- Beranda
- Stories from the Heart
Satu Dunia, Beda Dimensi (kumpulan Cerita Mistis Ane dan Orang Sekitar)
...
TS
searcher13
Satu Dunia, Beda Dimensi (kumpulan Cerita Mistis Ane dan Orang Sekitar)
Selamat Pagi, siang, sore, malam.. atau kapanpun agan-agan semua membaca cerita ane ini.
Dalam kesempatan ini, ane mau mencoba menuliskan cerita-cerita pengalaman mistis yang ane alami sendiri dan beberapa cerita pengalaman dari orang-orang sekitar ane. cerita ini gak ada timelinenya ya, karena sifatnya kumpulan cerita.
Ada beberapa cerita yang mungkin berkaitan dengan treat ane yang lain yang judulnya Sisi Gelap Hati Manusia.
oke langsung aja ane mulai cerita yang pertama.
INDEX
1. Makmum Dadakan
2. Didatangi,Tidak Mencari
3. Satu Penawaran
4.NENEK...
Dalam kesempatan ini, ane mau mencoba menuliskan cerita-cerita pengalaman mistis yang ane alami sendiri dan beberapa cerita pengalaman dari orang-orang sekitar ane. cerita ini gak ada timelinenya ya, karena sifatnya kumpulan cerita.
Ada beberapa cerita yang mungkin berkaitan dengan treat ane yang lain yang judulnya Sisi Gelap Hati Manusia.
oke langsung aja ane mulai cerita yang pertama.
Spoiler for Makmum Dadakan:
Cerita ini bermula dari keinginan bokap ane untuk memiliki suatu tempat yang bisa dijadikan lokasi untuk beristirahat, untuk sejenak keluar dari segala kejenuhan urusan pekerjaan, serta sejenak menjauhkan diri dari segala macam masalah kehidupan dan konflik.
Bokap ane yang memang punya kebiasaan yang unik untuk pergi ke daerah-daerah luar Jakarta tanpa adanya rencana mengenai lokasi mana yang dituju. akhirnya ditengah perjalanan tercetuslah ide untuk pergi kearah pantai palabuhan ratu. lokasi pantai dipilih oleh bokap ane karena sangat mengerti bahwa anak-anaknya sangat suka bermain di pantai.
Dalam perjalanan menuju pantai, bokap ane melihat ada tulisan "Tanah dijual" terpampang didepan suatu lahan yang cukup luas dengan bangunan sebuah rumah tua dibagiann tengahnya. melihat tulisan tersebut, bokap ane langsung membelokan arah mobil yang kami kendarai menuju lokasi tersebut.
Setelah dilokasi, ternyata sang pemilik lahan tidak tinggal di tempat tersebut. akhirnya bokap ane menemui orang yang tinggal disekitar lokasi itu untuk menunjukan tempat tinggal sang pemilik lahan.
Tidak beberapa lama akhirnya sang pemilik tanah datang dan bertemu dengan bokap ane, perbincangan pun terjadi. Sang pemilik adalah seorang Ibu yang sudah cukup berumur, beliau ingin menjual tanahnya karena sang suami sudah meninggal dan beliau merasa kerepotan untuk mengurus lahan yang cukup luas tersebut (3,5 Ha), dan ditenga lahan tersebut ada sebuah sungai yang memisahkan antara tanah bagian depan dan bagian belakang.
Bokap ane melanjutkan untuk melihat-lihat lokasi tanah serta melihat kondisi banguna rumah yang ada dilahan tersebut. saat bokap ane melihat ke area belakang rumah, bokap ane melihat ada beberapa makam di area bekang rumah. selain itu bokap ane juga melihat ada seekor ular berwarna hitam dengan ukuran yang cukup besar, mungkin seukuran betis orang dewasa, yang merayap masuk kedalam celah tanah dibawah rumah.
Entah karena memang bokap ane tipe orang yang cukup unik atau karena harga yang ditawarkan cukup murah. akhirnya bokap ane membeli lahan tersebut. setelah segala urusan dianggap selesai, lalu kami melanjutkan perjalanan kami ke pantai.
singkat cerita, bokap ane membangun sebuah rumah makan dilokasi tersebut dan membangun sebuah rumah kecil dibelakang rumah makan, bangunan rumah tersebut digunakan sebagai tempat peristirahatan oleh bokap ane. dibangunan rumah bagian depan yang bersebelahan dengan rumah makan, ditempati oleh kakek ane (bapaknya nyokap ane).
Saat liburan sekolah, bokap ane mengajak untuk berlibur ke pantai pelabuhan ratu lagi, agar tidak terlalu lelah di perjalanan, bokap mengajak untuk menginap dulu dirumah makan kami sekaligus bokap ingin memantau operasional rumah makan. kami berangkat dari jakarta siang hari dan sampai dilokasi rumah makan aga sore. ane yang sangat dekat dengan kakek ane langsung diajak bermain ke sungai oleh kakek ane.
sampai menjelang maghrib, ane balik dan lebih memilih untuk stay dirumah yang ditempati oleh kakek ane, begitu juga dengan nyokap sertya kakak dan ade ane. sementara bokap ane memilih untuk beristirahat dikamar yang ada dibangunan rumah bagian belakang.
Saat waktunnya Sholat maghrib, bokap ane punn melaksanakan Sholat dikamar tersebut sendirian. bokap ane punya kebiasaan Kalau sholat shubuh, maghrib dan isya, bacaannya itu Jahar walaupun hanya sendirian. pada saat bokap ane selesai membaca Al Fatihah, dibelakang bokap ane adaya yang bersuara "Aamiin". suaranya cukup besar dan berat. kejadian tersebut terjadi juga di rakaat kedua.
walaupun mengalami kejadian tersebut, bokap ane tetap melanjutkan sholat Maghribnya sampai selesai. dan saat bokap ane selesai melaksanakann sholat. bokap ane memutar arah duduknya kearah belakang untuk melihat makhluka apa yang manjadi makmumnya barusan.
Saat itulah bokap berhadapan dengan sesosok makhluh hitam, disni bokap ane tidak menjelaskan bentuk dari makhluk tersebut. bokap ane bertanya ke makhluk tersebut, siapakah dia, dari mana asalnya dan apa tujuannya menemui bokap ane.
Makhluk tersebut menceritakan kepada bokap ane bahwa dia sebelumnya adalah seseorang yang memiliki kesaktian, dahulu dia menggunakan ilmunya itu untuk melawan belanda, sampai saat dia ditangkap oleh belanda, diikat dibelakang kendaraan tentara belanda dan diseret sampai kelokasi yang sekarang dibeli oleh bokap ane. dilokasi ini dia meninggal duania dan jasadnya ditinggalkan begitu saja. oleh Masyarakat sekitar, jasadnya diurus dan dimakamkan dilokasi dibelakang rumah yang ditempati oleh bokap ane ini.
Makluk tersebut menanyakan rencana apa yang akann dilakukan oleh bokap anne terhadap lahannya ini. Bokap ane menjawab akan mendirikan rumah makann dan juga tempat ini akann dijadikan oleh bokap ane sebagai tempat liburan bagi keluarga bokap ane. Makhluk tersebut mengatakan bahwa dia tidak mau diusir dari tempat ini, karena dia yang lebih dahulu ada disitu dibanding bokap ane. bokap ane mengijinkan dia tetap disitu asalkan tidak menggangu keluarga bokap ane, tetapi lokasi makamnya akan tetap dipindahkann oleh bokap ane ke area tanah yang ada diseberang sungai. setelah komunikasi tersebut selesai akhirnya sang makhluk tersebut pun menghilang.
Bokap ane yang memang punya kebiasaan yang unik untuk pergi ke daerah-daerah luar Jakarta tanpa adanya rencana mengenai lokasi mana yang dituju. akhirnya ditengah perjalanan tercetuslah ide untuk pergi kearah pantai palabuhan ratu. lokasi pantai dipilih oleh bokap ane karena sangat mengerti bahwa anak-anaknya sangat suka bermain di pantai.
Dalam perjalanan menuju pantai, bokap ane melihat ada tulisan "Tanah dijual" terpampang didepan suatu lahan yang cukup luas dengan bangunan sebuah rumah tua dibagiann tengahnya. melihat tulisan tersebut, bokap ane langsung membelokan arah mobil yang kami kendarai menuju lokasi tersebut.
Setelah dilokasi, ternyata sang pemilik lahan tidak tinggal di tempat tersebut. akhirnya bokap ane menemui orang yang tinggal disekitar lokasi itu untuk menunjukan tempat tinggal sang pemilik lahan.
Tidak beberapa lama akhirnya sang pemilik tanah datang dan bertemu dengan bokap ane, perbincangan pun terjadi. Sang pemilik adalah seorang Ibu yang sudah cukup berumur, beliau ingin menjual tanahnya karena sang suami sudah meninggal dan beliau merasa kerepotan untuk mengurus lahan yang cukup luas tersebut (3,5 Ha), dan ditenga lahan tersebut ada sebuah sungai yang memisahkan antara tanah bagian depan dan bagian belakang.
Bokap ane melanjutkan untuk melihat-lihat lokasi tanah serta melihat kondisi banguna rumah yang ada dilahan tersebut. saat bokap ane melihat ke area belakang rumah, bokap ane melihat ada beberapa makam di area bekang rumah. selain itu bokap ane juga melihat ada seekor ular berwarna hitam dengan ukuran yang cukup besar, mungkin seukuran betis orang dewasa, yang merayap masuk kedalam celah tanah dibawah rumah.
Entah karena memang bokap ane tipe orang yang cukup unik atau karena harga yang ditawarkan cukup murah. akhirnya bokap ane membeli lahan tersebut. setelah segala urusan dianggap selesai, lalu kami melanjutkan perjalanan kami ke pantai.
singkat cerita, bokap ane membangun sebuah rumah makan dilokasi tersebut dan membangun sebuah rumah kecil dibelakang rumah makan, bangunan rumah tersebut digunakan sebagai tempat peristirahatan oleh bokap ane. dibangunan rumah bagian depan yang bersebelahan dengan rumah makan, ditempati oleh kakek ane (bapaknya nyokap ane).
Saat liburan sekolah, bokap ane mengajak untuk berlibur ke pantai pelabuhan ratu lagi, agar tidak terlalu lelah di perjalanan, bokap mengajak untuk menginap dulu dirumah makan kami sekaligus bokap ingin memantau operasional rumah makan. kami berangkat dari jakarta siang hari dan sampai dilokasi rumah makan aga sore. ane yang sangat dekat dengan kakek ane langsung diajak bermain ke sungai oleh kakek ane.
sampai menjelang maghrib, ane balik dan lebih memilih untuk stay dirumah yang ditempati oleh kakek ane, begitu juga dengan nyokap sertya kakak dan ade ane. sementara bokap ane memilih untuk beristirahat dikamar yang ada dibangunan rumah bagian belakang.
Saat waktunnya Sholat maghrib, bokap ane punn melaksanakan Sholat dikamar tersebut sendirian. bokap ane punya kebiasaan Kalau sholat shubuh, maghrib dan isya, bacaannya itu Jahar walaupun hanya sendirian. pada saat bokap ane selesai membaca Al Fatihah, dibelakang bokap ane adaya yang bersuara "Aamiin". suaranya cukup besar dan berat. kejadian tersebut terjadi juga di rakaat kedua.
walaupun mengalami kejadian tersebut, bokap ane tetap melanjutkan sholat Maghribnya sampai selesai. dan saat bokap ane selesai melaksanakann sholat. bokap ane memutar arah duduknya kearah belakang untuk melihat makhluka apa yang manjadi makmumnya barusan.
Saat itulah bokap berhadapan dengan sesosok makhluh hitam, disni bokap ane tidak menjelaskan bentuk dari makhluk tersebut. bokap ane bertanya ke makhluk tersebut, siapakah dia, dari mana asalnya dan apa tujuannya menemui bokap ane.
Makhluk tersebut menceritakan kepada bokap ane bahwa dia sebelumnya adalah seseorang yang memiliki kesaktian, dahulu dia menggunakan ilmunya itu untuk melawan belanda, sampai saat dia ditangkap oleh belanda, diikat dibelakang kendaraan tentara belanda dan diseret sampai kelokasi yang sekarang dibeli oleh bokap ane. dilokasi ini dia meninggal duania dan jasadnya ditinggalkan begitu saja. oleh Masyarakat sekitar, jasadnya diurus dan dimakamkan dilokasi dibelakang rumah yang ditempati oleh bokap ane ini.
Makluk tersebut menanyakan rencana apa yang akann dilakukan oleh bokap anne terhadap lahannya ini. Bokap ane menjawab akan mendirikan rumah makann dan juga tempat ini akann dijadikan oleh bokap ane sebagai tempat liburan bagi keluarga bokap ane. Makhluk tersebut mengatakan bahwa dia tidak mau diusir dari tempat ini, karena dia yang lebih dahulu ada disitu dibanding bokap ane. bokap ane mengijinkan dia tetap disitu asalkan tidak menggangu keluarga bokap ane, tetapi lokasi makamnya akan tetap dipindahkann oleh bokap ane ke area tanah yang ada diseberang sungai. setelah komunikasi tersebut selesai akhirnya sang makhluk tersebut pun menghilang.
INDEX
1. Makmum Dadakan
2. Didatangi,Tidak Mencari
3. Satu Penawaran
4.NENEK...
Diubah oleh searcher13 01-03-2022 22:44
redrices dan 9 lainnya memberi reputasi
10
2.6K
Kutip
26
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
searcher13
#4
Spoiler for DIDATANGI, TIDAK MENCARI:
Masih berkaitan dengan cerita yang sebelumnya, masih berlatar lokasi di lokasi yang dibeli oleh bokap ane dan akan dijadikan lokasi rumah makan. dimana lokasi ini juga menjadi lokasi yang sangat disukai oleh bokap ane sebagai lokasi untuk beristirahat.
saat itu bokap ane sedang ada sedikit problem, seperti yang sudah-sudah problem bokap ane ini berkaitan dengan saudara kandungnya sendiri. namun masalah cukup berat bagi bokap ane, karena kali ini saudara-saudara dari bokap ane melibatkan Enyak (ibunya bokap) untuk ikut berpihak kepada mereka. bokap ane yang sangat takut kepada ibunya lebih memilih untuk tidak menanggapi mereka dan memilih untuk pergi menenangkan diri sukabumi.
bokap ane menyuruh nyokap ane untuk mempersiapkan pakaian serta keperluan lain, bokap menyuruh nyokap ane untuk menyiapkan pakaian yang aga banyak, karena bokap ane bilang kemungkinan akan menginap sedikit lebih lama dari biasanya. mendengar perintah bokap ane, nyokap menyiapkan keperluan untuk satu minggu.
setelah semua keperluan sudah disiapkan, kami sekeluarga pun akhirnya berangkat. keberangkatan kami kali ini membawa seluruh penghuni rumah, termasuk ART pun diajak pergi oleh bokap ane. hal ini dilakukan oleh bokap ane, karena beliau sudah tau bahwa saudara-saudaranya akan datang ke rumah untuk mencari perkara dan apabila bokap ane tidak ada, makan siapapun yang ada di rumah akan terkena imbasnya. maka dari itu bokap ane tidak mau kalau sampai ART yang tidak tau apa yang menjadi masalah, malah terkena imbas.
Perjalanan kami lalui dengan lancar dan tanpa ada kendala. sesampainya dilokasi, kami langsung disamput oleh kakek ane yang memang tinggal disana. tanpa beristirahat, ane langsung mengajak kakek ane untuk menemani ane bermain air di kali yang ada dibelakang rumah. nyokap ane langsung membereskan bawaan dibantu oleh ART kami. bokap ane seperti yang memang dia tuju, langsung menuju ke rumah yang ada dibagian belakang. mungkin beliau ingin beristirahat, menenangkan diri sambil melihat pemandangan dan anak-anaknya yang sedang bermain. (lokasi rumah bagian belakang ini seperti berada di tebing, kontur tanahnya memang menurun dibagian belakang.
Saat bokap ane sedang sendirian, sesosok makhluk yang sebelumnya menemui bokap ane, kembali menemui beliau. makhluk tersebut menyampaikan bahwa ada sesuatu yang ingin datang ke bokap ane. sikap bokap ane saat itu biasa saja, da tidak terlalu memikirkan. sampai saat malam tiba, setelah bokap ane melaksanakan Sholat Isya, bokap ane langsung berangkat tidur. dalam tidurnya tersebut bokap ane mendapatkan sebuah mimpi. (Bokap ane tidak langsung cerita)
Dalam mimpinya tersebut, bokap ane berjalan ke bagian belakang rumah (rumah tempat saat ini kami menginap), saat sudah berada dibelakang, bokap ane melihat dua ekor ular yang datang menghampiri bokap ane. ular tersebut berwarna hijau dan merah. Kedua ular tersebut berhenti didekat kaki bokap ane. karena kedua ular tersebut terlihat tidak ingin menyerang, bokap ane lalu memegang kedua ular tersebut. saat berada ditangan bokap ane, kedua ular tersebut berubah menjadi batu yang berwarna hijau dan merah.
Mimpi bokap tersebut terputus karena bokap ane terbangun, saat itu bokap terbangun karena waktu sudah menjelang Shubuh. bokap ane awalnya tidak terlalu memikirkan mimpinya tersebut, mungkin bokap hanya menganggap itu hanya bunga tidur. Saat bokap tidur dimalam berikutnya, ternyata mimpi yang sama terulang kembali. (bokap juga belum menceritakan mimpinya ini). Saat mimpi yang sama persis terjadi di malam yang ketiga, barulah bokap ane menceritakan mimpinya tersebut kepada kakek ane, bokap ane juga cerita mengenai makhluk yang menemuinya.
Saat kakek ane mendengar cerita bokap, kakek ane menceritakan bahwa beliau juga beberapa kali pernah melihat makhluk tersebut, kakek ane melihat makhluk tersebut pada pada malam hari saat kondisi cuaca sedang hujan. dan mengenai mimpi tersebut, kakek ane menyarankan bokap ane untuk bertanya kepada ibu pemilik lahan ini sebelumnya.
Bokap ane menemui pemilik tanah sebelumnya dengan ditemani oleh kakek ane. saat mereka sudah bertemu dengan sang pemilik tanah sebelumnya, bokap ane langsung menceritakan apa yang telah ia alami. mendengar cerita dari bokap ane, sang Ibu lalu menceritakan bahwa dahulu, saat almarhum suaminya masih hidup, sang suami memang mengatakan bahwa dia mengetahui ada dua buah benda pusaka yang berupa batu yang berada disekitar tanahnya. sang suami berusaha untuk bisa mendapatkan kedua benda tersebut, tetapi sampai akhir hayatnya, benda tersebut tidak juga berhasil didapatkan, mungkin dengan mimpi tersebut itu manandakan bahwa kedua benda tersebut memilih bokap ane.
setelah mendapatkan jawaban tersebut, bokap ane langsung pamit untuk kembali ke tempat kami menginap. bokap ane langsung kembali mengawasi operasional rumah makan, sambil mengawasi pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pekerjaan penambahan fasilitas rumah makan. sampai saat malam tiba, bokap ane sengaja bangun ditengah malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud. selesai Sholat tahajud, bokap ane kemudian keluar dari kamar dan berjalan menuju bagian belakang rumah.
saat sampai dibelakang rumah, bokap ane hanya berdiri sambil membakar sebatang rokok. belum sampai rokok yang dihisapnya habis, bokap ane melihat ada cahaya seperi kunang-kunang yang terbang mendekat kearah bokap ane. senakin dekat cahaya tersebut semakin terang, cahaya tersebut berwarna hijau dan merah. saat sudah benar-benar dekat dengan bokap ane, cahaya tersebut pun turun di depan kaki bokap ane.
saat cahaya tersebut sudah berada ditanah, bokap ane malah berbalik badan dan kembali masuk ke rumah. saat berbalik badan, bokap ane cuma bilang " Maaf, saya tidak mau, cari saja orang yang lain". setelah masuk kekamar bokap ane langsung melanjutkan tidurnya.
sampai pada keesokan harinya, saat bokap ane mengawasi pekerja bangunan. bokap ane menceritakan kejadian yang tadi malam dialaminya kepada kakek ane. Response dari kakek ane saat itu hanya tersenyum saja. Tetapi rupanya ada satu orang tukang bangunan yang mendengar cerita tersebut, orang tersebut lalu menemui bokap ane dan menyampaikan bahwa dia ingin mengambil benda tersebut nanti malam. bokap ane pun mempersilahkan.
Saat cerita ini saya tulis, Tukang Bangunan yang saat itu berbicara kepada bokap ane, telah meninggal dunia, tetapi Orang yanng saat itu diminta oleh sang tukang untuk menemaninya bergadang menunggu kemunculan benda tersebut masih hidup dan orang tersebut menceritakan kepada ane bahwa malam itu mereka sempat melihat ada cahaya berwarna merah yang melayang disekitar area makam dibelakang rumah. tetapi saat mereka dekati, cahaya tersebut menghilang tanpa jejak.
saat itu bokap ane sedang ada sedikit problem, seperti yang sudah-sudah problem bokap ane ini berkaitan dengan saudara kandungnya sendiri. namun masalah cukup berat bagi bokap ane, karena kali ini saudara-saudara dari bokap ane melibatkan Enyak (ibunya bokap) untuk ikut berpihak kepada mereka. bokap ane yang sangat takut kepada ibunya lebih memilih untuk tidak menanggapi mereka dan memilih untuk pergi menenangkan diri sukabumi.
bokap ane menyuruh nyokap ane untuk mempersiapkan pakaian serta keperluan lain, bokap menyuruh nyokap ane untuk menyiapkan pakaian yang aga banyak, karena bokap ane bilang kemungkinan akan menginap sedikit lebih lama dari biasanya. mendengar perintah bokap ane, nyokap menyiapkan keperluan untuk satu minggu.
setelah semua keperluan sudah disiapkan, kami sekeluarga pun akhirnya berangkat. keberangkatan kami kali ini membawa seluruh penghuni rumah, termasuk ART pun diajak pergi oleh bokap ane. hal ini dilakukan oleh bokap ane, karena beliau sudah tau bahwa saudara-saudaranya akan datang ke rumah untuk mencari perkara dan apabila bokap ane tidak ada, makan siapapun yang ada di rumah akan terkena imbasnya. maka dari itu bokap ane tidak mau kalau sampai ART yang tidak tau apa yang menjadi masalah, malah terkena imbas.
Perjalanan kami lalui dengan lancar dan tanpa ada kendala. sesampainya dilokasi, kami langsung disamput oleh kakek ane yang memang tinggal disana. tanpa beristirahat, ane langsung mengajak kakek ane untuk menemani ane bermain air di kali yang ada dibelakang rumah. nyokap ane langsung membereskan bawaan dibantu oleh ART kami. bokap ane seperti yang memang dia tuju, langsung menuju ke rumah yang ada dibagian belakang. mungkin beliau ingin beristirahat, menenangkan diri sambil melihat pemandangan dan anak-anaknya yang sedang bermain. (lokasi rumah bagian belakang ini seperti berada di tebing, kontur tanahnya memang menurun dibagian belakang.
Saat bokap ane sedang sendirian, sesosok makhluk yang sebelumnya menemui bokap ane, kembali menemui beliau. makhluk tersebut menyampaikan bahwa ada sesuatu yang ingin datang ke bokap ane. sikap bokap ane saat itu biasa saja, da tidak terlalu memikirkan. sampai saat malam tiba, setelah bokap ane melaksanakan Sholat Isya, bokap ane langsung berangkat tidur. dalam tidurnya tersebut bokap ane mendapatkan sebuah mimpi. (Bokap ane tidak langsung cerita)
Dalam mimpinya tersebut, bokap ane berjalan ke bagian belakang rumah (rumah tempat saat ini kami menginap), saat sudah berada dibelakang, bokap ane melihat dua ekor ular yang datang menghampiri bokap ane. ular tersebut berwarna hijau dan merah. Kedua ular tersebut berhenti didekat kaki bokap ane. karena kedua ular tersebut terlihat tidak ingin menyerang, bokap ane lalu memegang kedua ular tersebut. saat berada ditangan bokap ane, kedua ular tersebut berubah menjadi batu yang berwarna hijau dan merah.
Mimpi bokap tersebut terputus karena bokap ane terbangun, saat itu bokap terbangun karena waktu sudah menjelang Shubuh. bokap ane awalnya tidak terlalu memikirkan mimpinya tersebut, mungkin bokap hanya menganggap itu hanya bunga tidur. Saat bokap tidur dimalam berikutnya, ternyata mimpi yang sama terulang kembali. (bokap juga belum menceritakan mimpinya ini). Saat mimpi yang sama persis terjadi di malam yang ketiga, barulah bokap ane menceritakan mimpinya tersebut kepada kakek ane, bokap ane juga cerita mengenai makhluk yang menemuinya.
Saat kakek ane mendengar cerita bokap, kakek ane menceritakan bahwa beliau juga beberapa kali pernah melihat makhluk tersebut, kakek ane melihat makhluk tersebut pada pada malam hari saat kondisi cuaca sedang hujan. dan mengenai mimpi tersebut, kakek ane menyarankan bokap ane untuk bertanya kepada ibu pemilik lahan ini sebelumnya.
Bokap ane menemui pemilik tanah sebelumnya dengan ditemani oleh kakek ane. saat mereka sudah bertemu dengan sang pemilik tanah sebelumnya, bokap ane langsung menceritakan apa yang telah ia alami. mendengar cerita dari bokap ane, sang Ibu lalu menceritakan bahwa dahulu, saat almarhum suaminya masih hidup, sang suami memang mengatakan bahwa dia mengetahui ada dua buah benda pusaka yang berupa batu yang berada disekitar tanahnya. sang suami berusaha untuk bisa mendapatkan kedua benda tersebut, tetapi sampai akhir hayatnya, benda tersebut tidak juga berhasil didapatkan, mungkin dengan mimpi tersebut itu manandakan bahwa kedua benda tersebut memilih bokap ane.
setelah mendapatkan jawaban tersebut, bokap ane langsung pamit untuk kembali ke tempat kami menginap. bokap ane langsung kembali mengawasi operasional rumah makan, sambil mengawasi pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pekerjaan penambahan fasilitas rumah makan. sampai saat malam tiba, bokap ane sengaja bangun ditengah malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud. selesai Sholat tahajud, bokap ane kemudian keluar dari kamar dan berjalan menuju bagian belakang rumah.
saat sampai dibelakang rumah, bokap ane hanya berdiri sambil membakar sebatang rokok. belum sampai rokok yang dihisapnya habis, bokap ane melihat ada cahaya seperi kunang-kunang yang terbang mendekat kearah bokap ane. senakin dekat cahaya tersebut semakin terang, cahaya tersebut berwarna hijau dan merah. saat sudah benar-benar dekat dengan bokap ane, cahaya tersebut pun turun di depan kaki bokap ane.
saat cahaya tersebut sudah berada ditanah, bokap ane malah berbalik badan dan kembali masuk ke rumah. saat berbalik badan, bokap ane cuma bilang " Maaf, saya tidak mau, cari saja orang yang lain". setelah masuk kekamar bokap ane langsung melanjutkan tidurnya.
sampai pada keesokan harinya, saat bokap ane mengawasi pekerja bangunan. bokap ane menceritakan kejadian yang tadi malam dialaminya kepada kakek ane. Response dari kakek ane saat itu hanya tersenyum saja. Tetapi rupanya ada satu orang tukang bangunan yang mendengar cerita tersebut, orang tersebut lalu menemui bokap ane dan menyampaikan bahwa dia ingin mengambil benda tersebut nanti malam. bokap ane pun mempersilahkan.
Saat cerita ini saya tulis, Tukang Bangunan yang saat itu berbicara kepada bokap ane, telah meninggal dunia, tetapi Orang yanng saat itu diminta oleh sang tukang untuk menemaninya bergadang menunggu kemunculan benda tersebut masih hidup dan orang tersebut menceritakan kepada ane bahwa malam itu mereka sempat melihat ada cahaya berwarna merah yang melayang disekitar area makam dibelakang rumah. tetapi saat mereka dekati, cahaya tersebut menghilang tanpa jejak.
redrices dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Kutip
Balas