- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#181
Chapter 118
Quote:
Di sebuah tempat rahasia, di lokasi yang terisolasi dari dunia luar, beberapa ilmuwan dikerjakan untuk melakukan serangkaian tes kepada manusia. Untuk menciptakan apa yang mereka sebut ‘Manusia Super’, 75 tahun yang lalu, saat dunia sedang tidak waras. Peperangan terjadi di mana-mana, menimbulkan korban jiwa sampai ratus ribu orang. Selain menciptakan strategi dan prajurit-prajurit yang handal, diam-diam ada satu pihak yang mencoba melawan hukum alam dengan menciptakan manusia jenis baru.
Sebuah gunung mereka pangkas dalamnya, pengeboran dahsyat yang dilakukan tanpa henti berhasil membuat lahan untuk membangun sebuah lab. Lalu ilmuwan-ilmuwan hebat di ‘undang’ dengan cara tidak manusiawi, yaitu ikut terlibat jika ingin semua anggota keluarganya selamat. Setiap harinya, tidak mengenal pagi dan malam, mereka terus berupaya dan berpikir bagaimana membuat ramuannya.
Sel-sel dari dunia binatang coba diambil untuk dijadikan sampel, dengan otak manusia yang begitu kompleks, satu dua buah serum berhasil dibuat. Namun bukannya merubah subjek menjadi manusia super dengan menambahkan sel hewan buas dan kuat, mereka malah menjadi manusia yang cacat, baik fisik dan juga mental.
“Teknologi yang kalian---,” sebelum suaranya selesai, sebuah tembakan melayang ke arah wajahnya, menembus sampai belakang, tewas seketika. “maaf, tapi kalian sudah banyak menghabiskan waktuku di sini…,” ucap Gert Mueler, komandan tinggi sekaligus penanggung jawab lab rahasia ini.
Ilmuwan lainnya dibuat ketar-ketir, bahkan ada yang bergetar hebat sampai menangis, memohon untuk dipulangkan. Tetapi semuanya itu tidak membuat Gert tergerak hatinya, rencana awal tetap harus terlaksana, dengan waktu secepat mungkin. Peperangan belum usai dan pasukannya membutuhkan cara lain untuk memenangkan pertarungan.
“Ayo, jangan buat aku kehilangan muka…paduka menunggu di markas utama,” meminta anak buahnya untuk membereskan mayat di lantai. “jika menambahkan sel hewan gagal, coba cari alternatif lainnya….,” dirinya mulai menghilang dari hadapan para ilmuwan.
“Bagaimana, memangnya semua ini bisa mungkin terjadi?” ucap salah satu ilmuwan.
“menyatukan dua unsur yang berbeda, kita bisa saja membuat obat untuk membuat kekuatan meningkat, tetapi mereka tidak menyutujuinya karena dinilai obat membuat mereka kecanduan, sehingga menginginkan sesuatu yang ditanam dan kekal selama mereka hidup. Itu kan gila dan sangat tidak masuk akal!” ucapannya membuka pikiran ilmuwan yang lainnya.
Memang benar jika manusia dan hewan saja sudah sangat berbeda, memasukan sel hewan dan diharapkan kekuatan hewan itu terbentuk di badan manusia rasanya hal yang mustahil. Beberapa sel hewan yang telah didapat antara lain gajah, gorilla, singa, cheetah, elang, hingga buaya. Tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk memberikan semua kemampuan dan kekuatan alami yang ada pada hewan tersebut kepada manusia yang diuji cobakan.
Malam berganti malam, puluhan uji coba dilakukan, hasilnya belum juga memuaskan. Beberapa ilmuwan juga telah dijadikan tumbal atas kegagalan ini, hal positif yang bisa dibanggakan adalah bagaimana manusia yang dijadikan subjek menjadi lebih buas dan sulit ditaklukan. Hanya saja kelemahan besarnya adalah kedudukan mental yang hilang, menjadikannya seperti binatang tanpa akal. Hal tersebut sudah menjadi jaminan untuk mereka lepas dari lab sementara waktu, libur diberikan dengan ancaman. Jika tidak kembali maka akan dibunuh beserta keluarganya.
Salah satu ilmuwan Dr. Richard Geere pulang kerumahnya dengan diantar mobil militer penuh penjagaan ketat. Hal yang sangat berlebihan mengingat Dr. Geere hanyalah seseorang yang memiliki otak yang pintar, bukanlah ahli militer yang dapat merencanakan tuk kabur dari penjagaan ini. Setelah satu jam bersama orang-orang yang tidak menyenangkan, akhirnya Dr. Geere tiba kerumahnya. Lalu disambut oleh anak perempuannya yang masih kecil.
“Ayah!” berlari menghampiri Dr. Geere seakan sudah tahu kedatangan ayahnya itu.
“Haha…putri ayah,” dengan semangat mengangkat anaknya tinggi.
Tidak ingin menganggu lebih jauh, para militer yang mengantarnya pun pulang, sebagian tinggal untuk memantau.
Keluarga kecil itu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dengan menyantap makanan yang disiapkan oleh istri tercinta. Ketegangan dan rasa ngeri yang dihadapinya seketika hilang melihat keluarga kecilnya itu bahagia. Dr. Geere termasuk orang yang beruntung karena memiliki istri yang tergolong muda dan cantik, mereka bertemu di seminar umum yang berkaitan dengan ilmu medis obat-obatan. Usia mereka terpaut cukup jauh namun tidak memadamkan api asmara antar keduanya.
“Bagaimana pekerjaannya?” tanya istrinya.
“Ya, seperti biasa….,” tidak bisa menjelaskan cerita yang sebenarnya.
“Untungnya kita berada di area netral, sehingga tentara yang berperang tidak berani menginjakan kakinya di sini,” sambil mengelus rambut anak perempuannya yang halus.
“apakah kebutuhan obatnya sebanyak itu kah hingga mengharuskanmu bekerja sampai menginap berhari-hari?”
“Di jaman seperti itu, tiap harinya ratusan hingga ribuan tentara yang terluka, belum lagi warga sipil yang belum dievakuasi juga terkena dampaknya. Sehingga kebutuhan obat-obat meningkat sangat pesat, tapi jangan khawatir, perang akan segera usai,” mencoba tenang sambil menjelaskan tanpa membocorkan sedikitpun pekerjaan aslinya.
Libur tiga hari yang diberikan cepat berlalu, sebelum benar-benar habis Dr. Geere mengajak seluruh keluarga kecilnya itu pergi ke taman. Sebuah kain kecil dihamparkan, beragam makanan yang sudah disiapkan pun disajikan. Pemadangan yang sangat langkah bagi orang-orang yang menderita peperangan panjang, mereka sangat bersyukur berada di jalur netral.
“Besok sudah pergi lagi?” tanya istrinya yang lembut.
“Ya, aku tidak boleh lama-lama libur,” tersenyum yang terasa agak kecut menutupi kengerian yang sebenarnya.
Ketika sedang bersantai, sang putri kesayangan memanggil ayahnya itu dengan sangat keras. Ada sesuatu yang membuat anaknya itu sangat antusias. Dr. Geere menghampirinya dengan pengawalan yang sangat ketat dari kejauhan, padahal taman ini sangat terbuka, tidak mungkin dirinya berniat kabur dengan taruhan nyawa keluarganya.
“Mereka sangat berlebihan,” ucap Dr. Geere dalam hati.
Putrinya menunjuk ke arah sesuatu, sebuah pohon dengan batang yang banyak dan rindang.
“Ada apa?”
“Lihat ayah, binatang itu mengangkat makanan orang lain!”
Dr. Geere memicingkan matanya, yang dilihat oleh putrinya adalah seekor serangga, yaitu kumbang hitam yang disebut kumbang Heracles sedang mengangkat sebuah makanan dari pengunjung taman.
“Bagaimana bisa kumbang kecil itu mengangkat roti berukuran besar ayah?” tanya anaknya yang menggemaskan di usianya.
“Ah itu karena mereka serangga yang kuat, tubuhnya juga kekar lho karena rajin berolahraga,” menjelaskan dengan sedikit bercanda.
“Tapi ayah, aku enggak mau jadi kekar kalau rajin olahraga….,” Dr. Geere mengelus kepala anaknya itu sambil terus memandangi kumbang hitam yang terus berjalan pergi.
Rekreasi keluarga kecil itu berakhir bahagia, Dr. Geere membawa pulang kumbang hitam yang dilihatnya barusan. Sang putri berteriak gembira menyangka kumbang itu akan menjadi peliharaannya, padahal yang ia tidak tahu bahwa ayahnya akan melakukan percobaan mengerikan dengan serangga itu. Malam terakhir dirumahnya Dr. Geere mengambil sel dari kumbang itu, berharap sel ini dapat menyelamatkan rekannya yang lain.
Keesokan pagi, mobil jemputan dengan iring-iringan mobil lainnya datang ke rumah Dr. Geere. Ia berpamitan dengan keluarga kecilnya, sang putri tidak berhenti menangis karena baru saja ayahnya pulang tetapi sudah pergi kembali.
“Hei, rawatlah kumbang itu dengan baik yah….,” senyum Dr. Geere sebelum menaiki mobil yang diisi oleh tentara berpakaian rapih itu.
Sebuah gunung mereka pangkas dalamnya, pengeboran dahsyat yang dilakukan tanpa henti berhasil membuat lahan untuk membangun sebuah lab. Lalu ilmuwan-ilmuwan hebat di ‘undang’ dengan cara tidak manusiawi, yaitu ikut terlibat jika ingin semua anggota keluarganya selamat. Setiap harinya, tidak mengenal pagi dan malam, mereka terus berupaya dan berpikir bagaimana membuat ramuannya.
Sel-sel dari dunia binatang coba diambil untuk dijadikan sampel, dengan otak manusia yang begitu kompleks, satu dua buah serum berhasil dibuat. Namun bukannya merubah subjek menjadi manusia super dengan menambahkan sel hewan buas dan kuat, mereka malah menjadi manusia yang cacat, baik fisik dan juga mental.
“Teknologi yang kalian---,” sebelum suaranya selesai, sebuah tembakan melayang ke arah wajahnya, menembus sampai belakang, tewas seketika. “maaf, tapi kalian sudah banyak menghabiskan waktuku di sini…,” ucap Gert Mueler, komandan tinggi sekaligus penanggung jawab lab rahasia ini.
Ilmuwan lainnya dibuat ketar-ketir, bahkan ada yang bergetar hebat sampai menangis, memohon untuk dipulangkan. Tetapi semuanya itu tidak membuat Gert tergerak hatinya, rencana awal tetap harus terlaksana, dengan waktu secepat mungkin. Peperangan belum usai dan pasukannya membutuhkan cara lain untuk memenangkan pertarungan.
“Ayo, jangan buat aku kehilangan muka…paduka menunggu di markas utama,” meminta anak buahnya untuk membereskan mayat di lantai. “jika menambahkan sel hewan gagal, coba cari alternatif lainnya….,” dirinya mulai menghilang dari hadapan para ilmuwan.
“Bagaimana, memangnya semua ini bisa mungkin terjadi?” ucap salah satu ilmuwan.
“menyatukan dua unsur yang berbeda, kita bisa saja membuat obat untuk membuat kekuatan meningkat, tetapi mereka tidak menyutujuinya karena dinilai obat membuat mereka kecanduan, sehingga menginginkan sesuatu yang ditanam dan kekal selama mereka hidup. Itu kan gila dan sangat tidak masuk akal!” ucapannya membuka pikiran ilmuwan yang lainnya.
Memang benar jika manusia dan hewan saja sudah sangat berbeda, memasukan sel hewan dan diharapkan kekuatan hewan itu terbentuk di badan manusia rasanya hal yang mustahil. Beberapa sel hewan yang telah didapat antara lain gajah, gorilla, singa, cheetah, elang, hingga buaya. Tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk memberikan semua kemampuan dan kekuatan alami yang ada pada hewan tersebut kepada manusia yang diuji cobakan.
Malam berganti malam, puluhan uji coba dilakukan, hasilnya belum juga memuaskan. Beberapa ilmuwan juga telah dijadikan tumbal atas kegagalan ini, hal positif yang bisa dibanggakan adalah bagaimana manusia yang dijadikan subjek menjadi lebih buas dan sulit ditaklukan. Hanya saja kelemahan besarnya adalah kedudukan mental yang hilang, menjadikannya seperti binatang tanpa akal. Hal tersebut sudah menjadi jaminan untuk mereka lepas dari lab sementara waktu, libur diberikan dengan ancaman. Jika tidak kembali maka akan dibunuh beserta keluarganya.
Salah satu ilmuwan Dr. Richard Geere pulang kerumahnya dengan diantar mobil militer penuh penjagaan ketat. Hal yang sangat berlebihan mengingat Dr. Geere hanyalah seseorang yang memiliki otak yang pintar, bukanlah ahli militer yang dapat merencanakan tuk kabur dari penjagaan ini. Setelah satu jam bersama orang-orang yang tidak menyenangkan, akhirnya Dr. Geere tiba kerumahnya. Lalu disambut oleh anak perempuannya yang masih kecil.
“Ayah!” berlari menghampiri Dr. Geere seakan sudah tahu kedatangan ayahnya itu.
“Haha…putri ayah,” dengan semangat mengangkat anaknya tinggi.
Tidak ingin menganggu lebih jauh, para militer yang mengantarnya pun pulang, sebagian tinggal untuk memantau.
Keluarga kecil itu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dengan menyantap makanan yang disiapkan oleh istri tercinta. Ketegangan dan rasa ngeri yang dihadapinya seketika hilang melihat keluarga kecilnya itu bahagia. Dr. Geere termasuk orang yang beruntung karena memiliki istri yang tergolong muda dan cantik, mereka bertemu di seminar umum yang berkaitan dengan ilmu medis obat-obatan. Usia mereka terpaut cukup jauh namun tidak memadamkan api asmara antar keduanya.
“Bagaimana pekerjaannya?” tanya istrinya.
“Ya, seperti biasa….,” tidak bisa menjelaskan cerita yang sebenarnya.
“Untungnya kita berada di area netral, sehingga tentara yang berperang tidak berani menginjakan kakinya di sini,” sambil mengelus rambut anak perempuannya yang halus.
“apakah kebutuhan obatnya sebanyak itu kah hingga mengharuskanmu bekerja sampai menginap berhari-hari?”
“Di jaman seperti itu, tiap harinya ratusan hingga ribuan tentara yang terluka, belum lagi warga sipil yang belum dievakuasi juga terkena dampaknya. Sehingga kebutuhan obat-obat meningkat sangat pesat, tapi jangan khawatir, perang akan segera usai,” mencoba tenang sambil menjelaskan tanpa membocorkan sedikitpun pekerjaan aslinya.
Libur tiga hari yang diberikan cepat berlalu, sebelum benar-benar habis Dr. Geere mengajak seluruh keluarga kecilnya itu pergi ke taman. Sebuah kain kecil dihamparkan, beragam makanan yang sudah disiapkan pun disajikan. Pemadangan yang sangat langkah bagi orang-orang yang menderita peperangan panjang, mereka sangat bersyukur berada di jalur netral.
“Besok sudah pergi lagi?” tanya istrinya yang lembut.
“Ya, aku tidak boleh lama-lama libur,” tersenyum yang terasa agak kecut menutupi kengerian yang sebenarnya.
Ketika sedang bersantai, sang putri kesayangan memanggil ayahnya itu dengan sangat keras. Ada sesuatu yang membuat anaknya itu sangat antusias. Dr. Geere menghampirinya dengan pengawalan yang sangat ketat dari kejauhan, padahal taman ini sangat terbuka, tidak mungkin dirinya berniat kabur dengan taruhan nyawa keluarganya.
“Mereka sangat berlebihan,” ucap Dr. Geere dalam hati.
Putrinya menunjuk ke arah sesuatu, sebuah pohon dengan batang yang banyak dan rindang.
“Ada apa?”
“Lihat ayah, binatang itu mengangkat makanan orang lain!”
Dr. Geere memicingkan matanya, yang dilihat oleh putrinya adalah seekor serangga, yaitu kumbang hitam yang disebut kumbang Heracles sedang mengangkat sebuah makanan dari pengunjung taman.
“Bagaimana bisa kumbang kecil itu mengangkat roti berukuran besar ayah?” tanya anaknya yang menggemaskan di usianya.
“Ah itu karena mereka serangga yang kuat, tubuhnya juga kekar lho karena rajin berolahraga,” menjelaskan dengan sedikit bercanda.
“Tapi ayah, aku enggak mau jadi kekar kalau rajin olahraga….,” Dr. Geere mengelus kepala anaknya itu sambil terus memandangi kumbang hitam yang terus berjalan pergi.
Rekreasi keluarga kecil itu berakhir bahagia, Dr. Geere membawa pulang kumbang hitam yang dilihatnya barusan. Sang putri berteriak gembira menyangka kumbang itu akan menjadi peliharaannya, padahal yang ia tidak tahu bahwa ayahnya akan melakukan percobaan mengerikan dengan serangga itu. Malam terakhir dirumahnya Dr. Geere mengambil sel dari kumbang itu, berharap sel ini dapat menyelamatkan rekannya yang lain.
Keesokan pagi, mobil jemputan dengan iring-iringan mobil lainnya datang ke rumah Dr. Geere. Ia berpamitan dengan keluarga kecilnya, sang putri tidak berhenti menangis karena baru saja ayahnya pulang tetapi sudah pergi kembali.
“Hei, rawatlah kumbang itu dengan baik yah….,” senyum Dr. Geere sebelum menaiki mobil yang diisi oleh tentara berpakaian rapih itu.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas