Kaskus

News

lindungibaliAvatar border
TS
lindungibali
50 Orang Serang Posramil Kisor Papua Barat, 4 Anggota TNI Gugur !!


JAYAPURA, KOMPAS.com - Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerang Posramil Kisor di Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/92021) dini hari.

Akibat serangan tersebut, empat anggota TNI gugur.

50 Orang Serang Posramil Kisor Papua Barat, 4 Anggota TNI Gugur !!

"Iya benar, kami akan memberikan keterangan pers pukul 01.30 WIT," ujar Pangdam XVIIi/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (2/8/2021).


Penyerang 50 orang, 4 TNI gugur

Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.

Ada empat orang anggota TNI yang gugur. Mereka adalah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, Lettu Chb dirman.

Sedangkan dua personel lainnya mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.

Menurut Cantiasa, penyerang diperkirakan berjumlah 50 orang.

"Saat ini tim tengah melakukan investigasi di lokasi kejadian," kata dia.


Amankan lokasi

Dengan adanya kejadian tersebut, Plh. Kasdim 1809/Maybrat beserta 25 orang anggota Kodim dan Koramil Ayamaru bersenjata lengkap melakukan persiapan.

Mereka segera merapat ke Posramil Kisor untuk penebalan personel dan pengamanan. Sedangkan, anggota Posramil yang meninggal dunia sedang dievakuasi menuju ke Kodim 1809/Maybrat.


Kompas


Pergerakan 50 orang kok nda bisa dideteksi?
muhamad.hanif.2Avatar border
varokahhAvatar border
pitaksemprulAvatar border
pitaksemprul dan 22 lainnya memberi reputasi
23
10.7K
256
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.3KThread57.4KAnggota
Tampilkan semua post
markjankulovskiAvatar border
markjankulovski
#78
Kita teliti detilnya dulu. Ini yang diserang adalah Posramil, yang levelnya lebih rendah daripada Koramil. Jika kita lihat Koramil itu apa ?. Ini unit teritorial, bukan sebuah unit tempur. Ya coba lihat sendiri di wilayah masing-masing, Koramil itu personilnya banyak diantaranya adalah tentara yang sudah tua, menjelang pensiun, ada pula yang muda, tapi tugas pokoknya adalah berinteraksi dengan masyarakat, bukan unit tempur macam Yonif, Yonkav dll. Seperti satgas Covid, penyuluhan masyarakat dll. Itu kan tentara dari Koramil kebanyakan, bukan Yonif misalnya yang pasukan tempur. Maka tidak heran tidak terlalu dibekali. Ini bisa dilihat dari kesaksian anggota TNI yang selamat bahwa mereka memang tidak membawa senjata saat itu, senjata ada di gudang dan hanya ada 1 pucuk senjata di gudang. Dan ini penyerangannya saat pagi jam 3 di mana anggota pas tidur.

Kalo ane lihat lagi, TNI saat itu memang tidak siap, jika kita lihat daerah Maybrat itu bukan wilayah tradisional OPM kok, wilayah tradisional OPM itu di tengah-tengah wilayah Papua yakni wilayah pegunungan tengah Papua seperti Puncak, Intan Jaya, Timika, Nduga, Wamena dll. Sedangkan penyerangan kemarin itu bahkan sudah bukan Provinsi Papua lagi tapi Provinsi Papua Barat, yang dianggap sebagai basis pendukung NKRI dan merupakan daerah yang aman terkendali sejauh ini, aktivitas OPM kecil bahkan dianggap cenderung tidak ada OPM di sini. Maybrat itu bahkan cukup dekat sama Sorong, kota yang kosmopolitan untuk ukuran Papua dan OPM dianggap tidak ada di sini, semua aman terkendali. Kodamnya juga sudah beda. Provinsi Papua itu Kodam Cendrawasih, yang tempur sama OPM itu kebanyakan Kodam Cendrawasih. Sedangkan Papua Barat itu Kodam Kasuari. Lha dari sini kemungkinan karena merupakan zona hijau atau wilayah aman, maka kewaspadaan kecil, sama seperti tentara2 Koramil di Jawa Sumatera misalnya, ya santai2 saja. Hingga penyerangan yang tidak terduga ini terjadi.

Kemudian mengenai Papua, Papua sampai saat ini statusnya masih Tertib Sipil, kondisi seperti ini memang cukup merepotkan. OPM itu dibanding GAM atau Fretilin dulu, itu skala pemberontakannya jauh lebih kecil, GAM maupun Fretilin jauh lebih dahsyat. Cuma mereka menikmati dukungan internasional yang lebih besar, dibanding GAM misalnya, seperti dari Australia, yang menganggap diri sebagai "pemimpin dan pelindung bangsa-bangsa Oseania (Pasifik)", bahkan pernah mengklaim sebagai deputi sheriffnya Amerika di Pasifik. Papua dianggap sebagai bangsa Oseania yang sedang dieksploitasi oleh bangsa Asia yakni orang Indonesia. Meskipun dukungan dari Australia itu tentu saja diam-diam.

Sementara kita sendiri juga berperilaku sangat hati-hati dalam menangan Papua, karena sangat sensitif. Setiap tindakan dan langkah-langkah penegakan hukum dan keamanan di Papua dianggap sebagai tindakan genosida. Ini kan repot. Ada orang Papua mabuk, malakin orang kemudian diinjek kepalanya sama anggota TNI, di daerah lain mungkin banyak yang kapokin, tapi di Papua akan langsung diteriaki rasis, diskriminasi etnis bla bla bla.

Orang Papua bikin ribut di kota lain kibarin bendera OPM, warga kota itu marah dan diteriaki monyet karena emosi. Langsung dianggap rasis dan ribut demo anti rasis di seluruh Papua. Padahal mereka yang bikin ribut gak sopan di rumah orang.

Ada OPM mati satu, langsung bilang TNI melakukan pembantaian pada warga Papua. TNI melakukan kejahatan kemanusiaan dan harus diselidiki. Demikian propaganda mereka. Dan ini didukung pula oleh pendukungnya di sini macam Komnas HAM, Imparsial dkk. Inilah kesulitan kita. Bahkan dulu sempat ada SOP di kalangan TNI. "Jangan tembak dulu, sebelum mereka menembak duluan, jika mereka menembak dulu baru kita balas tembak, demikian juga dalam menembak diusahakan jangan kena kepala atau anggota tubuh yang mematikan, kalau bisa tembak kakinya dulu, untuk sekedar melumpuhkan. Kalau tidak memungkinkan baru tembak mematikan" Lha SOP macam begini kan repot, karena takut dianggap melanggar HAM, sampe seperti itu, hati-hati sekali.

Jika kita mau operasi militer pun peralatan dari negara Barat macam Apache kemungkinan tidak akan dibolehkan, inilah yang membuat ane skeptis dalam membeli alutsista dari Amerika dkk. Syaratnya macem2. Tapi kita masih punya Mi 35 Hind, Super Tucano dan drone dari Cina yang bisa kita gunakan jika mau nyerang mereka dari udara.
Diubah oleh markjankulovski 03-09-2021 17:14
g4zza
not.a.member.
muhamad.hanif.2
muhamad.hanif.2 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.