- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#166
Chapter 109
Quote:
Djohan sedari tadi terus menghindari serangan yang dilancarkan oleh anggota tim 3 yang melihatnya di lobi. Djohan belum membalas serangannya karena lawan yang dihadapinya masih merupakan anggota dari BASS, jadi ia sengaja menghindarinya sambil menjelaskan bahwa patung-patung es ini bukanlah hasil perbuatannya.
“Serangannya sedikit lambat, tapi anehnya orang ini juga bisa menggunakan kekuatan Beaters dengan baik, tampaknya mereka sudah melatihnya sejak lama,” pikir Djohan sambil terus menghindar.
“Sial! kenapa seranganku tidak ada yang mengenainya?!” sambil terus menyambit dengan kedua tangannya yang sudah dilapisi oleh sel Beaters.
“Hm, aku tidak boleh membuang waktuku di sini,” Djohan akhirnya membalas serangan dari anggota tim 3 itu, dengan bergerak cepat memutarinya dan dengan sigap langsung memukul tengkuk leher lawannya itu yang membuatnya tak sadarkan diri.
Terdengar suara datang dari luar, anggota tim 4 dan 5 terkejut melihat keadaan yang terpampang dihadapan mereka. Didepannya ada seorang anggota Silver Clan dan juga seorang lainnya yang wajahnya tidak asing tergeletak disampingnya, menimbulkan sebuah kecurigaan yang tidak mendasar. Karena pemberitahuan dari kapten masing-masing yang hanya menginstruksikan hanya membawa unit baju tempur milik sang kapten. Sehingga anggota yang datang mengantarnya tidak membawa apapun kecuali pistol berisi racun Beaters.
“Kau yang melakukan semua ini?” sambil menodongkan senjatanya kepada Djohan.
“Hei, lihat!” tanpa ia sadari lawannya sudah tidak menggunakan armor Beaters pada kedua lengannya. “sial…, ini semua bukan ulahku. Aku juga baru terbebas dari kurungan di ruangan bawah tanah….,” ucapannya sedikit tidak menyakinkan, tetapi kedua anggota ini ragu-ragu untuk melawan Silver Clan tanpa baju tempurnya.
“Bagaimana ini?” tanya satunya.
“Entahlah, kaptenku juga tidak bisa dihubungi….,” jawabnya.
Dalam kondisi serba kebingungan tersebut, datang seseorang dari atas membawa dua orang lainnya yang membuat situasi semakin jelas dan terkendali. Ia adalah wakil kapten tim 3 beserta kapten Kruse dan juga kapten Juka.
“Mengerikan, ini kah kekuatan dari Silver Clan?” ucap kapten Juka tidak percaya apa yang dilihatnya.
“Sudah kuduga, kapten terlalu naif jika orang-orang dari Silver Clan mau bekerja sama dengan kapten setelah apa yang diperbuatnya pada Charles maupun unit-01 yang menyertainya,” ucap wakil kapten tim 3 dalam hati. “tapi mereka tidak menyusulku dan kapten di lantai atas, sebenarnya mereka ini lawan atau kawan?” tambahnya.
“Yo! Anggotaku sudah membawa bajunya, bisakah kami pakai sekarang. Aku sudah tidak sabar menghajar Texas yang besar kepala itu,” ucap kapten Kruse meninggi.
“Cih! Jangan sesumbar, kaptenku bukanlah orang yang lemah!” tensi semakin meninggi, ditambah kedua anggota dari tim 4 dan 5 masih belum mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Begitupun dengan Djohan, ia masih belum mengerti tentang kejadian yang sebenarnya. Jika memang kapten dan orang pemerintahan dijadikan sandera, lalu apa yang mereka mau dan kenapa kedua kapten ini diperbolehkan untuk memakai baju tempurnya masing-masing. Apakah ada sebuah pertarungan yang sudah disiapkan sebelumnya, banyak pertanyaan yang Djohan ingin tahu jawabannya.
Kedua kapten menghampiri anggotanya masing-masing, lalu mereka diberitahu bahwa BASS saat ini sedang diduduki oleh tim 3. Mereka menyerang dan menyandera orang-orang yang bekerja di BASS. Tujuan mereka adalah untuk memberitahu bahwa harusnya kekuatan Beaters yang dipakai untuk bertarung, bukannya teknologi yang mahal dengan kekuatan yang seadanya.
“Maksudnya?”
“Tim 3 sudah menyuntikan sel Beaters pada diri mereka sendiri, aku masih belum tahu bagaimana merekak bisa mengendalikannya dengan mudah. Mungkin ada campur tangan ilmuwan hebat didalamnya, dan orang itu bekerja untuk BASS,” ucap kapten Juka yang memang sudah menginterogasi Hunter sejak awal penangkapannya.
“Itu urusan belakangan, tunjukan di mana kalian memakirkan truknya,” jelas kapten Kruse sudah tidak sabar.
Di lobi kini hanya tersisa Djohan yang masih keluar dan juga wakil kapten tim 3, lalu ketika Djohan merasa tidak mempunyai kepentingan di sini karena harus segera menemui rombongan tuan Stam. Wakil kapten tim 3 mengingatkannya bahwa urusan ini bukanlah urusan dari Silver Clan. Jika Djohan nekat untuk tetap mencampuri urusan ini maka wakil kapten tim 3 tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya.
“Iya, aku tahu. Aku juga tidak akan bertindak jika tidak ada persetujuan dari bosku. Lagipula urusan Beaters itu urusannya BASS,” Djohan tersenyum meledek sambil melangkah keluar.
Djohan segera mencari tahu, jika dari sikap para anggota BASS barusan sudah dipastikan bahwa mister Brock yang disinggung oleh tuan Stam sebelumnya tidak berada di gedung ini. Hanya ada satu gedung besar lainnya yang terletak tepat diseberang gedung BASS. Ia segera menghampiri gedung itu, melewati dua buah truk yang terparkir dipelataran halaman yang luas ini, serba hijau dihiasi oleh rerumputan disampingnya.
“Setelah aku selesai memakainya, wakil kapten 3 itu yang akan aku ringkus terlebih dahulu,” ucap kapten Kruse kepada anggotanya. “mereka terlalu percaya diri, lagipula apa mereka tidak menyadari bahwa aku juga bisa berbuat licik seperti mereka barusan.”
Kapten Juka mengamatinya dari seberang, melihat wajah kapten Kruse yang begitu berapi-api mengkhawatirkannya. Takut ia bertindak bodoh dan malah merugikan bagi sisi mereka.
Kapten Texas yang berada diruangan mister Brock mendapatkan pesan bahwa kedua kapten sudah bersiap, mereka sudah mendapatkan baju tempur yang diantarkan oleh anggotanya masing-masing. Menerima pesan yang menggembirakan seperti itu membuat kapten Texas semakin bersemangat untuk mempermalukan teknologi yang sangat dielu-elukan oleh BASS itu.
“Aku mendapatkan pesan yang sangat bagus, anak buahmu sudah memakai bajunya,” ucapnya sambil menatap ke arah mister Brock. “um…apa dari sini kamu bisa melihatnya? Jika tidak mari aku antar ke spot vip….,” ejeknya.
“Aku tidak perlu melihatnya, mereka akan memberikan laporannya, yang berisi penangkapanmu!”
“Oh…, karena ada Silver Clan di sini berkumpul, kau jadi berbicara seperti itu?”
Tuan Stam langsung masuk ke dalam pembicaraan. “Tenang saja, aku tidak akan ikut campur.
Ini urusan kalian dan tidak ada hubungannya denganku maupun Silver Clan secara umum.”
Kapten Texas memandangi tuan Stam dengan tajam, lalu senyum terpancar dari wajahnya, “Wow! Ada apa? bukannya kalian ini partner resmi? Kemana kerja sama yang telah terjalin selama hampir 12 tahun ini?” tuan Stam tidak menjawabnya. “baiklah kita bicarakan itu nanti setelah aku selesai dengan semua ini,” kapten Texas melebarkan sayapnya, lalu terbang dari gedung ini.
Djohan yang sedang menuju kantor berita Surbanews melihat kapten Texas yang sedang melesat menuju kantor utama BASS. Lalu kapten Kruse sudah memakai baju tempurnya dan juga tangan besar yang menjadi andalannya selama ini, sedangkan kapten Juka masih memakai baju tempurnya karena banyaknya aksesoris yang menempel.
Kapten Kruse mengadu tinju besarnya itu, melakukan pemanasan sedikit lalu melesat pergi,
“HEI! KAPTEN KRUSE!”
“Maaf kapten Juka, namun aku tidak akan menuruti kemauan Texas!” target pertamanya adalah wakil kapten tim 3 yang masih berada di lobi.
“Hm?” wakil kapten tim 3 melihat kapten Kruse dengan bajunya melesat menghampirinya.
“cih! Aku sudah siap dengan semua kemungkinan, termasuk yang ini!” perlahan sel Beaters mulai keluar dari badannya dan mulai menutupi tubuhnya.
Namun tidak disangka-sangka, kapten Texas meluncur cepat ke arah kapten Kruse. Dengan satu sayapnya menyerang rekannya itu, tetapi kapten Kruse mampu menghindar karena sensor yang tertanam dihelmnya memberitahu.
“Hei, lawanmu itu aku. Kau sudah tidak sabar untuk kalah?” meminta wakil kaptennya untuk membatalkan perubahan wujudnya.
“Akan ku tutup mulut besarmu itu TEXAS!” amarah kapten Kruse memuncak.
“Serangannya sedikit lambat, tapi anehnya orang ini juga bisa menggunakan kekuatan Beaters dengan baik, tampaknya mereka sudah melatihnya sejak lama,” pikir Djohan sambil terus menghindar.
“Sial! kenapa seranganku tidak ada yang mengenainya?!” sambil terus menyambit dengan kedua tangannya yang sudah dilapisi oleh sel Beaters.
“Hm, aku tidak boleh membuang waktuku di sini,” Djohan akhirnya membalas serangan dari anggota tim 3 itu, dengan bergerak cepat memutarinya dan dengan sigap langsung memukul tengkuk leher lawannya itu yang membuatnya tak sadarkan diri.
Terdengar suara datang dari luar, anggota tim 4 dan 5 terkejut melihat keadaan yang terpampang dihadapan mereka. Didepannya ada seorang anggota Silver Clan dan juga seorang lainnya yang wajahnya tidak asing tergeletak disampingnya, menimbulkan sebuah kecurigaan yang tidak mendasar. Karena pemberitahuan dari kapten masing-masing yang hanya menginstruksikan hanya membawa unit baju tempur milik sang kapten. Sehingga anggota yang datang mengantarnya tidak membawa apapun kecuali pistol berisi racun Beaters.
“Kau yang melakukan semua ini?” sambil menodongkan senjatanya kepada Djohan.
“Hei, lihat!” tanpa ia sadari lawannya sudah tidak menggunakan armor Beaters pada kedua lengannya. “sial…, ini semua bukan ulahku. Aku juga baru terbebas dari kurungan di ruangan bawah tanah….,” ucapannya sedikit tidak menyakinkan, tetapi kedua anggota ini ragu-ragu untuk melawan Silver Clan tanpa baju tempurnya.
“Bagaimana ini?” tanya satunya.
“Entahlah, kaptenku juga tidak bisa dihubungi….,” jawabnya.
Dalam kondisi serba kebingungan tersebut, datang seseorang dari atas membawa dua orang lainnya yang membuat situasi semakin jelas dan terkendali. Ia adalah wakil kapten tim 3 beserta kapten Kruse dan juga kapten Juka.
“Mengerikan, ini kah kekuatan dari Silver Clan?” ucap kapten Juka tidak percaya apa yang dilihatnya.
“Sudah kuduga, kapten terlalu naif jika orang-orang dari Silver Clan mau bekerja sama dengan kapten setelah apa yang diperbuatnya pada Charles maupun unit-01 yang menyertainya,” ucap wakil kapten tim 3 dalam hati. “tapi mereka tidak menyusulku dan kapten di lantai atas, sebenarnya mereka ini lawan atau kawan?” tambahnya.
“Yo! Anggotaku sudah membawa bajunya, bisakah kami pakai sekarang. Aku sudah tidak sabar menghajar Texas yang besar kepala itu,” ucap kapten Kruse meninggi.
“Cih! Jangan sesumbar, kaptenku bukanlah orang yang lemah!” tensi semakin meninggi, ditambah kedua anggota dari tim 4 dan 5 masih belum mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Begitupun dengan Djohan, ia masih belum mengerti tentang kejadian yang sebenarnya. Jika memang kapten dan orang pemerintahan dijadikan sandera, lalu apa yang mereka mau dan kenapa kedua kapten ini diperbolehkan untuk memakai baju tempurnya masing-masing. Apakah ada sebuah pertarungan yang sudah disiapkan sebelumnya, banyak pertanyaan yang Djohan ingin tahu jawabannya.
Kedua kapten menghampiri anggotanya masing-masing, lalu mereka diberitahu bahwa BASS saat ini sedang diduduki oleh tim 3. Mereka menyerang dan menyandera orang-orang yang bekerja di BASS. Tujuan mereka adalah untuk memberitahu bahwa harusnya kekuatan Beaters yang dipakai untuk bertarung, bukannya teknologi yang mahal dengan kekuatan yang seadanya.
“Maksudnya?”
“Tim 3 sudah menyuntikan sel Beaters pada diri mereka sendiri, aku masih belum tahu bagaimana merekak bisa mengendalikannya dengan mudah. Mungkin ada campur tangan ilmuwan hebat didalamnya, dan orang itu bekerja untuk BASS,” ucap kapten Juka yang memang sudah menginterogasi Hunter sejak awal penangkapannya.
“Itu urusan belakangan, tunjukan di mana kalian memakirkan truknya,” jelas kapten Kruse sudah tidak sabar.
Di lobi kini hanya tersisa Djohan yang masih keluar dan juga wakil kapten tim 3, lalu ketika Djohan merasa tidak mempunyai kepentingan di sini karena harus segera menemui rombongan tuan Stam. Wakil kapten tim 3 mengingatkannya bahwa urusan ini bukanlah urusan dari Silver Clan. Jika Djohan nekat untuk tetap mencampuri urusan ini maka wakil kapten tim 3 tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya.
“Iya, aku tahu. Aku juga tidak akan bertindak jika tidak ada persetujuan dari bosku. Lagipula urusan Beaters itu urusannya BASS,” Djohan tersenyum meledek sambil melangkah keluar.
Djohan segera mencari tahu, jika dari sikap para anggota BASS barusan sudah dipastikan bahwa mister Brock yang disinggung oleh tuan Stam sebelumnya tidak berada di gedung ini. Hanya ada satu gedung besar lainnya yang terletak tepat diseberang gedung BASS. Ia segera menghampiri gedung itu, melewati dua buah truk yang terparkir dipelataran halaman yang luas ini, serba hijau dihiasi oleh rerumputan disampingnya.
“Setelah aku selesai memakainya, wakil kapten 3 itu yang akan aku ringkus terlebih dahulu,” ucap kapten Kruse kepada anggotanya. “mereka terlalu percaya diri, lagipula apa mereka tidak menyadari bahwa aku juga bisa berbuat licik seperti mereka barusan.”
Kapten Juka mengamatinya dari seberang, melihat wajah kapten Kruse yang begitu berapi-api mengkhawatirkannya. Takut ia bertindak bodoh dan malah merugikan bagi sisi mereka.
Kapten Texas yang berada diruangan mister Brock mendapatkan pesan bahwa kedua kapten sudah bersiap, mereka sudah mendapatkan baju tempur yang diantarkan oleh anggotanya masing-masing. Menerima pesan yang menggembirakan seperti itu membuat kapten Texas semakin bersemangat untuk mempermalukan teknologi yang sangat dielu-elukan oleh BASS itu.
“Aku mendapatkan pesan yang sangat bagus, anak buahmu sudah memakai bajunya,” ucapnya sambil menatap ke arah mister Brock. “um…apa dari sini kamu bisa melihatnya? Jika tidak mari aku antar ke spot vip….,” ejeknya.
“Aku tidak perlu melihatnya, mereka akan memberikan laporannya, yang berisi penangkapanmu!”
“Oh…, karena ada Silver Clan di sini berkumpul, kau jadi berbicara seperti itu?”
Tuan Stam langsung masuk ke dalam pembicaraan. “Tenang saja, aku tidak akan ikut campur.
Ini urusan kalian dan tidak ada hubungannya denganku maupun Silver Clan secara umum.”
Kapten Texas memandangi tuan Stam dengan tajam, lalu senyum terpancar dari wajahnya, “Wow! Ada apa? bukannya kalian ini partner resmi? Kemana kerja sama yang telah terjalin selama hampir 12 tahun ini?” tuan Stam tidak menjawabnya. “baiklah kita bicarakan itu nanti setelah aku selesai dengan semua ini,” kapten Texas melebarkan sayapnya, lalu terbang dari gedung ini.
Djohan yang sedang menuju kantor berita Surbanews melihat kapten Texas yang sedang melesat menuju kantor utama BASS. Lalu kapten Kruse sudah memakai baju tempurnya dan juga tangan besar yang menjadi andalannya selama ini, sedangkan kapten Juka masih memakai baju tempurnya karena banyaknya aksesoris yang menempel.
Kapten Kruse mengadu tinju besarnya itu, melakukan pemanasan sedikit lalu melesat pergi,
“HEI! KAPTEN KRUSE!”
“Maaf kapten Juka, namun aku tidak akan menuruti kemauan Texas!” target pertamanya adalah wakil kapten tim 3 yang masih berada di lobi.
“Hm?” wakil kapten tim 3 melihat kapten Kruse dengan bajunya melesat menghampirinya.
“cih! Aku sudah siap dengan semua kemungkinan, termasuk yang ini!” perlahan sel Beaters mulai keluar dari badannya dan mulai menutupi tubuhnya.
Namun tidak disangka-sangka, kapten Texas meluncur cepat ke arah kapten Kruse. Dengan satu sayapnya menyerang rekannya itu, tetapi kapten Kruse mampu menghindar karena sensor yang tertanam dihelmnya memberitahu.
“Hei, lawanmu itu aku. Kau sudah tidak sabar untuk kalah?” meminta wakil kaptennya untuk membatalkan perubahan wujudnya.
“Akan ku tutup mulut besarmu itu TEXAS!” amarah kapten Kruse memuncak.
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas