Kaskus

Story

afryan015Avatar border
TS
afryan015
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog


emoticon-UltahHay Agan agan sekalian, kali ini aku ada cerita baru lagi nih namun hanya beberapa part saja, soalnya ini yang di alami oleh temanku, dan untuk cerita Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga terpaksa aku hentikan hehe, emoticon-Hai
dan semoga cerita ini dapat menghibur kalian ya, nggak jauh jauh dari Ryan kok, masih ada jejaknya Ryan dan Mbah Margono dalam membantu orang, dan mungkin nantinya akan ada cerita sendiri dimana kekonyolan Ryan dan Mbah Margono mencari mustika atau pusaka jika memang banyak yang antusias
dan untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 2 masih terus dilanjut tenang saja, dan akan berbarengan dengan kisah ini hanya jam tayangnya yang berbeda
dan satu lagi untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 1 insyallah akan saya perbaiki dan upload ulang supaya yang belum baca bisa membaca dari awal

Jangan lupa ya baca juga

Hidup Berdampingan Dengan Mereka (kisah mula Ryan)
Sekamar Kos Dengan Dia 1
Sekamar Kos Dengan Dia 2
Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga
Kota Kecil Wonosobo, Mistis nanMenawan


      ok lah tidak perlu berlama lama, langsung saja monggo di baca

Indeks
BAB 1
BAB 2
BAB 3

BAB 4
BAB 5
BAB 6

BAB 7
BAB 8




BAB 1


Kisah ini berawal setelah aku mendapat kabar dari orang tua temanku yang bernama Rendra dan dia juga menceritakan detail kejadiannya padaku, sebut saja itu nama dia, Rendra ini merupakan seorang konten kreator juga, dia sering membuat konten video horor, podcast horor di sebuah chanel youtube, kadang juga dia melakukan live streaming di plat form lain seperti Bigo, dam beberapa plat form live streaming lainnya, kalau dilihat dari pengikut dan penonton dari setiap video yang dia buat, bisa dikatakan dia termasuk yang sudah lama menggeluti bidang ini


Untuk masalah live streaming, Rendra sering melakukan eksplor ke tempat tempat angker dan sudah sampai diberbagai wilayah yang terbilang cukup seram, dan biasanya dia melakukan kegiatan itu sendirian tanpa ditemani rekan, dia benar benar melakukan hal penjelajahan sendirian, tempat angker yang sudah pernah di jelajahi diantara lain adalah, Alas Purwo, Lawang Sewu, Wonderia, dan masih banyak yang lainya, dan dari eksplorasinya itu tidak jarang dalam videonya atau live streamingnya menangkap sebuah pergerakan dari makhluk alam sebelah.


Kita mulai langsung pada ceritanya, pada saat itu orang tua Rendra memberiku kabar karena khawatir dengan anaknya yang bernama Rendra, orang tuanya khawatir karena akhir akhri ini Rendra terlihat begitu aneh dibanding hari biasanya, tingkah yang di tunjukan tidak seperti Rendra yang selalu riang dan selalu merespon cepat setiap apapun yang terjadi.


Namun menurut penjelasan orang tua Rendra, sepulang dia dari eksplor terlihat seperti orang linglung, dan setiap ditanya sesuatu pasti tidak langsung di jawab melainkan seperti orang bengong terlebih dahulu, dan ketika diulang kedua kali baru Rendra bisa merespon apa yang tadi ditanyakan oleh seseorang, hal itu membuat khawatir kedua orang tua Rendra, sementara karena saat itu aku sedang ada urusan dengan Mbah Margono makanya belum bisa untuk datang ke rumah Rendra dan memastikan apa yang terjadi, dan urusanku dengan Mbah Margono ini memerlukan waktu kalau tidak salah tujuh hari baru kemudian aku bisa berkunjung ke rumah Rendra.


Menurut cerita yang aku dapat, Rendra baru pulang dari salah satu curug yang digunakan untuk acara padusan, biasanya dilakukan menjelang awal satu suro di sebuah desa, disini tidak bisa disebutkan secara detail dimana letak desa tersebut, yang jelas Rendra baru pulang dari tempat padusan itu, seperti biasa Rendra tidak ditemani satu teman pun, dia berangkat sendiri kelokasi dimana curug itu berada.


Dan sesampainya dirumah, Rendra langsung masuk berjalan dengan tatapan datar, sambil melihat kesekeliling ruangan yang dia lewati, seolah dia asing terhadap ruangan yang dia lewati ini, bapak ibunya yang melihat Rendra seperti itu, kemudian mencoba menanyai Rendra, apakah baik baik saja atau tidak.


“Ren, kamu sudah pulang, kamu tidak apa apa kan” tanya bapak Rendra memastikan


“heemm, haa” jawabn Rendra hanya semacam itu saja seperti tidak nyambung saat ditanayi


Setelah ditanya oleh bapaknya, Rendra langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari bapaknya dan langsung naik kelantai dua ke kamarnya dan langsung menutup kamar rapat rapat, dan setelah masuk kedalam kamar, sama sekali tidak keluar sedikitpun dari kamarnya, hampir seharian Rendra tidak keluar, yang membuat orang tuanya sangat khawatir, hingga akhirnya pada malam harinya diwaktu akan makan malam, ibu Rendra memanggilnya dari lantai bawah namun sama sekali tidak ada jawaban dari Rendra.


Ibunya Rendrapun mencoba untuk mengetuk kamar Rendra, namun saat akan mengetuk, Ibu Rendra mendengar Rendra sedang berbicapa pada seseorang, ibu rendra berfikir mungkin Rendra sedang bertelfonan dengan temannya, namun yang membuat aneh adalah suara lawan bicara Rendra sangat jelas, dan terdengar seolah benar benar ada di ruangan yang sama dengan Rendra, dan untuk memastikan ibu Rendra mencoba untuk mengetuknya


“Ren? Rendra? Makan dulu yuk, sudah waktunya makan malam ini” ajak Ibunya untuk makan


Awal mengetuk sama sekali tidak ada jawaban, Rendra terus asik berbicara dengan lawan bicaranya itu, ibu Rendra masih berfikir positif mungkin dia memang sedang fokus berbincang dengan temannya di telefon. Dan membiarkan Rendra untuk menyelesaikan telfonnya itu bersama temannya.


Hingga akhirnya ibu Rendra pun turun kembali untuk makan bersama bapak Rendra sembari menunggu anaknya selesai berbincang dengan temannya di Telefon, menit berganti menit hingga akhirnya rasa khawatir ibu Rendra kembali muncul, dan berfikir untuk kembali menyuruh Rendra untuk segera turun.


Ibu Rendra kemudian berjalan menuju ke lantai dua saat dalam perjalanan menuju ke lantai dua, samar samar ibu Rendra dari tangga melihat ada sesosok Wanita berjalan memasuki kamar Rendra, padahal sejak awal Rendra pulang dia tidak bersama siapa siapa bahkan setelah beberapa waktu Rendra pulang juga tidak ada temannya yang main kerumah, Ibu Rendra paham karena sejak dari tadi dia berada di depan Rumah menata Tanaman dan mengganti tanah di pot pot tanaman itu, jadi seharusnya apabila ada teman Rendra yang datang Ibu Rendra akan mengetahuinya lebih dulu.


Karena penasaran dengan siapa yang menemani Rendra di dalam kamarnya, Ibunya kemudian terus berjalan kekamar Rendra mengikuti sosok wanita tadi yang berjalan masuk kekamar Rendra, sesampainya di depan kamar Rendra, ibunya mencium wangi yang sangat segar, seperti ada bunga yang tumbuh disana, saat sedang mengamati harum wangi dari mana itu berasal, dari arah dalam kamar Rendra terdengar suara canda tawa sebegitu riang, Rendra terdengar seperti sedang bergurau dengan seorang wanita didalam sana


Ibu Rendra pun kemudian mengetuk kembali pintu kamar Rendra, dan seketika itu suara canda tawa itu berhenti terdengar dari dalam kamarnya,


“Ren, ayo makan dulu, kamu sama siapa didalam, itu temennya sekalian diajak saja makan bareng sama kita” Ibu Rendra kembali mengajak Rendra untuk makan dan sekalian menyuruh Rendra mengajak temannya itu


Rendra pun kemudian membuka kan Pintu kamarnya, dan terlihat wajah Rendra seperti tidak sehat, mata yang kelihatan sayu, disekitar matanya juga terlihat lingkaran hitam, sedangkan wajahnya terlihat sangat pucap, seperti sangat lelah dan bibirnya pucat


“Hmm, iya aku turun” dengan nada lesu Rendra menjawab ibunya


Saat Rendra membuka pintu kamar, namun hanya sedikit yang dibukanya, seolah tidak ada yang boleh tahu ada siapa didalam sana, namun ibunya sempat mengintip dari celah celah di pintu yang terbuka itu, namun sama sekali tidak mendapati siapapun yang berada diddalam kamar rendra saat itu, , terasa sangat aneh bagi ibu Rendra padahal tadi dia benar benar melihat wanita masuk kedalam kamar Rendra dan itu sangat nyata.


“kamu lagi sama siapa sih Ren, ada temanmu kan didalam” sambil melihat dan mengintip kearah dalam kamar Rendra ibunya bertanya


“tidak ada siapa siapa” dengan nada datar Rendra menjawab dan segera menutup karamnya lalu bergegas turun kebawah dengan langkah gontai memegangi gagang anak tangga.


Melihat Rendra menuruni anak tangga, ibunya kemudian mencoba memastikan didalam kamarnya kalau memang tidak ada siapa siapa, gagang pintu mulai dipegang oleh ibu Rendra dan tuas mulai diputar, padahal pintu tadi sama sekali tidak dikunci oleh Rendar, namun saat Ibu Rendra akan membuka kamar nya dirasakan sangat susah, Ibunya mencoba mendorong pintu kamar Rendra dengan sekuat tenaga namun pintu terasa begitu berat, setalah mencoba sekuat tenaga, perlahan pintu terbuka walau sangat berat, terasa pintu seperti ada yang mengganjal dari dalan, dan perlahan pintu mulai terbuka namun dalam keadaan yang gelap, aneh memang saat tadi Ibu nya mengintip dan ada Rendra disana padahal kondisi kamar lampu sudah menyalah, dan kini ibunya meraih saklar lampu di sampi pintu dan menyalakannya, sehingga kini Ibu Rendra sudah bisa melihat dalam ruang kamar Rendra, terlihat sepi tidak ada siapapun didalam sana,


Dan saat tengah memperhatikan kamar Rendra, tiba tiba, ada suara sesosok wanita namun tidak ada wujudnya dan berkata “segera pergi dari kamar ini”suara itu terdengar lirih namun jelas di telinga ibu Rendra, dan membuat nya terkejut hingga melompat kebelakang, dan bersamaan dengan itu lampu kamar kembali mati dengan sendirinya dan pintu tertutup dengan cukup keras seolah dibanting dari dalam kamar, yang membuat hampir saja mengenai kepala ibu Rendra yang masih berada di depan pintu.


Seketika ibu Rendra kemudian memanggil suaminya dengan panik dan ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi, Ayah Rendra pun kemudian menyusul istrinya naik ke depan kamar Rendra, yang ternyata sudah terduduk lemas karena kejadian tadi, Ayah Rendra mencoba tanya apayang sebenarnya baru terjadi, namun karena saking syoknya, Ibu Rendra tidak bisa berkata kata lagi.


Tak berselang lama setelah itu Rendra kembali dari makannya, sepertinya dia sudah selesai makan, dan kembali berjalan dengan gontay, dengan tatapan kosong berjalan lurus tanpa memperdulikan orang tuanya terutama ibunya yang sedang terduduk lemas, Rendra berjalan lempeng lurus membuka pintu kamarnya yang lagi lagi sudah dalam kondisi terang, padahal tadi dalam kondisi mati, Rendra masuk kemudian langsung menutup pintu dan terdengar suara pintu kamar di kunci dari dalam.


Terlihat wajah kebingungan dari kedua orang tua Rendra, mereka belum pernah melihat Rendra seperti itu, dan setelah kejadian itu Ibu Rendra di bawa turun oleh suaminya untuk beristirahat di bawah sambis sesekali menanyakan tentang kejadian apa yang baru saja di alami oleh istrinya itu. Dan setelah di ceritakan ayah Rendra tidak begitu mempercayai kejadian yang diceritakan oleh isrinya itu, karena selama mereka hidup disana belum pernah mengalami kejadian yang di luar nalar seperti itu,


Singkat cerita pada pagi harinya, saat selesai pulang dari sholat berjamaah di mushola, saat ayah Rendra sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, Ayah Rendra melihat seorang wanita berpakaian kebaya dengan rambut digelung seperti seorang putri kerajaan, wanita itu sedang berjalan hendak masuk ke pagar rumahnya, yang kebetulan juga pagar rumah Rendra sedang tertutup rapat, wanita itu kemudian berdiri mematung tepat di depan gerbang masuk Rumah Rendra, Ayah Rendra sedikit penasaran degan siapa yang ingin bertamu subuh subuh seperti ini, saat hendak Ayah Renda temui wanita itu, kebetulan tetangganya yang berada di belakangnya memanggil dan membuat Ayah Rendra menoleh ke arah belakang.


“Pak apakah nanti bisa kerumah sebentar, sekitar jam delapan lah, kita bicarakan masalah yang kemarin” tetangga itu mengajak janjian bertemu pagi ini


“insyallah bisa pak, tenang saja sepertinya semua sudah siap kok persiapannya” Ayah Rendra mengiyakan ajakan tetengganya itu


“baik lah kalo gitu sih, saya permisi dulu pak, Assalamu’alaikum” tetangga itu lalu berpamitan meninggalkan ayah Rendra


“iya pak Wa’alaikum Salam”


Setelah itu ayah Rendra kembali melihat ke arah rumahnya lagi, namun sosok wanita berbaju kebaya itu sudah tidak terlihat lagi berdiri di depan pagar rumahnya, Ayah Rendra jadi semakin penasaran siapa sebenarnya wanita tadi yang berada di depan rumahnya memakai kebaya.


Kejadian itu terus berlanjut, siang harinya setelah ayah Rendra baru pulang dari tempat tetangganya itu kembali dia melihat wanita berpakaian kebaya dengan gelung itu berada di depan pagar, karena penasarannya Ayah Rendra kemudian bergegas, setelah sampai disana, ayah Rendra kemudian mencium aroma wangi dari wanita yang berada di depannya itu, posisinya saat itu adalah, si wanita berpakaian kebaya ini membelakangi ayah Rendra, aroma wangi itu adalah wangi bunga kanthil, dan setelah diperhatikan ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian pernikahan dengan adat jawa, karena merasa sedikit aneh dengan penampilan wanita itu kemudian ayah Rendra menanyakan ada perlu apakah wanita itu depan rumahnya. (siapa yang tidak aneh melihat wanita berpakaian pengantin jawa berdiri dirumahnya sendirian)


“siang mbak, mbak ada keperluan apa ya di depan rumah saya” Ayah Rendra mulai menanyakan maksud dari wanita itu berada di depan rumahnya, namun wanita itu sama sekali tidak menjawab atau bersuara sedikitpun untuk menjawab rasa penasaran Ayah Rendra,


Kebetulan juga sosok wanita itu berdiri tepat di pintu masuk sehingga menghalangi jalan masuk Ayah Rendra untuk memasuki rumahnya,


“permisi mbak, saya mau masuk rumah, jika mbaknya tidak ada urusan atau keperluan kerumah saya, boleh minggir dulu mbak saya mau masuk rumah” Ayah Renda meminta permisi untuk memasuki rumahnya sendiri


“saya…… mau masuk…… saya …….. mau ketemu Rendra…” dengan nada dingin dan datar wanita itu berbicara lirih


“oh temannya Rendra, silahkan masuk saja, mari saya bukakan pintunya” wanita itu kemudian sedikit menyingkir memberi ruang Ayah Rendra untuk membuka pintu pagarnya, namun wanita itu masih tetap membelakangi Ayah Rendra sehingga belum bisa dilihat wajahnya oleh Ayah Rendra.


“dia……. Harus…… pergi…… Rendraa… Milikku saja……” setelah ayah Rendra membuka pintu kemudian masuk wanita itu berkata demikian dengan nada yang masih datar saja.


“siapa mbak yang harus pergi, mbak pacarnya anak saya ya” Ayah Rendra mencoba menyelidiki siapa yang sebenarnya dimaksud sambil terus berjalan dan membuka pintu rumahnya, namun wanita itu masih terus berdiam diri didepan pagar rumahnya,


“wanita….. dia….. wanitaaa. Jahaaaattt…….” Dengan nada sedikit lebih tinggi wanita itu berkata sambil menolehke arah Ayah Rendra


Begitu wanita itu menoleh ke arah Ayah Rendra, Ayah Rendra malah ketakutan hingga pingsan, ternyata wanita berpakaian kebaya jawa seperti pakaian pengantin jawa itu saat menoleh sama sekali tidak memiliki wajah, hanya ada hiasan makeup layaknya pengantin jawa namun  tanpa adanya mulut, hidung dan mata


Dan karena syok melihat rupa yang tidak wajar itu, membuat Ayah Rendra langsung tergeletak pingsan di depan rumahnya,
Diubah oleh afryan015 23-11-2021 11:59
lord.ucupAvatar border
sampeukAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 55 lainnya memberi reputasi
56
17.5K
258
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
afryan015Avatar border
TS
afryan015
#28
BAB 4
Selama Rendra dibius saat kembali kerasukan, hal itu sama sekali tidak menghentikan aktifitas mengerikan yang terjadi dirumah Rendra, malah justru pergerakan atau aktifias astras semakin intens terjadi, suasana rumah yang dihuni hanya ber tiga, atau berempat saat Novi tergadang masih menyempatkan menginap disana untuk sekedar membantu merawat Rendra yang masih belum sadar atau sembuh seperti awal, Novi dan orang tua Rendra merasa rumah yang ditinggali itu malah terasa semakin ramai.

Yang jelas menurut kesaksian mereka berarti ada setidaknya tiga makhluk astral yang berada dirumah Rendra sepulangnya dia dari membuat konten, yang pertama wanita berpakaian pengantin adat jawa tanpa muka yang berada di ruang tamu, kemudian yang kedua adalah wanita berbaju kuning dengan jelana jeans dengan tampang rusak, dan yang ketiga adalah sosok yang selama ini terus berada didalam tubuh Rendra.

Namun mereka yang tinggal dirumah itu merasakan ada lebih dari tiga makhluk menghuni tempat itu, entah apa yang terjadi, tapi suasana rumah semakin lama mereka rasakan semakin gelap, apalagi pada malah hari, walaupun lampu rumah sudah dinyalakan namun mereka tetap merasakan ada sesuatu yang menghalangi cahaya lampu itu untuk secara maksimal menerangi ruangan.

Pernah suatu ketika menurut ibu Rendra, pada pagi hari saat menjelang waktu sholat subuh, seperti biasa, dia melaksanakan sholat tahajud, sedangkan ayah Rendra masih tertidur pulas, saat itu dia hendak pergi kekamar mandi yang berada bersebelahan dengan dapur, dan itu juga melewati tangga lantai dua dimana disana ada kamar Rendra, dan saat itu kamar Rendra juga terlihat masih sepi atau bisa dibilang tidak ada aktifitas apapun, dan Rendra berarti masih tertidur.

Saat dia melewati tangga, dia melihat seperti ada seseorang yang berjalan menuju ke balkon lantai dua, wujudnya dia deskripsikan seperti sesosok lelaki berbadan besar, tinggi selakyaknya manusia normal, dan memiliki rambur ikal, namun tubuhnya diselimuti dengan warna hitam, dirinya tidak bisa melihat dengan jelas karena hanya ada sedikit lampu yang menerangi, hanya saja, ibu Rendra ini melihat sosok lelaki itu berjalan keluar balkon dengan membuka pintu dilantai dua, suara pintu terbuka dan tertutup lagi juga dia dengarkan dengan jelas.

Dia berfikir kalau itu adalah maling yang mungkin akan mencuri dirumahnya, dan membuat ibu Rendra ini sesegera mungkin turun dan berniat untuk membangunkan suaminya, dan saat dia akan pergi kekamarnya dari suara dapur juga terdengar seperti ada aktifitas seperti seseorang sedang membuka dan menutup lemari sembari mencari barang, karena terdengar suara piring yang berbunyi saling bergesekan satu sama lain, karena penasaran dengan suara itu, pikirnya sekalian melihat karena bisa diintip sedikit kearah dapu, dan benar saja, dia malah melihat sosok dengan wujud yang sama dengan lelaki yang berada diatas tadi, ciri cirinya sama, hal itu membuatnya bingung bagaimana bisa yang tadinya dia berada di lantai dua kini malah berada dilantai satu dan berada di dapur, ataukan mereka ada dua orang, saat hendak berbalik arah dan pergi kekamar untukmembangunkan suaminya, sosok lelaki itu kemudian pergi kearah pintu belakang yang berada di dapur untuk keluar, dan lagi lagi dirinya mendengar suara sosok itu membuka dan menutup pintu itu, setelah itu, ibu Rendra langsung berlari kekamarnya dan membangunkan suaminya, dan berkata kalau dia melihat maling di lantai dua dan di dapur.

Setelah dibangunkan, suaminya atau ayah Rendra ini kemudian bergegas berlari kearah lantai dua, namun yang didapatkan adalah, bahwa pintu dilantai dua semuanya tertutup dan terkunci dan dibalkon pun tidak ada siapa siapa, setelah memastikan keadaan lantai dua aman, kemudian dia turun kebawah memastikan kelantai satu pada dapur dimana tadi ibunya Rendra melihat sosok lelaki, dan kembali sama tidak ada siapapun dan kondisi pintu belakangpun dalam keadaan terkunci rapat, bahkan dobel, kunci pintu dan kunci grendel gembok.

Ibu Rendra terlihat sangat bingung jelas jelas tadi dirinya melihat dan mendengar dengan jelas suara pintu terbuka, dan kalau dipikir pikir lagi, tidak mungkin simaling itu mengunci pintu dari luar, sedangkan kuncinya berada di dalam rumah, dan kalau dilantai dua bagaimana maling itu akan turun, dan pasti memerlukan waktu, jika menggunakan tali untuk turun atau tangga diluar rumah, pasti akan ada bekasnya, tapi ini sama sekali tidak meninggalkan bekas sama sekali.

Dengan rasa kebingungan kemudian ibu Rendra melanjutkan pergi kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, dia berjalan sambil memikirkan hal tadi yang dia alami, dia masih berbicara dalam hati, apa yang dilihatnya itu real atau nyata, dia tidak sedang ngelantur, karena suara dari pintu itu sangat jelas, dan suara piring di dapur itu juga nyata.

Dan kemali saat dia sedang berwudhu dikamar mandi, dari arah dapur dia mendengar seorang wanita bersenandung sambil memotong sesuatu ditalenan yang berada didapur, padahal dirumah itu tidak ada pembantu, Novi juga sedang tidak menginap dirumah itu, Ibu Rendra kemudian selesai berwudhu tidak langsung keluar dari kamar mandi, dirinya memastikan dan mengamati benar benar suara itu, dan suara senandung itu benar benar terdengar jelas seperti seorang yang sedang sedih karena suara senandungnya terdengar seperti sedang menahan isak tangis.

Karena suara itu benar benar dia dengarkan dengan jelas, dia kemudian membuka secara perlahan pintu kamar mandi yang langsung bisa melihat kearah dapur secara keseluruhan, dan saat pintu kamar mandi sedikit terbuka dan dirinya mengintip kearah dapur, suara itu masih terdengar dan malah semakin jelas, dia melihat keseluruh penjuru dapur, tapi sama sekali tidak menemukan siapapun disana, hanya saja saat pintu dibuka lebih lebar, dirinya melihat sebuah pisau sedang memotong motong wortel diatas talenan yang berada di meja racik secara otomatis, alisa pisau itu melayang diudara dan memotong motong wortel dengan sendirinya tidak ada siapapunn disana, hal itu membuat dirinya terpaku karena saking ketakutannya, dalam waktu beberapa menit atau jam dia diganggu dengan dua penampakan, dan kali ini dirinya sama sekali tidak dapat menggerakan badannya dan untuk berteriakpun tidak bisa, hingga akhirnya, entah bagaimana, pisau itu berhenti memotong namun posisi masih dalam posisi melayang, dan bergerak kearaah ibunya Rendra yang mengintip dari dalam kamar mandi.

Melihat pisau itu bergerak sendirinya dan suara sendandung rintihan itu terdengar semakin keras, otomatis rasa takut yang dirasakannya pun semakin besar, rasa ingin beranjang namun hal itu tak bisa juga dia lakukan, hingga pada akhirnya dengan sekuat tenaga dia berhasil berteriak dan akhirnya dia pingsan di kamar mandi karena rasa ketakutan.

Ibu Rendra baru ditemukan suaminya saat suaminya akan pergi mengambil wudhu untuk sholat subuh, dan ternyata jam sudah menunjukan pukul lima kurang seperempat, sudah tidak ada waktu untuk sholat tahajud, dan itu berarti ibu Rendra berada atau pingsan disana cukup lama.

“loh bu, bu, kok malah tiduran disini, kamu kenapa bu, bu sadar” ayah Rendra mencoba membangunkan istrinya yang sudah sangat dingin.

Beberapa kali dicoba bangunkan ternyata istrinya sangat susah untuk sadar, dan memerlukan beberapa waktu untuk akhirnya dia bisa sadarkan diri, ayah Rendra terus menepuk pipi kanan dan kiri istrinya berharap istrinya segera sadar dari pingsannya.

“bu, bangun lho, kok bisa sampe seperti ini, kamu kenapa sih, ya Allah sebenarnya apa yang sedang terjadi pada keluargaku ini” ayah Rendra sedikit protes kepada Allah atas cobaan yang sedang diberikan kepada keluarganya.

Tak berselang lama, istrinya pun tersada, dan begitu matanya terbuka, seolah melihat setan, ibu Rendra langsung berteriak dan meronta melepaskan pelukan dari suaminya.

“huwaaaa…. Setann, Pisau terbang….. pergi pergi jangan mendekat” ibu Rendra berteriak sambil menjauh dari pintu dan mundur hingga masuk kembali ke dalam kamar mandi

Suaminya yang keheranan melihat tingkah istrinya kemudian meminta istrinya untuk istighfar dan mengatur nafasnya, sambil melihat kesekeliling nya memastikan tidak ada apapun disekitarnya.

“bu nyebut bu, nyebut, ini bapak lho, ibu kenapa, kok bisa pingsan, diatur dulu nafasnya pelan pelan” ayah Rendra mencoba menyadarkan dan bertanya apa yang sedang terjadi

“pak tadi ada orang nyanyi, terus pisau itu melayang sama motong motong wortel disana” ibu Rendra menjelaskan apa yang dilihatnya tadi sebelum pingsan

“mggak ada siapa siapa bu, wortel juga gak ada diatas meja, yang ada Cuma pisau sama talenan aja” ayah Rendra berdiri memastikan yang berada di atas meja racik tadi.

“beneran yah, tadi pisau itu melayang sendiri, ada suara orang bernyanyi juga” ibu Rendra menguatkan kata katanya sambil menangis karena masih merasa takut dengan apa yang di alaminya tadi.

Setelah itu ibu Rendra lalu diangkat oleh suaminya kekamarnya, setelah itu juga dia diberikan minuman hangat untuk menenangkan dirinya, ayah Rendra kemudian memiliki inisiatif meminta sebuah rajah pada kyai untuk membentengi rumahnya supaya tidak dimasuki makhluk astral lainnya.

Namun yang namanya pagar seperti itu, kalau yang di dalam belum dikeluarkan maka yang didalam akan terperangkap tidak bisa keluar, begitu sebaliknya yang diluar tidak bisa masuk kedalam, hal ketidak tauan itu membuat suasana rumah akan terasa sama saja, dan mungkin justru akan lebih parah kalau yang harusnya tidak didalam malah ikut masuk, atau makhluk yang sedang sekedar singgah menjadi terjebak didalam rumah.

Setelah mendapat rajah yang diinginkan, ayah Rendra mendapat empat buah rajah, yang harus dipasangnya disetiap sudut rumah, ujung ke ujung membentuk persegi, rajah pertama diletakan dipojok ruang tamu, rajah kedua diletakan di kamar mandi, rajah ketiga diletakan di dapur, rajah keempat diletakan di kamar tamu.

Setelah memasang semua rajah yang dia dapatkan kebetulan juga, saat itu siang hari dimana waktunya untuk makan siang, ayah Rendra membawakan makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya untuk dibawa kepada Rendra, saat berada di depan kamar Rendra, ayah Rendra mendengar suara orang yang sedang marah marah dari dalam kamar Rendra,

Suara omelan terdengar sangat jelas, beberapa benda juga terdengar dibanti didalam kamarnya Rendra, hal itu menjadi aneh, karena selama Rendra dalam kondisi seperti itu, dirinya diikat disetiap ujung tempat tidur dan diberi pempers untuk buang air, jika tidak ditunggui, karena keadaannya semakin linglung dan kurus, dan nafsu makan nya juga berkurang derastis, bagi ayah Rendra hal itu mustahil jika suara itu berasa dari Rendra, dan yang jelas itu bukan omelan dari Rendra, melainkan suara wanita yang seperti yang dia dengar saat ada pak Mahfud kemarin, suara yang sama.

Karena penasaran kemudian ayah Rendra bergegas memasuki kamar Rendra itu, dan saat dibuka, sama sekali tidak ia dapatkan ada orang lain yang berada disana, semua perabotan yang berada di kamar Rendra juga baik baik saja tidak ada yang pecah atau rusak disana, semua masih dalam keadaan rapi, yang ada hanya Rendra dengan tubuh kurus nya yang tergeletak lemas diatas tempat tidurnya dengan kondisi kaki dan tangan terikat, karena orang tuanya takut dia akan mengamuk saat kembali kerasukan.

Ayah Rendra kemudian menaruh makanannya diatas meja yang berada disamping tempat tidur rendra, melihat anaknya yang sedang tidur, dirnya merasa berat hati untuk membangunkannya, namun karena hari sudah siang dan sudah harus makan, makanya dia mau tidak mau harus membangunkan anaknya itu, supaya gizi tetap masuk pada tubuh anaknya itu,

“Ren, bangun dulu, makan yuk biar cepet sehat” ayah Rendra kemudian membangunkan Rendra dengan perlahan

Hal itu direspon Rendra dengan membuka matanya, Rendra kemudian melihat kesekelilingnya, dan menunjukan rasa sedih pada ayahnya, seolah meminta dirinya untuk dilepaskan dari ikatan itu,

“pak lepasin Rendra, Rendra sudah tidak apa apa” ucap memelas Rendra kepada ayahnya

“nggak nak, nanti nunggu kamu benar benar sehat, makanya makan dulu ya biar cepet sehat” ayah Rendra kemudian mengambil sesuap nasi bersama dengan lauknya untuk di suapkan ke mulut Rendra.

“Rendra udah sehat kok pak, lihat ini Rendra sehat kan” dengan muka pucatnya Rendra memberi keyakinannya

“nggak nak, nanti dulu, belum saatnya, udah yuk makan dulu, ini biar bapak suapin” ayah Rendra masih enggan untuk melepas ikatan anaknya

Beberapa kali keinginannya untuk dilepaskan tali ditolak oleh ayahnya, Rendra kemudian berdiam diri sejenak, baru kemudian ……

“ayo makan dulu, ini bapak suapin, aaaa, buka mulutnya” ayah Rendra menyodorkan sendok beserta isinya

“kubilang lepaskan ya lepaskan, dasar manusia bodoh, aku susah bergerak, cepat lepaskan aku” tiba tiba suara Rendra berubah kembali seperti saat kerasukan kemarin.

Hal itu jelas membuat ayah Rendra semakin kuat untuk tidak melepaskan ikatan itu, tubuh Rendra kembali meronta ronta tubuhnya kembali dikuasai oleh makhluk yang di perkirakan mengikuti dirinya sejak saat pulang, dengan terus meronta, sekaligus terus mengeluarkan airmata dan terus memaki, Rendra bersuara wanita itu meminta untuk terus dilepaskan ikatannya.

Wajah Rendra meminta saat itu terlihat sangat menakutkan, ekspresi tersiksa sedih dan marah terlihat dari wajahnya, ayahnya merasa kebingungan dengan yang sedang terjadi saat itu, sesekali Rendra tertawa dan terus memaki dan terus meminta dilepaskan, senyuman mengerikan dengan mata melotot menambah dia semakin seram untuk dilihat apalagi kulitnya yang pucat dan disekitaran mata yang berwarna hitam membuatnya semakin lebih seram.

Tubuh kurusnya saat meronta terdengar seperti badan yang mau patah, suara tulang berbunyi saat dia meronta, dan hal yang tidak disangka adalah semakin lama dia memberontak semakin kuat dia mengeluarkan tenaganya, hingga pada akhirnya saat dia meronta terdengar suara kayu, “kreeekk kkreeekk” terdengar seperti salah satu sisi mau patah karena kekuatan Rendra yang semakin bertambah kuat.

Karena mendengar suara kayu yang mualai akan patah, ayah Rendra meminta istrinya utnuk segera memanggil tetangganya yang berprofesi dokter untuk kembali menyuntikan bius atau memberikan obat penenang, dan semoga saja dia berada dirumah karena ini adalah siang hari.

Dan nasib masih baik, dokter itu barusaja ada perlu dan sedang ada dirumahnya, lalu segera datang kerumah Rendra untuk memberikan obat penenang pada Rendra saat itu.
Diubah oleh afryan015 27-09-2021 16:24
sotokoyaaa
piripiripuru
sampeuk
sampeuk dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.