- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#170
Chapter 112
Quote:
Lubang yang mengeluarkan darah dan beberapa daging yang terkoyak berjatuhan ke lantai, kapten Texas dalam wujud monsternya belum sadarkan diri, masing menggantung dengan satu sayap serangganya. Kedua kapten sedikit merayakan kesuksesan mereka memberikan apa yang harus diterima oleh kapten Texas. Sedikit sesumbar bahwa teknologi mereka jauh lebih unggul.
“Kau masih bisa menyerang?” tanya kapten Kruse
“Entahlah, kedua tanganku rasanya sangat panas dan kini mereka bergetar hebat.”
“Baiklah, tolong bantu aku. Mainan milikmu masih memiliki amunisi yang banyak bukan?” kapten Juka mengangguk, segera mungkin kapten Kruse memanfaatkan keadaan kapten Texas yang belum sadarkan diri.
Dirinya bangkit, mengandalkan pelontar roket untuk segera sampai. Satu dua pukulan dengan tinju super besarnya itu mampu membuat pertarungan ini berakhir sebelum kapten Texas meregenisasi tubuhnya dan kembali mendapatkan kekuatan seperti sedia kala. Kepalan tangan sebesar bus dihadapkan pada tubuh yang tergantung kaku.
“Habislah kau monster!” dengan percaya dirinya kapten Kruse menerjang. Dibelakang, kapten Juka sudah bersiap menggunakan beberapa alat tempurnya. Takut adanya serangan kejutan dari monster Texas.
Mata kapten Texas terbuka, satu buah sayap muncul dari punggungnya, membuat sebuah perisai besar yang menghalau serangan dari kapten Kruse. Tanah bergetar hebat, akibat dari hantaman kekuatan besar yang ditahan dengan perisai yang keras. Mereka sedikit terlambat, kapten Texas sudah sadar kembali walaupun belum sepenuhnya pulih.
“Sial, misil kendali milikku berhasil dihancurkannya,” kapten Juka hanya mengandalkan meriam dari kedua sisi tangannya, tembakannya tidak mampu menembus perisai yang dibuat.
“Aku tidak bisa melihatnya,” pandangan kapten Kruse terhalang.
“Monster itu masih berada di sana!” ucap kapten Juka yang keadaan helm miliknya masih utuh meskipun terkena ledakan besar sebelumnya.
Keadaan seketika menjadi hening, baik kedua kapten dan juga kapten Texas sama-sama menghentikan serangan. Para penonton yang melihat pun penasaran dengan langkah apa yang akan dilakukan berikutnya. Anggota Silver Clan merasakan sesuatu yang tidak beres, hanya mereka yang bisa merasakan karena sejatinya perubahan pada sel Beaters yang signifikan bisa terdeteksi. Apalagi Human Beaters dihadapan mereka itu memakai inti dari sel Beaters milik ketua Silver Clan terdahulu.
“Gawat….,” Djohan menatap layar dengan tajam. Lalu menatap ke arah tuan Stam, sebuah pergerakan kepala dari ketuanya tersebut membuat Djohan paham. “tidak boleh ikut campur tetapi masih berada di sini….begitu rupanya.”
Kedua kapten tetap waspada meskipun belum ada sesuatu hal yang terjadi, menyerang perisai keras itu sampai hancur sama saja dengan membuang tenaga mereka. Seandainya kapten Texas dapat kembali pulih, dikesempatan berikutnya kedua kapten itu akan menghabisinya langsung. Begitu yang ada dipikiran kedua kapten, tidak masalah apa trik yang kapten Texas lakukan, selama mereka masih bisa bertarung, apapun itu akan dihadapi.
Perlahan muncul sesuatu yang runcing dari dalam perisai yang terbuat dari sayap itu. Bentuknya kecil dan keseluruhan badannya mulai terlihat jelas. Sebuah busur panah dalam jumlah banyak siap ditembakan kapan saja. Berbeda dengan kapten Kruse yang memiliki sistem pertahan sendiri dengan mengandalkan kedua tinjunya yang besar yang bisa dijadikan pelindung kapan saja. Kapten Juka sama sekali tidak memilikinya, yang bisa diandalkan adalah pelontar roket untuk membuat dirinya lincah.
“Berlindung dibalik perisai dan menembakan busur panah yang tidak akan habis-habis?” ucap kapten Juka. “cih, dia mengambil konsep misil kecil milikku kah?”
Ratusan panah ditembakan, di luar dugaan busur panah yang meluncur bergerak mengarah kepada kedua kapten secara beriringan. Sesuai dengan dugaan kapten Juka, kapten Texas telah mengontrol busur panah itu seperti misil kendali. Kapten Kruse menyilangkan kedua tangannya, melindungi kepalanya agar tidak terkena busur panah yang melintas.
Kapten Juka mengarahkan senapan mesin otomatisnya untuk menghancurkan ratusan busur panah yang datang, jumlahnya begitu banyak membuat dirinya langsung menyalakan pelontar roketnya. Menjauh dan meliuk-liuk didaratan sebisa mungkin untuk menghindari serangan ini. Sementara itu busur panah semakin banyak menusuk tangan besar milik kapten Kruse.
Jumlahnya semakin banyak lagi dan membuat tangan besi itu semakin berat.
“Busur panah ini memberikan beban untukku, sialan!” sahutnya dengan kasar. “keadaannya semakin kacau, harus kuselesaikan segera!” kapten Kruse menyalakan roketnya, menerjang dengan kekuatan penuh. Berniat untuk menghantam perisai besar yang terbuat dari salah satu sayap milik kapten Texas.
Keduanya beradu sekaligus mengakhiri serangan busur panah karena bagian permukaan sayap tertutup dengan busur panahnya sendiri. Kapten Kruse terus mendorong perisai itu, hingga akhirnya berhasil membelahnya menjadi beberapa bagian. Yang tidak disangka, kapten Texas tidak berada di sana. Keberadaannya hilang tak berbekas, baik di daratan maupun di udara.
“Kemana perginya makhluk sialan itu?” kapten Kruse melihat sekelilingnya. “tidak ada lubang, apa dia pergi melarikan diri untuk menyembuhkan dirinya?”
Sementara itu kapten Juka berhenti bergerak, sambil terus mengawasi area sekitarnya. Meskipun perisainya berukuran besar, tetapi keberadaan kapten Texas masih tertangkap oleh sensor di helm yang dikenakannya. Sekarang, bahkan sensor tidak mendeteksinya lagi.
“Ia berubah menjadi manusia lagi lalu pergi dari sini dan bersembunyi tuk sembuhkan luka?”
Yang mereka tidak sadari bahwa masih banyak busuh panah yang tertancap di bagian tangan besar milik kapten Kruse. Perlahan busur panah itu menyatu satu dengan yang lainnya, lalu bergerak masuk ke dalam lubang bekas serangan yang tertahan barusan. Membentuk sebuah badan dan saat itu juga sensor mulai berbunyi.
“Kapten Kruse! Diposisimu!” teriak kapten Juka.
“Apa? posisi-----,” seketika muncul duri-duri besar berwarna keabuan dari salah satu lengannya, membuat lubang lebih banyak dari sebelumnya. Darah segar keluar dari sana, membuat kapten Kruse terdiam terpana saat duri-duri besar itu kemudian saling bertubrukan dan membentuk sebuah sosok.
“Ya, tatapan itu…tatapan penuh kesengsaraan!” sosok tersebut berubah menjadi kapten Texas dalam bentuk monster Beaters biasa, atau dalam istilah BASS disebut Beaters Organik. Setengah badannya muncul dari tinju besarnya kapten Kruse. “mati kau!” tangannya berubah bentuk menjadi sebilah pedang, satu tebasan maka kepala kapten Kruse terpisah dari badannya.
Kilat menyambar, cahayanya begitu menyilaukan. Kapten Juka menembakan thunder gun sekali lagi dari telapak tangannya. Menghancurkan lengan kapten Texas, ditambah serangan dadakan dari kapten Kruse memukul jauh monster itu dari lengannya.
“HAHAHA! Bagaimana?! Bertarung dengan satu tangan, apa kamu sanggup?!” ledek kapten Texas.
“Cih, bahkan aku tidak bisa merasakan tangan kananku ini…,” ucap kapten Kruse.
“Mengubah menjadi bentuk apapun, ini keahlian yang tidak kalian milik wahai manusia biasa! Bahkan sekelas Silver Clan mereka tidak akan bisa menguasai teknik ini!”
Ucapan dari kapten Texas itu terekam dari vidio yang ditampilkan oleh drone, membuat Lio dan juga Solo naik pitam. Mereka berdua memaki kapten Texas dari depan tampilan vidio.
“Merubah bentuk seperti itu sama sekali tidak mengesankan, tapi aku akui ia cukup cerdik,” komentar Gonzalo yang tidak disetujui oleh Lio dan Solo.
“Apanya yang cerdik, teknik seperti terlihat konyol!” balas Lio.
Djohan melihat dengan sudut pandang lain, kemampuan kapten Texas yang seperti itu pertama kali dilihatnya. Setelah Alphanz ternyata ada lagi kemampuan unik lainnya.
Kedua kaki kapten Texas kembali tumbuh dengan cepat, tidak membuang banyak waktu target serangannya adalah kapten Kruse yang memiliki luka fatal pada tangannya. Bergerak cepat bak angin sambil menghindari serangan meriam dari kapten Juka. Kapten Texas mengarahkan serangan dibagian kanan kapten Kruse. Sebuah tendangan melesat dan menghantam wajah kapten Kruse, refleknya yang menjadi lamban karena satu gerakan saja membuat tangannya semakin merasa sakit.
Tubuh kapten Kruse terseret jauh, kemudian kapten Texas naik kebadannya yang tertutup lapisan baju tempur. Dua sayap kembali dikeluarkannya, satu untuk menahan tangan kapten Kruse, dan satunya lagi digunakan untuk membuat perisai lagi.
“Diamlah sebentar!” sebuah bogem mentah mendarat lagi, membuat kapten Kruse kehilangan kesadaran. “pasti ia akan melakukan itu lagi,” kapten Texas memprediksi langkah kapten Juka selanjutnya.
“Output penuh!” kapten Juka menimpah tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya, aliran listrik mulai terlihat dan membuat sebuah lubang besar.
“Benarkan?” kapten Texas melalui perisai yang dibuatnya. “siapa yang lebih cepat, daya yang mengisi atau ini….,” kapten Texas menarik busur yang dibuatnya dari perisai sayap, menariknya kuat lalu membuat sebuah pedang panjang sebagai pengganti busur.
“Kali ini kau tak akan lolos!” thunder gun siap ditembakan. Namun usahanya sia-sia karena sebuah pedang meluncur cepat, mengunci kedua tangannya dengan menembusnya hingga menusuk dadanya. “argh!” darah segar keluar dari mulut kapten Juka.
“Kau masih bisa menyerang?” tanya kapten Kruse
“Entahlah, kedua tanganku rasanya sangat panas dan kini mereka bergetar hebat.”
“Baiklah, tolong bantu aku. Mainan milikmu masih memiliki amunisi yang banyak bukan?” kapten Juka mengangguk, segera mungkin kapten Kruse memanfaatkan keadaan kapten Texas yang belum sadarkan diri.
Dirinya bangkit, mengandalkan pelontar roket untuk segera sampai. Satu dua pukulan dengan tinju super besarnya itu mampu membuat pertarungan ini berakhir sebelum kapten Texas meregenisasi tubuhnya dan kembali mendapatkan kekuatan seperti sedia kala. Kepalan tangan sebesar bus dihadapkan pada tubuh yang tergantung kaku.
“Habislah kau monster!” dengan percaya dirinya kapten Kruse menerjang. Dibelakang, kapten Juka sudah bersiap menggunakan beberapa alat tempurnya. Takut adanya serangan kejutan dari monster Texas.
Mata kapten Texas terbuka, satu buah sayap muncul dari punggungnya, membuat sebuah perisai besar yang menghalau serangan dari kapten Kruse. Tanah bergetar hebat, akibat dari hantaman kekuatan besar yang ditahan dengan perisai yang keras. Mereka sedikit terlambat, kapten Texas sudah sadar kembali walaupun belum sepenuhnya pulih.
“Sial, misil kendali milikku berhasil dihancurkannya,” kapten Juka hanya mengandalkan meriam dari kedua sisi tangannya, tembakannya tidak mampu menembus perisai yang dibuat.
“Aku tidak bisa melihatnya,” pandangan kapten Kruse terhalang.
“Monster itu masih berada di sana!” ucap kapten Juka yang keadaan helm miliknya masih utuh meskipun terkena ledakan besar sebelumnya.
Keadaan seketika menjadi hening, baik kedua kapten dan juga kapten Texas sama-sama menghentikan serangan. Para penonton yang melihat pun penasaran dengan langkah apa yang akan dilakukan berikutnya. Anggota Silver Clan merasakan sesuatu yang tidak beres, hanya mereka yang bisa merasakan karena sejatinya perubahan pada sel Beaters yang signifikan bisa terdeteksi. Apalagi Human Beaters dihadapan mereka itu memakai inti dari sel Beaters milik ketua Silver Clan terdahulu.
“Gawat….,” Djohan menatap layar dengan tajam. Lalu menatap ke arah tuan Stam, sebuah pergerakan kepala dari ketuanya tersebut membuat Djohan paham. “tidak boleh ikut campur tetapi masih berada di sini….begitu rupanya.”
Kedua kapten tetap waspada meskipun belum ada sesuatu hal yang terjadi, menyerang perisai keras itu sampai hancur sama saja dengan membuang tenaga mereka. Seandainya kapten Texas dapat kembali pulih, dikesempatan berikutnya kedua kapten itu akan menghabisinya langsung. Begitu yang ada dipikiran kedua kapten, tidak masalah apa trik yang kapten Texas lakukan, selama mereka masih bisa bertarung, apapun itu akan dihadapi.
Perlahan muncul sesuatu yang runcing dari dalam perisai yang terbuat dari sayap itu. Bentuknya kecil dan keseluruhan badannya mulai terlihat jelas. Sebuah busur panah dalam jumlah banyak siap ditembakan kapan saja. Berbeda dengan kapten Kruse yang memiliki sistem pertahan sendiri dengan mengandalkan kedua tinjunya yang besar yang bisa dijadikan pelindung kapan saja. Kapten Juka sama sekali tidak memilikinya, yang bisa diandalkan adalah pelontar roket untuk membuat dirinya lincah.
“Berlindung dibalik perisai dan menembakan busur panah yang tidak akan habis-habis?” ucap kapten Juka. “cih, dia mengambil konsep misil kecil milikku kah?”
Ratusan panah ditembakan, di luar dugaan busur panah yang meluncur bergerak mengarah kepada kedua kapten secara beriringan. Sesuai dengan dugaan kapten Juka, kapten Texas telah mengontrol busur panah itu seperti misil kendali. Kapten Kruse menyilangkan kedua tangannya, melindungi kepalanya agar tidak terkena busur panah yang melintas.
Kapten Juka mengarahkan senapan mesin otomatisnya untuk menghancurkan ratusan busur panah yang datang, jumlahnya begitu banyak membuat dirinya langsung menyalakan pelontar roketnya. Menjauh dan meliuk-liuk didaratan sebisa mungkin untuk menghindari serangan ini. Sementara itu busur panah semakin banyak menusuk tangan besar milik kapten Kruse.
Jumlahnya semakin banyak lagi dan membuat tangan besi itu semakin berat.
“Busur panah ini memberikan beban untukku, sialan!” sahutnya dengan kasar. “keadaannya semakin kacau, harus kuselesaikan segera!” kapten Kruse menyalakan roketnya, menerjang dengan kekuatan penuh. Berniat untuk menghantam perisai besar yang terbuat dari salah satu sayap milik kapten Texas.
Keduanya beradu sekaligus mengakhiri serangan busur panah karena bagian permukaan sayap tertutup dengan busur panahnya sendiri. Kapten Kruse terus mendorong perisai itu, hingga akhirnya berhasil membelahnya menjadi beberapa bagian. Yang tidak disangka, kapten Texas tidak berada di sana. Keberadaannya hilang tak berbekas, baik di daratan maupun di udara.
“Kemana perginya makhluk sialan itu?” kapten Kruse melihat sekelilingnya. “tidak ada lubang, apa dia pergi melarikan diri untuk menyembuhkan dirinya?”
Sementara itu kapten Juka berhenti bergerak, sambil terus mengawasi area sekitarnya. Meskipun perisainya berukuran besar, tetapi keberadaan kapten Texas masih tertangkap oleh sensor di helm yang dikenakannya. Sekarang, bahkan sensor tidak mendeteksinya lagi.
“Ia berubah menjadi manusia lagi lalu pergi dari sini dan bersembunyi tuk sembuhkan luka?”
Yang mereka tidak sadari bahwa masih banyak busuh panah yang tertancap di bagian tangan besar milik kapten Kruse. Perlahan busur panah itu menyatu satu dengan yang lainnya, lalu bergerak masuk ke dalam lubang bekas serangan yang tertahan barusan. Membentuk sebuah badan dan saat itu juga sensor mulai berbunyi.
“Kapten Kruse! Diposisimu!” teriak kapten Juka.
“Apa? posisi-----,” seketika muncul duri-duri besar berwarna keabuan dari salah satu lengannya, membuat lubang lebih banyak dari sebelumnya. Darah segar keluar dari sana, membuat kapten Kruse terdiam terpana saat duri-duri besar itu kemudian saling bertubrukan dan membentuk sebuah sosok.
“Ya, tatapan itu…tatapan penuh kesengsaraan!” sosok tersebut berubah menjadi kapten Texas dalam bentuk monster Beaters biasa, atau dalam istilah BASS disebut Beaters Organik. Setengah badannya muncul dari tinju besarnya kapten Kruse. “mati kau!” tangannya berubah bentuk menjadi sebilah pedang, satu tebasan maka kepala kapten Kruse terpisah dari badannya.
Kilat menyambar, cahayanya begitu menyilaukan. Kapten Juka menembakan thunder gun sekali lagi dari telapak tangannya. Menghancurkan lengan kapten Texas, ditambah serangan dadakan dari kapten Kruse memukul jauh monster itu dari lengannya.
“HAHAHA! Bagaimana?! Bertarung dengan satu tangan, apa kamu sanggup?!” ledek kapten Texas.
“Cih, bahkan aku tidak bisa merasakan tangan kananku ini…,” ucap kapten Kruse.
“Mengubah menjadi bentuk apapun, ini keahlian yang tidak kalian milik wahai manusia biasa! Bahkan sekelas Silver Clan mereka tidak akan bisa menguasai teknik ini!”
Ucapan dari kapten Texas itu terekam dari vidio yang ditampilkan oleh drone, membuat Lio dan juga Solo naik pitam. Mereka berdua memaki kapten Texas dari depan tampilan vidio.
“Merubah bentuk seperti itu sama sekali tidak mengesankan, tapi aku akui ia cukup cerdik,” komentar Gonzalo yang tidak disetujui oleh Lio dan Solo.
“Apanya yang cerdik, teknik seperti terlihat konyol!” balas Lio.
Djohan melihat dengan sudut pandang lain, kemampuan kapten Texas yang seperti itu pertama kali dilihatnya. Setelah Alphanz ternyata ada lagi kemampuan unik lainnya.
Kedua kaki kapten Texas kembali tumbuh dengan cepat, tidak membuang banyak waktu target serangannya adalah kapten Kruse yang memiliki luka fatal pada tangannya. Bergerak cepat bak angin sambil menghindari serangan meriam dari kapten Juka. Kapten Texas mengarahkan serangan dibagian kanan kapten Kruse. Sebuah tendangan melesat dan menghantam wajah kapten Kruse, refleknya yang menjadi lamban karena satu gerakan saja membuat tangannya semakin merasa sakit.
Tubuh kapten Kruse terseret jauh, kemudian kapten Texas naik kebadannya yang tertutup lapisan baju tempur. Dua sayap kembali dikeluarkannya, satu untuk menahan tangan kapten Kruse, dan satunya lagi digunakan untuk membuat perisai lagi.
“Diamlah sebentar!” sebuah bogem mentah mendarat lagi, membuat kapten Kruse kehilangan kesadaran. “pasti ia akan melakukan itu lagi,” kapten Texas memprediksi langkah kapten Juka selanjutnya.
“Output penuh!” kapten Juka menimpah tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya, aliran listrik mulai terlihat dan membuat sebuah lubang besar.
“Benarkan?” kapten Texas melalui perisai yang dibuatnya. “siapa yang lebih cepat, daya yang mengisi atau ini….,” kapten Texas menarik busur yang dibuatnya dari perisai sayap, menariknya kuat lalu membuat sebuah pedang panjang sebagai pengganti busur.
“Kali ini kau tak akan lolos!” thunder gun siap ditembakan. Namun usahanya sia-sia karena sebuah pedang meluncur cepat, mengunci kedua tangannya dengan menembusnya hingga menusuk dadanya. “argh!” darah segar keluar dari mulut kapten Juka.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas