- Beranda
- Stories from the Heart
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
...
TS
afryan015
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog

Hay Agan agan sekalian, kali ini aku ada cerita baru lagi nih namun hanya beberapa part saja, soalnya ini yang di alami oleh temanku, dan untuk cerita Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga terpaksa aku hentikan hehe, 
dan semoga cerita ini dapat menghibur kalian ya, nggak jauh jauh dari Ryan kok, masih ada jejaknya Ryan dan Mbah Margono dalam membantu orang, dan mungkin nantinya akan ada cerita sendiri dimana kekonyolan Ryan dan Mbah Margono mencari mustika atau pusaka jika memang banyak yang antusias
dan untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 2 masih terus dilanjut tenang saja, dan akan berbarengan dengan kisah ini hanya jam tayangnya yang berbeda
dan satu lagi untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 1 insyallah akan saya perbaiki dan upload ulang supaya yang belum baca bisa membaca dari awal
Jangan lupa ya baca juga
Hidup Berdampingan Dengan Mereka (kisah mula Ryan)
Sekamar Kos Dengan Dia 1
Sekamar Kos Dengan Dia 2
Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga
Kota Kecil Wonosobo, Mistis nanMenawan
Kisah ini berawal setelah aku mendapat kabar dari orang tua temanku yang bernama Rendra dan dia juga menceritakan detail kejadiannya padaku, sebut saja itu nama dia, Rendra ini merupakan seorang konten kreator juga, dia sering membuat konten video horor, podcast horor di sebuah chanel youtube, kadang juga dia melakukan live streaming di plat form lain seperti Bigo, dam beberapa plat form live streaming lainnya, kalau dilihat dari pengikut dan penonton dari setiap video yang dia buat, bisa dikatakan dia termasuk yang sudah lama menggeluti bidang ini
Untuk masalah live streaming, Rendra sering melakukan eksplor ke tempat tempat angker dan sudah sampai diberbagai wilayah yang terbilang cukup seram, dan biasanya dia melakukan kegiatan itu sendirian tanpa ditemani rekan, dia benar benar melakukan hal penjelajahan sendirian, tempat angker yang sudah pernah di jelajahi diantara lain adalah, Alas Purwo, Lawang Sewu, Wonderia, dan masih banyak yang lainya, dan dari eksplorasinya itu tidak jarang dalam videonya atau live streamingnya menangkap sebuah pergerakan dari makhluk alam sebelah.
Kita mulai langsung pada ceritanya, pada saat itu orang tua Rendra memberiku kabar karena khawatir dengan anaknya yang bernama Rendra, orang tuanya khawatir karena akhir akhri ini Rendra terlihat begitu aneh dibanding hari biasanya, tingkah yang di tunjukan tidak seperti Rendra yang selalu riang dan selalu merespon cepat setiap apapun yang terjadi.
Namun menurut penjelasan orang tua Rendra, sepulang dia dari eksplor terlihat seperti orang linglung, dan setiap ditanya sesuatu pasti tidak langsung di jawab melainkan seperti orang bengong terlebih dahulu, dan ketika diulang kedua kali baru Rendra bisa merespon apa yang tadi ditanyakan oleh seseorang, hal itu membuat khawatir kedua orang tua Rendra, sementara karena saat itu aku sedang ada urusan dengan Mbah Margono makanya belum bisa untuk datang ke rumah Rendra dan memastikan apa yang terjadi, dan urusanku dengan Mbah Margono ini memerlukan waktu kalau tidak salah tujuh hari baru kemudian aku bisa berkunjung ke rumah Rendra.
Menurut cerita yang aku dapat, Rendra baru pulang dari salah satu curug yang digunakan untuk acara padusan, biasanya dilakukan menjelang awal satu suro di sebuah desa, disini tidak bisa disebutkan secara detail dimana letak desa tersebut, yang jelas Rendra baru pulang dari tempat padusan itu, seperti biasa Rendra tidak ditemani satu teman pun, dia berangkat sendiri kelokasi dimana curug itu berada.
Dan sesampainya dirumah, Rendra langsung masuk berjalan dengan tatapan datar, sambil melihat kesekeliling ruangan yang dia lewati, seolah dia asing terhadap ruangan yang dia lewati ini, bapak ibunya yang melihat Rendra seperti itu, kemudian mencoba menanyai Rendra, apakah baik baik saja atau tidak.
“Ren, kamu sudah pulang, kamu tidak apa apa kan” tanya bapak Rendra memastikan
“heemm, haa” jawabn Rendra hanya semacam itu saja seperti tidak nyambung saat ditanayi
Setelah ditanya oleh bapaknya, Rendra langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari bapaknya dan langsung naik kelantai dua ke kamarnya dan langsung menutup kamar rapat rapat, dan setelah masuk kedalam kamar, sama sekali tidak keluar sedikitpun dari kamarnya, hampir seharian Rendra tidak keluar, yang membuat orang tuanya sangat khawatir, hingga akhirnya pada malam harinya diwaktu akan makan malam, ibu Rendra memanggilnya dari lantai bawah namun sama sekali tidak ada jawaban dari Rendra.
Ibunya Rendrapun mencoba untuk mengetuk kamar Rendra, namun saat akan mengetuk, Ibu Rendra mendengar Rendra sedang berbicapa pada seseorang, ibu rendra berfikir mungkin Rendra sedang bertelfonan dengan temannya, namun yang membuat aneh adalah suara lawan bicara Rendra sangat jelas, dan terdengar seolah benar benar ada di ruangan yang sama dengan Rendra, dan untuk memastikan ibu Rendra mencoba untuk mengetuknya
“Ren? Rendra? Makan dulu yuk, sudah waktunya makan malam ini” ajak Ibunya untuk makan
Awal mengetuk sama sekali tidak ada jawaban, Rendra terus asik berbicara dengan lawan bicaranya itu, ibu Rendra masih berfikir positif mungkin dia memang sedang fokus berbincang dengan temannya di telefon. Dan membiarkan Rendra untuk menyelesaikan telfonnya itu bersama temannya.
Hingga akhirnya ibu Rendra pun turun kembali untuk makan bersama bapak Rendra sembari menunggu anaknya selesai berbincang dengan temannya di Telefon, menit berganti menit hingga akhirnya rasa khawatir ibu Rendra kembali muncul, dan berfikir untuk kembali menyuruh Rendra untuk segera turun.
Ibu Rendra kemudian berjalan menuju ke lantai dua saat dalam perjalanan menuju ke lantai dua, samar samar ibu Rendra dari tangga melihat ada sesosok Wanita berjalan memasuki kamar Rendra, padahal sejak awal Rendra pulang dia tidak bersama siapa siapa bahkan setelah beberapa waktu Rendra pulang juga tidak ada temannya yang main kerumah, Ibu Rendra paham karena sejak dari tadi dia berada di depan Rumah menata Tanaman dan mengganti tanah di pot pot tanaman itu, jadi seharusnya apabila ada teman Rendra yang datang Ibu Rendra akan mengetahuinya lebih dulu.
Karena penasaran dengan siapa yang menemani Rendra di dalam kamarnya, Ibunya kemudian terus berjalan kekamar Rendra mengikuti sosok wanita tadi yang berjalan masuk kekamar Rendra, sesampainya di depan kamar Rendra, ibunya mencium wangi yang sangat segar, seperti ada bunga yang tumbuh disana, saat sedang mengamati harum wangi dari mana itu berasal, dari arah dalam kamar Rendra terdengar suara canda tawa sebegitu riang, Rendra terdengar seperti sedang bergurau dengan seorang wanita didalam sana
Ibu Rendra pun kemudian mengetuk kembali pintu kamar Rendra, dan seketika itu suara canda tawa itu berhenti terdengar dari dalam kamarnya,
“Ren, ayo makan dulu, kamu sama siapa didalam, itu temennya sekalian diajak saja makan bareng sama kita” Ibu Rendra kembali mengajak Rendra untuk makan dan sekalian menyuruh Rendra mengajak temannya itu
Rendra pun kemudian membuka kan Pintu kamarnya, dan terlihat wajah Rendra seperti tidak sehat, mata yang kelihatan sayu, disekitar matanya juga terlihat lingkaran hitam, sedangkan wajahnya terlihat sangat pucap, seperti sangat lelah dan bibirnya pucat
“Hmm, iya aku turun” dengan nada lesu Rendra menjawab ibunya
Saat Rendra membuka pintu kamar, namun hanya sedikit yang dibukanya, seolah tidak ada yang boleh tahu ada siapa didalam sana, namun ibunya sempat mengintip dari celah celah di pintu yang terbuka itu, namun sama sekali tidak mendapati siapapun yang berada diddalam kamar rendra saat itu, , terasa sangat aneh bagi ibu Rendra padahal tadi dia benar benar melihat wanita masuk kedalam kamar Rendra dan itu sangat nyata.
“kamu lagi sama siapa sih Ren, ada temanmu kan didalam” sambil melihat dan mengintip kearah dalam kamar Rendra ibunya bertanya
“tidak ada siapa siapa” dengan nada datar Rendra menjawab dan segera menutup karamnya lalu bergegas turun kebawah dengan langkah gontai memegangi gagang anak tangga.
Melihat Rendra menuruni anak tangga, ibunya kemudian mencoba memastikan didalam kamarnya kalau memang tidak ada siapa siapa, gagang pintu mulai dipegang oleh ibu Rendra dan tuas mulai diputar, padahal pintu tadi sama sekali tidak dikunci oleh Rendar, namun saat Ibu Rendra akan membuka kamar nya dirasakan sangat susah, Ibunya mencoba mendorong pintu kamar Rendra dengan sekuat tenaga namun pintu terasa begitu berat, setalah mencoba sekuat tenaga, perlahan pintu terbuka walau sangat berat, terasa pintu seperti ada yang mengganjal dari dalan, dan perlahan pintu mulai terbuka namun dalam keadaan yang gelap, aneh memang saat tadi Ibu nya mengintip dan ada Rendra disana padahal kondisi kamar lampu sudah menyalah, dan kini ibunya meraih saklar lampu di sampi pintu dan menyalakannya, sehingga kini Ibu Rendra sudah bisa melihat dalam ruang kamar Rendra, terlihat sepi tidak ada siapapun didalam sana,
Dan saat tengah memperhatikan kamar Rendra, tiba tiba, ada suara sesosok wanita namun tidak ada wujudnya dan berkata “segera pergi dari kamar ini”suara itu terdengar lirih namun jelas di telinga ibu Rendra, dan membuat nya terkejut hingga melompat kebelakang, dan bersamaan dengan itu lampu kamar kembali mati dengan sendirinya dan pintu tertutup dengan cukup keras seolah dibanting dari dalam kamar, yang membuat hampir saja mengenai kepala ibu Rendra yang masih berada di depan pintu.
Seketika ibu Rendra kemudian memanggil suaminya dengan panik dan ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi, Ayah Rendra pun kemudian menyusul istrinya naik ke depan kamar Rendra, yang ternyata sudah terduduk lemas karena kejadian tadi, Ayah Rendra mencoba tanya apayang sebenarnya baru terjadi, namun karena saking syoknya, Ibu Rendra tidak bisa berkata kata lagi.
Tak berselang lama setelah itu Rendra kembali dari makannya, sepertinya dia sudah selesai makan, dan kembali berjalan dengan gontay, dengan tatapan kosong berjalan lurus tanpa memperdulikan orang tuanya terutama ibunya yang sedang terduduk lemas, Rendra berjalan lempeng lurus membuka pintu kamarnya yang lagi lagi sudah dalam kondisi terang, padahal tadi dalam kondisi mati, Rendra masuk kemudian langsung menutup pintu dan terdengar suara pintu kamar di kunci dari dalam.
Terlihat wajah kebingungan dari kedua orang tua Rendra, mereka belum pernah melihat Rendra seperti itu, dan setelah kejadian itu Ibu Rendra di bawa turun oleh suaminya untuk beristirahat di bawah sambis sesekali menanyakan tentang kejadian apa yang baru saja di alami oleh istrinya itu. Dan setelah di ceritakan ayah Rendra tidak begitu mempercayai kejadian yang diceritakan oleh isrinya itu, karena selama mereka hidup disana belum pernah mengalami kejadian yang di luar nalar seperti itu,
Singkat cerita pada pagi harinya, saat selesai pulang dari sholat berjamaah di mushola, saat ayah Rendra sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, Ayah Rendra melihat seorang wanita berpakaian kebaya dengan rambut digelung seperti seorang putri kerajaan, wanita itu sedang berjalan hendak masuk ke pagar rumahnya, yang kebetulan juga pagar rumah Rendra sedang tertutup rapat, wanita itu kemudian berdiri mematung tepat di depan gerbang masuk Rumah Rendra, Ayah Rendra sedikit penasaran degan siapa yang ingin bertamu subuh subuh seperti ini, saat hendak Ayah Renda temui wanita itu, kebetulan tetangganya yang berada di belakangnya memanggil dan membuat Ayah Rendra menoleh ke arah belakang.
“Pak apakah nanti bisa kerumah sebentar, sekitar jam delapan lah, kita bicarakan masalah yang kemarin” tetangga itu mengajak janjian bertemu pagi ini
“insyallah bisa pak, tenang saja sepertinya semua sudah siap kok persiapannya” Ayah Rendra mengiyakan ajakan tetengganya itu
“baik lah kalo gitu sih, saya permisi dulu pak, Assalamu’alaikum” tetangga itu lalu berpamitan meninggalkan ayah Rendra
“iya pak Wa’alaikum Salam”
Setelah itu ayah Rendra kembali melihat ke arah rumahnya lagi, namun sosok wanita berbaju kebaya itu sudah tidak terlihat lagi berdiri di depan pagar rumahnya, Ayah Rendra jadi semakin penasaran siapa sebenarnya wanita tadi yang berada di depan rumahnya memakai kebaya.
Kejadian itu terus berlanjut, siang harinya setelah ayah Rendra baru pulang dari tempat tetangganya itu kembali dia melihat wanita berpakaian kebaya dengan gelung itu berada di depan pagar, karena penasarannya Ayah Rendra kemudian bergegas, setelah sampai disana, ayah Rendra kemudian mencium aroma wangi dari wanita yang berada di depannya itu, posisinya saat itu adalah, si wanita berpakaian kebaya ini membelakangi ayah Rendra, aroma wangi itu adalah wangi bunga kanthil, dan setelah diperhatikan ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian pernikahan dengan adat jawa, karena merasa sedikit aneh dengan penampilan wanita itu kemudian ayah Rendra menanyakan ada perlu apakah wanita itu depan rumahnya. (siapa yang tidak aneh melihat wanita berpakaian pengantin jawa berdiri dirumahnya sendirian)
“siang mbak, mbak ada keperluan apa ya di depan rumah saya” Ayah Rendra mulai menanyakan maksud dari wanita itu berada di depan rumahnya, namun wanita itu sama sekali tidak menjawab atau bersuara sedikitpun untuk menjawab rasa penasaran Ayah Rendra,
Kebetulan juga sosok wanita itu berdiri tepat di pintu masuk sehingga menghalangi jalan masuk Ayah Rendra untuk memasuki rumahnya,
“permisi mbak, saya mau masuk rumah, jika mbaknya tidak ada urusan atau keperluan kerumah saya, boleh minggir dulu mbak saya mau masuk rumah” Ayah Renda meminta permisi untuk memasuki rumahnya sendiri
“saya…… mau masuk…… saya …….. mau ketemu Rendra…” dengan nada dingin dan datar wanita itu berbicara lirih
“oh temannya Rendra, silahkan masuk saja, mari saya bukakan pintunya” wanita itu kemudian sedikit menyingkir memberi ruang Ayah Rendra untuk membuka pintu pagarnya, namun wanita itu masih tetap membelakangi Ayah Rendra sehingga belum bisa dilihat wajahnya oleh Ayah Rendra.
“dia……. Harus…… pergi…… Rendraa… Milikku saja……” setelah ayah Rendra membuka pintu kemudian masuk wanita itu berkata demikian dengan nada yang masih datar saja.
“siapa mbak yang harus pergi, mbak pacarnya anak saya ya” Ayah Rendra mencoba menyelidiki siapa yang sebenarnya dimaksud sambil terus berjalan dan membuka pintu rumahnya, namun wanita itu masih terus berdiam diri didepan pagar rumahnya,
“wanita….. dia….. wanitaaa. Jahaaaattt…….” Dengan nada sedikit lebih tinggi wanita itu berkata sambil menolehke arah Ayah Rendra
Begitu wanita itu menoleh ke arah Ayah Rendra, Ayah Rendra malah ketakutan hingga pingsan, ternyata wanita berpakaian kebaya jawa seperti pakaian pengantin jawa itu saat menoleh sama sekali tidak memiliki wajah, hanya ada hiasan makeup layaknya pengantin jawa namun tanpa adanya mulut, hidung dan mata
Dan karena syok melihat rupa yang tidak wajar itu, membuat Ayah Rendra langsung tergeletak pingsan di depan rumahnya,
Diubah oleh afryan015 23-11-2021 11:59
itkgid dan 55 lainnya memberi reputasi
56
17.6K
258
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
afryan015
#32
BAB 5
Ternyata dengan adanya tiga arwah wanita yang mengikuti Rendra hingga kerumah membuat daya tarik bagi makhluk lain untuk ikut mengunjungi rumah Rendra itu, seolah menjadi sebuah pusat perhatian baru bagi makhluk astral disekitaran rumah Rendra, kalo menurut mbah Margono nih ketiga arwah wanita itu menjadi primadona baru di kalangan makhluk astral disekitar sana.
Dan mungkin sosok lelaki yang dilihat oleh ibunya Rendra itu adalah salah satu makhluk yang kepincut dengan adanya sosok wantia baru di rumah Rendra, sedangkan untuk kedua sosok wanita yang ditemui bapak Rendra dan Novi pacar Rendra masih terus melakukan aktifitasnya dirumah Rendra, seperti kadang hanya terduduk di kursi sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong, kadang juga hanya berdiri tepat didepan tembok sambil menangis. Mungkin karena meratapi dirinya belum bisa bertemu dengan Rendra karena masih ada sosok yang mendominasi dikamar Rendra.
Atas keberadaannya wanita itu sepertinya bapak dan ibunya Rendra sudah sedikit terbiasa walau kadang memang mereka merasa kaget jika malam hari tiba tiba mereka mnunjukan keberadaannya disana, tapi karena mereka berdua yang berada dilantai bawah seperti sosok pengantin jawa tanpa muka dan cewek berbaju kuning dengan wajah rusak itu tidak mengganggu jadi sementara dibiarkan dahulu.
Beberapa kali orang tua Rendra menelfonku kembali dan mengirim pesan melalui handphone tapi aku benar benar belum bisa berkunjung ke rumah mereka, ibu Rendra pernah meminta suaminya untuk memanggilkan kiyai atau ustadz lagi, namun karena kejadian yang dialami oleh pak Mahfud kemarin, suaminya jadi sedikit trauma jika nantinya akan ada korban lagi dalam proses pembersihan rumah ini yang kalau dirasakan semakin lama semakin gelap setiap harinya.
Hingga pernah suatu hari terjadi ada sosok atau makhluk lain kembali mencoba masuk kedalam rumah mereka, namun karena ada rajah didalam rumah mereka dan membentengi mereka untuk tidak masuk, maka kini beberapa kali saat malam hari datang, suasana diluar rumah terasa begitu ramai, seperti ada sekumpulan orang yang beraktifitas diluar rumah.
Pada malam itu saat Novi selesai membilas tubuh Rendra dibantu oleh ibu Rendra karena barusaja kerasukan lagi, Novi beristirahat diruang tengah sambil menyasikan televisi, kebetulan malam itu Novi menginap lagi dirumah Rendra, karena bapaknya Rendra ada jadwal ronda dikampung sehingga jika tidak ada Novi disana Ibunya akan kewalahan kalau terjadi sesuatu kepada Rendra.
Saat Novi sedang menonton TV di ruang tengah, perasaan Novi awalnya biasa biasa saja, hingga dia baru menyadari kalau ada satu jendela yang ternyata gordennya lupa ditutup, sehingga kita bisa dengan jelas melihat kearah luar rumah dengan jelas.
Novi mengetahui gorden jendela itu belum ditutup karena dirinya merasa seperti ada seseorang yang mengintip dari arah jendela itu, padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, dimana seharusnya orang orang sudah mulai tertidur, atau setidaknya berisitrahat dan berdiam diri dirumah.
Awalnya dia enggan untuk segera menutup gorden jendela itu karena masih merasa lelah mengurusi Rendra tadi, memang aneh, seseorang yang sudah berbadan kurus karena susah makan ditambah, dia yang linglung tanpa bisa berfikir dengan jernih, tapi masih bisa melawan orang yang merawatnya, ya maklum saja itu pasti kekuatan dari si cewek yang merasuki tubuh Rendra, padahal harusnya Rendra termasuk orang yang terbilang tampan, namun sekarang wajahnya seperti seorang yang kurangan gizi.
Saat beristirahat, Novi sepertinya seseorang yang melihat kedalam rumah semakin lama semakin sering, seolah sedang memperhatikan sesuatu didalam rumah, namun setiap kali Novi melihat kearah jendela, dirinya tidak mendapati ada seseorang yang mengintip dari sana, yang dia lihat adalah gelapnya suasana malam hari, tapi perasaannya masih mengatakan kalau dijendela itu ada seseorang yang masih menatap kedalam rumah.
Karena kata hatinya masih mengatakan demikian, Novi kemudian mencoba untuk memfokuskan matanya dan memastikan memang tidak ada siapa siapa diluar sana, semakin lama dia memperhatikan kearah jendela itu, tiba tiba, perlahan dia melihat dua pasang mata berukuran besar sedang melihat kearah dalam rumah, dan melihat kekanan kekiri atas bawah, hal itu membuat dirinya terkaget dan mengucek matanya, untuk memastikan dia tidak salah lihat dengan apa yang dia lihat barusan.
Dan setelah dia mengujek mata, duapasang mata yang tadinya dia lihat dijendela sudah tidak ada lagi, pikirnya dalam hati dia pasti salah lihat karena merasa kelelahan mengurus Rendra tadi, dia pun beranjak kearah jendela itu berniat untuk menutup gorden supaya pikirannya tidak kemana mana lagi, dan bisa kembali menonton tv dengan nyaman dan beristirahat.
Saat dia akan menutup gorden jendela, dia sempat melihat kearah luar, dan saat itu dia melihat ada dua anak bermain dihalaman samping rumah Rendra dengan badan penuh bulu berwarna hitam, mereka berlarian kesana kemari, terlihat sangat asik sekali mereka bermain, Novi masih tidak memperdulikan bulu lebat berwarna hitam disekitaran tubuh mereka, yang dia heran adalah ada anak bermain dijam malam seperti ini, mereka ini anak siapa.
Dia masih terus memperhatikan kearah anak anak itu, hingga melihat mereka kesalah satu titik di tengah tengah halam dan berjongkok disana, sambil mengambil sesuatu disana, terlihat asik menurut Novi mereka bermain disana, hingga saat disadari, kalau mereka berbulu, kedua anak yang sedang bermain itu kemudian menoleh kearah jendela dimana Novi melihat mereka, dan dilihatnya dua anak bergigi lancip semua menyeringai kearahnya dengan mata yang meerah menyorot kearahnya, wajahnya hitam dan hanya terlihat gigi tajam dan mata merah yang bersinar itu.
Melihat wujud dari kedua anak itu membuat dia langsung bergidik ngeri ditambah kedua anak itu kemudian melempar sesuatu kearah jendela dimana Novi berada dan membuat suara kencang ketika benda itu mengenai kaca jendela, sontak membuat Novi berteriak sembari menutup gorden dengan sangat kencang sehingga gorden tidak tertutup dengan rapat.
“wahhhaaaaaa, buu…. Aku takut bu, itu ada anak diluar, anaksiapa, wajahnya menakutkan” Dia berteriak sekencang kencangnya sambil duduk berjongkok menutupi mukanya.
“kenapa Novi, ada apa kamu lihat siapa diluar” dengan tergesa gesa, ibu Rendra berlari dari dapur karena sedang membuat teh untuk teman beristirahat.
“itu bu diluar aku melihat ada anak menyeramkan bu diluar sana” dengan menutupi mukanya Novi menunjuk kearah luar.
Mendengar keterangan Novi, ibu Rendra kemudian bangkit dan mencoba melihat ada apa diluar sana, dia kembali membuka gorden yang masih sedikit terbuka itu, saat dilihatnya keluar, dirinya tidak melihat apapun diluar sana, hanya ada kesunyian yang dilihatnya, setelah itu ibunya Rendra menutup kembali rapat rapat gorden jendela itu dan menyuruh Novi untuk pindah ke sofa diruang tengah untuk menenagkan dirinya sembari menikmati teh yang sudah dibuatkan.
Dan saat mereka berdua duduk diruang tengah, Novi terus mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena ketakutan, dan ibunya Rendra duduk didebelahnya sembari menenangkan fikiran Novi, lagi proses penenangan Novi tiba tiba terdengar suara “CKLEK” dan seketika seluruh lampu yang menerangi ruangan mati seolah ada yang mematikan saklar pusat di kamar ini, belum selesai Novi mengatur nafas dan menenangkan dirinya, hal itu membuat Novi kembali berteriak dan memegang erat tangan ibu Rendra sambil berkata
“bu jangan jauh jauh dari aku ya, aku takut” dengan nafas tidak beraturan Novi kemudian mencari tangan ibu Rendra.
Saat itu ibu Rendra masih berada disampingnya dan sudah dalam posisi berdiri, dan itu tidak diketahui Novi, tapi tetap menjawab perkataan Novi .
“iya ibu disini kok, paling ini hanya mati lampu sebentar” jawab suara ibu Rendra disamping Novi, yang saat itu sudah dipegang tangannya oleh Novi.
Namun hal aneh dirasakan oleh Novi, tangan ibunya Rendra ini terasa sangat dingin, dia tetap berfikir positif mungin tadi barusaja mencuci piring di dapur karena sedaritadi ibunya Rendra berada di dapur berberes semua keperluan Rendra yang sudah kotor seperti gelas piring dan beberapa perabot yang dibawa untuk mengurusi kebutuhan Rendra.
Dan ternyat ibu Rendra sudah dalam perjalanan untuk keluar rumah bermaksud untuk melihat apakah meteran listri turun atau anjlok tidak, dan tadi sebenarnya ibu Rendra mengatakan “ibu kedepan sebentar, memastikan saklar diluar rumah turun atau tidak”. Terus tangan yang dipegang Novi siapa? Nanti kita akan tahu siapa sebenarnya dia.
Ibu Rendra kemudian keluar rumah, saat membuka pintu rumah, sepertinya Novi tidak mengetahuinya sehingga dia masih terus duduk disana seolah sedang bersama ibru Rendra, setelah keluar Rumah kemudian ibu Rendra pun melihat kesekeliling rumah ternyata hanya rumah nya saja yang meterannya turun, para rumah tetangga masih bersinar diterangi lampu lampu mereka, ibu Rendra kemudian berjalan dan melihat kearah kotak meteran listrik sambil membawa senter penerangan untuk melihat saklar didalamnya.
Hal mengejutkan terjadi saat dirinya membuka penutup kotak meteran listri, saat dia membuka kotak itu, dia dikagetkan dengan munculnya wajah seorang anak laki laki yang tertawa riang dengan wajah yang sangat pucat.
Hal itu membuat ibu Rendra terkejud dan menutup kembali kotak meteran itu dan terus beristighfar, berkata dalam hati kalau yang lihat itu tidak nya, dia menginstruksi otaknya bahwa dia salah lihat sesuatu didalamkotak itu, setelah pikirannya kembali tenang, ibunya Rendra kembali mencoba untuk membuka kotak itu, dengan membaca ayat kursi, dirinya kembali memberanikan membuka kotak meteran itu, dan setelah dibuka tidak ada appun didalam sana kecuali meteran yang saklarnya turun, sesuai yang diperkirakan nya.
Dia pun kemudian menaikan kembali saklar kembali keatas sehingga kembali menyala seluruh lampu rumah Rendra yang tadi sempat padam, dan setelah lampu kembali menyala, dari dalam rumah terdengar Novi menjerit dan berteriak sangat keras membuat ibu Rendra kembali kaget karena suaranya dan segera berlari kedalam rumah, takut Novi kenapa kenapa.
Sesampainya didalam rumah, Novi sudah duduk dipojok bawah sofa sambil meringkuk memeluk kakinya.
“wanita…. Wanita diatas itu jahat, dia tidak pantas untuk Rendra” ucap Novi dengan tatapan kosong mengarah tembok.
“Nov kamu kenapa Nov, jangan bikin ibu ketakutan”Ibu Rendra mencoba menyadarkan Novi yang sepertinya berbicara ngelantur.
“hihihi… Rendra sayang, kamu kenapa lebih milih dia” ucapan Novi mulai tidak jelas.
“Nov istighfar Nov, ini ibu Nov” ibu Rendra mulai khawatir dengan keadaan Novi malam itu.
Saat itu juga dari arah lantai dua, terdengar suara wanita tertawa dengan keras
“hiiiihihihhahahahahhahahaha”
Mendengar suara itu kemudian Novi melihat kearah tangga sambil melotot seolah murka setelah mendengar suara itu, dan segera bangkit dari posisinya terduduk itu dan berjalan kearah tangga.
“pergi kau wanita jahat, menyingkir dari Rendraku, hhihihi, Rendra? Aku sayang kamu Rend” Novi seolah berkata pada seseorang dilantai dua sambil menggerakan badannya dan mengelus rambutnya sendiri yang panjang.
Tiba tiba kamar Rendra yang tadinya tertutup rapat dapat terbuka sendiri, padahal tidak ada yang membuka sama sekali, kalian tahu sendiri posisi Rendra di dalam sedang diikat oleh orang tuanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Dan setelah pintu terbuka lebar, tiba tiba ada seorang perempuan bertubuh ramping tinggi dengan tangan panjang lebih panjang dibandingkan ukuran panjang orang normal dengan kuku hitam panjang, dan muka yang memang terbilang cantik.
“tidak!!!, Rendra hanya untuk ku, tidak untuk siapapun selain aku, hahaha” wanita itu terdengar tertawa bangga atas dirinya.
“tidak Rendra itu untuk ku, bukan kamu, aku suka sama dia” dengan nada memelas dan menunduk seolah dia akan menangis karena ucapan wanita itu tanpa berani melawan.
Ibu Rendra yang terkejut melihat wanita berada di kamar rendra dengan kondisi yang tidak normal membuatnya kembali pingsan.
“enyah kau dari sini, jangan berharap Rendra akan menjadi milikmu” wanita bertangan panjang itu mengusir Novi, atau lebih tepatnya sosok wanita yang merasuki tubuh Novi.
Dan setelah itu, tubuh Novi perlahan melemas sambil meneteskan air mata hingga akhirnya terkulai dan terbaring di lantai tak sadarkan diri, seolah yang merasuki Novi sudah pergi dari tubuhnya, wanita yang berada didepan kamar Rendra kemudian kembali masuk dan membanting pintu kamar cukup keras.
sampeuk dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Tutup