- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#167
Chapter 110
Quote:
Pertarungan antara dua kapten ‘Golden Diamond’ tersaji dalam keadaan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka hanya beberapa kali melakukan latihan bersama, itu juga tidak melibatkan senjata atau peralatan BASS. Pertarungan dilakukan dengan tangan kosong dengan keahlian bela diri masing-masing berdasarkan tempat tugas asalnya. Kapten tim 1 yang merupakan anggota angkatan udara mampu mengalahkan kapten lainnya dengan mudah.
Kapten Texas sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukan oleh kapten Kruse. Bagaimana bisa seorang kapten tidak menjunjung tinggi rasa keadilan. Padahal dalam masa ‘sandera’ barusan kapten Texas tidak pernah sedikitpun melukai kapten yang lainnya, kecuali yang dilakukan pada Charles semata-mata agar tidak terjadi perlawanan yang tidak perlu. Hal yang terjadi pada Viktor dan beberapa anggotanya murni karena kapten Texas tidak suka pada unit-01 bentukan pemerintah.
Kapten Texas menyerang terlebih dahulu dengan menggunakan sayap serangganya yang berukuran besar dan memiliki sisi yang tajam bagaikan sebilah pedang. Serangannya itu mampu membelah helm yang dipakai oleh kapten Kruse. Keberadaan benda itu sangat mengganggu bagi kapten Texas dalam mode Beaters karena sensor yang dapat melacak keberadaannya dengan cepat dan akurat.
“Cih! Menghancurkan helmku terlebih dahulu, kau licik juga!” ucap kapten Kruse yang melepaskan tangan besarnya sementara dengan suatu mekanisme sehingga naik ke atas sejajar dengan bahunya. “lagipula aku tidak perlu ini!” kapten Kruse melepasnya lalu membuangnya jauh.
“Baiklah…,” kapten Texas membiarkan sel-sel Beaters mulai menghinggapi bagian tubuhnya, menjalar cepat lalu melapisinya dengan baju jirah yang keras, berwarna keabuan dan kulit yang kasar dan berduri.
Tanduk bercabang dua berukuran sedang, bagian mulut yang tertutup tidak memperlihatkan mulutnya yang bergigi tajam. Bahu yang bertambah bidang, kuku-kuku tajam di bagian tangan dan kuku yang besar di bagian kaki. Sekarang kapten Texas bukanlah seorang manusia lagi, dirinya sudah menjadi ‘Armored Beaters’.
Lagi-lagi kapten Kruse yang memulai inisiasi penyerangan, tangan berukuran besarnya memang sudah teruji membuat Hunter yang telah menjadi Beaters jadi-jadian terhempas hingga tidak sadarkan diri. Belum lagi pelontar roket yang dipasangkan dipergelangan tangannya, membuat tangan yang besar bisa menyerang dengan cepat.
Tangan berukuran besar seperti raksasa yang sedang marah melesat menuju kapten Texas, dirinya masih tenang dan membiarkan tangan raksasa itu mendekatinya. Namun hanya dengan satu tangan saja, tangan itu bisa dihentikannya. Angin terhempas keras tetapi tubuh kapten Texas tidak beranjak dari sana. Dengan percobaan sederhana ini saja sudah terbukti bahwa kekuatan Human Beaters jauh lebih unggul dari Mechanism.
“Segini saja?” kapten Texas meledek kapten Kruse.
“Kenapa?!” kapten Kruse tidak menyangka bahwa serangannya ini sangat mudah ditahan. “masih belum!” tangan satunya kembali melesat, kali ini kapten Texas menggunakan salah satu sayapnya, terjadi tabrakan dan malah kapten Kruse yang terpental.
“Oh iya pertarungannya sudah dimulai,” kapten Texas memberikan tanda pada wakil kaptennya di dalam lobi.
“Ah, aku mengerti….” Wakil kaptennya itu lantas pergi.
Silver Clan Beaters belum beranjak pergi, suara pertarungan dari bawah terdengar hingga ke atas ruangan mister Brock. Selain menunggu Djohan, ternyata tuan Stam ingin menjaga keselamatan mister Brock hingga semua permasalahan ini selesai. Ditakutkan orang dari tim 3 akan berbuat berlebihan jika seandainya dapat mengalahkan anggota BASS. Sikapnya ini kemudian menarik perhatian mister Brock.
“Aku tahu Stam, kamu ini orang baik, sama sepertinya,” ucap mister Brock. “kamu sudah menyampaikannya kan, kenapa tidak pulang?” tambahnya.
“Aku sedang menunggu anggotaku yang satu lagi, ia harus berada di sini agar pembatalan perjanjian ini resmi setelah semua anggota mengetahuinya langsung….,” jawab tuan Stam.
“Hm, begitukah….”
Lio sudah mengetahuinya, meskipun tuan Stam berbicara tidak mau ikut campur dan sebagainya. Tetapi hatinya tetap bergerak untuk menjaga orang-orang ini, apalagi seseorang yang sudah menguasai kekuatan Beaters merupakan ancaman yang sangat besar. Tapi selain itu tampaknya maupun itu Lio dan juga Solo tidak mengetahui tujuan dari tuan Stam membatalkan perjanjiannya.
Di saat suasana yang begitu hening, tiba-tiba datang suara yang mengejutkan yang berasal dari layar monitor milik mister Brock yang biasa digunakannya untuk memantau seluruh kejadian di Surban City yang terkumpul rapih dan disiarkan oleh televisi lainnya yang bisa dijadikan sumber acuan dalam pencarian berita. Padahal mister Brock sangat yakin bahwa komputer pribadinya itu tidak bisa diakses oleh siapapun dalam kantor berita ini.
“Ada apa?” mister Brock segera memeriksanya. Di layar itu telah menampilkan siaran tentang pertarungan antara kapten Texas dan juga kapten Kruse.
Tidak hanya komputer pribadi milik mister Brock, ternyata semua komputer yang beroperasi di kantor ini juga menampilkan hal yang sama. Hal ini membuat seisi kantor gaduh, padahal sudah jelas instruksi dari atasan mereka bahwa tidak ada liputan dan mereka harus pura-pura buta dan tuli atas kejadian yang sedang terjadi.
“SIAL! mereka meretasnya!”
“Eh?” Solo mengecek ponselnya, ternyata tidak terjadi peretasan.
Djohan sudah berada di area sekitar kantor Surbanews, dan melihat sesuatu benda terbang menuju lantai atas. Karena ketinggian benda itu Djohan tidka bisa melihat dengan jelas. Ia juga tidak mau repot-repot menggunakan mode Armored nya karena semua pasti sudah teratasi jika ada tuan Stam bersama rombongan.
“Benda apa itu? mereka sudah menyiapkan sejauh ini?”
Benda yang dimaksud oleh Djohan tadi adalah sebuah drone yang memang sudah disiapkan disekitar kantor utama BASS. Ada anggota tim 3 lainnya yang memang ditugaskan untuk ini, yaitu untuk meretas dan juga menjalankan drone. Mereka yang diam di sebuah truk besar milik tim 3. Drone dilengkapi oleh sebuah kamera untuk merekam jalannya pertarungan. Khusus untuk drone yang menuju ruangan mister Brock, sudah dilengkapi oleh proyeksi yang bisa langsung memunculkan gambarnya dengan memantulkannya ke dinding.
Selain itu proyeksi di ruangan rapat juga menyala dengan sendirinya, kapten tim 1 yang tersisa seorang diri dari ‘Golden Diamond’ terpaksa harus ikut menyaksikan bersama ketua BASS beserta jubirnya, sementara itu Charles perwakilan pemerintah belum sadarkan diri.
“Hm,” reaksi kapten tim 1 melihat siaran yang ditampilkan.
“Bagaimana ini?” jubir ketua BASS jauh lebih khawatir.
“Kapten Kruse selalu mengandalkan kekuatannya, tapi tenang di situ ada kapten Juka. Baju tempurnya sangat siap untuk bertempur dengan satu negara….,” ucap ketua BASS.
Keadaan di bawah memang tidak menyenangkan bagi kapten Kruse, dirinya kini sedang tersungkur dengan tubuh bagian belakang menempel dengan tanah. Satu serangan dari kapten Texas mampu memukul mundur kapten Kruse. Kesombongan yang ditampilkannya barusan tidak berarti apa-apa. Semuanya bahkan belum dimulai karena kapten Juka sedang melakukan persiapan akhir.
“Kau terlalu banyak bicara kapten Kruse, sekarang lihatlah dirimu!”
“Jangan senang dulu! Ini baru pemanasan!” kapten Kruse bangkit dan siap menghadapinya lagi.
Kapten Texas membuat sesuatu dari sel Beates yang melapisinya, secara perlahan membuat sebuah crossbow, yaitu senapan yang memakai busur panah sebagai amunisinya, bukan peluru yang biasa dipakai senapan biasa. Dengan kekuatannya, busur panah yang dapat dimunculkan hampir tidak terhingga. Selagi kondisi kapten Texas masih fit.
“Memakai senjata anak-anak seperti itu?”
“Kepalamu terbuka lebar,” satu busur panah ditembakan. Kapten Kruse yang terlambat menyadarinya bergerak lamban tuk menghindar.
“Apakah ini akhirnya?” kapten Kruse dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Saat busur panah itu melesat mengarah ke tengkorak kapten Kruse, sebuah sinar laser seketika mampu menghancurkannya, membakarnya hingga tidak berbekas. Dari kejauhan terlihat kapten Juka dengan baju tempurnya yang penuh dengan senjata menempel hampir di seluruh bagian. Telapak tangannya mengeluarkan asap.
“Kapten Juka….,” ucap kapten Texas.
“Aku menambahkan ini di akhir, pada dasarnya benda yang kutambahkan di kedua telapakku ini adalah Thunder Gun. Hanya saja si jenius Pak Adrian merubahnya menjadi partikel sinar yang kelihatannya mirip dengan sebuah laser. Tanganku terasa panas sekali,” kapten Juka menggerutu sendiri. “baiklah, kita coba bisa sampai berapa kali aku menembakan Thunder Gun lewat telapak tanganku….”
Kapten Texas sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukan oleh kapten Kruse. Bagaimana bisa seorang kapten tidak menjunjung tinggi rasa keadilan. Padahal dalam masa ‘sandera’ barusan kapten Texas tidak pernah sedikitpun melukai kapten yang lainnya, kecuali yang dilakukan pada Charles semata-mata agar tidak terjadi perlawanan yang tidak perlu. Hal yang terjadi pada Viktor dan beberapa anggotanya murni karena kapten Texas tidak suka pada unit-01 bentukan pemerintah.
Kapten Texas menyerang terlebih dahulu dengan menggunakan sayap serangganya yang berukuran besar dan memiliki sisi yang tajam bagaikan sebilah pedang. Serangannya itu mampu membelah helm yang dipakai oleh kapten Kruse. Keberadaan benda itu sangat mengganggu bagi kapten Texas dalam mode Beaters karena sensor yang dapat melacak keberadaannya dengan cepat dan akurat.
“Cih! Menghancurkan helmku terlebih dahulu, kau licik juga!” ucap kapten Kruse yang melepaskan tangan besarnya sementara dengan suatu mekanisme sehingga naik ke atas sejajar dengan bahunya. “lagipula aku tidak perlu ini!” kapten Kruse melepasnya lalu membuangnya jauh.
“Baiklah…,” kapten Texas membiarkan sel-sel Beaters mulai menghinggapi bagian tubuhnya, menjalar cepat lalu melapisinya dengan baju jirah yang keras, berwarna keabuan dan kulit yang kasar dan berduri.
Tanduk bercabang dua berukuran sedang, bagian mulut yang tertutup tidak memperlihatkan mulutnya yang bergigi tajam. Bahu yang bertambah bidang, kuku-kuku tajam di bagian tangan dan kuku yang besar di bagian kaki. Sekarang kapten Texas bukanlah seorang manusia lagi, dirinya sudah menjadi ‘Armored Beaters’.
Lagi-lagi kapten Kruse yang memulai inisiasi penyerangan, tangan berukuran besarnya memang sudah teruji membuat Hunter yang telah menjadi Beaters jadi-jadian terhempas hingga tidak sadarkan diri. Belum lagi pelontar roket yang dipasangkan dipergelangan tangannya, membuat tangan yang besar bisa menyerang dengan cepat.
Tangan berukuran besar seperti raksasa yang sedang marah melesat menuju kapten Texas, dirinya masih tenang dan membiarkan tangan raksasa itu mendekatinya. Namun hanya dengan satu tangan saja, tangan itu bisa dihentikannya. Angin terhempas keras tetapi tubuh kapten Texas tidak beranjak dari sana. Dengan percobaan sederhana ini saja sudah terbukti bahwa kekuatan Human Beaters jauh lebih unggul dari Mechanism.
“Segini saja?” kapten Texas meledek kapten Kruse.
“Kenapa?!” kapten Kruse tidak menyangka bahwa serangannya ini sangat mudah ditahan. “masih belum!” tangan satunya kembali melesat, kali ini kapten Texas menggunakan salah satu sayapnya, terjadi tabrakan dan malah kapten Kruse yang terpental.
“Oh iya pertarungannya sudah dimulai,” kapten Texas memberikan tanda pada wakil kaptennya di dalam lobi.
“Ah, aku mengerti….” Wakil kaptennya itu lantas pergi.
Silver Clan Beaters belum beranjak pergi, suara pertarungan dari bawah terdengar hingga ke atas ruangan mister Brock. Selain menunggu Djohan, ternyata tuan Stam ingin menjaga keselamatan mister Brock hingga semua permasalahan ini selesai. Ditakutkan orang dari tim 3 akan berbuat berlebihan jika seandainya dapat mengalahkan anggota BASS. Sikapnya ini kemudian menarik perhatian mister Brock.
“Aku tahu Stam, kamu ini orang baik, sama sepertinya,” ucap mister Brock. “kamu sudah menyampaikannya kan, kenapa tidak pulang?” tambahnya.
“Aku sedang menunggu anggotaku yang satu lagi, ia harus berada di sini agar pembatalan perjanjian ini resmi setelah semua anggota mengetahuinya langsung….,” jawab tuan Stam.
“Hm, begitukah….”
Lio sudah mengetahuinya, meskipun tuan Stam berbicara tidak mau ikut campur dan sebagainya. Tetapi hatinya tetap bergerak untuk menjaga orang-orang ini, apalagi seseorang yang sudah menguasai kekuatan Beaters merupakan ancaman yang sangat besar. Tapi selain itu tampaknya maupun itu Lio dan juga Solo tidak mengetahui tujuan dari tuan Stam membatalkan perjanjiannya.
Di saat suasana yang begitu hening, tiba-tiba datang suara yang mengejutkan yang berasal dari layar monitor milik mister Brock yang biasa digunakannya untuk memantau seluruh kejadian di Surban City yang terkumpul rapih dan disiarkan oleh televisi lainnya yang bisa dijadikan sumber acuan dalam pencarian berita. Padahal mister Brock sangat yakin bahwa komputer pribadinya itu tidak bisa diakses oleh siapapun dalam kantor berita ini.
“Ada apa?” mister Brock segera memeriksanya. Di layar itu telah menampilkan siaran tentang pertarungan antara kapten Texas dan juga kapten Kruse.
Tidak hanya komputer pribadi milik mister Brock, ternyata semua komputer yang beroperasi di kantor ini juga menampilkan hal yang sama. Hal ini membuat seisi kantor gaduh, padahal sudah jelas instruksi dari atasan mereka bahwa tidak ada liputan dan mereka harus pura-pura buta dan tuli atas kejadian yang sedang terjadi.
“SIAL! mereka meretasnya!”
“Eh?” Solo mengecek ponselnya, ternyata tidak terjadi peretasan.
Djohan sudah berada di area sekitar kantor Surbanews, dan melihat sesuatu benda terbang menuju lantai atas. Karena ketinggian benda itu Djohan tidka bisa melihat dengan jelas. Ia juga tidak mau repot-repot menggunakan mode Armored nya karena semua pasti sudah teratasi jika ada tuan Stam bersama rombongan.
“Benda apa itu? mereka sudah menyiapkan sejauh ini?”
Benda yang dimaksud oleh Djohan tadi adalah sebuah drone yang memang sudah disiapkan disekitar kantor utama BASS. Ada anggota tim 3 lainnya yang memang ditugaskan untuk ini, yaitu untuk meretas dan juga menjalankan drone. Mereka yang diam di sebuah truk besar milik tim 3. Drone dilengkapi oleh sebuah kamera untuk merekam jalannya pertarungan. Khusus untuk drone yang menuju ruangan mister Brock, sudah dilengkapi oleh proyeksi yang bisa langsung memunculkan gambarnya dengan memantulkannya ke dinding.
Selain itu proyeksi di ruangan rapat juga menyala dengan sendirinya, kapten tim 1 yang tersisa seorang diri dari ‘Golden Diamond’ terpaksa harus ikut menyaksikan bersama ketua BASS beserta jubirnya, sementara itu Charles perwakilan pemerintah belum sadarkan diri.
“Hm,” reaksi kapten tim 1 melihat siaran yang ditampilkan.
“Bagaimana ini?” jubir ketua BASS jauh lebih khawatir.
“Kapten Kruse selalu mengandalkan kekuatannya, tapi tenang di situ ada kapten Juka. Baju tempurnya sangat siap untuk bertempur dengan satu negara….,” ucap ketua BASS.
Keadaan di bawah memang tidak menyenangkan bagi kapten Kruse, dirinya kini sedang tersungkur dengan tubuh bagian belakang menempel dengan tanah. Satu serangan dari kapten Texas mampu memukul mundur kapten Kruse. Kesombongan yang ditampilkannya barusan tidak berarti apa-apa. Semuanya bahkan belum dimulai karena kapten Juka sedang melakukan persiapan akhir.
“Kau terlalu banyak bicara kapten Kruse, sekarang lihatlah dirimu!”
“Jangan senang dulu! Ini baru pemanasan!” kapten Kruse bangkit dan siap menghadapinya lagi.
Kapten Texas membuat sesuatu dari sel Beates yang melapisinya, secara perlahan membuat sebuah crossbow, yaitu senapan yang memakai busur panah sebagai amunisinya, bukan peluru yang biasa dipakai senapan biasa. Dengan kekuatannya, busur panah yang dapat dimunculkan hampir tidak terhingga. Selagi kondisi kapten Texas masih fit.
“Memakai senjata anak-anak seperti itu?”
“Kepalamu terbuka lebar,” satu busur panah ditembakan. Kapten Kruse yang terlambat menyadarinya bergerak lamban tuk menghindar.
“Apakah ini akhirnya?” kapten Kruse dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Saat busur panah itu melesat mengarah ke tengkorak kapten Kruse, sebuah sinar laser seketika mampu menghancurkannya, membakarnya hingga tidak berbekas. Dari kejauhan terlihat kapten Juka dengan baju tempurnya yang penuh dengan senjata menempel hampir di seluruh bagian. Telapak tangannya mengeluarkan asap.
“Kapten Juka….,” ucap kapten Texas.
“Aku menambahkan ini di akhir, pada dasarnya benda yang kutambahkan di kedua telapakku ini adalah Thunder Gun. Hanya saja si jenius Pak Adrian merubahnya menjadi partikel sinar yang kelihatannya mirip dengan sebuah laser. Tanganku terasa panas sekali,” kapten Juka menggerutu sendiri. “baiklah, kita coba bisa sampai berapa kali aku menembakan Thunder Gun lewat telapak tanganku….”
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas