- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#163
Chapter 107
Quote:
Pertarungan Hunter melawan Djohan masih berlanjut, kali ini Djohan terlihat kesusahan dengan serangan Hunter yang brutal dan sangat acak tidak terbaca pola serangannya. Beberapa bagian tubuh Djohan tergores dengan luka yang cukup dalam dan mengeluarkan darah, meskipun bisa diobati dengan menggunakan regen tetapi serangan yang tiada henti ini menyulitkannya untuk berkonsentrasi.
Menyilangkan kedua tanganya yang sudah berubah bentuk, Djohan menangkis serangan dari Hunter.
“HAHA! Begini saja kah!” sambil terus mengayunkan sabitnya. Staminanya seperti tanpa batas.
Djohan mencoba menjauh, tetapi ruangan yang sempit dengan beberapa sel yang menumpuk di bagian tengah membuatnya sulit bergerak dengan leluasa.
“Aku harus mencari cara lain,” Djohan dengan sengaja menancapkan tangan satunya ke sabit yang diayunkan oleh Hunter. Cara ini terbukti ampuh karena serangan Hunter seketika berhenti karena sabitnya tersangkut.
“Cih!” mencoba menarik sabitnya keluar, tetapi tidak bisa karena tersangkut. “kenapa?!”
Djohan bergerak maju, mau tidak mau Hunter harus merelakan sabitnya tertinggal di tangan Djohan untuk menghindari serangannya.
“Kau tanpa sabit, memangnya bisa apa?” ledek Djohan sambil melepaskan sabit yang tersangkut.
“Kau ini bodoh?! Aku bisa membuatnya lagi!”
Hunter mencoba membuatnya lagi, namun tubuhnya tidak bisa memberikan apa yang Hunter perintahkan. Tangannya hanya gemetaran, keringat mulai mengucur deras dari tubuhnya. Di sisi lain Djohan tersenyum sinis melihat Hunter yang berperilaku seperti itu. Nampaknya Djohan sudah mengetahuinya bahwa Hunter hanya bisa sekali saja membuat senjata sabitnya itu, bentuknya yang panjang dan juga tajam tentunya dibutuhkan tenaga dan fokus ekstra.
“Sudah kuduga, aku baru ingat. Kau hanya membuat senjata ini sekali saja saat melawan Alphanz,” berjalan sambil meraih sabit milik Hunter. “kau menginginkan ini? ambilah….”
“Sial, jangan meremehkanku!” Hunter bergerak cepat, pijakannya hingga membuat ubin ruangan ini retak.
Djohan melempar sabit tepat ke arah Hunter, di saat tangan Hunter meraih sabit itu sosok Djohan sudah menghilang.
“Hilang?” Hunter menyadari bahwa kejadian berikutnya pasti akan berakhir buruk.
Djohan melesat tepat dihadapannya, Hunter mencoba menghindari tetapi dirinya juga sedang dalam kondisi yang sulit untuk merubah manuver. Tidak ada cara lain selain menghantam tubuh Djohan yang mendekat.
Djohan membuka telapak tangannya, lalu menepuk dengan sekuat tenaga ke arah dada Hunter. Hentakannya terdengar merdu, membuat Hunter berhenti bergerak. Dirinya memuntahkan cairan dari mulutnya setelah terkena serangan itu, lalu seketika pandangannya kabur dan menghitam. Sabit panjang terlepas saat Hunter terjatuh dan terbaring di depan Djohan.
“Serangan tadi membuat Beat dalam dirimu tertidur untuk beberapa saat,” melihat mata Hunter yang memutih dan tak sadarkan diri. “borgol magnetnya rusak semua, bagaimana ini?...,” akhirnya Djohan membawa tubuh Hunter masuk ke dalam selnya. Membiarkannya tertidur dan berharap kondisi mentalnya sedikit membaik setelah terbangun nanti. “oke, aku harus menyusul rombongan tuan Stam!”
Tuan Stam dan yang lainnya tidak menemukan hambatan yang berarti, dengan santainya mereka dapat keluar dari gedung kantor utama BASS dan berjalan ke gedung sebelahnya. Yaitu sebuah gedung pertelevisian paling besar dan berpengaruh di Surban City, Surbanews. Penjaga gedung perkantoran ini sangat ramah ketika menyambut kedatangan rombongan tuan Stam.
“Aneh sekali, padahal alarm itu bunyinya sangat keras dan tampak tidak terjadi apa-apa. Padahal sedang terjadi---,” ucapan Solo dipotong oleh Gonzalo.
“Itu karena mereka sudah mengetahuinya, dan mengikuti kemauan orang yang membawa orang dari pemerintahan itu. Orang yang bernama Texas itu….”
“Begitukah?”
Saat tiba di lobi, orang-orang terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sebagai kantor berita nomor 1 di Surban City, pemandangan orang-orang seperti ini sangatlah normal dan biasa. Petugas di bawah menerima telepon dan segera meminta rombongan tuan Stam untuk mengikutinya karena boss besar sudah menunggu kehadiran mereka.
“Hm,” Lio mulai curiga.
“Benarkan, aneh sekali….,” ucap Solo.
“Ya….apa mungkin mereka begitu percaya diri bisa mengatasinya?”
“Tidak, bukan seperti itu…,” jawab tuan Stam yang membuat anggotanya terdiam.
Mereka akhirnya masuk ke ruangan utama milik mister Brock, pendiri Surbanews sekaligus orang dibalik organisasi pembasmi Beaters yang sering disebut BASS. Di sisi kiri dan kanan terpampang beragam piala penghargaan atas dedikasi Surbanews selama ini dalam memberikan berita yang tajam dan akurat.
“Stam….sudah lama yah,” sapa mister Brock.
“Mister Brock…”
Anggotanya kecuali Gonzalo tampak heran karena terlihat sekali bahwa tuan Stam dan Mister Brock ini sudah mengenal satu sama lain. Mister Brock mempersilahkan mereka duduk, wajah yang tadinya begitu berseri mendadak sangat suram.
“Orang-orang sialan itu! Aku tidak menyangka ada virus yang mengerogoti tubuh BASS dari dalam!”
“Anda sudah mengetahuinya….”
“Jelas saja! Kesabaranku sudah habis, pertama pemerintahan membekukan BASS, sekarang kejadian seperti ini!”
Bunyinya alarm pada kantor BASS memberikan sinyal tanda kepada mister Brock dikantornya. Tanda ini begitu besar berarti sedang terjadi hal buruk di kantor utama BASS. Beberapa saat lalu ketua BASS sudah menginformasikan bahwa kantornya sedang diserang oleh orang dalam, tidak lain dan tidak bukan adalah kapten dari golongan ‘Golden Diamond’. Permasalahan yang mereka bawa merupakan suatu hal yang begitu sensitif, bahkan menjadi hal yang sangat tabu dan menjadi terlarang di lingkungan BASS.
“Human Beaters, proyek ini sejatinya sudah diajukan beberapa tahun sebelum Mechanism dihadirkan. Proyek gila ini sudah kularang karena sejujurnya kita masih belum tahu tuk jangka panjangnya.”
“Human Beaters? Maksudnya….”
“Ya, menggunakan kekuatan Beaters untuk melawan Beaters,” mister Brock menatap ke tuan Stam. “yang saya tahu proses menjadikan seseorang menjadi Beaters itu harus memenuhi syarat mutlak, yaitu dengan menggunakan orang yang sudah mati, tapi mereka….ingin memulai dengan menggunakan orang yang masih hidup,” seketika memori kembali mengingatkan tentang kejadian mengerikan di pabrik Beaters.
“Itu kan….,” Solo begitu terkejut.
“Saya harus tetap menjaga agar berita ini tidak tersebar, karena reputasi BASS sudah hancur di mata masyrakat. Permainan ini, terpaksa saya menyetujuinya. Masalah Intern BASS harus diselesaikan sendiri…”
“Jadi mereka menggunakan sel Beaters hijau dan coklat? Tapi kurasa bentuk dari orang itu berbeda…”
Gonzalo tertunduk, sebagai orang yang paling pertama mengikuti tuan Stam. Dirinya sudah paham betul tentang awal mula terbentuknya BASS dan lain sebagainya.
“Mereka menggunakan sampel darinya, yang memang sengaja diberikan untuk mempelajari segala sesuatunya dari Beaters. Produk dari sampel itu adalah sebuah amunisi yang dipakai oleh BASS, yaitu Racun Beaters,” ucap tuan Stam.
“Darinya? Siapa?” tanya Lio yang tidak paham dengan obrolan yang sedang berlangsung.
“Ketua BASS sebelumnya, tuan Kaizer…..,” Gonzalo semakin menunduk ketika mendengar tuan Stam mengucapkan nama itu.
Menyilangkan kedua tanganya yang sudah berubah bentuk, Djohan menangkis serangan dari Hunter.
“HAHA! Begini saja kah!” sambil terus mengayunkan sabitnya. Staminanya seperti tanpa batas.
Djohan mencoba menjauh, tetapi ruangan yang sempit dengan beberapa sel yang menumpuk di bagian tengah membuatnya sulit bergerak dengan leluasa.
“Aku harus mencari cara lain,” Djohan dengan sengaja menancapkan tangan satunya ke sabit yang diayunkan oleh Hunter. Cara ini terbukti ampuh karena serangan Hunter seketika berhenti karena sabitnya tersangkut.
“Cih!” mencoba menarik sabitnya keluar, tetapi tidak bisa karena tersangkut. “kenapa?!”
Djohan bergerak maju, mau tidak mau Hunter harus merelakan sabitnya tertinggal di tangan Djohan untuk menghindari serangannya.
“Kau tanpa sabit, memangnya bisa apa?” ledek Djohan sambil melepaskan sabit yang tersangkut.
“Kau ini bodoh?! Aku bisa membuatnya lagi!”
Hunter mencoba membuatnya lagi, namun tubuhnya tidak bisa memberikan apa yang Hunter perintahkan. Tangannya hanya gemetaran, keringat mulai mengucur deras dari tubuhnya. Di sisi lain Djohan tersenyum sinis melihat Hunter yang berperilaku seperti itu. Nampaknya Djohan sudah mengetahuinya bahwa Hunter hanya bisa sekali saja membuat senjata sabitnya itu, bentuknya yang panjang dan juga tajam tentunya dibutuhkan tenaga dan fokus ekstra.
“Sudah kuduga, aku baru ingat. Kau hanya membuat senjata ini sekali saja saat melawan Alphanz,” berjalan sambil meraih sabit milik Hunter. “kau menginginkan ini? ambilah….”
“Sial, jangan meremehkanku!” Hunter bergerak cepat, pijakannya hingga membuat ubin ruangan ini retak.
Djohan melempar sabit tepat ke arah Hunter, di saat tangan Hunter meraih sabit itu sosok Djohan sudah menghilang.
“Hilang?” Hunter menyadari bahwa kejadian berikutnya pasti akan berakhir buruk.
Djohan melesat tepat dihadapannya, Hunter mencoba menghindari tetapi dirinya juga sedang dalam kondisi yang sulit untuk merubah manuver. Tidak ada cara lain selain menghantam tubuh Djohan yang mendekat.
Djohan membuka telapak tangannya, lalu menepuk dengan sekuat tenaga ke arah dada Hunter. Hentakannya terdengar merdu, membuat Hunter berhenti bergerak. Dirinya memuntahkan cairan dari mulutnya setelah terkena serangan itu, lalu seketika pandangannya kabur dan menghitam. Sabit panjang terlepas saat Hunter terjatuh dan terbaring di depan Djohan.
“Serangan tadi membuat Beat dalam dirimu tertidur untuk beberapa saat,” melihat mata Hunter yang memutih dan tak sadarkan diri. “borgol magnetnya rusak semua, bagaimana ini?...,” akhirnya Djohan membawa tubuh Hunter masuk ke dalam selnya. Membiarkannya tertidur dan berharap kondisi mentalnya sedikit membaik setelah terbangun nanti. “oke, aku harus menyusul rombongan tuan Stam!”
Tuan Stam dan yang lainnya tidak menemukan hambatan yang berarti, dengan santainya mereka dapat keluar dari gedung kantor utama BASS dan berjalan ke gedung sebelahnya. Yaitu sebuah gedung pertelevisian paling besar dan berpengaruh di Surban City, Surbanews. Penjaga gedung perkantoran ini sangat ramah ketika menyambut kedatangan rombongan tuan Stam.
“Aneh sekali, padahal alarm itu bunyinya sangat keras dan tampak tidak terjadi apa-apa. Padahal sedang terjadi---,” ucapan Solo dipotong oleh Gonzalo.
“Itu karena mereka sudah mengetahuinya, dan mengikuti kemauan orang yang membawa orang dari pemerintahan itu. Orang yang bernama Texas itu….”
“Begitukah?”
Saat tiba di lobi, orang-orang terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sebagai kantor berita nomor 1 di Surban City, pemandangan orang-orang seperti ini sangatlah normal dan biasa. Petugas di bawah menerima telepon dan segera meminta rombongan tuan Stam untuk mengikutinya karena boss besar sudah menunggu kehadiran mereka.
“Hm,” Lio mulai curiga.
“Benarkan, aneh sekali….,” ucap Solo.
“Ya….apa mungkin mereka begitu percaya diri bisa mengatasinya?”
“Tidak, bukan seperti itu…,” jawab tuan Stam yang membuat anggotanya terdiam.
Mereka akhirnya masuk ke ruangan utama milik mister Brock, pendiri Surbanews sekaligus orang dibalik organisasi pembasmi Beaters yang sering disebut BASS. Di sisi kiri dan kanan terpampang beragam piala penghargaan atas dedikasi Surbanews selama ini dalam memberikan berita yang tajam dan akurat.
“Stam….sudah lama yah,” sapa mister Brock.
“Mister Brock…”
Anggotanya kecuali Gonzalo tampak heran karena terlihat sekali bahwa tuan Stam dan Mister Brock ini sudah mengenal satu sama lain. Mister Brock mempersilahkan mereka duduk, wajah yang tadinya begitu berseri mendadak sangat suram.
“Orang-orang sialan itu! Aku tidak menyangka ada virus yang mengerogoti tubuh BASS dari dalam!”
“Anda sudah mengetahuinya….”
“Jelas saja! Kesabaranku sudah habis, pertama pemerintahan membekukan BASS, sekarang kejadian seperti ini!”
Bunyinya alarm pada kantor BASS memberikan sinyal tanda kepada mister Brock dikantornya. Tanda ini begitu besar berarti sedang terjadi hal buruk di kantor utama BASS. Beberapa saat lalu ketua BASS sudah menginformasikan bahwa kantornya sedang diserang oleh orang dalam, tidak lain dan tidak bukan adalah kapten dari golongan ‘Golden Diamond’. Permasalahan yang mereka bawa merupakan suatu hal yang begitu sensitif, bahkan menjadi hal yang sangat tabu dan menjadi terlarang di lingkungan BASS.
“Human Beaters, proyek ini sejatinya sudah diajukan beberapa tahun sebelum Mechanism dihadirkan. Proyek gila ini sudah kularang karena sejujurnya kita masih belum tahu tuk jangka panjangnya.”
“Human Beaters? Maksudnya….”
“Ya, menggunakan kekuatan Beaters untuk melawan Beaters,” mister Brock menatap ke tuan Stam. “yang saya tahu proses menjadikan seseorang menjadi Beaters itu harus memenuhi syarat mutlak, yaitu dengan menggunakan orang yang sudah mati, tapi mereka….ingin memulai dengan menggunakan orang yang masih hidup,” seketika memori kembali mengingatkan tentang kejadian mengerikan di pabrik Beaters.
“Itu kan….,” Solo begitu terkejut.
“Saya harus tetap menjaga agar berita ini tidak tersebar, karena reputasi BASS sudah hancur di mata masyrakat. Permainan ini, terpaksa saya menyetujuinya. Masalah Intern BASS harus diselesaikan sendiri…”
“Jadi mereka menggunakan sel Beaters hijau dan coklat? Tapi kurasa bentuk dari orang itu berbeda…”
Gonzalo tertunduk, sebagai orang yang paling pertama mengikuti tuan Stam. Dirinya sudah paham betul tentang awal mula terbentuknya BASS dan lain sebagainya.
“Mereka menggunakan sampel darinya, yang memang sengaja diberikan untuk mempelajari segala sesuatunya dari Beaters. Produk dari sampel itu adalah sebuah amunisi yang dipakai oleh BASS, yaitu Racun Beaters,” ucap tuan Stam.
“Darinya? Siapa?” tanya Lio yang tidak paham dengan obrolan yang sedang berlangsung.
“Ketua BASS sebelumnya, tuan Kaizer…..,” Gonzalo semakin menunduk ketika mendengar tuan Stam mengucapkan nama itu.
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas