- Beranda
- The Lounge
Penempatan Iklan Jaman Sekarang Makin Ngeselin Aja
...
TS
ih.sul
Penempatan Iklan Jaman Sekarang Makin Ngeselin Aja
Pernah nggak ngerasain saat kalian sedang enak-enaknya menjelajahi internet dan kemudian saat membuka sebuah situs ada iklan pop-up yang muncul. Anda ingin menyingkirkan iklan tersebut dengan menekan ikon X namun karna ikonnya terlalu kecil Anda tak sengaja membuka iklannya dan langsung dibawa ke play store.
Itu salah satu pengalaman paling kampret saat menjelajahi internet dan itu bukan satu-satunya, ada banyak contoh-contoh lain dari iklan yang penempatannya terlalu nyebelin sampai-sampai kita jadi muak melihat produk tersebut. Iklan, yang mana seharusnya menjadi media untuk menarik konsumen, malah menjadi sesuatu yang membuat konsumen kesal. Kira-kira apa yang akan terjadi bila konsumen kesal? Ya, penjualan menurun. Mahal-mahal buat iklan tapi penjualan malah menurun

Saya yakin tak ada produsen yang ingin membuat konsumennya kesal namun penempatan iklan yang dilakukan oleh pihak ketiga (endorsement) kebanyakan tak peduli dengan reaksi penonton, yang penting iklan sudah diletakkan dan uang pun dapat. Tak hanya di internet, di siaran-siaran televisi juga begitu.
Pernah nggak saat Anda menonton sebuah siaran dan kemudian para aktor di dalamnya mulai berakting mempromosikan sebuah produk dengan alur yang nggak ada hubungannya sama siaran tersebut dan keseringan aktingnya gaje banget. Atau saat dua karakter bertemu dan sengaja disorot dari jauh agar bisa menampilkan baliho di belakangnya? Seolah-olah slot iklan diantara tayangan tak lagi cukup, pihak televisi sampai memasukkan iklan ke dalam tayangan. Saya rasa semua sinetron sudah menggunakan teknik semacam ini.
Jujur aja, televisi maupun situs berita udah nggak ada harapan lagi kalau masalah penempatan iklan. Jika ingin iklan tersebut efisien maka para produsen harus memutar otak dan melihat contoh-contoh kreatif yang sudah ditawarkan oleh beberapa youtuber kreatif yang sepenuh hati dalam melakukan endorse. Contohnya ada Raditya Dika, Kevin Anggara atau Bryan Furran. Meski video promosi mereka tetap melakukannya dengan sepenuh hati seperti memasarkan anak sendiri (?).
Tapi, memangnya siapa yang masih nonton sinetron? Iklan di internet memang ngeselin tapi setidaknya masih bisa di-skip atau dihindari dengan add-block. Meski demikian siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Mungkin saja suatu hari di masa depan Anda akan kembali untuk membaca artikel ini namun persyaratan untuk membaca artikel ini adalah dengan menonton sepuluh iklan yang tak bisa di-skip terlebih dahulu.

Yah, lebih baik kita berdoa agar di masa depan hiburan internet tak berubah menjadi sarang iklan yang membuat kita muntah. Sekian dari saya mari bertemu di thread saya yang lainnya.
Diubah oleh ih.sul 01-12-2021 09:59
andiungguljati dan 21 lainnya memberi reputasi
22
8.8K
96
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.9KAnggota
Tampilkan semua post
spideyboydatang
#25
itu makanya sekarang platform berlomba2 untuk nawarin langganan, tujuannya supaya konsumen tidak lagi di bombardir sama iklan ga jelas bgtu. yang jelas yg diuntungkan dalam hal ini adalah platform, jika banyak yg langganan recuring income mereka nambah, jika banyak yg ga langganan juga viewer iklannya banyak jadi jualan spotnya makin mahal.
Biro iklan juga sepertinya ngebaca semakin nyeleneh penempatan iklan maka semakin tinggi enggagementnya, udah ga ada tu mikirin etika. sekarang aja di skitaran Sudirman banyak bener bilboard elektronik yg terangnya minta ampun, memang sampai saat ini sepertinya belum ada yang kecelakaan karena ngeliatin iklan silau di billboard itu, tapi masa iya nunggu orang kecelakaan dulu baru itu billboard ditertibin. Kalo jalanan macam shibuya yang banyakan orang lalu lalang jalan kaki masih mending, lah ini ramenya orang bawa kendaraan pribadi masa iye isinya billboard silau semua.
Biro iklan juga sepertinya ngebaca semakin nyeleneh penempatan iklan maka semakin tinggi enggagementnya, udah ga ada tu mikirin etika. sekarang aja di skitaran Sudirman banyak bener bilboard elektronik yg terangnya minta ampun, memang sampai saat ini sepertinya belum ada yang kecelakaan karena ngeliatin iklan silau di billboard itu, tapi masa iya nunggu orang kecelakaan dulu baru itu billboard ditertibin. Kalo jalanan macam shibuya yang banyakan orang lalu lalang jalan kaki masih mending, lah ini ramenya orang bawa kendaraan pribadi masa iye isinya billboard silau semua.
ih.sul memberi reputasi
1
Tutup