- Beranda
- Stories from the Heart
Sekamar Kos Dengan "Dia" 2 ( Pengalaman Tempat Kerja)
...
TS
afryan015
Sekamar Kos Dengan "Dia" 2 ( Pengalaman Tempat Kerja)

Hallooooo agan agan sekalian, masih ingat kan dengan ku Ryan si penakut hehe.......ini adalah cerita ku selanjutnya masih dalam lanjutan cerita yang kemarin hanya saja tempatnya kini sedikit berbeda dari sebelumnya.
Mungkin bisa agan agan yang belun baca thread ane silahkan dibaca dulu thread ane sebelumnya
Quote:
Bagi yang belum kenal dengan ku, kenalin Namaku Ryan dan untuk mengenal ku lebih detail silahkan baca trit ku yang sebelumnya, dan bagi yang sudah mengenalku silahkan saja langsung baca dan selamat menikmati

Oh iya jangan lupa
Quote:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diubah oleh afryan015 06-12-2022 11:14
mangawal871948 dan 206 lainnya memberi reputasi
195
233.3K
2.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
afryan015
#512
Pertempuran Dua Golongan
Tak di sangka Bajra pun menangkap kepala bawahannya itu kemudian yang dia lakukan kepada kepala itu adalah menggigit dan memakan kepala bawahannya itu, sebuah hal yang membuat bapak terasa mual dan jijik, bapak sama sekali tidak menyangka kalau sosok Bajra ini begitu tidak menghargai bawahannya, tapi yang menjadi kekhawatiran bapak bukan seberapa bengis sosok Bajra ini, tapi menghadapi dua siluman tadi saja sepertinya sudah sangat menguras tenaga bang Damar, bapak khawatir apakah kita bisa melawan semua siluman siluman ini, tapi bapak tidak mau meragukan bang Damar, dia selalu memiliki kejutan dalam setiap aksinya, dan dari empat perewangan bang Damar hanya satu yang belum pernah bapak temui, dan mungkin nantinya sosok itu bisa berpengaruh besar dalam penyerangan ini, pikir bapak.
Apang yang melihat dua siluman milik Bajra gugur, terlihat sengat kesal dan geram, sedangkan Bajra sambil memakan kepala bawahannya hanya tertawa kegirangan, karena mendapati musuh yang dia pikir sepadan dengan Bajra dan pasukannya itu, namun dengan sikap sombongnya, Bajra masih mengira akan dengan mudah mengalahkan bapak dan Bang Damar, karena yang ada saat itu baru bapak dan Bang Damar saja, para rewangan mereka belum muncul atau dipanggi.
Saat itu, aku melihat sedikit aneh, golok yang biasa dipakai bapak sama sekali tidak ada di badannya, entah apakah memang tidak di bawa atau bagaimana, tapi setahuku bapak akan selalu membawa golok itu kapanpun saat merasakan akan ada musuh astral yang kuat, ku pikir apakah bapak meremehkan Bajra sehingga tidak membawa golok itu, namun kalau dilihat dari ekspresi tadi bapak khawatir dengan pertempuran ini, lantas mengapa golok itu tidak dibawa.
“Pak apakah ini nantinya akan ada pertempuran disini” karena khawatir aku menanyakan hal itu pada bapak
“seperti yang kamu pikirkan yan” sedikit tersenyum bapak menjawab pertanyaanku dengan terus menatap pada visual ingatannya
“terus golok bapak yang biasanya itu dimana, kenapa tidak ada disana” masih penasaran aku dengan keberadaan golok bapak, namun bapak tidak mau menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dimana golok nya berasal itu
Bajra kemudian maju kedepan dan mulai berhadapan dengan bapak dan Bang Damar, Apang mengikuti dibelakannya, dan saat Apang itu maju bersama Bajra, ternyata diikat pinggang yang dikenakannya aku melihat benda yang tidak asing bagiku, namun hanya dengan warna yang berbeda saja, untuk kalian tahu saja, golok yang bapak miliki itu memiliki detail mata golok yang berwarna hitam dengan ukiran emas di mata goloknya, dan itu adalah tulisan arab yang aku tidak bisa membacanya, dan dibagian gagang berbentuk sebuah kepala burung garuda dengan hiasan mata berupa batu berwarna biru terang, entah batu apa yang berada di gagang golok itu.
Dan golong yang berada di ikat pinggang Apang memiliki bentuk yang sama dibagian gagangnya, yaitu kepala burung garuda dengan mata berupa batu biru terang, namun dibagian mata goloknya aku belum bisa melihat apakah sama atau tidak karena masih didalam sarung goloknya.
“hebat juga ternyata dirimu, dengan kemampuanmu seperti itu kenapa kita tidak bekerja sama saja hahaha” sambil asik mengunyah kepala bawahannya Bajra menawarkan kerja sama dengan Bapak
“apa untungnya bekerja sama dengan makhluk sepertimu ha” dengan wajah sinis bang Damar bertanya pada Bajra.
“hey yang benar saja, disini kamu memiliki kesepakatan dengan ku untuk menghabisi mereka, kenapa melah mengajak kerja sama dengan mereka” protes Apang pada Bajra dan segera mengeluarkan golok yang berada diikat pinggangnya
Setelah Apang mengeluarkan goloknya baru aku bisa melihat mata dari golok itu, yang ternyata hampir mirip dengan mirip punya bapak, hanya saja disana tidak ada ukiran tulisan arab seperti mirip punya bapak.
Karena Apang ini mulai mengeluarkan bang Damar langsung mengeluarkan pusaka gaibnya berupa pedang yang biasa dia gunakan, dan langsung dia acungkan pedang itu kearah Apang dan Bajra, bapak masih dalam kondisi tenang dengan kepala menunduk karena enggan melihat Bajra yang sedang mengunyah kepala itu
“tunggu lah sebentar, atau kau akan membayarnya sangat mahal” dengan nada tak suka dan melempar kepala bawahannya itu Bajra berkata pada Apang.
“sudahlah Bajra tarik mundur semua pasukanmu ini, atau kau akan menangis kehilangan mereka semua” dengan mata melirik ke arah Bajra bang Damar memerintahakan
“benar apa yang dikatakannya, aku sama sekali tidak ingin bekerja sama denganmu, dan sebaiknya segeralah mundur” dengan tenang bapak mengatakan hal itu pada Bajra
“alah banyak omong, sudah kita habisi mereka saja” Apang yang sudah siap dengan Goloknya kemudian menyerang bang Damar yang sudah bersiaga.
Bang Damar lantas ingin langsung mengibaskan pedangnya langsung pada sosok Apang ini namun ditangkis oleh bapak karena nantinya takut akan menghabisi Apang secara langsung, begitu juga golok yang diserangkan ke bang Damar juga sekaligus ditangkis oleh bapak, dan saat menangkis golok itu terlihat mata dari gagang burung garuda itu memancarkan sinar biru terang saat dipegang oleh bapak, dan ternyata bapak merasakan ada suatu energi yang menarik dalam golok itu, mata bapak terfokus pada golok yang di genggam oleh Apang itu.
“Ah kau ini, biarkan aku berunding dengan dia, dasar manusia tak berguna, kau akan membayar semua ini dengan sangat mahal” dengan sangat kesal Bajra kemudian memberi perintah pada bawahannya untuk segera menyerang bapak dan Bang Damar
“seperti yang dikatakan Damar tadi, kau sama sekali tidak tertarik bekerja sama dengan kalian” sambil menangkis bapak menjawab pertanyaan dari si Bajra.
“dan dengan jawabanmu itu maka kamu akan binasa dasara manusia menjijikan” ucap kasa Bajra pada bapak dan Bang Damar.
Dengan seketika seluruh pasukan Bajra mulai bergerak menyerang, dan di saat itu sosok dari kejauhan berlari dengan kencang menembus pepohonan dan segera membantu bapak dan bang Damar sekaligus membawa bantuan dari sekutunya dan para bawahannya dan tentunya dia adalah Barzam, dan tidak hanya dari darat, dari udara pun sosok dengan badan yang sangat besar dan bersayap terbang dengan diikuti beberapa kelompok burung besar dan manusia setengah burung datang menutupi bulan purnama yang saat itu sedang bersinar terang dilangit dan dia adalah pasukan Gufron, beberapa pasukan Bajra kemudian terbang menyerang bala bantuan bapak dan Bang Damar di langit saat itu, dan tak lupa dari bagian sungai juga terlihat bala pasukan juga datang, sesosok reptil berdalah dingin dikuti banyak pasukan bahkan kalau dilihat dari wujudnya dia mengajak banyak sekutu, bahkan dari jin yang berada di sekitar pulau kalimantan seperti jawa, sulawesi dan lainnya, dia adalah Alhazam yang memiliki hubungan baik dengan para jin putih dari berbagai kerajaan, tak sedikit bantuan dari tanah Jawa, hal itu terlihat dari pakaian dari pasukan yang dibawa Alhazam saat itu.
Melihat pasukan bala bantuan yang sangat banyak itu merangsak menyerang, Bajra terlihat begitu kaget dengan kedatangan bala bantuan itu, mungkin fikirnya kenapa tidak terdeteksi sejak awal dan bisa menyerang scepat itu, pertempuran besar pun kembali pecah, kerajaan Bajra melawan bang Damar dan bapak di bantu beberapa kerajaan dan sekutu jin Putih, tak diragukan lagi kalau Bajra kaget karena perewangan bang damar merupakan jin golongan tingkat tinggi.
Namun walau kita sudah dibantu beberapa sekutu dari kerajaan jin putih disekitar pulau Kalimantan, jumlahnya masih kurang untuk mengimbangi pasukan dari Bajra, dan ternyata masih ada bala bantuan dari jin muslim yang sengaja di panggil oleh bapak dan mereka pun segera hadir, dari arah barat, ribuan bahkan kali ini puluhan ribu pasukan berkuda terbang beserta orang orang bersorban membawa kris yang menaikinya datang, pasukan itu sama persis dengan yang bapak bawa saat pertempuran menyelamatkan Anggi.
Dan dengan adanya tambahan bantuan yang dipanggil bapak, diharapkan kondisinya bisa seimbang dan bahkan kalau bisa malah kita yang lebih unggul karena lawan yang kita serang saat ini merupakan jin golongan hitam tingkat tinggi yang jelas memiliki sekutu yang lebih banyak dibandingkan dengan jin golongan putih.
Suara gemuruh peperangan terdengar sangat keras, teriakan semngat dan teriakan kesakitan terdengar di sela sela gemuruh pusaka yang saling beradu saat itu, Bajra yang sangat geram dengan serangan yang dia tidak sangka ini kemudian mengamuk dengan menyerang bang Damar dengan cakarnya, tiga tanduk emas yang berada dikepala Bajra bersinar terang seolah sebagai tanda bahwa Bajra ini sedang dalam posisi serius dan siap membinasakan musuh musuhnya termasuk bapak dan bang Damar.
Bang Damar kemudian menyerang Bajra sedangkan bapak menyerang Apang yang sedari tadi sudah melancarkan serangan serangannya dan hanya bapak tangkis dengan beberapa rapalan dan gerakan silat, aku barupaham bapak saat ini belum memiliki senjata pusaka dan masih menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk menyerang para musuhnya dan itupun dilakukan hanya saat dia benar benar mengancam keselamatan bapak.
Beberapa kali serangan dilancarkan oleh bang Damar menggunakan tinjuan gaib dibarengi dengan sabetan pedang kearah badan Bajra namun dengan mudah Bajra menahan serangan yang diberikan oleh bang Damar, ada sosok dari arah kanan bang Damar membantu namun dengan sangat mudah Bajra mengelancarkan serangan cakarnya dan menembus bada sosok jin yang membantu bang Damar itu dan menancap di kuku Bajra, setelah itujin itu di angkat oleh Bajra dan ditarik kaki sosok itu hingga terbelah menjadi beberapa bagian.
Beberapa kali serangan dari belakang ke tubuh Bajra untuk membantu bang Damar terlihat sia sia, beberpa tombak menancap di tubuh Bajra dan sosok yang menyerang itu langsung di hajar habis oleh Bajra, dengan cakaran, dan kembali ada dua sosok jin dari sekutu Alhazam membawa trisula, berlari dari arah sungai dan satu sosok segera melompat untuk menyerang bagian kepala dari sosok Bajra itu dan satunya lagi menyerang kearah bagian bawah Bajra, dengan tujuan untuk menggoyangkan pertahanan dari Bajra ini, bang Damar dengan inisiatifnya mengulkan energi di tangannya dan menciptakan gumpalan energi berwarna ungu, yang hendak bang Damar lepaskan untuk melukai tubuh Bajra itu.
Bukan Bajra namanya kalau tidak bisa menghindari serangan itu, sosok yang melompat tadi ke arah Bajra kemudian diserang dengan cakaranya sehingga kembali tertancap di kuku Bajra sedangkan yang menyerang dari bawah terkena serangan dari kepalan Bajra bebarengan dengan bang Damar yang melepaskan gumpalan energi itu kearah Bajra sehingga sosok yang menyerang dibagian bawah dihempaskan ke arah gumpalan energi bang Damar dan menjadi tameng itu.
Sosok yang tertancap oleh Bajra kemudian di gigit kepalanya hingga putus, suara teriakan dari Bajra terdengar sangat kencang seolah memberi semangat pada para bawahannya, setelah itu terdengar suara semangat dari para bawahan Bajra, serangan mereka bertambah bringas, Barzam terus menyerang dan terlihat membabi buta, serangannya bahkan terlihat sangat cepat, aku belum pernah melihat Barzam menyerang sehingga membuatkusangat takjub dengan serangan yang dilancarkan nya, Alhazam pun tak kalah menunjukan bakat serangnya, dia memberi komando kepada bawahannya, tak disangka ternyata sosok Alhazam ini memiliki strategi yang menarik atau dia sebenarnya pintar dalam membuat sebuah strategi, dengan arahan dari Alhazam, satu prajuritnya dapat mengalahkan lima bahkan sepuluh pasukan Bajra dengan mudah dan dalam satu hingga tiga kali serangan, dari udara Gufron terlihat menggunakan kemampuannya untuk menciptakan kilatan petir untuk menyambar para musuhnya, dan yang membuatku kagum, dia bisa memanipulasi pergerakan dari para musuhnya, sehingga terlihat sosok yang menyerang Gufron seperti gerakan slowmotion, sehingga dengan mudah diserang balik oleh Gufron.
Pasukan putih berkuda terbang juga menunjukan aksinya dengan terus menyerang baik dari udara maupun dari darat, serangan ajian dan tenaga dalam terus dilancarkan untuk memberikan damage pada pasukan Bajra.
Bapak yang berhadapan dengan Apang, juga tidak kalah sengit dalam pertempurannya, usaha saling serang dari mereka terlihat sangat ketat, beberapa pukulan gaib dilancarkan oleh bapak dengan tenaga dalamnya, Apang pun beberapa kali mengibaskan golok yang dipegangnya hingga menimbulkan energi yang dapat melukai seperti yang bapak lakukan saat di pertempuran waktu itu, namun hanya saja senergi yang dikeluarkan Apang tidak sebesar yang dilakukan bapak saat itu, entah apakah Apang yang tidak bisa menggunakan golok itu atau memang belum di keluarkan semuanya energi dari golok itu.
Hingga pada suatu kejadian, saat serangan saling dilancarkan, bapak kemudian menggenggam golok yang dipegang oleh Apang, dan saat memegang sepertinya bapak merasakan energi yang sangat kuat dan Apang sama sekali tidak menyadarinya, bapak merasakan itu dan kemudian tertarik untuk mengambil alih pusaka yang dimiliki oleh Apang, dan karena keinginanya itu, bapak tanpa sadar mengumpulkan dan merapalkan sebuah ajian dan kurasakan aura dan energi bapak meningkat begitu pesat, hingga akhirnya ……..
Apang yang melihat dua siluman milik Bajra gugur, terlihat sengat kesal dan geram, sedangkan Bajra sambil memakan kepala bawahannya hanya tertawa kegirangan, karena mendapati musuh yang dia pikir sepadan dengan Bajra dan pasukannya itu, namun dengan sikap sombongnya, Bajra masih mengira akan dengan mudah mengalahkan bapak dan Bang Damar, karena yang ada saat itu baru bapak dan Bang Damar saja, para rewangan mereka belum muncul atau dipanggi.
Saat itu, aku melihat sedikit aneh, golok yang biasa dipakai bapak sama sekali tidak ada di badannya, entah apakah memang tidak di bawa atau bagaimana, tapi setahuku bapak akan selalu membawa golok itu kapanpun saat merasakan akan ada musuh astral yang kuat, ku pikir apakah bapak meremehkan Bajra sehingga tidak membawa golok itu, namun kalau dilihat dari ekspresi tadi bapak khawatir dengan pertempuran ini, lantas mengapa golok itu tidak dibawa.
“Pak apakah ini nantinya akan ada pertempuran disini” karena khawatir aku menanyakan hal itu pada bapak
“seperti yang kamu pikirkan yan” sedikit tersenyum bapak menjawab pertanyaanku dengan terus menatap pada visual ingatannya
“terus golok bapak yang biasanya itu dimana, kenapa tidak ada disana” masih penasaran aku dengan keberadaan golok bapak, namun bapak tidak mau menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dimana golok nya berasal itu
Bajra kemudian maju kedepan dan mulai berhadapan dengan bapak dan Bang Damar, Apang mengikuti dibelakannya, dan saat Apang itu maju bersama Bajra, ternyata diikat pinggang yang dikenakannya aku melihat benda yang tidak asing bagiku, namun hanya dengan warna yang berbeda saja, untuk kalian tahu saja, golok yang bapak miliki itu memiliki detail mata golok yang berwarna hitam dengan ukiran emas di mata goloknya, dan itu adalah tulisan arab yang aku tidak bisa membacanya, dan dibagian gagang berbentuk sebuah kepala burung garuda dengan hiasan mata berupa batu berwarna biru terang, entah batu apa yang berada di gagang golok itu.
Dan golong yang berada di ikat pinggang Apang memiliki bentuk yang sama dibagian gagangnya, yaitu kepala burung garuda dengan mata berupa batu biru terang, namun dibagian mata goloknya aku belum bisa melihat apakah sama atau tidak karena masih didalam sarung goloknya.
“hebat juga ternyata dirimu, dengan kemampuanmu seperti itu kenapa kita tidak bekerja sama saja hahaha” sambil asik mengunyah kepala bawahannya Bajra menawarkan kerja sama dengan Bapak
“apa untungnya bekerja sama dengan makhluk sepertimu ha” dengan wajah sinis bang Damar bertanya pada Bajra.
“hey yang benar saja, disini kamu memiliki kesepakatan dengan ku untuk menghabisi mereka, kenapa melah mengajak kerja sama dengan mereka” protes Apang pada Bajra dan segera mengeluarkan golok yang berada diikat pinggangnya
Setelah Apang mengeluarkan goloknya baru aku bisa melihat mata dari golok itu, yang ternyata hampir mirip dengan mirip punya bapak, hanya saja disana tidak ada ukiran tulisan arab seperti mirip punya bapak.
Karena Apang ini mulai mengeluarkan bang Damar langsung mengeluarkan pusaka gaibnya berupa pedang yang biasa dia gunakan, dan langsung dia acungkan pedang itu kearah Apang dan Bajra, bapak masih dalam kondisi tenang dengan kepala menunduk karena enggan melihat Bajra yang sedang mengunyah kepala itu
“tunggu lah sebentar, atau kau akan membayarnya sangat mahal” dengan nada tak suka dan melempar kepala bawahannya itu Bajra berkata pada Apang.
“sudahlah Bajra tarik mundur semua pasukanmu ini, atau kau akan menangis kehilangan mereka semua” dengan mata melirik ke arah Bajra bang Damar memerintahakan
“benar apa yang dikatakannya, aku sama sekali tidak ingin bekerja sama denganmu, dan sebaiknya segeralah mundur” dengan tenang bapak mengatakan hal itu pada Bajra
“alah banyak omong, sudah kita habisi mereka saja” Apang yang sudah siap dengan Goloknya kemudian menyerang bang Damar yang sudah bersiaga.
Bang Damar lantas ingin langsung mengibaskan pedangnya langsung pada sosok Apang ini namun ditangkis oleh bapak karena nantinya takut akan menghabisi Apang secara langsung, begitu juga golok yang diserangkan ke bang Damar juga sekaligus ditangkis oleh bapak, dan saat menangkis golok itu terlihat mata dari gagang burung garuda itu memancarkan sinar biru terang saat dipegang oleh bapak, dan ternyata bapak merasakan ada suatu energi yang menarik dalam golok itu, mata bapak terfokus pada golok yang di genggam oleh Apang itu.
“Ah kau ini, biarkan aku berunding dengan dia, dasar manusia tak berguna, kau akan membayar semua ini dengan sangat mahal” dengan sangat kesal Bajra kemudian memberi perintah pada bawahannya untuk segera menyerang bapak dan Bang Damar
“seperti yang dikatakan Damar tadi, kau sama sekali tidak tertarik bekerja sama dengan kalian” sambil menangkis bapak menjawab pertanyaan dari si Bajra.
“dan dengan jawabanmu itu maka kamu akan binasa dasara manusia menjijikan” ucap kasa Bajra pada bapak dan Bang Damar.
Dengan seketika seluruh pasukan Bajra mulai bergerak menyerang, dan di saat itu sosok dari kejauhan berlari dengan kencang menembus pepohonan dan segera membantu bapak dan bang Damar sekaligus membawa bantuan dari sekutunya dan para bawahannya dan tentunya dia adalah Barzam, dan tidak hanya dari darat, dari udara pun sosok dengan badan yang sangat besar dan bersayap terbang dengan diikuti beberapa kelompok burung besar dan manusia setengah burung datang menutupi bulan purnama yang saat itu sedang bersinar terang dilangit dan dia adalah pasukan Gufron, beberapa pasukan Bajra kemudian terbang menyerang bala bantuan bapak dan Bang Damar di langit saat itu, dan tak lupa dari bagian sungai juga terlihat bala pasukan juga datang, sesosok reptil berdalah dingin dikuti banyak pasukan bahkan kalau dilihat dari wujudnya dia mengajak banyak sekutu, bahkan dari jin yang berada di sekitar pulau kalimantan seperti jawa, sulawesi dan lainnya, dia adalah Alhazam yang memiliki hubungan baik dengan para jin putih dari berbagai kerajaan, tak sedikit bantuan dari tanah Jawa, hal itu terlihat dari pakaian dari pasukan yang dibawa Alhazam saat itu.
Melihat pasukan bala bantuan yang sangat banyak itu merangsak menyerang, Bajra terlihat begitu kaget dengan kedatangan bala bantuan itu, mungkin fikirnya kenapa tidak terdeteksi sejak awal dan bisa menyerang scepat itu, pertempuran besar pun kembali pecah, kerajaan Bajra melawan bang Damar dan bapak di bantu beberapa kerajaan dan sekutu jin Putih, tak diragukan lagi kalau Bajra kaget karena perewangan bang damar merupakan jin golongan tingkat tinggi.
Namun walau kita sudah dibantu beberapa sekutu dari kerajaan jin putih disekitar pulau Kalimantan, jumlahnya masih kurang untuk mengimbangi pasukan dari Bajra, dan ternyata masih ada bala bantuan dari jin muslim yang sengaja di panggil oleh bapak dan mereka pun segera hadir, dari arah barat, ribuan bahkan kali ini puluhan ribu pasukan berkuda terbang beserta orang orang bersorban membawa kris yang menaikinya datang, pasukan itu sama persis dengan yang bapak bawa saat pertempuran menyelamatkan Anggi.
Dan dengan adanya tambahan bantuan yang dipanggil bapak, diharapkan kondisinya bisa seimbang dan bahkan kalau bisa malah kita yang lebih unggul karena lawan yang kita serang saat ini merupakan jin golongan hitam tingkat tinggi yang jelas memiliki sekutu yang lebih banyak dibandingkan dengan jin golongan putih.
Suara gemuruh peperangan terdengar sangat keras, teriakan semngat dan teriakan kesakitan terdengar di sela sela gemuruh pusaka yang saling beradu saat itu, Bajra yang sangat geram dengan serangan yang dia tidak sangka ini kemudian mengamuk dengan menyerang bang Damar dengan cakarnya, tiga tanduk emas yang berada dikepala Bajra bersinar terang seolah sebagai tanda bahwa Bajra ini sedang dalam posisi serius dan siap membinasakan musuh musuhnya termasuk bapak dan bang Damar.
Bang Damar kemudian menyerang Bajra sedangkan bapak menyerang Apang yang sedari tadi sudah melancarkan serangan serangannya dan hanya bapak tangkis dengan beberapa rapalan dan gerakan silat, aku barupaham bapak saat ini belum memiliki senjata pusaka dan masih menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk menyerang para musuhnya dan itupun dilakukan hanya saat dia benar benar mengancam keselamatan bapak.
Beberapa kali serangan dilancarkan oleh bang Damar menggunakan tinjuan gaib dibarengi dengan sabetan pedang kearah badan Bajra namun dengan mudah Bajra menahan serangan yang diberikan oleh bang Damar, ada sosok dari arah kanan bang Damar membantu namun dengan sangat mudah Bajra mengelancarkan serangan cakarnya dan menembus bada sosok jin yang membantu bang Damar itu dan menancap di kuku Bajra, setelah itujin itu di angkat oleh Bajra dan ditarik kaki sosok itu hingga terbelah menjadi beberapa bagian.
Beberapa kali serangan dari belakang ke tubuh Bajra untuk membantu bang Damar terlihat sia sia, beberpa tombak menancap di tubuh Bajra dan sosok yang menyerang itu langsung di hajar habis oleh Bajra, dengan cakaran, dan kembali ada dua sosok jin dari sekutu Alhazam membawa trisula, berlari dari arah sungai dan satu sosok segera melompat untuk menyerang bagian kepala dari sosok Bajra itu dan satunya lagi menyerang kearah bagian bawah Bajra, dengan tujuan untuk menggoyangkan pertahanan dari Bajra ini, bang Damar dengan inisiatifnya mengulkan energi di tangannya dan menciptakan gumpalan energi berwarna ungu, yang hendak bang Damar lepaskan untuk melukai tubuh Bajra itu.
Bukan Bajra namanya kalau tidak bisa menghindari serangan itu, sosok yang melompat tadi ke arah Bajra kemudian diserang dengan cakaranya sehingga kembali tertancap di kuku Bajra sedangkan yang menyerang dari bawah terkena serangan dari kepalan Bajra bebarengan dengan bang Damar yang melepaskan gumpalan energi itu kearah Bajra sehingga sosok yang menyerang dibagian bawah dihempaskan ke arah gumpalan energi bang Damar dan menjadi tameng itu.
Sosok yang tertancap oleh Bajra kemudian di gigit kepalanya hingga putus, suara teriakan dari Bajra terdengar sangat kencang seolah memberi semangat pada para bawahannya, setelah itu terdengar suara semangat dari para bawahan Bajra, serangan mereka bertambah bringas, Barzam terus menyerang dan terlihat membabi buta, serangannya bahkan terlihat sangat cepat, aku belum pernah melihat Barzam menyerang sehingga membuatkusangat takjub dengan serangan yang dilancarkan nya, Alhazam pun tak kalah menunjukan bakat serangnya, dia memberi komando kepada bawahannya, tak disangka ternyata sosok Alhazam ini memiliki strategi yang menarik atau dia sebenarnya pintar dalam membuat sebuah strategi, dengan arahan dari Alhazam, satu prajuritnya dapat mengalahkan lima bahkan sepuluh pasukan Bajra dengan mudah dan dalam satu hingga tiga kali serangan, dari udara Gufron terlihat menggunakan kemampuannya untuk menciptakan kilatan petir untuk menyambar para musuhnya, dan yang membuatku kagum, dia bisa memanipulasi pergerakan dari para musuhnya, sehingga terlihat sosok yang menyerang Gufron seperti gerakan slowmotion, sehingga dengan mudah diserang balik oleh Gufron.
Pasukan putih berkuda terbang juga menunjukan aksinya dengan terus menyerang baik dari udara maupun dari darat, serangan ajian dan tenaga dalam terus dilancarkan untuk memberikan damage pada pasukan Bajra.
Bapak yang berhadapan dengan Apang, juga tidak kalah sengit dalam pertempurannya, usaha saling serang dari mereka terlihat sangat ketat, beberapa pukulan gaib dilancarkan oleh bapak dengan tenaga dalamnya, Apang pun beberapa kali mengibaskan golok yang dipegangnya hingga menimbulkan energi yang dapat melukai seperti yang bapak lakukan saat di pertempuran waktu itu, namun hanya saja senergi yang dikeluarkan Apang tidak sebesar yang dilakukan bapak saat itu, entah apakah Apang yang tidak bisa menggunakan golok itu atau memang belum di keluarkan semuanya energi dari golok itu.
Hingga pada suatu kejadian, saat serangan saling dilancarkan, bapak kemudian menggenggam golok yang dipegang oleh Apang, dan saat memegang sepertinya bapak merasakan energi yang sangat kuat dan Apang sama sekali tidak menyadarinya, bapak merasakan itu dan kemudian tertarik untuk mengambil alih pusaka yang dimiliki oleh Apang, dan karena keinginanya itu, bapak tanpa sadar mengumpulkan dan merapalkan sebuah ajian dan kurasakan aura dan energi bapak meningkat begitu pesat, hingga akhirnya ……..
itkgid dan 44 lainnya memberi reputasi
45
Tutup