Kaskus

Entertainment

cangkeman.netAvatar border
TS
cangkeman.net
Pasukan Panji Hitam dan Klaim Sebagai Pasukan Al-Mahdi
Pasukan Panji Hitam dan Klaim Sebagai Pasukan Al-Mahdi

Cangkeman.net - Tiap kali ada kelompok Islamis yang diklaim memenangi pertempuran, atau berhasil merebut sesuatu, ada saja oknum ustadz di Indonesia yang mengklaim bahwa mereka adalah pasukan Imam Mahdi yang membawa panji hitam. 

Dulu, ketika ramai ISIS sekitar tahun 2014, pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi dianggap sebagai kelompok yang akan menyambut Imam Mahdi, gegernya sampai ke mana-mana, sanjungan dan dukungan bahkan datang dari para tokoh besar negeri ini, rerata mereka terafiliasi dengan kelompok "minhum" yang memang inangnya sudah tersebar di Indonesia. 

Kini, saat pasukan Taliban berhasil mengambil alih Afghanistan, ustadz-ustadz model tadi pun bermunculan kembali. Senjatanya sama, mengutip hadist akhir zaman untuk menglorifikasi apa yang dilakukan Taliban. Hadist tentang panji hitam dan pasukan akhir zaman digunakan untuk meyakinkan banyak orang yang memang tidak tahu menahu soal hadist ini. Meskipun hadistnya bermasalah, kalau sudah terlanjur terbawa arus glorifikasi ya susah juga menyadarkannya, meskipun udah tau kalau itu tidak bisa dijadikan dasar.

Ada beberapa hal yang bisa dicatat. Hadist terkait kemunculan Imam Mahdi mempunyai riwayat mutawatir dan memang auto sahih, tapi bumbu-bumbu yang menyertainya misal Imam Mahdi muncul di usia 40 tahun, membawa panji hitam, muncul di Qatar, itu hadist-hadistnya bermasalah semua. Mereka akan selalu berusaha mencocokkan ciri pemimpin mereka dengan Imam Mahdi, bahkan kalau tidak mirip ya hadistnya yang dimiripkan, dan diulang sesering mungkin sehingga lama-lama terkesan seperti hadist sungguhan. 

Dengan kelakuan seperti itu, mereka kemudian membuat standar keimanan versi mereka sendiri. Mereka hanya menyebut mukmin kepada umat Islam yang menjadi pendukungnya, dan yang menolak auto disebut kafir, meskipun beragama Islam. 

Untuk mendukung klaimnya, ia juga berani untuk membunuhi para ulama, pastinya yang berseberangan dengan mereka, cara-cara represif seperti ini seakan sudah menjadi tabiat mereka yang sialnya kemudian dianggap banyak orang sebagai representasi dari cara Islam dalam menyikapi perbedaan pandangan, padahal cara ini sama sekali bukan ajaran dari Islam.

Kemudian, kita juga perlu berhati-hati menggunakan hadist panji hitam bertuliskan kalimat tauhid. Mereka keras sekali soal bendera ini, bahkan sampai mengasosiasikan siapa yang tidak suka dengan bendera ini maka sama dengan memusuhi Islam, padahal Islam sendiri tidak ada benderanya, dan hadist panji hitam yang bertuliskan kalimat tauhid menurut Syekh Shalahuddin, ulama Hadist asal Suriah, itu tdk ada yg shahih. Bisa kamu baca rujukannya ke idlbi.net/blackflags . Tapi bahasanya arab dan tanpa harokat. 

Hadist tentang pasukan panji hitam ini akan selalu berkaitan dengan narasi kedatangan Al-Mahdi, kita jangan jadi orang kagetan, karena narasi-narasi seperti ini ternyata sudah digunakan sejak tahun 129 Hijriyah oleh Abu Muslim Al-Khurasani, jenderal pendukung Bani Abbas yang memobilisasi bangsa Persia yang Muslim untuk melawan dinasti Bani Umayyah. Jelas, ini tujuannya adalah politis, bukan agama.

Cara tersebut kemudian berhasil menggugah Muslim Persia untuk menyerang Damaskus, ditambah dengan simbol-simbol warna hitamnya untuk meyakinkan bahwa mereka adalah pasukan Al-Mahdi yang disabdakan Rasulullah. Masyarakat kala itu sudah kadung sangat percaya akan hembusan narasi tersebut. Ibnu Katsir bahkan sampai memberi komentar bahwa Al-Mahdi dan pasukannya hanya datang di akhir zaman, bukan di saat momentum tertentu seperti yang diinginkan mereka. 
Kata akhir zaman sendiri adalah petunjuk waktu yang rahasia yang tidak ada manusia yang tahu, lalu bagaimana dengan milisi "ngislam" sekarang yang membawa-bawa panji tersebut?
Tidak lain dan tidak bukan mereka hanya klaim sepihak, dan itu adalah sebuah repetisi dari siasat ratusan tahun silam yang mereka gunakan lagi, kalau sampai tertipu lagi ya keterlaluan sih.



Tulisan ini pernah tayang di cangkeman.net ( https://www.cangkeman.net/2021/08/pasukan-panji-hitam-dan-klaim-sebagai.html ) ditulis oleh Zen pada 30 Agustus 2021

kluwerAvatar border
garpupatahAvatar border
rizkydwiapriadiAvatar border
rizkydwiapriadi dan 39 lainnya memberi reputasi
36
8.4K
126
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread105.2KAnggota
Tampilkan semua post
acmdAvatar border
acmd
#2
Obrolan dengan teman.

Teman : "bro lo kan islam, kok lo gak bergabung bro dengan mereka yang membawa bendera hitam?"

Gw : "gak bro".

Teman : "loh bagaimana bisa bro, bagaimana dengan keimanan lo bro sebagai orang islam?".

Gw : "loh apa hubungannya keimanan islam gw dengan bendera hitam?".

Teman : "jelas ada dong hubungannya, kan jelas jelas dibendera itu tertulis kalimat tauhid (kalimat Allah), masa lo diam aja sebagai orang islam, dimana keimanan lo kepada kalimat tauhid?".

Gw : "ok bila itu lo hubungkan dengan keimanan yang harus dibela, berarti gw harus tau dong tentang apa yang gw bela biar gw gak terjebak dengan apa yang gw bela".

Teman : "apa maksudnya dengan terjebak?, kan sudah jelas itu kalimat tauhid yang kita bela?".

Gw : "ok sekarang gw tanya sama lo, benderanya atau kalimat yang tertulisnya yang lo bela?".

Teman : "ya dua duanya dong, kan jelas bahwa bendera dengan tulisan tauhid (kalimat Allah) itu adalah bendera/panji Nabi Muhammad yang harus dibela".

Gw : "ok bila pernyataannya seperti itu, apakah lo tau siapa yang membuat bendera itu? Dan apa lo tau siapa yang menulis kalimat tauhid (kalimat Allah) pada bendera itu?

Apakah Nabi Muhammad sendiri yang membuat benderanya?, dan apakah Nabi Muhammad sendiri yang menuliskan kalimat tauhidnya?, sehingga lo begitu nyakin dan menyatakan bahwa bendera tauhid yang dibawa bawa sekarang itu adalah bendera/panji Nabi Muhammad yang harus dibela?"

Dan yang perlu di ingat bahwa pada jaman Nabi, tidak semua orang dapat membawa bendera yang menjadi panji Nabi, hanya orang orang tertentu saja yang menjadi pilihan Nabi sendirilah yang dapat membawanya.

Tidak seperti sekarang siapapun dapat membawanya dan entah siapa menyuruhnya.

Sekarang itu bila hanya bendera maka siapapun dapat membuatnya dan bila hanya tulisan maka siapapun dapat menulisnya dan mengatakannya, "ini kalimat Allah" yang harus dibela.

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab (menulis Kalimat Allah) dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”,  untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.
QS. al-Baqarah (2) : 79

Teman : "waduh, benar juga ya bro apa yang lo bilang, hampir aja gw juga mau ikut terjebak dan ikut gabung, ngeri juga tuh bro nganjarannya , untung lo kasih tau gw bro, thank bro atas pengetahuannya.

Gw : "ya bro kita harus bisa saling mengingatkan bro, dan kita harus pandai pandailah menelaah segala sesuatunya, jangan hanya bisa ikut ikutan saja dan jangan mudah untuk terprovokasi bila tidak ingin celaka.

Teman : "yoi bro, thanks bro".
EriksaRizkiM
garpupatah
calmlet2mg
calmlet2mg dan 47 lainnya memberi reputasi
48
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.