Kaskus

Hobby

athia219Avatar border
TS
athia219
My Lady (Part 1) , Wattpad Version
hai...

happy reading.


Langit di malam hari terlihat hampa tanpa cahaya bulan bahkan kelap kelip bintang pada malam itu, angin tak berhembus. malam begitu sunyi. Lampu kecil berbentuk hati hanya bisa menerangai sisi ruangan. Mata biru itu menatap langit tangannya terulur merasakan Salju mulai turun di seratai gerimis Mata sendunya tersirat kepedihan. Ariana menatap hampa pada foto yang berada di pegangan nya, di foto itu ada sebuah keluarga utuh yang terdiri dari ibu, ayah dan saudara laki-laki dan dialamnya terdapat senyum bahagia. Jika di ingat kembali ia meresa miris dengan keadaan nya sekarang. empat tahun berlalu begitu cepat setelah ia pergi dari rumah untuk melanjutkan hidup, karna sebuah kesalahfahaman lah yang menghancurkan hidupnya, dalam hati ia berharap semuanya akan berlalu dan memulai hidup baru tapi apa yang di alami saat ini justru dirinya sudah semakin jauh masuk kedalam jurang yang paling dalam. Di letakan foto tadi di atas meja rias lalu menyeka sisa air mata di pipi, kemudian ia meraih tas keci merogoh sesuatu di dalam nya lalu senyum mengembang di wajahnya. Ariana keluar dari kamar, beberpa kali ia melirik jam di pergelangan tangan. Ia berniat pergi kesuatu tempat.

"Kau mau kemana?"

Ariana berbalik."hanya mencari udara, lagipula malam ini jadwal ku kosong. ... emm..aku bisa meminta pengawal untuk ikut bersamaku".

"Baiklah, jangan lama nanti Rosella mencarimu, kau tau kan resikonya".

Ariana mengangguk lalu pergi.

Rumah yang di tempatinya seperti istana tapi orang-orang yang berada di dalam nya bukan kawanan bangsawan melainkan rumah bordil tempat pramuriaan, mereka bekerja menghasilkan uang untuk Rosella. Dan ya dirinya termasuk. Bodyguard yang ikut dengannya mengantar Ariana ke suatu tempat yang selalu menjadi favoritnya sebuah taman bunga mawar. Aroma dari mawar selalu membuatnya tenang, setiap dirinya risau ia akan mencari mawar lalu menghirup aromanya, mawar mengingatkan Ariana pada ibunya. apa bisa waktu di putar kembali?.

Menjadi bagian dari kehidupan kelam membuatnya mengerti segalanya penderitaan, kesedihan, kebahagiaan semua memiliki massa dan volume. Seseorang bisa menciptakan kebahagiaan tapi dengan syarat kau harus menderita. Ada sebuah pepatah mengatakan

ada pelangi setelah badai, ada tawa setelah air mata, ada kebahagiaan setelah penderitaan. Kita bisa menjalani semua cobaan biarkan dirimu berusaha untuk menemukan pelangi itu.

Kakinya terus melangkan di mengelilingi taman. Tiba-tiba tidak sengaja ia menginjak sesuatu, Ariana berjongkok melihat benda yang tidak sengaja di injak. Dan ternyata itu bunga kecil ada rasa bersalah di hati.

"Maafkan aku bunga kecil." Lirihnya.

Ariana tau meskipun itu hanya bunga Liar namun baginya bunga-bunga itu selalu menjadi perhatian nya. Dari bunga kecil itu Ariana mengerti walau terus di injak dan di abaikan ia akan selalu tumbuh dan menjadi bunga cantik sehingga bisa menarik perhatian. Malam semakin larut ia harus kembali ke rumah bordil di tambah hawa yang dingin membuat Ariana ingn pulang...

Pulang...

Pulang...

Pulang...

Ia terkekeh. "Kemana aku harus pulang? Aku bahkan tak punya tujuan".

Salah satu bodyguard bertubuh besar menghampirinya "Nona, kita harus ke Mansion Nyonya menyuruh kita kembali".

Ariana mengangguk tnpa menjawab.

Beberapa menit kemudian mereka tiba. Rumah bordil itu berdekatan dengan sebuah Club kelas atas dan di situ lah ia bekerja menghabis kan malam demi malam. demi uang para , kolektor, pejabat, dan pengusaha ternama kasihan skali istri-istri mereka hanya tau suami mereka pergi kerja tapi yang ada ke tempat sperti ini untuk kesenangan. Suatu saat nanti jika ia menikah, Ariana berharap suaminya kelak tidak pergi ke tempat ini hanya untuk kepuasan hasrat. setelah di pikir kembali apa ada pria yang mau bersamanya menghabiskan hidup hingga hari tua nanti?, orang tuanya saja bahkan tidak ingin melihat wajahnya.

Waktu sudah menyulitkan hidupnya.

Ariana berdiri di tengah karpet merah panjang layaknya istana kerajaan. Seorang wanita paruh baya masih terlihat menawan duduk di kursi kebesaran berwarna hitam, cara duduknya sangat elegant seperti seorang ratu inggris, Ariana menatap datar wanita itu. Sedangkan wanita itu beranjak dari singgahsana berjalan secara elegant dengan mengibas ujung gaun yang menjuntai. Lalu menghampiri Ariana. Senyun manis di lontarkan dan Ariana tau makna di balik senyuman mengerikan itu, dulu sewaktu pertama kali pertemuannya dengan Rosella ia bisa membalas senyuman itu dengan rasa terima kasih, namun sekarang semuanya memiliki arti yang mengerikan.

"Sayang, kau dari mana... hmmm". Mengelus pipi Ariana.

Wanita itu hanya bergeming seraya memperhatikan gerak tangan Rosella.

"JAWAB AKU!". Bentaknya.

"Da-Dari taman". Kata Ariana terbata-bata, dahinya mulai basah karna keringat.

Mommy Rose mengitari tubuh Ariana. "Aku kadang kecewa pada mu, sampai kapan kau akan hidup dengan bayang-bayang keluarga yang sudah membuang mu".

"Itu karna kesalahan ku, dan aku tau mereka akan memaafkan ku".

"Ooww sweett.. apa ada orang tua yang mau memaafkan pramuria seperti mu". Ia memandang remeh.

"Tidak! Aku bukan pramuria!". Ariana berisikeras.

"KAU HANYA SEORANG pramuria! UANG LEBIH BERHARGA DI BANDING DENGAN HARGA DIRI MU YANG HINA!".

"HENTIKAN!". Ariana berteriak. Dada nya sesak.

"HIDUP LAH SESUAI REALITY BUKAN SEKEDAR RUMOR.. PERGI DARI HADAPAN KU!! .... FELIX BAWA WANITA MURAHAN INI". Teriak Rosella bodyguard bernama Felix menyeret Ariana paksa "Lepaskan aku!!!.... lepas......". Ia merontak.

"KURUNG DIA DI GUDANG. .JANGAN BERI DIA MAKAN!".

"AKU BERSUMPAH....KAU AKAN MENYESALI PERBUATAN MU ROSELLA .. INGAT ITUUUUUU....LEPAS!!!!..".

*

Gudang kotor dan lembab sudah biasa bagi Ariana. Hal-hal mengerikan kerap terjadi empat tahun terakhir. Ariana memeluk dan menenggelam kan wajah nya di antara lutut ia masih bersyukur karena Rosella tidak memukul setidaknya untuk saat ini ia hanya bisa berpuasa.

Mama

Papa

Gilbert

Ariana menangis dalam kegelapan dan dingin.

* * *

Byuuuurr!.

Satu ember air menguyur kepala hingga tubuhnya. Ariana sampai terjengkit dari tidur pikirnya sedang ada banjir besar ternyata seseorang menyiram dengan air. Kepalanya terasa berat samar-sama ia melihat Rosella, wanita itu yang menyuruh para bodyguard menyiramnya. Ariana merasa lemas untuk berdiri semalam tidak ada satu pun makanan yang masuk kedalam perutnya. Tepat di punggung tangan nya Rosella meludah kemudian menyeringai licik. Lalu ia menyuruh pria bertubuh besar itu menyeret Ariana keluar dari gudang. Ariana tidak bisa berbuat apa-apa tubuhnya lemah, matanya masih kabur entah dia mau di bawa kemana. Firasatnya tak nyaman."ma-maafkan a-aku". Menggigil kedingan.

Rosella berhanti dan berbalik menatap jijik Ariana."sudah berpa kali kau mengatakan hal ini".

"Ku-ku-kumohon, aku akan menuruti mu kemauan mu. Aku janji. Tolong jangan menyiksa ku lagi".lirihnya.

Sejenak Rosella berpikir, ia mengangkat dagu Ariana dengan kasar dan mengcengkramnya.

"Jangan membual, dengan omong kosong mu!".

"Sungguh ka-kali ini aku benar-benar akan mengapdi pada mu. Biarkan aku hidup, kumohon".

Rosella menimbang permintaan Ariana.

"Baiklah. Ku harap kau tidak akan mengingkari janji mu sayang, lepaskan Dia". Putusnya

Senyum licik penuh rasa bangga dari wajah jahat Rosella, ah tidak sia-sia ia merawat anak itu rasanya seperti anak sendri...ups bukan tapi hanya sampah bagi Rosella.

Ariana berjalan dengan sempoyong. Emma sahabatnya langsung membopong Ariana. Tubuh wanita itu pucat suhu tubuhnya juga naik. Demam. Emma merasa khawatir ia tau benar apa yang terjadi pada sahabatnya itu, selalu ada derita setiap detik. Dokter memeriksa kondisi Ariana, wanita itu hanya kelelahan dan belum makan apa lagi cuaca sedang dingin jadi daya tahan tubuhnya menuru Emma lega dengan penjelasan dokter, ia mengambil resep dari Dokter itu.

"Ariana, aku pergi sbentar kau istrhat dulu".

Tak ada reaksi, wanita itu tidur begitu pulas.

*******

Papaaa. .. buka pintunya...jangan mengusir ku papaa....hiks ..hikss...hiksss...

Aaarrrgggghh.....

Papaa...mamaa....gilbert....

"PERGI KAU DARI RUMAH INI...KAU BUKAN PUTRI KU...PUTRI KU TIDAK MUNGKIN MERUSAK NAMA BAIK KU....PERGI.. ."

BRAK!.

papa..

Papa

Papaaaa

.

Aku sendri...

Aku takut...

Mama

Tolong aku....

"PERGI KAU DARI RUMAH INI KAU BUKAN PUTRI KU....PUTRI KU TIDAK MUNGKIN MERUSAK NAMA BAIKKU...PERGI..."

"ANAK TIDAK TAU DIRI...".

"KAU HANYA pramuria TERIMA LAH KENYATAAN ITU"..

MURAHAN. .

TIDAK TAU DIRII. .

AAAARRRRRGGGHHHH....

*******
Jantungnya berpacu sangat kuat keringat membasahi tubuh."AKU BUKAN pramuriaR...HWAAAA AKU BUKAN pramuria....APA SALAH KU HWAAAA...HIKS...HIKS". Jeritnya. Ia terbangun lalu memukul dada seraya menangis pilu. Dunia seakan tidak adil bahkan kesalahan yang bukan kesalahan dirinya tpi yang menanggu adalah dirinya sendri. Apa salah jika kita mengharapkan kebahagiaan. Ariana terus menangis dan terisak. .sakit...sakitt kata-kata yang terngiang membuatnya terluka. Percuma saja dia hidup tapi penderitaan tidak pernh absen walau satu detik.

Dari luar Emma mendengar teriakan Ariana. Ia segera cepat masuk ke kamar sahabtnya itu. Emma terkejut melihat Ariana tengah menjerit seperti orang depresi. Ia memeluk Ariana menangkan wanita itu Emma pun ikut menangis dalam pelukannya.

Semua orang memiliki masalah yang berbeda-beda. Kita sebagai seseorang manusiawai cukup saling berbagi dan mendukung satu sama lain.

*

*

*



Satu minggu kemudian.....



Arnold cruz Wilson, siapa yang tidak mengenalnya dia pria idaman semua wanita.
tampan sekaligus pengusaha ternama di negara itu sikap angkuh, arogant, dingin membuat para wanita banyak mengincarnya, mata coklat tajam seperti elang, hidung mancung, alisnya tebal serta rahang kokoh yang sempurna dan yang terpenting dia memiliki senyum mematikan , siapa yang tidak menyukainya???.

Hari ini Arnold tiba setelah dari perjalanan bisnisnya di Eropa. Ia berjalan di bandara dengan gaya maskulin sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang berlalu lalang. Kacamata nya membuat aura ketampanan semakin kuat. Uhhh siapa saja bisa jatuh hati melihatnya, Tubuh tinggi kekar di lapisi kemeja ketat menampakam lengan kekarnya ia terus berjalan tanpa memperdulikan tatatpan orang-orang hingga ia melihat seorang wanita cantik melambaikan tangan dari Jauh ya dia tau siapa wanita itu. "Welcome, sweetheart...". Wanita cantik tinggi semampai menyambut Arnold. seraya mencium pipi pria itu

"Thanks.. ". Jawab Arnold singkat.

"sampai kapan kau terus-terusan bertingkah seolah aku ini orang lain".nada manja

Arnold tersenyum datar. Wanita itu langsung mengapit lengan kekar Arnold dan membawa pria itu pergi dari bandara. Sepanjang perlajanan hanya kekasih Arnold yang terus mengoceh membicarakan kertas robek sampai tempat liburan untuk mereka. Meski sudah menjalin hubungan lama dari semasa kuliah tetap saja di dalam hati Arnold belum ada cinta untuk wanita yang terus bercerita di sampinganya itu. Dan hanya bergumam untuk sekedar menanggapi. Ponselnya bergetar ia melihat pesan masuk tiba-tiba ia menyungging senyum miring dan alis di angkat sebelah. Jennifer melihat Arnold wajah wanita itu langsung berubah datar dia merubah posisi dengan menghadap jendela matanya hanya melihat gedung-gedung dan kendaraan di lalu lintas. Ia sudah tau apa yang ada di pikiran Arnold.

"Jangan coba-coba menghianati ku, Arnold". Kata Jennifer dengan nada kesal.

"Apa?".

" kau pikir aku tidak tau....sperti biasa kau membutuhkan para wanita bayaran itu untuk melayani mu semalaman".kata Jennifer berusaha tenang."

"sayang aku hanya ingin bersenang-senang". jawabnya tanpa berpaling dari ponselnya.

"Memang nya apa aku ini kurang bagi mu. Heh! Kapan kau akan berubah Arnold!".emosinya mulai naik.

"Aku pria kaya, lalu apa salahnya. Kita kan belum menikah".

"Tapi-hmmmmmppp".

Arnold membungkam bibir Jennifer dengan bibirnya. Wanita itu langusung terbuai kemudian mereka larut dalam cumbuan panas dan bargairah. bahkan kekasihnya sendiri tidak bisa berbohong bahwa Arnold pandai merayu.

Seorang pria kaya berkuasa akan hampa jika kelebihan yang di miliki tidak di manfaatkan nya. Kehidupan Arnold penuh dengan kesenangan menjadi lelaki yang di gilai para kaum hawa membuat pria tampan itu untuk bersenang-senang. Seperti biasa kedatangan nya sudah di tunggu-tunggu oleh seorang pemilik Club besar di negaranya. Dari situ Arnold akan di beri beberapa wanita untuk one night stand dan tentu saja para wanita itu meresa bahagia seorang Arnold ingin di layani.

Duduk memangku kaki pada sebuah sofa kebesaran di hadapan nya ada wanita yang sedang menari dengan tiang serta pakaian minim. Arnold menyukainya. Wanita itu menggerakan bokong yang di lapisi G-string tepat di depan matanya.

"Next". Kata Arnold.

"Huh. Terlalu Vulgar". Gumam Arnold.

Sudah tujuh orang wanita berusaha menggodanya tapi belum ada yang menarik perhatiannya. seperti membosan kan gerakan mereka sama semua. Ia pun berdiri dari sofa dan keluar. Dentuman musik terdengar jelas semua orang berjoget ria di atas lantai dansa rokok yang bertengger di bibir merah di buang di lantai entah kenpa malam ini moodnya sedang tidak baik apa lagi Jennifer memaksa untuk di nikahi minggu depan.dasar wanita tidak waras.

"Sir, anda mau kemana? Apa anda sudah memilih salah satu dari mereka?". Seornag Pria berpakaian rapi."Ck, mereka terlihat biasa saja". Decak nya.

"Ta-tapi Sir, bagaimana bisa, biasaanya anda-".terlihat cemas

"Aku ingin yang terlihat berbeda dan ..hhmmmm.. mata nya bersinar seperti safir...ah lupakan wanita dengan mata seperti itu tidak ada disini". pikirnya sejenak

. "Baik Sir,

pemandangan gedung-gedung menujulang tinggi kokoh dari balik kaca jendela transparan, semua yang berada di bawah terlihat sangat kecil dari lantai atas. Melihat bangunan yang menjulang itu mengingatkan akan seseorang yang bijaksana kata-kata nasehat menjadi panutan untuk dirinya saat dewasa kini. Jika di ingat kembali setiap banyak hal-hal yang di abaikan Arnold dulu ayah nya selalu berkata jadi lah seperti gedung yang tinggi kuat dan kokoh. Sekarang ia sudah menjadi kuat dan berpengaruh bagi negaranya tapi ia merasa ada yang kurang di hidup nya.

Memiliki segalanya bukan berarti kita dapat memiliki apa yang diinginkan orang lain. Walau pun sederhan tapi itu bisa jadi berat untuk kita.

"Sir, ada dokumen yang harus di tanda tangani". Kenya, asisten Arnold..

Pria itu menghela nafas berat."letakan saja disitu". Pandangan nya masih di luar jendela.

"baik,Sir. Nona Jennifer ingin menemui anda".

"Katakan padanya aku sedang tidak ingin bertemu siapa-siapa".

"Baik, Sir".

Meski pun Jennifer kekasih nya tapi Arnold tidak terlalu menganggap nya serius. Semua wanita sama saja di mata Arnold uang....uang....uang... ia tau Jennifer hanya memerah harta nya. Arnold ingin tauh sejauh mana wanita itu bermain dengan nya.

"Heyy dude... apa jendela itu sangat cantik sehingga kau enggan untuk berpaling". Seorang pria masuk keruang kerja Arnold tanpa izin tentu saja Arnold tidak keberatan pria itu masuk.

"Ya terkadang begitu...Mark apa kau pernah jatuh cinta". Tanya Arnold tiba-tiba.

"Hmmmmm...pernah". Kata Mark sekenanya.

Arnold memutar tubuh nya menatap serius teman semasa kuliahnya dulu yang kini jadi sahabatnya."lalu sekarang bagaimana?". Penasaran.

"hei kawan, ada apa dengan mu...ooowww apa seorang Arnold sudah menemukan tambatan hati..hmmm". Ledek Mark.

"Bodoh, aku hanya bertanya. Lagipula apa salah nya kan?".

"Asal kau tau saja, jatuh cinta itu biasa semua orang mudah jatuh cinta, tapi mencintai itu sulit. Karna di saat kau mulai mencintainya rasa gelisah dan takut akan terus menggerogoti benak mu. Lalu pada saat kau mencintai orang itu kau akan selalu melindungi nya. Yah biasanya kau akan meresakan jika benar cinta itu pada saat dirinya berada jauh darimu". Jelas Mark. Arnold bergeming mencermati perkataan Mark.

"Ah aku tidak mengerti. Sudah lah aku ingin keluar sebentar. Katakan jika ada yang mencari bilang saja aku sedang tidak enak badan. Oke".

Mark hanya tersenyum seraya menggidik bahu. Mark tau bahwa sahabat sekaligus boss nya sedang berusaha mengenal cinta. Konyol memang nya mereka remaja.

Deruh ombak di pantai akan selalu menenangkan jika di nikmati dalam kesendirian. Pantai menjadi kesukaan Arnold sejak kecil pada kala ia berada dalam masalah dia akan kepantai hanya dengan semilar angin, suara ombak yang pecah dipantai maka semua permasalahan bisa terpecahkan. Seperti saat ini banyak yang di pikirkan.

"sebenarnya apa yang aku cari selama ini, wanita sperti apa yang aku ingin kan". Ucapnya pada diri sendri. menertawakan diri nya begitu bodoh. seketika Arnold teringat wajah seseorang, dia wanita, senyum dan tawa nya saat melihat bunga-bunga Arnold merasa nyaman. Hati nya bergejolak ingin bertemu lagi dengan wanita misterius itu, tatapan mata meneduhkan sangat cantik layaknya batu safir berwarna biru terang . Dia berbeda dari wanita yang di kenal Arnold. Siapa dia??. Itulah sebabnya ia menyakan soal jatuh cinta terhadap Mark tapi yang ada ia tidak mengerti karna sebelum nya ia tidak pernah jatuh cinta pada wanita mana pun. Arnold melihat jam berwarna silver di pergelang dan angka jarum sudah menunjukan 12.43 PM saat itu Arnold memutuskan pulang kerumah nya.

Audi R8 GTR memasuki pelataran rumah. Satu tahun ia meninggalkan rumah megah yang di bangun sejak kepergian ayahnya. Rumah megah ini berluas 66.000 sq ft dimana Arnold hanya tinggak sendri bersama dua puluh orang pelayan sejak kecil ia selalu di tinggal sendiri karna kesibukan kedua orang tuanya. Pada saat ayahnya meninggal ibu nya memilih tinggal di Dubai untuk mengurus perusahaan utama. Ibu nya meminta Arnold untuk menetap di Dubai tapi pria itu berisikeras ingin tinggal di london dengan alasan ia ingin mandiri. Tahun kedua kepergian Ayahnya lagi-lagi ibunya meminta Arnold untuk menikah agar mencari penerus keluarga dari pada putranya itu terus menanam benih pada wanita yang tidak tahu asal usul. tapi pria itu menolak ia tidak suka di jodohkan. Sampai saat ini Arnold masih ingin bermain, tapi saat melihat wanita misterius itu Arnold makin penasaran ingin mencari tau wanita itu karna sejak tadi pikiran nya di penuhi
Tatapan mata safir yg membuat Arnold terpesona.

Arnold menjatuhkan diri pada sofa besar putih di ruang Tamu. Seorang pelayan wanita tua membawa nampan berisi gelas air putih lalu menyerahkan pada Arnold. Pria itu meminta untuk menaruh di atas meja.

"Tuan, tadi Nyonya Elle menelpon". Kata pelayan itu. Arnold bergumam."hmmm".

"Saya rasa Nyonya Elle mengkhawatirkan anda."

"Katakan pada mommy, berhenti ikut campur dengan urusan pribadi ku." Jawabnya datar.

."tapi-". Ucapan pelayan itu terpotong ketika Arnold berlalu tanpa mendengar.

Malam harinya ia kembali ke Club,Arnold butuh hiburan malam ini suasana hatinya sedang buruk. Dia meneguk segelas anggur sambil menunggu para wanita itu mulai menggodanya. Dari ketiga dia antara mereka tidak ada yang membuat tertarik. Salah satu dari wanita itu mendekati Arnold dengan gaya gemulai menaruh bokong nya di atas pangkuan Arnold. Pria itu terkekeh seraya meneguk anggur. Perlahan wanita itu menyapu wajah Arnold dengan jemari lentik, sayangnya Arnold menggeleng kemudian mendorong wanita itu hingga terjatuh. "Ups maaf sweetheart.. kau membosankn." Menyeringai.

Yang lain terkejut."ah. Aku tidak suka dengan penampilan kalian, sungguh bukannya membuat ku tertarik yang ada aku ingin mun-".

"lepaskan!....lepaskan tangan ku...aaarrgghhh".

Semua yang ada di ruangan itu tertuju pada sosok yang datang sedang merontak di seret paksa. Seketika semuanya hening. Tatapan mereka bertemu Arnold terpaku...


Mata safir ituuu..........

0
821
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
Buku
KASKUS Official
7.8KThread4.7KAnggota
Tampilkan semua post
artistiktok6Avatar border
artistiktok6
#3
udah baca serius tapi ko ane masih belum mudeng yak emoticon-doctor
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.