- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#160
Chapter 105
Quote:
Suasana ruangan sel Silver Clan menjadi sangat suram dengan banyaknya orang yang bergeletak dengan darah yang mengalir deras dari leher, menunggu malaikat kematian datang hingga menolak kematian di depan mata. Di luar dugaan Charles yang berpakain rapih dan berwajah ‘culun’ ini tidak bergeming ataupun takut sedikitpun melihat kengerian didepannya. Wajar saja bertatap muka dikunci dari dalam sel saja ia mampu.
“Selamat pagi, pak Charles, saya Texas Brady, kapten tim yang memegang wilayah nomor 3, salam kenal,” menyilangkan salah satu tangannya hingga menyentuh pundak, lalu berbungkuk sedikit seperti melakukan perkenalan secara formal.
“Ya, saya Charles….jadi apa yang ingin anda utarakan?
“Jadi begini,” berjalan memutar sambil memandangi anggota Silver Clan, hanya Djohan yang memberikan tajam padanya. “sejujurnya aku memiliki tujuan yang sama denganmu, menggunakan kekuatan Beaters sebagai pelindung kota ini, mengapa tidak, ya kan?” Texas melanjutkan. “maaf tadi aku menguping dalam kegelapan, semuanya sudah kudengar. Orang-orang di Silver Clan menolaknya bukan, jadi mengapa tidak pakai kami saja?”
Charles memincingkan matanya, “Kami? Maksudmu BASS? Bukannya kita sudah melakukannya?”
“Ah itu..maksudku ini,” kapten Texas merubah tangannya menjadi bentuk Beaters. Tentu saja hal ini sudah diduga oleh Silver Clan yang masih terkurung, kecepatan dan ketepatan serangannya tidak mungkin dihasilkan oleh kekuatan manusia biasa. “kami….aku dan juga anggota tim sudah memulainya sejak lama, mungkin sebelum progam busuk itu dijalankan, menggunakan teknologi canggih dan biaya perawatan yang mahal, sangat tidak efektif. Pernah mendengar bahwa iblis yang terbuat dari api masih merasakan sakit ketika mereka ditempatkan di neraka?”
“Maksudmu, menggunakan kekuatan Beaters untuk menghancurkan mereka?”
“Tepat sekali! Pantas saja anda bekerja di pemerintahan, tapi tentu saja orang-orang itu tidak akan menerimanya. Jadi maafkan aku melakukan ini,” kapten Texas melesat, memukul perut Charles dengan kuat hingga tak sadarkan diri. “aku membutuhkanmu sebagai jaminan, nampaknya tidak akan berhasil juga tapi semuanya harus dicoba dulu….,” kapten Texas berjalan sambil membawa Charles dipundaknya.
“Kau ingin kemana monster laknat?” ucap Viktor yang memegangi lehernya, kapten Texas hanya tersenyum dan melewatinya. “cih, kau terlalu percaya diri!” Viktor mengambil sebuah remote dari saku rompinya, lalu ditekannya tombol yang ada di sana, alarm pun menyala keras. “gegabah sekali kau, masuk ke kandang singa!”
Kapten Texas terkesan biasa saja, dan malah mengharapkan alarm itu berbunyi. “Terima kasih atas bantuannya, jadi aku tidak perlu repot-repot memberitahu mereka,” memakai kekuatan armored, tangan kapten Texas membesar dan melobangi atap ruangan. “aku tidak suka menggunakan lift, cara ini lebih cepat!” kapten Texas menghilang setelah melompat ke bagian lubang atap.
Alarm yang berbunyi membuat kepanikan di kantor utama BASS, terutama para pekerja biasa yang memang mengurusi hal lain seperti administrasi dan keuangannya. Begitu juga dengan para kapten yang sudah berkumpul untuk memulai rapat pagi, bangku milik kapten Texas masih kosong.
“Eh? Ada apa?” kapten Juka keluar dari ruangan untuk mengeceknya, tetapi kemudian dihadang oleh seseorang dari tim 3. “hei! Apa yang kau---,” seketika ia menyadari akan sesuatu hal. “jangan-jangan kalian….,” kapten Juka dituntun kembali ke ruangan.
“Ada apa kapten----,” kapten Kruse ketika mengetahui kapten Juka ditodong senjata api oleh orang dari tim 3.
“Tugasku adalah menjaga agar kalian tidak pergi kemana-mana karena kapten sedang menuju ke sini,” ucapnya.
“Tenanglah semua, kita tunggu kapten Texas untuk menjelaskan semua ini,” kapten tim 1 begitu tenang menghadapi situasi ini, begitu juga dengan ketua BASS yang sudah hadir dan jubirnya.
Sterling sedang berjalan santai menggunakan kacamata hitam agar tidak terlihat oleh orang-orang dari pemerintah, padahal tidak ada sama sekali orang dari pemerintahan yang mengejarnya. Lalu ia dikejutkan oleh ponsel miliknya yang bergetar hebat.
“Eh…getarannya kuat sekali, perasaan aku sudah menonaktifkan semua bunyi…,” diambilnya ponsel dari saku celananya, barulah Sterling paham tentang apa yang menyebabkan ponselnya bergetar hebat. “inikan?...,” melihat pemadangan yang penuh dengan darah dari layar ponsel. “bukan mereka kan yang melakukannya?” Sterling menggerakan kameranya, memperbesar ukurannya. Nampak semua anggota Silver Clan masih didalam selnya masing-masing. “aku harus segera ke sana, ini bukan pertanda yang baik!” Sterling bergegas menuju tempatnya untuk memberitahu Vivian yang mungkin sudah mengetahui lebih awal.
Suara langkah kaki terdengar dari ruangan para kapten berada, orang yang sudah ditunggu akhirnya datang juga, yaitu kapten Texas yang turut membawa Charles. Tatapan para kapten tidaklah sehangat sebelumnya, mereka cenderung mengeluarkan tatapan tajam nan mematikan, hanya kapten tim 1 lagi-lagi yang bersikap sewajarnya meskipun posisinya sangat tidak diuntungkan.
“Ayolah, aku ini rekan kalian…,” menurunkan Charles dan menempatkannya di bangku miliknya.
“Apa yang kau lakukan?! kalau pak Charles di sini berarti?... Tindakanmu ini sama saja dengan bunuh diri?!” ucap kapten Juka.
“Mungkin, tapi apa kalian mampu membunuh tim 3? Kami ini adalah Beaters….,” lagi-lagi memamerkan perubahan wujud miliknya.
“APA?!” kapten Kruse terkejut. “jangan-jangan orang yang membuat Hunter menjadi Beaters adalah…..” kapten Texas mengangguk.
“Pantas saja Hunter memberitahu untuk berhati-hati dengan seorang kapten, ternyata itu adalah kau kapten Texas,” ucap kapten Juka.
“Oh iya, aku diam-diam telah membuka sel milik Hunter. Karena kondisinya kurang stabil akibat dosis yang diberikan padanya sangat tinggi, bayangkan apa yang ia lakukan ketika melihat banyak orang datang?”
Pasukan unit-01 yang mendapatkan sinyal alarm dari Viktor meluncur langsung ke ruangan sel Silver Clan. Mereka terkejut melihat kondisi Viktor beserta pasukan lainnya yang bersimbah darah. Satu-satu mulai menghampiri dan mencoba membantu semaksimal mungkin. Perlahan sel milik Hunter terbuka, dirinya tersenyum lebar.
“HEI! Dibelakang kalian?!” teriak Djohan.
Hunter yang sudah membuat sabit dari tubuhnya menebas leher seseorang yang sedang memeriksa keadaan Viktor. Kejadian itu membuat keadaan pasukan pembantu menjadi panik, sehingga lupa bahwa mereka ini sudah dilengkapi dengan baju tempur milik BASS. Tembakan demi tembakan dilancarkan, namun sayang sekali Hunter yang menerimanya langsung tidak bergeming. Malah sikapnya menjadi lebih brutal, sabit miliknya belum mampu menembus baju tempur BASS.
Djohan tidak tahan melihat ini semua, tapi ia tidak bisa berkutik karena borgol magnet ini memiliki daya tarik yang luar biasa dan anehnya ia tidak bisa menggunakan Beaters miliknya.
“Jika dibiarkan mereka semua akan mati,” memandang ke arah tuan Stam yang terlihat sedang duduk sambil memejamkan matanya.
Tiba-tiba suasana ruangan menjadi sangat dingin, sel kaca milik Silver Clan menjadi buram. Lalu mereka semua pecah berkeping-keping. Tuan Stam keluar dari dalam selnya, diikuti dengan anggota Silver Clan lainnya. Djohan melihat ini sebagai sebuah kesempatan karena Hunter berhenti menyerang petugas dibawahnya.
“Hm?” Hunter merasakan sesuatu datang padanya. Djohan datang dengan menendang Hunter dengan sangat keras, tubuhnya terpental jauh.
“Kena kau!” borgol magnet ditangannya hancur, “kekuatan Tuan Stam memang mengerikan.”
“Tuan, bagaimana dengan mereka?” tanya Solo yang iba melihat petugas-petugas yang kritis.
Tuan Stam menggerakan tangannya, ia membuat beku luka sayat di leher para petugas ini termasuk Viktor. Ia memberitahu bahwa luka yang menutup membeku ini tidak bisa bertahan lama, untuk itu ia meminta petugas yang lain membawa orang-orang yang terluka pergi dari tempat ini segera.
“HAHAHAHA!” Hunter tertawa keras, “berperan sebagai pahlawan hah?!”
“Tuan Stam, izinkan aku untuk menahannya. Saat ini dirinya sedang tidak stabil…,” pinta Djohan kepada tuan Stam.
“Lakukanlah, aku tidak melarang siapapun yang ingin bertarung….,” sebuah tanda yang menyenangkan bagi Djohan.
“Selamat pagi, pak Charles, saya Texas Brady, kapten tim yang memegang wilayah nomor 3, salam kenal,” menyilangkan salah satu tangannya hingga menyentuh pundak, lalu berbungkuk sedikit seperti melakukan perkenalan secara formal.
“Ya, saya Charles….jadi apa yang ingin anda utarakan?
“Jadi begini,” berjalan memutar sambil memandangi anggota Silver Clan, hanya Djohan yang memberikan tajam padanya. “sejujurnya aku memiliki tujuan yang sama denganmu, menggunakan kekuatan Beaters sebagai pelindung kota ini, mengapa tidak, ya kan?” Texas melanjutkan. “maaf tadi aku menguping dalam kegelapan, semuanya sudah kudengar. Orang-orang di Silver Clan menolaknya bukan, jadi mengapa tidak pakai kami saja?”
Charles memincingkan matanya, “Kami? Maksudmu BASS? Bukannya kita sudah melakukannya?”
“Ah itu..maksudku ini,” kapten Texas merubah tangannya menjadi bentuk Beaters. Tentu saja hal ini sudah diduga oleh Silver Clan yang masih terkurung, kecepatan dan ketepatan serangannya tidak mungkin dihasilkan oleh kekuatan manusia biasa. “kami….aku dan juga anggota tim sudah memulainya sejak lama, mungkin sebelum progam busuk itu dijalankan, menggunakan teknologi canggih dan biaya perawatan yang mahal, sangat tidak efektif. Pernah mendengar bahwa iblis yang terbuat dari api masih merasakan sakit ketika mereka ditempatkan di neraka?”
“Maksudmu, menggunakan kekuatan Beaters untuk menghancurkan mereka?”
“Tepat sekali! Pantas saja anda bekerja di pemerintahan, tapi tentu saja orang-orang itu tidak akan menerimanya. Jadi maafkan aku melakukan ini,” kapten Texas melesat, memukul perut Charles dengan kuat hingga tak sadarkan diri. “aku membutuhkanmu sebagai jaminan, nampaknya tidak akan berhasil juga tapi semuanya harus dicoba dulu….,” kapten Texas berjalan sambil membawa Charles dipundaknya.
“Kau ingin kemana monster laknat?” ucap Viktor yang memegangi lehernya, kapten Texas hanya tersenyum dan melewatinya. “cih, kau terlalu percaya diri!” Viktor mengambil sebuah remote dari saku rompinya, lalu ditekannya tombol yang ada di sana, alarm pun menyala keras. “gegabah sekali kau, masuk ke kandang singa!”
Kapten Texas terkesan biasa saja, dan malah mengharapkan alarm itu berbunyi. “Terima kasih atas bantuannya, jadi aku tidak perlu repot-repot memberitahu mereka,” memakai kekuatan armored, tangan kapten Texas membesar dan melobangi atap ruangan. “aku tidak suka menggunakan lift, cara ini lebih cepat!” kapten Texas menghilang setelah melompat ke bagian lubang atap.
Alarm yang berbunyi membuat kepanikan di kantor utama BASS, terutama para pekerja biasa yang memang mengurusi hal lain seperti administrasi dan keuangannya. Begitu juga dengan para kapten yang sudah berkumpul untuk memulai rapat pagi, bangku milik kapten Texas masih kosong.
“Eh? Ada apa?” kapten Juka keluar dari ruangan untuk mengeceknya, tetapi kemudian dihadang oleh seseorang dari tim 3. “hei! Apa yang kau---,” seketika ia menyadari akan sesuatu hal. “jangan-jangan kalian….,” kapten Juka dituntun kembali ke ruangan.
“Ada apa kapten----,” kapten Kruse ketika mengetahui kapten Juka ditodong senjata api oleh orang dari tim 3.
“Tugasku adalah menjaga agar kalian tidak pergi kemana-mana karena kapten sedang menuju ke sini,” ucapnya.
“Tenanglah semua, kita tunggu kapten Texas untuk menjelaskan semua ini,” kapten tim 1 begitu tenang menghadapi situasi ini, begitu juga dengan ketua BASS yang sudah hadir dan jubirnya.
Sterling sedang berjalan santai menggunakan kacamata hitam agar tidak terlihat oleh orang-orang dari pemerintah, padahal tidak ada sama sekali orang dari pemerintahan yang mengejarnya. Lalu ia dikejutkan oleh ponsel miliknya yang bergetar hebat.
“Eh…getarannya kuat sekali, perasaan aku sudah menonaktifkan semua bunyi…,” diambilnya ponsel dari saku celananya, barulah Sterling paham tentang apa yang menyebabkan ponselnya bergetar hebat. “inikan?...,” melihat pemadangan yang penuh dengan darah dari layar ponsel. “bukan mereka kan yang melakukannya?” Sterling menggerakan kameranya, memperbesar ukurannya. Nampak semua anggota Silver Clan masih didalam selnya masing-masing. “aku harus segera ke sana, ini bukan pertanda yang baik!” Sterling bergegas menuju tempatnya untuk memberitahu Vivian yang mungkin sudah mengetahui lebih awal.
Suara langkah kaki terdengar dari ruangan para kapten berada, orang yang sudah ditunggu akhirnya datang juga, yaitu kapten Texas yang turut membawa Charles. Tatapan para kapten tidaklah sehangat sebelumnya, mereka cenderung mengeluarkan tatapan tajam nan mematikan, hanya kapten tim 1 lagi-lagi yang bersikap sewajarnya meskipun posisinya sangat tidak diuntungkan.
“Ayolah, aku ini rekan kalian…,” menurunkan Charles dan menempatkannya di bangku miliknya.
“Apa yang kau lakukan?! kalau pak Charles di sini berarti?... Tindakanmu ini sama saja dengan bunuh diri?!” ucap kapten Juka.
“Mungkin, tapi apa kalian mampu membunuh tim 3? Kami ini adalah Beaters….,” lagi-lagi memamerkan perubahan wujud miliknya.
“APA?!” kapten Kruse terkejut. “jangan-jangan orang yang membuat Hunter menjadi Beaters adalah…..” kapten Texas mengangguk.
“Pantas saja Hunter memberitahu untuk berhati-hati dengan seorang kapten, ternyata itu adalah kau kapten Texas,” ucap kapten Juka.
“Oh iya, aku diam-diam telah membuka sel milik Hunter. Karena kondisinya kurang stabil akibat dosis yang diberikan padanya sangat tinggi, bayangkan apa yang ia lakukan ketika melihat banyak orang datang?”
Pasukan unit-01 yang mendapatkan sinyal alarm dari Viktor meluncur langsung ke ruangan sel Silver Clan. Mereka terkejut melihat kondisi Viktor beserta pasukan lainnya yang bersimbah darah. Satu-satu mulai menghampiri dan mencoba membantu semaksimal mungkin. Perlahan sel milik Hunter terbuka, dirinya tersenyum lebar.
“HEI! Dibelakang kalian?!” teriak Djohan.
Hunter yang sudah membuat sabit dari tubuhnya menebas leher seseorang yang sedang memeriksa keadaan Viktor. Kejadian itu membuat keadaan pasukan pembantu menjadi panik, sehingga lupa bahwa mereka ini sudah dilengkapi dengan baju tempur milik BASS. Tembakan demi tembakan dilancarkan, namun sayang sekali Hunter yang menerimanya langsung tidak bergeming. Malah sikapnya menjadi lebih brutal, sabit miliknya belum mampu menembus baju tempur BASS.
Djohan tidak tahan melihat ini semua, tapi ia tidak bisa berkutik karena borgol magnet ini memiliki daya tarik yang luar biasa dan anehnya ia tidak bisa menggunakan Beaters miliknya.
“Jika dibiarkan mereka semua akan mati,” memandang ke arah tuan Stam yang terlihat sedang duduk sambil memejamkan matanya.
Tiba-tiba suasana ruangan menjadi sangat dingin, sel kaca milik Silver Clan menjadi buram. Lalu mereka semua pecah berkeping-keping. Tuan Stam keluar dari dalam selnya, diikuti dengan anggota Silver Clan lainnya. Djohan melihat ini sebagai sebuah kesempatan karena Hunter berhenti menyerang petugas dibawahnya.
“Hm?” Hunter merasakan sesuatu datang padanya. Djohan datang dengan menendang Hunter dengan sangat keras, tubuhnya terpental jauh.
“Kena kau!” borgol magnet ditangannya hancur, “kekuatan Tuan Stam memang mengerikan.”
“Tuan, bagaimana dengan mereka?” tanya Solo yang iba melihat petugas-petugas yang kritis.
Tuan Stam menggerakan tangannya, ia membuat beku luka sayat di leher para petugas ini termasuk Viktor. Ia memberitahu bahwa luka yang menutup membeku ini tidak bisa bertahan lama, untuk itu ia meminta petugas yang lain membawa orang-orang yang terluka pergi dari tempat ini segera.
“HAHAHAHA!” Hunter tertawa keras, “berperan sebagai pahlawan hah?!”
“Tuan Stam, izinkan aku untuk menahannya. Saat ini dirinya sedang tidak stabil…,” pinta Djohan kepada tuan Stam.
“Lakukanlah, aku tidak melarang siapapun yang ingin bertarung….,” sebuah tanda yang menyenangkan bagi Djohan.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas