- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#158
Chapter 103
Quote:
Dua hari sudah Silver Clan mendekam dalam sel khusus yang dilapisi kaca transparan, keadaan mereka masih baik-baik saja, sesekali petugas datang untuk membawakan makanan dan juga beberapa buku bacaan bagi Tuan Stam. Terlihat dari sel milik Djohan dari kejauhan nampak Hunter yang seringkali bertingkah aneh dan mulutnya tidak bisa diam walaupun tidak bisa didengarnya.
“Satu hari lagi, dan semuanya akankah kembali seperti semula?” pikir Djohan lalu merebahkan dirinya ke kasur yang di luar dugaan sangatlah empuk.
Kapten Julian yang memberikan pesan pada kapten Vela pun datang setelah diminta olehnya untuk menjelaskan secara rinci dari pesan yang dikirimkan. Kapten Lucio tidak mengetahui kedatangan mendadak dari kapten Julian itu sementara Gareth masih bermain peran seolah-olah tidak mengetahui tentang hal yang ingin dibicarakan. Kedatangan kapten Julian turut serta membawa Leah, dengan begini lengkap semua anggota tim 13.
“Hm,” Leah hanya bisa menatap sinis pada kapten Vela dan juga Nakata. “bagaimana keadaanmu?” tanya Leah pada Gareth.
“Ya, masih ada pegal-pegal, tapi tubuhku kini sudah bisa beradaptasi dengan baik,” jawab Gareth.
“Kalian mengisi baterainya di sini? Apa tidak menguras daya untuk penghuni lainnya?” kapten Julian melihat empat buah baterai yang diisi secara manual.
“Tidak perlu mengkhawatirkan mereka, lagipula jika kita bilang bahwa kita anggota BASS mereka pasti paham. Memang pengisian super cepat sudah dibawa oleh pemerintah, tapi untungnya mereka tidak mengetahui bahwa daya bisa diisi dengan manual asal membawa alatnya,” ucap kapten Lucio.
Tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, kapten Julian menjelaskan tentang pesan yang dikirimkan malam lalu kepada kapten Vela. Pesan itu berisikan bahwa Silver Clan telah ditangkap oleh pemerintah. Reaksi Leah begitu terkejut mendengarnya, sepanjang perjalanan kemari dengan kapten Julian. Tidak ada bahasan sedikitpun mengenai Silver Clan, kapten Julian hanya memberitahu bahwa ia menemukan tempat persembunyian kapten Vela dan Gareth juga sedang berada di sana.
“Apa?! mereka menangkap Silver Clan?!”
“Ya, ketika aku kembali ke sektor 8. Serangan Beaters terjadi di sana, jarang sekali bukan?” fakta yang lebih mengejutkan lagi, sektor 8 dinilai merupakan wilayah yang paling aman dari serangan Beaters.
Kapten Vela memperhatikan Gareth yang sama sekali tidak terkejut dengan berita dari kapten Julian tersebut.
“Kamu sudah mengetahuinya?” tanya kapten Vela.
“Ah, aku mendengarnya semalam. Berbeda dengan kapten disebelahku ini, aku tidak langsung tertidur,” tatapan sinis dilontarkan kapten Lucio pada Gareth.
“Padahal aku hanya iseng-iseng saja mendekati petugas itu, karena sebelumnya kulihat papan penunjuk di Wilson Bar menunjukan bahwa mereka tutup. Menyedihkan bagiku, dengan jarak segitu dekatnya saja mereka tidak mengenaliku, tim 8 memang tidak berguna,” kapten Julian menundukan kepalanya, bisa-bisanya dirinya membuat pernyataan seperti itu saat sedang membicarakan hal yang cukup serius.
Pembicaraan pun berlanjut, masih mengenai Silver Clan yang ditangkap oleh pihak pemerintah. Saat ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh anggota BASS. Mereka hanya bisa menunggu sambil terus berharap pihak pemerintah tidak salah melangkah, akibat yang ditimbulkan bisa sangat beresiko meskipun mereka mengetahui bahwa Silver Clan tidak akan berbuat yang aneh-aneh.
“Mungkin saja mereka ingin membuktikan sesuatu dalam 3 hari ini, maksudku fenomena keluarnya monster Beaters dalam waktu yang begitu intens akhir-akhir ini dan perubahan sikap mereka yang begitu liar, dalam kasus ini sektor 8 tidak pernah terpengaruhi sampai akhirnya monster Beaters benar-benar muncul setelah Silver Clan tidak berada di sana lagi,” ucapan kapten Julian cukup masuk akal bagi anggota BASS yang lainnya.
“Benar juga, sejauh ini Silver Clan selalu terlibat jika berhubungan dengan kasus besar yang melibatkan Beaters. Seperti pabrik waktu itu, tapi agak aneh juga padahal pejabat pemerintahan sudah mengetahui bahwa BASS melibatkan Silver Clan bahkan sejak hari pertama tim ini dibentuk,” tambah kapten Vela.
“Kepercayaan masyarakat,” seketika semua mata tertuju pada kapten Lucio. “semenjak video pabrik Beaters tersebar, belum lagi serangan di sektor 14, makin membuat kepercayaan masyarakat menurun pada pemerintah. Khususnya pada BASS yang merupakan ujung tombak untuk menumpas mereka, maka dari itu sikap pemerintah terkesan berlebihan,” kapten Lucio melanjutkan omongannya. “jika kepercayaan masyarakat semakin menurun, maka sudah dipastikan kota Surban akan hancur. Predikat sebagai kota impian di negeri ini pun lenyap, karena munculnya monster Beaters yang tidak habis-habis.”
“Masalah uang, klasik….,” ucap kapten Julian.
Gareth beranjak dari tempat ia duduk, lalu melirik ke arah Leah, mengajaknya untuk menemani membeli makan. Gareth tidak begitu yakin dengan kemampuan kapten Vela ataupun Nakata dalam menyajikan makanan untuknya. Dengan sangat terpaksa Leah pun menuruti perkataan rekannya itu. Mereka berdua turun meninggalkan anggota BASS berpangkat tinggi dan seniornya yang sepertinya masih ingin melanjutkan perbincangan mengenai Silver Clan.
Angin berhembus pelan, serasa sejuk menyentuh tubuh Gareth dan juga Leah. Sebenarnya ada alasan lain mengapa Gareth mengajak Leah untuk keluar menemaninya membeli makanan.
“Kamu ingin menyelamatkan mereka?” tanya Gareth tanpa aba-aba.
“Menyelamatkan? Kamu sudah gila?! Membantu pasukan pemerintah memberantas Beaters saja tidak diperkenankan dan diburu, apalagi bertindak di luar kemampuan kita itu!” Gareth berhasil membuat mood Leah berantakan dalam sekejap.
“Tidak perlu marah, kan aku hanya bertanya saja. Lagipula pandangan dan reaksimu saat mendengar berita tadi menjelaskan semuanya kok,” Leah semakin marah dengan menatap Gareth secara sinis. “daripada menyelamatkannya, aku lebih ingin bertemu dengan petinggi pemerintahan, ketua unit-01. Apa alasan mereka menangkap Silver Clan, jika alasannya sesuai dengan teori kapten Julian aku tidak akan bertindak lebih jauh.”
“Hm, iya….,” Leah tidak ingin membahasnya lebih jauh lagi, apalagi dengan seorang Gareth yang selalu membuatnya kesal.
Gareth pun kemudian paham dengan situasinya, Leah lebih sensitif jika dikaitkan dengan Silver Clan. Padahal menurut Gareth, pada awalnya Leah sangat tidak menyutujui jika harus menjadi partner dari Silver Clan. Ternyata waktu bisa merubah sosok dan pribadi seseorang, termasuk dirinya yang sebenarnya mempunyai perasaan yang sama seperti Leah terhadap Silver Clan yang kini ditangkap.
“Hm, bagaimana kalau Chinese Food?”
“Bukannya hanya kamu yang lapar?”
“Hehe,” Gareth hanya tersenyum, “masih marah rupanya?” pikirnya.
Di lain tempat, seseorang sudah merencakan sesuatu dengan beberapa orang lainnya di sebuah ruangan yang gelap, cahaya hanya berasal dari sebuah layar yang sengaja tidak dimatikan. Mereka tampaknya sudah sangat matang merencanakannya, terlihat dari beberapa catatan dan juga bagan yang muncul dari layar terang itu.
“Ini kesempatan emas kita, tak kukira bisa datang secepat ini,” senyumannya melebar, diikuti dengan beberapa orang didekatnya.
“Satu hari lagi, dan semuanya akankah kembali seperti semula?” pikir Djohan lalu merebahkan dirinya ke kasur yang di luar dugaan sangatlah empuk.
Kapten Julian yang memberikan pesan pada kapten Vela pun datang setelah diminta olehnya untuk menjelaskan secara rinci dari pesan yang dikirimkan. Kapten Lucio tidak mengetahui kedatangan mendadak dari kapten Julian itu sementara Gareth masih bermain peran seolah-olah tidak mengetahui tentang hal yang ingin dibicarakan. Kedatangan kapten Julian turut serta membawa Leah, dengan begini lengkap semua anggota tim 13.
“Hm,” Leah hanya bisa menatap sinis pada kapten Vela dan juga Nakata. “bagaimana keadaanmu?” tanya Leah pada Gareth.
“Ya, masih ada pegal-pegal, tapi tubuhku kini sudah bisa beradaptasi dengan baik,” jawab Gareth.
“Kalian mengisi baterainya di sini? Apa tidak menguras daya untuk penghuni lainnya?” kapten Julian melihat empat buah baterai yang diisi secara manual.
“Tidak perlu mengkhawatirkan mereka, lagipula jika kita bilang bahwa kita anggota BASS mereka pasti paham. Memang pengisian super cepat sudah dibawa oleh pemerintah, tapi untungnya mereka tidak mengetahui bahwa daya bisa diisi dengan manual asal membawa alatnya,” ucap kapten Lucio.
Tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, kapten Julian menjelaskan tentang pesan yang dikirimkan malam lalu kepada kapten Vela. Pesan itu berisikan bahwa Silver Clan telah ditangkap oleh pemerintah. Reaksi Leah begitu terkejut mendengarnya, sepanjang perjalanan kemari dengan kapten Julian. Tidak ada bahasan sedikitpun mengenai Silver Clan, kapten Julian hanya memberitahu bahwa ia menemukan tempat persembunyian kapten Vela dan Gareth juga sedang berada di sana.
“Apa?! mereka menangkap Silver Clan?!”
“Ya, ketika aku kembali ke sektor 8. Serangan Beaters terjadi di sana, jarang sekali bukan?” fakta yang lebih mengejutkan lagi, sektor 8 dinilai merupakan wilayah yang paling aman dari serangan Beaters.
Kapten Vela memperhatikan Gareth yang sama sekali tidak terkejut dengan berita dari kapten Julian tersebut.
“Kamu sudah mengetahuinya?” tanya kapten Vela.
“Ah, aku mendengarnya semalam. Berbeda dengan kapten disebelahku ini, aku tidak langsung tertidur,” tatapan sinis dilontarkan kapten Lucio pada Gareth.
“Padahal aku hanya iseng-iseng saja mendekati petugas itu, karena sebelumnya kulihat papan penunjuk di Wilson Bar menunjukan bahwa mereka tutup. Menyedihkan bagiku, dengan jarak segitu dekatnya saja mereka tidak mengenaliku, tim 8 memang tidak berguna,” kapten Julian menundukan kepalanya, bisa-bisanya dirinya membuat pernyataan seperti itu saat sedang membicarakan hal yang cukup serius.
Pembicaraan pun berlanjut, masih mengenai Silver Clan yang ditangkap oleh pihak pemerintah. Saat ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh anggota BASS. Mereka hanya bisa menunggu sambil terus berharap pihak pemerintah tidak salah melangkah, akibat yang ditimbulkan bisa sangat beresiko meskipun mereka mengetahui bahwa Silver Clan tidak akan berbuat yang aneh-aneh.
“Mungkin saja mereka ingin membuktikan sesuatu dalam 3 hari ini, maksudku fenomena keluarnya monster Beaters dalam waktu yang begitu intens akhir-akhir ini dan perubahan sikap mereka yang begitu liar, dalam kasus ini sektor 8 tidak pernah terpengaruhi sampai akhirnya monster Beaters benar-benar muncul setelah Silver Clan tidak berada di sana lagi,” ucapan kapten Julian cukup masuk akal bagi anggota BASS yang lainnya.
“Benar juga, sejauh ini Silver Clan selalu terlibat jika berhubungan dengan kasus besar yang melibatkan Beaters. Seperti pabrik waktu itu, tapi agak aneh juga padahal pejabat pemerintahan sudah mengetahui bahwa BASS melibatkan Silver Clan bahkan sejak hari pertama tim ini dibentuk,” tambah kapten Vela.
“Kepercayaan masyarakat,” seketika semua mata tertuju pada kapten Lucio. “semenjak video pabrik Beaters tersebar, belum lagi serangan di sektor 14, makin membuat kepercayaan masyarakat menurun pada pemerintah. Khususnya pada BASS yang merupakan ujung tombak untuk menumpas mereka, maka dari itu sikap pemerintah terkesan berlebihan,” kapten Lucio melanjutkan omongannya. “jika kepercayaan masyarakat semakin menurun, maka sudah dipastikan kota Surban akan hancur. Predikat sebagai kota impian di negeri ini pun lenyap, karena munculnya monster Beaters yang tidak habis-habis.”
“Masalah uang, klasik….,” ucap kapten Julian.
Gareth beranjak dari tempat ia duduk, lalu melirik ke arah Leah, mengajaknya untuk menemani membeli makan. Gareth tidak begitu yakin dengan kemampuan kapten Vela ataupun Nakata dalam menyajikan makanan untuknya. Dengan sangat terpaksa Leah pun menuruti perkataan rekannya itu. Mereka berdua turun meninggalkan anggota BASS berpangkat tinggi dan seniornya yang sepertinya masih ingin melanjutkan perbincangan mengenai Silver Clan.
Angin berhembus pelan, serasa sejuk menyentuh tubuh Gareth dan juga Leah. Sebenarnya ada alasan lain mengapa Gareth mengajak Leah untuk keluar menemaninya membeli makanan.
“Kamu ingin menyelamatkan mereka?” tanya Gareth tanpa aba-aba.
“Menyelamatkan? Kamu sudah gila?! Membantu pasukan pemerintah memberantas Beaters saja tidak diperkenankan dan diburu, apalagi bertindak di luar kemampuan kita itu!” Gareth berhasil membuat mood Leah berantakan dalam sekejap.
“Tidak perlu marah, kan aku hanya bertanya saja. Lagipula pandangan dan reaksimu saat mendengar berita tadi menjelaskan semuanya kok,” Leah semakin marah dengan menatap Gareth secara sinis. “daripada menyelamatkannya, aku lebih ingin bertemu dengan petinggi pemerintahan, ketua unit-01. Apa alasan mereka menangkap Silver Clan, jika alasannya sesuai dengan teori kapten Julian aku tidak akan bertindak lebih jauh.”
“Hm, iya….,” Leah tidak ingin membahasnya lebih jauh lagi, apalagi dengan seorang Gareth yang selalu membuatnya kesal.
Gareth pun kemudian paham dengan situasinya, Leah lebih sensitif jika dikaitkan dengan Silver Clan. Padahal menurut Gareth, pada awalnya Leah sangat tidak menyutujui jika harus menjadi partner dari Silver Clan. Ternyata waktu bisa merubah sosok dan pribadi seseorang, termasuk dirinya yang sebenarnya mempunyai perasaan yang sama seperti Leah terhadap Silver Clan yang kini ditangkap.
“Hm, bagaimana kalau Chinese Food?”
“Bukannya hanya kamu yang lapar?”
“Hehe,” Gareth hanya tersenyum, “masih marah rupanya?” pikirnya.
Di lain tempat, seseorang sudah merencakan sesuatu dengan beberapa orang lainnya di sebuah ruangan yang gelap, cahaya hanya berasal dari sebuah layar yang sengaja tidak dimatikan. Mereka tampaknya sudah sangat matang merencanakannya, terlihat dari beberapa catatan dan juga bagan yang muncul dari layar terang itu.
“Ini kesempatan emas kita, tak kukira bisa datang secepat ini,” senyumannya melebar, diikuti dengan beberapa orang didekatnya.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas