- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan-Kumpulan Cerita Horror dari Reddit
...
TS
pngntrtidr
Kumpulan-Kumpulan Cerita Horror dari Reddit
Halo agan-agan semua, pada thread pertama saya kali ini saya akan membagikan kepada agan-agan semua cerita-cerita seram dari sebuah forum international yaitu Reddit. Di Reddit sendiri terdapat banyak sekali cerita-cerita seram yang menarik, hanya saja semuanya ditulis dalam bahasa inggris. Jadi disini saya menerjemahkan cerita-cerita tersebut ke dalam bahasa Indonesia sehingga kita semua orang Indonesia dapat menikmati cerita-cerita dari luar tersebut.
Selamat membaca agan-agan semua
.
Selamat membaca agan-agan semua
.Quote:
Jika Kau Melihat Pria Ini di Tepi Jalan, Jangan Pulang ke Rumah
---
Aku Baru-baru Ini Menemukan Channel Youtube Milik Teman Sekelasku dan Kurasa Sesuatu Yang Buruk Telah Terjadi Padanya
---
Aku Telah Melakukan Pekerjaan yang Sama Selama 18 Tahun dan Aku Masih Tidak Tahu Apa Yang Sebenarnya Kukerjakan
---
Aku Membeli Sebuah Lukisan Mengerikan pada Pelelangan Online. Ada Sesuatu Yang Salah dengan Lukisan Itu…
---
Aku Membeli Sebuah Ipad Yang Telah Digunakan Sebelumnya. Catatannya Menceritakan Sebuah Kisah Yang Mengerikan
---New---
Sesuatu Sedang Mengintai Para Wisatawan pada Pegunungan Salju Kanada
-------
---
Aku Baru-baru Ini Menemukan Channel Youtube Milik Teman Sekelasku dan Kurasa Sesuatu Yang Buruk Telah Terjadi Padanya
---
Aku Telah Melakukan Pekerjaan yang Sama Selama 18 Tahun dan Aku Masih Tidak Tahu Apa Yang Sebenarnya Kukerjakan
---
Aku Membeli Sebuah Lukisan Mengerikan pada Pelelangan Online. Ada Sesuatu Yang Salah dengan Lukisan Itu…
---
Aku Membeli Sebuah Ipad Yang Telah Digunakan Sebelumnya. Catatannya Menceritakan Sebuah Kisah Yang Mengerikan
---New---
Sesuatu Sedang Mengintai Para Wisatawan pada Pegunungan Salju Kanada
-------
Quote:
Original Posted By pngntrtidr►ane sekarang lagi sibuk sama hal lain gan jadi ga tau kapan bakal update cerita berikutnya. maapkan ane yah gann
Diubah oleh pngntrtidr 06-10-2021 00:19
bukhorigan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
7.1K
Kutip
39
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pngntrtidr
#20
Aku Membeli Sebuah Ipad Yang Telah Digunakan Sebelumnya. Catatannya Menceritakan Sebuah Kisah Yang Mengerikan
Quote:
Penulis: talesfromthecoffin
Sumber Cerita
Sumber Cerita
Spoiler for Cerita:
Ipadnya masih berada dalam kondisi yang cukup bagus, hampir mirip seperti baru kecuali ada sedikit lecet pada layarnya. Tidak ada yang terlihat rusak, dan foto-fotonya menunjukkan bahwa itu berfungsi dengan baik. Aku tahu tepat ketika aku melihatnya, benda itu memang ditakdirkan menjadi milikku.
Aku merasa agak janggal dengan ini. $40 untuk Ipad baru yang kondisinya bagus? Ada yang aneh disini.
Tapi bagian pelit dari otakku menang, dan pada akhirnya, aku mendapati diriku telah menyiapkan tempat pertemuan untuk membelinya. Aku dan pemiliknya setuju bahwa tempat terbaik untuk pertemuannya adalah pada rumahnya, dikarenakan tempatnya yang dekat dengan rumahku dan tidak ada lagi tempat yang bagus untuk bertemu di antara tempatku dan tempatnya.
Dia ada memberiku sebuah instruksi aneh ketika aku sampai di rumahnya. Emailnya memberitahuku untuk mengambil Ipadnya di teras dan menyelipkan uangku ke bawah keset. Ketika aku mencoba bertanya padanya kenapa dia tidak turun saja dan berbicara kepadaku, dia tak merespon. Aku seharusnya lebih curiga mengenai pertemuannya setelah itu, tapi aku terlalu dibutakan oleh penawarannya yang membuatku tidak repot-repot mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain.
Tak lama kemudian, akhirnya tiba saat untuk pembeliannya. Aku mengemudi sekitar lima belas menit menuju rumahnya, yang berada di daerah yang cukup layak. Halaman rumput terpangkas dengan baik dan rumah-rumah tampak bersih dan terawat. Namun, segera setelah aku sampai pada jalan masuk rumahnya, aku dapat mengatakan bahwa rumah mitra bisnis baruku ini adalah sebuah pengecualian.
Ada rumput liar yang tumbuh melalui celah-celah di trotoar, dan teras depan tertutup sampah-sampah seperti kursi, radio, dan berbagai macam barang baru lainnya. Aku penasaran kenapa pihak HOA tidak menegurnya. Saat aku mendekati pintu, aku dapat mencium bau busuk datang dari dalam rumah. Aku langsung membuat sebuah keputusan eksekutif untuk secepat mungkin pergi dari sini sebisaku.
Di atas keset selamat datang terdapat sebuah kotak yang berisikan perangkatku. Aku mengeluarkan $40 dari saku dan menyelipkannya di bawah keset.
Sebelum aku pergi, aku berteriak, “Terima kasih!” kemudian, beranjak kaki dari sana dan kembali ke rumahku. Rumah itu memberiku perasaan yang tidak mengenakkan, seperti sesuatu yang buruk telah terjadi atau akan terjadi disana.
Pada saat aku sedang duduk di ruang tamuku untuk membuka kotak kardus yang berisikan perangkatku, aku melihat beberapa kata tertulis dengan huruf besar di bagian bawah yang tidak kuperhatikan pada saat aku mengambilnya.
CEK APLIKASI CATATAN, tertulis dengan tulis tangan yang besar dan berantakan.
Aku benar-benar dibuat bingung dengan hal ini, dan aku berhati-hati mengeluarkan Ipadnya. Itu terlihat sama seperti yang diperlihatkan pada fotonya. Ipadnya berfungsi dengan baik dan hanya memiliki sedikit lecet pada layarnya. Aku menghidupkannya lalu menswipe ke atas untuk membukanya. Aku langsung mengetahui bahwa Ipad ini ternyata masih belum di reset. Wallpapernya dipasang dengan gambar dari seekor anjing Labrador yang sangat besar dan terdapat beberapa aplikasi yang telah didownload yang kuyakini bukanlah aplikasi bawaan IOS.
Aku baru saja ingin pergi ke Pengaturan untuk mereset Ipadnya saat aku teringat dengan tulisan yang berada di kotaknya. Aku memutuskan, hanya untuk bersenang-senang, mengecek aplikasi Catatannya. Itu pasti hanyalah guyonan dari pemilik sebelumnya untuk mengerjaiku, dan aku memutuskan untuk mengikuti alurnya.
Aku menggesernya ke layar pertama yang berisi aplikasi bawaan seperti Foto dan Peta lalu menekan Catatan.
Dengan segera, aku melihat ada tiga catatan. Masing-masing stempel waktu catatannya menunjukkan bahwa mereka telah ditulis dalam satu rentetan waktu yang sama, sekitar satu jam sebelum aku sampai ke rumah pemilik Ipadnya. Aku memutuskan untuk membaca catatannya dalam urutan kronologis waktu penulisan mereka. Ini adalah salinan dari isinya.
Juni 12, 2021, 12:17 Siang
Aku perlu memberitahu ini kepada seseorang. Aku tahu bahwa tidak akan ada yang memercayaiku, dan aku juga kurang yakin apa untungnya untukmu walaupun kau percaya. Lagipula aku juga sudah terjerumus terlalu dalam sekarang.
Aku mungkin harus mulai dari awal. Aku sebelumnya menjalani sebuah kehidupan yang normal. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku di rumah bersama dengan anjingku Lacy, yang seharusnya telah kau lihat dari wallpaperku. Aku bekerja dari rumah dan benar-benar bahagia.
Namun, satu hari, aku mulai merasa benar-benar aneh. Aku terkadang mendengar suara letupan dari dalam telingaku dan mulutku sering terasa kering. Ketika aku sedang bekerja, aku merasa semakin sulit dan sulit untuk berkonsentrasi pada apa yang kulakkan. Aku tipe orang yang fokus, jadi ini tidak normal untukku. Pikiranku akan memikirkan hal-hal acak dan aku akan terbawa oleh arus pikiranku,
Aku tidak terlalu banyak berpikir mengenai ini, karena aku yakin kalau semuanya akan menjadi seperti sedia kala pada esok hari. Tapi seiring berjalannya waktu, gejalanya bertambah buruk dan aku mulai merasakan sakit kepala. Aku pergi tidur, berharap bahwa istirahat akan menjadikan semuanya lebih baik, tapi keesokan harinya, sakit kepalaku pun berubah menjadi migrain berdenyut. Terkadang, rasa sakitnya akan mereda, tapi setelah satu jam atau lebih, rasa sakit itu akan kembali bahkan lebih parah.
Ini terjadi selama beberapa hari. Aku melakukan konsultasi dengan berbagai dokter, yang mana masing-masing dari mereka memberikanku obat penghilang rasa sakit. Tidak ada dari obat tersebut yang bekerja, dan aku mulai merasa putus asa. Aku mulai sering muntah, dan setelah seminggu, muntahanku mulai bercampur dengan darah. Sakitku memparah dengan cepat, tapi tidak ada dokter atau spesialis yang dapat menunjukkan penyebab maupun solusinya. Yang mereka lakukan hanyalah memberiku resep obat yang tidak mempan untukku.
Setelah beberapa minggu sakit, aku mulai menyadari hal-hal aneh di dalam dan di sekitaran rumahku. Aku sering mendengar langkah kaki di malam hari, terseok-seok pada lantai di luar kamarku. Sesekali, aku mendengar suara serak yang bergema dari ruangan di samping.
Pada awalnya, aku mengkait-kaitkan kejadian anehnya dengan penyakitku dan mengabaikannya. Hal itu masih membuatku bingung, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku hanya khawatir mengenai bagaimana caranya sembuh saja.
Aku tidak habis pikir bagaimana aku bisa tertular penyakit ini. Aku sudah lama tidak bepergian dan biasanya mengurung diri di rumah. Aku tidak dapat bekerja karena gejalaku, dan hidupku menjadi sengsara. Aku hanya ingin jalan keluar.
Itu adalah akhir dari catatan pertamanya. Aku merasa bingung, tapi juga tertarik untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Aku masih yakin bahwa itu adalah lelucon, yang ditulis dengan sangat baik. Aku menekan catatan berikutnya, penasaran apa yang terjadi pada edisi berikutnya dari rangkaian catatan aneh ini.
Juni 12, 2021, 12:38 Siang.
Seperti yang telah kukatakan, aku tidak terlalu peduli dengan suara langkah kaki itu. Aku mencoba yang terbaik untuk menghiraukannya, dan akhirnya mereka pun bercampur dengan kesengsaraanku yang lain. Suara itu hanya menjadi hambatan lain untuk mencegahku tertidur pada malam hari.
Sayangnya, kejadian itu semakin parah. Suara langkah kakinya menjadi semakin keras dan keras, dan suara-suara itu menjadi lebih sering muncul. Suaranya serak, tapi aku tidak tau apakah itu milik laki-laki atau perempuan, ataupun itu milik orang tua ataupun muda. Itu adalah suara yang tidak dapat dikenali.
Suara itu akan mengatakan hal-hal yang aneh. Aku tidak mengerti setengah dari kata-katanya, tapi apa yang kumengerti itu benar-benar mengganguku. Ia mengataiku tak berharga. Ia berkata bahwa aku hanya hidup sebagai tumbal, dan menyuruhku untuk menyerah saja.
Ia berkata bahwa ia akan selalu mengawasiku, dan ia sedang menunggu waktu yang tepat. Apa maksud dari “waktu yang tepat” itu, aku tak pernah tahu. Aku mulai menghubungi dokterku dan memberitahu mereka bahwa aku mengalami halusinasi pendengaran, tapi mereka masih saja tidak bisa membantuku. Aku bahkan bertemu dengan psikolog, yang memberikan bantuan sebanyak orang lain yang pernah kumintai tolong.
Pada Jumat malam, aku sedang berbaring di tempat tidurku mencoba untuk tidak muntah ketika aku mendengar sebuah suara datang dari luar ruanganku. Suaranya terdengar seperti gelas yang pecah. Aku belum mendengar suara maupun langkah kaki pada malam itu, tapi aku berpikir mungkin itu hanyalah halusinasi. Tapi untuk beberapa alasan, aku merasa kalau aku harus mengeceknya. Aku sangat yakin suaranya datang dari ruang kerjaku, jadi aku beranjak dari tempat tidur untuk melihatnya.
Memerlukan beberapa saat untukku pergi ke sana. Aku berjalan dengan lambat dan pelan, karena sebagian dari diriku berpikir bahwa mungkin itu adalah percobaan pencurian. Aku tidak mendengar sesuatu yang aneh, jadi aku melanjutkan perjalananku.
Akhirnya, aku sampai di tempat kerjaku. Apa yang kulihat mengguncangku sampai pada relungku yang paling dalam. Disana ada vas, yang terletak di atas mejaku beberapa jam yang lalu, tergeletak pecah di atas lantai kayu. Aku tahu faktanya bahwa itu tidak mungkin jatuh sendirinya, karena aku meletakkannya pada sedekat mungkin dengan dinding untuk memastikan keamanannya.
Aku memanggil polisi, tapi tidak ada kesimpulan dari hasil investigasi mereka. Tidak ada tanda-tanda masuk secara paksa, dan tidak ada yang telah dicuri ataupun dipindahkan selain vas itu.
Setelah itu, aku paranoid. Suara itu selalu datang kembali. Terkadang, aku melihat benda-benda bergerak sendirinya, hanya sedikit, seakan-akan mereka didorong oleh angin. Aku tahu pasti bukan begitu, karena, jendelaku selalu tertutup dan ACku sedang rusak kala itu.
Penyakitnya masih bertambah parah, dan kurasa aku akan gila. Hidupku menderita. Telah sebulan setelah penyakitku kambuh, dan semuanya menjadi memburuk. Aku mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupku, tapi aku masih berpegang pada harapan kecil bahwa semuanya akan menjadi lebih baik.
Tak lama kemudian, aku mulai melihat sesuatu. Paling tidak, itulah yang kupikirkan.
Awalnya, aku berjalan menyusuri lorongku menuju ke kamar mandi ketika aku melihat punggung seseorang pada ujung lorong. Aku mendekatinya, tapi dia menghilang. Sudut lorong mengarah ke dapurku, dan tidak ada tanda-tanda adanya orang disana.
Hal yang sama terjadi setelah itu. Saat aku masuk kedalam ruanganku, aku akan mendapati ada orang yang melompat dari jendelaku, atau aku akan melihat seseorang membanting pintu lemari saat aku berjalan melewatinya. Ketika aku mencoba memerhatikan sosok mereka, siapapun mereka akan menghilang. Aku tidak pernah bisa melihat orang itu dengan baik. Mereka terliaht pendek, tapi aku tidak begitu yakin, dan mereka selalu mengenakan pakaian putih.
Aku sangat yakin kalau itu hanyalah halusinasi. Aku tidak ingin memercayai bahwa aku telah menjadi gila, tapi hanya itulah kesimpulan dari logikaku.
Aku memutuskan untuk mencoba memfoto kejadian tersebut dengan Ipadku. Aku akan membawanya setiap saat, dan setiap kali aku melihat sesuatu yang aneh bergerak atau seseorang berjalan, aku akan mengambil gambarnya. Tapi tidak ada yang berhasil. Aku masih menyimpannya di galeri Ipad yang kau gunakan untuk membaca ini. Foto-fotonya terlihat sangat normal, seperti foto lorongku ataupun kamar tidurku.
Hidupku sangat menderita. Aku benar-benar sudah gila.
Itu adalah akhir dari catatan kedua. Sekarang, aku menjadi bingung. Jika seluruh ceritanya benar, lalu kenapa orang itu memberitahuku mengenai ini? Ini terlalu aneh jika benar, tapi aku memutuskan untuk menyelesaikan bacaanku sebelum membuat penilaian apa pun. Aku berpindah pada catatan ketiga dan yang terakhir dan mulai membaca bagian terakhir dari serial aneh ini.
Juni 12, 2021, 1:04 Siang
Aku sudah tak memiliki banyak waktu, tapi aku harus menyelesaikan ceritaku.
Aku telah menyerah berharap dapat menangkap gambar mereka. Jadi, aku melakukan yang terbaik untuk menghiraukan mereka. Faktanya, aku telah menyerah. Aku tahu bahwa penyakitku ini tidak bisa lagi sembuh. Aku harus berhenti dari pekerjaanku dikarenakan sakit dan tidak dapat bekerja. Aku mengabaikan anjingku yang malang, Lacy. Sekarang, aku telah berpasrah pada hidupku; Aku yakin hidupku tak lagi panjang.
Aku hanya menulis ini karena apa yang telah kulihat kemarin. Aku terbangun di tengah malam. Mulutku kering, jadi aku memutuskan untuk mengambil segelas air di dapur. Aku beranjak dari tempat tidur, menggunakan layar Ipadku sebagai cahaya untuk menerangi jalanku.
Berjalan dengan perasaan grogi, aku mulai merasa sakit. Aku mencoba menahan keinginan untuk muntah, dan terus bergerak.
Ketika hampir sampai pada belokan lorong menuju ke dapur, aku mendengar suara datang dari sana. Suara kikikan. Aku bergidik, tapi aku menepisnya dengan menganggap itu adalah halusinasi dan memasuki dapur.
Segera setelah melangkah melewati ambang pintu ke dapurku, hatiku rasanya terjatuh.
Aku menaikkan Ipadku dan mengambil gambar. Dan kali ini, akhirnya tertangkap. Aku tidaklah gila. Kau dapat melihatnya sendiri.
Kurasa aku sekarang sedang dihantui. Aku berharap dengan memberitahu orang lain, dengan membagikan pengalamanku, aku dapat membebaskan diriku. Aku minta maaf jika mahkluk ini malah mendatangi kalian. Mungkin mereka akan, mungkin juga tidak. Jika mereka tinggal disini bersamaku, paling tidak akan ada orang lain nanti yang akan mengetahui apa yang terjadi kepadaku.
Ketika penyakitnya kambuh, tidak akan ada cara melepaskan diri.
Sayang sekali, aku telah terjerumus terlalu dalam. Tapi aku masih belum berhenti berharap.
Itu adalah akhir dari catatannya. Aku sangat-sangat bingung, dan tak tau apa yang harus kupikirkan. Ini pasti bohongan, dia pasti mengerjaiku. Tapi aku memberinya sebuah kesempatan untuk membuktikan dan membuka Galeri foto. Hanya untuk melihat seperti apa gambar misterinya.
Aku keluar dari Catatan dan membuka Galeri. Galerinya berisikan gambar acak dari pintu, jendela yang terbuka, dan lorong. Ini mungkin gambar yang diambil oleh pemilik sebelumnya ketika dia melihat halusinasi itu. Tidak ada yang ganjil dengan foto-foto itu.
Tapi foto terakhir adalah yang paling mengerikan. Pemandangan itu sampai memberiku mimpi buruk.
Foto itu menunjukkan sebuah dapur, dengan kamera yang diposisikan menghadap kulkas. Foto ini jelas diambil dengan lampu flash yang menyala, karena itu menunjukkan tubuh dari seorang perempuan yang tersinari oleh cahaya buatan.
Gadis itu mengenakan gaun panjang berwarna putih dengan renda di bagian kerah. Dia sangat pucat, dan rambutnya berwarna hitam pekat. Di tangannya, gadis itu memegang boneka kain kecil yang terlihat tepat seperti replika kecil darinya dengan pakaian, rambut dan mata yang sama.
Matanya adalah bagian paling mengerikan dari keseluruhan foto ini.
Pupilnya tidak berwarna hitam, tapi berwarna merah. Dan menatap lurus pada kamera.
Tanpa perlu diberitahu, aku langsung mereset ponselnya di hari itu juga. Aku tidak bisa menghilangkan gadis itu dari pikiranku. Setiap aku menutup mataku, aku dapat melihatnya menatap tepat kedalam diriku. Itu adalah perasaan yang mengerikan.
Aku memutuskan bahwa keseluruhan cerita tersebut adalah bohongan. Pemilik sebelumnya telah menulis seluruh ceritanya dan mem-photoshop foto itu untuk menakutiku. Aku mencoba untuk menjalani hidupku dengan biasa.
Tapi sayang sekali, orang itu ternyata berkata jujur. Dan kurasa rencananya berhasil. Karena akhir-akhir ini aku merasa sangat sakit, dan obat biasa tak dapat mengobatiku. Aku mengalami kesulitan untuk fokus. Aku telah cuti beberapa hari terakhir ini dari pekerjaanku.
Dan yang paling buruk, mereset ponselku sama sekali tidak membantu. Karena gambar dari gadis kecil yang terduduk di atas lemari masih tersimpan pada perangkat ini.
Aku tidak tahu harus melakukan apa. Apakah aku harus menjual tablet ini pada Craiglist seperti yang orang itu lakukan sebelum semuanya terlambat? Atau aku tetap menyimpannya sampai aku mati, berharap hantunya juga ikut mati bersamaku?
Aku berharap di luar sana ada yang tahu apa yang harus kulakukan. Aku sudah kehabisan pilihan.
Aku merasa agak janggal dengan ini. $40 untuk Ipad baru yang kondisinya bagus? Ada yang aneh disini.
Tapi bagian pelit dari otakku menang, dan pada akhirnya, aku mendapati diriku telah menyiapkan tempat pertemuan untuk membelinya. Aku dan pemiliknya setuju bahwa tempat terbaik untuk pertemuannya adalah pada rumahnya, dikarenakan tempatnya yang dekat dengan rumahku dan tidak ada lagi tempat yang bagus untuk bertemu di antara tempatku dan tempatnya.
Dia ada memberiku sebuah instruksi aneh ketika aku sampai di rumahnya. Emailnya memberitahuku untuk mengambil Ipadnya di teras dan menyelipkan uangku ke bawah keset. Ketika aku mencoba bertanya padanya kenapa dia tidak turun saja dan berbicara kepadaku, dia tak merespon. Aku seharusnya lebih curiga mengenai pertemuannya setelah itu, tapi aku terlalu dibutakan oleh penawarannya yang membuatku tidak repot-repot mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain.
Tak lama kemudian, akhirnya tiba saat untuk pembeliannya. Aku mengemudi sekitar lima belas menit menuju rumahnya, yang berada di daerah yang cukup layak. Halaman rumput terpangkas dengan baik dan rumah-rumah tampak bersih dan terawat. Namun, segera setelah aku sampai pada jalan masuk rumahnya, aku dapat mengatakan bahwa rumah mitra bisnis baruku ini adalah sebuah pengecualian.
Ada rumput liar yang tumbuh melalui celah-celah di trotoar, dan teras depan tertutup sampah-sampah seperti kursi, radio, dan berbagai macam barang baru lainnya. Aku penasaran kenapa pihak HOA tidak menegurnya. Saat aku mendekati pintu, aku dapat mencium bau busuk datang dari dalam rumah. Aku langsung membuat sebuah keputusan eksekutif untuk secepat mungkin pergi dari sini sebisaku.
Di atas keset selamat datang terdapat sebuah kotak yang berisikan perangkatku. Aku mengeluarkan $40 dari saku dan menyelipkannya di bawah keset.
Sebelum aku pergi, aku berteriak, “Terima kasih!” kemudian, beranjak kaki dari sana dan kembali ke rumahku. Rumah itu memberiku perasaan yang tidak mengenakkan, seperti sesuatu yang buruk telah terjadi atau akan terjadi disana.
Pada saat aku sedang duduk di ruang tamuku untuk membuka kotak kardus yang berisikan perangkatku, aku melihat beberapa kata tertulis dengan huruf besar di bagian bawah yang tidak kuperhatikan pada saat aku mengambilnya.
CEK APLIKASI CATATAN, tertulis dengan tulis tangan yang besar dan berantakan.
Aku benar-benar dibuat bingung dengan hal ini, dan aku berhati-hati mengeluarkan Ipadnya. Itu terlihat sama seperti yang diperlihatkan pada fotonya. Ipadnya berfungsi dengan baik dan hanya memiliki sedikit lecet pada layarnya. Aku menghidupkannya lalu menswipe ke atas untuk membukanya. Aku langsung mengetahui bahwa Ipad ini ternyata masih belum di reset. Wallpapernya dipasang dengan gambar dari seekor anjing Labrador yang sangat besar dan terdapat beberapa aplikasi yang telah didownload yang kuyakini bukanlah aplikasi bawaan IOS.
Aku baru saja ingin pergi ke Pengaturan untuk mereset Ipadnya saat aku teringat dengan tulisan yang berada di kotaknya. Aku memutuskan, hanya untuk bersenang-senang, mengecek aplikasi Catatannya. Itu pasti hanyalah guyonan dari pemilik sebelumnya untuk mengerjaiku, dan aku memutuskan untuk mengikuti alurnya.
Aku menggesernya ke layar pertama yang berisi aplikasi bawaan seperti Foto dan Peta lalu menekan Catatan.
Dengan segera, aku melihat ada tiga catatan. Masing-masing stempel waktu catatannya menunjukkan bahwa mereka telah ditulis dalam satu rentetan waktu yang sama, sekitar satu jam sebelum aku sampai ke rumah pemilik Ipadnya. Aku memutuskan untuk membaca catatannya dalam urutan kronologis waktu penulisan mereka. Ini adalah salinan dari isinya.
Juni 12, 2021, 12:17 Siang
Aku perlu memberitahu ini kepada seseorang. Aku tahu bahwa tidak akan ada yang memercayaiku, dan aku juga kurang yakin apa untungnya untukmu walaupun kau percaya. Lagipula aku juga sudah terjerumus terlalu dalam sekarang.
Aku mungkin harus mulai dari awal. Aku sebelumnya menjalani sebuah kehidupan yang normal. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku di rumah bersama dengan anjingku Lacy, yang seharusnya telah kau lihat dari wallpaperku. Aku bekerja dari rumah dan benar-benar bahagia.
Namun, satu hari, aku mulai merasa benar-benar aneh. Aku terkadang mendengar suara letupan dari dalam telingaku dan mulutku sering terasa kering. Ketika aku sedang bekerja, aku merasa semakin sulit dan sulit untuk berkonsentrasi pada apa yang kulakkan. Aku tipe orang yang fokus, jadi ini tidak normal untukku. Pikiranku akan memikirkan hal-hal acak dan aku akan terbawa oleh arus pikiranku,
Aku tidak terlalu banyak berpikir mengenai ini, karena aku yakin kalau semuanya akan menjadi seperti sedia kala pada esok hari. Tapi seiring berjalannya waktu, gejalanya bertambah buruk dan aku mulai merasakan sakit kepala. Aku pergi tidur, berharap bahwa istirahat akan menjadikan semuanya lebih baik, tapi keesokan harinya, sakit kepalaku pun berubah menjadi migrain berdenyut. Terkadang, rasa sakitnya akan mereda, tapi setelah satu jam atau lebih, rasa sakit itu akan kembali bahkan lebih parah.
Ini terjadi selama beberapa hari. Aku melakukan konsultasi dengan berbagai dokter, yang mana masing-masing dari mereka memberikanku obat penghilang rasa sakit. Tidak ada dari obat tersebut yang bekerja, dan aku mulai merasa putus asa. Aku mulai sering muntah, dan setelah seminggu, muntahanku mulai bercampur dengan darah. Sakitku memparah dengan cepat, tapi tidak ada dokter atau spesialis yang dapat menunjukkan penyebab maupun solusinya. Yang mereka lakukan hanyalah memberiku resep obat yang tidak mempan untukku.
Setelah beberapa minggu sakit, aku mulai menyadari hal-hal aneh di dalam dan di sekitaran rumahku. Aku sering mendengar langkah kaki di malam hari, terseok-seok pada lantai di luar kamarku. Sesekali, aku mendengar suara serak yang bergema dari ruangan di samping.
Pada awalnya, aku mengkait-kaitkan kejadian anehnya dengan penyakitku dan mengabaikannya. Hal itu masih membuatku bingung, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku hanya khawatir mengenai bagaimana caranya sembuh saja.
Aku tidak habis pikir bagaimana aku bisa tertular penyakit ini. Aku sudah lama tidak bepergian dan biasanya mengurung diri di rumah. Aku tidak dapat bekerja karena gejalaku, dan hidupku menjadi sengsara. Aku hanya ingin jalan keluar.
Itu adalah akhir dari catatan pertamanya. Aku merasa bingung, tapi juga tertarik untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Aku masih yakin bahwa itu adalah lelucon, yang ditulis dengan sangat baik. Aku menekan catatan berikutnya, penasaran apa yang terjadi pada edisi berikutnya dari rangkaian catatan aneh ini.
Juni 12, 2021, 12:38 Siang.
Seperti yang telah kukatakan, aku tidak terlalu peduli dengan suara langkah kaki itu. Aku mencoba yang terbaik untuk menghiraukannya, dan akhirnya mereka pun bercampur dengan kesengsaraanku yang lain. Suara itu hanya menjadi hambatan lain untuk mencegahku tertidur pada malam hari.
Sayangnya, kejadian itu semakin parah. Suara langkah kakinya menjadi semakin keras dan keras, dan suara-suara itu menjadi lebih sering muncul. Suaranya serak, tapi aku tidak tau apakah itu milik laki-laki atau perempuan, ataupun itu milik orang tua ataupun muda. Itu adalah suara yang tidak dapat dikenali.
Suara itu akan mengatakan hal-hal yang aneh. Aku tidak mengerti setengah dari kata-katanya, tapi apa yang kumengerti itu benar-benar mengganguku. Ia mengataiku tak berharga. Ia berkata bahwa aku hanya hidup sebagai tumbal, dan menyuruhku untuk menyerah saja.
Ia berkata bahwa ia akan selalu mengawasiku, dan ia sedang menunggu waktu yang tepat. Apa maksud dari “waktu yang tepat” itu, aku tak pernah tahu. Aku mulai menghubungi dokterku dan memberitahu mereka bahwa aku mengalami halusinasi pendengaran, tapi mereka masih saja tidak bisa membantuku. Aku bahkan bertemu dengan psikolog, yang memberikan bantuan sebanyak orang lain yang pernah kumintai tolong.
Pada Jumat malam, aku sedang berbaring di tempat tidurku mencoba untuk tidak muntah ketika aku mendengar sebuah suara datang dari luar ruanganku. Suaranya terdengar seperti gelas yang pecah. Aku belum mendengar suara maupun langkah kaki pada malam itu, tapi aku berpikir mungkin itu hanyalah halusinasi. Tapi untuk beberapa alasan, aku merasa kalau aku harus mengeceknya. Aku sangat yakin suaranya datang dari ruang kerjaku, jadi aku beranjak dari tempat tidur untuk melihatnya.
Memerlukan beberapa saat untukku pergi ke sana. Aku berjalan dengan lambat dan pelan, karena sebagian dari diriku berpikir bahwa mungkin itu adalah percobaan pencurian. Aku tidak mendengar sesuatu yang aneh, jadi aku melanjutkan perjalananku.
Akhirnya, aku sampai di tempat kerjaku. Apa yang kulihat mengguncangku sampai pada relungku yang paling dalam. Disana ada vas, yang terletak di atas mejaku beberapa jam yang lalu, tergeletak pecah di atas lantai kayu. Aku tahu faktanya bahwa itu tidak mungkin jatuh sendirinya, karena aku meletakkannya pada sedekat mungkin dengan dinding untuk memastikan keamanannya.
Aku memanggil polisi, tapi tidak ada kesimpulan dari hasil investigasi mereka. Tidak ada tanda-tanda masuk secara paksa, dan tidak ada yang telah dicuri ataupun dipindahkan selain vas itu.
Setelah itu, aku paranoid. Suara itu selalu datang kembali. Terkadang, aku melihat benda-benda bergerak sendirinya, hanya sedikit, seakan-akan mereka didorong oleh angin. Aku tahu pasti bukan begitu, karena, jendelaku selalu tertutup dan ACku sedang rusak kala itu.
Penyakitnya masih bertambah parah, dan kurasa aku akan gila. Hidupku menderita. Telah sebulan setelah penyakitku kambuh, dan semuanya menjadi memburuk. Aku mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupku, tapi aku masih berpegang pada harapan kecil bahwa semuanya akan menjadi lebih baik.
Tak lama kemudian, aku mulai melihat sesuatu. Paling tidak, itulah yang kupikirkan.
Awalnya, aku berjalan menyusuri lorongku menuju ke kamar mandi ketika aku melihat punggung seseorang pada ujung lorong. Aku mendekatinya, tapi dia menghilang. Sudut lorong mengarah ke dapurku, dan tidak ada tanda-tanda adanya orang disana.
Hal yang sama terjadi setelah itu. Saat aku masuk kedalam ruanganku, aku akan mendapati ada orang yang melompat dari jendelaku, atau aku akan melihat seseorang membanting pintu lemari saat aku berjalan melewatinya. Ketika aku mencoba memerhatikan sosok mereka, siapapun mereka akan menghilang. Aku tidak pernah bisa melihat orang itu dengan baik. Mereka terliaht pendek, tapi aku tidak begitu yakin, dan mereka selalu mengenakan pakaian putih.
Aku sangat yakin kalau itu hanyalah halusinasi. Aku tidak ingin memercayai bahwa aku telah menjadi gila, tapi hanya itulah kesimpulan dari logikaku.
Aku memutuskan untuk mencoba memfoto kejadian tersebut dengan Ipadku. Aku akan membawanya setiap saat, dan setiap kali aku melihat sesuatu yang aneh bergerak atau seseorang berjalan, aku akan mengambil gambarnya. Tapi tidak ada yang berhasil. Aku masih menyimpannya di galeri Ipad yang kau gunakan untuk membaca ini. Foto-fotonya terlihat sangat normal, seperti foto lorongku ataupun kamar tidurku.
Hidupku sangat menderita. Aku benar-benar sudah gila.
Itu adalah akhir dari catatan kedua. Sekarang, aku menjadi bingung. Jika seluruh ceritanya benar, lalu kenapa orang itu memberitahuku mengenai ini? Ini terlalu aneh jika benar, tapi aku memutuskan untuk menyelesaikan bacaanku sebelum membuat penilaian apa pun. Aku berpindah pada catatan ketiga dan yang terakhir dan mulai membaca bagian terakhir dari serial aneh ini.
Juni 12, 2021, 1:04 Siang
Aku sudah tak memiliki banyak waktu, tapi aku harus menyelesaikan ceritaku.
Aku telah menyerah berharap dapat menangkap gambar mereka. Jadi, aku melakukan yang terbaik untuk menghiraukan mereka. Faktanya, aku telah menyerah. Aku tahu bahwa penyakitku ini tidak bisa lagi sembuh. Aku harus berhenti dari pekerjaanku dikarenakan sakit dan tidak dapat bekerja. Aku mengabaikan anjingku yang malang, Lacy. Sekarang, aku telah berpasrah pada hidupku; Aku yakin hidupku tak lagi panjang.
Aku hanya menulis ini karena apa yang telah kulihat kemarin. Aku terbangun di tengah malam. Mulutku kering, jadi aku memutuskan untuk mengambil segelas air di dapur. Aku beranjak dari tempat tidur, menggunakan layar Ipadku sebagai cahaya untuk menerangi jalanku.
Berjalan dengan perasaan grogi, aku mulai merasa sakit. Aku mencoba menahan keinginan untuk muntah, dan terus bergerak.
Ketika hampir sampai pada belokan lorong menuju ke dapur, aku mendengar suara datang dari sana. Suara kikikan. Aku bergidik, tapi aku menepisnya dengan menganggap itu adalah halusinasi dan memasuki dapur.
Segera setelah melangkah melewati ambang pintu ke dapurku, hatiku rasanya terjatuh.
Aku menaikkan Ipadku dan mengambil gambar. Dan kali ini, akhirnya tertangkap. Aku tidaklah gila. Kau dapat melihatnya sendiri.
Kurasa aku sekarang sedang dihantui. Aku berharap dengan memberitahu orang lain, dengan membagikan pengalamanku, aku dapat membebaskan diriku. Aku minta maaf jika mahkluk ini malah mendatangi kalian. Mungkin mereka akan, mungkin juga tidak. Jika mereka tinggal disini bersamaku, paling tidak akan ada orang lain nanti yang akan mengetahui apa yang terjadi kepadaku.
Ketika penyakitnya kambuh, tidak akan ada cara melepaskan diri.
Sayang sekali, aku telah terjerumus terlalu dalam. Tapi aku masih belum berhenti berharap.
Itu adalah akhir dari catatannya. Aku sangat-sangat bingung, dan tak tau apa yang harus kupikirkan. Ini pasti bohongan, dia pasti mengerjaiku. Tapi aku memberinya sebuah kesempatan untuk membuktikan dan membuka Galeri foto. Hanya untuk melihat seperti apa gambar misterinya.
Aku keluar dari Catatan dan membuka Galeri. Galerinya berisikan gambar acak dari pintu, jendela yang terbuka, dan lorong. Ini mungkin gambar yang diambil oleh pemilik sebelumnya ketika dia melihat halusinasi itu. Tidak ada yang ganjil dengan foto-foto itu.
Tapi foto terakhir adalah yang paling mengerikan. Pemandangan itu sampai memberiku mimpi buruk.
Foto itu menunjukkan sebuah dapur, dengan kamera yang diposisikan menghadap kulkas. Foto ini jelas diambil dengan lampu flash yang menyala, karena itu menunjukkan tubuh dari seorang perempuan yang tersinari oleh cahaya buatan.
Gadis itu mengenakan gaun panjang berwarna putih dengan renda di bagian kerah. Dia sangat pucat, dan rambutnya berwarna hitam pekat. Di tangannya, gadis itu memegang boneka kain kecil yang terlihat tepat seperti replika kecil darinya dengan pakaian, rambut dan mata yang sama.
Matanya adalah bagian paling mengerikan dari keseluruhan foto ini.
Pupilnya tidak berwarna hitam, tapi berwarna merah. Dan menatap lurus pada kamera.
Tanpa perlu diberitahu, aku langsung mereset ponselnya di hari itu juga. Aku tidak bisa menghilangkan gadis itu dari pikiranku. Setiap aku menutup mataku, aku dapat melihatnya menatap tepat kedalam diriku. Itu adalah perasaan yang mengerikan.
Aku memutuskan bahwa keseluruhan cerita tersebut adalah bohongan. Pemilik sebelumnya telah menulis seluruh ceritanya dan mem-photoshop foto itu untuk menakutiku. Aku mencoba untuk menjalani hidupku dengan biasa.
Tapi sayang sekali, orang itu ternyata berkata jujur. Dan kurasa rencananya berhasil. Karena akhir-akhir ini aku merasa sangat sakit, dan obat biasa tak dapat mengobatiku. Aku mengalami kesulitan untuk fokus. Aku telah cuti beberapa hari terakhir ini dari pekerjaanku.
Dan yang paling buruk, mereset ponselku sama sekali tidak membantu. Karena gambar dari gadis kecil yang terduduk di atas lemari masih tersimpan pada perangkat ini.
Aku tidak tahu harus melakukan apa. Apakah aku harus menjual tablet ini pada Craiglist seperti yang orang itu lakukan sebelum semuanya terlambat? Atau aku tetap menyimpannya sampai aku mati, berharap hantunya juga ikut mati bersamaku?
Aku berharap di luar sana ada yang tahu apa yang harus kulakukan. Aku sudah kehabisan pilihan.
Diubah oleh pngntrtidr 30-09-2021 22:36
0
Kutip
Balas