- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#173
Chapter 113
Quote:
Tubuh Viktor ketua dari Unit-01 langsung di bawah menuju area bawah tanah, selain ada lab di sana juga terdapat sebuah ruangan untuk merawat orang sakit. Tempat yang sama ketika Leah diobati karena diracuni oleh sel beaters oleh kawanan Purple Line. Viktor masih terbujur lemas, serangan yang mengenai lehernya sangat fatal jika tidak dibekukan oleh tuan Stam. Orang dari tim 3 juga ternyata ada yang menjaga di pintu liftnya, melarang siapapun untuk keluar.
Viktor menarik lengan baju milik pak Adrian yang kebetulan ikut menjaganya karena tidak ingin berada di luar dan diawasi terus oleh orang suruhan kapten Texas. Ia tidak menyangka bahwa hal seperti ini terjadi juga di sebuah organisasi rahasia dan rapat seperti BASS.
“Hei, kau masih punya mainan unik lainnya kan?” ucapnya pada pak Adrian.
“Ya, tetapi ruang persenjataan dan juga ruangan baju tempur dikunci oleh orang dari tim 3, kita tidak bisa ke sana.”
“Apa aku harus percaya dengan ucapanmu itu?” perkataan yang mengejutkan keluar dari mulut Viktor. “kau penguasa bawah tanah, tidak mungkin kau tidak mempunyai trik lainnya….”
Pak Adrian menghela nafasnya, memang ruangan bawah tanah ini sepenuhnya miliknya dalam artian semua akses dan lika-likunya pasti diketahui olehnya. Termasuk cara lain untuk masuk ke ruang persenjataan, namun ia tidak siap untuk menerima resikonya. Banyak petugas biasa yang sama sekali tidak ada dasar untuk bertarung. Apalagi jika kapten Texas sudah menyuntikan sel Beaters pada dirinya, pasti semua anggotanya juga melakukan hal yang sama.
Mendengar semua itu malah membuat Viktor tertawa, lalu tarikannya kini lebih kencang. “Tidak usah repot-repot, anggotaku bisa mengatasinya….”
Selesai berbicara, anggota unit-01 lainnya yang juga tadi terluka kemudian bangkit, dalam kondisi yang belum seratus persen pulih. Es yang melapisi tubuh mereka pun jatuh berhamburan, kekuatan yang sangat unik dimiliki oleh ketua Silver Clan karena es yang keras ternyata mengobati luka sang pasukan.
“Aku tidak bisa tinggal diam,” Viktor bangkit dari kasur. “beritahu caranya dan anak buahku akan memberikan jalan untukmu,” tatapannya begitu tajam dan ambisius, penuh dengan keinginan balas dendam kepada kapten Texas.
Kapten Juka berada dalam posisi yang menyulitkan, kedua tangannya terkunci dengan sebuah pedang panjang yang menembus baju tempurnya. Sementara itu kapten Texas dengan bentuk monsternya masih berdiri pada badan kapten Kruse yang dijadikan pijakan. Selanjutnya, kejadian yang membuat darah mendidih ketika secara membabi buta kapten Texas merobek dan menghancurkan baju tempur milik kapten Kruse.
Pemandangan yang mengerikan ini juga membuat Silver Clan tergerak untuk membantu, terutama Djohan. Tetapi tuan Stam sudah memutuskan bahwa semua urusan BASS bukan lagi urusan dari mereka, sehingga kebrutalan kapten Texas hanya bernilai sebagai tontonan saja tidak lebih. Sementara itu mister Brock sudah mengepalkan tangannya dengan keras seakan-akan ingin turun langsung tuk menghabisi kapten Texas.
“Ketua….,” lirikan dari sang jubir, tidak tega melihat rekannya diperlakukan seperti itu. Jawaban ketua BASS pun hanya menggelengkan kepalanya. Lalu sang jubir mengarah kepada kapten tim 1 yang masih duduk santai melihat semua ini. “bagaimana denganmu? Bantu mereka…..”
“Hm, jika aku datang membantunya itu sama saja dengan melukai harga diri mereka sebagai seorang kapten dari Golden Diamond. Mereka berdua yang menerima tantangan dari kapten Texas, sedangkan aku lebih baik menunggunya untuk melakukan sesuatu di luar kendali,” saat itu juga sang jubir merasa menyesal bertanya pada kapten tim 1.
Kapten Juka bukannya tidak mau menyerang kapten Texas dengan berbagai senjata yang masih ada, hanya saja keadaan kapten Kruse yang tidak sadarkan diri menyulitkannya. Bisa jadi semua serangan itu malah mengenai rekannya. Sehingga saat ini dirinya lebih fokus untuk melepaskan pedang panjang yang menusuknya.
“Mungkin cara ini bisa!” kapten Juka menaikan tenaga untuk melancarkan thunder gun, dalam posisi itu tidak mungkin bisa ditembakan ke arah lawan.
“HAHA! Hei lihat temanmu yang sudah depresi itu!” ucap kapten Texas.
Walaupun keadaan alat di telapak tangannya sudah rusak, namun tetap masih bisa untuk memperoleh energi dari baterai baju tempur yang dipakainya. Tenaganya meluap penuh dan seketika membuat kapten Juka tersengat oleh thunder gun yang bentuknya memancar mirip sebuah aliran listrik. Tegangannya begitu kuat membuat salah satu fungsi baju tempur tidak aktif seperti pelontar roketnya. Satu orang yang tidak senang melihatnya adalah kapten Texas itu sendiri, setelah ia mengetahui bahwa yang dilakukan oleh kapten Juka adalah untuk menghancurkan pedang yang menancap pada tubuhnya itu.
“Cih, intelegensinya berjalan dengan baik, memanfaatkan thunder gun untuk membuat pedang yang menancap musnah,” ucap kapten Texas.
“Sudah kuduga, pedang ini terbuat dari sel Beaters. Tapi….,” kapten Juka tertunduk lemas, menggunakan satu lututnya untuk menopang badannya. “ayolah….,” berusaha tuk bangkit disituasi yang sangat tidak menguntungkannya.
Kapten Texas melangkah maju, sedikit demi sedikit mendekati kapten Juka yang tergolek lemas tidak berdaya. Setelah rekannya berhasil dikalahkan, lawan yang tersisa kini tinggal satu. Kemungkinan lainnya akan segera datang jika kapten tim 1 mau turun tuk melawan sang monster berpangkat kapten. Tapi itu bukanlah suatu masalah, dengan mengalahkan dua kapten di area khusus sudah menjadi bukti bahwa Human Beaters jauh lebih unggul dibandingkan Mechanism.
Jemarinya dirapatkan, kemudian menyatu menjadi sebuah pedang yang panjang, dengan cara ini lebih banyak menyimpan energi dibandingkan membuat kembali pedang seperti bentuk aslinya menggunakan sel Beaters. Sedangkan kapten Juka belum bisa berdiri dengan kedua kakinya, rasanya sangat berat bahkan untuk menggerakan kepalanya yang kini menghadap ke bawah.
“Tenang, seperti kapten Kruse di sana, aku tidak akan sampai membunuhmu. Pembuktian ini tidak perlu memakan korban,” ucap kapten Texas tenang.
“Kau bisa berbicara seperti itu dalam wujud monster mengerikan itu hah? Hebat sekali….,” kapten Juka melanjutkan. “masih ada kapten tim 1 kalau aku tidak lupa, ia akan menghabisimu!”
“Menarik, jadi itu kata terakhirmu?” kapten Texas mengacungkan tangannya itu ke atas, tujuannya adalah untuk membelah baju tempur milik kapten Juka hingga tidak bisa digunakan lagi, meskipun baterainya masih terpasang jika jaringan dalam bajunya rusak maka semuanya akan sia-sia.
Mister Brock yang masih menyaksikan tidak percaya bahwa kedua kapten di lingkungan utama itu bisa dikalahkan oleh kapten Texas yang sudah berwujud monster. Tapi lampu masih menyala, ada kapten tim 1 yang berada di markas utama BASS. Jika sudah seperti ini situasinya, maka mau tidak mau ia akan segera membereskannya. Secara tidak sadar mister Brock tersenyum dalam khalayannya itu.
“Pak tua itu kenapa, melihat anak buahnya terluka parah dan hampir mati kok malah tersenyum,” ucap Solo dalam hati.
Pedang yang terbuat dari jemarinya itu meluncur cepat menuju kapten Juka, namun sebuah ledakan di punggung kapten Texas menghentikannya semuanya. Kapten Juka yang masih tertunduk terkejut ketika melihat seseorang dengan baju tempur khas milik BASS itu datang, meskipun hanya bagian bawahnya saja yang terlihat olehnya.
“Jadi kau datang juga kap--,” seketika kapten Texas sangat kecewa ketika melihat seseorang yang menyerangnya itu, ekspetasinya terlalu tinggi. “cih, kau masih hidup?”
“Siapa?” ucap kapten Juka dalam hati.
“Maafkan aku mengecewakanmu monster, aku hadir kembali tuk membasmimu…”
Seseorang yang tiba-tiba datang adalah Viktor dari unit-01 yang secara mengejutkan bisa lolos dari penjagaan orang dari tim 3 yang menjaganya di ruangan bawah tanah. Kehadirannya itu membuat wakil kapten tim 3 sangat marah, namun ia tidak bisa bertindak banyak karena urusan ini semuanya diserahkan kepada sang kapten, yaitu kapten Texas.
“Kuharap mainan dari toko pak Adrian ini berfungsi dengan baik,” sementara itu kapten Texas menatapnya dengan tatapan kosong.
“Hm,” komentarnya singkat.
Viktor menarik lengan baju milik pak Adrian yang kebetulan ikut menjaganya karena tidak ingin berada di luar dan diawasi terus oleh orang suruhan kapten Texas. Ia tidak menyangka bahwa hal seperti ini terjadi juga di sebuah organisasi rahasia dan rapat seperti BASS.
“Hei, kau masih punya mainan unik lainnya kan?” ucapnya pada pak Adrian.
“Ya, tetapi ruang persenjataan dan juga ruangan baju tempur dikunci oleh orang dari tim 3, kita tidak bisa ke sana.”
“Apa aku harus percaya dengan ucapanmu itu?” perkataan yang mengejutkan keluar dari mulut Viktor. “kau penguasa bawah tanah, tidak mungkin kau tidak mempunyai trik lainnya….”
Pak Adrian menghela nafasnya, memang ruangan bawah tanah ini sepenuhnya miliknya dalam artian semua akses dan lika-likunya pasti diketahui olehnya. Termasuk cara lain untuk masuk ke ruang persenjataan, namun ia tidak siap untuk menerima resikonya. Banyak petugas biasa yang sama sekali tidak ada dasar untuk bertarung. Apalagi jika kapten Texas sudah menyuntikan sel Beaters pada dirinya, pasti semua anggotanya juga melakukan hal yang sama.
Mendengar semua itu malah membuat Viktor tertawa, lalu tarikannya kini lebih kencang. “Tidak usah repot-repot, anggotaku bisa mengatasinya….”
Selesai berbicara, anggota unit-01 lainnya yang juga tadi terluka kemudian bangkit, dalam kondisi yang belum seratus persen pulih. Es yang melapisi tubuh mereka pun jatuh berhamburan, kekuatan yang sangat unik dimiliki oleh ketua Silver Clan karena es yang keras ternyata mengobati luka sang pasukan.
“Aku tidak bisa tinggal diam,” Viktor bangkit dari kasur. “beritahu caranya dan anak buahku akan memberikan jalan untukmu,” tatapannya begitu tajam dan ambisius, penuh dengan keinginan balas dendam kepada kapten Texas.
Kapten Juka berada dalam posisi yang menyulitkan, kedua tangannya terkunci dengan sebuah pedang panjang yang menembus baju tempurnya. Sementara itu kapten Texas dengan bentuk monsternya masih berdiri pada badan kapten Kruse yang dijadikan pijakan. Selanjutnya, kejadian yang membuat darah mendidih ketika secara membabi buta kapten Texas merobek dan menghancurkan baju tempur milik kapten Kruse.
Pemandangan yang mengerikan ini juga membuat Silver Clan tergerak untuk membantu, terutama Djohan. Tetapi tuan Stam sudah memutuskan bahwa semua urusan BASS bukan lagi urusan dari mereka, sehingga kebrutalan kapten Texas hanya bernilai sebagai tontonan saja tidak lebih. Sementara itu mister Brock sudah mengepalkan tangannya dengan keras seakan-akan ingin turun langsung tuk menghabisi kapten Texas.
“Ketua….,” lirikan dari sang jubir, tidak tega melihat rekannya diperlakukan seperti itu. Jawaban ketua BASS pun hanya menggelengkan kepalanya. Lalu sang jubir mengarah kepada kapten tim 1 yang masih duduk santai melihat semua ini. “bagaimana denganmu? Bantu mereka…..”
“Hm, jika aku datang membantunya itu sama saja dengan melukai harga diri mereka sebagai seorang kapten dari Golden Diamond. Mereka berdua yang menerima tantangan dari kapten Texas, sedangkan aku lebih baik menunggunya untuk melakukan sesuatu di luar kendali,” saat itu juga sang jubir merasa menyesal bertanya pada kapten tim 1.
Kapten Juka bukannya tidak mau menyerang kapten Texas dengan berbagai senjata yang masih ada, hanya saja keadaan kapten Kruse yang tidak sadarkan diri menyulitkannya. Bisa jadi semua serangan itu malah mengenai rekannya. Sehingga saat ini dirinya lebih fokus untuk melepaskan pedang panjang yang menusuknya.
“Mungkin cara ini bisa!” kapten Juka menaikan tenaga untuk melancarkan thunder gun, dalam posisi itu tidak mungkin bisa ditembakan ke arah lawan.
“HAHA! Hei lihat temanmu yang sudah depresi itu!” ucap kapten Texas.
Walaupun keadaan alat di telapak tangannya sudah rusak, namun tetap masih bisa untuk memperoleh energi dari baterai baju tempur yang dipakainya. Tenaganya meluap penuh dan seketika membuat kapten Juka tersengat oleh thunder gun yang bentuknya memancar mirip sebuah aliran listrik. Tegangannya begitu kuat membuat salah satu fungsi baju tempur tidak aktif seperti pelontar roketnya. Satu orang yang tidak senang melihatnya adalah kapten Texas itu sendiri, setelah ia mengetahui bahwa yang dilakukan oleh kapten Juka adalah untuk menghancurkan pedang yang menancap pada tubuhnya itu.
“Cih, intelegensinya berjalan dengan baik, memanfaatkan thunder gun untuk membuat pedang yang menancap musnah,” ucap kapten Texas.
“Sudah kuduga, pedang ini terbuat dari sel Beaters. Tapi….,” kapten Juka tertunduk lemas, menggunakan satu lututnya untuk menopang badannya. “ayolah….,” berusaha tuk bangkit disituasi yang sangat tidak menguntungkannya.
Kapten Texas melangkah maju, sedikit demi sedikit mendekati kapten Juka yang tergolek lemas tidak berdaya. Setelah rekannya berhasil dikalahkan, lawan yang tersisa kini tinggal satu. Kemungkinan lainnya akan segera datang jika kapten tim 1 mau turun tuk melawan sang monster berpangkat kapten. Tapi itu bukanlah suatu masalah, dengan mengalahkan dua kapten di area khusus sudah menjadi bukti bahwa Human Beaters jauh lebih unggul dibandingkan Mechanism.
Jemarinya dirapatkan, kemudian menyatu menjadi sebuah pedang yang panjang, dengan cara ini lebih banyak menyimpan energi dibandingkan membuat kembali pedang seperti bentuk aslinya menggunakan sel Beaters. Sedangkan kapten Juka belum bisa berdiri dengan kedua kakinya, rasanya sangat berat bahkan untuk menggerakan kepalanya yang kini menghadap ke bawah.
“Tenang, seperti kapten Kruse di sana, aku tidak akan sampai membunuhmu. Pembuktian ini tidak perlu memakan korban,” ucap kapten Texas tenang.
“Kau bisa berbicara seperti itu dalam wujud monster mengerikan itu hah? Hebat sekali….,” kapten Juka melanjutkan. “masih ada kapten tim 1 kalau aku tidak lupa, ia akan menghabisimu!”
“Menarik, jadi itu kata terakhirmu?” kapten Texas mengacungkan tangannya itu ke atas, tujuannya adalah untuk membelah baju tempur milik kapten Juka hingga tidak bisa digunakan lagi, meskipun baterainya masih terpasang jika jaringan dalam bajunya rusak maka semuanya akan sia-sia.
Mister Brock yang masih menyaksikan tidak percaya bahwa kedua kapten di lingkungan utama itu bisa dikalahkan oleh kapten Texas yang sudah berwujud monster. Tapi lampu masih menyala, ada kapten tim 1 yang berada di markas utama BASS. Jika sudah seperti ini situasinya, maka mau tidak mau ia akan segera membereskannya. Secara tidak sadar mister Brock tersenyum dalam khalayannya itu.
“Pak tua itu kenapa, melihat anak buahnya terluka parah dan hampir mati kok malah tersenyum,” ucap Solo dalam hati.
Pedang yang terbuat dari jemarinya itu meluncur cepat menuju kapten Juka, namun sebuah ledakan di punggung kapten Texas menghentikannya semuanya. Kapten Juka yang masih tertunduk terkejut ketika melihat seseorang dengan baju tempur khas milik BASS itu datang, meskipun hanya bagian bawahnya saja yang terlihat olehnya.
“Jadi kau datang juga kap--,” seketika kapten Texas sangat kecewa ketika melihat seseorang yang menyerangnya itu, ekspetasinya terlalu tinggi. “cih, kau masih hidup?”
“Siapa?” ucap kapten Juka dalam hati.
“Maafkan aku mengecewakanmu monster, aku hadir kembali tuk membasmimu…”
Seseorang yang tiba-tiba datang adalah Viktor dari unit-01 yang secara mengejutkan bisa lolos dari penjagaan orang dari tim 3 yang menjaganya di ruangan bawah tanah. Kehadirannya itu membuat wakil kapten tim 3 sangat marah, namun ia tidak bisa bertindak banyak karena urusan ini semuanya diserahkan kepada sang kapten, yaitu kapten Texas.
“Kuharap mainan dari toko pak Adrian ini berfungsi dengan baik,” sementara itu kapten Texas menatapnya dengan tatapan kosong.
“Hm,” komentarnya singkat.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas