- Beranda
- Stories from the Heart
NYI RAMBAT
...
TS
beqichot
NYI RAMBAT
WARN...!!!!
Quote:
Assalamu'alaikum wr.wb....
Jumpa lagi gaes...dengan ane dalam trit yang serba asal-asalan...
.Dalam trilogi..(kalau boleh disebut trilogi) ane sebelumnya, yaitu:
-Sang Pamomong
-PETUALANG MASA LALUdan...
-Dendam Cinta Dari Masa Silam, ada sebuah sosok yang mendadak jadi fenomenal dan sensasional...yaitu Nyi Rambat.
Entah kenapa, para readers suka sekali dengan sosok jin nyleneh satu ini. Mungkin karena unik, atau memang para readers suka dengan nenek-nenek bohai?

Nah, dalam trit ini, sosok yang sensasional itu akan lebih banyak muncul. Walaupun tokoh sentralnya tetap Bayu Satriaji a.k.a. Aji, tapi dengan berat hati, trit ini akan memakai judul menggunakan nama sosok tersebut.
Kenapa ane membuat trit dengan judul ini? Semuanya demi memuaskan para penggemar Nyi Rambat yang semakin hari semakin bertambah.
Mungkin nanti akan muncul sebuah fans club yang namanya NRFC (Nyi Rambat Fans Club) dengan anggotanya:
- @indrag057
- @bachtiar.78
- @rijalbegundal
- @adityasatriaji
- @dewalaut.76
- @boesly
- dan masih banyak lagi yang lainnya.....

Para fans Nyi Rambat itu selalu memperebutkan Nyi Rambat gaes...
Ane ga habis pikir...bayangkan saja, Nyi Rambat itu sosok rekaan yang ga ada dalam kehidupan nyata (RL),tapi kok sampai segitunya mereka berebut tokoh itu...


Oke gaes...abaikan semuanya, ane mulai aja ya ceritanya?
Part 1
Wanita dengan rok span di atas lutut dan berblazer itu memungut sesuatu yang ditemuinya di dekat mobilnya. Diamatinya cincin itu... Lalu ia menyimpannya dalam tas kecil yang dibawanya.
Setelah itu ia beranjak masuk ke dalam minimarket itu.
Pinggulnya yang nampak seksi itu bergoyang ke kanan dan ke kiri..hmmm...

Siapa wanita itu? Dan apa yang diambilnya dari lantai parkir minimarket?
Penasaran?
Mari kita ikuti perjalanan wanita itu.
Bagaimana caranya?
Gampang lah .. ikuti aja lanjutan cerita ini ..

Nanti akan ketahuan apa dan siapa wanita itu...
Jadi harap bersabar ya gansist...hehe.
Setelah rentang waktu 30 menit, wanita itu keluar dari minimarket dengan belanjaannya.
Baru terlihat wajahnya yang ayu, namun terkesan agak judes.
Pandangannya tajam, garis wajahnya tegas, senyumnya....???
Tak terlihat senyum di wajah itu. Bibirnya yang merona, hanya membentuk garis antara senyum dan tidak.
Dari penampilan dan tunggangannya, jelas nampak kalau dia adalah orang yang punya jabatan di kantornya.
Wanita itu membuka pintu depan mobil, masuk, dan segera melaju meninggalkan tukang parkir liar yang bengong menatapnya, sampai lupa meminta uang parkir.
Di dalam mobil, wanita itu fokus menatap ke jalanan...
Jelas, dia adalah oranh dengan disiplin tinggi.
Rambut legamnya yang hanya sampai ke bahunya, tersibak oleh angin yang masuk melalui jendela mobil yang tidak tertutup rapat.
Menampakkan leher jenjang putihnya....
Tangan lentiknya lincah mengoper persneleng mobil yang membawanya.
Kaki jenjangnya, lincah memainkan kopling dan gas, sehingga membuat rok spannya sedikit naik ke atas, memperlihatkan pahanya yang putih dan penuh.
Lantunan musik klasik terdengar dari audio mobil, memberikan suasana yang kontras dengan interior mobil yang modern.
Satu petunjuk lagi, dia penggemar musik klasik
Sebuah selera yang elegan ..
Entahlah itu musik klasik karangan Beethoven, atau Mozart ...tapi nampaknya wanita itu menikmatinya.
Suara speaker dalam mobil berhenti sejenak. Agaknya berpindah pada lagu berikutnya ..
Lalu, sebuah musik dengan judul Bohemian Rhapsody, yang pernah juga dimainkan oleh band Queen(kalau ga salah), memecah kesunyian.
Nampak wanita itu sesekali mengetuk setir yang dipegangnya dengan berirama mengikuti alunan musik itu.
Belum juga musik itu berhenti, mobil memasuki sebuah perumahan elit. Sekurity perumahan itu mengangguk ramah, dan membukakan portal untuk lewat.
Setelah memberi senyum tipis pada sang satpam, yang jadi bengong akibat terpesona, wanita itu melajukan mobilnya.
Sampai di sebuah rumah megah yang bercat hijau muda, wanita itu membelokkan mobilnya, lalu beehenti tepat di depan gerbang rumah itu.
Klakson mobil itu menyalak dua kali...
Dari dalam rumah, nampak tergopoh-gopoh seorang wanita setengah tua membukakan gerbang.
Wanita itu menjalankan mobil memasuki gerbang
Wanita setengah tua itu menutup kembali pintu gerbang, lalu bergegas membuka pintu garasi.
Setelah memasukkan mobilnya ke garasi, wanita itu berjalan keluar garasi, dan menutup pintunya.
Entah kemana perginya waniya setengah tua tadi
Wanita itu masuk ke dalam rumah, meletakkan belanjaannya, beserta tas kantor yang dibawanya ke meja ruang tengah.
Lalu dia menghempaskan dirinya ke sofa yang terlihat sangat bagus
Satu informasi lagi...wanita itu termasuk kaya...!!!
Wanita setengah tua itu muncul dari dalam, sambil membawa segelas es jeruk yang terlihat sangat segar di sore yang masih panas itu.
"Silahkan minumnya non...!'kata wanita setengah tua itu.
"Terima kasih mbok Darsi... Tolong bawa ke belakang belanjaan itu ya mbok?"
"Baik Non.. Non Erna mau dipanaskan air untuk mandi?" tanya Mbok Darsi.
"Ga usah mbok.. kayaknya lebih seger mandi air dingin nih...!"
Wait a minute? Mbok itu manggil wanita usia 30-an itu dengan sebutan "Non"? Apa dia masih sendiri? Atau mbok Darsi itu pengasuhnya sejak kecil?
Non Erna?
Macam pernah dengar... Tapi lupa di mana.
Ah...iya... Dia adalah HRD yang mewawancarai Aji.
Hmmm...pantas saja, seperti pernah dengar namanya.
Jadi dia tinggal di perumahan elit ini.
Dan dia dipanggil non...!
Ada kemungkinan dia masih sendiri...
Tapi kenapa cerita ini harus dimulai dari wanita ini? Kenapa bukan tentang keseharian Aji seperti yang dulu? Kenapa?
Hanya ada satu jawaban atas semua pertanyaan itu.....yaitu ..:
"karena ini memang maunya ts...!!!
.Nantikan lanjutan ceritanya di lain hari...
Semoga bisa menghibur ya gansist...!
Happy reading ...
Diubah oleh beqichot 19-11-2021 19:46
sriwidyaning93 dan 146 lainnya memberi reputasi
137
206K
6.4K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beqichot
#136
Nyai Pengasih
Aji meraih hp dan membaca chat yang baru saja masuk.
Gila nih HRD, nyuruh aku ke rumahnya jam segini. Dilihatnya jam di hpnya...21.30.
Dan ada pesan Darurat di chat dari Erna. Sebetulnya malas keluar di cuaca yang gerimis begini.
Tapi ini darurat...dan Aji ga mau sampai disalahkan jika terjadi apa-apa pada Erna.
Dengan agak malas, Aji meraih jaketnya, lalu mengeluarkan motor.
Dituntunnya motor keluar kost, dan dinyalakan di jalan. Takut mengganggu penghuni kost yang lain.
Aji membuka lokasi yang ditunjukkan oleh chat Erna.
Setelah paham, dia langsung memacu motornya menuju perumahan elit itu. Ga sampai 15 menit, dia sudah sampai di sana.
Di gerbang, dia mesti berurusan dengan satpam kompleks yang memintanya meninggalkan KTP.
Lalu Aji menuju rumah yang ditunjukkan oleh satpam tadi.
Suasana sepi.... ga nampak bayangan orang di situ. Tapi, Aji merasakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di rumah itu.
Ada aura pekat yang menyelimuti rumah itu.
Aji memandang ke arah Menik dan Kurnia.
Keduanya mengangguk dan melesat masuk ke dalam rumah, tapi keduanya terpental.
Rupanya rumah itu dipagari oleh sesuatu yang ghaib.
Aji mencoba menembus pagar ghaib itu, dan dengan mudah ia bisa masuk. Sementara Menik dan Kurnia yang juga mencoba, tetap tak mampu masuk.
Mungkin pagar ghaib itu dibuat khusus untuk menghadang makhluk astral yang hendak masuk.
Tapi kenapa pelet tadi bisa tembus?
Apakah pagar ghaib itu kurang kuat, atau dukun pengirim pelet itu lebih kuat?
Aji mengetuk pintu dan membunyikan bel berulang-ulang. Tapi tak ada yang membukakan pintu.
Mungkin semua penghuni sudah dalam pengaruh ilmu hitam itu, sehingga lelap dalam tidurnya.
Aji celingukan mencari tempat yang nyaman dan terlindungi, serta agak gelap.
Lalu Aji duduk bersila, melakukan raga sukma.
Dengan segera sukmanya melejit dan menembus tembok rumah Erna dan masuk ke dalam.
Di dalam, Nyi Rambat sudah menyadari kehadiran Aji sejak dari luar tadi. Tak ingin diketahui keberadaannya, Nyi Rambat masuk ke dalam cincin itu dan perlahan cincin itu memudar, dan hilang tanpa bekas.
Entah pergi ke mana.
Dengan perginya Nyi Rambat, otomatis pagar ghaib ciptaannya menghilang. Menik dan Kurnia yang menyadari hilangnya pagar ghaib, segera melesat masuk ke halaman rumah.
"Kurkur...kamu jagain raga mas Aji. Aku akan bantu mas Aji...!"seru Menik pada Kurnia.
"Siap putri ..!"sahut Kurnia yang segera melesat ke arah raga Aji yang duduk bersila.
Menik segera melesat masuk ke dalam rumah, dan sempat merasakan aura yang pernah dikenalnya. Aura siapa ya?
Menik sempat berhenti sejenak untuk mengingat....
Di dalam kamar utama, Aji tertegun melihat Erna yang tampak awut-awutan.
Dan yang membuatnya menahan nafas adalah, karena Erna mengenakan baju tidur dari bahan yang sangat halus dan agak menerawang. Memperlihatkan lekuk liku tubuhnya yang bagus...
Aji menelan ludah... Sejenak lupa untuk menolong Erna yang nampaknya terpengaruh oleh aura gelap itu.
"Dasar mesum...!"sebuah suara datang bersama sebuah toyoran yang hinggap di kepala Aji.
Aji menoleh, dan melihat Menik di situ.
"Lho kamu kok bisa masuk...?"tanya Aji.
"Pagar ghaibnya mendadak hilang. Kurnia kusuruh menjaga raganya mas Aji..!"
"Baguslah... ayo kita tolong mbak Erna..!"ujar Aji.
"Mas saja lah... nampaknya mahluk di dalam tubuhnya sangat kuat. Aku sangsi, bisa mengatasinya atau tidak...!"kata Kunyil.
"Ah..begitu rupanya. Kamu bantu aku ya?"
"Siap boss. Apa sih yang enggak buat mas Aji...!"kata Menik.
Njirrr...Aji digombalin Menik...
Sukma Aji segera menghampiri tubuh Erna...
Tangannya menembus tubuh Erna dan dengan sekuat tenaga menarik sesosok makhluk yang bersemayam di dalam tubuh Erna.
Tapi makhluk itu sangat kuat, dan bertahan di dalam tubuh Erna.
Aji mencoba mengontak energi Naga Wiru untuk mendukung tenaganya sendiri. Tapi sulit sekali berkonsentrasi melihat pemandangan indah tubuh Erna yang hanya berbalut gaun tidur tipis nan seksi.
Aji memejamkan matanya, namun malah bayangan tubuh seksi itu menari-nari dalam pikirannya
Arghhh....!!! Aji mengeluh...kalau begini terus, dia ga bakal bisa menolong Erna.
Menik menyadari hal itu, dia segera menyambar bedcover dan menyelimuti tubuh Erna dengan bedcover itu.
Aji menghela nafas lega ..
Dia mulai beekonsentrasi dan dengan usaha yang keras, akhirnya berhasil mengontak energi naga wiru.
Sontak, energinya seolah bertambah dua kali lipat.
Dengan sebuah sentakan yang keras, Aji berhasil menarik sosok di dalam tubuh Erna.
Sosok berupa bayangan hitam, yang beraura gelap sangat kuat.
Entah apa sebabnya, Aji merasa tidak tega untuk menyakiti makhluk itu. Makhluk tanpa rupa yang jelas.
"Awas mas... dia memancarkan ilmu peletnya padamu...!"teriak Menik.
Aji tersentak dan sadar. Diperkuatnya pagar ghaib untuk melindungi sukmanya.
Lalu dengan cepat, Aji menyarangkan pukulan keras ke tubuh makhluk.itu.
Makhluk itu berteriak kesakitan...
ARGHHHH...
Aji memburu dan siap melancarkan pukulan kedua yang penuh energi gabungan miliknya dan energi naga Wiru.
DHUAGHHH...
ARGHHH....
Makhluk itu terpental... sosoknya meringkuk di lantai kamar itu.
Perlahan Aji menghampirinya dan bersiap untuk menghabisinya...
"Aku menyerah...ampuni aku..!"sebuah suara merdu terdengar dari sosok itu.
Aji memandangnya heran... Suaranya kok merdu banget...?
Perlahan, sosok makhluk hitam itu berubah wujud, menjadi sosok seorang wanita cantik dengan pakaian model keraton tapi dengan pernak pernik yang sangat indah
"Nyai Pengasih....!"desis Menik.
"Kamu kenal padanya...?"
"Tidak...tapi aku tahu. Dialah Nyai Pengasih...jagonya ilmu pelet dan pengasihan. Siapa yang terkena peletnya, akan susah untuk disembuhkan...!"kata Menik.
Aji menatap sosok wanita yang sangat mempesona itu...
Hatinya tak tega untuk menyakitinya...
"Benarkah kau ini Nyai Pengasih?"tanya Aji.
"Benar den... aku menyerah den. Aku mau ikut aden...!"katanya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk mengganggu wanita itu?"tanyaku.
"Seorang dukun den... Disuruh oleh orang yang sakit hati pada wanita itu karena selalu ditolak cintanya."kata Nyi Pengasih.
"Hmm...baiklah. Kubebaskan kamu...tapi jangan lagi mencelakai manusia. Kalau suatu saat aku mendengarmu mencelakai manusia lagi, aku tak segan untuk menghabisimu..!"kata Aji.
"Baik den... terima kasih karena aden sudah mengampuniku. Tapi...bolehkah aku mengikuti aden?"tanya Nyai Pengasih.
"Maaf...aku tidak bersedia kau ikuti. Kau pergilah kemanapun kau mau...! Asal jangan kembali mengabdi pada dukun itu...!"ujar Aji.
"Tapi den ..bagaimana jika dukun.itu menangkapku kembali?"
Aji terpekur...benar-benar situasi yang sulit.
"Kau pergilah ke gunung Punggel. Kau akan aman di sana..!"ujarku.
"Baik den... aku pergi. Tapi suatu saat aku akan kembali dan mengikuti aden...!'kata Nyai Pengasih sambil melesat pergi dari situ.
Aji dan Menik segera berlalu dari kamar itu. Tugas mereka sudah selesai.
Aji kembali masuk ke raganya...dan pulang kembali ke kostnya.
Sesampai di kost, dia chat Erna...
Erna menggeliat bangun...
Hei...bagaimana dia bisa tidur di lantai, berselimut bedcover pula.
Perlahan, ingatannya pulih...dan yang terakhir diingatnya adalah dia menyuruh Aji datang ke rumahnya.
Buru-buru dia mencari hpnya, lalu membuka aplikasi chat, dan menemukan pesan yang dikirimnya dan sebuah balasan dari Aji yang mengatakan bahwa semuanya sudah aman.
Hmmm...kok dia tahu kalau sudah aman?
Memang tadi dia merasakan dadanya sesak dan selalu teringat pada Yanuar. Tapi nampaknya sekarang, dia sudah baik-baik saja.
Penasaran, Erna menelpon nomer sekurity komplek.
Erna mengakhiri panggilan itu. Berarti memang Aji tadi benar ke sini. Besok saja akan kuajak dia makan siang, dan membicarakan hal ini, kata Erna dalam hati.
Gila nih HRD, nyuruh aku ke rumahnya jam segini. Dilihatnya jam di hpnya...21.30.
Dan ada pesan Darurat di chat dari Erna. Sebetulnya malas keluar di cuaca yang gerimis begini.
Tapi ini darurat...dan Aji ga mau sampai disalahkan jika terjadi apa-apa pada Erna.
Dengan agak malas, Aji meraih jaketnya, lalu mengeluarkan motor.
Dituntunnya motor keluar kost, dan dinyalakan di jalan. Takut mengganggu penghuni kost yang lain.
Aji membuka lokasi yang ditunjukkan oleh chat Erna.
Setelah paham, dia langsung memacu motornya menuju perumahan elit itu. Ga sampai 15 menit, dia sudah sampai di sana.
Di gerbang, dia mesti berurusan dengan satpam kompleks yang memintanya meninggalkan KTP.
Lalu Aji menuju rumah yang ditunjukkan oleh satpam tadi.
Suasana sepi.... ga nampak bayangan orang di situ. Tapi, Aji merasakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di rumah itu.
Ada aura pekat yang menyelimuti rumah itu.
Aji memandang ke arah Menik dan Kurnia.
Keduanya mengangguk dan melesat masuk ke dalam rumah, tapi keduanya terpental.
Rupanya rumah itu dipagari oleh sesuatu yang ghaib.
Aji mencoba menembus pagar ghaib itu, dan dengan mudah ia bisa masuk. Sementara Menik dan Kurnia yang juga mencoba, tetap tak mampu masuk.
Mungkin pagar ghaib itu dibuat khusus untuk menghadang makhluk astral yang hendak masuk.
Tapi kenapa pelet tadi bisa tembus?
Apakah pagar ghaib itu kurang kuat, atau dukun pengirim pelet itu lebih kuat?
Aji mengetuk pintu dan membunyikan bel berulang-ulang. Tapi tak ada yang membukakan pintu.
Mungkin semua penghuni sudah dalam pengaruh ilmu hitam itu, sehingga lelap dalam tidurnya.
Aji celingukan mencari tempat yang nyaman dan terlindungi, serta agak gelap.
Lalu Aji duduk bersila, melakukan raga sukma.
Dengan segera sukmanya melejit dan menembus tembok rumah Erna dan masuk ke dalam.
Di dalam, Nyi Rambat sudah menyadari kehadiran Aji sejak dari luar tadi. Tak ingin diketahui keberadaannya, Nyi Rambat masuk ke dalam cincin itu dan perlahan cincin itu memudar, dan hilang tanpa bekas.
Entah pergi ke mana.
Dengan perginya Nyi Rambat, otomatis pagar ghaib ciptaannya menghilang. Menik dan Kurnia yang menyadari hilangnya pagar ghaib, segera melesat masuk ke halaman rumah.
"Kurkur...kamu jagain raga mas Aji. Aku akan bantu mas Aji...!"seru Menik pada Kurnia.
"Siap putri ..!"sahut Kurnia yang segera melesat ke arah raga Aji yang duduk bersila.
Menik segera melesat masuk ke dalam rumah, dan sempat merasakan aura yang pernah dikenalnya. Aura siapa ya?
Menik sempat berhenti sejenak untuk mengingat....
Di dalam kamar utama, Aji tertegun melihat Erna yang tampak awut-awutan.
Dan yang membuatnya menahan nafas adalah, karena Erna mengenakan baju tidur dari bahan yang sangat halus dan agak menerawang. Memperlihatkan lekuk liku tubuhnya yang bagus...
Aji menelan ludah... Sejenak lupa untuk menolong Erna yang nampaknya terpengaruh oleh aura gelap itu.
"Dasar mesum...!"sebuah suara datang bersama sebuah toyoran yang hinggap di kepala Aji.
Aji menoleh, dan melihat Menik di situ.
"Lho kamu kok bisa masuk...?"tanya Aji.
"Pagar ghaibnya mendadak hilang. Kurnia kusuruh menjaga raganya mas Aji..!"
"Baguslah... ayo kita tolong mbak Erna..!"ujar Aji.
"Mas saja lah... nampaknya mahluk di dalam tubuhnya sangat kuat. Aku sangsi, bisa mengatasinya atau tidak...!"kata Kunyil.
"Ah..begitu rupanya. Kamu bantu aku ya?"
"Siap boss. Apa sih yang enggak buat mas Aji...!"kata Menik.
Njirrr...Aji digombalin Menik...

Sukma Aji segera menghampiri tubuh Erna...
Tangannya menembus tubuh Erna dan dengan sekuat tenaga menarik sesosok makhluk yang bersemayam di dalam tubuh Erna.
Tapi makhluk itu sangat kuat, dan bertahan di dalam tubuh Erna.
Aji mencoba mengontak energi Naga Wiru untuk mendukung tenaganya sendiri. Tapi sulit sekali berkonsentrasi melihat pemandangan indah tubuh Erna yang hanya berbalut gaun tidur tipis nan seksi.
Aji memejamkan matanya, namun malah bayangan tubuh seksi itu menari-nari dalam pikirannya
Arghhh....!!! Aji mengeluh...kalau begini terus, dia ga bakal bisa menolong Erna.
Menik menyadari hal itu, dia segera menyambar bedcover dan menyelimuti tubuh Erna dengan bedcover itu.
Aji menghela nafas lega ..
Dia mulai beekonsentrasi dan dengan usaha yang keras, akhirnya berhasil mengontak energi naga wiru.
Sontak, energinya seolah bertambah dua kali lipat.
Dengan sebuah sentakan yang keras, Aji berhasil menarik sosok di dalam tubuh Erna.
Sosok berupa bayangan hitam, yang beraura gelap sangat kuat.
Entah apa sebabnya, Aji merasa tidak tega untuk menyakiti makhluk itu. Makhluk tanpa rupa yang jelas.
"Awas mas... dia memancarkan ilmu peletnya padamu...!"teriak Menik.
Aji tersentak dan sadar. Diperkuatnya pagar ghaib untuk melindungi sukmanya.
Lalu dengan cepat, Aji menyarangkan pukulan keras ke tubuh makhluk.itu.
Makhluk itu berteriak kesakitan...
ARGHHHH...
Aji memburu dan siap melancarkan pukulan kedua yang penuh energi gabungan miliknya dan energi naga Wiru.
DHUAGHHH...
ARGHHH....
Makhluk itu terpental... sosoknya meringkuk di lantai kamar itu.
Perlahan Aji menghampirinya dan bersiap untuk menghabisinya...
"Aku menyerah...ampuni aku..!"sebuah suara merdu terdengar dari sosok itu.
Aji memandangnya heran... Suaranya kok merdu banget...?
Perlahan, sosok makhluk hitam itu berubah wujud, menjadi sosok seorang wanita cantik dengan pakaian model keraton tapi dengan pernak pernik yang sangat indah
"Nyai Pengasih....!"desis Menik.
"Kamu kenal padanya...?"
"Tidak...tapi aku tahu. Dialah Nyai Pengasih...jagonya ilmu pelet dan pengasihan. Siapa yang terkena peletnya, akan susah untuk disembuhkan...!"kata Menik.
Aji menatap sosok wanita yang sangat mempesona itu...
Hatinya tak tega untuk menyakitinya...
"Benarkah kau ini Nyai Pengasih?"tanya Aji.
"Benar den... aku menyerah den. Aku mau ikut aden...!"katanya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk mengganggu wanita itu?"tanyaku.
"Seorang dukun den... Disuruh oleh orang yang sakit hati pada wanita itu karena selalu ditolak cintanya."kata Nyi Pengasih.
"Hmm...baiklah. Kubebaskan kamu...tapi jangan lagi mencelakai manusia. Kalau suatu saat aku mendengarmu mencelakai manusia lagi, aku tak segan untuk menghabisimu..!"kata Aji.
"Baik den... terima kasih karena aden sudah mengampuniku. Tapi...bolehkah aku mengikuti aden?"tanya Nyai Pengasih.
"Maaf...aku tidak bersedia kau ikuti. Kau pergilah kemanapun kau mau...! Asal jangan kembali mengabdi pada dukun itu...!"ujar Aji.
"Tapi den ..bagaimana jika dukun.itu menangkapku kembali?"
Aji terpekur...benar-benar situasi yang sulit.
"Kau pergilah ke gunung Punggel. Kau akan aman di sana..!"ujarku.
"Baik den... aku pergi. Tapi suatu saat aku akan kembali dan mengikuti aden...!'kata Nyai Pengasih sambil melesat pergi dari situ.
Aji dan Menik segera berlalu dari kamar itu. Tugas mereka sudah selesai.
Aji kembali masuk ke raganya...dan pulang kembali ke kostnya.
Sesampai di kost, dia chat Erna...
Quote:
Erna menggeliat bangun...
Hei...bagaimana dia bisa tidur di lantai, berselimut bedcover pula.
Perlahan, ingatannya pulih...dan yang terakhir diingatnya adalah dia menyuruh Aji datang ke rumahnya.
Buru-buru dia mencari hpnya, lalu membuka aplikasi chat, dan menemukan pesan yang dikirimnya dan sebuah balasan dari Aji yang mengatakan bahwa semuanya sudah aman.
Hmmm...kok dia tahu kalau sudah aman?
Memang tadi dia merasakan dadanya sesak dan selalu teringat pada Yanuar. Tapi nampaknya sekarang, dia sudah baik-baik saja.
Penasaran, Erna menelpon nomer sekurity komplek.
Quote:
Erna mengakhiri panggilan itu. Berarti memang Aji tadi benar ke sini. Besok saja akan kuajak dia makan siang, dan membicarakan hal ini, kata Erna dalam hati.
arinu dan 67 lainnya memberi reputasi
68
Tutup