bayubiruuuu
TS
bayubiruuuu
MISTERI WARUNG ALAS ROBAN (BASED ON TRUE STORY)


WARUNG DAN JALANAN DITENGAH HUTAN YANG SELALU MENJADI MISTERI, KARENA KEANGKERANYA DAN BERBAGAI NILAI HISTORISNYA SELAMA INI.

HORMATI RULES YANG ADA DIFORUM






"MISTERI WARUNG ALAS ROBAN"
(BASED ON TRUE STORY)




DAFTAR ISI


EPISODE 1. BERANGKAT TOURING

EPISODE 2. WARUNG REOT

EPISODE 3. SEMUANYA TETAP DIAM
Diubah oleh bayubiruuuu 04-12-2021 01:39
similikiti975ferist123sampeuk
sampeuk dan 25 lainnya memberi reputasi
24
15.8K
81
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
icon
31.2KThread40KAnggota
Tampilkan semua post
bayubiruuuu
TS
bayubiruuuu
#24
EPISODE 3. SEMUANYA TETAP DIAM



Ternyata dalam nuansa cahaya redup diruang belakang warung, samar-samar ada seorang perempuan tua bersanggul kecil, sedang berdiri menghadap sebuah meja, ia berpakaian kebaya dan bawahan kain sewek. Mirip pakaian orang jaman dahulu, Tapi posisinya sosok wanita tua ini membelakangi Handy.

Posisi wanita tua ini saat itu kepalanya setengah menunduk menghadap meja didepannya, dengan kedua tangan tetap terjuntai kebawah. Wanita tua ini hanya diam memandangi meja itu. Memang meja itu berisi toples-toples berisi kopi, gula dan lain-lain. Sedang disebelahnya ada satu laki-laki tua yang sedang duduk dan menumbuk kopi, menghadap kesamping membelakangi wanita tua itu. Tapi kegiatan menumbuk sesuatu yang dilakukan pria itu tidak ada suaranya sama sekali.

Padahal gerakan tangannya yang naik turun sambil memegang alat penumbuknya yang mengenai lumpang (tatakan kayu untuk menumbuk biji kopi), hanya gerakan naik turun tangannya pria itu yang terlihat. Keberadaan Handy yang tidak tidak dihiraukan malam itu, membuat ia kesal. Saat itu juga Handy berjalan mendekat dibelakang nenek tua ini dan berbicara…

Quote:


Setelah memesan pada wanita tua dan pria tua itu, si Wanita ini hanya diam tanpa memberikan jawaban sepatah katapun. Handy yang khawatir pesananya tidak tersampaikan akhirnya Handy berbicara agak keras…

Quote:


Kesal tidak ada jawaban, Handy sampai ia bicara berulang kali dengan keras tapi tetap tidak ada jawaban dari si wanita itu. Terakhir ia memesan dengan suara yang cukup keras, sampai ia berteriak dengan kencang karena Handy merasa wanita itu tuli. Tapi suara sekeras itu pun tetap tidak ada jawaban dari wanita ini. Sekian menit ia berusaha memesan kopi tapi tidak ada respon seketika Handy merasa ada yang aneh lagi dengan warung ini, Lelah dengan semua itu akhirnya Handy memutuskan untuk berjalan kembali kedepan.

Saat berbalik arah, Handy melihat pria tua yang memegang tumbuk berhenti dari kegiatannya dan ia hanya mengganggukkan kepalanya pelan tanpa menoleh ke arah Handy. Melihat respon dari si pria tersebut, saat itu juga Handy merasa permintannya sudah diketahui oleh penjual. Ia terus berjalan kedepan dengan perasaan kesal dan sedikit takut, sampai akhirnya ida duduk kembali disamping Tyo, Handy langsung duduk dengan setengah bersandar didinding kayu.

Quote:


Waktu terus berjalan, warung yang bercahaya remang-remang itu tetap sepi dan semakin sangat sepi. Hanya suara rintik hujan yang terdengar mengenai genting, dedaunan dan tanah. Sekian lama mereka yang masih berdua duduk bersandar sambil menghilangkan rasa lela, mereka dikagetkan kedatangan wanita tua yang memakai kebaya hijau dan sewek kain warna coklat muda itu. Handy dan Tyo langsung segera berbenah dan duduk tegap selayaknya pengunjung warung, dengan mata kepala mereka berdua saling bertatapan curiga penasaran.

Wanita ini membawa dua minuman, cangkir kecil berwarna hijau putih dengan tatakan kecil warna putih pekat berisi kopi. Satunya gelas agak besar warna bening tanpa tatakan berisi teh. Kedua tangan nenek yang terlihat coklat dan sedikit keriput langsung meletakkan sajian kopi dan teh didepan mereka tanpa bicara sepatah katapun. Kepala wanita tua ini tetap tertunduk saat membawa, menaruh teh serta kopi Handy dan Tyo.

Handy yang duduk ditempatnya, kembali menegakkan pandangannya ke arah kopi didepannya. Perasaannya senang malam itu pesanannya ternyata benar-benar dibuatkan oleh sang nenek tua ini. Lalu pandangan Handy bergeser sedikit mengarah ke wanita tua ini, waktu itu wajah Handy sedikit tertunduk melihat dibawah. Handy melihat kedua kaki wanita tua tanpa alas kaki itu berjalan, tapi kakinya tidak menyentuh tanah sama sekali.

Quote:


Wanita ini kembali masuk kedalam lagi tapi sambil melayang pelan dan tenang, dengan kepala tetap tertunduk. Handy meraih gelas berisi kopinya dengan tangan bergetar dan meminumnya sampai habis, begitu juga dengan Tyo yang mengambil tehnya dengan tenang dan langsung meminumnya sampai habis. Malam itu Tyo tidak melihat kaki nenek pemilik warung yang tidak menginjak ditanah.

Sesudah minum Handy masih takut dan gemetaran, padahal ia berniat menghabiskan minuman untuk meredakan ketakutannya. Perlahan Handy menggerakkan badannya kearah Tyo untuk bersiap melarikan diri. Sewaktu ia memegang tangan Tyo, Handy bersiap untuk menyeret temannya dan mengajaknya pergi dari warung. Kepala Handy menoleh dahulu kepada Tyo, ia bermaksud bicara dan memberi kode untuk lari. Tapi saat wajah Handy sudah mengahadap temannya, wajah Tyo seketika langsung berubah, saat itu juga Tyo tertawa kecil dengan suara melengking “Hi..hi..hi..hi”tapi suara tawa itu bukan suara Tyo sebelumnya, suara itu sudah berubah menjadi suara perempuan.

Handy yang kaget dan tak percaya, langsung memegang kedua bahu Tyo dan menggerak-gerakkan tubuh Tyo maju mundur dengan kedua tangan yang masih bergetar...

Quote:


Seketika tubuh Tyo tersungkur ketanah, darah segar dari hidungnya pun ikut mengucur. Rembesan darah itu turun sampai dagu Tyo. Lalu Tyo bangkit berdiri lagi dengan mata melotot. Menatap tajam Handi dengan kemarahan…“HAHAHAHAHAHAHA” (ia kali ini tertawa dengan suara pria yang lantang dan besar, suara tertawanya yang menggema memecah dalam keheningan malam)

Anehnya semua pengunjung diwarung itu hanya diam seperti sedia kala. Mereka tetap tidak ada yang bergerak sedikitpun dan merespon keadaan mereka berdua. Dalam kondisi panik serta cahaya yang remang-remang kekuningan, kedua tangan Handy memegangi kepalanya yang tiba-tiba ikut menjadi berat. Handy merasa tambah panik, takut, bingung dan lelah semua menjadi satu.

Saat itu juga Handy langsung bangkit berdiri dan meminta bantuan kepada pengujung pria didepannya. Tubuhnya bergeser maju membelakangi Tyo yang tetap berdiri tertawa. Handy mendekati pria yang tetap diam itu dengan melepaskan genggaman erat dikepalanya...

Quote:


Merasa usahanya gagal, saat itu juga ia semakin panik, dan seketika itu juga Handy lari keluar dari warung. Sampai diteras warung langkahnya terhenti, ia berjalan kembali lagi sampai kedepan pintu warung dan menoleh kearah dua pria yang bermain catur. Sedang didalam kepala Handy bingung memikirkan mau berbuat apa lagi demi menolong temannya. Saat didepan pintu tepat disebelah dua orang yang bermain catur Handy Kembali berteriak…

Quote:


Berkali – kali teriakan Handy lagi-lagi tidak ada yang merespon, merasa diwarung tidak ada yang menolongnya, Handy langsung menatap kearah Tyo dan berbicara pada temannya yang kerasukan “Entenono neng kene Yo, aku tak golek bantuan sek” (tunggu disini Yo, aku mau cari bantuan dulu). Ucapnya Handy dengan nada cepat, penuh ketakutan dan seluruh tubuhnya sudah bergetar.

Handi pun berjalan dengan cepat keluar menuju motor yang diparkir dibawah pohon jati. Tyo yang tadinya berdiri kearah dalam warung, kini ia berdiri menatap Handy dari dalam warung dan tetap tertawa dengan suara laki-laki. Handy langsung memegangi motor dan menghidupkannya, sambil melirik temannya yang tetap tertawa.

Quote:


Tapi motor itu tetap belum mau diajak kompromi.
Quote:


Saat usahanya gagal disertai tangisannya semakin keras, disaat bersamaan tiba-tiba ada suara motor pengguna jalan lain lewat didepan Handy, mereka melaju pelan dan mengamati Handy. Sedang mata Handy langsung berhenti menangis, Handy juga saat itu ikut memandang pengendara ini, sekian detik ia amati ternyata mereka satu club motor yang sama dengan Handy…

Quote:


Pengendara ini seketika melihat dan mendengar Handy, mereka langsung menurunkan kecepatan dan mengarahkan motornya kearah Handy. Mereka juga merasa Handy adalah salah satu bagian club motornya. Dua orang pengendara motor ini berhenti tepat disampingnya.

Quote:


Tapi yang mereka lihat hanya hutan lebat dan gelap, yang dipenuhi tumbuhan pohon jati.
Quote:


***
69banditositkgidsampeuk
sampeuk dan 28 lainnya memberi reputasi
29
Tutup
Hot Threads
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.