- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#176
Chapter 115
Quote:
Pak Adrian turun di lantai atas, kondisinya tidak seburuk yang dibayangkan. Lantai ini terasa sangat sepi sekali hingga datangnya angin yang berhembus dapat terdengar olehnya. Lalu tidak ada penjagaan seperti yang dilakukan oleh tim 3 di ruangan bawah tanah. Ia berjalan melewati lorong yang sepi hingga tiba di ruangan rapat yang biasa digunakan oleh ketua BASS beserta jajaran kapten Golden Diamond. Sebuah layar menampilkan pertarungan antara kapten BASS melawan monster Beaters.
“Syukurlah, kalian tidak apa-apa,” ucapnya seketika mengetahui petinggi BASS dalam keadaan baik. Lalu matanya menyoroti kapten tim 1 yang terlihat sangat santai. “kejadian semua ini tidak mampu menggerakannya?” ucapnya dalam hati.
Ketika pak Adrian masuk dirinya baru menyadari bahwa ada seseorang yang dalam kondisi tertidur berada di ruangan ini, orang itu adalah Charles, perwakilan dari pemerintahan. Pak Adrian dan Charles sempat bertemu sebelum dirinya turun ke bawah lagi untuk mengunjungi Silver Clan yang ditahan dalam sel khusus.
“Kejadiannya begitu cepat sampai aku tidak bisa mencerna ini semua,” keluh pak Adrian.
“Kapten Texas dari tim 3 selama ini bersembunyi di balik jubah BASS, ia dan anggotanya diam-diam sudah menyuntikan sel Beaters dan ajaibnya mereka bisa menggunakannya dengan baik. Pastinya kau tahu siapa yang bisa meramu semua itu….,” pandangan ketua BASS menuju ke arah pak Adrian, semua ini membuka matanya.
“Hm, proyek itu tidak pernah disetujui, dan aku sangat yakin bahwa semua yang berkaitan dengan proyek itu dimusnahkan. Kenapa dia masih saja melakukannya….,” kepala tertunduk, sangat yakin bahwa orang itu yang bertanggung jawab atas semua ini.
Pak Charles mulai menggerakan tubuhnya, agak sedikit kesulitan karena rasa nyeri dibagian perutnya belum sepenuhnya hilang. Dirinya terkejut karena berada di ruangan dengan orang-orang petinggi BASS seperti ketua BASS, kapten tim 1, dan ketua bawah tanah. Lalu dilihatnya sebuah layar yang menampilkan orang yang sangat dikenalinya yaitu Viktor dari unit-01.
“Apa…yang terjadi?” terbata-bata ketika mengucapkannya.
“Tenangkan dirimu,” kapten tim 1 menatap ke jubir ketua BASS.
“Ah…iya, sebentar kuambilkan minum,” dirinya kemudian bergegas keluar.
Berbagai macam senjata yang statusnya belum rampung terus menerus dipakai oleh Viktor untuk menyerang kapten Texas yang bergerak jauh lebih cepat. Sedangkan kapten Juka masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kinerja baterai dari baju tempur prototype itu. Karena baterai yang digunakan juga bukan dalam bentuk yang sempurna, sehingga ia harus mensortir tenaga yang diperlukan untuk senjatanya yang banyak.
“Aku bisa mengganti amunisinya, tetapi dari semuanya, hanya thunder gun yang berfungsi,” kedua tangannya sudah dalam kondisi yang tidak mengenakan, apalagi setelah tertancap pedang yang tajam. “bagian misil juga rusak, tapi aku tidak boleh diam saja,” pikir kapten Juka.
Semua senjata yang dibawa oleh Viktor sebenarnya sangat berfungsi jika melawan Beaters kelas bawah seperti yang berwarna hijau dan juga coklat itu. Hanya saja melawan Beaters dengan seorang kapten dari Golden Diamond sebagai penggunanya, tentu saja mainan belum jadi hasil lab pak Adrian tidak bisa berbuat banyak.
“Ada apa lagi, coba kulihat,” sambil sibuk merogoh ranselnya.
“Berhenti bermain-main!” kesal kapten Texas yang merasa dipermainkan oleh Viktor karena menyerangnya dengan berbagai macam senjata mainan.
Dengan kecepatan kilat sebuah busur panah tercipta dari telapak tangan kapten Texas, berikut dengan tiga buah anak panah panjang siap ditembakan. Satu kakinya berlutut, mengambil ancang-ancang dikala Viktor sibuk dengan merogoh ranselnya. Matanya menutup satu agar bidikannya memiliki ketepatan akurasi.
“Mati kau!” tiga anak panah ditembakan.
“Ah!” Viktor melempar bola-bola kecil yang berada di bawah bagian ranselnya, membuat ledakan aneh karena muncul gelembung-gelembung sabun yang sangat banyak. “lagi-lagi produk yang tidak berguna!” Viktor kesal karena diranselnya begitu banyak bola-bola besi berbagai ukuran yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, lebih banyaknya yang tidak berguna alias produk coba-coba.
Panah melesat menembus gelembung-gelembung sabun, Viktor mencoba menghindari panahnya, namun anehnya anak panahnya malah bergerak melenceng dan tidak mengenai tubuh Viktor. Meskipun sempat dikatai tidak berguna, ternyata gelembung sabun itu membuat jalur anak panah menjadi berubah. Lalu sebuah senjata kembali dikeluarkannya, bentuknya seperti ikat pinggang.
“Sekarang apa lagi?” ucap Viktor bertanya-tanya.
Kapten Texas terlalu menyepelekan kondisi kapten Juka yang lemah dimatanya, apalagi setelah menerima serangan yang telak yaitu sebuah pedang yang menghujam dadanya. Namun dengan adanya sebuah energi baru, yang tidak diketahui oleh kapten Texas adalah kapten Juka saat ini sedang memikirkan sebuah serangan balasan.
Senjata yang seperti ikat pinggang itu dilemparkan, kemudian wujudnya berubah ketika mendekati kapten Texas. Senjata itu melingkari tubuh sang monster layaknya seekor ular, lalu mengeluarkan sebuah jerat listrik bertegangan tinggi yang membuat tubuh kapten Texas untuk sementara ini kaku dibuatnya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Viktor yang kembali menembakan sebuah peluru ledak dari pistol modifikasinya. Ia pun segera menjauh agar dapat menghindar dari serangan dadakan.
Keadaan juga dimanfaatkan oleh kapten Juka setelah melihat ada sesuatu benda yang mungkin saja dapat bermanfaat baginya, letaknya tepat didekat kapten Kruse yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah tangan besar yang masih menempel. Kapten Juka berpikiran tangan besar kapten Kruse itu bisa dijadikannya sebuah bazooka yang bisa mengeluarkan thunder gun dalam intensitas yang mematikan.
“Hei, boleh ku---,” kapten Juka terkejut melihat kapten Kruse telah sadarkan diri.
“Musnahkan monster jelek itu, aku tidak bisa merasakan lagi tangan kananku, baju tempurku juga sudah dirusaknya. Ini salahku karena terlalu memandangnya rendah,” ucap kapten Kruse dengan wajah yang babak belur berbisik menyiratkan penyelasan.
“Ya…seranganku ini akan menghabisinya, berikan kekuatanmu padaku…”
Kapten Kruse memiliki bentuk badan yang tinggi besar, sehingga aksesoris tambahan berupa tangan yang berukuran tidak normal itu disesuaikan dengan orangnya. Sedangkan kapten Juka memiliki tubuh yang tidak terlalu besar, tubuhnya juga normal seukuran orang eropa pada umumnya. Dan satu hal penting bahwa aksesoris tambahan yang diminta oleh setiap kapten Golden Diamond belum tentu bisa digunakan oleh kapten lain yang memiliki aksesoris sendiri-sendiri.
Tapi fakta itu tidak menyurutkan niat kapten Juka, pertama-tama ia melepaskan tangan besar kapten Kruse dengan sangat hati-hati sembari tidak tega melihat darah yang membasahi lengannya yang lain. Viktor terus memfokuskan pandangannya ke depan, asap dari ledakan perlahan samar menghilang. Anehnya sosok kapten Texas tidak ada di sana.
“Eh? Kemana larinya monster jelek itu?” hanya ada senjata berupa ikat pinggang yang tergeletak di tanah.
Karena tidak ada sambungan visual di ruangan bawah tanah maka Viktor tidak mengetahui bahwa kapten Texas memiliki kemampuan lain, yaitu dapat merubah dirinya menjadi berbagai bentuk. Dengan mengendap-ngendap dalam tanah kapten Texas bergerak untuk melakukan serangan. Sensor yang ada pada helm kapten Juka pun tidak akan mampu mendeteksinya.
Dua tangan monster kapten Texas keluar dari tanah, lalu menarik tubuh Viktor hingga terbenam sebagian, hanya menyisakan tubuh bagian atasnya saja. Lalu secara perlahan muncul tubuh kapten Texas dari dalam tanah, berubah dari bentuk yang tidak karuan menjadi sosok monster kumbang raksasa dengan tanduk bercabangnya yang mengintimidasi. Ia berjalan pelan, merebuk ransel milik ransel hingga talinya putus karena cakarnya yang tajam.
“Cih, ini semua mainan dari lab pak Adrian. Kau pikir bisa menang dariku dengan mainan-mainan ini?!” kapten Texas melemparnya jauh, lalu melihat kapten Juka yang berada di tempat kapten Kruse. “meminta bantuan kepada orang yang sudah tak berdaya? Aku sangat terhibur melihat sikap kapten-kapten ini,” matanya menatap tajam ke arah Viktor. “kau bisa selamat dari kematian barusan, tapi kali ini tidak,” kapten Texas mengeluarkan dua buah sayap andalannya, lalu menusuk Viktor tepat dibahunya hingga tembus dan merusak baju tempur cadangan itu.
Sementara itu Kapten Juka sudah memasang tangan besar milik kapten Kruse ke salah satu tangannya, agak longgar namun masih bisa ditahan dengan satu tangannya lagi. Memilih tempat yang pas untuk melakukan serangan terakhir.
“Terima kasih Viktor, aku tidak akan menyia-nyiakan usahamu, bersiaplah monster!!!”
“Syukurlah, kalian tidak apa-apa,” ucapnya seketika mengetahui petinggi BASS dalam keadaan baik. Lalu matanya menyoroti kapten tim 1 yang terlihat sangat santai. “kejadian semua ini tidak mampu menggerakannya?” ucapnya dalam hati.
Ketika pak Adrian masuk dirinya baru menyadari bahwa ada seseorang yang dalam kondisi tertidur berada di ruangan ini, orang itu adalah Charles, perwakilan dari pemerintahan. Pak Adrian dan Charles sempat bertemu sebelum dirinya turun ke bawah lagi untuk mengunjungi Silver Clan yang ditahan dalam sel khusus.
“Kejadiannya begitu cepat sampai aku tidak bisa mencerna ini semua,” keluh pak Adrian.
“Kapten Texas dari tim 3 selama ini bersembunyi di balik jubah BASS, ia dan anggotanya diam-diam sudah menyuntikan sel Beaters dan ajaibnya mereka bisa menggunakannya dengan baik. Pastinya kau tahu siapa yang bisa meramu semua itu….,” pandangan ketua BASS menuju ke arah pak Adrian, semua ini membuka matanya.
“Hm, proyek itu tidak pernah disetujui, dan aku sangat yakin bahwa semua yang berkaitan dengan proyek itu dimusnahkan. Kenapa dia masih saja melakukannya….,” kepala tertunduk, sangat yakin bahwa orang itu yang bertanggung jawab atas semua ini.
Pak Charles mulai menggerakan tubuhnya, agak sedikit kesulitan karena rasa nyeri dibagian perutnya belum sepenuhnya hilang. Dirinya terkejut karena berada di ruangan dengan orang-orang petinggi BASS seperti ketua BASS, kapten tim 1, dan ketua bawah tanah. Lalu dilihatnya sebuah layar yang menampilkan orang yang sangat dikenalinya yaitu Viktor dari unit-01.
“Apa…yang terjadi?” terbata-bata ketika mengucapkannya.
“Tenangkan dirimu,” kapten tim 1 menatap ke jubir ketua BASS.
“Ah…iya, sebentar kuambilkan minum,” dirinya kemudian bergegas keluar.
Berbagai macam senjata yang statusnya belum rampung terus menerus dipakai oleh Viktor untuk menyerang kapten Texas yang bergerak jauh lebih cepat. Sedangkan kapten Juka masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kinerja baterai dari baju tempur prototype itu. Karena baterai yang digunakan juga bukan dalam bentuk yang sempurna, sehingga ia harus mensortir tenaga yang diperlukan untuk senjatanya yang banyak.
“Aku bisa mengganti amunisinya, tetapi dari semuanya, hanya thunder gun yang berfungsi,” kedua tangannya sudah dalam kondisi yang tidak mengenakan, apalagi setelah tertancap pedang yang tajam. “bagian misil juga rusak, tapi aku tidak boleh diam saja,” pikir kapten Juka.
Semua senjata yang dibawa oleh Viktor sebenarnya sangat berfungsi jika melawan Beaters kelas bawah seperti yang berwarna hijau dan juga coklat itu. Hanya saja melawan Beaters dengan seorang kapten dari Golden Diamond sebagai penggunanya, tentu saja mainan belum jadi hasil lab pak Adrian tidak bisa berbuat banyak.
“Ada apa lagi, coba kulihat,” sambil sibuk merogoh ranselnya.
“Berhenti bermain-main!” kesal kapten Texas yang merasa dipermainkan oleh Viktor karena menyerangnya dengan berbagai macam senjata mainan.
Dengan kecepatan kilat sebuah busur panah tercipta dari telapak tangan kapten Texas, berikut dengan tiga buah anak panah panjang siap ditembakan. Satu kakinya berlutut, mengambil ancang-ancang dikala Viktor sibuk dengan merogoh ranselnya. Matanya menutup satu agar bidikannya memiliki ketepatan akurasi.
“Mati kau!” tiga anak panah ditembakan.
“Ah!” Viktor melempar bola-bola kecil yang berada di bawah bagian ranselnya, membuat ledakan aneh karena muncul gelembung-gelembung sabun yang sangat banyak. “lagi-lagi produk yang tidak berguna!” Viktor kesal karena diranselnya begitu banyak bola-bola besi berbagai ukuran yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, lebih banyaknya yang tidak berguna alias produk coba-coba.
Panah melesat menembus gelembung-gelembung sabun, Viktor mencoba menghindari panahnya, namun anehnya anak panahnya malah bergerak melenceng dan tidak mengenai tubuh Viktor. Meskipun sempat dikatai tidak berguna, ternyata gelembung sabun itu membuat jalur anak panah menjadi berubah. Lalu sebuah senjata kembali dikeluarkannya, bentuknya seperti ikat pinggang.
“Sekarang apa lagi?” ucap Viktor bertanya-tanya.
Kapten Texas terlalu menyepelekan kondisi kapten Juka yang lemah dimatanya, apalagi setelah menerima serangan yang telak yaitu sebuah pedang yang menghujam dadanya. Namun dengan adanya sebuah energi baru, yang tidak diketahui oleh kapten Texas adalah kapten Juka saat ini sedang memikirkan sebuah serangan balasan.
Senjata yang seperti ikat pinggang itu dilemparkan, kemudian wujudnya berubah ketika mendekati kapten Texas. Senjata itu melingkari tubuh sang monster layaknya seekor ular, lalu mengeluarkan sebuah jerat listrik bertegangan tinggi yang membuat tubuh kapten Texas untuk sementara ini kaku dibuatnya. Hal ini tidak disia-siakan oleh Viktor yang kembali menembakan sebuah peluru ledak dari pistol modifikasinya. Ia pun segera menjauh agar dapat menghindar dari serangan dadakan.
Keadaan juga dimanfaatkan oleh kapten Juka setelah melihat ada sesuatu benda yang mungkin saja dapat bermanfaat baginya, letaknya tepat didekat kapten Kruse yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah tangan besar yang masih menempel. Kapten Juka berpikiran tangan besar kapten Kruse itu bisa dijadikannya sebuah bazooka yang bisa mengeluarkan thunder gun dalam intensitas yang mematikan.
“Hei, boleh ku---,” kapten Juka terkejut melihat kapten Kruse telah sadarkan diri.
“Musnahkan monster jelek itu, aku tidak bisa merasakan lagi tangan kananku, baju tempurku juga sudah dirusaknya. Ini salahku karena terlalu memandangnya rendah,” ucap kapten Kruse dengan wajah yang babak belur berbisik menyiratkan penyelasan.
“Ya…seranganku ini akan menghabisinya, berikan kekuatanmu padaku…”
Kapten Kruse memiliki bentuk badan yang tinggi besar, sehingga aksesoris tambahan berupa tangan yang berukuran tidak normal itu disesuaikan dengan orangnya. Sedangkan kapten Juka memiliki tubuh yang tidak terlalu besar, tubuhnya juga normal seukuran orang eropa pada umumnya. Dan satu hal penting bahwa aksesoris tambahan yang diminta oleh setiap kapten Golden Diamond belum tentu bisa digunakan oleh kapten lain yang memiliki aksesoris sendiri-sendiri.
Tapi fakta itu tidak menyurutkan niat kapten Juka, pertama-tama ia melepaskan tangan besar kapten Kruse dengan sangat hati-hati sembari tidak tega melihat darah yang membasahi lengannya yang lain. Viktor terus memfokuskan pandangannya ke depan, asap dari ledakan perlahan samar menghilang. Anehnya sosok kapten Texas tidak ada di sana.
“Eh? Kemana larinya monster jelek itu?” hanya ada senjata berupa ikat pinggang yang tergeletak di tanah.
Karena tidak ada sambungan visual di ruangan bawah tanah maka Viktor tidak mengetahui bahwa kapten Texas memiliki kemampuan lain, yaitu dapat merubah dirinya menjadi berbagai bentuk. Dengan mengendap-ngendap dalam tanah kapten Texas bergerak untuk melakukan serangan. Sensor yang ada pada helm kapten Juka pun tidak akan mampu mendeteksinya.
Dua tangan monster kapten Texas keluar dari tanah, lalu menarik tubuh Viktor hingga terbenam sebagian, hanya menyisakan tubuh bagian atasnya saja. Lalu secara perlahan muncul tubuh kapten Texas dari dalam tanah, berubah dari bentuk yang tidak karuan menjadi sosok monster kumbang raksasa dengan tanduk bercabangnya yang mengintimidasi. Ia berjalan pelan, merebuk ransel milik ransel hingga talinya putus karena cakarnya yang tajam.
“Cih, ini semua mainan dari lab pak Adrian. Kau pikir bisa menang dariku dengan mainan-mainan ini?!” kapten Texas melemparnya jauh, lalu melihat kapten Juka yang berada di tempat kapten Kruse. “meminta bantuan kepada orang yang sudah tak berdaya? Aku sangat terhibur melihat sikap kapten-kapten ini,” matanya menatap tajam ke arah Viktor. “kau bisa selamat dari kematian barusan, tapi kali ini tidak,” kapten Texas mengeluarkan dua buah sayap andalannya, lalu menusuk Viktor tepat dibahunya hingga tembus dan merusak baju tempur cadangan itu.
Sementara itu Kapten Juka sudah memasang tangan besar milik kapten Kruse ke salah satu tangannya, agak longgar namun masih bisa ditahan dengan satu tangannya lagi. Memilih tempat yang pas untuk melakukan serangan terakhir.
“Terima kasih Viktor, aku tidak akan menyia-nyiakan usahamu, bersiaplah monster!!!”
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas