Kaskus

News

samsol...Avatar border
TS
samsol...
Hah! MUI Siapkan Pasukan Bela Anies, Chusnul: Firaun Saja Tak Pernah Jadikan Ulama


Hah! MUI Siapkan Pasukan Bela Anies, Chusnul: Firaun Saja Tak Pernah Jadikan Ulama Sebagai Buzzer


Hah! MUI Siapkan Pasukan Bela Anies, Chusnul: Firaun Saja Tak Pernah Jadikan Ulama Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah buka suara terkait rencana MUI DKI Jakarta yang akan membentuk cyber army untuk membela Ulama dan juga Anies Baswedan.

Dalam cuitan twitter pribadinya, Chusnul menyindir MUI dengan mencontohkan sosok Firaun yang tidak menggunakan Ulama sebagai Buzzer.

“Sekafir kafirnya Fir’aun, dia tidak pernah jadikan ulama sebagai Buzzer nya,” tulis Chusnul, Jumat 19 November 2021.

Sebelumnya, Chusnul juga menyampaikan usulannya kepada pihak MUI pusat untuk mengubah nama menjadi Majelis Buzzer Indonesia (MBI) apabila MUI DKI benar-benar membentuk pasukan Buzzer pembela Anies.

Rencana MUI DKI ini pun memicu sejumlah reaksi dari warganet, bahkan ada warganet yang kembali mengingatkan fatwa MUI yang mengharamkan pekerjaan sebagai Buzzer.

“wahhhhh berarti ini dah berlaku yah,” tulis akun bernama @MSSFunkdelic sambil melampirkan tangkapan layar fatwa MUI.

“Membela yang bayar. Hukuman nya Neraka jahanam,” balas akun @sabar_setiabudi.

Diketahui, Rencana MUI DKI membentuk pasukan siber disampaikan langsung oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar pada Jumat 19 November 2021.

Dalam keterangannya, Munahar menjelaskan bahwa Infokom MUI tidak hanya akan melawan Buzzer yang menyerang para ulama tetapi juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia menambahkan bila para buzzer mencari kesalahan Anies, maka pihak MUI akan mengangkat prestasi yang diperoleh Anies, baik nasional maupun internasional.

“Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar, dikutip dari detikcom, Sabtu 20 November 2021.
https://makassar.terkini.id/hah-mui-...ebagai-buzzer/

Kena tampol lagi MUI..emoticon-Leh Uga

Abis anggotanya terciduk densus eh mui dki malah jadi buzzers tuk abud padahal ada fatwa haramnya di mui...emoticon-Leh Uga

Ingat Allah itu maha kuasa dan dengan segala kemuliaannya mampu mengungkapkan borok kalian dgn cara tak terduga.

emoticon-Traveller
pakisal212Avatar border
aldonisticAvatar border
sorkenAvatar border
sorken dan 23 lainnya memberi reputasi
24
3.8K
74
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Tampilkan semua post
NabiGantengsAvatar border
NabiGantengs
#13
Akhirnya rilis juga buzzeRp kadal

Di modalin wan jembud

Xaruduy awakened ini ya akik emoticon-Ngakak


-----

Umat sampah emoticon-Ngakak (S)
VV


ADZAN DENGAN SPEAKER/TOA : Sebuah Budaya Yang Diwajibkan

Sebelum mulai agar dipahami dulu bahwa yg wajib itu solat, bukan adzan. Tanpa adzan pun solat jatuhnya sah yg penting waktunya sesuai.

Lalu apakah itu adzan ? Syahdan ketika kaum muslimin masih di Mekkah mereka sudah solat tanpa adzan. Penanda waktunya adalah kesadaran mereka akan peralihan waktu2 itu. Ketika mereka hijrah ke Madinnah barulah Nabi dan para muslimin bersepakat merumuskan bentuk signal untuk penanda waktu solat. Jadilah itu adzan, yg isinya adalah kesepakatan orang2 masa itu. Sebab tidak akan ditemukan lafaz adzan baik di Quran dan hadis.

Caranya bagaimana ? seperti yg dicontohkan Bilal naik ke tempat tertinggi dan berteriak. Kok begitu ? Ya karena jaman dulu belum ada gadget, radio, televisi atau alarm adzan otomatis di ponsel. Berteriak di tempat tinggi adalah yg efektif.

Sekeras2nya suara Bilal tetap saja jangkauannya terbatas. Ada sudut kota Madinnah yg tidak terjangkau suara Bilal. Tapi tidak lantas rutinitas solat terputus karena muslimin tidak bodoh, mereka diberi panca indera untuk mengetahui waktu solat melalui petanda alam.

Sampai masa sepeninggal nabi, budaya adzan ini masih dilestarikan di era dinasti2 islam. Jangkauannya pun makin luas seiring banyaknya masjid2 yg memiliki radius satu sama lain sehingga suara adzan itu bisa di-estafetkan. Meminimalisasi sudut2 kota yg tidak terjangkau adzan.

Adzan masa itu masihlah "beradab dan santun". Suaranya merdu dan murni dilantukan oleh suara manusia. Dilafazkan dari menara yg tinggi agar dapat terdengar mengalun, syahdu, khidmat tidak mengganggu dan tidak menyakiti siapapun. Seperti halnya nilai-nilai islam itu sendiri, indah, khidmat, tidak menyakiti.

Lho memangnya ada adzan yg menyakiti ?

Coba saja bagaimana rasanya kuping anda disembur loud speaker rutin 5 kali sehari 35 kali seminggu. Terus2an setahun entah itu oleh lagu rohani atau adzan. Bagi yg tidak berkepentingan itu pasti amat mengganggu.

Padahal Indonesia dikenal sebagai negeri berjuta masjid. Lebih banyak masjid daripada era dinasti islam bahkan negeri arab sekalipun. Sudah begitu banyak saling berdekatan pakai loudspeaker dan toa semua. Apa jadinya orang2 non muslim yg rumahnya dekat masjid.

Sudah menaranya pendek2, dipakai toa pula ?

Kalau dipikir2 sekarang sudah ada televisi, radio, aplikasi2 ibadah yg memasang alarm adzan di ponsel. Seharusnya cara memanggil orang solat menjadi lebih mudah, efektif dan makin santun.

Adzan, sesuatu yg tidak wajib tidak pula sunnah, tanpa sadar dijadikan sebuah kewajiban secara taklid buta, tanpa menelaah esensinya dan makna nilai islam (tidak menyakiti) yg dicerminkan di dalamnya.

Bukan hanya menjadi polusi suara. Bahkan tanpa sadar generasi2 muslim yg tumbuh akan menganggap itu sebagai sebuah kewajiban selayaknya solat. Tidak berani merombak menyesuaikan diri dg perkembangan zaman akhirnya mereka mewarisi pola pikir jumud. Mirip kumpulan kerbau yg dicocok hidungnya.

Yah memang itulah dilema umat muslim saat ini Gagal memahami esensi agama islam tapi pandai dalam meniru budayanya. Akal dan hatinya sudah lumpuh tidak bisa membedakan mana yg wajib dan yg bukan.

Naudzubillah min dzalik..
voorvendetta
xandernathaniel
aldonistic
aldonistic dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.