Kaskus

Story

afryan015Avatar border
TS
afryan015
Sekamar Kos Dengan "Dia" 2 ( Pengalaman Tempat Kerja)
Sekamar Kos Dengan "Dia" 2 ( Pengalaman Tempat Kerja)

emoticon-UltahHallooooo agan agan sekalian, masih ingat kan dengan ku Ryan si penakut hehe.......
ini adalah cerita ku selanjutnya masih dalam lanjutan cerita yang kemarin hanya saja tempatnya kini sedikit berbeda dari sebelumnya.

Mungkin bisa agan agan yang belun baca thread ane silahkan dibaca dulu thread ane sebelumnya



Bagi yang belum kenal dengan ku, kenalin Namaku Ryan dan untuk mengenal ku lebih detail silahkan baca trit ku yang sebelumnya, dan bagi yang sudah mengenalku silahkan saja langsung baca dan selamat menikmati emoticon-Shakehand2

Oh iya jangan lupa emoticon-Toast emoticon-Rate 5 Star

Quote:



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diubah oleh afryan015 06-12-2022 11:14
bebyzhaAvatar border
jiren11Avatar border
mangawal871948Avatar border
mangawal871948 dan 206 lainnya memberi reputasi
195
231.4K
2.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
afryan015Avatar border
TS
afryan015
#542
Sosok Dilapangan

Hingga saat aku dan karang taruna memberishkan area itu, hal mistis pun terjadi, saat kita membersihkan rumput disana dan kebetulan disana ada pohon mangga yang cukup rimbun tiba tiba salah seoarang anggota karang taruna mendapati ada sebuah benda tertutupi kantong plastik berwarna hitam di bawah pohon mangga itu, dan sudah tertutup oleh rumput yang sudah meninggi.

Karena penasaran, salah satu anggota karang taruna yang menemukan itu kemudian membuka kantung plastik itu, dan di dapati sebuah botol, plastik transparan, dan ada sebuah tulisan yang sudah mulai terhapus dan tidak dapat dibaca, sedangkan didalam botol terdapat sebuah kertas yang sudah mulai menguning, tanda kalau kertas itu sudah lama sekali berada disana.

Dan karena dia iseng, namanya juga masih anak muda, dia malah membuka botol itu, yang seharusnya tidak dibuka, dan begitu dibuka, menurut kesaksiannya, dia merasakan bau bangkai tikus yang sangat tidak mengenakan, hingga dirinya akhirnya muntah muntah sendiri setelah membuka botol itu.

Setelah botol terbuka, aku yang sedang memberi instruksi sembari membersihkan rumput disisi yang lain, langsung merasakan hawa negatif yang tiba tiba muncul, yah walau tidak terlalu kuat, tapi tetap aneh saja, aura yang tadinya biasa biasa saja tiba tiba berubah menjadi begitu negatif, kulihat kesekeliling area lapang ini, dan ternyata anak tadi sudah muntah muntah dibawah pohon mangga.

Dan setelah aura negatif itu muncul, dari arah belakangku terdengar suara seorang wanita yang jelas baru pertama kali aku mendengar, ini bukan suara Shinta ataupun Aruna, dia mengatakan hal padaku yang berbunyi.

“celaka, botol itu terbuka, bantu aku mengusir sosok itu dari wilayahku, maka kegiatan kalian akan aman kembali, dan aku membiarkan kalian mengelola wilayahku ini”

Suara itu terdengar datar dan dingin, jelas bukan Shinta, dan benar saja setelah aura negatif ini muncul, tiba tiba dari arah anak yang sedang muntah muntah itu, muncul sosok wanita mengerikan dengan rambut gimbal dengan pakaian yang lusuh, ekspresi menyeringai dari sosok itu pun terlihat jelas, cairan berwarna merah kehitaman muncul dari mulutnya yang segera menetes kebawah.

“suruh anak anak itu pergi dulu, sebelum hal buruk terjadi pada mereka” suara wanita bernada datar itu muncul lagi dan memerintahkan anak anak untukkeluar dari area lapangan, dan kebetulan jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, yah walau masih sedikit kepagian untuk istirahat tapi melihat anak anak itu memang sepertinya sudah lelah karena kegiatan bersih bersih sudah dimulai jam tuju tadi, dan itu membuat ku bisa beralasan untuk menyuruh mereka untuk beristirahat terlebih dahulu.

Merekapun kemudian keluar dari lapangan dan langsung menuju ke mushola dimana disana sudah tersedia minuman dan makanan untuk dinikmati, anak yang dari tadi muntah pun ikut dibawa ke mushola dengan dibantu temannya, setelah kosong sosok wanita yang berbicara padaku itu mulai menampakan wujudnya, wujud kuntilanak berpakaian serba putih dengan rambut acak acakan menjuntai kebawah berjalan kearahku, namun sepertinya dia tidak ada maksud jahat padaku, hanya saja dia ingin meminta tolong untuk di usirkan sosok yang tadi keluar dari botol menjauh dari wilayah lapangan, karena ini adalah tempatnya.

Waduh pikirku gimana ngusirnya, kalao dibinasakan si bisa, tinggal manggil Shinta beres, atau pakai tenaga dalam yang di ajarkan bang Damar, tp yang ada itu hanya melukainya saja hehe, aku belum bisa menghabisi makhluk seperti itu, bisa sih pakai keris yang dulu pernah aku tarik dari cincin yang dulu aku pakai saat pertarungan, namun kebetulan sekali cincin itu aku tinggal di kamar.

Dan saat itu kebetulan, mbah Margono datang, yang awalnya hanya sekedar melihat lihat hasil kerja anak karang taruna, namun ternyata malah ada sesosok makhluk yang sedang aku hadapu, mbah Margono jelas sangat antusias dengan hal itu, dan langsung mendekatiku, menanyakan dari mana asal sosok wanita buruk rupa itu.

Mbah Margono mengatakan sebenarnya dia merasakan ada hal negatif disekitar sini sudah cukup lama, Cuma dia tidak bisa mendeteksi disebelah mana tepatnya letak dari sosok ini, mungkin awalnya karena tertutupi oleh tulisan dibotol dan kertas yang berada dibotol itu, sementara sekarang sudah terbuka jadi aura negatifnya langsung muncul begitu saja.

Mbah Margono juga tidak menanyakan sosok kuntilanak yang meminta bantuan untuk menghusir sosok wanita buruk rupa itu, sepertinya mbah Margono sudah tahu siapa sosok itu, dan sosok itupun sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan mbah Margono.

“weh nemu dimana kamu yan ini, jadi ini tho sosok yang dari dulu aku cari, kenapa sama sekali tidak keliatan dimana tempatnya ya, kamu ketemu dimana sosok ini” tanya mbah Margono sembari datang mendekat padaku.

“sepertinya tadi dari anak karang taruna, ada yang tidak sengaja menemukan botol penyegelnya dan tidak sengaja juga membukanya mbah” terangku pada mbah Margono yang terlihat antusias pada sosok yang ada dihadapannya itu

“wah ini biar aku aja yang ngurusin yan, kamu duduk aja, capek kan pasti abis bersih bersih sini” sambil melangkah, mbah Margono maju kedepan, dan ternyata dibantu oleh Ningrum yang tiba tiba datang dan memberi salam padaku.

Ternyata sudah lama juga aku tidak bertemu dengan Ningrum dan Endrasuta, ingin rasanya sekali kali datang dan berkunjung kerumah mbah Margono untuk melihat koleksinya lagi.

Mbah Margono kemudian maju bersama Ningrum, ya walaupun dia sebenarnya bisa sendiri, tapi sejak ada Ningrum sepertinya mereka jadi sering bersama dalam setiap melakukan aksi, bapak juga sudah jarang beraksi sama mbah Margono, malah bisa dibilang bapak sudah pensiun dari bidang seperti itu, hanya saja kemarin terpaksa masuk lagi karena ingin membantuku menyelamatkantemanku.

Singkat cerita mbah Margono mencoba untuk berunding dengan sosok wanita buruk rupa itu, dan menanyakan kenapa dia bisa berada disini, sosok kuntilanak yang tadi berbicara padaku, terlihat juga ikut maju, walau tetap menjaga jarak karena level mereka berbeda sedikit, hal itu yang membuat sosok kuntilanak tadi meminta bantuanku untuk mengusir sosok yang memiliki wajah buruk rupa itu.

Terlihat merebernegosiasi untuk menyingkirkan makhluk itu, dan seperti biasanya, makhluk berenergi negatif tidak semudah itu untuk dibujuk pergi dari tempat nya, kalau dilihat dari ekspresinya wanita buruk rupa ini menentang dan enggan untuk keluar dari sini, dan terpaksa mbah Margono melakukan pemaksaan terhadap sosok itu, dan berencana untuk memasukannya kembali kedalam botol.

Mbah Margono mengeluarkan tarikan gaib untuk memaksa sosok itu masuk kedalam botol, dibantu dengan Ningrum yang memberikan perlawanan dengan sedikit menghajar dan melemahkan sosok itu dengan ajian yang diucapkannya.

Namun sepertinya itu tidak akan mudah dilakukan, sosok wanita buruk rupa itu terus melawan, dan memiliki tenaga yang cukup kuat, yah aku tahu pasti mbah Margono hanya bermain main dengan seolah olah kesusahan memasukannya kebotol, tapi pasti nantinya juga masuk kebotol tinggal nunggu aja kapan dia ingin, memang begitu gaya mbah Margono, dan nantinya pasti akan dijadikan koleksijuga makhluk itu sama mbah Margono.

Dan saat mbah Margono lagi bermain tarik ulur bersama sosok wanita buruk rupa itu, (cieileh kaya hati aja di tarik ulur, perih lagi rasanya, eits malah halu, yuk lanjut), Shinta malah tiba tiba datang dan langsung berada disampingku dan berteriak.

“waaahhh, masak Cuma sama makhluk rendahan tuh aki aki kesulitan buat ngalahin” dengan nada protes Shinta mengomentari mbah Margono yang sedang tarik ulur hati, eh kok hati, makhluk itu maksudnya

“buset kamu Ta, tiba tiba dateng bikin kaget aja sih, mulai lah tu kebiasaan burukmu” omelku pada Shinta sambil terus melihat mbah Margon.

“ah kamu ini kaya nggak biasanya aja, pake kaget segala, ah aku mau bantuin tuh aki aku, masa gitu doang kewalahan, sama makhluk Rendahan sih” Shinta langsung bangkit dan menuju kearah mbah Margono sambil mengeluargan pedang biru yang dulu pernah dia gunakan.

Pikirku wah tumben sekali dia mengeluarkan itu, biasanya dihajar habis habisan sama dia, sebenarnya juga aku ingin melarang dia untuk ikut campur, tapi pasti akan sia sia saja omonganku, dan dia tetap akan pergi kesana dan bikin onar.

“WOOOOYYYY, masa sama makhluk gini aja kewalahan, nih aku bantu buat nyelesain biar cepet” dengan suara keras Shinta datang dan mengibaskan bedang nya itu sehingga menimbulkan gelombang energi yang langsung melesat kearah wanita buruk rupa yang sedang dihajar Ningrum.

Dan disaat Shinta mengibaskan pedangnya, mbah Margono yang melihat itu berkata, “JAANGGAANNN” dengan suara yang tak kalah kerasnya, namun terlambat, gelombang energi yang meluncur itu langsung melesat dan menebas leher wanita buruk rupa itu dan hampir juga mengenai tubuh Ningrum yang berada disana juga.

Untung Ningrum juga menyadari serangan Shinta yang ditunjukan untuk makhluk itu sehingga dia bisa menghindar tepat pada waktunya. Dan karena tebasan dari pedang Shinta, akhrinya kepala wanita buruk rupa itu langsung menggelinding kebawah dan membuat mbah Margono langsung terduduk lemas melihat calon koleksinya tumbang begitu saja.

“nah begitu cara mengatasi kaum rendahan seperti dia, kalau susah diajak kompromi sikat aja” ucap Shinta asal jeplak.

“yan temenmu ini lho, kayak nggak tau aja Mbah lagi ngapain, mbah kan lagi ngukur kekuatan makhluk itu sampai seberapa besar makanya mbah pancing terus biar dia mengeluarkan kekuatan nya, malah di bacok sekali mokad sama temenmu”mbah Margono protes padaku.

“lah percumah mbah, dia mbah seperti itu, susah diajak kompromi, biarin aja lah mbah, la itu ada mbak kunti yang masih ada di belakang mbah Margono” jawabku santai karena emang itu kenyataanya.

“lah kalo yang ini mah udahbiasa, biarin aja dia disini, gak bakal ganggu kok”

Kemudian mengetahui musuhnya sudah binasa, sosok kuntilanak itu juga pergi dari sana dan menghilang begitu cepat, berarti semua aktifitas astral seperti suara wanita menangis yang menjadi rumor warga sekitar berasal dari sosok kuntilanak itu yang memang sudah berada disana terlebih dahulu

Sebenarnya sedikit berlebihan membantai makhluk level Rendah dengan sekali tebas, tapi ya namanya Shinta pasti sesuka dia aja, dan mau gak mau ya harus diterima karena sudah terjadi, tapi raut muka mbah Margono masih menunjukan kekecewaan, sedangkan Shinta malah tertawa cekikikan dan terlihat girang.

Singkat cerita hari itupun selesai, semua lapangan sudah beres dan siap untuk digunakan, hingga pada malam harinya, saat aku keluar dan melihat lihat suasana malamhari terlihat sedikit aneh dari biasanya, malam itu terlihat lebih gelap dari biasanya, padahal bulan bersina terang, bintangpun ada menghiasi langit malam itu, tapi yang kurasakan adalah seperti ada sesuatu yang akan terjadi.

Aku masuk kedalam rumah dan melihat bapak sedah berdzikir sejak usai sholat tadi, hingga sekarang belum selesai, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, nenek Lasmi juga sepertinya menangkap suasana yang tidak biasa, bisa dilihat gerak geriknya terus keluar masuk melihat kearah luar jendela sembari memastikan keadaan tetap aman, tapi aku sama sekali tidak melihat ada pasukan putih yang berada atau patroli diatas rumah, saat mencoba bertanya pada bapak, bapak hanya memberi kode tangan yang menandakan aku disuruh tenang, entah berarti sebenarnya mereka tatap berada disana namun aku tidak bisa melihat nya atau mereka akan siap sedia datang jika kita ada serangan.

Malam it terasa sangat sepi, padahal biasanya jam jam seperti itu para remaja masih banyak yang bersliweran, dan kendaraan motor masih sering lewat didepan rumah kami.

Hingga sampai jam 11, hal yang tidak diinginkan terjadi, suara ledakan seperti bom terdengar diatas rumah, yang membuat ku kaget, hingga Via juga yang sudah tertidur malah kebangun dan kebingungan dengan suara yang didengarnya barusan, Adiwilaga merespon dan langsung berada didekat Via untuk berjaga.

Aku keluar rumah, takutnya ada kecelakaan gas meledak atau ada anak anak yang bermain petasan sehingga bisa dinasehati secara langsung, namun saat aku keluar, keadaan diluar benar benar sepi, bahkan tidak ada sama sekali suara serangga atau hewan malam, sama sekali tidak ada apa apa diluar sana.

Mengetahui aku keluar rumah, bapak kemudian berbicara dengan suara keras dari dalam rumah, dan tepat setelah itu yang terjadi adalah……
sampeuk
bebyzha
itkgid
itkgid dan 46 lainnya memberi reputasi
47
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.