- Beranda
- Milanisti Kaskus
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui
...
TS
bedulok
Milanisti Kaskus | A. C. Milano 21/22 | Tutta La Speranza è qui

Quote:


B - Log
[url=http://www.kaskus.co.id/thread/51aab46e601243774400000d/17691769176 9-brigate-rossonere-176917691769---part-4]BRIGATE ROSSONERO KASKUS[/url]
Futsal
Futsal Milanisti Kaskus

SOCCER ROOM GENERAL RULES
Read This Before Posting
Spoiler for Rules:
Spoiler for Rules:
*Peraturan dapat direvisi/dirubah sewaktu waktu

superstreetstar dan 38 lainnya memberi reputasi
37
833.5K
28.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Milanisti Kaskus
314Thread•2KAnggota
Tampilkan semua post
driller.killer
#562
Sedikit komentar:
Dari match perdana ini (termasuk match2 pre-season), sepertinya gaya taktikal pioli udah mulai kebentuk. 4-2-3-1 ala2 klopp. Ya, mirip banget. Dimana full back yang agresif. Cuma, di taktik pioli, di-tweak based on liga itali dimana sisi defense lawan sangat ketat. Makanya, agresivitas wing back dibatasi atas dasar perbandingan dengan taktik lawan. Terlihat di match lawan sampdoria kemarin, yang lebih attacking justru di wing back kanan (calabria), karena sampdoria menumpuk pemain jagonya di sisi theo. Sedangkan disisi kiri (baca: theo-leao), leao yang diharapkan banyak ganggu konsentrasi lawan, ternyata masih bermasalah dengan defensive attribute. Makanya kedodoran sisi kiri milan. Beda dibanding sama sisi kanan milan. Inilah fungsi sale. Ngejaga sisi kanan biar aman terus supaya calabria bisa maju layaknya cafu.
Balik lagi kenapa gw ngerasa taktik pioli ada aroma klopp juga. Double pivot pioli ini sebenernya ada adaptasi dari klopp. Bedanya, double pivot klopp cover kanan-kiri sehingga wing back nya bisa bebas layaknya playmaker. Dan diapit sama deep lying playmaker yang leluasa ngasih umpan2 manis ke depan. Taktik pioli udah bener, cuma di tweak karena serie A lebih ketat defensive area nya. Makanya wing back nya diatur agresivitasnya sesuai kebutuhan. Akhirnya, double pivotnya lebih bersifat drivin into securing ball + driving forward. Karena wingernya juga udah disesuain kebutuhan (sale lebih ke midfield untuk ngasih calab ruang maju, leao lebih ke winger/forward untuk acak2). Jadi kalo dibaca skema mainnya, sebenernya, milan main 4 gelandang (tonali + krunic + baim + sale). Agak sayang sih jadinya, theo jadi kurang eksplosif karena depannya (leao), kurang punya defensive attribute.
Harapan gw, ya adaptasi aja mainnya liverpool. Toh, wing back kita (calab + theo) punya skill ofensive yang mumpuni. Tinggal double pivot nya bisa back up kanan-kiri (atau kalaupun pengen bantu nyerang bisa komunikasi). Atau kalo liverpool punya midfield yang bisa back up wing back, kita punya 2 gelandang sayap yang bisa back up wing back (sale + rebic).
Dari sini kenapa gw yakin maldini cs gak terlalu ngejar sayap kanan. Malah yang dateng florenzi yang defensive attribute nya tinggi. Karena pengen manfaatin duo wing back kita yang keren2 kalo nyerang. Dan gak perlu kaget ketika leao lah yang santer di bursa transfer. Karena posisi dia di sayap kiri sebenernya gak cocok dengan agresivitas theo.
Cuma, leao perlu gw akuin di match kemarin rajin banget. Dia pengen banget stay di milan, karena dia ngotot main defense juga. Cuma ya itu, karena belum terbiasa ala2 rebic, makanya nafasnya abis di menit 60an.
Kesimpulannya, jangan terperdaya milan main skema 4-2-3-1, karena disamping baim emang bukan tipikal playmaker (dia lebih ke treq seperti yang gw udah bahas beberapa waktu lalu), milan sebenarnya udah main pola 4-4-1-1 (2 double pivot + 2 gelandang roaming) sejak adanya baim. Alias 4-4-2.
Menarik nih ngeliat kejeniusan pioli ngembangin skema taktik dengan memanfaatkan squad yang ada.
#forzalentini

Edit:
Sejak match kemarin, gw menghargai kenapa pioli seneng sama krunic. Dia gak neko2, gaji murah, selalu available, gak pernah komplen, dan selama ini dia selalu ditempatkan di role yang berbeda2. Dia-nya gak komplen, malah fans nya yang ngejek mulu. Sedangkan tonali, beberapa kali ditempatkan di role yang gak sesuai posisi aja langsung banyak pembelaan. Padahal aslinya, krunic itu termasuk decent back up. Udah lumayanlah jadi back up, belum lagi ditempatin di posisi macem2.. nikmat manalagi yang kurang?
Dibanding cl7 yang manfaat keberadaannya belum bisa ketemu

Dari match perdana ini (termasuk match2 pre-season), sepertinya gaya taktikal pioli udah mulai kebentuk. 4-2-3-1 ala2 klopp. Ya, mirip banget. Dimana full back yang agresif. Cuma, di taktik pioli, di-tweak based on liga itali dimana sisi defense lawan sangat ketat. Makanya, agresivitas wing back dibatasi atas dasar perbandingan dengan taktik lawan. Terlihat di match lawan sampdoria kemarin, yang lebih attacking justru di wing back kanan (calabria), karena sampdoria menumpuk pemain jagonya di sisi theo. Sedangkan disisi kiri (baca: theo-leao), leao yang diharapkan banyak ganggu konsentrasi lawan, ternyata masih bermasalah dengan defensive attribute. Makanya kedodoran sisi kiri milan. Beda dibanding sama sisi kanan milan. Inilah fungsi sale. Ngejaga sisi kanan biar aman terus supaya calabria bisa maju layaknya cafu.
Balik lagi kenapa gw ngerasa taktik pioli ada aroma klopp juga. Double pivot pioli ini sebenernya ada adaptasi dari klopp. Bedanya, double pivot klopp cover kanan-kiri sehingga wing back nya bisa bebas layaknya playmaker. Dan diapit sama deep lying playmaker yang leluasa ngasih umpan2 manis ke depan. Taktik pioli udah bener, cuma di tweak karena serie A lebih ketat defensive area nya. Makanya wing back nya diatur agresivitasnya sesuai kebutuhan. Akhirnya, double pivotnya lebih bersifat drivin into securing ball + driving forward. Karena wingernya juga udah disesuain kebutuhan (sale lebih ke midfield untuk ngasih calab ruang maju, leao lebih ke winger/forward untuk acak2). Jadi kalo dibaca skema mainnya, sebenernya, milan main 4 gelandang (tonali + krunic + baim + sale). Agak sayang sih jadinya, theo jadi kurang eksplosif karena depannya (leao), kurang punya defensive attribute.
Harapan gw, ya adaptasi aja mainnya liverpool. Toh, wing back kita (calab + theo) punya skill ofensive yang mumpuni. Tinggal double pivot nya bisa back up kanan-kiri (atau kalaupun pengen bantu nyerang bisa komunikasi). Atau kalo liverpool punya midfield yang bisa back up wing back, kita punya 2 gelandang sayap yang bisa back up wing back (sale + rebic).
Dari sini kenapa gw yakin maldini cs gak terlalu ngejar sayap kanan. Malah yang dateng florenzi yang defensive attribute nya tinggi. Karena pengen manfaatin duo wing back kita yang keren2 kalo nyerang. Dan gak perlu kaget ketika leao lah yang santer di bursa transfer. Karena posisi dia di sayap kiri sebenernya gak cocok dengan agresivitas theo.
Cuma, leao perlu gw akuin di match kemarin rajin banget. Dia pengen banget stay di milan, karena dia ngotot main defense juga. Cuma ya itu, karena belum terbiasa ala2 rebic, makanya nafasnya abis di menit 60an.
Kesimpulannya, jangan terperdaya milan main skema 4-2-3-1, karena disamping baim emang bukan tipikal playmaker (dia lebih ke treq seperti yang gw udah bahas beberapa waktu lalu), milan sebenarnya udah main pola 4-4-1-1 (2 double pivot + 2 gelandang roaming) sejak adanya baim. Alias 4-4-2.
Menarik nih ngeliat kejeniusan pioli ngembangin skema taktik dengan memanfaatkan squad yang ada.
#forzalentini

Edit:
Sejak match kemarin, gw menghargai kenapa pioli seneng sama krunic. Dia gak neko2, gaji murah, selalu available, gak pernah komplen, dan selama ini dia selalu ditempatkan di role yang berbeda2. Dia-nya gak komplen, malah fans nya yang ngejek mulu. Sedangkan tonali, beberapa kali ditempatkan di role yang gak sesuai posisi aja langsung banyak pembelaan. Padahal aslinya, krunic itu termasuk decent back up. Udah lumayanlah jadi back up, belum lagi ditempatin di posisi macem2.. nikmat manalagi yang kurang?
Dibanding cl7 yang manfaat keberadaannya belum bisa ketemu

Diubah oleh driller.killer 24-08-2021 22:36
Bhaiiuh dan 32 lainnya memberi reputasi
33
Tutup