Mengulas Album Slayer Dari Yang Bagus Sampai Paling Bagus
TS
anake.abah
Mengulas Album Slayer Dari Yang Bagus Sampai Paling Bagus
Wellcome To My Thread
Salam jumpa para Kaskuser
Adakah fans Slayer disini ? Ya, Slayer. Band asal Huntington Park, California yang di gawangi oleh Tom Araya (Bass, Vocals) Kerry King (Guitar) Jeff Hanneman (Guitar) dan Dave Lombardo (Drums) yang termasuk bagian dari The Big 4 bersama Metallica, Megadeth, dan Anthrax.
Ane pribadi lebih suka formasi klasik Slayer, ya walaupun ada juga personil lain seperti Gary Holt yang menggantikan Jeff Hanneman yang meninggal dunia pada tahun 2013 (yang mulai mengisi posisi Jeff Hanneman yang vakum pada tahun 2011 karena gigitan laba laba saat mandi di bathtub). Paul Bostaph yang menggantikan Dave Lombardo tahun 1992 - 1996, 1997 - 2001 dan kali ketiga pada tahun 2013 sampai pensiunnya Slayer pada tahun 2019. Dan yang terakhir John Dette yang menggantikan Paul Bostaph di tahun 1996 - 1997.
Ini mau ane bahas 12 album dari Slayer dan ane bahas dari yang biasa sampai yang paling The Best nya
Sebelum kesitu ane mau cerita dulu dikit boleh ya gan
Jadi memang dari dulu ane penikmat musik yang bisa di bilang ya cadas tahun 90an, dan dulu ane cenderung ke Metallica (kalo di sebutin semua kebanyakan ) karena pengaruh dari abang ane.
Singkat cerita ane gak sengaja liat di Youtube dan ini adalah lagu Slayer pertama yang ane dengar yaitu Seasons in the Abyss (yang merupakan video klip pertama Slayer). Dan ane berpikir "wow, ini lagu metal yang ane pikir bertempo agak lambat tapi bisa bikin ane headbang, gimana dengan lagu Slayer yang lain?".
Dan setelah itu ane cari lagu lagu lain Slayer seperti Raining Blood, War Ensemble, Disciple, Hell Awaits, Black Magic, Show No Mercy, dan yang paling ane demen Angel of Death. Yang menurut ane emang bener bener murni Trash Metal, gak seperti Metallica yang berbelok ke Heavy Metal di album Metallica atau yang lebih di kenal dengan The Black Album. Berbeda dengan Slayer yang dari awal karir sampai pensiun tetep di jalur Trash Metal.
Ya bisa di bilang ane terlambat mengikuti Slayer, jadi kalo agan agan ada yang lebih mendalami tentang band ini, mari share disini gan
Oke kita langsung saja ke yang pertama.
Spoiler for Yang Pertama:
Undisputed Attitude
Album ini menurut ane cukup asik untuk sebuah album cover, yang mana mereka mengcover lagu dari band beraliran punk yang mempengaruhi gaya bermusik mereka, terutama untuk Jeff Hanneman dan Dave Lombardo di awal karir.
Slayer merilis album ini pada tahun 1996 untuk menghormati para leluhur punk mereka. Dan mereka menunjukkan seperti apa itu punk ala Slayer.
Mengcover lagu-lagu dari Minor Threat, D.R.I. dan Stooges. Ada juga dua lagu dari Pap Smear, proyek sampingan gitaris Jeff Hanneman di pertengahan tahun 80-an, dan satu lagu baru Slayer, Gemini. Konsep aslinya adalah membuat album cover heavy metal, tetapi itu tidak berhasil, maka beralihlah menjadi album cover punk.
Lagu favorit di lagu ini I'm Gonna Be Your God
Spoiler for Yang Kedua:
Diabolus In Musica
Bitter Piece, Death's Head, Stain of Mind, ya itulah yang sering di mainkan Slayer secara live untuk album ini. Dan jangan lupakan Scrum, yang menurut ane adalah lagu terbaik di album ini.
Album Ini dirilis tahun 1998. Tidak seperti Divine Intervention, di mana materinya kebanyakan ditulis oleh gitaris Kerry King, kali ini Hanneman yang menyusun sebagian besar materi, memberikannya lebih eksperimental dari yang diharapkan oleh siapa pun. Hanneman mengklaim bahwa dia tidak dapat menemukan apa pun untuk mengukur kemampuan bermusik Slayer, jadi di lakukan pendekatannya sendiri. Sampai batas tertentu ini dia mengakui ada sedikit pengaruh nu metal, tetapi tetap mereka menyesuaikan ini dengan citra mereka sendiri, paling tidak liriknya, yang mencerminkan 'Devil In Music' bahasa latin dari Diabolus In Musica.
Lagu favorit di album ini Scrum
Spoiler for Yang Ketiga :
Christ Illusion
Setelah jeda lima tahun, rentang waktu terlama untuk merilis album dalam karir band, yaitu pada tahun 2006. Slayer kembali mencapai sasaran dengan album terbaik mereka sejak Seasons In The Abyss, 1990. Apakah ini kebetulan karena Lombardo kembali di belakang kit ? Menurut ane iya.
Suaranya modern, namun dinamis. Lagu-lagunya keras dan tanpa rasa takut mereka bahkan menulis Jihad, yang mana liriknya tentang serangan 9/11 dari sudut pandang teroris. Tapi intronye ane demen walaupun liriknya seperti itu
Sementara Eyes Of The Insane, yang memenangi Grammy Awards liriknya tentang cara menangani gangguan stres pasca-trauma seorang prajurit selama di medan perang.
Slayer back to back di Grammy Awards karena bonus track di album in, Final Six juga memenangi Grammy Awards pada tahun berikutnya.
Lagu favorit di album ini Flesh Storm, Jihad.
Spoiler for Yang Keempat:
God Hates Us All
Para metalhead pasti meneriakkan "God Hates Us All" apabila Disciple dimainkan secara live. Dan Disciple menjadi lagu yang menonjol di album ini, karena nama album yang senada dengan lagu mereka di album ini.
Dirilis pada 11 September 2001, bertepatan dengan tragedi 9/11. Album ini memiliki lirik yang lebih realistis, mencerminkan ketidakpastian zaman. Mereka mendapat kecaman karena nama album mereka. Namun dari segi musikalitas, ini oke menurut saya.
Produser Matt Hyde didatangkan dan sangat ingin memperbarui Slayer, sesuatu yang tidak dihargai oleh band. Namun, ada cukup banyak hal di sini, terutama pada Disciple and Bloodline yang dinominasikan Grammy. Album ini memastikan bahwa Slayer masih bisa melangkah ke milenium baru sebagai sesepuh trash metal.
Lagu favorit di album ini Disciple, Bloodline
Spoiler for Yang Kelima:
Repentless
Ya, Repentless saya letakkan di urutan 8. Walaupun tanpa Jeff Hanneman, album ini mendapat tanggapan positif dari para kritikus untuk album yang di rilis pada tahun 2015 ini.
Repentless menjelaskan bahwa kehilangan sosok Jeff Hanneman tidak akan merusak cara bermusik Slayer. Suara Tom Araya juga masih oke di album terakhir Slayer. Hanya Piano Wire, lagu ciptaan dari mendiang Jeff Hanneman, selebihnya ini adalah album Kerry King. Karena lirik dan aransemen di album ini di ambil alih oleh Kerry King. Gary Holt di rekrut menjadi personil Slayer di album Repentless ini, dan permainan gitar Gary Holt juga bagus menurut ane. Lagu-lagu seperti Chasing Death dan Implode sama berat dan cenderung lambat, tetapi tempo lambat yang mengerikan dari When The Stillness Comes yang masih terasa nuansa trashnya. Ane suka intro dari album ini, Delusions of Savior yang disusul dengan gebrakan dari lagu Repentless.
Lagu favorit di album ini Repentless
Spoiler for Yang Keenam:
Divine Intervention
Divine Intervention, album yang dirilis bersama drummer baru mereka, Paul Bostaph pada tahun 1994.
Kalo bukan Dave Lombardo drummernya, jelek dong album ini ?
Tidak, sama sekali tidak. Malah menurut saya permainan drum Bostaph di album ini yang paling keren menurut ane. Ya walaupun album sebelumnya bersama Paul Bostaph juga keren keren, tapi ane pilih ini sebagai album terbaik bersama Paul Bostaph.
Paul Bostaph masuk menggantikan Lombardo. Drummer yang bagus, tetapi tidak berada di kelas yang sama, atau dengan pengaruh yang sama, seperti pendahulunya menurut para fans. Band ini menggunakan beberapa studio untuk rekaman dan dua produser, Toby Wright dan Rick Rubin yang membuat album ini terasa terputus-putus. Tapi dari kualitas musik yang mereka buat, sudah mampu menjawab kebimbangan para fans akan kualitas mereka setelah hengkangnya Lombardo. Contohnya Killing Fields, Divine Intervention, Serenity in Murder dan lagu cinta 213 adalah simbol dari album ini.
Namun, gitar-gitarnya tampaknya di mix terlalu rendah dan tidak seperti cara Slayer di album sebelumnya, dan saya menempatkan Divine Intervention di urutan ke tujuh.
Lagu favorit di album ini Serenity in Murder
Spoiler for Yang Ketujuh:
Show No Mercy
Black Magic, Die By The Swords, Show No Mercy, The Antichrist adalah lagu andalan di album ini, album ini merupakan album pertama Slayer di tahun 1983.
Direkam dengan hampir tanpa anggaran, Show No Mercy begitu kejam dan benar-benar jahat sehingga membuat persepsi sebagian besar orang tentang metal terguncang. Ini ekstrem, bahkan menurut ane, album ini lebih bagus daripada album pertama Metallica, Kill 'em All saat itu. Pada awal rekaman banyak yang meragukan untuk memakai kecepatan tinggi di lagu lagu band ini, namun itu semua salah. Untuk meyakinkan kecepatan seperti ini, mereka berempat yang tak kenal takut harus lebih dari kompeten dan semua itu terjawab, dan hasilnya bisa kita lihat sendiri. Album pertama mereka cukup diminati di pasaran saat itu. Kagelapan sangat melekat di album ini, dan banyak orang berkomentar negatif tentang lagu The Antichrist. Jeff Hanneman mengatakan, lagu ini di tulis dari sudut pandang orang yang anti agama. Bukan orang yang membenci agama seperti yang di tujukan kepada Slayer.
Lagu favorit di album ini Black Magic, Show No Mercy, The Antichrist.
Spoiler for Yang Kedelapan:
Hell Awaits
Hell Awaits memang lebih menggila dari awal lagu sampai lagu terakhir ketimbang album sebelumnya, Show No Mercy. Dan saya menempatkannya di urutan kelima.
Siapapun yang percaya Slayer hanya membuat album yang sama berulang-ulang harus mendengarkan Show No Mercy, dan kemudian yang ini. Perkembangannya jelas. Musiknya lebih keras, lebih tajam dan, ya, lebih cepat dari sebelumnya. Dan lirik lagu masih cenderung ke amarah. Dengan produksi yang relatif lebih canggih, band ini mengukir prestasi mereka sendiri, seperti yang disaksikan di lagu utama, At Dawn They Sleep dan Hardening Of The Arteries. Hell Awaits ini juga menjadi salah satu inspirasi untuk genre grind.
Lagu Favorit album ini Hell Awaits, At Dawn They Sleep
Spoiler for Yang Kesembilan:
World Painted Blood
Berlawanan dengan tanggapan beragam yang diterima oleh Christ Illusion tahun 2006, album studio ke 11 Slayer yang dirilis tahun 2009 ini mendapat pengakuan luas, paling tidak karena corak musik album tersebut serasa kembali ke karya karya awal band. Dari segi musikalitas dan kualitas, jangan di tanya lagi. Contohnya Hate Worldwide karya Kerry King dan Psychopathy Red ciptaan Hanneman mendapatkan keseimbangan antara permainan gitar dan pukulan drum dari Dave Lombardo yang menggerakkan semuanya dengan kecepatan yang maksimal dan vocal dari Tom Araya yang menggambarkan segalanya. Kengerian di lirik lagu untuk album baru mereka tetap di tonjolkan. Dan jangan lupakan track pembuka album ini, World Painted Blood yang menurut ane adalah lagu terbaik di album ini.
Lagu favorit ane di album ini World Painted Blood, Hate Worldwide, Beauty Trough Order.
Spoiler for Yang Kesepuluh:
South Of Heaven
Ya, album yang di rilis tahun 1988 ini saya tempatkan di posisi ketiga. Untuk album ini saya rasa Slayer bermain agak lambat, namun album ini patut di perhitungkan menurut ane.
Mendengar intro awal lagu yang menurut ane "waaah" kita di suguhkan lagu South of Heaven di awal lagu, disusul lagu kedua yaitu Silent Scream yang dari awal sampai akhir lagu double bass drumnya tidak pernah berhenti dan merupakan yang tercepat di album ini. Untuk Silent Scream ane punya penilaian sendiri karena ini lagu favorit ane di album ini. Ane rasa malah bagus ketika di bawain live, dimana perhatian ane tertuju sama Dave Lombardo yang bermain sangat cepat dan makin cepat di lagu ini. Ya wajar saja dia mendapat julukan The Godfather of Double Bass Drum. Untuk lagu lainnya di lagu ini semuanya oke, Mandatory Suicide menurut ane juga sukses membuat pendengarnya headbang.
Ya walaupun tidak secepat dan sekeras album pendahulunya, Reign in Blood, tapi ane rasa mereka sukses memanjakan telinga para metalhead.
Favorit ane di album ini Silent Scream
Spoiler for Yang Kesebelas:
Seasons In The Abyss
Close your eyes
Look deep in your soul
Step outside yourself
and let your mind go
Frozen eyes stare deep in your mind as you die
Ya itulah penggalan lirik Seasons in the Abyss yang sukses membuat orang berpogo ria saat di bawakan secara live. Lagu ini juga menjadi video klip Slayer yang pertama.
Album studio terakhir untuk drummer Dave Lombardo, hingga 2006, dan meskipun tidak memperlihatkan perubahan arah musik yang terlihat dari apa yang telah dirilis sebelumnya, kekuatan band di album ini terlihat jelas pada Dead Skin Mask, War Ensemble dan Seasons in the Abyss. Banyak yang percaya bahwa Seasons In The Abyss adalah album Slayer yang terjebak dalam kebiasaan. Namun, ini sebenarnya masih tetap di jalur Trash, dan mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan, dan bagaimana menyampaikannya.
Pada saat beberapa orang mengatakan thrash sudah mati, Slayer menunjukkan bahwa mereka masih penuh dengan ide.
Spoiler for Yang Terakhir:
Reign In Blood
Para metalhead pasti setuju ane tempatkan Reign In Blood di urutan pertama. Album inilah yang memang legendaris untuk genre Trash Metal dan influencer bagi kebanyakan band sekarang ini.
Mengatakan ini sebagai album thrash terhebat sepanjang masa mungkin semua setuju ketika anda mendengarnya. Di awali dengan teriakan Tom Araya di awal lagu Angel of Death sampai dengan Raining Blood mereka yang ikonik. Permainan mereka di album ini sangat agresif
Rick Rubin menggaet Slayer untuk memproduksi album ini, dan membawa Slayer ke puncak popularitas. Permainannya berkelas dunia, lagu lagunya memukau, teknologi produksi yang seimbang dengan kekuatan trash yang mereka maksimalkan. Dari lagu pembuka Angel Of Death sampai lagu terakhir, Raining Blood kurang lebih hanya 30 menit. Dan ini merupakan album dengan durasi yang lumayan singkat untuk seukuran Trash Meta, dan mereka berhasil dengan hal itu.
Dan pada tahun 2004 di Augusta Civic Centre, Slayer membawakan satu album Reign In Blood dan di akhiri dengan hujan darah (buatan) di lagu Raining Blood. Sesuatu yang epic menurut saya.
Ya itulah penilaian menurut saya untuk album album dari Slayer. Mungkin kalau ada yang salah sama ulasan ane ini bisa agan koreksi dan mari kita sharing bersama disini
Jangan lupa di
Spoiler for Rate 5:
Kalo berkenan boleh dong di lempar
Spoiler for Cendol:
Jangan di lemparin
Spoiler for Bata:
Salam buat para pecinta musik
Sekian dan terimakasih
Diubah oleh anake.abah 30-07-2025 10:30
kang.copass dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.8K
Kutip
10
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Mengulas Album Slayer Dari Yang Bagus Sampai Paling Bagus
Wellcome To My Thread
Salam jumpa para Kaskuser
Adakah fans Slayer disini ? Ya, Slayer. Band asal Huntington Park, California yang di gawangi oleh Tom Araya (Bass, Vocals) Kerry King (Guitar) Jeff Hanneman (Guitar) dan Dave Lombardo (Drums) yang termasuk bagian dari The Big 4 bersama Metallica, Megadeth, dan Anthrax.
Ane pribadi lebih suka formasi klasik Slayer, ya walaupun ada juga personil lain seperti Gary Holt yang menggantikan Jeff Hanneman yang meninggal dunia pada tahun 2013 (yang mulai mengisi posisi Jeff Hanneman yang vakum pada tahun 2011 karena gigitan laba laba saat mandi di bathtub). Paul Bostaph yang menggantikan Dave Lombardo tahun 1992 - 1996, 1997 - 2001 dan kali ketiga pada tahun 2013 sampai pensiunnya Slayer pada tahun 2019. Dan yang terakhir John Dette yang menggantikan Paul Bostaph di tahun 1996 - 1997.
Ini mau ane bahas 12 album dari Slayer dan ane bahas dari yang biasa sampai yang paling The Best nya
Sebelum kesitu ane mau cerita dulu dikit boleh ya gan
Jadi memang dari dulu ane penikmat musik yang bisa di bilang ya cadas tahun 90an, dan dulu ane cenderung ke Metallica (kalo di sebutin semua kebanyakan ) karena pengaruh dari abang ane.
Singkat cerita ane gak sengaja liat di Youtube dan ini adalah lagu Slayer pertama yang ane dengar yaitu Seasons in the Abyss (yang merupakan video klip pertama Slayer). Dan ane berpikir "wow, ini lagu metal yang ane pikir bertempo agak lambat tapi bisa bikin ane headbang, gimana dengan lagu Slayer yang lain?".
Dan setelah itu ane cari lagu lagu lain Slayer seperti Raining Blood, War Ensemble, Disciple, Hell Awaits, Black Magic, Show No Mercy, dan yang paling ane demen Angel of Death. Yang menurut ane emang bener bener murni Trash Metal, gak seperti Metallica yang berbelok ke Heavy Metal di album Metallica atau yang lebih di kenal dengan The Black Album. Berbeda dengan Slayer yang dari awal karir sampai pensiun tetep di jalur Trash Metal.
Ya bisa di bilang ane terlambat mengikuti Slayer, jadi kalo agan agan ada yang lebih mendalami tentang band ini, mari share disini gan
Oke kita langsung saja ke yang pertama.
Spoiler for Yang Pertama:
Undisputed Attitude
Album ini menurut ane cukup asik untuk sebuah album cover, yang mana mereka mengcover lagu dari band beraliran punk yang mempengaruhi gaya bermusik mereka, terutama untuk Jeff Hanneman dan Dave Lombardo di awal karir.
Slayer merilis album ini pada tahun 1996 untuk menghormati para leluhur punk mereka. Dan mereka menunjukkan seperti apa itu punk ala Slayer.
Mengcover lagu-lagu dari Minor Threat, D.R.I. dan Stooges. Ada juga dua lagu dari Pap Smear, proyek sampingan gitaris Jeff Hanneman di pertengahan tahun 80-an, dan satu lagu baru Slayer, Gemini. Konsep aslinya adalah membuat album cover heavy metal, tetapi itu tidak berhasil, maka beralihlah menjadi album cover punk.
Lagu favorit di lagu ini I'm Gonna Be Your God
Spoiler for Yang Kedua:
Diabolus In Musica
Bitter Piece, Death's Head, Stain of Mind, ya itulah yang sering di mainkan Slayer secara live untuk album ini. Dan jangan lupakan Scrum, yang menurut ane adalah lagu terbaik di album ini.
Album Ini dirilis tahun 1998. Tidak seperti Divine Intervention, di mana materinya kebanyakan ditulis oleh gitaris Kerry King, kali ini Hanneman yang menyusun sebagian besar materi, memberikannya lebih eksperimental dari yang diharapkan oleh siapa pun. Hanneman mengklaim bahwa dia tidak dapat menemukan apa pun untuk mengukur kemampuan bermusik Slayer, jadi di lakukan pendekatannya sendiri. Sampai batas tertentu ini dia mengakui ada sedikit pengaruh nu metal, tetapi tetap mereka menyesuaikan ini dengan citra mereka sendiri, paling tidak liriknya, yang mencerminkan 'Devil In Music' bahasa latin dari Diabolus In Musica.
Lagu favorit di album ini Scrum
Spoiler for Yang Ketiga :
Christ Illusion
Setelah jeda lima tahun, rentang waktu terlama untuk merilis album dalam karir band, yaitu pada tahun 2006. Slayer kembali mencapai sasaran dengan album terbaik mereka sejak Seasons In The Abyss, 1990. Apakah ini kebetulan karena Lombardo kembali di belakang kit ? Menurut ane iya.
Suaranya modern, namun dinamis. Lagu-lagunya keras dan tanpa rasa takut mereka bahkan menulis Jihad, yang mana liriknya tentang serangan 9/11 dari sudut pandang teroris. Tapi intronye ane demen walaupun liriknya seperti itu
Sementara Eyes Of The Insane, yang memenangi Grammy Awards liriknya tentang cara menangani gangguan stres pasca-trauma seorang prajurit selama di medan perang.
Slayer back to back di Grammy Awards karena bonus track di album in, Final Six juga memenangi Grammy Awards pada tahun berikutnya.
Lagu favorit di album ini Flesh Storm, Jihad.
Spoiler for Yang Keempat:
God Hates Us All
Para metalhead pasti meneriakkan "God Hates Us All" apabila Disciple dimainkan secara live. Dan Disciple menjadi lagu yang menonjol di album ini, karena nama album yang senada dengan lagu mereka di album ini.
Dirilis pada 11 September 2001, bertepatan dengan tragedi 9/11. Album ini memiliki lirik yang lebih realistis, mencerminkan ketidakpastian zaman. Mereka mendapat kecaman karena nama album mereka. Namun dari segi musikalitas, ini oke menurut saya.
Produser Matt Hyde didatangkan dan sangat ingin memperbarui Slayer, sesuatu yang tidak dihargai oleh band. Namun, ada cukup banyak hal di sini, terutama pada Disciple and Bloodline yang dinominasikan Grammy. Album ini memastikan bahwa Slayer masih bisa melangkah ke milenium baru sebagai sesepuh trash metal.
Lagu favorit di album ini Disciple, Bloodline
Spoiler for Yang Kelima:
Repentless
Ya, Repentless saya letakkan di urutan 8. Walaupun tanpa Jeff Hanneman, album ini mendapat tanggapan positif dari para kritikus untuk album yang di rilis pada tahun 2015 ini.
Repentless menjelaskan bahwa kehilangan sosok Jeff Hanneman tidak akan merusak cara bermusik Slayer. Suara Tom Araya juga masih oke di album terakhir Slayer. Hanya Piano Wire, lagu ciptaan dari mendiang Jeff Hanneman, selebihnya ini adalah album Kerry King. Karena lirik dan aransemen di album ini di ambil alih oleh Kerry King. Gary Holt di rekrut menjadi personil Slayer di album Repentless ini, dan permainan gitar Gary Holt juga bagus menurut ane. Lagu-lagu seperti Chasing Death dan Implode sama berat dan cenderung lambat, tetapi tempo lambat yang mengerikan dari When The Stillness Comes yang masih terasa nuansa trashnya. Ane suka intro dari album ini, Delusions of Savior yang disusul dengan gebrakan dari lagu Repentless.
Lagu favorit di album ini Repentless
Spoiler for Yang Keenam:
Divine Intervention
Divine Intervention, album yang dirilis bersama drummer baru mereka, Paul Bostaph pada tahun 1994.
Kalo bukan Dave Lombardo drummernya, jelek dong album ini ?
Tidak, sama sekali tidak. Malah menurut saya permainan drum Bostaph di album ini yang paling keren menurut ane. Ya walaupun album sebelumnya bersama Paul Bostaph juga keren keren, tapi ane pilih ini sebagai album terbaik bersama Paul Bostaph.
Paul Bostaph masuk menggantikan Lombardo. Drummer yang bagus, tetapi tidak berada di kelas yang sama, atau dengan pengaruh yang sama, seperti pendahulunya menurut para fans. Band ini menggunakan beberapa studio untuk rekaman dan dua produser, Toby Wright dan Rick Rubin yang membuat album ini terasa terputus-putus. Tapi dari kualitas musik yang mereka buat, sudah mampu menjawab kebimbangan para fans akan kualitas mereka setelah hengkangnya Lombardo. Contohnya Killing Fields, Divine Intervention, Serenity in Murder dan lagu cinta 213 adalah simbol dari album ini.
Namun, gitar-gitarnya tampaknya di mix terlalu rendah dan tidak seperti cara Slayer di album sebelumnya, dan saya menempatkan Divine Intervention di urutan ke tujuh.
Lagu favorit di album ini Serenity in Murder
Spoiler for Yang Ketujuh:
Show No Mercy
Black Magic, Die By The Swords, Show No Mercy, The Antichrist adalah lagu andalan di album ini, album ini merupakan album pertama Slayer di tahun 1983.
Direkam dengan hampir tanpa anggaran, Show No Mercy begitu kejam dan benar-benar jahat sehingga membuat persepsi sebagian besar orang tentang metal terguncang. Ini ekstrem, bahkan menurut ane, album ini lebih bagus daripada album pertama Metallica, Kill 'em All saat itu. Pada awal rekaman banyak yang meragukan untuk memakai kecepatan tinggi di lagu lagu band ini, namun itu semua salah. Untuk meyakinkan kecepatan seperti ini, mereka berempat yang tak kenal takut harus lebih dari kompeten dan semua itu terjawab, dan hasilnya bisa kita lihat sendiri. Album pertama mereka cukup diminati di pasaran saat itu. Kagelapan sangat melekat di album ini, dan banyak orang berkomentar negatif tentang lagu The Antichrist. Jeff Hanneman mengatakan, lagu ini di tulis dari sudut pandang orang yang anti agama. Bukan orang yang membenci agama seperti yang di tujukan kepada Slayer.
Lagu favorit di album ini Black Magic, Show No Mercy, The Antichrist.
Spoiler for Yang Kedelapan:
Hell Awaits
Hell Awaits memang lebih menggila dari awal lagu sampai lagu terakhir ketimbang album sebelumnya, Show No Mercy. Dan saya menempatkannya di urutan kelima.
Siapapun yang percaya Slayer hanya membuat album yang sama berulang-ulang harus mendengarkan Show No Mercy, dan kemudian yang ini. Perkembangannya jelas. Musiknya lebih keras, lebih tajam dan, ya, lebih cepat dari sebelumnya. Dan lirik lagu masih cenderung ke amarah. Dengan produksi yang relatif lebih canggih, band ini mengukir prestasi mereka sendiri, seperti yang disaksikan di lagu utama, At Dawn They Sleep dan Hardening Of The Arteries. Hell Awaits ini juga menjadi salah satu inspirasi untuk genre grind.
Lagu Favorit album ini Hell Awaits, At Dawn They Sleep
Spoiler for Yang Kesembilan:
World Painted Blood
Berlawanan dengan tanggapan beragam yang diterima oleh Christ Illusion tahun 2006, album studio ke 11 Slayer yang dirilis tahun 2009 ini mendapat pengakuan luas, paling tidak karena corak musik album tersebut serasa kembali ke karya karya awal band. Dari segi musikalitas dan kualitas, jangan di tanya lagi. Contohnya Hate Worldwide karya Kerry King dan Psychopathy Red ciptaan Hanneman mendapatkan keseimbangan antara permainan gitar dan pukulan drum dari Dave Lombardo yang menggerakkan semuanya dengan kecepatan yang maksimal dan vocal dari Tom Araya yang menggambarkan segalanya. Kengerian di lirik lagu untuk album baru mereka tetap di tonjolkan. Dan jangan lupakan track pembuka album ini, World Painted Blood yang menurut ane adalah lagu terbaik di album ini.
Lagu favorit ane di album ini World Painted Blood, Hate Worldwide, Beauty Trough Order.
Spoiler for Yang Kesepuluh:
South Of Heaven
Ya, album yang di rilis tahun 1988 ini saya tempatkan di posisi ketiga. Untuk album ini saya rasa Slayer bermain agak lambat, namun album ini patut di perhitungkan menurut ane.
Mendengar intro awal lagu yang menurut ane "waaah" kita di suguhkan lagu South of Heaven di awal lagu, disusul lagu kedua yaitu Silent Scream yang dari awal sampai akhir lagu double bass drumnya tidak pernah berhenti dan merupakan yang tercepat di album ini. Untuk Silent Scream ane punya penilaian sendiri karena ini lagu favorit ane di album ini. Ane rasa malah bagus ketika di bawain live, dimana perhatian ane tertuju sama Dave Lombardo yang bermain sangat cepat dan makin cepat di lagu ini. Ya wajar saja dia mendapat julukan The Godfather of Double Bass Drum. Untuk lagu lainnya di lagu ini semuanya oke, Mandatory Suicide menurut ane juga sukses membuat pendengarnya headbang.
Ya walaupun tidak secepat dan sekeras album pendahulunya, Reign in Blood, tapi ane rasa mereka sukses memanjakan telinga para metalhead.
Favorit ane di album ini Silent Scream
Spoiler for Yang Kesebelas:
Seasons In The Abyss
Close your eyes
Look deep in your soul
Step outside yourself
and let your mind go
Frozen eyes stare deep in your mind as you die
Ya itulah penggalan lirik Seasons in the Abyss yang sukses membuat orang berpogo ria saat di bawakan secara live. Lagu ini juga menjadi video klip Slayer yang pertama.
Album studio terakhir untuk drummer Dave Lombardo, hingga 2006, dan meskipun tidak memperlihatkan perubahan arah musik yang terlihat dari apa yang telah dirilis sebelumnya, kekuatan band di album ini terlihat jelas pada Dead Skin Mask, War Ensemble dan Seasons in the Abyss. Banyak yang percaya bahwa Seasons In The Abyss adalah album Slayer yang terjebak dalam kebiasaan. Namun, ini sebenarnya masih tetap di jalur Trash, dan mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan, dan bagaimana menyampaikannya.
Pada saat beberapa orang mengatakan thrash sudah mati, Slayer menunjukkan bahwa mereka masih penuh dengan ide.
Spoiler for Yang Terakhir:
Reign In Blood
Para metalhead pasti setuju ane tempatkan Reign In Blood di urutan pertama. Album inilah yang memang legendaris untuk genre Trash Metal dan influencer bagi kebanyakan band sekarang ini.
Mengatakan ini sebagai album thrash terhebat sepanjang masa mungkin semua setuju ketika anda mendengarnya. Di awali dengan teriakan Tom Araya di awal lagu Angel of Death sampai dengan Raining Blood mereka yang ikonik. Permainan mereka di album ini sangat agresif
Rick Rubin menggaet Slayer untuk memproduksi album ini, dan membawa Slayer ke puncak popularitas. Permainannya berkelas dunia, lagu lagunya memukau, teknologi produksi yang seimbang dengan kekuatan trash yang mereka maksimalkan. Dari lagu pembuka Angel Of Death sampai lagu terakhir, Raining Blood kurang lebih hanya 30 menit. Dan ini merupakan album dengan durasi yang lumayan singkat untuk seukuran Trash Meta, dan mereka berhasil dengan hal itu.
Dan pada tahun 2004 di Augusta Civic Centre, Slayer membawakan satu album Reign In Blood dan di akhiri dengan hujan darah (buatan) di lagu Raining Blood. Sesuatu yang epic menurut saya.
Ya itulah penilaian menurut saya untuk album album dari Slayer. Mungkin kalau ada yang salah sama ulasan ane ini bisa agan koreksi dan mari kita sharing bersama disini