- Beranda
- Stories from the Heart
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog
...
TS
afryan015
Diikuti 3 Arwah Wanita Setelah Ngevlog

Hay Agan agan sekalian, kali ini aku ada cerita baru lagi nih namun hanya beberapa part saja, soalnya ini yang di alami oleh temanku, dan untuk cerita Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga terpaksa aku hentikan hehe, 
dan semoga cerita ini dapat menghibur kalian ya, nggak jauh jauh dari Ryan kok, masih ada jejaknya Ryan dan Mbah Margono dalam membantu orang, dan mungkin nantinya akan ada cerita sendiri dimana kekonyolan Ryan dan Mbah Margono mencari mustika atau pusaka jika memang banyak yang antusias
dan untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 2 masih terus dilanjut tenang saja, dan akan berbarengan dengan kisah ini hanya jam tayangnya yang berbeda
dan satu lagi untuk cerita Sekamar Kos Dengan Dia 1 insyallah akan saya perbaiki dan upload ulang supaya yang belum baca bisa membaca dari awal
Jangan lupa ya baca juga
Hidup Berdampingan Dengan Mereka (kisah mula Ryan)
Sekamar Kos Dengan Dia 1
Sekamar Kos Dengan Dia 2
Sebuah Luka Dibalik Cahaya Surga
Kota Kecil Wonosobo, Mistis nanMenawan
Kisah ini berawal setelah aku mendapat kabar dari orang tua temanku yang bernama Rendra dan dia juga menceritakan detail kejadiannya padaku, sebut saja itu nama dia, Rendra ini merupakan seorang konten kreator juga, dia sering membuat konten video horor, podcast horor di sebuah chanel youtube, kadang juga dia melakukan live streaming di plat form lain seperti Bigo, dam beberapa plat form live streaming lainnya, kalau dilihat dari pengikut dan penonton dari setiap video yang dia buat, bisa dikatakan dia termasuk yang sudah lama menggeluti bidang ini
Untuk masalah live streaming, Rendra sering melakukan eksplor ke tempat tempat angker dan sudah sampai diberbagai wilayah yang terbilang cukup seram, dan biasanya dia melakukan kegiatan itu sendirian tanpa ditemani rekan, dia benar benar melakukan hal penjelajahan sendirian, tempat angker yang sudah pernah di jelajahi diantara lain adalah, Alas Purwo, Lawang Sewu, Wonderia, dan masih banyak yang lainya, dan dari eksplorasinya itu tidak jarang dalam videonya atau live streamingnya menangkap sebuah pergerakan dari makhluk alam sebelah.
Kita mulai langsung pada ceritanya, pada saat itu orang tua Rendra memberiku kabar karena khawatir dengan anaknya yang bernama Rendra, orang tuanya khawatir karena akhir akhri ini Rendra terlihat begitu aneh dibanding hari biasanya, tingkah yang di tunjukan tidak seperti Rendra yang selalu riang dan selalu merespon cepat setiap apapun yang terjadi.
Namun menurut penjelasan orang tua Rendra, sepulang dia dari eksplor terlihat seperti orang linglung, dan setiap ditanya sesuatu pasti tidak langsung di jawab melainkan seperti orang bengong terlebih dahulu, dan ketika diulang kedua kali baru Rendra bisa merespon apa yang tadi ditanyakan oleh seseorang, hal itu membuat khawatir kedua orang tua Rendra, sementara karena saat itu aku sedang ada urusan dengan Mbah Margono makanya belum bisa untuk datang ke rumah Rendra dan memastikan apa yang terjadi, dan urusanku dengan Mbah Margono ini memerlukan waktu kalau tidak salah tujuh hari baru kemudian aku bisa berkunjung ke rumah Rendra.
Menurut cerita yang aku dapat, Rendra baru pulang dari salah satu curug yang digunakan untuk acara padusan, biasanya dilakukan menjelang awal satu suro di sebuah desa, disini tidak bisa disebutkan secara detail dimana letak desa tersebut, yang jelas Rendra baru pulang dari tempat padusan itu, seperti biasa Rendra tidak ditemani satu teman pun, dia berangkat sendiri kelokasi dimana curug itu berada.
Dan sesampainya dirumah, Rendra langsung masuk berjalan dengan tatapan datar, sambil melihat kesekeliling ruangan yang dia lewati, seolah dia asing terhadap ruangan yang dia lewati ini, bapak ibunya yang melihat Rendra seperti itu, kemudian mencoba menanyai Rendra, apakah baik baik saja atau tidak.
“Ren, kamu sudah pulang, kamu tidak apa apa kan” tanya bapak Rendra memastikan
“heemm, haa” jawabn Rendra hanya semacam itu saja seperti tidak nyambung saat ditanayi
Setelah ditanya oleh bapaknya, Rendra langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari bapaknya dan langsung naik kelantai dua ke kamarnya dan langsung menutup kamar rapat rapat, dan setelah masuk kedalam kamar, sama sekali tidak keluar sedikitpun dari kamarnya, hampir seharian Rendra tidak keluar, yang membuat orang tuanya sangat khawatir, hingga akhirnya pada malam harinya diwaktu akan makan malam, ibu Rendra memanggilnya dari lantai bawah namun sama sekali tidak ada jawaban dari Rendra.
Ibunya Rendrapun mencoba untuk mengetuk kamar Rendra, namun saat akan mengetuk, Ibu Rendra mendengar Rendra sedang berbicapa pada seseorang, ibu rendra berfikir mungkin Rendra sedang bertelfonan dengan temannya, namun yang membuat aneh adalah suara lawan bicara Rendra sangat jelas, dan terdengar seolah benar benar ada di ruangan yang sama dengan Rendra, dan untuk memastikan ibu Rendra mencoba untuk mengetuknya
“Ren? Rendra? Makan dulu yuk, sudah waktunya makan malam ini” ajak Ibunya untuk makan
Awal mengetuk sama sekali tidak ada jawaban, Rendra terus asik berbicara dengan lawan bicaranya itu, ibu Rendra masih berfikir positif mungkin dia memang sedang fokus berbincang dengan temannya di telefon. Dan membiarkan Rendra untuk menyelesaikan telfonnya itu bersama temannya.
Hingga akhirnya ibu Rendra pun turun kembali untuk makan bersama bapak Rendra sembari menunggu anaknya selesai berbincang dengan temannya di Telefon, menit berganti menit hingga akhirnya rasa khawatir ibu Rendra kembali muncul, dan berfikir untuk kembali menyuruh Rendra untuk segera turun.
Ibu Rendra kemudian berjalan menuju ke lantai dua saat dalam perjalanan menuju ke lantai dua, samar samar ibu Rendra dari tangga melihat ada sesosok Wanita berjalan memasuki kamar Rendra, padahal sejak awal Rendra pulang dia tidak bersama siapa siapa bahkan setelah beberapa waktu Rendra pulang juga tidak ada temannya yang main kerumah, Ibu Rendra paham karena sejak dari tadi dia berada di depan Rumah menata Tanaman dan mengganti tanah di pot pot tanaman itu, jadi seharusnya apabila ada teman Rendra yang datang Ibu Rendra akan mengetahuinya lebih dulu.
Karena penasaran dengan siapa yang menemani Rendra di dalam kamarnya, Ibunya kemudian terus berjalan kekamar Rendra mengikuti sosok wanita tadi yang berjalan masuk kekamar Rendra, sesampainya di depan kamar Rendra, ibunya mencium wangi yang sangat segar, seperti ada bunga yang tumbuh disana, saat sedang mengamati harum wangi dari mana itu berasal, dari arah dalam kamar Rendra terdengar suara canda tawa sebegitu riang, Rendra terdengar seperti sedang bergurau dengan seorang wanita didalam sana
Ibu Rendra pun kemudian mengetuk kembali pintu kamar Rendra, dan seketika itu suara canda tawa itu berhenti terdengar dari dalam kamarnya,
“Ren, ayo makan dulu, kamu sama siapa didalam, itu temennya sekalian diajak saja makan bareng sama kita” Ibu Rendra kembali mengajak Rendra untuk makan dan sekalian menyuruh Rendra mengajak temannya itu
Rendra pun kemudian membuka kan Pintu kamarnya, dan terlihat wajah Rendra seperti tidak sehat, mata yang kelihatan sayu, disekitar matanya juga terlihat lingkaran hitam, sedangkan wajahnya terlihat sangat pucap, seperti sangat lelah dan bibirnya pucat
“Hmm, iya aku turun” dengan nada lesu Rendra menjawab ibunya
Saat Rendra membuka pintu kamar, namun hanya sedikit yang dibukanya, seolah tidak ada yang boleh tahu ada siapa didalam sana, namun ibunya sempat mengintip dari celah celah di pintu yang terbuka itu, namun sama sekali tidak mendapati siapapun yang berada diddalam kamar rendra saat itu, , terasa sangat aneh bagi ibu Rendra padahal tadi dia benar benar melihat wanita masuk kedalam kamar Rendra dan itu sangat nyata.
“kamu lagi sama siapa sih Ren, ada temanmu kan didalam” sambil melihat dan mengintip kearah dalam kamar Rendra ibunya bertanya
“tidak ada siapa siapa” dengan nada datar Rendra menjawab dan segera menutup karamnya lalu bergegas turun kebawah dengan langkah gontai memegangi gagang anak tangga.
Melihat Rendra menuruni anak tangga, ibunya kemudian mencoba memastikan didalam kamarnya kalau memang tidak ada siapa siapa, gagang pintu mulai dipegang oleh ibu Rendra dan tuas mulai diputar, padahal pintu tadi sama sekali tidak dikunci oleh Rendar, namun saat Ibu Rendra akan membuka kamar nya dirasakan sangat susah, Ibunya mencoba mendorong pintu kamar Rendra dengan sekuat tenaga namun pintu terasa begitu berat, setalah mencoba sekuat tenaga, perlahan pintu terbuka walau sangat berat, terasa pintu seperti ada yang mengganjal dari dalan, dan perlahan pintu mulai terbuka namun dalam keadaan yang gelap, aneh memang saat tadi Ibu nya mengintip dan ada Rendra disana padahal kondisi kamar lampu sudah menyalah, dan kini ibunya meraih saklar lampu di sampi pintu dan menyalakannya, sehingga kini Ibu Rendra sudah bisa melihat dalam ruang kamar Rendra, terlihat sepi tidak ada siapapun didalam sana,
Dan saat tengah memperhatikan kamar Rendra, tiba tiba, ada suara sesosok wanita namun tidak ada wujudnya dan berkata “segera pergi dari kamar ini”suara itu terdengar lirih namun jelas di telinga ibu Rendra, dan membuat nya terkejut hingga melompat kebelakang, dan bersamaan dengan itu lampu kamar kembali mati dengan sendirinya dan pintu tertutup dengan cukup keras seolah dibanting dari dalam kamar, yang membuat hampir saja mengenai kepala ibu Rendra yang masih berada di depan pintu.
Seketika ibu Rendra kemudian memanggil suaminya dengan panik dan ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi, Ayah Rendra pun kemudian menyusul istrinya naik ke depan kamar Rendra, yang ternyata sudah terduduk lemas karena kejadian tadi, Ayah Rendra mencoba tanya apayang sebenarnya baru terjadi, namun karena saking syoknya, Ibu Rendra tidak bisa berkata kata lagi.
Tak berselang lama setelah itu Rendra kembali dari makannya, sepertinya dia sudah selesai makan, dan kembali berjalan dengan gontay, dengan tatapan kosong berjalan lurus tanpa memperdulikan orang tuanya terutama ibunya yang sedang terduduk lemas, Rendra berjalan lempeng lurus membuka pintu kamarnya yang lagi lagi sudah dalam kondisi terang, padahal tadi dalam kondisi mati, Rendra masuk kemudian langsung menutup pintu dan terdengar suara pintu kamar di kunci dari dalam.
Terlihat wajah kebingungan dari kedua orang tua Rendra, mereka belum pernah melihat Rendra seperti itu, dan setelah kejadian itu Ibu Rendra di bawa turun oleh suaminya untuk beristirahat di bawah sambis sesekali menanyakan tentang kejadian apa yang baru saja di alami oleh istrinya itu. Dan setelah di ceritakan ayah Rendra tidak begitu mempercayai kejadian yang diceritakan oleh isrinya itu, karena selama mereka hidup disana belum pernah mengalami kejadian yang di luar nalar seperti itu,
Singkat cerita pada pagi harinya, saat selesai pulang dari sholat berjamaah di mushola, saat ayah Rendra sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, Ayah Rendra melihat seorang wanita berpakaian kebaya dengan rambut digelung seperti seorang putri kerajaan, wanita itu sedang berjalan hendak masuk ke pagar rumahnya, yang kebetulan juga pagar rumah Rendra sedang tertutup rapat, wanita itu kemudian berdiri mematung tepat di depan gerbang masuk Rumah Rendra, Ayah Rendra sedikit penasaran degan siapa yang ingin bertamu subuh subuh seperti ini, saat hendak Ayah Renda temui wanita itu, kebetulan tetangganya yang berada di belakangnya memanggil dan membuat Ayah Rendra menoleh ke arah belakang.
“Pak apakah nanti bisa kerumah sebentar, sekitar jam delapan lah, kita bicarakan masalah yang kemarin” tetangga itu mengajak janjian bertemu pagi ini
“insyallah bisa pak, tenang saja sepertinya semua sudah siap kok persiapannya” Ayah Rendra mengiyakan ajakan tetengganya itu
“baik lah kalo gitu sih, saya permisi dulu pak, Assalamu’alaikum” tetangga itu lalu berpamitan meninggalkan ayah Rendra
“iya pak Wa’alaikum Salam”
Setelah itu ayah Rendra kembali melihat ke arah rumahnya lagi, namun sosok wanita berbaju kebaya itu sudah tidak terlihat lagi berdiri di depan pagar rumahnya, Ayah Rendra jadi semakin penasaran siapa sebenarnya wanita tadi yang berada di depan rumahnya memakai kebaya.
Kejadian itu terus berlanjut, siang harinya setelah ayah Rendra baru pulang dari tempat tetangganya itu kembali dia melihat wanita berpakaian kebaya dengan gelung itu berada di depan pagar, karena penasarannya Ayah Rendra kemudian bergegas, setelah sampai disana, ayah Rendra kemudian mencium aroma wangi dari wanita yang berada di depannya itu, posisinya saat itu adalah, si wanita berpakaian kebaya ini membelakangi ayah Rendra, aroma wangi itu adalah wangi bunga kanthil, dan setelah diperhatikan ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian pernikahan dengan adat jawa, karena merasa sedikit aneh dengan penampilan wanita itu kemudian ayah Rendra menanyakan ada perlu apakah wanita itu depan rumahnya. (siapa yang tidak aneh melihat wanita berpakaian pengantin jawa berdiri dirumahnya sendirian)
“siang mbak, mbak ada keperluan apa ya di depan rumah saya” Ayah Rendra mulai menanyakan maksud dari wanita itu berada di depan rumahnya, namun wanita itu sama sekali tidak menjawab atau bersuara sedikitpun untuk menjawab rasa penasaran Ayah Rendra,
Kebetulan juga sosok wanita itu berdiri tepat di pintu masuk sehingga menghalangi jalan masuk Ayah Rendra untuk memasuki rumahnya,
“permisi mbak, saya mau masuk rumah, jika mbaknya tidak ada urusan atau keperluan kerumah saya, boleh minggir dulu mbak saya mau masuk rumah” Ayah Renda meminta permisi untuk memasuki rumahnya sendiri
“saya…… mau masuk…… saya …….. mau ketemu Rendra…” dengan nada dingin dan datar wanita itu berbicara lirih
“oh temannya Rendra, silahkan masuk saja, mari saya bukakan pintunya” wanita itu kemudian sedikit menyingkir memberi ruang Ayah Rendra untuk membuka pintu pagarnya, namun wanita itu masih tetap membelakangi Ayah Rendra sehingga belum bisa dilihat wajahnya oleh Ayah Rendra.
“dia……. Harus…… pergi…… Rendraa… Milikku saja……” setelah ayah Rendra membuka pintu kemudian masuk wanita itu berkata demikian dengan nada yang masih datar saja.
“siapa mbak yang harus pergi, mbak pacarnya anak saya ya” Ayah Rendra mencoba menyelidiki siapa yang sebenarnya dimaksud sambil terus berjalan dan membuka pintu rumahnya, namun wanita itu masih terus berdiam diri didepan pagar rumahnya,
“wanita….. dia….. wanitaaa. Jahaaaattt…….” Dengan nada sedikit lebih tinggi wanita itu berkata sambil menolehke arah Ayah Rendra
Begitu wanita itu menoleh ke arah Ayah Rendra, Ayah Rendra malah ketakutan hingga pingsan, ternyata wanita berpakaian kebaya jawa seperti pakaian pengantin jawa itu saat menoleh sama sekali tidak memiliki wajah, hanya ada hiasan makeup layaknya pengantin jawa namun tanpa adanya mulut, hidung dan mata
Dan karena syok melihat rupa yang tidak wajar itu, membuat Ayah Rendra langsung tergeletak pingsan di depan rumahnya,
Diubah oleh afryan015 23-11-2021 11:59
itkgid dan 55 lainnya memberi reputasi
56
17.7K
258
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
afryan015
#11
Bab 2
Hari ketiga setelah Rendra pulang dari ngevlog, pacar Rendra yang bernama Novi datang kerumah untuk menjenguk Ayah Rendra yang demam akibat kemarin melihat sosok wanita berkebaya tanpa wajah, badan Ayah Rendra langsung panas semenjak hari itu, Pacar Rendra datang dengan membawa obat karena diminta ibu Rendra, sedangkan Rendra saat dimintai tolong malah hanya terlihat linglung saat itu.
Ibu Rendra juga meminta tolong pada Novi untuk coba melihat Rendra dan membawakan Rendra makanan karena sejak pagi dia belum terisi apapun di dalam perutnya, Novi kemudian memberikan obat yang diminta oleh ibu Rendra untuk mengambil buah Jambu yang berada di belakang rumah yang tadi barusaja dipetik oleh Ibu Rendra, untuk nanti dibawakan ke pada Rendra bersama dengan makanannya.
Novi kemudian berjalan menuju ke halaman belakang untuk mengambil buah jambu yang dimaksud oleh ibu Rendra, Novi membuka pintu belakang rumah dan setelah membuka pintu Novi melihat ada seorang wanita berpakaian kaos berwarna kuning dengan memakai jelana jeans pendek dan berambut panjang sebahu sedang berdiri sambil mengambil sebuah Jambu dari dalam kranjang yang mungkin tadi dipetik, Novi merasa aneh, karena dirumah ini hanya ada Rendra, Ibu dan Bapaknya saja, Novi sempat berprasangka kalau itu adalah tetangga yang ingin meminta buah Jambu itu.
“Mbak, mbak mau minta Jambu itu, tidak apa apa mbak ambil saja” ucap Novi sambil menghampiri wanita itu
Namun wanita itu malah justru meletakan kembali jambu itu lalu kemudian bergegas pergi, dan saat wanita itu hendak pergi kebetulan arahnya menghampiri Novi, namun wanita itu berjalan sambil menunduk sehingga Novi sama sekali tidak bisa melihat wajah wanita itu, dan saat berpapasan, aroma harum tercium begitu menyengat dari tubuhnya, namun setelah beberapa saat aroma harum itu langsung berubah menjadi seperti bau getir atau bau bangkai yang begitu busuk, hingga membuat rasa mual tiba tiba muncul pada diri Novi, ingin rasanya memuntahkan sesuatu yang ingin mencoba merangsak keluar dari dalam perutnya, namun perasaan itu bisa dibendung sehingga tidak jadi memuntahkan isi perutnya.
Terbesit rasa heran pada benak Novi, muncul dari manakah aroma wangi dan aroma busuk itu yang tiba tiba muncul secara hampir bersamaan, dan menghilang saling bersamaan, dia juga menebak nebak siapa sebenarnya wanita yang barusaja ditemuinya, karena buah yang diminta itu ditunggu oleh ibunya Rendra, Novi kemudian mengesampingkan pikiran pikirannya itu, dan nantinya akan bertanya pada ibu Rendra.
Setelah mengambil buah Jambu yang berada di keranjang belakang rumah, Novi kemudian langsung membawa masuk kedalam rumah dan segera muncuci buah Jambu yang baru dibawanya itu, saat berada didapur, Novi langsung mengarah ke washtafel untuk mencuci buangnya, dia membersihkan satu persatu buah yang baru dia ambil, dan saat sedang mencuci Novi merasakan ada seseorang berjalan melewati belakangnya mondar mandir dan terus berjalan menuju ke arah ruang tengah, saat itu Novi berfikir kalau itu adalah Ibunya Rendra, karena hanya dia kini yang sehat, kemudian Novi pun mencoba bertanya pada seseorang yang berjalan itu.
“Bu itu Rendra sudah sejak kapan berdiam diri terus di dalam kamarnya, dan bapak juga sudah berapa hari demam seperti itu” sambil terus membersihkan buah yang di ambilnya tadi Novi bertanya.
Namu setelah menunggu beberapa saat, Novi menunggu jawaban yang diharapkan namun tak kunjung dia dapatkan, sehingga dia mencoba untuk bertanya untuk kedua kalinya.
“Bu, sudah berapa lama mereka seperti itu, bapak dan Juga Rendra?” Novi mencoba mengulangi pertanyaannya sambil terus mencuci buah jambunya.
Dan kembali setelah menunggu beberapa saat tetap tidak ada jawaban sama sekali, hal itu membuat Novi merasa sedikit aneh soalnya suara orang berjalan mondar mandir itu masih terdengar di belakangnya, hal itu membuatnya menoleh kebelakang untuk melihat siapa sebenarnya seseorang yang mondar mandir itu,
Dan saat Novi membalikan badannya, Novi melihat sesosok wanita berpakaian kebaya dan bergelung seperti seorang pengantin jawa, yang diprediksi itu adalah sosok yang sama yang dilihat oleh bapaknya Rendra, namun sepertinya Novi tidak mengetahui hal itu, namun dengan pakaian yang tidak sewajarnya, hal itu membuat Novi syok sehingga membuatnya berdiam mematung didepan washtafel.
Saat Novi mematung dari arah kanannya suara ibu Rendra memanggilnya yang membuatnya tersadar dan terkaget oleh suara ibu Rendra itu yang ternyata baru selesai dari kamar mandi, dan seketika Novi langsung menengok ke arah ibu Rendra
“eh iya bu, ada apa?” dengan ekspresi kaget Novi menjawab panggilan itu
“kamu kenapa malah bengong disitu, sudah sini ibu bantuin ngupasnya” Ibu Rendra berjalan menghampiri Novi
“eh iya maaf bu, e… itu siapa ya bu, kok dari tadi mondar mandir dibelakang Novi” Novi menunjuk kearah ruang tengah, namun saat dia mencoba menunjukan, sosok wanita itu sudah tidak berada disana
“siapa sih, nggak ada siapa siapa kok, kamu sih ngelamun aja” jawab ibu Rendra sepele
Ya mungkin aku hanya halu saja, mungkin itu yang ada dalam benak Novi saat itu, lagian mana mungkin ada seorang wanita memakai bayak di rumah ini, kan tidak ada yang mau nikahan.
Setelah selesai mencuci buah yang tadi diambil kemudian dipotong potong, Novi kemudian beranjak kearah kamar Rendra sekalian membawa buah jambu dan juga makan siangnya untuk segera dimakan oleh Rendra, sedangkan ibu Rendra beranjak kekamarnya untuk kembali merawat suaminya yang sedang sakit demam.
Novi pun kemudian beranjak menuju ke arah kamar Rendra yang berada di lantai dua, saat mulai menaiki anak tangga, Novi mendengar suara Rendra sedang mengobrol asik didalam kamarnya, entah dengan siapa, ada sedikit rasa heran pada benak Novi, karena menurut keterangan ibunya, Rendra masih dikamar dalam kondisi lemas dan linglung, tapi kenapa ini terdengar dari arah luar Rendra terdengas sedang asik ngobrol dengan seseorang didalam sana,
Sesampaimya didepan kamar Rendra, semakin terdengar asik dia mengobrol didalam sana, namun Novi sama sekali tidak mendengar lawan bicaranya berbicara di dalam, namun saat dia hendak mengetuk pintu kamar Rendra, tiba tiba Rendra menghentikan suara obrolan itu dan kamar nya terdengar menjadi sunyi seketika, tidak ada suara orang mengobrol sama sekali.
Novi kemudian membuka pintu kamar Rendra dan segera masuk kedalam sana, terlihat suasana kamar Rendra begitu pengap karena gorden kamar sama sekali tidak dibuka dan kipas angin juga tidak dihidupkan, entah kenapa padahal di daerah ini terkenal dingin namun dikamar Rendra saat itu terasa begitu panas dan engap, sedangkan Rendra terlihat sedang tidur dengan kondisi tertutup rapat dengan slimut seluruh badannya.
Buah dan makanan kemudian Novi letakan di atas meja yang berada di sebelah tempat tidur Rendra, kemudian setelah itu dia beranjak kearah jendela untuk membuka gorden dan jendela, sambil membangunkan Rendra
“Ren bangun, ini sudah siang ayo makan dulu, biar kamu cepet baikan, ayo bangun” sambil membuka jendela Novi membangunkan Rendra
Namun rendra sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Novi, terlihat Rendra malah tertidur cukup pulas, nah pada saat itu, Novi baru menyadari, kalau Rendra tertidur, terus tadi siapa yang ngobrol atau bicara cukup kencang dari dalam sini, tapi Novi tidak mau berfikir macam macam, dia tetap berfikir positif kalau mungkin tadi dia salah dengar, dan kembali membangunkan Rendra dengan menggoyangkan dan sedikit menepuk pipi Rendra dengan lembut, karena sudah dari pagi belum makan makan Novi mengusahakan untuk siang ini Rendra harus makan.
Dan saat Novi sedang membangunkan Rendra, tiba tiba dari arah belakang, atau lebih tepatnya dari arah kamar mandi dalam yang berada di dalam kamar Rendra, terdengar suara pintu kamar mandi itu terbuka, mendengar suara pintu, Novi kemudian menoleh kearah kamar mandi itu, dan merasa sedikit kaget karena harusnya Rendra sendirian dikamar ini dan tidak ada lagi siapa siapa, sedangkan Ayah dan Ibunya berada dilantai satu, dan Novi malah dibuat sangat terkejut, karena yang keluar dari dalam kamar mandi itu adalah Rendra, yang terlihat barusaja mencucimuka dengan raut muka yang masih terlihat lemas dengan mata panda yang masih ada disekitar matanya, jalan gontai juga masih dia perlihatkan saat itu.
Karena kaget dengan sosok Rendra yang muncul dari arah kamar mandi, Novi kemudian kembali melihat diranjang tidur Rendra, terus siapa yang tadi ia coba bangunkan kalau Rendra berada di kamar mandi sejak tadi, dan saat melihat Ranjang ternyata disana tidak ada siapa siapa, hanya ada bantal guling yang terlihat tergeletak didepan matanya.
Hal itu membuat Novi terlihat sangat kikuk, dan bingung mau mengatakan apapun, Rendra yang saat itu melihat Novi datang, kemudian berbicara pada Novi.
“oh kamu Nov, sudah dari tadi” dengan nada lemas Rendra bertanya dan di tambah sedikit menguap tanda dia seperti baru saja bangun
“loh, kok kamu ….” Novi masih terlihat syok dan kikuk, karena kejadian itu
“kenapa Nov, aaahh badan ku kok rasanya pegal semua ya” Rendra berjalan gontai menuju ranjangnya dan duduk diatas ranjannya.
“ee.. sudah tidak apa apa, mungkin karena aku capek, semaleman baru saja lembur kerjaan, kamu makan ya biar kuat badanmu, nanti aku pijitin” Novi mencoba mengalihkan pikirannya, dan memang karena kebetulan semalam dia baru saja selesai lembur.
Ternyata Rendra mau memakan makanan yang dibawa oleh Novi ke kamarnya, ya walaupun tidak banyak dimakan oleh Rendra, Novi senang dia sudah mau makan, daripada tidak terisi apa apa, kemudian Novi meminta Rendra untuk tidur tengkurap, Rendra pun menurut dan kemudian punggungnya dipijat oleh Novi, menurut keterangan dari Novi, saat memijat punggung Rendra, tubuh Rendra terasa sangat panas dan badannya terasa sangak keras seperti batu, padahal biasanya Novi saat memijat Rendra tubuhnya tidak sekeras ini.
Saat memijat Rendra juga mengatakan kalau memang sudah tidak kuat tidak usah dipijit tidak apa apa, Rendra juga berkata, terasa keras ya tubuh ini, dan terlihat raut muka Rendra sedikit tersenyum mengerikan saat mengatakan hal itu, tidak biasanya dan tidak pernah terlihat oleh Novi kalau rendra memiliki ekspresi seperti itu, selang beberapa menit karena Novi merasa tubuh Rendra semakin lama semakin Keras maka dia memutuskan untuk menyudahi memijat, dan karena makanan sudah selesai dimakan walau tidak dimakan habis, maka Novi segera membawa turun piring bekan makan Rendra itu.
Novi merapikan meja dimana tadi dia meletakan makanan diatasnya, piring dan gelas kemudian dimasukan kembali kedalam baki untuk dibawa turun, Rendra juga sudah disiapkan untuk tiduran dan dislimuti oleh Novi supaya badannya hangat dan mengeluarkan keringat.
Saat berjalan keluar kamar Rendra, tepat setelah melewati, pintu kamar Rendra dan metupunya, Novi mendengar samar samar suara seperti memperingati dia, suara itu seperti berbisik dan mengatakan “tidak usah sok perhatian, pergi”, Novi yang sama mendengar suara itu, sempat berdiam diri untuk memastikan apa yang didengarnya, namun setelah itu dia sama sekali tidak mendengar apapun lagi, dan mengangapnya dia memang kelelahan karena lemburan semalam.
Sesampainya dibawah Novi kemudian langsung mencuci dan membersihkan piring yang barusaja dipakai Rendra untuk makan, Ibu Rendra juga membawa piring kotor yang baru saja digunakan, dan Novi juga mencucikan piring itu, karena piring kotor sudah di handle oleh Novi maka ibu Rendra berniat untuk mengangkat jemuran yang sudah kering, namun ternyata Novi memperhatikan kalau ibu Rendra sebenarnya sudah sangat kelelahan, dan karena itu, Novi kemudian melarangnya untuk melakukannya sendiri, dan akan di kerjakan oleh Novi saja, dan menyuruh ibunya Rendra untuk duduk dan istirahat saja.
“bu, ibu kelihatannya sudah sangat lelah ya, karena mengurusi bapak dan Rendra sendirian, kalau seandainya, hari ini aku menginap apakah boleh bu, setidaknya untuk membantu ibu mengurusi pekerjaan rumah, dan merawat Rendra bu?” Novi menawarkan untuk membantu mengurus Rendra dan ayahnya
“sebenarnya ibu memang kelelahan tapi mau bagaimana lagi,dan kalau kamu mau menginap dan membantu ibu dengan senang hati ibu mempersilahkan” dengan senyum Ibu Rendra menjawab
Novi pun kemudian melanjutkan membantu mengangkat jemuran yang sudah kering dibelakang rumah, lalu kemudian dia bawa kedalam ke ruangan diamana biasa ibu Rendra menyetrika, dan karena hari sudah mulai sore, Novi berpamitan untuk pulang dulu sebentar, mengambil pakaian ganti, dan berbersih dulu baru kemudian akan kembali.
Beberapa jam kemudian, lebih tepatnya setelah Maghrib, Novi baru kembali ke Rumah Rendra karena kebetulan dirumah tadi ada tamu yang harus dia temui, dan baru bisa balik setelah maghrib, Novi mengetuk rumah Rendra dan tak menunggu lama, pintu kemudian dibukakan oleh ibu Rendra dari dalam rumah.
Setelah membukakan pintu, lalu Novi dipersilahkan untuk masuk kedalam rumah, dan saat memasuki rumah, Novi kemudian melihat sosok wanita yang dilihatnya saat mengambil buah jambu di belakang rumah, dan masih mengenakan pakaian yang sama dengan saat dia terakhir melihatnya, wanita itu terlihat masuk kedalam rumah kearah ruang tengah, hal itu membuat Novi semakin penasaran sebenarnya siapa wanita itu kenapa dia ada disini, karena rasa penasaran itu Novi kemudian menanyakan siapa dia kepada ibu Rendra.
Dan setelah menanyakan hal itu pada ibu Rendra, malah yang terjadi ibu Rendra malah kebingungan dengan seseorang yang di maksud oleh Novi, Ibu Rendra sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang dimaksud karena dirumah ini hanya ada mereka berempat saja, hal itu membuat Novi merasa sangat aneh, jelas jelas dia tadi melihat ada seorang wanita masuk keruang tenga, dengan wajah kebingungan, ibu Rendra kemudian mengalihkan pembicaraan dia mengatakan untuk melupakan, mungkin Novi terlalu lelah.
Setelah itu kegiatan mereka berdua adalah menonton tv di ruang tengah, dan sesekali menengok ke dalam kamar ayah Rendra dan kamar Rendra barang kali mereka memerluka sesuatu.
Malam pun semakin larut, rasa ngantuk mulai terasa dimata mereka berdua, ibu Rendra kemudian berpamitan untuk pindak ke kamar tidurnya sedang kan Novi masih tetap bertahan disana, padahal dia sudah disediakan kamar sendiri yang kebetulan kamar itu memang disediakan untuk tamu.
Tanpa terasa mata Novi pun terpejam namun belum benar benar tidur, dia masih bisa mendengarkan suara disekitarnya, jam yang berdetak, dan kadang suara serangga dari luar rumah juga terdengar merangsak masuk ke telinganya, dan saat itu juga tiba tiba dia mendegar suara langkah kaki, berjalan dari arah ruang tengah dimana dia berada menuju ke arah dapur, kemudian langkah kaki itu kembali keruang tengah dan menjauh lagi, hal itu terdengar sebanya tiga kali, dan pada kali ketiga suara langkah kaki itu terdengar mendekat kearahnya, yang dia pikir itu adalah suara ibu Rendra yang mengambil keperluan dari suaminya yang meminta diambil sesuatu dari dapur dan setelah kembali akan menyuruh Novi pinda ke kamar yang sudah di sediakan,
Dan saat langkah kaki itu berhenti di depannya, Novi pun kemudian membuak matanya, dan seketika tubuhnya terbujur kaku karena melihat sesosok wanita berpakaian kuning dengan celana jeans dan rambut sebahu sesuai yang dia temui di belakang rumah, aroma harum tercium saat itu juga, dan Novi pun bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, sebuah wajah rusak dengan kepala bagian pelipis penyok kedalam dan wajah berlumuran darah mengalir yang saat itu wajah nya didekatkan ke arah Novi yang membuat dia semakin kaku, tak dapat bergerak, darah segar hampir menetes kearah mukanya, semakin lama semakin dekat wajah rusak itu dan wanita itu berkata.
“kamu tidak usah ikut campur urusan kami disini” sosok wanita itu berkata sambil melotot dan saat berbicara, belatung keluar dari mulutnya dan berjatuhan diatas muka Novi
Hal menjijikan sekalugus menyeramkan itu membuatnya berteriak sekuat tenaga sambil berusaha menyingkirkan wajah buruk dan belatung yang terus berjatuhan itu dengan mata tertutup, suara teriakan Novi membuat ibu Rendra kembali keluar kamarnya dan melihat Novi seolah memberontak menjauhkan sesuatu darinya
“Nov, Novi kamu kenapa nak, ini ibu, sadar, nyebut Nov” dengan ekspresi bingung ibu Rendra menyadarkan Novi
Dengan tepukan tangan dipipi Novi, Novi kemudian membuka matanya dan segera melihat kesekelilinya memastika sosok wanita itu sudah tidak ada disana, dengan wajah panik dan ketakutan dia melihat sekeliling.
“ada apa, kamu kenapa” ibu Rendra bertanya dengan bingungnya
“bu aku takut sendiri, aku mau tidur di kamar ibu saja, di lantai nggak papa, Novi takut sendiri bu” sambil memeluk ibu Rendra Novi meminta untuk ikut tidur dikamar ibu Rendra
Karena kasihan dengan Novi, Ibu Rendra pun mempersilahkan namun sebelum tidur di kamar orang tua Rendra, Novi dan Ibu Rendra kemudian mengambil sebuah kasur portable untuk di bawa ke kamar sebagai alas tidur Novi malam itu, dan selama tidur dikamar orang tua Rendra dia tidak digangu dan bisa tidur hingga pagi walau saat pertama akan tidur rasa was was terus muncul.
Ibu Rendra juga meminta tolong pada Novi untuk coba melihat Rendra dan membawakan Rendra makanan karena sejak pagi dia belum terisi apapun di dalam perutnya, Novi kemudian memberikan obat yang diminta oleh ibu Rendra untuk mengambil buah Jambu yang berada di belakang rumah yang tadi barusaja dipetik oleh Ibu Rendra, untuk nanti dibawakan ke pada Rendra bersama dengan makanannya.
Novi kemudian berjalan menuju ke halaman belakang untuk mengambil buah jambu yang dimaksud oleh ibu Rendra, Novi membuka pintu belakang rumah dan setelah membuka pintu Novi melihat ada seorang wanita berpakaian kaos berwarna kuning dengan memakai jelana jeans pendek dan berambut panjang sebahu sedang berdiri sambil mengambil sebuah Jambu dari dalam kranjang yang mungkin tadi dipetik, Novi merasa aneh, karena dirumah ini hanya ada Rendra, Ibu dan Bapaknya saja, Novi sempat berprasangka kalau itu adalah tetangga yang ingin meminta buah Jambu itu.
“Mbak, mbak mau minta Jambu itu, tidak apa apa mbak ambil saja” ucap Novi sambil menghampiri wanita itu
Namun wanita itu malah justru meletakan kembali jambu itu lalu kemudian bergegas pergi, dan saat wanita itu hendak pergi kebetulan arahnya menghampiri Novi, namun wanita itu berjalan sambil menunduk sehingga Novi sama sekali tidak bisa melihat wajah wanita itu, dan saat berpapasan, aroma harum tercium begitu menyengat dari tubuhnya, namun setelah beberapa saat aroma harum itu langsung berubah menjadi seperti bau getir atau bau bangkai yang begitu busuk, hingga membuat rasa mual tiba tiba muncul pada diri Novi, ingin rasanya memuntahkan sesuatu yang ingin mencoba merangsak keluar dari dalam perutnya, namun perasaan itu bisa dibendung sehingga tidak jadi memuntahkan isi perutnya.
Terbesit rasa heran pada benak Novi, muncul dari manakah aroma wangi dan aroma busuk itu yang tiba tiba muncul secara hampir bersamaan, dan menghilang saling bersamaan, dia juga menebak nebak siapa sebenarnya wanita yang barusaja ditemuinya, karena buah yang diminta itu ditunggu oleh ibunya Rendra, Novi kemudian mengesampingkan pikiran pikirannya itu, dan nantinya akan bertanya pada ibu Rendra.
Setelah mengambil buah Jambu yang berada di keranjang belakang rumah, Novi kemudian langsung membawa masuk kedalam rumah dan segera muncuci buah Jambu yang baru dibawanya itu, saat berada didapur, Novi langsung mengarah ke washtafel untuk mencuci buangnya, dia membersihkan satu persatu buah yang baru dia ambil, dan saat sedang mencuci Novi merasakan ada seseorang berjalan melewati belakangnya mondar mandir dan terus berjalan menuju ke arah ruang tengah, saat itu Novi berfikir kalau itu adalah Ibunya Rendra, karena hanya dia kini yang sehat, kemudian Novi pun mencoba bertanya pada seseorang yang berjalan itu.
“Bu itu Rendra sudah sejak kapan berdiam diri terus di dalam kamarnya, dan bapak juga sudah berapa hari demam seperti itu” sambil terus membersihkan buah yang di ambilnya tadi Novi bertanya.
Namu setelah menunggu beberapa saat, Novi menunggu jawaban yang diharapkan namun tak kunjung dia dapatkan, sehingga dia mencoba untuk bertanya untuk kedua kalinya.
“Bu, sudah berapa lama mereka seperti itu, bapak dan Juga Rendra?” Novi mencoba mengulangi pertanyaannya sambil terus mencuci buah jambunya.
Dan kembali setelah menunggu beberapa saat tetap tidak ada jawaban sama sekali, hal itu membuat Novi merasa sedikit aneh soalnya suara orang berjalan mondar mandir itu masih terdengar di belakangnya, hal itu membuatnya menoleh kebelakang untuk melihat siapa sebenarnya seseorang yang mondar mandir itu,
Dan saat Novi membalikan badannya, Novi melihat sesosok wanita berpakaian kebaya dan bergelung seperti seorang pengantin jawa, yang diprediksi itu adalah sosok yang sama yang dilihat oleh bapaknya Rendra, namun sepertinya Novi tidak mengetahui hal itu, namun dengan pakaian yang tidak sewajarnya, hal itu membuat Novi syok sehingga membuatnya berdiam mematung didepan washtafel.
Saat Novi mematung dari arah kanannya suara ibu Rendra memanggilnya yang membuatnya tersadar dan terkaget oleh suara ibu Rendra itu yang ternyata baru selesai dari kamar mandi, dan seketika Novi langsung menengok ke arah ibu Rendra
“eh iya bu, ada apa?” dengan ekspresi kaget Novi menjawab panggilan itu
“kamu kenapa malah bengong disitu, sudah sini ibu bantuin ngupasnya” Ibu Rendra berjalan menghampiri Novi
“eh iya maaf bu, e… itu siapa ya bu, kok dari tadi mondar mandir dibelakang Novi” Novi menunjuk kearah ruang tengah, namun saat dia mencoba menunjukan, sosok wanita itu sudah tidak berada disana
“siapa sih, nggak ada siapa siapa kok, kamu sih ngelamun aja” jawab ibu Rendra sepele
Ya mungkin aku hanya halu saja, mungkin itu yang ada dalam benak Novi saat itu, lagian mana mungkin ada seorang wanita memakai bayak di rumah ini, kan tidak ada yang mau nikahan.
Setelah selesai mencuci buah yang tadi diambil kemudian dipotong potong, Novi kemudian beranjak kearah kamar Rendra sekalian membawa buah jambu dan juga makan siangnya untuk segera dimakan oleh Rendra, sedangkan ibu Rendra beranjak kekamarnya untuk kembali merawat suaminya yang sedang sakit demam.
Novi pun kemudian beranjak menuju ke arah kamar Rendra yang berada di lantai dua, saat mulai menaiki anak tangga, Novi mendengar suara Rendra sedang mengobrol asik didalam kamarnya, entah dengan siapa, ada sedikit rasa heran pada benak Novi, karena menurut keterangan ibunya, Rendra masih dikamar dalam kondisi lemas dan linglung, tapi kenapa ini terdengar dari arah luar Rendra terdengas sedang asik ngobrol dengan seseorang didalam sana,
Sesampaimya didepan kamar Rendra, semakin terdengar asik dia mengobrol didalam sana, namun Novi sama sekali tidak mendengar lawan bicaranya berbicara di dalam, namun saat dia hendak mengetuk pintu kamar Rendra, tiba tiba Rendra menghentikan suara obrolan itu dan kamar nya terdengar menjadi sunyi seketika, tidak ada suara orang mengobrol sama sekali.
Novi kemudian membuka pintu kamar Rendra dan segera masuk kedalam sana, terlihat suasana kamar Rendra begitu pengap karena gorden kamar sama sekali tidak dibuka dan kipas angin juga tidak dihidupkan, entah kenapa padahal di daerah ini terkenal dingin namun dikamar Rendra saat itu terasa begitu panas dan engap, sedangkan Rendra terlihat sedang tidur dengan kondisi tertutup rapat dengan slimut seluruh badannya.
Buah dan makanan kemudian Novi letakan di atas meja yang berada di sebelah tempat tidur Rendra, kemudian setelah itu dia beranjak kearah jendela untuk membuka gorden dan jendela, sambil membangunkan Rendra
“Ren bangun, ini sudah siang ayo makan dulu, biar kamu cepet baikan, ayo bangun” sambil membuka jendela Novi membangunkan Rendra
Namun rendra sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Novi, terlihat Rendra malah tertidur cukup pulas, nah pada saat itu, Novi baru menyadari, kalau Rendra tertidur, terus tadi siapa yang ngobrol atau bicara cukup kencang dari dalam sini, tapi Novi tidak mau berfikir macam macam, dia tetap berfikir positif kalau mungkin tadi dia salah dengar, dan kembali membangunkan Rendra dengan menggoyangkan dan sedikit menepuk pipi Rendra dengan lembut, karena sudah dari pagi belum makan makan Novi mengusahakan untuk siang ini Rendra harus makan.
Dan saat Novi sedang membangunkan Rendra, tiba tiba dari arah belakang, atau lebih tepatnya dari arah kamar mandi dalam yang berada di dalam kamar Rendra, terdengar suara pintu kamar mandi itu terbuka, mendengar suara pintu, Novi kemudian menoleh kearah kamar mandi itu, dan merasa sedikit kaget karena harusnya Rendra sendirian dikamar ini dan tidak ada lagi siapa siapa, sedangkan Ayah dan Ibunya berada dilantai satu, dan Novi malah dibuat sangat terkejut, karena yang keluar dari dalam kamar mandi itu adalah Rendra, yang terlihat barusaja mencucimuka dengan raut muka yang masih terlihat lemas dengan mata panda yang masih ada disekitar matanya, jalan gontai juga masih dia perlihatkan saat itu.
Karena kaget dengan sosok Rendra yang muncul dari arah kamar mandi, Novi kemudian kembali melihat diranjang tidur Rendra, terus siapa yang tadi ia coba bangunkan kalau Rendra berada di kamar mandi sejak tadi, dan saat melihat Ranjang ternyata disana tidak ada siapa siapa, hanya ada bantal guling yang terlihat tergeletak didepan matanya.
Hal itu membuat Novi terlihat sangat kikuk, dan bingung mau mengatakan apapun, Rendra yang saat itu melihat Novi datang, kemudian berbicara pada Novi.
“oh kamu Nov, sudah dari tadi” dengan nada lemas Rendra bertanya dan di tambah sedikit menguap tanda dia seperti baru saja bangun
“loh, kok kamu ….” Novi masih terlihat syok dan kikuk, karena kejadian itu
“kenapa Nov, aaahh badan ku kok rasanya pegal semua ya” Rendra berjalan gontai menuju ranjangnya dan duduk diatas ranjannya.
“ee.. sudah tidak apa apa, mungkin karena aku capek, semaleman baru saja lembur kerjaan, kamu makan ya biar kuat badanmu, nanti aku pijitin” Novi mencoba mengalihkan pikirannya, dan memang karena kebetulan semalam dia baru saja selesai lembur.
Ternyata Rendra mau memakan makanan yang dibawa oleh Novi ke kamarnya, ya walaupun tidak banyak dimakan oleh Rendra, Novi senang dia sudah mau makan, daripada tidak terisi apa apa, kemudian Novi meminta Rendra untuk tidur tengkurap, Rendra pun menurut dan kemudian punggungnya dipijat oleh Novi, menurut keterangan dari Novi, saat memijat punggung Rendra, tubuh Rendra terasa sangat panas dan badannya terasa sangak keras seperti batu, padahal biasanya Novi saat memijat Rendra tubuhnya tidak sekeras ini.
Saat memijat Rendra juga mengatakan kalau memang sudah tidak kuat tidak usah dipijit tidak apa apa, Rendra juga berkata, terasa keras ya tubuh ini, dan terlihat raut muka Rendra sedikit tersenyum mengerikan saat mengatakan hal itu, tidak biasanya dan tidak pernah terlihat oleh Novi kalau rendra memiliki ekspresi seperti itu, selang beberapa menit karena Novi merasa tubuh Rendra semakin lama semakin Keras maka dia memutuskan untuk menyudahi memijat, dan karena makanan sudah selesai dimakan walau tidak dimakan habis, maka Novi segera membawa turun piring bekan makan Rendra itu.
Novi merapikan meja dimana tadi dia meletakan makanan diatasnya, piring dan gelas kemudian dimasukan kembali kedalam baki untuk dibawa turun, Rendra juga sudah disiapkan untuk tiduran dan dislimuti oleh Novi supaya badannya hangat dan mengeluarkan keringat.
Saat berjalan keluar kamar Rendra, tepat setelah melewati, pintu kamar Rendra dan metupunya, Novi mendengar samar samar suara seperti memperingati dia, suara itu seperti berbisik dan mengatakan “tidak usah sok perhatian, pergi”, Novi yang sama mendengar suara itu, sempat berdiam diri untuk memastikan apa yang didengarnya, namun setelah itu dia sama sekali tidak mendengar apapun lagi, dan mengangapnya dia memang kelelahan karena lemburan semalam.
Sesampainya dibawah Novi kemudian langsung mencuci dan membersihkan piring yang barusaja dipakai Rendra untuk makan, Ibu Rendra juga membawa piring kotor yang baru saja digunakan, dan Novi juga mencucikan piring itu, karena piring kotor sudah di handle oleh Novi maka ibu Rendra berniat untuk mengangkat jemuran yang sudah kering, namun ternyata Novi memperhatikan kalau ibu Rendra sebenarnya sudah sangat kelelahan, dan karena itu, Novi kemudian melarangnya untuk melakukannya sendiri, dan akan di kerjakan oleh Novi saja, dan menyuruh ibunya Rendra untuk duduk dan istirahat saja.
“bu, ibu kelihatannya sudah sangat lelah ya, karena mengurusi bapak dan Rendra sendirian, kalau seandainya, hari ini aku menginap apakah boleh bu, setidaknya untuk membantu ibu mengurusi pekerjaan rumah, dan merawat Rendra bu?” Novi menawarkan untuk membantu mengurus Rendra dan ayahnya
“sebenarnya ibu memang kelelahan tapi mau bagaimana lagi,dan kalau kamu mau menginap dan membantu ibu dengan senang hati ibu mempersilahkan” dengan senyum Ibu Rendra menjawab
Novi pun kemudian melanjutkan membantu mengangkat jemuran yang sudah kering dibelakang rumah, lalu kemudian dia bawa kedalam ke ruangan diamana biasa ibu Rendra menyetrika, dan karena hari sudah mulai sore, Novi berpamitan untuk pulang dulu sebentar, mengambil pakaian ganti, dan berbersih dulu baru kemudian akan kembali.
Beberapa jam kemudian, lebih tepatnya setelah Maghrib, Novi baru kembali ke Rumah Rendra karena kebetulan dirumah tadi ada tamu yang harus dia temui, dan baru bisa balik setelah maghrib, Novi mengetuk rumah Rendra dan tak menunggu lama, pintu kemudian dibukakan oleh ibu Rendra dari dalam rumah.
Setelah membukakan pintu, lalu Novi dipersilahkan untuk masuk kedalam rumah, dan saat memasuki rumah, Novi kemudian melihat sosok wanita yang dilihatnya saat mengambil buah jambu di belakang rumah, dan masih mengenakan pakaian yang sama dengan saat dia terakhir melihatnya, wanita itu terlihat masuk kedalam rumah kearah ruang tengah, hal itu membuat Novi semakin penasaran sebenarnya siapa wanita itu kenapa dia ada disini, karena rasa penasaran itu Novi kemudian menanyakan siapa dia kepada ibu Rendra.
Dan setelah menanyakan hal itu pada ibu Rendra, malah yang terjadi ibu Rendra malah kebingungan dengan seseorang yang di maksud oleh Novi, Ibu Rendra sama sekali tidak mengetahui siapa sosok yang dimaksud karena dirumah ini hanya ada mereka berempat saja, hal itu membuat Novi merasa sangat aneh, jelas jelas dia tadi melihat ada seorang wanita masuk keruang tenga, dengan wajah kebingungan, ibu Rendra kemudian mengalihkan pembicaraan dia mengatakan untuk melupakan, mungkin Novi terlalu lelah.
Setelah itu kegiatan mereka berdua adalah menonton tv di ruang tengah, dan sesekali menengok ke dalam kamar ayah Rendra dan kamar Rendra barang kali mereka memerluka sesuatu.
Malam pun semakin larut, rasa ngantuk mulai terasa dimata mereka berdua, ibu Rendra kemudian berpamitan untuk pindak ke kamar tidurnya sedang kan Novi masih tetap bertahan disana, padahal dia sudah disediakan kamar sendiri yang kebetulan kamar itu memang disediakan untuk tamu.
Tanpa terasa mata Novi pun terpejam namun belum benar benar tidur, dia masih bisa mendengarkan suara disekitarnya, jam yang berdetak, dan kadang suara serangga dari luar rumah juga terdengar merangsak masuk ke telinganya, dan saat itu juga tiba tiba dia mendegar suara langkah kaki, berjalan dari arah ruang tengah dimana dia berada menuju ke arah dapur, kemudian langkah kaki itu kembali keruang tengah dan menjauh lagi, hal itu terdengar sebanya tiga kali, dan pada kali ketiga suara langkah kaki itu terdengar mendekat kearahnya, yang dia pikir itu adalah suara ibu Rendra yang mengambil keperluan dari suaminya yang meminta diambil sesuatu dari dapur dan setelah kembali akan menyuruh Novi pinda ke kamar yang sudah di sediakan,
Dan saat langkah kaki itu berhenti di depannya, Novi pun kemudian membuak matanya, dan seketika tubuhnya terbujur kaku karena melihat sesosok wanita berpakaian kuning dengan celana jeans dan rambut sebahu sesuai yang dia temui di belakang rumah, aroma harum tercium saat itu juga, dan Novi pun bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, sebuah wajah rusak dengan kepala bagian pelipis penyok kedalam dan wajah berlumuran darah mengalir yang saat itu wajah nya didekatkan ke arah Novi yang membuat dia semakin kaku, tak dapat bergerak, darah segar hampir menetes kearah mukanya, semakin lama semakin dekat wajah rusak itu dan wanita itu berkata.
“kamu tidak usah ikut campur urusan kami disini” sosok wanita itu berkata sambil melotot dan saat berbicara, belatung keluar dari mulutnya dan berjatuhan diatas muka Novi
Hal menjijikan sekalugus menyeramkan itu membuatnya berteriak sekuat tenaga sambil berusaha menyingkirkan wajah buruk dan belatung yang terus berjatuhan itu dengan mata tertutup, suara teriakan Novi membuat ibu Rendra kembali keluar kamarnya dan melihat Novi seolah memberontak menjauhkan sesuatu darinya
“Nov, Novi kamu kenapa nak, ini ibu, sadar, nyebut Nov” dengan ekspresi bingung ibu Rendra menyadarkan Novi
Dengan tepukan tangan dipipi Novi, Novi kemudian membuka matanya dan segera melihat kesekelilinya memastika sosok wanita itu sudah tidak ada disana, dengan wajah panik dan ketakutan dia melihat sekeliling.
“ada apa, kamu kenapa” ibu Rendra bertanya dengan bingungnya
“bu aku takut sendiri, aku mau tidur di kamar ibu saja, di lantai nggak papa, Novi takut sendiri bu” sambil memeluk ibu Rendra Novi meminta untuk ikut tidur dikamar ibu Rendra
Karena kasihan dengan Novi, Ibu Rendra pun mempersilahkan namun sebelum tidur di kamar orang tua Rendra, Novi dan Ibu Rendra kemudian mengambil sebuah kasur portable untuk di bawa ke kamar sebagai alas tidur Novi malam itu, dan selama tidur dikamar orang tua Rendra dia tidak digangu dan bisa tidur hingga pagi walau saat pertama akan tidur rasa was was terus muncul.
sampeuk dan 30 lainnya memberi reputasi
31
Tutup