- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#162
Chapter 106
Quote:
Para petugas penolong sudah keluar dari ruangan ini dengan selamat tanpa gangguan dari Hunter yang memang sengaja membiarkan orang-orang itu lewat karena ia sudah yakin bahwa Djohan akan melesat untuk menyerangnya lagi. Sekarang hanya tersisa Hunter beserta Silver Clan dalam ruangan yang besar namun kecil karena diisi oleh sel-sel yang terbuat dari kaca.
“Bagaimana sekarang?” tanya Hunter.
“Jika kau ingin merasakan kekuatan Silver Clan, aku akan senang sekali memberikannya padamu,” jawab Djohan.
Hunter berdiam diri sejenak, menggaruk-garuk kepalanya layaknya seperti orang yang sedang berpikir. Setelan baju putih kelonggaran khas tahanan dipakainya. Sejak dikalahkan kapten Kruse keadaannya mentalnya semakin hari semakin memburuk.
“Akan kuhancurkan kalian semua!” dalam senyap sosok Hunter menghilang, yang menjadi targetnya adalah sang ketua Silver Clan yaitu tuan Stam. “kekuatannya sungguh mengerikan, jika aku bisa mengalahkannya maka Silver Clan akan menjadi milikku!” ucapnya dalam hati.
Tuan Stam berdiri santai di depan anggotanya yang lain, sikapnya ini membuat Hunter berpikir bahwa tuan Stam tidak bisa membaca gerakannya dan menjadikanya target yang sangat mudah.
“HAHAHAHH!” cakar milik Hunter siap menghujam tuan Stam.
Tidak semudah dipikirannya, Djohan sudah membaca gerakan tersebut. Cakar tajam itu ditendangnya menjauh, Hunter pun mundur sejenak karena terlalu dekat dengan Djohan maupun tuan Stam.
“Cih!”
“Gerakanku lebih cepat darimu!” ucap Djohan meninggi.
“Apa kita menunggu saja di sini atau bagaimana?” tanya Gonzalo. “aku sama sekali tidak ingin bertarung dan ingin segera pulang jika bisa.”
“Benar, aku juga sedang malas membuang-buang tenaga,” sahut Lio
“Hm…, temani aku menemui mister Brock. Ada hal yang ingin kusampaikan,” tuan Stam sudah membuat keputusan.
“Eh, apakah tuan Stam marah karena sudah diperlakukan tidak enak begini?” bisik Solo kepada Lio.
“Kau terlalu berpikir terlalu jauh, mana mungkin tuan Stam marah karena hal seperti itu….”
Djohan yang berada didepannya mengerti dengan langkah yang diambil oleh tuan Stam selanjutnya, ia mempersilahkan ketua dan rekanannya itu untuk pergi terlebih dahulu, dirinya akan menyusul segera setelah menyelesaikan masalah di tempat ini. Hunter merasa kecewa karena dirinya diacuhkan begitu saja, ia melesat kembali ingin menyerang rombongan Silver Clan. Tetapi sekali lagi dapat dihalang oleh Djohan.
“Hei! Lawanmu itu aku, jangan coba menyentuhkan tangan kotormu ke arah mereka,” ucap Djohan.
“Sial!” Hunter kembali mengambil jarak.
“Akan kususul segera!” kata perpisahan Djohan kepada Silver Clan, kini dirinya fokus untuk mengalahkan Hunter. Sikap dan kelakuannya di luar kendali seperti itu akan membahayakan orang-orang di luar sana. “kenapa kau jadi seperti ini Hunter? bukannya kau ini mantan kapten BASS?” teriak Djohan.
Hunter teringat akan masa lalunya, menjadi seorang kapten di wilayah 10 kebanggaanya. Selama ini semua anggota timnya begitu solid dan mampu menjalankan tugas dengan baik, sebelum pada akhirnya harus tewas secara tragis oleh Allison sang Beaters hitam. Memorinya itu membuat kondisi dirinya menjadi tidak stabil, Hunter berubah menjadi mode Beaters. Baju yang kelonggaran itu mampu menahan bentuk badan Hunter yang bertambah besar.
“Terima kasih sudah mengingatkanku, Silver Clan…,” suaranya lirih dan juga pelan, Djohan mengira Hunter telah kembali kesosoknya semula. “TERIMA KASIH SUDAH MENGINGATKAN BETAPA LEMAHNYA DIRIKU!!! HAHAHAHAH!” ternyata Djohan salah, Hunter mendatanginya sambil membuat senjata andalannya yaitu sabit tajam yang panjang.
Djohan hanya merubah pergelangan tangannya menjadi bentuk Beaters untuk melawan Hunter, “Seharusnya ini saja cukup.”
Hunter mengayunkan sabitnya, Djohan melihat ujung sabit yang tajam itu mulai mendekatinya. Lalu sebuah percikan api terlihat saat Djohan mampu menahan sabit dengan cakar-cakarnya. Keduanya saling menatap dengan tatapan yang tajam.
Situasi di lantai atas masih dikuasi oleh anggota tim 3 yang mulai bertindak melawan unit-01 yang mencoba melawan balik. Sementara diruangan rapat kapten Texas mulai membeberkan identitas dirinya yang asli dan tujuan ia melakukan ini semua. Bermula saat jauh sebelum program mechanism dimulai, tim 3 sehari-harinya tidak pernah kesulitan menghadapi Beaters yang munculnya jarang-jarang dilingkungan ‘Golden Diamond’.
Hanya saja satu permasalahan yang dirasakan oleh kapten Texas sangat berpengaruh adalah kekuatan fisik anggotanya yang seringkali menurun drastis ketika selesai melawan Beaters. Dikarenakan kurangnya waktu istirahat yang mengharuskan mereka harus siap hadir kembali saat di pagi hari, kegiatan rutin yang begitu melelahkan. Saat program mechanism diumumkan, kapten Texas sangat menyambut baik program ini karena dinilai mampu memberikan kekuatan yang hebat dengan bantuan teknologi yang canggih. Tetapi lagi-lagi kelemahan menggunakan mechanism adalah terkurasnya energi lebih banyak dibandingkan dengan cara tradisional yaitu menggunakan peluru racun Beaters.
Belum lagi misi menghancurkan pabrik Beaters, dilihat dari laporan yang ada. Para anggota Silver Clan sama sekali tidak menemui masalah yang berarti kecuali timnya kapten James karena suatu hal. Mereka juga dapat menyembuhkan diri dengan cepat, memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menghabisi monster Beaters yang seringkali mungkin. Dalam benaknya yang paling dalam kapten Texas sangat menginginkan kekuatan seperti itu.
“Apa kalian tidak pernah iri dengan kekuatan besar seperti Silver Clan yang kita agungkan itu?!” ucap kapten Texas meninggi. “sejujurnya aku sudah menginginkannya, dan pada akhirnya orang itu mampu mewujudkannya,” kapten Texas memberitahu siapa sosok yang memberinya serum untuk berubah menjadi Beaters.
“Cih! Kita sudah kecolongan sejak awal!” ucap kapten Kruse tidak percaya.
Kapten Texas bercerita lagi bahwa sangat berat ketika pertama kali disuntikan serum Beaters, jika dilihat dari dokumentasi pabrik Beaters resikonya sangat besar dan menyiksa. Jika disuntikan ke orang yang hidup terdapat 2 resiko, mati karena sel dalam tubuh menolak atau hidup sebagai monster Beaters selamanya terjebak dalam bentuk serangga. Lebih baik disuntikan ke orang mati karena sel Beaters akan langsung mengambil alih tubuh. Tetapi kapten Texas masih ingin memiliki perasaan sebagai manusia yang hidup bukan sebagai mayat berjalan.
Percobaan dilakukan diam-diam di sebuah lab rahasia, dengan mengambil sikap yang penuh kehati-hatian. Mereka sudah memperhitungkan segalanya, termasuk sensor Beaters yang tertanam hampir di seluruh kota. Maka dari itu posisi lab berada jauh di bawah tanah, agar sensor tidak bisa menembus jauh ke dalam.
“Terdengar tidak asing bukan? Ya…seperti ruangan rahasia milik Silver Clan yang digunakan untuk melatih timnya kapten Vela, sungguh beruntung yah orang-orang itu….,” ucap kapten Texas.
“Jadi tujuanmu apa?” tanya kapten Juka yang muak mendengar cerita yang bertele-tele dari kapten Texas.
“Oh, jadi kau tidak mau mendengarnya lebih lanjut. Saat-saat yang menyakitkan itu berubah menjadi kekuatan yang hebat, kau bahkan tidak mau tahu kalau aku dan timku sudah menggunakanya dibeberapa kesempatan? Baiklah, mumpung ada ketua BASS di sini,” tatapannya menjadi serius. “pertama aku ingin menantang kalian para kapten Golden Diamond, kita buktikan apakah mechanism atau human Beaters yang lebih unggul. Jika aku menang,” menatap ke arah ketua BASS. “tolong setujui proposal penggunaan human Beaters kepada setiap anggota BASS, dengan izin mister Brock tentunya…berbicara mengenai beliau, tolong beritahu mereka untuk tidak meliput kejadian sekarang. Karena ini masalah internal perusahaan,” dengan senyumnya yang licik.
Kapten Kruse mengangkat tangannya berbarengan dengan kapten Juka, “Hei, biarkan aku saja yang melakukannya. Aku sudah berpengalaman melawan human Beaters…,” ucapnya dengan percaya diri.
“Kau tidak bilang satu lawan satu kan?” tanya kapten Juka.
“Tidak masalah,” menatap kapten tim 1 yang tidak mengangkat tangan. “kau, kapten tim 1. Apa kau takut?”
Kapten tim 1 tersenyum, “kau bukanlah ancaman bagiku….,” jawabnya dengan santai.
Kapten Texas sangat tidak menyukai jawaban kapten tim 1 itu. Namun ia tidak mempermasalahkannya, pembuktiannya akan dilakukan saat membantai dua kapten yang bersedia melawannya. Kedua kapten masing-masing menghubungi anggotanya untuk membawakan baju tempur tanpa membicarakan embel-embel lainnya yang membuat curiga, kapten Texas yakin bahwa kedua kapten ini bukanlah tandingannya.
“Bagaimana sekarang?” tanya Hunter.
“Jika kau ingin merasakan kekuatan Silver Clan, aku akan senang sekali memberikannya padamu,” jawab Djohan.
Hunter berdiam diri sejenak, menggaruk-garuk kepalanya layaknya seperti orang yang sedang berpikir. Setelan baju putih kelonggaran khas tahanan dipakainya. Sejak dikalahkan kapten Kruse keadaannya mentalnya semakin hari semakin memburuk.
“Akan kuhancurkan kalian semua!” dalam senyap sosok Hunter menghilang, yang menjadi targetnya adalah sang ketua Silver Clan yaitu tuan Stam. “kekuatannya sungguh mengerikan, jika aku bisa mengalahkannya maka Silver Clan akan menjadi milikku!” ucapnya dalam hati.
Tuan Stam berdiri santai di depan anggotanya yang lain, sikapnya ini membuat Hunter berpikir bahwa tuan Stam tidak bisa membaca gerakannya dan menjadikanya target yang sangat mudah.
“HAHAHAHH!” cakar milik Hunter siap menghujam tuan Stam.
Tidak semudah dipikirannya, Djohan sudah membaca gerakan tersebut. Cakar tajam itu ditendangnya menjauh, Hunter pun mundur sejenak karena terlalu dekat dengan Djohan maupun tuan Stam.
“Cih!”
“Gerakanku lebih cepat darimu!” ucap Djohan meninggi.
“Apa kita menunggu saja di sini atau bagaimana?” tanya Gonzalo. “aku sama sekali tidak ingin bertarung dan ingin segera pulang jika bisa.”
“Benar, aku juga sedang malas membuang-buang tenaga,” sahut Lio
“Hm…, temani aku menemui mister Brock. Ada hal yang ingin kusampaikan,” tuan Stam sudah membuat keputusan.
“Eh, apakah tuan Stam marah karena sudah diperlakukan tidak enak begini?” bisik Solo kepada Lio.
“Kau terlalu berpikir terlalu jauh, mana mungkin tuan Stam marah karena hal seperti itu….”
Djohan yang berada didepannya mengerti dengan langkah yang diambil oleh tuan Stam selanjutnya, ia mempersilahkan ketua dan rekanannya itu untuk pergi terlebih dahulu, dirinya akan menyusul segera setelah menyelesaikan masalah di tempat ini. Hunter merasa kecewa karena dirinya diacuhkan begitu saja, ia melesat kembali ingin menyerang rombongan Silver Clan. Tetapi sekali lagi dapat dihalang oleh Djohan.
“Hei! Lawanmu itu aku, jangan coba menyentuhkan tangan kotormu ke arah mereka,” ucap Djohan.
“Sial!” Hunter kembali mengambil jarak.
“Akan kususul segera!” kata perpisahan Djohan kepada Silver Clan, kini dirinya fokus untuk mengalahkan Hunter. Sikap dan kelakuannya di luar kendali seperti itu akan membahayakan orang-orang di luar sana. “kenapa kau jadi seperti ini Hunter? bukannya kau ini mantan kapten BASS?” teriak Djohan.
Hunter teringat akan masa lalunya, menjadi seorang kapten di wilayah 10 kebanggaanya. Selama ini semua anggota timnya begitu solid dan mampu menjalankan tugas dengan baik, sebelum pada akhirnya harus tewas secara tragis oleh Allison sang Beaters hitam. Memorinya itu membuat kondisi dirinya menjadi tidak stabil, Hunter berubah menjadi mode Beaters. Baju yang kelonggaran itu mampu menahan bentuk badan Hunter yang bertambah besar.
“Terima kasih sudah mengingatkanku, Silver Clan…,” suaranya lirih dan juga pelan, Djohan mengira Hunter telah kembali kesosoknya semula. “TERIMA KASIH SUDAH MENGINGATKAN BETAPA LEMAHNYA DIRIKU!!! HAHAHAHAH!” ternyata Djohan salah, Hunter mendatanginya sambil membuat senjata andalannya yaitu sabit tajam yang panjang.
Djohan hanya merubah pergelangan tangannya menjadi bentuk Beaters untuk melawan Hunter, “Seharusnya ini saja cukup.”
Hunter mengayunkan sabitnya, Djohan melihat ujung sabit yang tajam itu mulai mendekatinya. Lalu sebuah percikan api terlihat saat Djohan mampu menahan sabit dengan cakar-cakarnya. Keduanya saling menatap dengan tatapan yang tajam.
Situasi di lantai atas masih dikuasi oleh anggota tim 3 yang mulai bertindak melawan unit-01 yang mencoba melawan balik. Sementara diruangan rapat kapten Texas mulai membeberkan identitas dirinya yang asli dan tujuan ia melakukan ini semua. Bermula saat jauh sebelum program mechanism dimulai, tim 3 sehari-harinya tidak pernah kesulitan menghadapi Beaters yang munculnya jarang-jarang dilingkungan ‘Golden Diamond’.
Hanya saja satu permasalahan yang dirasakan oleh kapten Texas sangat berpengaruh adalah kekuatan fisik anggotanya yang seringkali menurun drastis ketika selesai melawan Beaters. Dikarenakan kurangnya waktu istirahat yang mengharuskan mereka harus siap hadir kembali saat di pagi hari, kegiatan rutin yang begitu melelahkan. Saat program mechanism diumumkan, kapten Texas sangat menyambut baik program ini karena dinilai mampu memberikan kekuatan yang hebat dengan bantuan teknologi yang canggih. Tetapi lagi-lagi kelemahan menggunakan mechanism adalah terkurasnya energi lebih banyak dibandingkan dengan cara tradisional yaitu menggunakan peluru racun Beaters.
Belum lagi misi menghancurkan pabrik Beaters, dilihat dari laporan yang ada. Para anggota Silver Clan sama sekali tidak menemui masalah yang berarti kecuali timnya kapten James karena suatu hal. Mereka juga dapat menyembuhkan diri dengan cepat, memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menghabisi monster Beaters yang seringkali mungkin. Dalam benaknya yang paling dalam kapten Texas sangat menginginkan kekuatan seperti itu.
“Apa kalian tidak pernah iri dengan kekuatan besar seperti Silver Clan yang kita agungkan itu?!” ucap kapten Texas meninggi. “sejujurnya aku sudah menginginkannya, dan pada akhirnya orang itu mampu mewujudkannya,” kapten Texas memberitahu siapa sosok yang memberinya serum untuk berubah menjadi Beaters.
“Cih! Kita sudah kecolongan sejak awal!” ucap kapten Kruse tidak percaya.
Kapten Texas bercerita lagi bahwa sangat berat ketika pertama kali disuntikan serum Beaters, jika dilihat dari dokumentasi pabrik Beaters resikonya sangat besar dan menyiksa. Jika disuntikan ke orang yang hidup terdapat 2 resiko, mati karena sel dalam tubuh menolak atau hidup sebagai monster Beaters selamanya terjebak dalam bentuk serangga. Lebih baik disuntikan ke orang mati karena sel Beaters akan langsung mengambil alih tubuh. Tetapi kapten Texas masih ingin memiliki perasaan sebagai manusia yang hidup bukan sebagai mayat berjalan.
Percobaan dilakukan diam-diam di sebuah lab rahasia, dengan mengambil sikap yang penuh kehati-hatian. Mereka sudah memperhitungkan segalanya, termasuk sensor Beaters yang tertanam hampir di seluruh kota. Maka dari itu posisi lab berada jauh di bawah tanah, agar sensor tidak bisa menembus jauh ke dalam.
“Terdengar tidak asing bukan? Ya…seperti ruangan rahasia milik Silver Clan yang digunakan untuk melatih timnya kapten Vela, sungguh beruntung yah orang-orang itu….,” ucap kapten Texas.
“Jadi tujuanmu apa?” tanya kapten Juka yang muak mendengar cerita yang bertele-tele dari kapten Texas.
“Oh, jadi kau tidak mau mendengarnya lebih lanjut. Saat-saat yang menyakitkan itu berubah menjadi kekuatan yang hebat, kau bahkan tidak mau tahu kalau aku dan timku sudah menggunakanya dibeberapa kesempatan? Baiklah, mumpung ada ketua BASS di sini,” tatapannya menjadi serius. “pertama aku ingin menantang kalian para kapten Golden Diamond, kita buktikan apakah mechanism atau human Beaters yang lebih unggul. Jika aku menang,” menatap ke arah ketua BASS. “tolong setujui proposal penggunaan human Beaters kepada setiap anggota BASS, dengan izin mister Brock tentunya…berbicara mengenai beliau, tolong beritahu mereka untuk tidak meliput kejadian sekarang. Karena ini masalah internal perusahaan,” dengan senyumnya yang licik.
Kapten Kruse mengangkat tangannya berbarengan dengan kapten Juka, “Hei, biarkan aku saja yang melakukannya. Aku sudah berpengalaman melawan human Beaters…,” ucapnya dengan percaya diri.
“Kau tidak bilang satu lawan satu kan?” tanya kapten Juka.
“Tidak masalah,” menatap kapten tim 1 yang tidak mengangkat tangan. “kau, kapten tim 1. Apa kau takut?”
Kapten tim 1 tersenyum, “kau bukanlah ancaman bagiku….,” jawabnya dengan santai.
Kapten Texas sangat tidak menyukai jawaban kapten tim 1 itu. Namun ia tidak mempermasalahkannya, pembuktiannya akan dilakukan saat membantai dua kapten yang bersedia melawannya. Kedua kapten masing-masing menghubungi anggotanya untuk membawakan baju tempur tanpa membicarakan embel-embel lainnya yang membuat curiga, kapten Texas yakin bahwa kedua kapten ini bukanlah tandingannya.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas