- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#156
Chapter 102
Quote:
Pasukan unit-01 mulai mendekati kapten Lucio dan Gareth, mereka hapal sekali bahwa peluru yang digunakan tidak akan bisa menembus baju tempur milik anggota BASS tersebut. Lagipula tidak ada satu pun dari mereka yang menggunakan peluru normal melainkan peluru khusus yang berisi racun Beaters. Menembakan seorang manusia dengan peluru tersebut sama saja dengan membunuh mereka.
Kahleed memegang hidungnya, bentuknya sudah tidak seperti semula lagi akibat ditendang oleh Gareth. “Hidungku patah, ya tapi setimpal dengan hasilnya,” sarung tangannya juga masih bisa digunakan meskipun baterai baju tempurnya sudah rusak, hanya saja ia tidak bisa menggunakan bola listriknya lagi setelah dikeluarkan dalam jumlah banyak ketika melawan Gareth. Kahleed memakluminya karena sarung tangannya itu produk contoh, bukanlah hasil akhir dari lab BASS.
“Bagaimana ini?” tanya Gareth berbisik.
“Entahlah, tetapi tidak mungkin kita berdua harus tertangkap bersama di malam ini.”
“Maksudmu?”
“Jujur saya, daya baju tempur miliku masih menyisakan sedikit. Aku bisa membaginya padamu,” ucapan kapten Lucio pada Gareth. Mereka masih memiliki sisa waktu yang sedikit untuk menukar baterai, sebelum petugas yang berjalan lambat sambil berhati-hati itu sampai.
Gareth memikirkannya matang-matang, ia melihat keadaan sekitarnya. Masih ada Kahleed yang mengawasi dari kejauhan, Gareth juga tidak mengetahui apakah sarung tangan itu masih bisa mengeluarkan bola listrik atau tidak. Akhirnya keputusan akhir dari Gareth adalah untuk tetap bersama kapten Lucio, ia tidak ingin kapten tim 2 itu berkorban demi dirinya. Lagipula unit-01 sejatinya bukan musuh mereka, jikalau tertangkap apalagi kapten Lucio akan ditempatkan lagi disektornya. Kemungkinan buruk ada di Gareth, namun ia siap menerimanya.
Kapten Lucio memukul dada Gareth, “Cih! Kau ingin mempermalukanku?”
“Ya kita ini tim kan? Rekan satu tim tidak akan meninggalkan rekan lainnya.”
Tiba-tiba terdengar suara letusan senapan yang keras, unit-01 dan juga Kahleed langsung merubah posisinya. Mereka mencari asal sumber suara, lalu ke arah Gareth dan kapten Lucio terbang dua benda yang tidak begitu terlihat karena tidak tersorot cahaya.
“Benda apa?” Kahleed memicingkan matanya, lalu secara sekilas terlihat bahwa benda yang dilemparkan. “itu kan….,” Kahleed langsung memberikan perintah. “OY! Itu flash grenade! Cepat tangkap kedua anggota BASS itu!” pasukan unit-01 langsung bergegas, tetapi mereka malah ditembaki dari kejauhan. “jadi di situ hah?!” Kahleed mencari sumber tenaga bagi sarung tangannya, ia menuju lampu jalan didekatnya.
Kapten Lucio dan Gareth masih ditempatnya, mereka belum mengetahui siapa orang dibalik penyerangan unit-01. Bom cahaya itu meledak, mengeluarkan sinar yang membuat mata buta tuk sejenak. Gareth mendengar suara langkah kaki yang berat berjalan menujunya, seketika Gareth merasakan tubuhnya terangkat, begitu juga dengan kapten Lucio.
“Cih aku terlambat!” ucap Kahleed yang sedang mengisi daya, ia tidak mampu melihat apa yang diterjadi di area yang bercahaya kuat itu. Fokusnya adalah menyerang titik di mana api hasil tembakan itu terlihat olehnya.
Cahaya yang menyelimuti area tim unit-01 menghilang, sosok kapten Lucio dan Gareth juga sudah tidak ada di sana. Begitupun dengan suara tembakan yang bertubi-tubi terdengar, malam yang ramai mendadak menjadi sepi kembali. Kahleed begitu kesal karena tidak menyangka bahwa ada penganggu yang tak diundang datang di saat dirinya hampir berhasil menjalankan misi.
“SIAL!” sambil menembakan bola listrik ke angkasa.
Sementara itu barulah diketahui bahwa sosok yang mengangkat tubuh Gareth dan kapten Lucio adalah Nakata dari tim 13, dan orang yang menembaki unit-01 adalah kapten Vela. Setelah menjauh dan mencapai lokasi yang aman, keduanya diturunkan. Tepat diseberang mereka ada sebuah mobil sedan yang terparkir.
“Kalian bisa berjalan mencapai mobil itu?” tanya kapten Vela yang baru saja sampai setelah berlari dari lokasi penyerangan.
“KAPTEN!” ucap Gareth histeris. “hey! Aku mencarimu tahu!”
“Ya, kita bicarakan nanti. Jadi kalian bisa tidak berjalan?” keduanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Nakata yang membawa keduanya kembali menuju mobil yang terparkir.
Melihat Nakata yang duduk di samping kapten Vela yang menyetir membuat Gareth tidak bisa menahan tawanya. Tubuh Nakata yang tinggi besar harus menyesuaikan di dalam mobil sedan yang berukuran kecil. Namun gelak tawanya itu berubah drastis, Gareth kecewa kenapa kapten Vela dan Nakata baru muncul di saat seperti ini. Sudah berhari-hari sejak BASS dibekukan Gareth menghubunginya, namun tidak terbalas.
“Jadi, kalian tinggal di mana selama ini?” tanya Gareth dengan serius.
“Kita akan ke sana sekarang,” kapten Vela mengalihkan pembicaraan. “bagaimana dengan helm mu yang tertinggal kapten Lucio? Dengan benda itu, mereka bisa melacak keberadaan kita.”
“HEY!” ucap Gareth marah.
“Aku dan Gareth sudah mengakalinya, membutuhkan waktu yang lama untuk membongkar baju tempur ini dengan peralatan seadanya, jadi tidak usah khawatir,” jawab kapten Lucio.
“Kalian hebat, bisa membongkar setelan baju yang rumit itu….,” puji kapten Vela.
“Ah tidak juga, pak Adrianlah yang memberikan triknya, tidak semua orang tahu karena tidak bertanya padanya. Hahaha,” tawa kapten Lucio.
Mereka dengan mobil sedan hitamnya sampai di sebuah komplek apartemen yang merupakan tempat tinggal sementara kapten Vela dan Nakata, begitu pikir Gareth. Karena tempat tinggal kapten Vela maupun Nakata sangat berbeda dengan tempat yang didatanginya, anggota tim 13 sudah saling mengunjungi tempat tinggal masing-masing.
“Agar tidak menimbulkan kecurigaan, kalian lepas baju tempurnya. Dan pakailah coat miliku dan Nakata,” Gareth dan kapten Lucio mengangguk. Langkah mereka belum sempurna, efek pertarungan tadi melawan Kahleed masih sangat terasa.
Saat melewati lobi, baik Gareth dan kapten Lucio menutup wajahnya, tetapi tidak dengan Nakata dan juga kapten Vela.
“Eh? Kalian….,” tanya kapten Lucio keheranan.
“Kita ini bukan kriminal, jika mereka mau, mungkin dari awal kita semua sudah ditangkap. Tetapi mereka hanya akan bertindak dilapangan jika kita ketahuan melakukan pemusnahan Beaters,” jawab kapten Vela santai.
“Lalu kenapa kapten dan senior malah pindah ke tempat ini?” tanya Gareth.
“Kamu bodoh apa? ya biar keberadaanku dan Nakata tidak diketahui olehmu dan Leah. Di saat seperti ini bergerak dengan banyak orang sangat riskan. Maka dari itu aku menghindarimu, bergerak dengan unit seperti ini tidak menimbulkan kecurigaan dan sangat mudah untuk melarikan diri,” mata Gareth mengecil mendengar penjelasan dari kapten Vela yang menurutnya tidak masuk akal. “hei, ini kan untuk---,” kapten Vela merasakan ponsel miliknya bergetar, ada telepon masuk dari kapten Julian.
Raut wajah kapten Vela mendadak serius, perbincangannya pun berakhir sangat singkat. Ia tidak membahasnya dengan Gareth dan kapten Lucio, melihat kondisi mereka yang kelelahan akibat pertarungan tadi. Setelah sampai di unit miliknya, baik Gareth maupun kapten Lucio langsung beristirahat. Nakata yang mengetahui bahwa kaptennya itu menyembunyikan sesuatu pun bertanya padanya, tentang isi telepon yang masuk keponselnya.
“Hm, berita yang sangat buruk. Mereka telah bertindak terlalu jauh,” Nakata tidak mengerti maksud kapten Vela.
“Mereka telah menangkap Silver Clan,” Nakata pun terkejut, begitu juga dengan Gareth yang sedari tadi hanya pura-pura tertidur.
Kahleed memegang hidungnya, bentuknya sudah tidak seperti semula lagi akibat ditendang oleh Gareth. “Hidungku patah, ya tapi setimpal dengan hasilnya,” sarung tangannya juga masih bisa digunakan meskipun baterai baju tempurnya sudah rusak, hanya saja ia tidak bisa menggunakan bola listriknya lagi setelah dikeluarkan dalam jumlah banyak ketika melawan Gareth. Kahleed memakluminya karena sarung tangannya itu produk contoh, bukanlah hasil akhir dari lab BASS.
“Bagaimana ini?” tanya Gareth berbisik.
“Entahlah, tetapi tidak mungkin kita berdua harus tertangkap bersama di malam ini.”
“Maksudmu?”
“Jujur saya, daya baju tempur miliku masih menyisakan sedikit. Aku bisa membaginya padamu,” ucapan kapten Lucio pada Gareth. Mereka masih memiliki sisa waktu yang sedikit untuk menukar baterai, sebelum petugas yang berjalan lambat sambil berhati-hati itu sampai.
Gareth memikirkannya matang-matang, ia melihat keadaan sekitarnya. Masih ada Kahleed yang mengawasi dari kejauhan, Gareth juga tidak mengetahui apakah sarung tangan itu masih bisa mengeluarkan bola listrik atau tidak. Akhirnya keputusan akhir dari Gareth adalah untuk tetap bersama kapten Lucio, ia tidak ingin kapten tim 2 itu berkorban demi dirinya. Lagipula unit-01 sejatinya bukan musuh mereka, jikalau tertangkap apalagi kapten Lucio akan ditempatkan lagi disektornya. Kemungkinan buruk ada di Gareth, namun ia siap menerimanya.
Kapten Lucio memukul dada Gareth, “Cih! Kau ingin mempermalukanku?”
“Ya kita ini tim kan? Rekan satu tim tidak akan meninggalkan rekan lainnya.”
Tiba-tiba terdengar suara letusan senapan yang keras, unit-01 dan juga Kahleed langsung merubah posisinya. Mereka mencari asal sumber suara, lalu ke arah Gareth dan kapten Lucio terbang dua benda yang tidak begitu terlihat karena tidak tersorot cahaya.
“Benda apa?” Kahleed memicingkan matanya, lalu secara sekilas terlihat bahwa benda yang dilemparkan. “itu kan….,” Kahleed langsung memberikan perintah. “OY! Itu flash grenade! Cepat tangkap kedua anggota BASS itu!” pasukan unit-01 langsung bergegas, tetapi mereka malah ditembaki dari kejauhan. “jadi di situ hah?!” Kahleed mencari sumber tenaga bagi sarung tangannya, ia menuju lampu jalan didekatnya.
Kapten Lucio dan Gareth masih ditempatnya, mereka belum mengetahui siapa orang dibalik penyerangan unit-01. Bom cahaya itu meledak, mengeluarkan sinar yang membuat mata buta tuk sejenak. Gareth mendengar suara langkah kaki yang berat berjalan menujunya, seketika Gareth merasakan tubuhnya terangkat, begitu juga dengan kapten Lucio.
“Cih aku terlambat!” ucap Kahleed yang sedang mengisi daya, ia tidak mampu melihat apa yang diterjadi di area yang bercahaya kuat itu. Fokusnya adalah menyerang titik di mana api hasil tembakan itu terlihat olehnya.
Cahaya yang menyelimuti area tim unit-01 menghilang, sosok kapten Lucio dan Gareth juga sudah tidak ada di sana. Begitupun dengan suara tembakan yang bertubi-tubi terdengar, malam yang ramai mendadak menjadi sepi kembali. Kahleed begitu kesal karena tidak menyangka bahwa ada penganggu yang tak diundang datang di saat dirinya hampir berhasil menjalankan misi.
“SIAL!” sambil menembakan bola listrik ke angkasa.
Sementara itu barulah diketahui bahwa sosok yang mengangkat tubuh Gareth dan kapten Lucio adalah Nakata dari tim 13, dan orang yang menembaki unit-01 adalah kapten Vela. Setelah menjauh dan mencapai lokasi yang aman, keduanya diturunkan. Tepat diseberang mereka ada sebuah mobil sedan yang terparkir.
“Kalian bisa berjalan mencapai mobil itu?” tanya kapten Vela yang baru saja sampai setelah berlari dari lokasi penyerangan.
“KAPTEN!” ucap Gareth histeris. “hey! Aku mencarimu tahu!”
“Ya, kita bicarakan nanti. Jadi kalian bisa tidak berjalan?” keduanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Nakata yang membawa keduanya kembali menuju mobil yang terparkir.
Melihat Nakata yang duduk di samping kapten Vela yang menyetir membuat Gareth tidak bisa menahan tawanya. Tubuh Nakata yang tinggi besar harus menyesuaikan di dalam mobil sedan yang berukuran kecil. Namun gelak tawanya itu berubah drastis, Gareth kecewa kenapa kapten Vela dan Nakata baru muncul di saat seperti ini. Sudah berhari-hari sejak BASS dibekukan Gareth menghubunginya, namun tidak terbalas.
“Jadi, kalian tinggal di mana selama ini?” tanya Gareth dengan serius.
“Kita akan ke sana sekarang,” kapten Vela mengalihkan pembicaraan. “bagaimana dengan helm mu yang tertinggal kapten Lucio? Dengan benda itu, mereka bisa melacak keberadaan kita.”
“HEY!” ucap Gareth marah.
“Aku dan Gareth sudah mengakalinya, membutuhkan waktu yang lama untuk membongkar baju tempur ini dengan peralatan seadanya, jadi tidak usah khawatir,” jawab kapten Lucio.
“Kalian hebat, bisa membongkar setelan baju yang rumit itu….,” puji kapten Vela.
“Ah tidak juga, pak Adrianlah yang memberikan triknya, tidak semua orang tahu karena tidak bertanya padanya. Hahaha,” tawa kapten Lucio.
Mereka dengan mobil sedan hitamnya sampai di sebuah komplek apartemen yang merupakan tempat tinggal sementara kapten Vela dan Nakata, begitu pikir Gareth. Karena tempat tinggal kapten Vela maupun Nakata sangat berbeda dengan tempat yang didatanginya, anggota tim 13 sudah saling mengunjungi tempat tinggal masing-masing.
“Agar tidak menimbulkan kecurigaan, kalian lepas baju tempurnya. Dan pakailah coat miliku dan Nakata,” Gareth dan kapten Lucio mengangguk. Langkah mereka belum sempurna, efek pertarungan tadi melawan Kahleed masih sangat terasa.
Saat melewati lobi, baik Gareth dan kapten Lucio menutup wajahnya, tetapi tidak dengan Nakata dan juga kapten Vela.
“Eh? Kalian….,” tanya kapten Lucio keheranan.
“Kita ini bukan kriminal, jika mereka mau, mungkin dari awal kita semua sudah ditangkap. Tetapi mereka hanya akan bertindak dilapangan jika kita ketahuan melakukan pemusnahan Beaters,” jawab kapten Vela santai.
“Lalu kenapa kapten dan senior malah pindah ke tempat ini?” tanya Gareth.
“Kamu bodoh apa? ya biar keberadaanku dan Nakata tidak diketahui olehmu dan Leah. Di saat seperti ini bergerak dengan banyak orang sangat riskan. Maka dari itu aku menghindarimu, bergerak dengan unit seperti ini tidak menimbulkan kecurigaan dan sangat mudah untuk melarikan diri,” mata Gareth mengecil mendengar penjelasan dari kapten Vela yang menurutnya tidak masuk akal. “hei, ini kan untuk---,” kapten Vela merasakan ponsel miliknya bergetar, ada telepon masuk dari kapten Julian.
Raut wajah kapten Vela mendadak serius, perbincangannya pun berakhir sangat singkat. Ia tidak membahasnya dengan Gareth dan kapten Lucio, melihat kondisi mereka yang kelelahan akibat pertarungan tadi. Setelah sampai di unit miliknya, baik Gareth maupun kapten Lucio langsung beristirahat. Nakata yang mengetahui bahwa kaptennya itu menyembunyikan sesuatu pun bertanya padanya, tentang isi telepon yang masuk keponselnya.
“Hm, berita yang sangat buruk. Mereka telah bertindak terlalu jauh,” Nakata tidak mengerti maksud kapten Vela.
“Mereka telah menangkap Silver Clan,” Nakata pun terkejut, begitu juga dengan Gareth yang sedari tadi hanya pura-pura tertidur.
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas