Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

valkyr9Avatar border
TS
valkyr9
Anies Lengser Tahun Depan, Jalannya Menuju Pilpres 2024 Dinilai Gelap Gulita


JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai akan menghadapi jalan terjal jika ingin mencalonkan diri pada Pilpres 2024.

Dengan kemungkinan kursinya sebagai orang nomor satu di Ibu Kota akan digantikan oleh pelaksana tugas/penjabat gubernur pada 2022, Anies akan menghadapi dua tahun tanpa panggung politik.

"Pertama, menjaga performa dan elektabilitas, tentu bukan pekerjaan mudah. Pada 2022, Anies bukan lagi gubernur dan karenanya tak punya pangguung politik lagi. Di situ ujian elektabilitas yang sesungguhnya," jelas analis politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, kepada Kompas.com, Rabu (6/10/2021).

"Apa pun judulnya, dua tahun tanpa panggung politik itu sangat berpengaruh, baik dari segi pemberitaan, perbincangan politik," ia menambahkan.


Selama ini, Anies memang termasuk salah satu sosok dengan elektabilitas paling moncer di antara sosok-sosok lain.

Meskipun demikian, Anies yang notabene datang dari latar belakang profesional tidak memiliki dukungan resmi dari partai politik untuk karier politiknya.

Sementara itu, Adi menilai, kecenderungan partai-partai politik jelang Pilpres 2024 adalah menjagokan elite mereka untuk maju.

Ini membuat Anies tak punya garansi apa-apa untuk mengamankan peluang ke Istana Negara.

Partai yang selama ini cukup dekat dengan Anies boleh dibilang hanya PKS, kata Adi, yang sedang mengetes respons pasar.

Namun, PKS pun ingin mendorong Ketua Majelis Syura mereka, Salim Segaf Aljufri, maju.

"Suka tidak suka, negara ini rezim partai politik. Untuk menjadi seorang kandidat capres, seseorang harus bisa menggenapi ambang batas presiden 20 persen dukungan partai atau gabungan partai politik," kata Adi.

"Saya kira pencapresan Anies tahun 2024 itu gelap gulita. Karena selama 2022-2024, dua tahun itu panjang sekali dan pasti dua tahun itu sudah banyak yang muncul figur-figur baru dan idola-idola lain, baik itu menteri ataupun dari Plt yang bakal ditunjuk nantinya," ungkapnya.


https://megapolitan.kompas.com/read/...-dinilai-gelap

Jadi pengangguran itu berat.. emoticon-Malu (S)

Investor pun akan mikir2 kalo peluangnya cuma d bawah 50%.. emoticon-Malu (S)

Jadi gubernur dg pemberitaan tiap hari aja elektabilitasnya cuma bermain d angka 20 an %.. emoticon-Malu (S)



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr9 06-10-2021 10:39
cantona78
tepsuzot
viniest
viniest dan 23 lainnya memberi reputasi
22
5.5K
122
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan PolitikKASKUS Official
671.1KThread41KAnggota
Tampilkan semua post
apiijoAvatar border
apiijo
#12
Masalahnya Anies itu sudah terlanjur terkenal, sebelum jadi gubernur sudah terkenal di antara para pelajar dan pendidik.

Pendidik dan pelajar itu saja sudah jumlah yang sangat besar.

Anies juga dekat dengan tokoh-tokoh dari berbagai agama.

Termasuk ulama-ulama berpengaruh di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya Cak Nun, Anies itu sobat karib Cak Nun dari masih muda saat di Yogyakarta.

Ditambah saat jadi gubernur Jakarta.

Status sebagai gubernur Jakarta itu ibarat artis yang muncul di jam prime time, ia ditonton jutaan permirsah.

Satu lagi yang membuat Anies susah disaingi, yaitu:

Sampai saat ini kubu lawan gak punya jagoan.

Coba sebut sekarang siapa jagoan dari kubu sebelah? Ga ada!

Padahal sudah mati-matian promosi dan bikin gebrakan namun ga begitu bersinar terang.

Jadi kubu lawan cuma punya 2 tahun (setelah Anies tidak menjabat) untuk promosi jagoannya. Waktu yang terlalu singkat menurut ane.

Dan yang pasti era gimmick dan pencitraan sudah lewat..
Diubah oleh apiijo 06-10-2021 11:20
xxxbaikkuda
bajier
der fuehrer
der fuehrer dan 9 lainnya memberi reputasi
-4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.