itu, komandan Gert malah senang setengah mati.
Para ilmuwan pun memalingkan wajah mereka ketika kepala sang prajurit pecah tanpa sebab, kepalanya mengeluarkan asap tebal.
“Apa lagi….,” Dr. Geere menantikan kejutan yang lainnya.
“ARGGHHHH!!!!” sebuah teriakan yang dilanjut dengan tandukan yang menghantam tabung.
Sebuah monster berhasil diciptakan, berbentuk seperti kumbang lengkap dengan kepala bertanduk dan juga badan yang kokoh seperti dilapisi oleh baju jirah. Sisik-sisik kasar, gigi tajam serta kuku yang runcing menjadi pelengkap. Belum lagi kekuatan yang diterima dari hewan buas lainnya, membuat tabung ini tidak akan bertahan lama.
“Tabung itu tidak akan menahannya! Tubuh monster itu terlalu besar dan tinggi! Cepat lakukan sesuatu!” perintah komandan Gert.
Berbeda dengan prajurit sebelumnya yang bertingkah seperti hewan buas, dijinakan dengan mudah. Tetapi dengan monster seperti ini, cara yang dilakukan tentu sangat berbeda. Cara pertama adalah dengan mengeluarkan gas tidur dalam dosis yang sangat tinggi. Dua buah selang yang ditancapkan di atas tabung berguna untuk mengeluarkan gas nya. Tabung menjadi sangat berkabut, tidak bisa dilihat dalamnya. Sementara suara aungan masih saja terdengar jelas.
“Jika monster ini mati, apakah sampelnya masih bisa digunakan?” tanya komandan.
“Tentu, tapi pertanyaannya, bagaimana cara kita membunuhnya?” Dr. Geere ragu bahwa monster ini dapat ditaklukan dengan mudah.
“Cih, kau meremehkanku?”
Anak buahnya mengambil senjata RPG, lalu diberikannya kepada sang komandan. Dengan daya ledak yang besar sudah pasti sang monster dapat dikalahkan. Setidaknya itu yang ada dipikiran Gert dan juga pasukannya. Kemudian ia meminta untuk membukakan pintu, masuk ke tempat monster yang mengamuk sangatlah berbahaya. Apalagi monster ini sangat berbeda ketika menghadapi hewan buas pada umumnya.
Tabung yang berisikan gas dibuka, komandan Gert sudah mengarahkan senjata pemusnahnya itu.
“Datanglah!” monster dengan tiba-tiba datang menyergapnya, namun komandan Gert sudah menembakan RPG nya terlebih dahulu. Sebuah ledakan besar terjadi, untungnya ruangan itu dilapisi oleh kaca yang tebal sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi para ilmuwan diluarnya.
Asap tebal pun mengepul dan menutupi pandangan bagi semuanya, mereka berharap komandan Gert dapat mengalahkan monster itu.
Sebuah serum yang sudah ada kembali diteliti dengan seksama, membutuhkan beberapa ahli yang turun, sedangkan yang lainnya menunggu di ruang uji coba. Seorang prajurit sudah siap kapan saja untuk diuji coba, tanpa pertanyaan dan juga tanpa keluhan, semua dilakukan sepenuh hati dengan kejayaan negaranya.
Tidak perlu waktu lama untuk membuatnya, karena sampel awal sudah ada, yang dilakukan hanyalah penyempurnaan serum. Satu orang bertugas menyuntik, sedangkan satu orangnya lagi mengawasi dari dekat. Jika ada reaksi instan, maka rekannya ini bisa membantunya untuk langsung keluar dari sebuah tabung yang ukuran muat untuk 4 orang.
“Tahan nafasmu, dan keluarkan pelan-pelan,” jarum suntik mulai masuk, begitu juga dengan cairannya.
“Selesai,” sesaat tetes cairan sudah masuk semuanya, dua ilmuwan ini segera pergi dari sana.
Detak jantung bergerak hebat, jika semuanya sunyi maka suaranya bisa terdengar. Percobaan ini harus berhasil setidaknya lebih baik dari yang sebelumnya. Komandan Gert berdiri di atas, di sebuah ruangan pemantau yang bisa melihat seluruh kejadian dari atas. Dua tangannya berada di balik badannya, sudah pasti bahwa ia menyimpan pistol yang sama dipakainya untuk membunuh ilmuwan akibat dari gagalnya percobaan sebelumnya.
“Ada-ada saja, menggunakan hewan buas saja tidak memberikan hasil, ini---,” bawahannya langsung diam ketika komandannya mulai berbicara.
“Tidak ada salahnya, semua cara harus dilakukan….,” tampak tenang mengungkapkannya.
Anehnya, tidak ada reaksi sama sekali yang dirasakan oleh tumbal prajurit ini. Begitu pun dengan alat yang memantau, tidak ada pergerakan sama sekali, semuanya berstatus normal. Dr. Geere sudah menundukan kepalanya, ternyata hasil yang diraih lebih buruk dari sebelumnya. Sel serangga kumbang yang ditambahkan merusak semua komponen yang ada, begitu yang ada dalam benaknya.
Di ruangan atas, komandan Gert juga mulai kehilangan kesabaran, lagi-lagi mereka menemui kegagalan. Pistol yang ada di tangan belakangnya sudah dielus-elus, saatnya untuk bekerja lagi. Sang komandan berbalik badan dan berjalan menuju ruangan para ilmuwan. Sudah jelas bahwa percobaan kali ini gagal total dan lebih buruk dari yang sebelumnya. Dengan ditemani bawahan setianya, komandan masuk ke ruangan ilmuwan.
“Padahal aku sangat menantikannya, percobaan kemarin menunjukan hasil yang positif. Ada apa dengan hari ini?” tanya komandan Gert, tidak ada yang berani menjawabnya satu orang pun.
Lalu Dr. Geere beranjak dari kursinya, ia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Aku yang salah, ideku terlalu terburu-buru, lagipula kita sudah membuat kemajuan dan aku penyebab kegagalan hari ini,” sebuah ucapan yang sangat berani, namun disayangkan jika rekannya harus kehilangan Dr. Geere yang jenius.
Sebelum ada yang interupsi lebih lanjut, komandan Gert mengangkat tangannya, sebuah pistol pun terlihat sangat jelas sekarang, mengagetkan seisi ruangan.
“Maaf, maaf, jika aku mengagetkan kalian,” ia menurunkan tangannya kemudian menodongkan pistol tepat ke wajah Dr. Geere. “kau orang yang bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan, aku salut dengan hal itu tapi…,” pemantiknya sudah ditekan, satu gerakan dari jemarinya akan membuat bolong kepala ilmuwan didepannya. “tapi bisa menghidupkan kembali nyawa prajurit yang mati dalam perang? Setiap kesalahan yang kalian buat berakibat nyawa bagi rekanku di medan perang. Untuk itu tidak ada kegagalan dalam proyek ini,” pelatuknya bergeser, namun terjadi sesuatu di belakang mereka.
Prajurit yang dijadikan kelinci percobaan meronta-ronta, seperti orang yang kepanasan. Ia menggaruk badannya dengan jemari yang tak berkuku itu. Anehnya, kulitnya terkelupas hingga memperlihatkan daging berwarna putih. Komandan membuka pistolnya, lalu menekan pelatuknya, tidak terjadi letusan karena bagian pemantik tidak mengenai peluru di dalam. Matanya kini fokus ke dalam tabung.
Proses selanjutnya sangat mengerikan, dosis yang paling tinggi diberikan, sama seperti serum sebelumnya. Daging yang terlihat tadi berwarna putih kemudian berubah warna menjadi hitam, begitu juga dengan bentuknya, jauh lebih kasar dengan duri-duri tipis menyelimutinya. Kejadian ini mirip seperti ular yang sedang mengganti kulitnya. Setelah itu terdengar teriakan yang sangat keras, seperti auman hewan buas.
Para ilmuwan pun sibuk melihat alat sederhana mereka, yang mengukur status prajurit tumbal itu. Jarum bergerak tidak karuan, vitalitas tubuh semakin naik dan hal yang membuat mereka tercengang adalah saat tubuh sang prajurit terkoyak. Kulit tubuhnya berserakan di mana-mana, kini tubuhnya bukanlah tubuh manusia lagi.
“INI!...INI YANG KUTUNGGU!” melihat prajuritnya seperti itu, komandan Gert malah senang setengah mati.
Para ilmuwan pun memalingkan wajah mereka ketika kepala sang prajurit pecah tanpa sebab, kepalanya mengeluarkan asap tebal.
“Apa lagi….,” Dr. Geere menantikan kejutan yang lainnya.
“ARGGHHHH!!!!” sebuah teriakan yang dilanjut dengan tandukan yang menghantam tabung.
Sebuah monster berhasil diciptakan, berbentuk seperti kumbang lengkap dengan kepala bertanduk dan juga badan yang kokoh seperti dilapisi oleh baju jirah. Sisik-sisik kasar, gigi tajam serta kuku yang runcing menjadi pelengkap. Belum lagi kekuatan yang diterima dari hewan buas lainnya, membuat tabung ini tidak akan bertahan lama.
“Tabung itu tidak akan menahannya! Tubuh monster itu terlalu besar dan tinggi! Cepat lakukan sesuatu!” perintah komandan Gert.
Berbeda dengan prajurit sebelumnya yang bertingkah seperti hewan buas, dijinakan dengan mudah. Tetapi dengan monster seperti ini, cara yang dilakukan tentu sangat berbeda. Cara pertama adalah dengan mengeluarkan gas tidur dalam dosis yang sangat tinggi. Dua buah selang yang ditancapkan di atas tabung berguna untuk mengeluarkan gas nya. Tabung menjadi sangat berkabut, tidak bisa dilihat dalamnya. Sementara suara aungan masih saja terdengar jelas.
“Jika monster ini mati, apakah sampelnya masih bisa digunakan?” tanya komandan.
“Tentu, tapi pertanyaannya, bagaimana cara kita membunuhnya?” Dr. Geere ragu bahwa monster ini dapat ditaklukan dengan mudah.
“Cih, kau meremehkanku?”
Anak buahnya mengambil senjata RPG, lalu diberikannya kepada sang komandan. Dengan daya ledak yang besar sudah pasti sang monster dapat dikalahkan. Setidaknya itu yang ada dipikiran Gert dan juga pasukannya. Kemudian ia meminta untuk membukakan pintu, masuk ke tempat monster yang mengamuk sangatlah berbahaya. Apalagi monster ini sangat berbeda ketika menghadapi hewan buas pada umumnya.
Tabung yang berisikan gas dibuka, komandan Gert sudah mengarahkan senjata pemusnahnya itu.
“Datanglah!” monster dengan tiba-tiba datang menyergapnya, namun komandan Gert sudah menembakan RPG nya terlebih dahulu. Sebuah ledakan besar terjadi, untungnya ruangan itu dilapisi oleh kaca yang tebal sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi para ilmuwan diluarnya.
Asap tebal pun mengepul dan menutupi pandangan bagi semuanya, mereka berharap komandan Gert dapat mengalahkan monster itu.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas