Kaskus

Story

slametfirmansy4Avatar border
TS
slametfirmansy4
Hay... Kak Ness
Hay... Kak Ness
HAY... KAK NESS




Welcome to Another Thread

Sebuah thread khusus untuk seorang wanita spesial, mungkin beberapa dari kalian sudah tau siapa dia. Dan jika belum, silakan membaca cerita ini dg tenang. Sebuah perjalanan kisah cinta gw dg wanita ini memang memakan waktu lama dan menerjang jalan terjal yg bahkan orang lain tak mau melaluinya. Dan bagaimana akhir kisah ini??

Kembali ke beberapa reader yg tau apa bakal terjadi, tapi bagi yg baru??

Rules
1. Gw gak pernah salah
2. Jika gw salah maka kembali ke pasal 1
3. Ikuti aturan H2H
4. Jangan pernah menghakimi hidup gw, lu gak kenal gw, lu kenal gw hanya dalam tulisan. Berani menghakimi gw, gw hakimi balik lu!
5. Tangapi thread ini dg santai, akan banyak konten dewasa, rasis, kriminal dan brutal.




Quote:






Desc


Pernah merasa takut untuk memiliki seseorang? Atau mungkin merasa gak pantas karena gak percaya apa yg ada dalam diri kalian? Entah itu merubah penampilan agar dia tau bahwa kita ada untuknya dan menjadi baik untuknya? Jadi, perlukah itu semua kita lakukan untuk orang yg belum tentu membalas rasa sayang kita?


Cowok: kenapa Kak??
Cewek: sekedar mengingat masa lalu
Cowok: yg lalu biarlah berlalu
Cewek: bagaimana jika kisah kita dibuat tulisan?? Suatu saat entah kapan, kita akan tertawa
Cowok: tulisan itu butuh kata yg panjang
Cewek: gw hanya ingin membaca kembali

Sebenarnya gw keberatan dg permintaanya, tapi akhir akhir ini gw mulai mengerti maksudnya setelah apa yg terjadi
memory digital bisa dihapus, tapi tidak dengan memori otak manusia. Ingatan merupakan hal paling berharga. Gw bukan sherlock holmes, tapi gw akan coba mengingat semampu gw




Dilarang copy tanpa izin atau tulis ulang dalam bentuk apapun. cerita ini hanya dapat dinikmati di kaskus. Sebab akibat dan konsekuensi menanti bagi pelanggar

TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA





©Hak Cipta dilindungi Slamet Firmansyah, bukan undang undang
bozbuzbizbezAvatar border
efti108Avatar border
cibuyaaAvatar border
cibuyaa dan 94 lainnya memberi reputasi
89
126.6K
3.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
slametfirmansy4Avatar border
TS
slametfirmansy4
#434
Part 43






Dg sejuta dongkol gw pergi dari rumah Inez menuju warung bakso langganan keluarga Nerissa. Sebagai manusia baik hati rasanya hambar mengunjungi seseorang tanpa membawa apa yg disukai tuan rumah.

" ah... Datang juga, dari kemarin kemana?"tanya Nerissa begitu bersahabat

" nenek mana?" tanya gw menghindari omong kosong yg keluar dari mulutnya

" ke surabaya"

" gw beneran lho nanya kek gini" mulai kesal gw melihat Nerissa

" ya gw juga beneran, nenek lagi di surabaya"

" tadi nenek lu nelpon"

" ya HP gw dibawa, gw ga pake HP sekarang
" kata Nerissa

Gw memberikan bakso untuknya, lalu segera menaiki motor kembali.

" lu kenapa?"

" gw gak papa, gw cuma terburu buru aja"

" gw tau lu marah kan sama gw? Gw minta maaf buat yg kemarin
" kata Nerissa seolah menyesali apa yg ia perbuat di lain hari

" gw gak marah, gw gak merasa lu punya salah..." Kata gw dingin, bohong kalau gw tidak marah.

" lu ada apa? Kalo mau ngomong, ngomong aja"

" maksa banget sih"

" karna lu marah sama gw dan lu gamau maafin gw"

" gw gak marah, dirumah gw mau ada hajat, gw harus pulang cepef buat bantu bantu, ok"


Nerissa terkejut, entah apa isi pikirannya.

" gw pulang dulu..." kata gw

....


Gw tengah malas hari ini, sepulang dari kediaman Nerissa membuat gw enggan melakukan apapun selain bersantai. Tiba-tiba sebuab ide keluar, gw memilih membawa senapan angin mencoba peruntungan di kebun. Mungkin kali ini gw bisa membawa pulang ekor tupai.
Dg memicingkan mata gw mengamati sekitar, seekor tupai temgah menikmati makanan di pucuk pohon kapuk. Gw tekan pelatuk dan dg sekejap tupai itu jatuh. Gw segera memasukkan dalam kantong plastik lalu segera pulang. Dalam perjalanan pulang, Bagus mencegat gw memberikan beberapa ekor burung puyuh yg sudah tak bisa bertelur agar bisa dinikmati bersama dirumah gw.

Sesampainya dirumah gw melihat sebuah land cruiser dan ada Nerissa yg tengah menunggu gw.

" katanya ada hajat? Bohong ya kerjaan lu" kata Nerissa sinis

" gw gak boong, nih buktinya... Gw mau olah trus makan bareng temen" kata gw

" hhhmmm... Gw bantu ya"

" boleh..."
kata gw

Sembari menunggu air panas, gw memotong ekor tupai untuk menjadikan sebuah souvenir dan menjemurnya, tak lupa mengubur jasad tupai.
Air sudah mendidih saatmya menyiramkan pada puyuh ini agar mudah mencabuti bulunya.

" lu hebat ya... Bisa nembak puyuh"

Gw hanya tersenyum

" puyuh ini biasa terbang dimana?" tanya Nerissa

" puyuh gabisa terbang, ini aja ternak kok..." kata gw terkekeh

....

Gw membantu Nerissa membereskan semua peralatan setelah acara makan makan.

" lu kenapa mau temenan ama gw?" tanya gw spontan

" ya gak tau... "

" haaa....
" kata gw heran

" ya gak tau gitu, ngerasa cocok aja... Cocok temenan ama lu daripada kakaklu"

" hmm..."

" udah lama juga sih gak kumpul bareng, jadi sibuk ama kegiatan masing masing"
kata Nerissa

Menggunakan sabun untuk mencuci peralatan masak dan makan. Gw memilih membuang sampah, sembari melihat keadaan sekitar.
Selesai membereskan semuanya kami berdua duduk di sofa menonton TV tanpa sepatah kata. Kekakuan tercipta, setelah sempat bersitegang kemarin membuat kami membisu seolah kata kata yg seharusnya menghibur dg obrolan hangat enggan keluar mengisi.

" ibu kemana?"

" biasa, paling juga ke banyuwangi"
kata gw

Gw masih tak tahu ingin mengatakan apa, mungkin dalam benak Nerissa ia juga tengah dilanda kebingungan serupa.
Masih tak ada perbincangan sama sekali, matahari tenggelam dan Nerrisa memutuskan pulang. Dan kini gw yg merasa lega.

....


Kembali ke adegan setelah pulang sekolah. Beberapa hari setelah Nerissa main kerumah, gw masih enggan membalas pesan singkat yg ia kirim. Atau terkadang gw membalas sesukanya saja. Mengingat apa yg telah terjadi antara gw dan Nerissa membuat dada sesak dipenuhi amarah kecemburuan.
Deru mesin mulai terdengar merapat. Gw intip termyata sebuah sedan terparkir di depan rumah. Orang yg sama, yg ingin menikahi emak gw. Rasa amarah di dada sudah benar benar memuncak.

" Iya buk, gapapa.... Ibuk boleh kok nikah lagi" jawab gw setelah mendapat drama tentang indahnya cinta. Tapi omong kosong menurut gw

Gw sudah benar benar lelah dg ini semua.
Maka, malam harinya gw mengemasi baju dan pergi. Dan bodohnya gw tak tahu harus kemana. Gw berjalan saja membawa tas di pundak, kaki ini terus melangkah di malam buta. Gw emosi dg semua yg terjadi, gw mengutuk semuanya!

" Mau kemana mas?" Tanya mbak Firda yg tak gw sadari kehadirannya, bahkan suara motornya yg cukup berisik seolah menghilang dari telinga gw.

Gw tak ingin menjawab, ia cukup jeli bisa mengenali gw yg memakai jaket menutupi diri agar tak dikenali.

" Kamu mau kemana?? Kamu gak ada tujuan mas"

Apa yg ia katakan memang benar, jadi apa yg harus gw lakukan saat ini? Jujur gw tak tahu apa yg akan gw lakukan selanjutnya.

" Pulang ke rumahku aja mas" Mbak Firda memberi solusi

Gw gengsi, apalagi rencana gw pergi dari rumah gagal total. Rasanya malu menyadari hal konyol ini membuat gw jadi terlihat tolol. Gw tak ada pilihan lain! Gw mengikutinya pulang dg sejuta rasa malu menjalar.

....

Sudah beberapa hari gw absen sekolah, gw enggan kembali sekolah. Emak gw bahkan sudah membujuk agar gw pulang. Emak gw sudah membatalkan acara pernikahan agar gw kembali pulang. Tapi gw sudah terlanjur sakit hati dibuatnya. Emak gw bahkan membawa Nerissa agar bisa membujuk gw pulang.

" Ngapain lu kesini?" Tanya gw ketus melihat Nerissa

" Ada apa sih sebenarnya??" Ia begitu peduli seperti biasanya, tapi kali ini hanyalah omong kosong di mata gw

" Gw ngantuk" gw segera beranjak ke kamar, menyelimuti diri dan memejamkan mata walaupun masih siang.

" Gw tau masalah lu"

" Untuk apa lu tanya?" Kata gw

Terdengar ia menghela nafas.

" Mau jalan jalan?" Nerissa menawari

" Gw gak dibayar untuk melakukan hal konyol semacam itu"

" Mau cimol"

" Udahlah Kak Ness...." Kata gw

Terdengar ia beranjak dari kamar, rupanya ia menyerah. Ada rasa lega ketika ia pergi tapi ada juga rasa benci ketika ia menyerah begitu cepat. Ia memang ahli dalam mengecewakan seseorang.

Gw terjaga setelah beberapa saat terlelap, gw mencuci muka. Dan saat itu juga gw mendapati Nerissa yg terlelap di kursi ruang tamu. Gw menghina dalam hati betapa bodohnya Nerissa saat ini, tapi gw juga kecewa pada diri sendiri yg membuat kepeduliannya terasa sia sia.
Mbak Firda membawa gw ke meja makan, untuk makan tentu saja.... Kalian kira untuk apa??😁

" Kamu belum mau maafin ibumu?" Tanya mbak Firda

Seketika itu juga nafsu makan gw benar benar hilang.

" Trus aku pulang?? Jadi maksudnya kamu ngusir aku mbak??" Tanya gw

Karena harga diri gw yg terlampau tinggi dan gw bukan siapa siapa disini, gw menyudahi makan. Ada baiknya jika gw memang pergi, mungkin tinggal disini ide yg cukup buruk.

" Disini aja mas"m bak Firda menahan, cengkeraman tangannya sangat kuat

Gw memilih diam, Nerissa terbangun mendengar ini semua.

....


Gw memandangi perahu nelayan dari atas jembata. Beberapa nelayan menngunakan jalur aungai ini untuk pulang, agar lebih dekat dg rumah untuk memarkirkan perahu.
Dg cilok gw duduk di besi jembatan, gw benar benar lapar dan terlalu gengsi untuk lanjut makan setelah perdebatan dg mbak Firda.
Pikiran gw mulai mengembara, gw harus kemana lagi? Gw tak ingin pulang dan tak ingin terus tinggal di rumah mbak Firda.

" Hei hei hei!!" Teriak Nerissa yg tiba tiba disini, gw tak menyadarinya

Gw hanya menolehnya

" Gw tau masalah lu berat, gw selalu ada buat lu... Ok" kata Nerissa membujuk

Gw heran dg sikapnya kali ini, apa yg ia inginkan.

" Lu butuh apa?? Lu bisa minta gw kok" kata Nerissa mendekat perlahan lahan seolah ingin menangkap ayam

Gw tak ingin menghiraukannya. Gw melihat bawah dan berpikir apakah jatuh dari ketinggian dan mendarat di sungai akan membuat gw mati? Lebih baik gw segera turun.

" Lu mau apa?? Gw bisa kasih semuanya kok" bujuknya

Gw tak ingin memperdulikannya, gw berdiri di besi jembatan mencoba untuk menantang diri sendiri yg mulai bergidik ngeri karena gw adalah orang yg takut ketinggian. Karena hal yg gw lakukan cukup konyol jika gw salah perhitungan, lebih baik gw segera turun saja. Gw belum mau mati konyol.
Tiba tiba seseorang menarik gw kebelakang, tak ayal es dan cilok gw juga tumpah! Gw masih sangat lapar dan kini makanan gw menjadi sia sia.

" Lu ganti rugi makanan gw!" Amarah gw karena Nerissa


*******



Disuatu hari....
Setelah gw kembali sekolah dan berbaikan dg emak gw. Bisa dibilang cukup lama absen hingga banyak yg mengira gw berhenti sekolah untuk melanjutkan hidup menjadi preman. Orang orang disekolah tak tahu apa yg terjadi dan sisanya alian teman teman baik gw memilih tutup mulut dan mengatakan bahwa gw tengah sakit.
Tapi biarkan apa yg sudah terjadi. Gw sudah tak ingin mengingat kebodohan yg lalu


" Jaan... COKK!!"maki Rena

"piis ren.... Pis..." kata gw

" ngagetin aja lu asu!!"

" sekali kali lah Ren"


Rena tampak memandangi wajah gw dg penuh selidik

" lu keknya aneh deh"

" aneh napa?"
tanya gw

Aneh aja, kaya udah dewasa"

" iya lah, wong gw udah mimpi basah
" kata gw PD selangit

" bukan..."

" lah kenapa?? Gw ngerasa normal ae Ren"

" kaya udah gak perjaka"

" ngawur lu, gw belom kimpoi ren..."
kata gw

" kaya apa ya... Beda banget lho"

"Ah elu gitu mulu, bosen gw"
kata gw duduk disebelahnya

" lu udah gak aktif kaya dulu, kaya udah males ini itu"

" perhatian banget lu"

" kan best friend, gw peduli dong... Nasib kita tuh sama"
kata Rena

Tiba tiba suara riuh terdengar, diiringi seorang cowok berjalan menuju kearah kami membawa bunga. Sejuta tanda tanya memenuhi kepala, cowok itu semakin mendekat dg senyum menjijikkan. Awalnya gw cemas apakah cowok itu akan menyukai gw untuk menjadi pasangan sejenis? Sepertinya otak gw mulai rusak. Dan entah apa yg akan ia perbuat, tapi sepertinya ia akan 'nembak' seorang gadis.
Ia berhenti tepat didepan Rena, gw memilih minggir demi kelacaran acara nembak. Ia memberikan sepucuk bunga untuk Rena dan ia menerima dg penuh senyum. Kata kata manis ia ucapkan bahkan terlalu manis, hingga terdengar seperti omong kosong. Hingga ia berhenti berkata dan meminta Rena menjadi seorang pacar.

Senyuman Rena menandakan sesuatu, ekspektasi cowok itu terlihat setinggi langit. Mungkin dalam benaknya ia sedang bersorak sorai atas keberhasilan yg telah dicapai, ekspektasi setinggi langit membuatnya hilang akal, tapi tidak semudah itu kampret!!
Rena langsung menghantam bunga tepat di muka cowok itu, ia begitu bersemangat menolak.

" GAAK!! GW GAK MAOO!!!" kata Rena begitu mengguncang hati dan pikiran cowok itu

Wajahnya terlihat pucat pasi mendengar penolakan Rena yg begitu brutal yg menghancurkan mimpi dan angan serta perasaan malu tak terbendung

" udah jelek, item, sok ganteng baik!! Masih hidup pula!!" maki Rena

Dan gw tertawa terbahak-bahak
Diubah oleh slametfirmansy4 21-05-2024 22:39
efti108
oktavp
cos44rm
cos44rm dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.