- Beranda
- Stories from the Heart
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
...
TS
laptop.putih
Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]
![Walaupun Cinta, Maaf, Kita Berbeda. [TRUE STORY]](https://s.kaskus.id/images/2019/05/25/10119023_20190525023749.jpg)
Quote:
1. Prolog
Halo, Aku Liana dan aku mau membagi sedikit kisah perjalanan cintaku pada saat aku masih duduk di bangku SMA. sebagai tambahan informasi, Aku adalah seorang perempuan Chinese dan katolik (NO SARA) yang bersekolah di sebuah SMA Negeri di kota kecil di Jawa Timur. Tidak seperti perempuan Chinese lainnya, aku memiliki kulit yang tidak putih, dan mata yang tidak sipit. Teman-temanku dulu selalu bilang kalau aku adalah makhluk mimikri. dibilang chinese bisa engga jjuga bisa.. hahahha
Seperti yang kalian tahu, sangat jarang seorang Chinese sekolah di sekolah negeri. orang-orang pasti lebih memilih ke sekolah swasta atau sekolah di kota-kota besar lainnya. Alasan pertama, sebelum Popo (nenek)ku meninggal, beliau berpesan "Nanti, Lia SMA nya disini aja ya. Jangan di Surabaya. Nanti kalo Lia kuliah aja baru di Surabaya. Kasian mama sendirian." Ya. Aku adalah anak tunggal dan Papaku sudah meninggal sejak aku kelas 2 SD karena sakit. Sebenarnya, setelah aku lulus, aku sama sekali nggak ada pikiran mau sekolah dimana. sampai pada akhirnya banyak orang yang merekomendasikanku ke sekolah negeri karena nilai ujian nasionalku pada saat itu cukup memuaskan. Aku pasrah.
-- AGUSTUS, 2011 --
Mulai hari ini, aku mulai memasuki kelas 3 SMA. Sejauh ini, aku tidak memiliki banyak kendala dalam pelajaran maupun pergaulan. Aku sempat menjadi anggota OSIS dibagian keagamaan khususnya katolik. sekarang aku menjadi ketua perkumpulan siswa katolik dan sebagai ketua ekskul IT. Karena sudah kelas3, aku sudah mulai sibuk dengan bimbel, intensif belajar di sekolah dan persiapan-persiapan ujian nasional lainnya. 2 bulan lagi pun sudah mulai pergantian ketua dimana aku akan segera 100% fokus di ujian-ujian yang akan aku hadapi nantinya. Setidaknya... aku pikir akan seperti itu.
[Index]
2. Perkenalan
3. Senyum
4. Percakapan di Telepon
5. Empat Mata
6. Matahari Untuk Lily
Diubah oleh laptop.putih 20-09-2021 16:33
bukhorigan dan 15 lainnya memberi reputasi
16
8.5K
44
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
laptop.putih
#41
5. Empat Mata
Perasaanku langsung campur aduk. "Apa Gia mau nembak aku ya?" begitu pikirku. Cetek memang pemikiranku saat itu. Tapi bagaimana lagi, sebagai seorang jomblo yang pingin punya pacar ganteng dan berprestasi tentu saja hal itu yang terlintas di pikiranku.
Aku menyusuri lorong kelas IPA yang sudah sepi, bahkan tidak ada orang lain selain di lorong itu. Suasananya persis seperti adegan di film-film horor. Aku makin deg degan. Entah karena suasana lorong yang mencekam atau karena akan berbincang dengan Gia secara langsung untuk pertama kalinya.
Aku mengintip melalui jendela kelas XII IPA 1. Gia sedang duduk di meja guru. Ia tersenyum dan aku melangkah mendekat. "Stop! Kamu jangan deket-deket, di situ aja!" Katanya. Jelas aku langsung terkejut.
Aku melihat tangannya gemetar dan wajahnya memerah. "Aku malu Li. Astaga... Ya ampun." Ia salah tingkah. Aku duduk di salah satu bangku di kelasnya dan kami duduk berjauhan. Kami terpisah dua buah kursi dan dua buah meja..

"Kamu kenapa sih Mas?" Tanyaku menahan tawa. "hahaha... nggak papa. Aku terlalu excited buat ngobrol sama kamu. Maaf ya, kita harus ngobrol dengan cara kayak gini." Katanya.
"Seharusnya aku yang excited buat ngobrol sama Mas Gia. Mas populer, anak OSIS, ketua FKPI, aku apa?" Kataku sambil tertawa kecil. "Tapi lihat Mas Gia grogi kayak gini jadi lucu banget. Aku nggak tahu kalo Mas bisa grogi kalo dideket cewek."
"Bukan grogi dideket cewek. Masalahnya cewek yang ada di depanku sekarang itu kamu. Tahu sendiri seberapa lama aku berusaha buat cari perhatian kamu, sampe akhirnya baru sekarang aku berani ngobrol langsung sama kamu. Oh iya!" Gia merogoh tas ranselnya. "Nih." Ia menyodorkan sebuah hadiah yang sudah terbungkus rapi dengan kertas kado bergambar doraemon. Tentu saja, tangannya masih gemetar.
"Apa ini?" Tanyaku. "Nanti aja dibuka di rumah. Semoga kamu suka." Aku menerima dan mengucapkan terima kasih. Aku tersenyum tapi sebenarnya di dalam hatiku lagi loncat-loncat, salto, gulung-gulung, nggak karuan pokoknya.
Kami berbincang sebentar, membahas tentang beberapa mata pelajaran, ghibahin guru dan teman-teman, sampai membahas mantan. Aku tahu bahwa Gia pernah berpacaran dengan salah seorang teman sekelasku. Aku pernah melihat mereka bergandengan tangan di lorong saat pulang sekolah. Makannya aku cukup heran dengan sikap Gia yang berbeda 180 derajat.
Kami hanya berbincang kurang lebih 30 menit, dan yap! nggak ada acara penembakan seperti yang aku bayangin. Kami juga sepakat untuk online di facebook nanti malam. Maklum, jaman dulu belum ada smart phone seperti sekarang yang bisa online kapan aja. Chat facebook aja aku masih pake ebuddy saat itu, sedangkan Gia cuma aktif di BBM dan online facebook hanya saat di depan komputer.
Quote:
Quote:
Perasaanku langsung campur aduk. "Apa Gia mau nembak aku ya?" begitu pikirku. Cetek memang pemikiranku saat itu. Tapi bagaimana lagi, sebagai seorang jomblo yang pingin punya pacar ganteng dan berprestasi tentu saja hal itu yang terlintas di pikiranku.
Aku menyusuri lorong kelas IPA yang sudah sepi, bahkan tidak ada orang lain selain di lorong itu. Suasananya persis seperti adegan di film-film horor. Aku makin deg degan. Entah karena suasana lorong yang mencekam atau karena akan berbincang dengan Gia secara langsung untuk pertama kalinya.
Aku mengintip melalui jendela kelas XII IPA 1. Gia sedang duduk di meja guru. Ia tersenyum dan aku melangkah mendekat. "Stop! Kamu jangan deket-deket, di situ aja!" Katanya. Jelas aku langsung terkejut.
Aku melihat tangannya gemetar dan wajahnya memerah. "Aku malu Li. Astaga... Ya ampun." Ia salah tingkah. Aku duduk di salah satu bangku di kelasnya dan kami duduk berjauhan. Kami terpisah dua buah kursi dan dua buah meja..

"Kamu kenapa sih Mas?" Tanyaku menahan tawa. "hahaha... nggak papa. Aku terlalu excited buat ngobrol sama kamu. Maaf ya, kita harus ngobrol dengan cara kayak gini." Katanya.
"Seharusnya aku yang excited buat ngobrol sama Mas Gia. Mas populer, anak OSIS, ketua FKPI, aku apa?" Kataku sambil tertawa kecil. "Tapi lihat Mas Gia grogi kayak gini jadi lucu banget. Aku nggak tahu kalo Mas bisa grogi kalo dideket cewek."
"Bukan grogi dideket cewek. Masalahnya cewek yang ada di depanku sekarang itu kamu. Tahu sendiri seberapa lama aku berusaha buat cari perhatian kamu, sampe akhirnya baru sekarang aku berani ngobrol langsung sama kamu. Oh iya!" Gia merogoh tas ranselnya. "Nih." Ia menyodorkan sebuah hadiah yang sudah terbungkus rapi dengan kertas kado bergambar doraemon. Tentu saja, tangannya masih gemetar.
"Apa ini?" Tanyaku. "Nanti aja dibuka di rumah. Semoga kamu suka." Aku menerima dan mengucapkan terima kasih. Aku tersenyum tapi sebenarnya di dalam hatiku lagi loncat-loncat, salto, gulung-gulung, nggak karuan pokoknya.
Kami berbincang sebentar, membahas tentang beberapa mata pelajaran, ghibahin guru dan teman-teman, sampai membahas mantan. Aku tahu bahwa Gia pernah berpacaran dengan salah seorang teman sekelasku. Aku pernah melihat mereka bergandengan tangan di lorong saat pulang sekolah. Makannya aku cukup heran dengan sikap Gia yang berbeda 180 derajat.
Kami hanya berbincang kurang lebih 30 menit, dan yap! nggak ada acara penembakan seperti yang aku bayangin. Kami juga sepakat untuk online di facebook nanti malam. Maklum, jaman dulu belum ada smart phone seperti sekarang yang bisa online kapan aja. Chat facebook aja aku masih pake ebuddy saat itu, sedangkan Gia cuma aktif di BBM dan online facebook hanya saat di depan komputer.
Diubah oleh laptop.putih 18-09-2021 21:31
goreshujan memberi reputasi
1