- Beranda
- The Lounge
Kenapa Konten Pornografi Sangat Sulit Diberantas? Mati Satu Tumbuh Seribu
...
TS
9akur
Kenapa Konten Pornografi Sangat Sulit Diberantas? Mati Satu Tumbuh Seribu

Halo gan, saya ingin menyampaikan unek - unek yang selama ini ane pendam. Kenapa konten pornografi dan Situs Video Dewasa[/B][/url] sangat susah hilang atau bahkan tidak akan pernah hilang di muka bumi ini.
Kalau bagi yang sudah dewasa dan menikah hal ini dampaknya tidak begitu buruk, yang ane fikirkan jika konten - konten tersebut dikonsumsi oleh anak - anak dibawah umur apalagi sekarang ini anak SD saja sudah menggunakan Hp android yang bisa mengakses situs - situs dewasa dengan bebas.
Dan dalam hal ini pengawasan orangtua juga saya rasa belum bisa maksimal karena mungkin ada juga orangtua yang malah masih gaptek dengan teknologi android apalagi jika di daerah pedesaan.
Jadi para orangtua mungkin tidak tahu bahwa anak-anaknya sudah tercemari oleh konten- konten tersebut.
Dalam segi pemblokiran situs dewasa tersebut juga pada dasarnya hanya memblokir alamat IP web agar tidak bisa diakses oleh pengunjung dengan IP Indonesia. Dan hal itu sangat mudah diakali dengan menggunakan VPN.
Jadi pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menghapus situs pornografi karena perbedaan aturan di tiap - tiap negara. Andaikan ada otoritas dunia yang memiliki wewenang untuk menghapus situs - situs pornografi pasti sedikit demi sedikit konten tersebut akan berangsur berkurang.
Diubah oleh 9akur 22-06-2022 19:25
andrianwin dan 11 lainnya memberi reputasi
12
6.8K
101
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.1KAnggota
Tampilkan semua post
bingsunyata
#25
Kembali kepada orang tuanya, bisa nggak ngasih tahu ke anaknya itu kalau dia itu bukan dapat dari paketan yang dikirim oleh si bangau.
Kemudian bisa ngasih tahu juga perkara batasan umur, menikah, tanggung jawab, menafkahi dan bla bla bla lainnya.
Perbedaan jaman dulu-sekarang, sekalipun dulu itu diasosiasikan seorang anak yang tidak sekolah itu kerjaannya main terus, faktanya mungkin berkebalikan. Masih kecil sudah kerja membantu orang tua, kakek-neneknya. Dimana saat mereka membantu itu, kiranya terjalin percakapan mengenai berbagai hal (soalnya khan tidak mungkin cuma sekali aja), termasuk mungkin masalah begituan. Atau karena saat bekerja itu mereka juga banyak bergaul dengan orang dewasa lainnya, sedikit-banyak, mereka menyerap suatu pengetahuan pula dari sana mengenainya.
Dan karena sering bercakap itu pula, banyak nasihat dan komen juga akan dilontarkan oleh orangtua, kakek-nenek kepada si anak.
Kemudian bisa ngasih tahu juga perkara batasan umur, menikah, tanggung jawab, menafkahi dan bla bla bla lainnya.
Perbedaan jaman dulu-sekarang, sekalipun dulu itu diasosiasikan seorang anak yang tidak sekolah itu kerjaannya main terus, faktanya mungkin berkebalikan. Masih kecil sudah kerja membantu orang tua, kakek-neneknya. Dimana saat mereka membantu itu, kiranya terjalin percakapan mengenai berbagai hal (soalnya khan tidak mungkin cuma sekali aja), termasuk mungkin masalah begituan. Atau karena saat bekerja itu mereka juga banyak bergaul dengan orang dewasa lainnya, sedikit-banyak, mereka menyerap suatu pengetahuan pula dari sana mengenainya.
Dan karena sering bercakap itu pula, banyak nasihat dan komen juga akan dilontarkan oleh orangtua, kakek-nenek kepada si anak.
eyefirst2 dan 9akur memberi reputasi
2
Tutup