- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#153
Chapter 100
Quote:
Udara malam yang dingin berubah hangat cenderung semakin memanas setelah aura yang ditimbulkan oleh tiga orang yang memakai baju tempur BASS saling bertubrukan. Kahleed maju terlebih dahulu, sebagai awam dirinya sangat mahir menggunakan baju tempur itu. Celana panjang model training itu bolong di bagian bawah seketika saat pelontar roket dari dua kaki Kahleed menyala. Kapten Lucio reflek menggerakan tangan untuk menebas lawannya itu, tetapi hal unik terjadi saat tiba-tiba Kahleed berhenti di tengah-tengah.
“Sebentar, aku minta waktu dulu,” sambil mencondongkan telapak tangannya tepat ke arah wajah kapten Lucio. Lalu dengan santainya berjalan membelakanginya.
Gareth menelan ludah, gerakan Kahleed yang begitu cepat hampir tidak terbaca olehnya. Bayangkan jika tadi orang dari pemerintahan itu menyerangnya terlebih dahulu, mungkin akan merepotkan kapten Lucio. Kali ini sambil melihat Kahleed menjauh, Gareth lebih mempersiapkan dirinya.
Setelah berjalan cukup jauh, Kahleed sampai disebuah truk besar yang membawanya bersama dengan pasukan lainnya. Terjadi obrolan kecil antara Kahleed dengan salah seorang petugas yang menunggu di truk itu. Lalu Kahleed kembali sambil menenteng satu pasang sarung tangan yang nampaknya bukan sarung tangan biasa, apalagi jika dibawa ketika berpatroli melawan Beaters.
“Ku akui kalian orang-orang BASS sangat jenius, sarung tangan seperti ini saja bisa dijadikan senjata,” Kahleed memperlihatkan sarung tangannya itu. Dari luar bentuknya sama sekali tidak berbeda dengan sarung tangan sejenis. Model sarung tangan ‘sepotong’ yang bisa dipakai pemotor, hanya menutup setengah jari penggunanya.
“Berhati-hatilah, pak Adrian tidak mungkin membuat prototype yang gagal. Aku sudah sering main ke labnya, orang itu maniak!” ucap kapten Lucio memperingatkan Gareth tentang potensi bahaya dari sarung tangan yang kini sedang dipakai oleh Kahleed.
“Ayo kita mulai kembali!” Kahleed menggesek kedua tangannya dan sarung tangan yang dipakainya itu sekarang dialiri listrik berwarna biru yang begitu terang di malam ini.
“Listrik?” Gareth terkejut lalu Kahleed memulai pertarungan.
Gerakannya begitu cepat, lagi-lagi mengarah ke kapten Lucio. Pukulannya melaju lurus dengan arus listrik yang menari-menari disekitar tangannya. Serangan ini dengan mudah dihindari oleh kapten Lucio yang menundukkan kepalanya. Disaat yang bersamaan kapten Lucio menebas tubuh Kahleed dengan kedua belati yang menyala itu. Belum selesai sampai di situ, Gareth menambahkannya dengan menebas bagian tubuh bawah Kahleed. Jaket dan celana miliknya rusak karena terkena belati yang dilapisi laser yang panas hasil modifikasi.
“Dua lawan satu, kukira bisa menghadapinya dengan mudah. Ternyata tidak,” sambil merobek jaket dan celananya. Kini tampilan Kahleed sudah terlihat jelas dengan baju tempur miliknya.
“Kita akan menyerangnya terus sambil baju tempurnya rusak, setelah itu kita pergi dari sini,” arahan diberikan oleh kapten Lucio, Gareth mengangguk tanda mengerti.
Pertarungan kembali dilanjutkan dengan tempo yang lebih tinggi lagi, Kahleed memaksimalkan kekuatan baju tempurnya dengan melesat lebih gila lagi. Pukulannya memang belum berhasil mengenai kapten Lucio karena refleknya yang begitu bagus, namun dua belati yang dijadikan tamennya itu belum mampu menahan kekuatan dari tinju Kahleed. Tubuh kapten Lucio terpental dan keadaan ini dimanfaatkan betul untuk melakukan serangan lanjutan.
Gareth yang berada di sana tidak diam saja melihat keadaan yang seperti itu, dirinya menyerang Kahleed. Namun karena baju tempur miliknya dalam keadaan rusak, serangan Gareth dengan mudah dapat dihindari oleh Kahleed. Dan sebagai balasannya Kahleed memberikan bogem mentah pada Gareth, kecepatan dan kekuatannya mampu membuat Gareth terpental jauh hingga menubruk bangunan disekitarnya.
“Gareth!” teriak kapten Lucio.
“Hm, sarung tangannya terkena noda…,” melihat bercak darah yang menempel. “kuharap pukulanku barusan tidak membuatnya mati, aku terbawa suasana. Maaf…,” sikapnya ini membuat kapten Lucio kesal.
“SIALAN!!!” kapten Lucio melesat, memberikan serangan yang brutal kepada Kahleed sambil terus menyalakan ‘Laser Heat’ pada belatinya.
Para petugas lain yang melihat pertarungan ini hanya bisa terkagum-kagum, yang dilihat mereka sekarang hanyalah sebuah garis terang berwarna merah dan juga biru yang berputar-putar dan bergerak cepat tidak aturan. Mereka tidak menyangka sebuah pakaian dapat membuat kekuatan manusia biasa menjadi gila seperti itu.
Kahleed dan kapten Lucio masih terus melakukan serangan, baju tempur milik BASS terbukti kekuatannya setelah beberapa kali terkena tebasan tetapi belum menimbulkan kerusakan yang berarti. Jarak mereka yang sebegitu dekat membuat arus listrik yang keluar dari sarung tangan Kahleed itu menyebar ke segala area dan sesekali menyentuh baju tempur milik kapten Lucio.
Sementara itu Gareth terbangun di atas reruntuhan bangunan yang tadi dihantamnya dengan sangat kuat, beruntung sekali dirinya masih bisa bertahan meskipun baju tempurnya menjadi lebih rusak dari sebelumnya. Kepalanya bercucuran darah segar, akibat terjatuh dengan keadaan tidak mengenakan saat menabrak dinding.
“Argh, kepalaku,” Gareth memegang kepalanya yang berdarah, “bagaimana dengan kapten Lucio, ada dia baik-baik saja?” sambil mencoba untuk bangkit dari tempatnya sekarang. “cih, meskipun menggunakan baterai dari Leah baju tempur ini sudah tidak bisa diandalkan jika bertarung melawan musuh yang kuat,” menarik nafas panjang. “satu serangan pamungkas….itu saja yang aku butuhkan sekarang,” mulai berjalan pelan keluar dari bangunan ini.
Kahleed termasuk orang yang sangat santai, serangannya tidak ada yang mengenai kapten Lucio tetapi dirinya masih bisa tersenyum. Hal ini tentunya sangat dicurigai oleh kapten Lucio, padahal tebasannya malah sering mengenai tubuh Kahleed yang dilapisi baju tempur itu.
“Ada apa dengannya? Kenapa bisa sesantai itu? padahal belati milikku ini selalu mengenainya,” ucap kapten Lucio dalam hati. “hm, listrik-listrik ini?” yang tadinya hanya satu dua saja garis listrik yang mengenai tubuhnya, kini jumlahnya sangat banyak seperti sebuah benang kusut yang bahkan tidak disadarinya.
Kahleed pergi menjauh, kejar-kejaran dan saling tukar serangan disudahinya. Kini ia berdiri dengan jarak yang agak jauh dari kapten Lucio.
“Coba hindari seranganku yang ini,” Kahleed membuka telapak tangannya, perlahan muncul bola listrik. Seketika bola listrik itu membesar sebesar bola sepak dan meluncur ke arah kapten Lucio.
“Jangan meremehkanku….,” kapten Lucio bergerak menghindari, namun yang tidak disangka gerakannya menjadi lambat. “kena---,” bola listrik itu mengenai pundaknya, dan meledak mengeluarkan gelombang listrik dan kapten Julio ikut tersengat olehnya.
“Hm, sudah kuduga benda ini sangat keren!” ucap Kahleed girang.
“Apa yang terjadi? Gerakanku melambat?” kapten Lucio menyadari bahwa pelontar roket di baju tempurnya tidak berfungsi sebagai biasanya. Ia pun mengecek kondisi baju tempur melalui helm yang dipakainya. Hasilnya cukup mengejutkan, energi dibajunya berkurang drastis. Padahal pertarungan belum memakan waktu sampai berjam-jam.
Kapten Lucio mencoba untuk menganalisinya, ia memutar kembali memori pertarungannya tadi melawan Kahleed, apakah ada sesuatu yang lewat dari pantauannya. Dan ternyata semuanya menjadi masuk akal ketika arus listrik itu mengenai tubuhnya, rupanya ada fungsi lain yaitu mengambil energi dari baju tempurnya dan membuat sirkuitnya menjadi sedikit terganggu.
“Jadi begitu….”
“Ya…sarung tangan ini sangat keren kan?” Kahleed membuka kedua telapak tangannya, dan dua bola listrik keluar dari sana. “kita lanjut?”
"SIALAN!!”
“Sebentar, aku minta waktu dulu,” sambil mencondongkan telapak tangannya tepat ke arah wajah kapten Lucio. Lalu dengan santainya berjalan membelakanginya.
Gareth menelan ludah, gerakan Kahleed yang begitu cepat hampir tidak terbaca olehnya. Bayangkan jika tadi orang dari pemerintahan itu menyerangnya terlebih dahulu, mungkin akan merepotkan kapten Lucio. Kali ini sambil melihat Kahleed menjauh, Gareth lebih mempersiapkan dirinya.
Setelah berjalan cukup jauh, Kahleed sampai disebuah truk besar yang membawanya bersama dengan pasukan lainnya. Terjadi obrolan kecil antara Kahleed dengan salah seorang petugas yang menunggu di truk itu. Lalu Kahleed kembali sambil menenteng satu pasang sarung tangan yang nampaknya bukan sarung tangan biasa, apalagi jika dibawa ketika berpatroli melawan Beaters.
“Ku akui kalian orang-orang BASS sangat jenius, sarung tangan seperti ini saja bisa dijadikan senjata,” Kahleed memperlihatkan sarung tangannya itu. Dari luar bentuknya sama sekali tidak berbeda dengan sarung tangan sejenis. Model sarung tangan ‘sepotong’ yang bisa dipakai pemotor, hanya menutup setengah jari penggunanya.
“Berhati-hatilah, pak Adrian tidak mungkin membuat prototype yang gagal. Aku sudah sering main ke labnya, orang itu maniak!” ucap kapten Lucio memperingatkan Gareth tentang potensi bahaya dari sarung tangan yang kini sedang dipakai oleh Kahleed.
“Ayo kita mulai kembali!” Kahleed menggesek kedua tangannya dan sarung tangan yang dipakainya itu sekarang dialiri listrik berwarna biru yang begitu terang di malam ini.
“Listrik?” Gareth terkejut lalu Kahleed memulai pertarungan.
Gerakannya begitu cepat, lagi-lagi mengarah ke kapten Lucio. Pukulannya melaju lurus dengan arus listrik yang menari-menari disekitar tangannya. Serangan ini dengan mudah dihindari oleh kapten Lucio yang menundukkan kepalanya. Disaat yang bersamaan kapten Lucio menebas tubuh Kahleed dengan kedua belati yang menyala itu. Belum selesai sampai di situ, Gareth menambahkannya dengan menebas bagian tubuh bawah Kahleed. Jaket dan celana miliknya rusak karena terkena belati yang dilapisi laser yang panas hasil modifikasi.
“Dua lawan satu, kukira bisa menghadapinya dengan mudah. Ternyata tidak,” sambil merobek jaket dan celananya. Kini tampilan Kahleed sudah terlihat jelas dengan baju tempur miliknya.
“Kita akan menyerangnya terus sambil baju tempurnya rusak, setelah itu kita pergi dari sini,” arahan diberikan oleh kapten Lucio, Gareth mengangguk tanda mengerti.
Pertarungan kembali dilanjutkan dengan tempo yang lebih tinggi lagi, Kahleed memaksimalkan kekuatan baju tempurnya dengan melesat lebih gila lagi. Pukulannya memang belum berhasil mengenai kapten Lucio karena refleknya yang begitu bagus, namun dua belati yang dijadikan tamennya itu belum mampu menahan kekuatan dari tinju Kahleed. Tubuh kapten Lucio terpental dan keadaan ini dimanfaatkan betul untuk melakukan serangan lanjutan.
Gareth yang berada di sana tidak diam saja melihat keadaan yang seperti itu, dirinya menyerang Kahleed. Namun karena baju tempur miliknya dalam keadaan rusak, serangan Gareth dengan mudah dapat dihindari oleh Kahleed. Dan sebagai balasannya Kahleed memberikan bogem mentah pada Gareth, kecepatan dan kekuatannya mampu membuat Gareth terpental jauh hingga menubruk bangunan disekitarnya.
“Gareth!” teriak kapten Lucio.
“Hm, sarung tangannya terkena noda…,” melihat bercak darah yang menempel. “kuharap pukulanku barusan tidak membuatnya mati, aku terbawa suasana. Maaf…,” sikapnya ini membuat kapten Lucio kesal.
“SIALAN!!!” kapten Lucio melesat, memberikan serangan yang brutal kepada Kahleed sambil terus menyalakan ‘Laser Heat’ pada belatinya.
Para petugas lain yang melihat pertarungan ini hanya bisa terkagum-kagum, yang dilihat mereka sekarang hanyalah sebuah garis terang berwarna merah dan juga biru yang berputar-putar dan bergerak cepat tidak aturan. Mereka tidak menyangka sebuah pakaian dapat membuat kekuatan manusia biasa menjadi gila seperti itu.
Kahleed dan kapten Lucio masih terus melakukan serangan, baju tempur milik BASS terbukti kekuatannya setelah beberapa kali terkena tebasan tetapi belum menimbulkan kerusakan yang berarti. Jarak mereka yang sebegitu dekat membuat arus listrik yang keluar dari sarung tangan Kahleed itu menyebar ke segala area dan sesekali menyentuh baju tempur milik kapten Lucio.
Sementara itu Gareth terbangun di atas reruntuhan bangunan yang tadi dihantamnya dengan sangat kuat, beruntung sekali dirinya masih bisa bertahan meskipun baju tempurnya menjadi lebih rusak dari sebelumnya. Kepalanya bercucuran darah segar, akibat terjatuh dengan keadaan tidak mengenakan saat menabrak dinding.
“Argh, kepalaku,” Gareth memegang kepalanya yang berdarah, “bagaimana dengan kapten Lucio, ada dia baik-baik saja?” sambil mencoba untuk bangkit dari tempatnya sekarang. “cih, meskipun menggunakan baterai dari Leah baju tempur ini sudah tidak bisa diandalkan jika bertarung melawan musuh yang kuat,” menarik nafas panjang. “satu serangan pamungkas….itu saja yang aku butuhkan sekarang,” mulai berjalan pelan keluar dari bangunan ini.
Kahleed termasuk orang yang sangat santai, serangannya tidak ada yang mengenai kapten Lucio tetapi dirinya masih bisa tersenyum. Hal ini tentunya sangat dicurigai oleh kapten Lucio, padahal tebasannya malah sering mengenai tubuh Kahleed yang dilapisi baju tempur itu.
“Ada apa dengannya? Kenapa bisa sesantai itu? padahal belati milikku ini selalu mengenainya,” ucap kapten Lucio dalam hati. “hm, listrik-listrik ini?” yang tadinya hanya satu dua saja garis listrik yang mengenai tubuhnya, kini jumlahnya sangat banyak seperti sebuah benang kusut yang bahkan tidak disadarinya.
Kahleed pergi menjauh, kejar-kejaran dan saling tukar serangan disudahinya. Kini ia berdiri dengan jarak yang agak jauh dari kapten Lucio.
“Coba hindari seranganku yang ini,” Kahleed membuka telapak tangannya, perlahan muncul bola listrik. Seketika bola listrik itu membesar sebesar bola sepak dan meluncur ke arah kapten Lucio.
“Jangan meremehkanku….,” kapten Lucio bergerak menghindari, namun yang tidak disangka gerakannya menjadi lambat. “kena---,” bola listrik itu mengenai pundaknya, dan meledak mengeluarkan gelombang listrik dan kapten Julio ikut tersengat olehnya.
“Hm, sudah kuduga benda ini sangat keren!” ucap Kahleed girang.
“Apa yang terjadi? Gerakanku melambat?” kapten Lucio menyadari bahwa pelontar roket di baju tempurnya tidak berfungsi sebagai biasanya. Ia pun mengecek kondisi baju tempur melalui helm yang dipakainya. Hasilnya cukup mengejutkan, energi dibajunya berkurang drastis. Padahal pertarungan belum memakan waktu sampai berjam-jam.
Kapten Lucio mencoba untuk menganalisinya, ia memutar kembali memori pertarungannya tadi melawan Kahleed, apakah ada sesuatu yang lewat dari pantauannya. Dan ternyata semuanya menjadi masuk akal ketika arus listrik itu mengenai tubuhnya, rupanya ada fungsi lain yaitu mengambil energi dari baju tempurnya dan membuat sirkuitnya menjadi sedikit terganggu.
“Jadi begitu….”
“Ya…sarung tangan ini sangat keren kan?” Kahleed membuka kedua telapak tangannya, dan dua bola listrik keluar dari sana. “kita lanjut?”
"SIALAN!!”
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas