- Beranda
- Stories from the Heart
Dendam Cinta Dari Masa Silam
...
TS
beqichot
Dendam Cinta Dari Masa Silam
WARNING!!!!
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, semua hanyalah kebetulan belaka.
Khusus untuk usia 17++

Prolog
Hai...namaku Aji, lengkapnya Bayu Satriaji.
Aku baru saja pulang dari PETUALANG MASA LALU
Terakhir yang kuingat, aku beserta Zulaikha dan Menik, dua jin cantik.yang selalu mendampingiku selain dari Sang Pamomong, baru saja keluar dari portal yang membawa kami pulang dari masa lalu ratusan tahun silam.
Aku memgerjapkan mataku yang silau oleh cahaya yang menyorot di atas mataku.
Ah...rupanya cahaya lampu.
Perlahan, pandangan mataku menjadi semakin jelas. Kulihat langit-langit kamar yang putih dengan lampu yang menyilaukan mataku tadi.
Di mana aku gerangan? Bukankah aku baru saja keluar dari portal yang menghubungkan masa kini dan masa lalu?
"Mas Aji.... Kau sudah sadar?" sebuah suara menyapaku.
Aku menoleh ke arah suara yang menyapaku itu. Seraut wajah cantik dengan mata yang berair, menatapku.
"Desi...?"
"Iya mas... Ini aku!" jawabnya.
"Mas Aji...!" sebuah suara lain menyapaku.
Aku menoleh ke asal suara itu..
"Anin...? Kamu kok di sini? Aku di mana?" tanyaku.
"Sebentar mas, biar aku kasih tahu bapak dan dokter.kalau kamu sudah sadar!" katanya sambil beranjak pergi.
Bapak? Dokter?
Kok bapak juga ada di sini? Dokter? Berarti aku di rumah sakit...
Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku ada di rumah sakit?
"Des...ini di rumah sakit?"
"Iya Mas...!"
"Kok aku bisa disini?"
"Ssttt...mas istirahat saja dulu. Kita tunggu dokter dulu!" sahutnya sambil mengelus-elus tanganku.
Saat itulah pintu terbuka, dan dua wanita dengan pakaian serba putih menghampiriku. Seorang diantaranya memeriksa nadiku, menyenteri mataku, dan menempelkan stetoskop di dadaku.
"Bagaimana dokter?" sebuah suara yang berat terdengar beetanya.
"Keadaannya normal pak! Mungkin butuh pemulihan sebentar, dan 2 atau 3 hari kemudian sudah bisa pulang!" kata bu dokter.
'Syukurlah...!" kata Bapak.
"Bapak.....!" panggilku.
"Hai..cah bagus... Bikin panik orang tua saja kamu!" kata bapak sambil mengacak-acak rambutku.
"Maaf pak... Sudah bikin khawatir bapak..!" ucapku.
"Sudahlah. Yang penting kamu sudah ga papa sekarang!" ujar bapak.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanyaku.
"Kamu ditemukan orang terbaring di jalanan setelah hujan. Lalu dibawa ke rumah sakit ini. Lalu orang itu membuka kontak hpmu dan menghubungi bapak. Bapak dsn Anin segera kemari. Dan kamu baru sadar setelah 3 hari pingsan!" kata bapak.
Hah.3 hari? Padahal aku ada di masa lalu selama 35 hari.
Jadi apakah kejadian di masa lalu itu hanyalah mimpi di saat aku tak sadar?
Kalau memang hanya mimpi, syukurlah...
Dan aku berharap itu semua memang hanya mimpi.
Aku menoleh pada Zulaikha dan Menik yang sedari tadi berdiri di samping ranjangku.
Mereka cuma mengangkat bahu dan menggeleng. .
Yah...semoga saja semua itu hanya mimpi belaka. Kembang tidur di saat aku pingsan. .
Semoga....
Aku masih dirawat selama 2 hari, dan Desi setia memungguku jika sudah pulang kuliah.
Sementara, bapak dan Anin jika malam istirahat di kostku.
Setelah dirasa sehat, aku diperbolehkan pulang.
Bersama bapak dan Anin, kami nakk taksi menuju kostan.
Zulaikha dan Menik melayang di samping mobil.
Di kostan sudah ada pacar tersayang dan adiknya yang menunggu kedatangan kami....
Yah...aku kembali berada di jamanku. Pengalaman di masa lalu itu, entah nyata ataukah sekedar mimpi belaka?
Only time will tell.....
INDEX:
Prolog
The Begining
Naning
The Truth
Lanjutan
Naning Lagi....
Melati's Pov
Godaan Nenek Bohai
Menik's Pov
Tukang Ojek
Masalah Cewe Dino
Di Rumah Firda
Menolong Naning....
One By One
Pulang....
Di Madrasah 1
Di Madrasah 2
It's Begin...
Bingung
Masih Di Rumah Naning
Menik's Pov
Pengakuan Firda
Desi Cemburu
Pertempuran
Bendera Perang Sudah Dikibarkan
Masalah mulai bertambah
Firda's Pov
Liburan Semester
Kejadian Di Kamar Kost.....
Di Gazebo..
Tekad Naning
Pov nya Kunyil
Balada Lontong Opor
Kunyil Ember
Ditinggal.....
Pengusiran
Pulang....
Nenek Tua
Mimpi
RSJ
Pertempuran Seru
Serangan Susulan
Menuju Sumber....
Lanjutannya..
Kurnia
Sebuah Pengakuan
Interogasi
Menepati Janji
Malam Minggu
Piknik....
Di Curug
Ki Sarpa
Berlatih
Ketiduran
Kejadian Aneh
Kyai Punggel
Pagi Absurd
Pov: Naning
Latihan Di Gunung
Wejangan
Aku Dipelet?
Lebih Hebat Dari Pelet
Terusan Kemarin
Tante Fitri Yang....
She's Back
Bros
Makhluk Paling Absurd
Makhluk Absurd 2
Part Kesekian
Cowo Tajir
Jangan Buat Naning Menangis
Surprise
Kejadian Aneh
Quote:
Menghentikan Perang
Ahaha ..
Jatuh Bangun
Selaras
Mulai Dari Awal
Kembali
Rencana Bapak
Gadis Galak
Pengobatan
Sang Dukun
Sandra
A Little Bonus: Sandra's Pov
Pulang Ke Kost
Nenek Tukang Pijat
Upgrade
Si Galak Sakit
Fight....
Proyek Besar
Kesurupan Massal
Kalahkan Biangnya
Kosong
Dreamin'
About Renita
Kenapa Dengan Sandra?
Teluh
Serangan kedua
Gelud Lagi...
Hadiah Nyi Rambat
Kembalinya Trio Ghaib
Kepergian Zulaikha
Kurnia's Pov
Lanjutan Indeks
Diubah oleh beqichot 18-09-2021 19:54
xue.shan dan 199 lainnya memberi reputasi
190
401.3K
12.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beqichot
#1736
Malam Yang Aneh
Kami sampai di runah pak Kades. Aku lihat Awang dan 4 orang lainnya sedang diperiksa kesehatannya oleh bu Bidan siapa ya namanya? Kalau ga salah Erna. Bidan cantik itu dengan cekatan memeriksa para pemuda itu.
Oh iya...kenapa sih, bidan itu banyak yang cantik?
Hhhh...mulai deh ni otak melantur kemana-mana....
Bu bidan kemudian memberikan obat pada mereka. Setelah diminum, tak berapa lama mereka tertidur.
"Mereka baik-baik saja pak Kades. Hanya membutuhkan istirahat dan pasokan nutrisi yang cukup..!" kata bu bidan pada pak Kades.
Wuih...suaranya merdu merayu bagai buluh perindu...
.
"Terima kasih bu Bidan atas bantuannya." sahut pak Kades.
"Sudah menjadi tugas saya pak. Kalau begitu, saya mohon pamit dulu pak... Jika ada sesuatu, tolong kabari saya...!" kata bu bidan.
"Silahkan bu... Dan terima kasih!"
Setelah bu bidan pergi, aku dan Sekar duduk di ruang tamu rumah pak Kades dan dikelilingi teman-temanku. Para cewe juga sudah datang dan bu Kades sudah menyuguhkan teh panas untuk kami semua.
Aku menghirup teh panas itu dengan nikmat. Dino menyodorkan sebungkus rokok, yang langsung kuambil sebatang dan kusulut.
Ahh....semua ketegangan yang kurasakan seakan sirna bersana asap yang mengepul tertiup angin...
"Jadi, di mana kalian menemukan mereka? Dan pengalaman apa yang kalian alami selama 3 hari di hutan larangan?" tanya pak Kades.
"Uhuk...uhuk...!" aku tersedak asap rokok yang kuhirup...
Ternyata, cuma beberapa menit di alam ghaib, sudah 3 hari aja di alam manusia.
Aku masih bingung juga dengan perbandingan waktu antar dua alam itu.
"Begini ceritanya pak. Sebenarnya, kami masuk ke alam mereka. Dan di sana kami tak sampai 1 jam. Kami menemukan mereka di alam ghaib...!" jawab Sekar.
Lalu Sekar menceritakan apa yang terjadi. Para cewe berkali-kali menjerit kaget dan takut mendengar cerita Sekar.
Hhh...bikin puyeng aja...
Aku beranjak bangun dari dudukku, dan menghampiri Awang dan para pemuda yang tertidur itu. Aku memeriksa mereka semua, dan masih kutemukan residu aura gelap pada diri mereka
Diam-diam, aku menghisap aura gelap itu dan membuangnya ke atas. Terdengar ledakan kecil di atas rumah pak Kades, namun nampaknya hanya Sekar yang mendengarnya.
Aku lalu kembali ke tempat dudukku, dan menyeeuput minumanku.
"Nah, saat aku bertarung melawan keroyokan wegom itu, Aji menyelinap masuk ke rumah itu, dab biar Aji yang menceritakan apa yang dilihatnya di sana..!" kata Sekar mengakhiri ceritanya.
Semua mata menatapku... Dengan terpaksa, aku bercerita, namun tak kuceritakan bahwa mereka berlima kutemukan dalam keadaan telanjang bulat.
Suasana jadi ramai saat aku menceritakan tentang pertempuran dengan 5 wegom, apalagi saat serangan TT itu.
Para cowo kelihatan sangat antusias..sementara para cewe nampak agak gimana gitu, tapi mereka tetap saja mendengarkan apa yang kuceritakan.
Hari itu, kami libur dulu dalam melaksanakan program KKN. Dosen pembimbing yang kebetulan datang hari itu, juga tidak mempermasalahkan, karena memang situasi yang tidak memungkinkan. Teman-teman tetap di rumah pak Kades, sementara aku balik ke base camp untuk mandi dan istirahat.
Sekar juga pulang ke rumahnya.
Di base camp, aku sempat teetidur 2 jam, lalu aku kembali ke rumah pak Kades.
Di sana sudah ramai penduduk, dan juga keluarga para pemuda yang dibawa wegom. Rupanya pemerintah Desa sudah menghubungi keluarga mereka.
Sekar juga sudah berada di situ. Kulihat, keluarga para pemuda itu menyatakan terima kasih pada Sekar. Aku yang ga mau ribet, menyelinap di antara kerumunan penduduk, dan kembali ke base camp. Enakan di base camp, sepi...
Untuk menemani kesendirianku di base camp, aku meracik kopi dan seperti biasa, ngopi bari ngudud euy...haha.
Ssat sedang sendirian iru, aku mencium aroma wangi yang sangat ku kenal...
Aroma Menik dan Kurnia..
Aku mengedarkan pandanganku, dan di sudut sana kulihat mereka berdiri dengan tersenyum manis.
Aku menggapai ke arah mereka, dan mereka segera melayang mendekatiku
"Bagaimana pernikahan kakakmu?" tanyaku.
"Rame banget mas. Maaf ya mas, kami ga pamit waktu itu..!" sahut Menik.
"Ga papa... Kalian bebas kok, ga harus terikat sama aku. Memangnya acaranya sudah selesai?" tanyaku.
"Belum mas... Kami diusir mbakyu, supaya kembali sama mas Aji...hihihi..!" katanya.
"Halah..tipu itu den.. Putri Menik bilang kalau dia kangen sama den Aji!" kata Kurnia
Menik mendelik pada Kurnia...
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka
"Kalau kamu kangen sama aku ga Nia?" tanyaku pada Kurnia.
Kurnia hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Huh...dia yang ngebet ngajakin ke sini mas. Alasannya sih kasihan den Aji sendirian, ga ada yang ngawal. Padahal aku tahu, dia sudah terkintil-kintil sama mas Aji. Dia paling seneng mbakyu nikah, karena ga ada saingan katanya...!" jelas Menik panjang lebar.
Dengan muka memerah, Kurnia mencubit pinggang Menik.
Hahaha...emang, kehadiran mereka selalu memberikan keceriaan padaku. Tingkah mereka yang usil dan ga jaim, membuatku selalu tersenyum.
Aku bangkit dari dudukku dan memeluk mereka.
Dengan manja, mereka melingkarkan tangan mereka di pinggangku. Tapi....tangan mereka saling pukul di pinggangku. Seolah tak mengijinkan yang lain untuk memeluk pinggangku....
"Udah...ga usah rebutan gitu. Kalian sudah kuanggap sebagai adik-adikku yang aku sayangi...!" ujarku.
Menik dan Kurnia tersenyum manis...dan..CUP...CUP...
Keduanya mengecup pipiku..
Ahaha...dicium ABG....
Kami bertiga lalu ngobrol tentang banyak hal. Obrolan makin ramai saat Nini Lasmi bergabung dengan kami.
Saat itulah, kawan-kawanku masuk ke base camp.
"Hei, dicariin pak Kades malah ngumpet di base camp...!" seru Dino.
"Ah...males, rame banget di sana...!"
"Iya tuh, tadi juga dicari sama Sekar...ciee...cie...!" kata Nissa.
"Ho'oh, kayaknya dia naksir kamu deh Ji..!" kata Nina.
"Suit...suit....!"
Seketika suasana menjadi ramai, dan habislah aku dibully oleh mereka semua. Bahkan Awang yang masih sedikit pucat, ikut membullyku...
Yah, tak apalah, yang penting Awang sudah ketemu, dan duo centil sudah balik lagi.
Hari-hari selanjutnya, kegiatan KKN berjalan lancar. Setiap akhir pekan, aku pulang ke kost, sekedar menjenguk Anin dan kekasih hati...biar ga lupa kalau dah punya cewe...
Yah, tentu saja, setelah seminggu ga ketemu...tahu sendirilah, gimana rasa rindu ini mesti ditumpahkan?
Pokoknya saling hajar...walaupun kesempatan cuma sedikit. Tapi ya sebatas hajar bibir aja...ga lebih.
Biasanya, minggu siang aku sudah berangkat lagi ke lokasi KKN. Maklum, karena lokasinya jauh, ga mungkin berangkat Senin pagi.
Bagaimana dengan Sekar? Sekarang, dia ikut sibuk membantu program KKN kami. Dan akibatnya, aku harus menahan bullyan temen-temenku.
Sekarnya malah cuek-cuek aja melihat aku dibully..atau dia malah senang melihat penderitaanku?
Sering juga Sekar memberi kami makanan yang dimasaknya sendiri. (Katanya...). Dan rasanya memang enak, walaupun masakan sederhana. Sebenarnya, bukan hanya Sekar yang membantu. Banyak penduduk lain yang juga sering membantu kami. Dan perlahan, ada semacan ikatan dengan para penduduk desa yang rajin dan ramah itu. Kami kadang selepas Isya, bertandang ke rumah-rumah penduduk, dan ngobrol. Karena kami bersepuluh, maka kami bagi menjadi 5 kelompok dengan anggota masing-masing 2 orang. Dan setiap kelompok, mendapat tugas menyambangi penduduk di satu pedukuhan. Setiap malam diadakan rolling. Jika malam ini kami di pedukuhan A, besok ke pedukuhan B, dan seterusnya.
Dan masyarakat menyambut baik kedatangan kami.
Dengan cara itu, kami bisa bersilaturahmi, dan tahu keluh kesah mereka.
Seperti saat ini, kami mendengar masyarakat mengeluh dengan banyaknya tikus yang merusak palawija mereka. Singkong belum dipanen sudah dimakan. Demikian juga dengan kacang tanah. Jagungpun ikut dimakan, padahal mereka sudah bersusah payah menanam dan merawatnya.namun belum juga panen, sudah dirusak.
Untuk mengatasinya, desa memgadakan program gropyokan tikus.
Masyarakat diajak untuk bersama-sama melakukan perang melawan tikus. Berburu tikus...
Mulailah perburuan itu. Seluruh masyarakat, tua muda saling bahu membahu memburu tikus di sekitar lahan pertanian. Setiap ada lobang tikus, dibongkar. Begitu tikus keluar, bantai. Berkarung-karung tikus berhasil dibunuh, lalu dibakar.
Lewat beberapa hari kemudian, tak ada lagi palawija yang diserang. Warga mulai bernafas lega...terbayang hasil panen yang melimpah ruah karena tak ada serangan hama tikus.
Malam itu, selepas kunjungan ke warga, kami beristirahat di base camp. Semua sudah terlelap di kamar masing-masing. Tapi aku malah ga bisa tidur. Ada sesuatu yang kurasakan agak janggal malam ini.
Karena tak bisa tidur, aku membuat kopi dan duduk di depan base camp. Kusulut rokokku dan menghisap nikotin itu dengan nikmat.
Malam terlalu lengang kurasakan. Bahkan suara hewan malam tak terdengar sama sekali.
Terlalu tenang, sehingga malah menyeramkan. Aku merasakan ketenangan ini seperti ketenangan sebelum badai.
Aku bergidik...bahkan anginpun tak bertiup.
Ada apa ini? Kenapa suasana begitu aneh? Akankah terjadi sesuatu malam ini?
Dari kejauhan, kudengar suara kentongan. Kulihat hpku, pukul 12 malam tepat. Oh...kentongan penanda waktu.
Aku menyeruput kopiku... Menik dan Kurnia berdiri diam di sampingku. Tak bersuara... Padahal biasanya mereka tak bisa diam.
Kunyalakan rokokku yang kedua, saat ada suara motor mendekat.
Motor itu berhenti di depan base camp dan penumpangnya menghampiriku.
Sekar? Ngapain malem-malem dia ke sini? Ga mungkin kan kalo ngapelin aku?
Sekar mengucap salam dan kujawab.
"Tengah malem ngapain keluyuran Kar?" tanyaku.
"Cari angin Ji... Ga tahu nih, hawany a ga enak banget. Makanya aku muter-muter cari angin. Eh, liat kamu lagi nongkrong, jadinya mampir!" jawabnya, lalu dengan seenaknya dia ambil gelasku dan diminumnya kopiku.
"Dih...cewe kok main serobot aja, ga sopan banget!"
"Biarin...
! Kamu ngapain malam2 nongkrong depan rumah?"
"Gerah, ga bisa tidur..!" jawabku.
"Nah sama khan? Aku rasa bakal ada kejadian malam ini..!" katanya.
Belum juga terkatup.mulut Sekar, dari Timur desa terdengar kentongan dipukul bertalu-talu. Disusul dari arah lainnya...
Oh iya...kenapa sih, bidan itu banyak yang cantik?
Hhhh...mulai deh ni otak melantur kemana-mana....

Bu bidan kemudian memberikan obat pada mereka. Setelah diminum, tak berapa lama mereka tertidur.
"Mereka baik-baik saja pak Kades. Hanya membutuhkan istirahat dan pasokan nutrisi yang cukup..!" kata bu bidan pada pak Kades.
Wuih...suaranya merdu merayu bagai buluh perindu...
."Terima kasih bu Bidan atas bantuannya." sahut pak Kades.
"Sudah menjadi tugas saya pak. Kalau begitu, saya mohon pamit dulu pak... Jika ada sesuatu, tolong kabari saya...!" kata bu bidan.
"Silahkan bu... Dan terima kasih!"
Setelah bu bidan pergi, aku dan Sekar duduk di ruang tamu rumah pak Kades dan dikelilingi teman-temanku. Para cewe juga sudah datang dan bu Kades sudah menyuguhkan teh panas untuk kami semua.
Aku menghirup teh panas itu dengan nikmat. Dino menyodorkan sebungkus rokok, yang langsung kuambil sebatang dan kusulut.
Ahh....semua ketegangan yang kurasakan seakan sirna bersana asap yang mengepul tertiup angin...
"Jadi, di mana kalian menemukan mereka? Dan pengalaman apa yang kalian alami selama 3 hari di hutan larangan?" tanya pak Kades.
"Uhuk...uhuk...!" aku tersedak asap rokok yang kuhirup...
Ternyata, cuma beberapa menit di alam ghaib, sudah 3 hari aja di alam manusia.
Aku masih bingung juga dengan perbandingan waktu antar dua alam itu.
"Begini ceritanya pak. Sebenarnya, kami masuk ke alam mereka. Dan di sana kami tak sampai 1 jam. Kami menemukan mereka di alam ghaib...!" jawab Sekar.
Lalu Sekar menceritakan apa yang terjadi. Para cewe berkali-kali menjerit kaget dan takut mendengar cerita Sekar.
Hhh...bikin puyeng aja...

Aku beranjak bangun dari dudukku, dan menghampiri Awang dan para pemuda yang tertidur itu. Aku memeriksa mereka semua, dan masih kutemukan residu aura gelap pada diri mereka
Diam-diam, aku menghisap aura gelap itu dan membuangnya ke atas. Terdengar ledakan kecil di atas rumah pak Kades, namun nampaknya hanya Sekar yang mendengarnya.
Aku lalu kembali ke tempat dudukku, dan menyeeuput minumanku.
"Nah, saat aku bertarung melawan keroyokan wegom itu, Aji menyelinap masuk ke rumah itu, dab biar Aji yang menceritakan apa yang dilihatnya di sana..!" kata Sekar mengakhiri ceritanya.
Semua mata menatapku... Dengan terpaksa, aku bercerita, namun tak kuceritakan bahwa mereka berlima kutemukan dalam keadaan telanjang bulat.
Suasana jadi ramai saat aku menceritakan tentang pertempuran dengan 5 wegom, apalagi saat serangan TT itu.
Para cowo kelihatan sangat antusias..sementara para cewe nampak agak gimana gitu, tapi mereka tetap saja mendengarkan apa yang kuceritakan.
Hari itu, kami libur dulu dalam melaksanakan program KKN. Dosen pembimbing yang kebetulan datang hari itu, juga tidak mempermasalahkan, karena memang situasi yang tidak memungkinkan. Teman-teman tetap di rumah pak Kades, sementara aku balik ke base camp untuk mandi dan istirahat.
Sekar juga pulang ke rumahnya.
Di base camp, aku sempat teetidur 2 jam, lalu aku kembali ke rumah pak Kades.
Di sana sudah ramai penduduk, dan juga keluarga para pemuda yang dibawa wegom. Rupanya pemerintah Desa sudah menghubungi keluarga mereka.
Sekar juga sudah berada di situ. Kulihat, keluarga para pemuda itu menyatakan terima kasih pada Sekar. Aku yang ga mau ribet, menyelinap di antara kerumunan penduduk, dan kembali ke base camp. Enakan di base camp, sepi...

Untuk menemani kesendirianku di base camp, aku meracik kopi dan seperti biasa, ngopi bari ngudud euy...haha.
Ssat sedang sendirian iru, aku mencium aroma wangi yang sangat ku kenal...
Aroma Menik dan Kurnia..
Aku mengedarkan pandanganku, dan di sudut sana kulihat mereka berdiri dengan tersenyum manis.
Aku menggapai ke arah mereka, dan mereka segera melayang mendekatiku
"Bagaimana pernikahan kakakmu?" tanyaku.
"Rame banget mas. Maaf ya mas, kami ga pamit waktu itu..!" sahut Menik.
"Ga papa... Kalian bebas kok, ga harus terikat sama aku. Memangnya acaranya sudah selesai?" tanyaku.
"Belum mas... Kami diusir mbakyu, supaya kembali sama mas Aji...hihihi..!" katanya.
"Halah..tipu itu den.. Putri Menik bilang kalau dia kangen sama den Aji!" kata Kurnia
Menik mendelik pada Kurnia...
Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka
"Kalau kamu kangen sama aku ga Nia?" tanyaku pada Kurnia.
Kurnia hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Huh...dia yang ngebet ngajakin ke sini mas. Alasannya sih kasihan den Aji sendirian, ga ada yang ngawal. Padahal aku tahu, dia sudah terkintil-kintil sama mas Aji. Dia paling seneng mbakyu nikah, karena ga ada saingan katanya...!" jelas Menik panjang lebar.
Dengan muka memerah, Kurnia mencubit pinggang Menik.
Hahaha...emang, kehadiran mereka selalu memberikan keceriaan padaku. Tingkah mereka yang usil dan ga jaim, membuatku selalu tersenyum.
Aku bangkit dari dudukku dan memeluk mereka.
Dengan manja, mereka melingkarkan tangan mereka di pinggangku. Tapi....tangan mereka saling pukul di pinggangku. Seolah tak mengijinkan yang lain untuk memeluk pinggangku....

"Udah...ga usah rebutan gitu. Kalian sudah kuanggap sebagai adik-adikku yang aku sayangi...!" ujarku.
Menik dan Kurnia tersenyum manis...dan..CUP...CUP...
Keduanya mengecup pipiku..
Ahaha...dicium ABG....

Kami bertiga lalu ngobrol tentang banyak hal. Obrolan makin ramai saat Nini Lasmi bergabung dengan kami.
Saat itulah, kawan-kawanku masuk ke base camp.
"Hei, dicariin pak Kades malah ngumpet di base camp...!" seru Dino.
"Ah...males, rame banget di sana...!"
"Iya tuh, tadi juga dicari sama Sekar...ciee...cie...!" kata Nissa.
"Ho'oh, kayaknya dia naksir kamu deh Ji..!" kata Nina.
"Suit...suit....!"
Seketika suasana menjadi ramai, dan habislah aku dibully oleh mereka semua. Bahkan Awang yang masih sedikit pucat, ikut membullyku...

Yah, tak apalah, yang penting Awang sudah ketemu, dan duo centil sudah balik lagi.
Hari-hari selanjutnya, kegiatan KKN berjalan lancar. Setiap akhir pekan, aku pulang ke kost, sekedar menjenguk Anin dan kekasih hati...biar ga lupa kalau dah punya cewe...

Yah, tentu saja, setelah seminggu ga ketemu...tahu sendirilah, gimana rasa rindu ini mesti ditumpahkan?
Pokoknya saling hajar...walaupun kesempatan cuma sedikit. Tapi ya sebatas hajar bibir aja...ga lebih.
Biasanya, minggu siang aku sudah berangkat lagi ke lokasi KKN. Maklum, karena lokasinya jauh, ga mungkin berangkat Senin pagi.
Bagaimana dengan Sekar? Sekarang, dia ikut sibuk membantu program KKN kami. Dan akibatnya, aku harus menahan bullyan temen-temenku.
Sekarnya malah cuek-cuek aja melihat aku dibully..atau dia malah senang melihat penderitaanku?
Sering juga Sekar memberi kami makanan yang dimasaknya sendiri. (Katanya...). Dan rasanya memang enak, walaupun masakan sederhana. Sebenarnya, bukan hanya Sekar yang membantu. Banyak penduduk lain yang juga sering membantu kami. Dan perlahan, ada semacan ikatan dengan para penduduk desa yang rajin dan ramah itu. Kami kadang selepas Isya, bertandang ke rumah-rumah penduduk, dan ngobrol. Karena kami bersepuluh, maka kami bagi menjadi 5 kelompok dengan anggota masing-masing 2 orang. Dan setiap kelompok, mendapat tugas menyambangi penduduk di satu pedukuhan. Setiap malam diadakan rolling. Jika malam ini kami di pedukuhan A, besok ke pedukuhan B, dan seterusnya.
Dan masyarakat menyambut baik kedatangan kami.
Dengan cara itu, kami bisa bersilaturahmi, dan tahu keluh kesah mereka.
Seperti saat ini, kami mendengar masyarakat mengeluh dengan banyaknya tikus yang merusak palawija mereka. Singkong belum dipanen sudah dimakan. Demikian juga dengan kacang tanah. Jagungpun ikut dimakan, padahal mereka sudah bersusah payah menanam dan merawatnya.namun belum juga panen, sudah dirusak.
Untuk mengatasinya, desa memgadakan program gropyokan tikus.
Masyarakat diajak untuk bersama-sama melakukan perang melawan tikus. Berburu tikus...
Mulailah perburuan itu. Seluruh masyarakat, tua muda saling bahu membahu memburu tikus di sekitar lahan pertanian. Setiap ada lobang tikus, dibongkar. Begitu tikus keluar, bantai. Berkarung-karung tikus berhasil dibunuh, lalu dibakar.
Lewat beberapa hari kemudian, tak ada lagi palawija yang diserang. Warga mulai bernafas lega...terbayang hasil panen yang melimpah ruah karena tak ada serangan hama tikus.
Malam itu, selepas kunjungan ke warga, kami beristirahat di base camp. Semua sudah terlelap di kamar masing-masing. Tapi aku malah ga bisa tidur. Ada sesuatu yang kurasakan agak janggal malam ini.
Karena tak bisa tidur, aku membuat kopi dan duduk di depan base camp. Kusulut rokokku dan menghisap nikotin itu dengan nikmat.
Malam terlalu lengang kurasakan. Bahkan suara hewan malam tak terdengar sama sekali.
Terlalu tenang, sehingga malah menyeramkan. Aku merasakan ketenangan ini seperti ketenangan sebelum badai.
Aku bergidik...bahkan anginpun tak bertiup.
Ada apa ini? Kenapa suasana begitu aneh? Akankah terjadi sesuatu malam ini?
Dari kejauhan, kudengar suara kentongan. Kulihat hpku, pukul 12 malam tepat. Oh...kentongan penanda waktu.
Aku menyeruput kopiku... Menik dan Kurnia berdiri diam di sampingku. Tak bersuara... Padahal biasanya mereka tak bisa diam.
Kunyalakan rokokku yang kedua, saat ada suara motor mendekat.
Motor itu berhenti di depan base camp dan penumpangnya menghampiriku.
Sekar? Ngapain malem-malem dia ke sini? Ga mungkin kan kalo ngapelin aku?
Sekar mengucap salam dan kujawab.
"Tengah malem ngapain keluyuran Kar?" tanyaku.
"Cari angin Ji... Ga tahu nih, hawany a ga enak banget. Makanya aku muter-muter cari angin. Eh, liat kamu lagi nongkrong, jadinya mampir!" jawabnya, lalu dengan seenaknya dia ambil gelasku dan diminumnya kopiku.
"Dih...cewe kok main serobot aja, ga sopan banget!"
"Biarin...
! Kamu ngapain malam2 nongkrong depan rumah?" "Gerah, ga bisa tidur..!" jawabku.
"Nah sama khan? Aku rasa bakal ada kejadian malam ini..!" katanya.
Belum juga terkatup.mulut Sekar, dari Timur desa terdengar kentongan dipukul bertalu-talu. Disusul dari arah lainnya...
arinu dan 75 lainnya memberi reputasi
76
Tutup